cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
STUDI KASUS KEAMANAN LERENG AKIBAT GALIAN DI PROYEK X CIAWI-BOGOR Putra, Ricky; Susilo, Alfred Jonathan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.24949

Abstract

The construction project sometimes requires construction of a man-made slope. In designing of a slope, safety factor is important thing to analyze, as to prevent failure. A project in Ciawi, Bogor, it is required to build a retaining wall, with the initial step is to construct a 90° or perpendicular slope, with height of 12 m. From the analysis using Fellenius Method, for five possible conditions, it is found the value of safety factor, namely conditions without additional loading of 0,86, surcharge load of 0,84, steady state seepage of 0,60, sudden drawdown 0,61, and earthquake of 0,72, it is known that the slope does not meet the safety factor according to SNI 8460: 2017 which is 1,25, but the project has been completed and the slope has not experienced failure. This is due to the fact that in the calculation of the safety factor, the cohesion (c) and shear angle (ϕ) values are reduced, assuming that the slope will experience long-term loading and thus lose the cohesion and shear angle values, while the slope is intended for only a few months of construction and does not receive excessive loading so it does not experience cohesion and shear angle reduction values. Abstrak Proses konstruksi dalam proyek terkadang mengharuskan dibuat suatu lereng buatan yang dibuat dengan cara melakukan pemotongan pada suatu lereng alami pada suatu wilayah. Dalam perencanaan pembuatan lereng, perlu dilakukan analisis mengenai faktor keamanan lereng tersebut, sehingga dapat mencegah kemungkinan kegagalan lereng. Pada suatu proyek di Ciawi, Bogor, perlu dibangun dinding penahan tanah (DPT), sehingga diperlukan adanya proses pemotongan kontur dengan desain awal kemiringan lereng adalah 90° atau lereng tegak lurus, dengan ketinggian 12 m. Dari hasil analisis dengan Metode Fellenius, untuk lima kondisi kemungkinan ditemukan nilai faktor keamanan, yaitu kondisi tanpa pembebanan tambahan sebesar 0,86, dengan pembebanan tambahan sebesar 0,84, steady state seepage sebesar 0,60, sudden drawdown sebesar 0,61, dan gempa sebesar 0,72, diketahui bahwa lereng tidak memenuhi faktor keamanan menurut SNI 8460:2017 yaitu sebesar 1,25, akan tetapi proyek sudah rampung dan lereng tidak mengalami kegagalan. Hal ini diakibatkan karena dalam perhitungan faktor keamanan, dilakukan banyak asumsi, salah satunya adalah reduksi pada nilai kohesi (c) dan juga sudut geser (ϕ), sebagai asumsi bahwa lereng akan mengalami pembebanan jangka panjang sehingga kehilangan nilai kohesi dan sudut geser, sementara itu lereng diperuntukkan hanya untuk beberapa bulan konstruksi dan tidak menerima pembebanan berlebih, sehingga tidak mengalami reduksi pada nilai kohesi dan sudut geser.
PERHITUNGAN DURASI PROYEK JALAN TOL DENGAN METODE EARNED SCHEDULE Chrisna, Chraladea; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24950

Abstract

The slower-than-anticipated progress of construction projects is a common complaint in Indonesia. Several methods have been developed to address this issue, and the Earned Schedule method is just one of them. This method is derived from the Acquisition Value strategy and works by converting acquisition cost signals into operational time signals. The Earned Schedule method has a time component. The purpose of this study is to determine whether the Earned Schedule method is suitable for use in estimating the duration of toll road infrastructure projects in Indonesia. The purpose of this study is to see if there is a correlation between the median Earned Schedule and the median actual duration of the population. if checking whether the two samples come from the same population, you can use the mean difference hypothesis test. The results of this study were organized using seven unfinished and four complete sets of s-curve data. Therefore, using the Earned Schedule method, there is no statistically significant difference between the two groups in terms of final duration estimation. As a result, the Earned Schedule method can be used to accurately predict how long it will take for toll road projects in Indonesia. Abstrak Kemajuan proyek konstruksi yang lebih lambat dari yang diantisipasi merupakan keluhan umum di Indonesia. Beberapa metode telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, dan metode Earned Schedule hanyalah salah satunya. Metode ini berasal dari strategi Nilai Akuisisi dan bekerja dengan mengubah sinyal biaya akuisisi menjadi sinyal waktu operasional. Metode Earned Schedule memiliki komponen waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode Earned Schedule cocok digunakan dalam memperkirakan durasi proyek infrastruktur jalan tol di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi antara median Earned Schedule dengan median durasi aktual populasi. jika memeriksa apakah kedua sampel berasal dari populasi yang sama, Anda dapat menggunakan uji hipotesis perbedaan rata-rata. Hasil penelitian ini diorganisasikan menggunakan tujuh set data s-curve yang belum selesai dan empat set lengkap. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode Earned Schedule, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok dalam hal estimasi durasi akhir. Hasilnya, metode Earned Schedule dapat digunakan untuk memprediksi secara akurat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proyek jalan tol di Indonesia.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA PERUMAHAN X DI JAKARTA Palembangan, Timothy; Pranoto, Wati Asriningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24952

