cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS DEFORMASI LATERAL MSE WALL DENGAN PERKUATAN GEOGRID TERHADAP VARIASI JENIS MATERIAL TIMBUNAN Charisma Aziza; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16652

Abstract

ABSTRACTThe advantages of MSE walls are simple construction techniques, have aesthetic value and material resistance and are more economical. In this study, analysis was carried out on variations in anchor length, tensile strength and vertical spacing of the reinforcement elements, namely the geogrid, which was then modeled with sand and clay reinforcement soil. The analysis is carried out with the help of a finite element program, which will result in the value of the lateral deformation of the wall. Based on the analysis, the anchor length and tensile strength of the geogrid, the greater the anchor length and tensile strength, the smaller the resulting lateral deformation. Whereas at vertical distance, the results obtained are just the opposite. The results also show that the use of clay soils tends to be more stable in resisting lateral forces than sandy soils. Then in an effort to reduce the value of lateral deformation that occurs, further considerations can be focused on the selection of tensile strength or vertical spacing rather than the length of the anchorage. The results also produce a correlation equation that can be used to predict and determine the value of horizontal deformation according to the desired variation value. ABSTRAKKelebihan dinding MSE ialah teknik konstruksi yang sederhana, punya nilai estetika dan ketahanan material serta lebih ekonomis. Pada penelitian ini, analisis dilakukan terhadap variasi panjang penjangkaran, kuat tarik dan spasi vertikal elemen perkuatannya yaitu geogrid, yang kemudian dimodelkan dengan tanah perkuatan pasir dan lempung. Analisis dilakukan dengan bantuan program metode elemen hingga, yang akan menghasilkan nilai deformasi lateral dari dinding MSE untuk dianalisis. Berdasarkan analisis, pada panjang penjangkaran dan kuat tarik geogrid, semakin besar nilai panjang penjangkaran dan kuat tariknya, maka semakin kecil deformasi lateral yang dihasilkan. Sedangkan pada jarak vertikal, hasil yang didapat justru sebaliknya. Perbandingan hasil juga didapat dari dua jenis tanah perkuatan yang berbeda, yang mana dapat disimpulkan bahwa pengunaan jenis tanah lempung cenderung lebih stabil dalam menahan gaya lateral dibandingkan dengan jenis tanah pasir. Kemudian untuk upaya mengurangi nilai deformasi lateral yang terjadi, pertimbangan lebih lanjut dapat difokuskan pada pemilihan kuat tarik ataupun spasi vertikalnya dibanding pada panjang penjangkarannya. Dari hasil analisis juga menghasilkan persamaan korelasi sehingga dapat digunakan untuk memprediksi dan menentukan nilai deformasi horizontal sesuai dengan nilai variasi yang diinginkan.
ANALISIS DESAIN SOIL NAILING MENGGUNAKAN LOAD & RESISTANCE FACTORED DESIGN DIBANDINGKAN DENGAN ALLOWABLE STRESS DESIGN Gianicco Irawan; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16847

