cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI DAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 TERHADAP KINERJA WAKTU Kevin Stefanus; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16541

Abstract

The implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol is very important in the sustainability of construction projects to prevent work accidents. Work accidents will have an impact on the overall project completion time. Objective research of this study was to determine the effect of the implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol on time performance in building construction in Jabodetabek. The research method used is a quantitative method where research data collection is in the form of a questionnaire. The study was analyzed with Statistical Variance-based Structural Equation Modeling (VB-SEM), an applied software application of Smart Partial Least Square 3.0. (SmartPLS 3.0.), due to latent variables to see the effect of implementing the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol. 19 on time performance. The Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol have a positive and significant impact on time performance in building construction in JabodetabekPenerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 sangatlah penting dalam keberlangsungan proyek konstruksi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja akan berdampak pada waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 terhadap kinerja waktu pada pembangunan gedung di Jabodetabek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana pengumpulan data penelitian berupa kuesioner. Penelitian dianalisis dengan statistik Variance-based Structural Equation Modeling (VB-SEM), aplikasi software terapan Smart Partial Least Square 3.0.(SmartPLS 3.0.), karena variabel laten untuk melihat pengaruh penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 terhadap kinerja waktu. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja waktu pada pembangunan gedung di Jabodetabek.
ANALISIS PERBANDINGAN MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER PERBAIKAN TANAH DENGAN LIMESTONE DAN PASIR BATU PADA LEMPUNG LUNAK Prayoga Prayoga; Gregorius Sanjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.13385

Abstract

Pengerjaan sebuah bangunan membutuhkan dasar pondasi yang kuat, yang mampu menerima semua beban yang akan diberi. Kekuatan pondasi tersebut berposisi sebagian besar pada dasar, yaitu pada tanah di atas bangunan dibangun. Pada pengerjaan jalan raya utama seperti tol, beban yang diberi terhadap tanah merupakan beban bangunan begitu pula beban getaran dan berat kendaraan yang melewati. Hal tersebut dapat merusak bangunan jalan jika tidak didukung oleh pondasi yang kuat. Tanah yang kuat merupakan tanah yang padat, memiliki plastisitas yang rendah, dan penurunan yang kecil. Namun, tanah-tanah di Tangerang merupakan tanah lempung yang belum cukup memenuhi kriteria tanah yang dapat digunakan secara langsung. Perbaikan tanah atau perkuatan tanah dibutuhkan untuk memastikan tanah yang akan dipakai kuat dan sanggup menerima segala beban yang akan diberi. Berbagai macam perbaikan tanah dapat diaplikasikan di proyek tol Kunciran-Cengkareng, tetapi perbaikan tanah yang paling efektif dan tidak memakan banyak biaya adalah perbaikan tanah pasir batu dan campuran batu kapur. Menggunakan litelatur yang didapat, akan dibandingkan perbaikan tanah yang mana, yang memiliki efektivitas tertinggi untuk kasus seperti pembangunan pada Tol Kunciran-Cengkareng yang sudah selesai pengerjaan dan sudah mulai beroperasi.
PENINGKATAN KEKUATAN TANAH ORGANIK DENGAN PENCAMPURAN EMPAT JENIS LIMBAH RAMAH LINGKUNGAN Aldo Febrian; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.7061