Abstract

Disaster is an event that threatens and disrupts human life, both from natural factors and non-natural factors. Floods are the biggest natural disasters in 2022. Floods are the overflow of water into rivers or canals due to the inability of existing rivers or canals to drain water. One of the causes of flooding is rain. The payback period used is the payback period of 2.5 and 10 years. Analyzed using the Manning method to determine the current runoff, then compared with the existing flood flow due to rainfall with repeated cycles of 2, 5 and 10 years. When compared, there are 6 channels that cannot accommodate inflow in the 2 year period and there are 11 existing channels that cannot accommodate inflow in the 5 and 10 year periods. There are also other factors that cause flooding in Dwelling X Cakung - East Jakarta, namely litter in the canal and sediment at the bottom of the canal causing frequent flooding in Dwelling X Cakung - Jakarta Keywords: Flood, Drainage, Rainfall Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan manusia, baik dari faktor alam maupun faktor non alam. Banjir merupakan bencana alam terbesar di tahun 2022. Banjir adalah meluapnya air ke sungai atau kanal karena ketidakmampuan sungai atau kanal yang ada untuk mengalirkan air. Salah satu penyebab banjir adalah hujan. Payback period yang digunakan adalah payback period 2,5 dan 10 tahun. Dianalisis dengan metode Manning untuk menentukan aliran permukaan saat ini, kemudian dibandingkan dengan aliran banjir eksisting akibat curah hujan dengan siklus berulang 2, 5 dan 10 tahun. Setelah dibandingkan, terdapat 6 saluran yang tidak dapat menampung inflow pada periode 2 tahun dan terdapat 11 saluran eksisting yang tidak dapat menampung inflow pada periode 5 dan 10 tahun. Ada juga faktor lain penyebab banjir di Dwelling X Cakung - Jakarta Timur yaitu serasah di saluran dan sedimen di dasar saluran menyebabkan seringnya banjir di Dwelling X Cakung - Jakarta Kata kunci: Banjir, Drainase, Curah Hujan
ANALISIS FAKTOR KESELAMATAN DAN REKOMENDASI PENANGANAN PADA PINTU PERLINTASAN SEBIDANG JPL 30 Marcelino, Steven; Christianto, Daniel; Angkat, Hokbyan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24953

Abstract

When a roadway crosses over a train track, it is called a level crossing. Transportation infrastructure, such as roads and railroads, coming together may also lead to collisions. One such intersection is the Jalan Letjen Suprapto junction, which is the result of the merging of two different kinds of roadways and rail lines. This study was conducted on Jalan Letjen Suprapto in Central Jakarta by conducting a traffic survey and assessing road geometrics on the side of the road section and the side of the train crossing section. Due to the SMPK being 108.300 smpk, 100.100 smpk, and 70.310 smpk throughout the survey period, the analytical findings for the determination of the crossing are not uniform. Meanwhile, the requirement limit for level crossings is 3.,000 smpk. The percentage of potential accidents is 18% with a probability scale = D (rarely occurs), severity = 4 (fatalities> 1 person, operational disruption, large losses), and is included in the High risk category. The type of violation is road users breaking through the closed crossing gate. Perlintasan sebidang ialah perpotongan sebidang diantara jalur perlintasan KA dengan jalanan raya. Pertemuan prasarana transportasi seperti jalan raya dengan rel KA sebagai bentuk pertemuan yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas. Perlintasan Jalan Letjen Suprapto ialah suatu perlintasan yang tercipta dari pertemuan diantara dua macam fasilitas transportasi yakni jalanan raya dengan jalur lintasan rel KA. Penelitian ini dilaksanakan dengan memakai metode survei pada lalu lintas dan juga pengukuran geometrik jalan pada sisi ruas jalan dan sisi ruas jalur perlintasan kereta di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rambu-rambu lalu lintas, geometrik, kondisi perkerasan rel kereta api, dan perilaku dari pengguna jalan di JPL 30. Hasil analisa penentuan perlintasan ialah tidak sebidang dikarenakan SMPK sepanjang waktu survei ialah 108.300 smpk, 100.100 smpk, dan 70.310 smpk. Sedangkan, batas persyaratan perlintasan sebidang ialah 35.000 smpk. Persentase terjadinya potensi kecelakaan ialah 18% dengan skala probability = D (jarang terjadi), severity = 4 (korban jiwa > 1 orang, gangguan operasional, kerugian besar), dan masuk kategori risk High. Untuk jenis pelangggarannya ialah pengguna jalan menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.
ANALISIS PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK KEBUTUHAN PERTAMANAN DAN SANITASI DI GEREJA KALVARI JAKARTA Dharmawan, Iwan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24955

