cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE PERUMAHAN Y DI CIPINANG MUARA - JAKARTA TIMUR Saragih, Matthew Firmata Brevando; Pranoto, Wati Asriningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24971

Abstract

Floods are the overflow of water into rivers or canals due to the inability of existing rivers or canals to drain water. One of the causes of flooding is rain. The payback period used is the payback period of 2.5 and 10 years. The capacity of the existing drainage channel was analyzed using the Manning method to determine the current runoff, then compared with the existing flood flow due to rainfall with repeated cycles of 2, 5 and 10 years. When compared, there are 9 channels that cannot accommodate inflow in the 2 year period and there are 15 existing channels that cannot accommodate inflow in the 5 and 10 year periods. There are also other factors that cause flooding in Dwelling X Cakung - East Jakarta, namely litter in the canal and sediment at the bottom of the canal causing frequent flooding in Dwelling X Cakung - Jakarta Keywords: Flood, Drainage, Rainfall Banjir adalah meluapnya air ke sungai atau kanal akibat ketidakmampuan sungai atau kanal yang ada untuk mengalirkan air. Salah satu penyebab banjir adalah hujan. Payback period yang digunakan adalah payback period 2,5 dan 10 tahun. Kapasitas saluran drainase eksisting dianalisis menggunakan metode Manning untuk mengetahui debit aliran saat ini, kemudian dibandingkan dengan debit banjir eksisting akibat curah hujan dengan siklus berulang 2, 5 dan 10 tahun. Jika dibandingkan, terdapat 9 saluran yang tidak dapat menampung inflow pada periode 2 tahun dan terdapat 15 saluran eksisting yang tidak dapat menampung inflow pada periode 5 dan 10 tahun. Ada juga faktor lain penyebab banjir di Dwelling X Cakung - Jakarta Timur yaitu serasah di saluran dan sedimen di dasar saluran menyebabkan seringnya terjadi banjir di Dwelling X Cakung - Jakarta. Kata kunci: Banjir, Drainase, Curah Hujan
ANALISIS PENGENDALIAN PROYEK DENGAN METODE CRASHING PADA PROYEK PT X DI JAKARTA Retor, Gerald Dennis Joseph; Oei, Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.24974

Abstract

Project development often encounters obstacles that cause delays in project activities that have previously been planned in the scheduling process. The purpose of this study is to determine the duration of project completion time on the PT X Project in Jakarta using the crashing method of adding overtime hours and labor at an optimal cost, and to compare which method has the shortest duration of completion time at an optimal cost. From the calculation of the acceleration of project time and cost, it can be compared to the acceleration of adding 4 hours of work (overtime) with a reduction in duration of 40 days where the project completion time of the project which was originally 515.5 days became 475.5 days and the total cost of normal work which amounted to Rp 9,560,710,930 became Rp 9,857,229. 805 or an increase of 3.101% from the total cost of the normal project, while with the addition of labor with a reduction in duration of 50 days where the project completion time of the project becomes 465.5 days and the total cost of normal work which amounts to Rp 9,560,710,930 to Rp 9,651,997,862 or an increase of 0.954% from the total cost of the normal project. Based on the results of the sensitivity analysis of crashing with the addition of working hours and overtime, it is found that crashing with the addition of labor is better in terms of time and cost. Abstrak Pembangunan proyek sering dijumpai kendala yang menyebabkan terjadinya keterlambatan aktivitas proyek yang sebelumnya telah direncanakan dalam proses penjadwalan (scheduling). Tujuan penelitian ini ialah untuk menentukan durasi waktu penyelesaian proyek pada Proyek PT X di Jakarta menggunakan metode crashing penambahan jam lembur dan tenaga kerja dengan biaya yang optimal, dan untuk membandingkan metode mana yang memiliki durasi waktu penyelesaian terpendek dengan biaya yang optimal. Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dibandingkan percepatan penambahan 4 jam kerja (lembur) dengan pengurangan durasi 40 hari dimana waktu penyelesaian proyek proyek yang awalnya 515,5 hari menjadi 475,5 hari  dan total biaya pekerjaan normal yang jumlahnya sebesar Rp 9.560.710.930  menjadi Rp  9.857.229.805 atau naik 3,101% dari total biaya proyek normal, sedangkan dengan penambahan tenaga kerja dengan pengurangan durasi 50 hari dimana waktu penyelesaian proyek proyek menjadi 465,5 hari  dan total biaya pekerjaan normal yang jumlahnya sebesar Rp 9.560.710.930  menjadi Rp 9.651.997.862 atau naik  0.954% dari total biaya proyek normal. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas dari crashing dengan penambahan jam kerja dan lembur didapat bahwa crashing dengan penambahan tenaga kerja lebih baik dalam segi waktu dan biaya.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT PROYEK FLYOVER GRAND WISATA Imantaka, Eldwin; Prabowo, Andy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24977