Abstract

Waste is one of the problems in Indonesia. Based on the Ministry of the Environment, each person produces an average of 0.8 kg of waste per day. The average waste per person will increase in line with the increase in people's welfare and lifestyle. Assuming 220 million Indonesians, waste reaches 176,000 tons per day. Accompanied by increasing population growth, the need for infrastructure development on land is increasing. Soils that is often used for construction land is organic soil. It has low soil bearing capacity values and soil improvement methods are commonly used. The general method usually is to mix the soil with better bearing capacity. To minimize costs, a physical stabilization system is carried out that can use soil improvement methods with waste. This can deal with 2 problems at once, where there is the use of certain types of waste and also the planning of organic soil stabilization with small carrying capacity. By doing a triaxial test on organic soil by mixing 4 different types of waste, it shows that the best waste mixture that can affect the bearing capacity of the soil in sequence is coconut husk, tile fragments, construction demolition debris, and chicken egg shells.    ABSTRAKLimbah merupakan salah satu permasalahan di Indonesia, Berdasarkan informasi Kementerian lingkungan Hidup, setiap orang menghasilkan rata-rata 0,8 kg sampah per hari. Rata-rata limbah per orang akan meningkat sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan dan gaya hidup masyarakat. Dengan asumsi 220 juta penduduk Indonesia, limbah mencapai 176.000 ton per hari. Diiringi dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan pembangunan infrastruktur di lahan tanah semakin bertambah. Salah satu tanah yang sering dipakai untuk lahan konstruksi adalah tanah organik. Tanah organik memiliki nilai daya dukung tanah yang rendah dan biasa dilakukan metode perbaikan tanah. Metode umum yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan pencampuran tanah dengan daya dukung yang lebih baik. Untuk memperkecil biaya maka dilakukannya sistem stabilisasi fisik yang bisa menggunakan metode perbaikan tanah dengan limbah. Hal ini bisa menangani 2 masalah sekaligus, dimana adanya pemanfaatan dari jenis limbah tertentu dan juga perencanaan stabilisasi tanah organik dengan daya dukung kecil. Dengan melakukin uji triaksial pada tanah organik dengan mencampurkan 4 jenis limbah berbeda menunjukan bahwa campuran limbah terbaik yang bisa mempengaruhi daya dukung tanah secara berurutan adalah sabut kelapa, pecahan genteng, puing pembongkaran konstruksi, dan cangkang telur ayam.
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT PANDEMI COVID-19 Pepita Devina; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16446

Abstract

Delays are a common problem in the construction industry and create a major concern for project performance. With the announcement of the 2019 coronavirus disease pandemic, known as COVID-19, which hit Indonesia for the first time in March 2020, it led to the emergence of regulations to reduce the number of cases that created limitations, one of which led to social distancing and mass quarantines that stopped most activities. The effects of the pandemic on construction services include delays in delivery, a decline in labor productivity, the suspension of several ongoing projects, price increases, security concerns about the spread of the virus, and the transition to working from home. Data were collected through a literature study with a survey using a questionnaire to experts from the construction industry. For this purpose, 15 different procrastination factors were identified from several journals on delays. The purpose of this study is to identify whether the delay factors are affected by the pandemic, especially construction projects that occur in high-rise buildings in the Jabodetabek area, using the relative importance index method. The ranking of the delay factors is shown according to their level of influence in the pandemic, the first rank is obtained, the first rank is the shortage of materials and equipment and followed by several other factors. After knowing the factor rankings, it is hoped that it will help the construction sector have a good assessment of the main causes of delays during the pandemic.Keterlambatan merupakan masalah yang umum terjadi di industri konstruksi dan menciptakan kekhawatiran utama untuk kinerja proyek. Dengan diumumkan adanya pandemi coronavirus disease 2019 atau dikenal dengan COVID19, yang melanda Indonesia pertama kali pada Maret 2020 menyebabkan munculnya peraturan guna menekan angka kenaikan kasus yang membuat keterbatasan, dimana salah satunya menyebabkan adanya social distancing dan karantina massal yang menghentikan sebagian besar kegiatan. Pengaruh pandemi terhadap jasa konstruksi diantaranya terjadi keterlambatan pengiriman, penurunan produktivitas tenaga kerja, penangguhan beberapa proyek yang sedang berlangsung, kenaikan harga, kekhawatiran keamanan tentang penyebaran virus, serta transisi untuk bekerja dirumah. Data dikumpulkan melalui studi literatur dengan survei menggunakan kuesioner kepada para ahli dari industri konstruksi. Untuk tujuan ini, 15 faktor penundaan yang berbeda diidentifikasi dari beberapa jurnal tentang keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah faktor-faktor keterlambatan terkena dampak dari adanya pandemi, terutama proyek konstruksi yang terjadi pada bangunan gedung bertingkat di daerah jabodetabek, dengan metode relative importance index. Peringkat faktor keterlambatan ditunjukkan sesuai dengan tingkat terpengaruh mereka pada pandemi, peringkat pertama didapat peringkat pertama adalah kekurangan material dan peralatan dan diikuti beberapa faktor lainnya. Setelah mengetahui peringkat faktor diharap membantu sektor konstruksi memiliki penilaian yang baik dalam penyebab utama keterlambatan saat pandemi berlangsung.
Analisis Perbandingan Penurunan Tiang Fondasi pada Lapisan Lensa dan Lapisan Tanah Keras Michelle Lu; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16645