Abstract

Setiap kali musim hujan tiba, banjir di Jakarta selalu menjadi topik berita. Sebaliknya, saat musim kemarau tiba, penduduk Kota Jakarta menghadapi masalah kelangkaan air. Metode untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan atau aliran permukaan padaxsaatxcurahxhujanxtinggixuntukxdigunakan pada waktu air hujan rendah dikenal sebagai teknik pemanenan air hujan. Teknik ini juga dikenal sebagai istilah "pemanenan air hujan". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemungkinan pemanenan air hujan dan penggunaan air di Gereja Kalvari Lubang Buaya. Data yang digunakanxadalah data primerxdanxdata sekunder.xUntukxmenghitungxpotensi pemanenan air hujan dilakukan denganxmelakukanxperkalianxantaraxluasxpenampang atap bangunan,xkoefisienxrunoffxdanxrata-rata curah hujan andalan. Berdasarkan hasil perhitungan, maka didapat curah hujan harian rata-rata untuk yang tertinggi pada masa hujan sebesar 244,35 mm/bulan dan terendah pada masa kemarau sebesar 0 mm/bulan. Maka diperlukan bak penampungan untuk menyimpan air dari musim hujan untuk digunakan pada musim kemarau. Untuk menampung air hujan, dibutuhkan bak beton dengan volume tampungan sebesar kebutuhan pada bulan kemarau yaitu 276,2972 m3. hasil analisis yang telah dilakukan, pemanenan air hujan di Gereja Kalvari Lubang buaya sebanyak Rp. 2.207.213 per tahun.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN EFISIENSI TIANG BOR DENGAN BERBAGAI UKURAN DAN KEDALAMAN DI JAKARTA PUSAT Suhartono, Edward; Prihatiningsih, Aniek; Susilo, Alfred Jonathan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24958

Abstract

Foundation is one of the most important structural components in a high rise building which has a function to stabilize a building so that it can stand firmly to withstand the weight of the building above it. In its construction, the foundation must be designed optimally both in terms of planning, design, implementation methods to the budgetary costs of the foundation. In this study, we will compare the most effective foundations in terms of strength and price. This can be known by designing the depth of the foundation based on the existing soil parameters, the width of the foundation, and the method of implementation. The foundations to be studied are foundations with a width of 500, 600, 1000, 1200, dan 1500 mm. The plan depths are 25 m, 33 m and 40 m. While the distance between the piles is 2,5D and 3D. It was found that group pile foundations had the most optimum design based on the value of the resulting bearing capacity to the volume of concrete for the entire group pile foundation, which has a diameter of 500 mm, 33m depth of the group piles, and distance between piles 2,5D, and has 631 piles in total. Abstrak Fondasi merupakan salah satu komponen struktur penting yang ada pada gedung bertingkat yang berfungsi untuk menjaga kestabilan suatu gedung agar dapat berdiri kokoh menahan beban gedung yang ada di atasnya. Dalam pembangunannya, fondasi harus dirancang dengan maksimal baik dari segi perencanaan, perancangan, metode pelaksanaan hingga biaya anggaran dari fondasi. Pada penelitian ini, akan dibandingkan fondasi yang paling efektif dari segi kekuatan dan harga yang dilihat berdasarkan kubikasi. Hal ini dapat diketahui dengan perancangan kedalaman fondasi berdasarkan parameter tanah yang ada, lebar fondasi, dan metode pelaksanaan. Direncanakan fondasi yang akan diteliti berupa fondasi tiang bor dengan diameter 500, 600, 1000, 1200, dan 1500 mm. Untuk kedalaman rencananya adalah 25 m, 33 m, dan 40 m. Sedangkan jarak antar tiangnya adalah 2,5D dan 3D. Setelah melakukan perhitungan dan analisis melalui berbagai metode, didapatkan fondasi tiang kelompok yang memiliki desain paling optimum berdasarkan besarnya daya dukung yang dihasilkan terhadap banyaknya kubikasi beton untuk keseluruhan fondasi tiang kelompok yaitu tiang kelompok dengan diameter 500 mm, kedalaman tiang kelompok 33m, dan jarak antar tiang 2,5D, serta memiliki 631 tiang.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TIANG PADA BATUAN LEMPUNG DENGAN BERBAGAI DIAMETER Zai, Elbert Conroy; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24959