Abstract

Project management is the most important thing in a series of stages of implementing a project. First stage is analyzing and observing, second: initial preparation, third: map of planning, fourth: implementation, and the last one is evaluation towards the whole process. The cost overruns can be caused from the desain changes which causes the construction delay and exceeding the deadline, as took place in the flyover construction of Grand Wisata Bekasi. This leads to the requirement of the review of the factors which caused the delay in the execution and during the construction stage. According to the observation during an internship, it was found that the communication is the main factor which had caused the delay. Poor communication on a project results in losses for the project owner due to non-fulfillment of implementation targets. From the contractor's side, the losses obtained are cost overruns. In addition, communities around the project also experience losses in the form of prolonged air and noise pollution due to delayed construction work. Abstrak Manajemen proyek adalah  suatu hal terpenting dalam rangkaian tahapan melaksanakan suatu proyek. Tahap pertama: menganalisis dan mempelajari, tahap kedua: persiapan awal, tahap ketiga: pemetaan rencana, tahap keempat: pelaksanaan, dan tahap yang terakhir: evaluasi kerja dari seluruh proses pelaksanaan. Anggaran yang membengkak diakibatkan oleh perubahan desain perencanaan yang selanjutnya mengakibatkan keterlambatan waktu atau melewati deadline, seperti yang terjadi pada proyek pembangunan flyover Grand Wisata Bekasi. Hal ini menjadikan perlunya  ditinjau kembali akan faktor apa saja yang menjadi menjadi hambatan dalam pelaksanaan proyek dan pada saat pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan magang pada proyek, ditemukan faktor komunikasi sebagai faktor utama yang menyebabkan terjadinya keterlambatan. Padahal komunikasi yang efektif dapat mempercepat/menyelesaikan masalah/hambatan yang ada di proyek. Komunikasi yang buruk pada proyek mengakibatkan kerugian pada pemilik proyek karena tidak dipenuhinya target pelaksanaan. Dari sisi kontraktor, kerugian yang diperoleh yaitu pembengkakan biaya. Sebagai tambahan, masyarakat sekitar proyek juga mengalami kerugian berupa polusi udara dan kebisingan yang berkepanjangan akibat pekerjaan konstruksi yang molor.
POTENSI PENGGUNAAN IPAL DAN SPAH UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR PDAM PADA MAL Harijanto, Diana; Kurniawan, Vittorio; Pranoto, Wati Asriningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24989

Abstract

A shopping centre produces domestic wastewater every day. This domestic wastewater consists of blackwater (toilet) wastewater and greywater (household) wastewater. Wastewater generated by the industry is managed by a domestic Wastewater Treatment Plant (WWTP) system. This study was conducted to find the potential of WWTP and Rainwater Harvesting System to reduce water use in the area. Mal can save up to ±76,95% PDAM’s usage if the wastewater is used for all needs, they can save ±22,64% PDAM’s usage if the wastewater is used only for restroom and gardening needs, and they can save ±0,53% PDAM’s usage if the wastewater is used only for gardening needs. Mal can save up to ±33,27% PDAM’s usage if the rainwater that’s used comes from the roof and the parking lot. They can save ±19,51% PDAM’s usage if the rainwater only comes from the roof (existing). Based on analysis results and researches that’d been done, if the shopping centre wants to maximize the probability of the wastewater usage to save up PDAM’s usage, a demolition of the plumbing system needs to be done, so that the new plumbing system can be built afterwards. Abstrak Suatu pusat perbelanjaan menghasilkan air limbah domestik setiap harinya. Air limbah domestik ini terdiri dari air limbah kakus dan air limbah non kakus. Air limbah yang dihasilkan dikelola dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari potensi IPAL dan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) untuk mengurangi penggunaan air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM). Mal dapat menghemat pemakaian air PDAM sebesar ±76,95% bila air IPAL digunakan untuk seluruh kebutuhan air gedung, sebesar ±22,64% bila air IPAL digunakan untuk kebutuhan toilet dan penyiraman tanaman, dan sebesar ±0,53% bila air IPAL digunakan hanya untuk kebutuhan penyiraman tanaman. Untuk SPAH, mal dapat menghemat pemakaian air PDAM sebesar ±33,27% bila air hujan dari atap dan tempat parkir digunakan. Bila air hujan yang digunakan hanya dari atap (eksisting), maka penghematan yang terjadi hanya sebesar ±19,51%. Berdasarkan hasil analisis dan pengamatan yang sudah dilakukan, bila mal ingin memaksimalkan penggunaan air IPAL untuk menghemat penggunaan air PDAM, mal perlu membongkar sistem plumbing eksisting agar dapat dibuat sistem plumbing rencana.
ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN FAKTOR DOMINAN PENYEBAB WASTE MATERIAL Nicholas, Johanes; Wiyanto, Henny
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25011