Abstract

ABSTRACTSoil nailing, which is one of the slope reinforcement methods that has many advantages such as ease of construction, low cost, and short time, currently still lacks efficiency. These weaknesses are found in the theories and design methods currently used, such as the current soil nailing design method which only considers uncertainty in a factor based on field experience and/or engineering judgment. Until now, the design method in geotechnical construction still uses the Allowable Stress Design (ASD) approach. Design analysis using ASD tends to be less efficient and more efficient than the Load and Resistance Factored Design (LRFD) method being tested in this paper. Thus, LRFD can be an alternative to cover the shortcomings of the previous approach and provide a positive trend for land use to safety ratios as well as costs. With the same dimensions and specifications, the value approach with LRFD is able to produce an efficient one for use in the design. This can be seen when the parameter is degraded by more than 30%, where when using ASD the slope is declared unsafe (SF ≤ 1,50), while the slope is declared safe when using LRFD (Capacity to Demand Ratio ≥ 1,0). ABSTRAKSoil nailing yang merupakan salah satu metode perkuatan lereng yang memiliki banyak keuntungan seperti kemudahan teknik konstruksi, rendahnya biaya, kemudian juga singkatnya waktu, pada saat ini masih memiliki kekurangan dalam efisiensi. Kelemahan tersebut ditemukan dalam teori perhitungan dan metode desain yang sekarang ini digunakan, seperti cara desain soil nailing yang sekarang ini hanya mempertimbangkan ketidakpastian hanya dalam suatu faktor yang didasarkan oleh pengalaman lapangan dan atau penilaian rekayasa. Sampai saat ini, metode perancangan atau desain dalam konstruksi geoteknik masih menggunakan pendekatan Allowable Stress Design (ASD). Analisis desain menggunakan ASD ini cenderung kurang efisien dan lebih konservatif jika dibandingkan dengan metode Load and Resistance Factored Design (LRFD) yang sedang diuji dalam tulisan ini. Dengan demikian, LRFD dapat menjadi salah satu alternatif untuk menutupi kekurangan dari pendekatan sebelumnya dan memberikan tren yang positif bagi penggunaan soil nailing terhadap rasio keamanan dan juga biaya. Dengan dimensi dan spesifikasi yang sama, pendekatan dengan LRFD mampu menghasilkan nilai yang efisien untuk digunakan dalam desain. Hal ini terlihat pada saat parameter terdegradasi lebih dari 30%, dimana pada saat menggunakan ASD lereng dinyatakan tidak aman (SF ≤ 1,50), sementara lereng dinyatakan aman pada saat menggunakan LRFD (Capcity to Demand Ratio ≥ 1,0).
Penilaian Tingkat Kerusakan Gedung Pasca Kebakaran Erwin Aprianto; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.7067

Abstract

ABSTRACT The problem of building fires in major cities in Indonesia is a serious problem from various parties. Fires occur due to various things, such as electrical short circuit, exploding gas cylinders, riots, and crime. The role of structural experts in handling post-fire buildings is how to estimate the temperature that occurs in the post-fire structural elements, estimate the strength of the remaining post-fire structure of the building, and propose reinforcement techniques on these elements. This paper is limited to the evaluation of structural elements after the fire. The purpose of this study is to determine the type and level of damage that occurs after the building fire. This research is done by using secondary data. The method used is visual observation, non-destructive test and destructive test. From the results of the analysis will be assessed against each of the building elements that are reviewed. And from these results it can be concluded that Building A can still be eligible to be used by doing a number of reinforcement on certain elements, and Building B is no longer suitable to be used.ABSTRAK  Masalah kebakaran gedung di kota-kota besar di Indonesia menjadi masalah yang serius dari berbagai pihak. Kebakaran terjadi diakibatkan oleh berbagai hal, seperti hubungan pendek arus listrik, tabung gas meledak, huru-hara, maupun tindak kriminalitas. Peran para ahli struktur dalam menangani gedung pasca kebakaran adalah bagaimana menaksirkan suhu yang terjadi di elemen struktur pasca kebakaran, menaksirkan kekuatan sisa struktur bangunan pasca kebakaran, dan mengusulkan teknik perkuatan pada elemen tersebut. Pada penulisan ini dibatasi pada penilaian elemen struktur pasca kebakaran saja.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pasca kebakaran Gedung. Penilitan ini dilakukani dengan menggunakan data sekunder. Metode yang digunakan adalah visual observation, non-destructive test dan destructive test. Dari hasil analisis akan dilakukan penilaian terhadap masing-masing elemen bangunan yang ditinjau. Dan  dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Gedung A masih bisa dilaik digunakan dengan melakukan sejumlah perkuatan pada bagian elemen tertentu, dan Gedung B sudah tidak laik digunakan.
Analisis Faktor Eksternal Yang Dominan Terhadap Biaya Overhead Proyek Konstruksi Hendi Wijaya; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.12592

