cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS STABILITAS BACK-TO-BACK MECHANICALLY STABILIZED EARTH WALLS (STUDI KASUS JALAN LAYANG DI SULAWESI SELATAN) Yordan Salim; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12582

Abstract

In urban areas, the requirement for roads is always increasing. This has resulted in various problems such as limited land so that it needs to construct a proper retaining wall. The type of retaining wall that will be discussed is back-to-back mechanically stabilized earth walls. The author analyzes the minimum reinforcement length required for the stability of the retaining wall structure. The author also analyzes the use of backfill material from back-to-back mechanically stabilized earth walls. In this study, two types of backfill materials were used, sand and laterite. The author analyzes the stability of the structure using manual calculations and with software based on finite element methods with several differences in the reinforcement length of the geogrid. In manual analysis obtained the tensile force that occurs in the geogrid and the safety factor for the external stability. In the analysis using the software obtained the safety factor and deformation that occurs in the structure. The results of this study are the minimum ratio of reinforcement length to height, that is L = 0.66H for sand and L = 0.6H for laterite. The requirement of geogrid tensile capacity for laterite is smaller than for sand.Keywords: reinforcement length, mechanically stabilized earth walls, geogrid, safety factorPada daerah perkotaan, kebutuhan akan jalan selalu meningkat. Hal ini mengakibatkan berbagai masalah seperti keterbatasan lahan sehingga perlu konstruksi dinding penahan tanah yang tepat. Jenis dinding penahan tanah yang akan dibahas adalah back-to-back mechanically stabilized earth walls. Penulis menganalisis panjang penjangkaran minimum yang diperlukan untuk statbilitas struktur dinding penahan tanah. Penulis juga menganalisis penggunaan material timbunan dari back-to-back mechanically stabilized earth walls. Pada penelitian ini digunakan dua jenis material timbunan yaitu pasir dan tanah merah. Penulis menganalis kestabilan dari struktur menggunakan perhitungan manual dan dengan software berbasis metode elemen hingga dengan beberapa variasi panjang penjangkaran dari geogrid. Pada analisis manual, diperoleh gaya tarik yang terjadi pada geogrid dan faktor keamanan dari stabilitas eksternal struktur. Pada analisis menggunakan program diperoleh faktor keamanan dan deformasi yang terjadi pada struktur. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu rasio panjang penjangkaran terhadap tinggi minimum yaitu L = 0,66H pada pasir dan L = 0,6H untuk tanah merah. Kebutuhan kapasitas tarik geogrid untuk tanah merah lebih kecil daripada pasir.Kata kunci: panjang penjangkaran, mechanically stabilized earh walls, geogrid, faktor keamanan
ANALISIS PERBANDINGAN METODE PERBAIKAN TANAH PADA KONSTRUKSI JALAN TOL DI ATAS TANAH GAMBUT Renaldo Arisugan; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.13178

Abstract

Pertambahan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya menjadikan beban pada jalan meningkat. Hal ini menjadi hal yang cukup menarik perhatian dan harus diwaspadai bagi para kontraktor ketika membangun jalan, yaitu agar jalan tidak mengalami penurunan atau keruntuhan. Maka itu daya dukung tanah dan penurunan pada tanah harus diperhatikan ketika membangun jalan. Metode perbaikan tanah menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung. Banyaknya metode perbaikan tanah yang terus berkembang seiring berjalannya waktu perlu diteliti dan dianalisis agar dapat diaplikasikan secara efektif untuk setiap kasus konstruksi. Pada penilitian ini akan dibahas mengenai metode perbaikan tanah yang cocok dan efektif pada pembangunan jalan tol diatas lahan gambut. 
HUBUNGAN ANTARA RAWAN BOSAN DAN KEMUDAHAN TERTIDUR DENGAN MICROSLEEP SAAT MENGEMUDI Arjun Indru Moorjani; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12642