Abstract

The subsidence phenomenon of foundation piles caused by unidentified soil lenses layer. Soil lens is a dense soil layer which the N-SPT value exceeds 50 with the thickness around 1 - 4 m located between soft soil layers which the N-SPT value below 15. The soil lens itself is the outcome of material deposition process due to water flow and erosion activity that accumulates and becomes saturated after long time until a relatively thin layer with similar characteristics as hard soil is formed. Thin soil lenses can break and lead to failure. This study aims to analyze the axial bearing capacity and settlement of driven piles foundations that occupy two end bearing elevation conditions, which takes place on soil lens and the hard soil layer. The bearing capacity is based on a project in Cengkareng, West Jakarta where the thickness of soil lens is around 2,5 m using one bore log report and laboratory report. The method that will be used for this research are Meyerhof and Hanna 1978 and Meyerhof 1956. This research conclude the end bearing capacity of soil lenses is smaller than hard soil layer and settlement of soil lenses layer is bigger than hard soil layerFenomena penurunan tiang fondasi dapat disebabkan oleh adanya tanah dengan lapisan lensa yang tidak teridentifikasi. Lapisan lensa adalah sebuah lapisan tanah padat dengan nilai N-SPT > 50 dengan ketebalan 1 - 4 m yang terletak di antara lapisan tanah lunak dengan nilai N-SPT < 15. Lapisan lensa merupakan hasil proses pengendapan material dan aktivitas erosi yang menimbun serta menjadi jenuh setelah beberapa lama sehingga terbentuk suatu lapisan yang relatif tipis dan mempunyai karakteristik seperti tanah keras. Lapisan lensa yang terlalu tipis dapat pecah dan menyebabkan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung aksial dan penurunan fondasi tiang pancang yang menduduki dua kondisi elevasi end bearing, yaitu menduduki lapisan lensa dan lapisan tanah keras. Analisis ditinjau pada suatu proyek di Jakarta Barat dengan ketebalan lapisan lensa 2,5 m dan data tanah yang digunakan berupa data boring log dan laboratorium. Metode yang digunakan dalam perhitungan daya dukung ujung adalah metode punching shear dari Meyerhof dan Hanna untuk tanah dengan lapisan lensa dan metode N-SPT dari Meyerhof untuk tanah keras dan daya dukung selimut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ujung pada lapisan lensa lebih kecil daripada lapisan tanah keras, dan penurunan tiang pada lapisan lensa lebih besar daripada lapisan tanah keras
Pengaruh Kemiringan Tiang Pancang Batter Pile Terhadap Penurunan Tanah
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16663