Abstract

In several locations in Indonesia found soil that is claystone. Claystone itself is soil composed of solid grains resulting from weathering. Claystone is very cohesive and has low permeability. In the construction of multi-storey buildings on claystone, it is necessary to pay attention to the weight bearing. Stable strength is required to resist settlement along the shear plane. In foundation planning, problems often occur regarding the amount of settlement. Expansive soil contains minerals that expand and affect changes in water content. Claystone is a type of expansive soil that will expand or increase in volume when it contracts with water. The condition of the soil below the surface is one of the factors that can affect its decline. The foundation used is the drilled pile foundation. Soil data taken in East Kalimantan. Carrying capacity will be calculated and find out the amount of settlement that will occur in the soil. In this research, we will find out the foundation strength for various diameters at a depth of 6000 for a 20-storey building on claystone. Abstrak Di beberapa lokasi di Indonesia ditemukan tanah yang bersifat batuan lempung. Batuan Lempung sendiri adalah tanah yang tersusun dari butiran padat hasil pelapukan. Batuan lempung sangat kohesif dan bersifat permeabilitas rendah. Dalam pembangunan gedung bertingkat di atas batuan lempung perlu diperhatikan dalam menahan beban. Diperlukan kekuatan yang stabil untuk menahan penurunan disepanjang bidang geser. Dalam perencanaan fondasi sering terjadi masalah terhadap besarnya penurunan. Tanah ekspansif mengandung mineral-mineral yang bersifat mengembang dan berpengaruh terhadap perubahan kadar air. Batuan lempung termasuk jenis tanah ekspansif yang akan mengalami pengembangan atau peningkatan volume apabila berkontraksi dengan air. Kondisi tanah yang berada di bawah permukaan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penurunannya. Fondasi yang digunakan fondasi tiang bor. Diambil data tanah di Kalimantan Timur. Akan dilakukan perhitungan daya dukung, dan mengetahui besar penurunan yang akan terjadi pada tanah. Dalam penilitian ini akan mengetahui kekuatan fondasi untuk berbagai diameter pada kedalaman 6000 terhadap bangunan 20 lantai pada tanah batuan lempung.
MODEL PENGARUH KOMPOSISI JUMLAH KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN PADA PROVINSI BALI Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayataning; Anggraini, Tiara Ayu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24960

Abstract

Increasing the number of vehicles with various dimensions, specifications, and vehicle speeds. Also, driver behavior that is not the same, can make potentially cause events that can trigger traffic accidents on the road. Data from the Central Statistic Agency for the Province of Bali recorded an increase in the number of traffic accidents every year. This study uses a descriptive method with a quantitative approach using IBM SPSS software to obtain conclusions from the effect of the composition of the number of vehicles on the accident rate in the Province of Bali. To obtain the effect of the number of vehicles consisting of buses, truks, motorbikes, and passenger cars that have fulfilled the classical assumption test, and simultaneously have a significant effect on the occurrence of accidents that occur. Meanwhile, the number of vehicles that significantly affect the number of accidents in the province of Bali is based on the total composition of vehicles, namely the number of truks, motorcycles, and passenger cars. While the number of buses does not have a significant effect. In this modeling, the influence of the number of vehicles consisting of buses, truks, motorbikes, and passenger cars has an effect of 82.8% on the occurrence of traffic accidents based on vehicle composition Abstrak Peningkatan jumlah kendaraan dengan beragam dimensi, spesifikasi, maupun kecepatan kendaraan. Serta perilaku pengemudi yang tidak sama dapat berpotensi menimbulkan kejadian yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan. Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali tercatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan software IBM SPSS untuk memperoleh kesimpulan dari pengaruh komposisi jumlah kendaraan terhadap tingkat kejadian kecelakaan pada Provinsi Bali. Sehingga diperoleh pengaruh jumlah kendaraan yang terdiri dari bus, truk, sepeda motor serta mobil penumpang telah memenuhi uji asumsi klasik, serta secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kejadian kecelakaan yang terjadi. Sedangkan secara jumlah kendaraan yang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kejadian kecelakaan pada provinsi Bali berdasarkan jumlah komposisi kendaraan yaitu jumlah truk, sepeda motor serta mobil penumpang. Sedangkan jumlah bus tidak memberikan pengaruh secara signifikan. Pada pemodelan ini pengaruh jumlah kendaraan yang terdiri dari bus, truk, sepeda motor, serta mobil penumpang memberikan pengaruh sebesar 82,8% terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas berdasarkan komposisi kendaraan.
ANALISIS HUBUNGAN PARAMETER KUAT GESER DAN NILAI N-SPT PADA SUATU PROYEK DI CIAWI Revin, Revin; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24962