Abstract

ABSTRACTOverhead costs are one of the cost components that play an important role in the company's performance in maintaining good quality work. However, the overhead costs in a project are different and are influenced by several factors. One of the factors that influence it is the external factor of the project. The external factors of each project are different. This is because each project must adapt the workplace environment to certain functions, designs, and preferences. On that basis, to be able to better estimate the overhead in a project, further costs are needed for any external factors that affect construction overhead project costs, and a few percent of the direct costs of construction projects to anticipate the risks caused by overhead costs. . Data was collected through a structured questionnaire distributed to some people working in the construction sector from contractors in several regions in Indonesia. The analysis results obtained as many as 3 groups of external factors that affect construction project overhead costs, namely economic factors, legal factors, and sociocultural factors related to the COVID-19 pandemicABSTRAKBiaya overhead merupakan salah satu komponen biaya yang berperan dan berpengaruh penting terhadap kinerja perusahaan konstruksi dalam menjaga kualitas pekerjaan yang baik. Akan tetapi biaya overhead dalam suatu proyek berbeda-beda, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhinya ialah faktor eksternal proyek. Faktor eksternal dari setiap proyek berbeda-beda. Hal ini dikarenakan setiap proyek harus menyesuaikan lingkungan tempat kerja dengan fungsi, desain, serta prefensi tertentu. Atas dasar itu, untuk dapat lebih baik dalam mengestimasi biaya overhead dalam sebuah proyek maka diperlukan identifikasi lebih jauh terhadap faktor-faktor eksternal apa saja yang dominan berpengaruh terhadap biaya overhead proyek konstruksi, dan menyisihkan beberapa persen dari biaya langsung proyek konstruksi untuk mengantisipasi resiko yang disebabkan oleh biaya overhead.  Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur  yang disebarkan kepada sejumlah orang yang bekerja di bidang konstruksi dari pihak kontraktor di beberapa wilayah di Indonesia. Dari hasil analisis diperoleh sebanyak 3 kelompok faktor eksternal yang dominan mempengaruhi biaya overhead proyek konstruksi, yaitu  faktor ekonomi, faktor legal, dan faktor sosial-budaya yang juga berkenaan dengan adanya pandemi COVID-19. 
EVALUASI FAKTOR HAMBATAN SAMPING PADA PENENTUAN KAPASITAS JALAN STUDI KASUS: JALAN JENDRAL SUDIRMAN JAKARTA Yulia Rosaria Kunarti; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.15164

Abstract

Technological developments and economic growth in the DKI Jakarta area have resulted in increased development in various fields, that the need for transportation facilities is increasing in the center of Jakarta, especially on Jalan Jendral Sudirman, traffic congestion is caused by an imbalance between increased use of vehicles and the growth of available road infrastructure, and the capacity of the existing road is smaller than the capacity of the planned road, all of which result in side obstacles. The purpose of this study was to analyze and evaluate side barriers in determining traffic capacity in various conditions and certain times, based on the 1997 MKJI guidelines. Calculating road capacity using secondary data from research that has been validated by previous researchers. in 2020 by Sarah Haryati, that data is obtained on Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. In addition, we also use questionnaire data in the form of a google form to get the perception of these side barriers. The results obtained that the Jalan Jendral Sudirman Jakarta section is in the Very Low class in the morning, afternoon, and evening. For the next research, it is expected to specifically make a questionnaire to focus more on getting more valid data. ABSTRAKPerkembangan teknologi serta pertumbuhan ekonomi di wilayah DKI Jakarta mengakibatkan peningkatan pembangunan di berbagai bidang, sehingga kebutuhan sarana transportasi semakin meningkat pada pusat kota Jakarta terutama pada jalan Jendral Sudirman, kemacetan lalu lintas disebabkan oleh ketidak seimbangan antara peningkatan penggunaan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan yang tersedia, serta kapasitas ruas jalan yang ada lebih kecil dari kapasitas jalan yang direncanakan, semua itu mengakibatkan adanya hambatan samping. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan juga mengevaluasi faktor hambatan samping pada penetuan kapasitas lalu lintas di berbagai macam kondisi dan waktu tertentu, dengan berdasarkan dari pedoman MKJI tahun 1997. Dengan menghitung kapasitas jalan menggunakan data sekunder dari penelitian yang sudah di validasi yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya pada tahun 2020 oleh Sarah Haryati, didapatkan data-data pada jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Selain itu kita juga menggunakan data kuesioner dalam bentuk google form untuk mendapatkan persepsi hambatan samping tersebut. Hasil yang didapatkan bahwa ruas Jalan Jendral Sudirman Jakarta terdapat dalam kelas Sangat Rendah pada waktu pagi hari, siang hari, dan sore hari. Untuk penelitian berikutnya, diharapkan secara khusus membuat kuesioner agar lebih fokus mendapatkan data yang lebih valid.
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI Rachel Euodia Fransy; Arianti Sutandi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16442