Abstract

One of the most common types of sleepiness experienced by drivers is microsleep. Microsleep causes the driver to lose control of his or her vehicle, resulting in accidents that could be fatal. This study aims to determine the effect of boredom proneness and the driver's level of ease of falling asleep on the frequency of occurrence of microsleep while driving. Boredom proneness and ease of falling asleep were measured using questions adopted from the Boredom proneness Scale and Epworth Sleepiness Scale, respectively, while microsleep was calculated using a questionnaire to determine the frequency of microsleep experienced by the driver. The research data were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) analysis method to calculate the correlation value between research variables. The results of the analysis show that boredom proneness and ease of falling asleep are significantly and positively correlated with the likelihood of someone experiencing microsleep while driving, where boredom proneness is also positively and significantly correlated with ease of falling asleep. There was no significant difference found in the Boredom proneness Scale scores, Epworth Sleepiness Scale scores, and frequency of experiencing microsleep whilst driving between the genders ABSTRAKSalah satu jenis kantuk yang paling sering dialami oleh pengemudi dalam berkendara adalah microsleep. Microsleep mengakibatkan pengemudi kehilangan kontrol akan kendaraannya, sehingga berakibat sangat fatal terhadap keselamatan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh boredom proneness (kecenderungan merasa bosan) dan tingkat kemudahan tertidur pengemudi terhadap frekuensi terjadinya microsleep pada saat berkendara. Boredom proneness dan kemudahan tertidur masing-masing diukur menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang diadopsi dari Boredom proneness Scale dan Epworth Sleepiness Scale, sedangkan microsleep dihitung menggunakan kuesioner untuk menentukan frekuensi microsleep yang dialami pengemudi. Data penelitian dianalisa menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk menghitung nilai korelasi antar variabel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa boredom proneness dan kemudahan tertidur berkorelasi secara signifikan dan positif terhadap kemungkinan seseorang mengalami microsleep saat mengemudi, dimana boredom proneness juga berkorelasi secara positif dan signifikan terhadap kemudahan tertidur. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada tingkat kecenderungan pengemudi merasa bosan (boredom proneness), mudah tertidur, dan mengalami microsleep di antara jenis kelamin. Mereka yang berusia di bawah 30 tahun ditemukan lebih mudah untuk merasa bosan, sehingga lebih rentan untuk mengalami microsleep pada saat mengemudi.
EVALUASI RUAS JALAN GATOT SUBROTO MENGGUNAKAN METODE IRAP UNTUK MENCAPAI STAR RATING 4 DAN 5 Yohanes Ryandi; Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12649

Abstract

The rapid development of the transportation sector will indirectly increase the risk of the growth of traffic problems, one of which is traffic accidents. The number of traffic accidents in Indonesia, especially in the city of Jakarta is very high and continues to increase every year because there are still many roads that have not applied the principles of safe roads in their design and there are still many people who still choose to use private vehicles compared to public transportation. So to reduce the risk of accidents, it is necessary to carry out a strategy to improve road safety using existing methods, namely the iRAP (International Road Assessment Program) method on the Jendral Gatot Subroto road section and the results of the study obtained the existing condition of the road section, for passenger vehicles already reached 4,4, motorcycle cyclists 3,9, pedestrians 5, but for cyclists mode only 3, therefore it is necessary to do a countermeasurement to increase the Star Rating Score to 4 and 5, so that the desired star rating score is obtained on the Jalan Jendral Gatot Subroto.ABSTRAKPerkembangan bidang transportasi yang cepat secara tidak langsung akan memperbesar resiko tumbuhnya permasalahan lalu lintas salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakan lalu lintas di Indonesia khususnya di kota Jakarta sangatlah tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya karena masih banyaknya ruas jalan yang belum menerapkan prinsip jalan berkeselamatan pada perancangannya dan masih banyak masyarakat yang masih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Maka untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, perlu dilakukan strategi peningkatan keselamatan jalan menggunakan metode yang ada, yaitu metode iRAP (International Road Assessment Programme) pada ruas jalan Jendral Gatot Subroto dan hasil dari penelitian tersebut didapatkan kondisi eksisting ruas jalan tersebut, untuk moda kendaraan berpenumpang sudah mencapai 4,4, pesepeda motor 3,9, pejalan kaki 5, tetapi untuk moda pesepeda hanya 3, maka dari itu perlu dilakukan countermeasure guna menaikan Star Rating Score menjadi 4 dan 5, sehingga didapatkan star rating score yang diinginkan pada ruas jalan Jendral Gatot Subroto.
ANALISIS PENGARUH INDEKS WALKABILITY TERHADAP KEINGINAN BERJALAN KAKI DARI DAN MENUJU STASIUN TRANSPORTASI UMUM Reynaldo Bernard Khuana; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12645