Abstract

One form of foundation engineering that aims to increase the lateral bearing capacity of the foundation when it is needed to withstand excessive lateral loads is the use of Batter Piles. Batter Pile piles are piles that are driven with a certain angle of inclination and Batter Pile piles are rarely seen in buildings in urban areas, generally used as the foundation of bridges, buildings, and also offshore buildings because this type of foundation can obtain the bearing capacity of the foundation. maximum lateral. Forces that press axially or laterally can result in land subsidence, the greater the force or load received by the pile, the greater the soil settlement that occurs. In this study, we will check the effect of the slope of the Batter Pile pile at a slope of 0˚ to 25◦ on the soil subsidence that occurs. Calculation of land subsidence that occurs will be reviewed in a project in Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi and will use computer software assistance. Based on the analysis, it was found that the greater the angle of pile driving, the greater the land subsidence that occurs. Salah satu bentuk rekayasa pondasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lateral pondasi ketika dibutuhkan untuk menahan beban lateral yang berlebih adalah penggunaan tiang pancang Batter. Tiang pancang Batter Pile adalah tiang pancang yang dipancang dengan sudut kemiringan tertentu dan tiang pancang Batter Pile jarang terlihat pada bangunan di daerah perkotaan, pada umumnya digunakan sebagai fondasi dari jembatan, gedung, dan juga bangunan lepas pantai dikarenakan tipe fondasi ini dapat memperoleh daya dukung fondasi lateral yang maksimum. Gaya yang menekan secara aksial maupun lateral dapat mengakibatkan penurunan tanah, semakin besar gaya atau beban yang diterima oleh tiang, maka akan semakin besar juga penurunan tanah yang terjadi.  Dalam penelitian ini, akan melakukan pengecekan pengaruh dari kemiringan pemancangan tiang Batter Pile pada kemiringan 0˚ hingga 25◦ terhadap penurunan tanah yang terjadi. Perhitungan penurunan tanah yang terjadi akan ditinjau pada suatu proyek di daerah Kabupaten Wakatobi, Sulawsi Tenggara dan akan menggunakan bantuan software komputer. Berdasarkan analisa didapatkan bahwa semakin besar sudut pemancangan tiang, maka akan semakin besar juga penurunan tanah yang terjadi.
ANALISIS PERBAIKAN DEFORMASI TANAH PERTAMBANGAN KALIMANTAN TIMUR DENGAN METODE RIGID INCLUSION Joses Evan Javianto; Giovanni Pranata; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16894

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil batubara di Indonesia. Tetapi, terdapat masalah umum pada  pembangunan pertambangan di daerah Kalimantan Timur berupa adanya lapisan tanah lunak pada sebagian besar daerah pertambangan yang membuat struktur tanah menjadi tidak stabil sehingga bila tanah dibebani akan merusak tanah dan struktur sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan pemilihan metode perbaikan tanah (baik dari nasional maupun internasional) yang sesuai dengan kondisi lapangan agar tanah dapat digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan pertambangan. Salah satu metode perbaikan tanah dapat diandalkan oleh berbagai negara maju adalah metode rigid inclusion. Kelebihan dari metode ini adalah pengerjaannya dapat dilakukan dengan cepat, dapat menahan beban yang besar dengan material yang murah, dan memiliki biaya pengerjaan yang murah. Selain menggunakan rigid inclusion, terdapat alternatif perbaikan tanah berdasarkan metode SNI 8460:2017 yaitu deep mixing. Berdasarkan hasil pengamatan, rigid inclusion tanpa menggunakan geogrid mampu mengurangi deformasi pada daerah radial pad sebesar 84,15%, rigid inclusion tanpa menggunakan geogrid mampu mengurangi deformasi pada daerah radial pad sebesar 84,16%, sedangkan deep cement mixing sebesar 87,04%.
Volume 5, Nomor 1, Februari 2022 JMTS JMTS
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.17649

Abstract

EVALUASI STRUKTUR GEDUNG DUAL SYSTEM DENGAN DINDING GESER BERSAYAP C MENGGUNAKAN PUSHOVER ANALYSIS Albert Albert; Daniel Christianto; Hadi Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8380