Abstract

Suatu proyek konstruksi memiliki kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan kerja sehingga perlu adanya sistem keselamatan kerja konstruksi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat menyebabkan cedera pada pekerja sehingga terjadi penundaan proyek. Untuk mencegah adanya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi, perlu dilakukan identifikasi risiko kecelakaan kerja yang bermanfaat untuk mengurangi dampaknya bagi perusahaan dan pekerja pada pelaksanaannya. Penelitian ini, dilakukan di proyek Underpass Bulak Kapal Bekasi dengan menggunakan metode penilaian matriks risiko berdasarkan AS/NZS 4360:2004 untuk mengetahui tingkatan risiko kecelakaan kerja yang ada pada proyek dimulai dari tingkatan risiko low hingga very high. Dari hasil studi literatur dan wawancara dilapangan, diperoleh 66 variabel risiko kecelakaan kerja. Dari hasil uji validitas dan uji reliabilitas dengan program SPSS, didapatkan 34 variabel risiko kecelakaan kerja yang valid dan reliabel. Selanjutnya dari hasil analisis dengan menggunakan penilaian matriks risiko AS/NZS 4360:2004 didapatkan 20 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating low, 12 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating medium, 2 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating high.Every construction has its own accident risks and hence, a work safety system is necessararily needed. Work accident risks could cause injuries to workers which could lead to project delay. To avoid these work accidents, identification of work accident risk is required to reduce their negative impacts for companies and workers. This research discussed the work accident risk levels from low to very high risk in the Underpass Bulak Kapal Bekasi project using a risk matrix value method based on AS/NZS 4360:2004. Based on literature reviews and field interviews, 66 variables of work accident risks were obtained, in which 34 variables were considered to be valid and reliable work accident risks. These 34 variables were later analysed using the risk matrix value method basaed on AS/NZS 4360:2004 and resulted in 20 variables of low work accident risk, 12 variables of medium work accident risks and 2 variables of high work accident risk.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PEMIKUL BEBAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI ATAS TANAH SANGAT LUNAK Nicodemus Santoso; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16622