Abstract

Although the construction of public transport infrastructure is underway, the poor quality of the pedestrian paths may result in users being reluctant to use public transport. Therefore, a method to find out the walking path according to the user's desire to travel is needed. This study aims to determine the factors formed and the influence of socials-demographic characteristics on the desire to walk to and from public transportation stations in Indonesia. The statements contained in the questionnaire were made based on the walkability index that has been used previously in several countries and confirmed by factor analysis. The results of the factor analysis showed that from the 13 variables tested, there were 4 variables which were reduced until the remaining 9 variables formed 2 factors. The two factors are the convenience factor and the practicality and safety factor. socials-demographic factors such as age, gender, walking frequency, walking distance, place of residence, walking purpose, and monthly expenses did not have a significant influence on the pleasantness factor as well as the practicability and safety factor.ABSTRAKMeskipun pembangunan infrastruktur transportasi umum sedang dilakukan, kualitas jalur pejalan kaki yang buruk dapat mengakibatkan pengguna enggan untuk menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu suatu metode untuk mengetahui jalur perjalan kaki yang sesuai dengan keinginan berjalan pengguna sangatlah diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang terbentuk dan pengaruh karakteristik sosial-demografis terhadap keinginan berjalan kaki dari dan menuju stasiun transportasi umum di Indonesia. Pernyataan-pernyataan yang terdapat dari kuesioner dibuat berdasarkan indeks walkability yang telah digunakan sebelumnya pada beberapa negara dan dikonfirmasi dengan analisis faktor. Hasil analisis faktor menunjukkan dari 13 variabel yang diuji terdapat 4 variabel yang direduksi hingga tersisa 9 variabel yang membentuk 2 faktor. Kedua faktor tersebut adalah faktor kenyamanan dan faktor kepraktisan dan keselamatan. faktor sosial-demografis seperti usia, jenis kelamin, frekuensi berjalan kaki, jarak kemampuan berjalan, tempat tinggal, tujuan berjalan, dan pengeluaran tiap bulan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap faktor kenyamanan maupun faktor kenyamanan dan keselamatan.
EVALUASI FAKTOR HAMBATAN SAMPING PADA PENENTUAN KAPASITAS JALAN STUDI KASUS: JALAN GATOT SUBROTO Muhamad Faisal; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.13344