Abstract

ABSTRACTAlthough elastic analysis gives a good indication of the elastic capacity and behavior of a building, but the elastic method can’t predict when the first yield will occur, and the failure mechanism and account for redistribution of member forces when the plastic hinges progressively formed. The use of inelastic procedure for evaluation is an attempt made by engineer in the past days to better understand how the structure will behave when subjected to strong earthquake, assuming the elastic capacity of the structure will be exceeded. In this research the pushover analysis was done using the modelling criteria of FEMA 356. The modeling of C-flanged shear was done using line element with the equivalent strength and stiffness properties. Target displacement was calculated using the displacement coefficient method of FEMA 356. Based on the analysis the triangular load pattern resulted in larger target displacement than the uniform load. But the uniform load pattern gives larger seismic response than the triangular load pattern. The uniform load pattern resulted in Life Safety performance level, while the triangular load pattern resulted in Immediate Occupancy, based on the two load patterns used the structure resulted in Life Safety performance level.ABSTRAKWalaupun analisis elastik memberikan indikasi yang baik mengenai kapasitas dan perilaku elastik dari suatu gedung, tetapi metode elastik tidak dapat memperkirakan kapan pelelehan pertama terjadi, serta mekanisme kegagalan apa yang mungkin terjadi pada bangunan tersebut, dan memperkirakan redistribusi dari gaya- gaya dalam ketika pembentukan sendi plastis secara progresif terjadi. Fungsi dari analisis inelastik, sebagai prosedur untuk mengevaluasi bangunan, yang merupakan usaha dari insinyur-insinyur terdahulu memahami bagaimana struktur akan berperilaku apabila dikenai gempa kuat, dimana diasumsikan bahwa kapasitas elastik gedung telah terlampaui. Dalam penelitian ini dilakukan pushover analysis menggunakan kriteria pemodelan berdasarkan FEMA 356. Pemodelan dari dinding geser bersayap C dilakukan menggunakan line element dengan kekuatan dan kekakuan yang ekivalen. Target perpindahan dianalisis menggunakan metode coefficient of displacement dari FEMA 356. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapat bahwa pembebanan segitiga lebih besar dibandingkan pembebanan merata. Namun, respons seismik yang didapat akibat beban merata, lebih besar dibandingkan beban segitiga. Pembebanan merata menghasilkan tingkatan kinerja Life Safety, sedangkan pembebanan segitiga menghasilkan tingkatan kinerja Immadiate Occupancy, berdasarkan kedua pembebanan tersebut didapat kinerja dari struktur tersebut adalah Life Safety.
MODELISASI NUMERIK ANALISIS GAYA LATERAL PADA PILE CAP DI TANAH KOHESIF Darwin Halim; Amelia Yuwono; Hendy Wijaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8465

Abstract

ABSTRACTThe foundation is a lower structure that serves to hold the burden that works from the structure above it the burden is passed on to the ground. The choice of foundation is based on the working load, the type of soil layer that supports the foundation, and the technology that can be used. Therefore, the performance of pile foundations in accepting lateral forces is important in geotechnical practice. In this journal, a centrifuged test model is tested to see the behavior of pile groups that are burdened by lateral loads. To find out the results of the trial, numerical modeling was carried out for the pile groups on clay. The clay soils modeled in this experiment were carried out under normally consolidated and over consolidated kaolin clay soils. The pile group model that was tested consisted of 2x2, 3x3, and 4x4 with a distance of center to center 3 times the width of the pile foundation. The results of this numerical analysis will be compared with the results of centrifuged tests that have been done before in other journals.Kata kunci: pile foundation, lateral force , numerical modeling, pile groups ABSTRAKFondasi merupakan struktur bawah yang berfungsi untuk menahan beban yang bekerja dari struktur bangunan diatasnya yang bebannya diteruskan ke tanah. Pemilihan fondasi didasarkan pada beban yang berkerja, jenis lapisan tanah yang menopang fondasi, serta teknologi yang dapat digunakan. Karena itu, kinerja fondasi tiang dalam menerima gaya lateral adalah hal yang penting dalam praktek geoteknik. Pada jurnal ini, sebuah model uji centrifuged di uji coba untuk melihat perilaku tiang kelompok yang terbebani oleh beban lateral. Untuk mengetahui hasil uji coba maka  dilakukan modelisasi numerik untuk kelompok tiang pada tanah lempung. Tanah lempung yang dimodelkan dalam percobaan ini dilakukan pada tanah kondisi normally consolidated dan over consolidated kaolin clay. Model kelompok tiang yang di uji coba terdiri atas 2x2, 3x3, dan 4x4 dengan jarak spasi pusat ke pusat 3 kali dari lebar tiang fondasi. Hasil analisis numerik ini akan diperbandingkan dengan hasil uji centrifuged yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pada jurnal lain.  Kata kunci: fondasi tiang, gaya lateral , modelisasi numerik, kelompok tiang