Abstract

AbstractIn Indonesia has many distributions of very soft soil, but this case is rarely discussed and disputed. So many construction failures occur due to not being aware of the behavior from soil type and treating this very soft soil type as ordinary soft soil. These very soft soils tend to have 'thick water' properties like oil or slurry that can flow freely unlike medium soils. In this journal will analyzing the comparison of horizontal pressure on very soft soil and normal soil, by comparing different pressures and providing a load on the soil and considering the vertical stress of the evenly distributed load on the soil surface, then the lateral pressure on each type of soil is compared. Then analyze the lateral deformation of the soil and piles using a geotechnical-based program. Based on the results of the analysis of the calculation of lateral stress and lateral pressure. The results obtained from the analysis are the lateral stresses and lateral stresses from very soft soils are greater than those from medium soils. Furthermore, the analysis using a geotechnical-based program found that the deformation caused in the very soft soil layer was much larger than that in the medium soil layer. AbstrakWilayah Indonesia memiliki banyak sekali sebaran tanah sangat lunak, namun kasus ini jarang sekali dibahas dan dipermasalahkan. Sehingga banyak terjadi kegagalan konstruksi akibat tidak menyadari perilaku dari jenis tanah ini dan memperlakukan jenis tanah sangat lunak ini sebagai tanah lunak biasa. Tanah sangat lunak ini cenderung memiliki sifat seperti ‘air kental’ bagaikan oli atau bubur yang dapat mengalir dengan bebas tidak seperti tanah sedang. Pada jurnal ini dilakukan analisis mengenai perbandingan tekanan horisontal terhadap tanah sangat lunak dan tanah normal, dengan membandingkan tekanan yang berbeda dan memberikan beban diatas tanah dan memperhitungkan tegangan vertikal dari beban merata diatas permukaan tanah, kemudian tekanan lateral pada masing-masing jenis tanah yang dibandingkan. Kemudian melakukan analisis deformasi lateral pada tanah dan tiang pancang menggunakan program berbasis geoteknik. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tegangan lateral dan tekanan lateral. Hasil yang didapat dari analisis adalah tegangan lateral beserta tekanan lateral yang berasal dari tanah sangat lunak lebih besar dari pada yang berasal dari tanah sedang. Selanjutnya analisis dengan program berbasis geoteknik didapat deformasi yang diakibatkan pada lapisan tanah sangat lunak jauh lebih besar daripada pada lapisan tanah sedang.
PENJADWALAN PROYEK PERUMAHAN X DI TANGERANG SELATAN DENGAN METODE LINE OF BALANCE DAN EFEK PEMBELAJARAN Matthew Samuel Tjandra; Onnyxiforus Gondokusumo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16658

Abstract

ABSTRACTRepetitive projects are construction projects with activities that are repeated in the same unit. The most suitable method for repetitive projects is Line of Balance method, this method can determine and allocate the necessary resources for each activity so deadline can be achieved. Learning Effects on LOB method have the advantage of speeding up the duration of an activity and reducing the total resource requirements of workers. Learning Effect can be calculated mathematically with a Log Linear learning curve. Object of this research is the housing project X in South Tangerang with a total of 11 houses and duration to complete is 364 days. LOB method takes 350 days to complete and speeds up the duration by 3,85%, LOB method with learning effect will speed up the duration by 9,05% to 331,1 days. Total man days needed according to the initial data is 19.480 man days, same as if using LOB method, but with the learning effect it will reduce the number of man days by 22,28% to 15.530 man days. LOB method with learning effect can accelerate the duration of development and reduce the number of man days so this method can be considerate in compiling a repetitive schedule.Keywords: repetitive; line of balance; learning effect; log-linear learning curve, man days.ABSTRAKProyek repetitif adalah proyek konstruksi dengan aktivitas yang diulang pada unit yang sama. Metode yang paling cocok untuk proyek repetitif adalah metode Line of Balance, metode ini dapat menentukan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk setiap aktivitas sehingga batas waktu dapat tercapai. Efek Pembelajaran pada metode LOB mempunyai kelebihan untuk mempercepat durasi suatu aktivitas dan mengurangi total kebutuhan sumber daya pekerja. Efek pembelajaran dapat dihitung secara matematis dengan kurva pembelajaran tipe Log Linear. Objek penelitian ini adalah proyek perumahan X di Tangerang Selatan dengan total 11 unit rumah dan lama pengerjaannya yaitu 364 hari. Metode LOB memerlukan waktu 350 hari untuk menyelesaikan dan mempercepat durasi sebesar 3,85%, metode LOB dengan menerapkan efek pembelajaran akan mempercepat durasi sebesar 9,05% menjadi 331,1 hari. Total man days yang dibutuhkan menurut data awal adalah 19.480 man days sama dengan kalau menggunakan metode LOB, tetapi dengan efek pembelajaran akan mengurangi jumlah man days sebanyak 22,28% menjadi 15.530 man days. Metode LOB dengan menerapkan efek pembelajaran dapat mempercepat durasi pembangunan dan mengurangi jumlah man days sehingga metode ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun jadwal repetitif.Kata kunci: repetitif; line of balance; efek pembelajaran; kurva pembelajaran log linear, man days.
ANALISIS PERBANDINGAN DAYA DUKUNG AKSIAL , EFISIENSI & BIAYA FONDASI TIANG PANCANG DAN TIANG BOR STUDI KASUS RUSUNAWA DAAN MOGOT Stefanus Andy Kurniawan; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10536