Abstract

Overcrowding often occurs in DKI Jakarta, especially on Jalan Gatot Subroto. This location is one of the biggest business centers in Jakarta. Roadside activities that impede traffic flow are called side friction. Side friction is an impact on traffic performance resulting from road segment activities. Highway capacity is also influential. That happens because the available highway capacity is no longer able to accommodate the increasing traffic flow. Therefore, research was conducted. To calculate the highway capacity, observations were made to see the number of vehicles. It takes the perception of side frictions using questionnaire data. Questionnaire data collected  100 respondents. So, the results show that section is in the VL (Very Low) side obstacle class, which occurs in the morning while the L (Low) side obstacle class occurs in the afternoon and evening. The results estimation of the side drag factor data shows that the volume is greater than the highway capacity. The correlation between observation data and questionnaire results vehicles parked or stopped on the side of the road and vehicles from roadside access have a sequential weight order, while pedestrians and non-motorized vehicles have non-sequential weights. Further research to expand the questionnaire and get more precise results. ABSTRAKKepadatan sering terjadi di DKI Jakarta khususnya di Jalan Gatot Subroto. Lokasi ini salah satu pusat bisnis terbesar di Jakarta. Aktivitas sisi jalan dapat menghambat arus lalu lintas disebut hambatan samping. Hambatan samping merupakan dampak terhadap kinerja lalu lintas yang dihasilkan dari aktivitas segmen jalan. Selain itu, kapasitas jalan juga berpengaruh. Hal ini terjadi karena kapasitas jalan yang tersedia sudah tidak mampu untuk menampung arus lalu lintas yang semakin tertambah kepadatannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian. Untuk menghitung kapasitas jalan, dilakukan observasi untuk melihat jumlah kendaraan. Selain itu, dibutuhkan persepsi hambatan samping menggunakan data kuesioner. Data kuesioner terkumpul sebanyak 100 responden. Maka, hasil menunjukan ruas Jalan Gatot Subroto berada di kelas hambatan samping VL (Very Low) terjadi di waktu pagi hari sedangkan kelas hambatan samping L (Low) terjadi di waktu siang dan sore hari. Hasil dari estimasi faktor hambatan samping data menunjukan volume lebih besar daripada kapasitas jalan. Korelasi anatra data observasi dengan hasil kuesioner menunjukan bahwa kendaraan parkir atau berhenti di sisi jalan dan kendaraan dari akses sisi jalan memiliki urutan bobot yang berurutan sedangkan untuk pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor memiliki bobot yang tidak berurutan. Penelitian selanjutnya, diharapkan dapat memperluas kuesioner dan mendapatkan hasil yang lebih tepat.
EVALUASI RUAS JALAN H. R. RASUNA SAID MENGGUNAKAN METODE IRAP UNTUK MENCAPAI STAR RATING 4 DAN 5 Riadi Trihatmojo Yeputra; Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12639

Abstract

Traffic accidents aren’t just individual tragedies, traffic accidents could make a negative impact to the economic growth for both developed countries and developing countries. In Jakarta, traffic accidents continues to increase every year due to the lack of signs on road and the lack of strictness from official authorities. Like the quality of signs and the lack of security in the area.  Traffic accidents could also be caused by the public who prefers using their own vehicle rather than public vehicle to travel. Therefore, traffic safety can’t be ignored because traffic accidents in theory can be predicted and preventable. To decrease the risk and frequency of traffic accidents, we have to use traffic safety methods to increase the safetiness of problematic roads. For example iRAP (International Road Assessment Programme) method which is still new in Indonesia. In this study it was discovered H. R. Rasuna Said Road possessed star ratings 3 for bicyclist on its roads. Therefore countermeasure is needed to increase its star ratings to 4 and 5 in order to increase its road safety.ABSTRAKKecelakaan lalu lintas bukan sekedar tragedi perorangan, namun bisa menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi di negara maju maupun berkembang. Kecelakaan lalu-lintas di Jakarta setiap tahunnya terus meningkat dikarenakan fasilitas keselamatan jalan yang belum memadai. Seperti kurangnya rambu, marka, dan pengawasan yang kurang ketat. Tingginya kecelakaan lalu-lintas juga dapat disebabkan oleh pengguna jalan yang lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Oleh karena itu peningkatan keselamatan jalan tidak dapat disepelekan, karena pada dasarnya kecelakaan lalu lintas bersifat predictable dan preventable. Untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, perlu dilakukan strategi peningkatan keselamatan jalan menggunakan metode yang ada. Seperti metode iRAP (International Road Assessment Programme) yang baru ini dalam masa percobaan untuk diterapkan di Indonesia. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kondisi ruas Jalan H. R. Rasuna Said memiliki nilai star rating 3 untuk pesepeda. Maka dari itu perlu dilakukan countermeasure melalui opsi penanganan yang ada untuk meningkatkan star rating menjadi bintang 4 dan 5 untuk meningkatkan keselamatan jalan.
SIMULASI PERBANDINGAN TITIK JEPIT TIANG MENGGUNAKAN VIRTUAL FIXED POINT DAN LATERAL SPRING DI DERMAGA “KNP” Andree Savio; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i3.12429