Abstract

The strength of the structure, such as the type of foundation to be used, is affected by the type of soil used during the building process. The place where the foundation is built is tested to determine the type of foundation. Soil strength shear tests can be conducted in various ways, such as free press and triaxial. Triaxial tests were conducted on several soil samples taken in Ciawi. The soil taken from this location is a type of disturbed soil, so the samples used for this study were remolded with the same soil. The purpose of the test was to determine the results of the correlation analysis of the triaxial test results to the N-SPT. The value of the shear strength parameter is obtained through this correlation analysis. By performing the correlation, construction can save the time required to perform shear strength testing. The test results show that the highest cohesion correlation value is 0.4371 and the highest shear angle correlation value is 0.5738 and the smallest shear angle correlation value is 0.1752. Thus, it can be concluded that the test results are poor enough that the correlation of N-SPT values cannot be used to obtain shear strength parameters. Abstrak Kekuatan struktur, seperti jenis fondasi yang akan digunakan, dipengaruhi oleh jenis tanah yang digunakan selama proses pembangunan. Tempat di mana fondasi dibangun diuji untuk menentukan jenis fondasi. Uji geser kuat tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti tekan bebas dan triaksial. Uji triaksial dilakukan pada beberapa sampel tanah yang diambil di Ciawi. Tanah yang diambil dari lokasi ini adalah jenis tanah yang terganggu, sehingga sampel yang digunakan untuk penelitian ini dicetak kembali dengan tanah yang sama. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui hasil analisis korelasi hasil uji triaksial terhadap N-SPT. Nilai parameter kuat geser diperoleh melalui analisis korelasi ini.Dengan melakukan korelasi, konstruksi dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk melakukan pengujian kuat geser. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai korelasi kohesi tertinggi 0,4371 dan nilai korelasi sudut geser tertinggi 0,5738 dan nilai korelasi sudut geser terkecil 0,1752. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian ini cukup buruk sehingga korelasi nilai N-SPT tidak dapat digunakan untuk mendapatkan parameter kuat geser.
IDENTIFIKASI TANTANGAN DALAM PENERAPAN GREEN BUILDING DI JAKARTA Xavieri Linggo, Johannes Christophorus; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.24964

Abstract

The concept of green building is one way to address global warming. In Indonesia, the number of buildings implementing green building concepts is still very limited. The government has implemented several regulations related to green building concepts, but there are still challenges such as lack of information, inadequate financial incentives, and awareness programs by the government and other relevant authorities. This study aims to identify the barriers faced in the implementation of green building in Indonesia, specifically in DKI Jakarta, to determine the underlying constraints in the development of green building in the country. Questionnaires for this research were distributed to consultants and developers in Jakarta. The research findings indicate that there are six factors constraining green building implementation, namely regulation, government, finance, technical, technology, and education. The top three indicators that pose challenges in implementing green building in Jakarta are the requirement for certification of experts as proof of their expertise, the high financial risks associated with green building, and the significant costs involved in green building construction. Abstrak Konsep green building adalah salah satu cara untuk mengatasi pemanasan global. Di Indonesia jumlah bangunan yang menerapkan konsep green building masih sangat sedikit. Pemerintah sudah membuat beberapa peraturan yang berkaitan dengan konsep green building, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya informasi, kurangnya insentif keuangan dan program kesadaran oleh pemerintah dan otoritas terkait lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan green building di Indonesia khususnya di DKI Jakarta, sehingga dapat diketahui kendala mana yang menjadi dasar dalam pengembangan green building di Indonesia. Kuesioner untuk penelitian ini disebar ke konsultan dan developer yang ada di Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 faktor yang menjadi kendala, yaitu; regulasi, pemerintah, finansial, teknis, teknologi, dan pendidikan. 3 peringkat indikator tertinggi yang menjadi kendala dalam penerapan green building di Jakarta adalah dalam pelaksanaan dibutuhkan sertifikasi bagi tenaga ahli sebagai bukti bahwa SDM tersebut ahli dalam bidangnya, Green Building memiliki risiko keuangan yang besar, dan Green Building menghabiskan banyak biaya.