Abstract

AbstrakPada lokasi ini sendiri fondasi dalam sudah direncanakan dengan menggunakan tiang bor dengan diameter ɸ100 cm serta kedalaman 40 m memakan biaya sebesar Rp. 10.658.080.000,00 (dengan PPN 10%). Lalu pada studi ini ditujukkan untuk melakukan alternatif menggunakan tiang pancang untuk melihat mana yang lebih efisien dari kedua fondasi tersebut, dan didapatkan alternatif dengan diameter tiang pancang ɸ 50 cm dengan Panjang 36 m membutuhkan biaya sebesar Rp.5.945.005.364,00 (dengan PPN 10%) dengan perbandingan efisiensi biaya sebesar 44,22%.AbstractThe location itself was already planed  with bored pile ɸ100 cm with 40 m depth and it cost Rp.10.658.080,00 (with tax 10%). The purpose of this research to make an alternative with Driven Pile to see who more efficient from these two foundation, and got an alternative to use driven pile with  ɸ 50 cm dimension with  36 m depth that just need cost Rp.5.945.005.364,00 (with tax 10%) with 44,2% cost efficiency
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI AKIBAT PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Jessica Clarita; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16852

Abstract

A construction project is a series of activities as a way to complete an object requested by the owner by optimally utilizing the available resources. Increased productivity in a construction project is also one of the indicators that the project is achieving success, both for the provider and the service provider. However, the spread of the COVID-19 virus in Indonesia, especially the Jabodetabek area which also attacks the construction sector, has caused the productivity of project performance to decrease. Therefore, it is necessary to identify what factors affect construction productivity due to the spread of the COVID-19 virus. Data was collected through a literature study and followed by a survey using a Likert scale questionnaire to service providers in the project. A Likert scale of 1-5 and Relative Importance Index (RII) method are being used to arrange ranking of factors that affect construction productivity due to the spread of the COVID-19 virus. The results of the calculation of the relative importance index (RII) show that the availability of materials and equipment is ranked first with an RII value of 0,96 and the labor availability factor remains in the last rank with an RII value of 0,745.Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai cara untuk menyelesaikan suatu objek yang diminta oleh pemilik dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya yang tersedia. Peningkatan produktivitas dalam proyek konstruksi ikut menjadi salah satu indikator yang menandakan bahwa proyek tersebut mencapai kesuksesannya, baik bagi pihak penyedia maupun pemberi jasa. Namun, adanya persebaran virus COVID-19 di Indonesia khususnya wilayah Jabodetabek yang juga menyerang bidang konstruksi menyebabkan produktivitas kinerja proyek menjadi menurun. Oleh sebab itu, perlu adanya identifikasi mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas konstruksi akibat penyebaran virus COVID-19. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dilanjutkan dengan survei yang menggunakan kuesioner berbentuk skala likert kepada para penyedia jasa di proyek. Skala likert berskala 1-5 digunakan dalam mengukur tingkat pengaruh suatu faktor dan dengan metode Relative Importance Index (RII), peringkat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas konstruksi akibat penyebaran virus COVID-19 dapat tersusun. Hasil perhitungan indeks kepentingan relatif (RII) menunjukkan bahwa faktor ketersediaan material dan peralatan menduduki peringkat pertama dengan nilai RII sebesar 0,96 dan faktor ketersediaan tenaga kerja tetap berada di peringkat terakhir dengan nilai RII sebesar 0,745.