Abstract

The jetty is the most important facility in the port because it is connected between the sea and the land. The jetty structure consists of the upper structure (beams, plates and pile caps) and the lower structure (piles). The upper structure uses reinforced concrete as the base material and the lower structure can use steel or concrete material. In designing the piles on the jetty, the depth of the fixed point is not at the seabed depth, but below the seabed. It is necessary to conduct research on the depth of the pile fixed point at KNP jetty Southeast Sulawesi. Based on the OCDI 2002 (Overseas Coastal Area Development Institute of Japan) using the virtual fixed point method (1/β), the depth of the fixed point on the KNP jetty is 24 m, meanwhile according to the lateral spring method the KNP jetty has a fixed point depth of 25,6 m. and by adding a lateral spring to the pile in the virtual fixed point method, it can also make the model more efficient with a smaller deflection of 6,43% for deflection due to earthquake in the x direction and 7,25% for deflection due to earthquake in y direction. ABSTRAKDermaga merupakan fasilitas yang paling penting pada pelabuhan karena menghubungkan antara laut dan daratan. Struktur dermaga terdiri dari struktur atas (balok, pelat dan pile cap) dan struktur bawah (tiang pancang). Struktur atas menggunakan bahan dasar beton bertulang dan struktur bawah dapat menggunakan bahan baja atau beton. Dalam mendesain tiang pancang pada dermaga, kedalaman titik jepit tidak berada pada kedalaman seabed tetapi berada dibawah seabed. Perlu dilakukan penelitian tentang kedalaman titik jepit tiang pancang. Studi kasus yang dibahas pada penelitian ini adalah dermaga yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dermaga tersebut dikenal dengan nama dermaga “KNP”. Berdasarkan OCDI (Overseas Coastal Area Development Institute of Japan) tahun 2002 dengan menggunakan metode virtual fixed point (1/β) memiliki kedalaman titik jepit pada dermaga “KNP” sebesar 24 m, sedangkan menurut metode pegas lateral pada dermaga “KNP” memiliki kedalaman titik jepit sebesar 25,6 m dan dengan menambahkan pegas lateral pada tiang pancang dalam metode virtual fixed point juga dapat membuat model lebih efisien dengan defleksi yang lebih kecil sebesar 6,43% untuk defleksi akibat gempa arah x dan 7,25% untuk defleksi akibat gempa arah y.
EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL SERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA (STUDI KASUS : JALAN DAAN MOGOT) Alpin Chayan Soeseno; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12682

Abstract

Daan Mogot street is part of the National Road Route One (1). Daan Mogot street (Section Number: 2000111) under study is a 2.5 KM two-way four-lane flexible pavement road, with a lane width of 3.5 m. The location chosen is the point of the worst congestion on Daan Mogot street, with the most road damage conditions. The purpose of this study is to analyze the condition of the road pavement and what treatment should we do for the damage on Daan Mogot street. The stages in this road pavement research are divided into 2 stages, firstly calculating the damage on the road, and choose alternative treatment using existing methods. The method used is the Pavement Condition Index (IKP) method and evaluates the handling of damage in the last 3 years. The result of the research is that the most damage is patch and hole damage, and the IKP value for each research unit can be seen that the pavement quality varies, from the level of Very Poor, Poor, Fair, Satisfactory, to Good. The average IKP value on Daan Mogot street in the direction of Tangerang from KM +14,000 to KM+16,500 is 87.09 with a Good condition class. ABSTRAKJalan Daan Mogot merupakan bagian dari Jalan Nasional Rute Satu (1). Jalan Daan Mogot (Nomor Ruas : 2000111) yang diteliti merupakan jalan dengan perkerasan lentur sepanjang 2,5 KM dua arah empat lajur, dengan lebar perlajur 3,5 m. Lokasi yang dipilih merupakan titik kemacetan terparah di Jalan Daan Mogot, dengan kondisi kerusakan jalan terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi perkerasan jalan dan penanganan apa yang harus kita lakukan terhadap kerusakan yang terjadi di Jalan Daan Mogot. Tahapan dalam penelitian perkerasan jalan ini dibagi menjadi 2 tahapan yaitu, pertama menghitung kerusakan yang ada di jalan tersebut, dan menentukan alternatif penanganan yang tepat dengan menggunakan metode-metode yang ada. Metode yang dipakai adalah metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan melakukan evaluasi penanganan kerusakan dalam 3 tahun terakhir. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kerusakan terbanyak ada pada kerusakan tambalan dan lubang, serta nilai IKP untuk masing masing unit penelitian dapat diketahui kualitas perkerasan beragam, dari tingkat Sangat Parah, Parah, Sedang, Baik, hingga Sangat Baik. Hasil rata-rata nilai IKP Jalan Daan Mogot arah Tangerang dari KM +14,000 s/d KM+16,500 adalah 87,09 dengan kelas kondisi Sangat Baik.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU PEJALAN KAKI TERHADAP KESELAMATAN DI JALAN RAYA PADA WILAYAH JABODETABEK Farah Rizkia Ananda; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12647

Abstract

Pedestrian behavior that is not predictable and cannot be controlled effectively results in pedestrians not complying with traffic rules and may be ending up in accidents. This study aims to determine the factors formed and determine the influence of demographics on pedestrian behavior in Indonesia. The questions on the Indonesian PBQ (Pedestrian Behavior Questionnaire) are adapted from an international questionnaire that has been tested in several countries and confirmed by factor analysis. The results of the analysis showed that from the 23 variables of pedestrian behavior, 5 (five) variables are reduced until the remaining 18 variables. The 18 pedestrian behavior variables form 6 factors, namely violations, errors, lapses, aggressive behavior, positive behavior, and traffic light violations. Violations and lapses in Indonesia are mostly committed by young adults, non-private employees, and those who have expenses of less than four million five hundred rupiah per month. Those who in the adult group show positve behavior more oftenly. Those who walk more than once a week show errors and positive behavior more oftenly. Those who have been involved in accidents show violations and aggressive behavior more oftenly.ABSTRAKPerilaku pejalan kaki yang tidak mudah diprediksi dan tidak dapat dikendalikan secara efektif mengakibatkan pejalan kaki tidak mematuhi aturan lalu lintas sehingga terjadi kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang terbentuk serta mengetahui pengaruh demografis terhadap perilaku pejalan kaki di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan pada Indonesia PBQ (Pedestrian Behavior Questionnaire) diadaptasi dari kuesioner Internasional yang telah diuji di beberapa negara dan dikonfirmasi dengan analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan dari ke-23 variabel perilaku pejalan kaki tereduksi sebanyak 5 (lima) variabel hingga tersisa 18 variabel. Ke-18 variabel perilaku pejalan kaki tersebut membentuk 6 faktor yaitu violations, errors, lapses, perilaku agresif, perilaku positif, dan pelanggaran lampu lalu lintas. Pelanggaran violations dan lapses di Indonesia paling banyak dilakukan oleh kelompok dewasa muda, pekerjaan bukan pegawai swasta, dan yang memiliki pengeluaran kurang dari empat juta lima ratus rupiah per bulan. Mereka yang termasuk kelompok dewasa madya lebih sering menunjukkan perilaku positif. Mereka yang berjalan kaki lebih dari sekali dalam seminggu lebih sering menunjukkan kesalahan errors dan perilaku positif. Mereka yang pernah terlibat kecelakaan lebih sering menunjukkan perilaku violations dan agresif.