Abstract

On every construction project, there will be waste materials that are not used and discarded, which is called a construction waste. Indonesia is a developing country where there are lots of ongoing and soon to be projects, that means there will be a lot of construction waste generated. The cause or source of these waste materials is categorized into four points which are design, material procurement, material handling, and execution. Most of the existing studies about construction waste uses statistic method. Therefore, this study uses Analytic Hierarchy Process (AHP) to process the data about the cause and source of construction waste. This method is chosen because AHP would facilitate the people in power to solve complex problems, and make considerations to face each affecting criteria, in order of the priority levels. Abstrak Pada setiap proyek pembangunan, akan ada sisa material yang tak terpakai dan dibuang, yang disebut limbah konstruksi (construction waste). Indonesia merupakan negara berkembang dimana terdapat banyak proyek konstruksi yang sedang dan akan berlangsung, sehingga akan ada banyak limbah konstruksi yang dihasilkan. Penyebab dan sumber dari sisa material konstruksi dikategorikan menjadi empat poin yaitu desain, pengadaan material, penanganan material, dan pelaksanaan. Sebagian besar penelitian yang sudah dilakukan untuk membahas tentang waste material konstruksi menggunakan metode statistik. Karena itu, penelitian ini akan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengolah data penyebab dan sumber limbah konstruksi. Metode ini dipilih karena AHP dapat mempermudah pihak yang berkepentingan untuk memecahkan persoalan yang kompleks, dan melakukan pertimbangan untuk menghadapi kriteria-kriteria yang ada sesuai dengan tingkat prioritasnya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab yang paling berpengaruh dalam menghasilkan limbah konstruksi adalah kesalahan pekerja di lapangan dengan besar bobot 15,5%. Perubahan desain memiliki pengaruh kedua terbesar dengan besar bobot 11,54%, dan diikuti dengan pemesanan material yang tidak sesuai spesifikasi yang memiliki bobot sebesar 11,41%. Berdasarkan wawancara dengan narasumber, upaya yang telah dilakukan untuk menangani limbah konstruksi meliputi metode Eliminating Waste, Minimizing Waste, dan Reusing Materials. Karena itu, proyek pembangunan dinilai sudah memberikan perhatian yang cukup sesuai dengan prioritas faktor penyebab dihasilkannya limbah konstruksi.  
ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TOL SOROJA TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA Chandra Jap, Ericson; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.25012

Abstract

According to the Ministry of Public Works and Public Housing of Indonesia Goverment, the purpose of the Soreang-Pasir Koja toll road is to stimulate businesses to invest and it is expected that many business support facilities will be built in the area. The Soreang-Pasir Koja Toll Road has an investment value of 1.78 Trillion Rupiah with a length of 10.55 Km with 4 toll exits, namely: Pasir Koja, Margaasih, Kutawaringin, and Soreang. This study aims to analyze the impact of the construction of the Soroja toll road on the development of tourism in the area passed by the toll road. The method used is a qualitative method by collecting data through questionnaires to tourism actors or tourists who visit the area passed by the Soroja toll road. In the data analysis, factor analysis was carried out to evaluate the effect of the Soroja toll road development on the number of tourist visits and tourism revenue in the area passed by the toll road. The results showed that the construction of the Soroja toll road had a significant influence on the number of tourist visits and tourism revenue in the area passed by the toll road. The implication of this research is that toll road development can be an important factor in increasing tourism growth in a region. AbstrakMenurut Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tujuan dibangunnya jalan tol Soreang-Pasir Koja adalah untuk merangsang pelaku usaha untuk berinvestasi dan diharapkan banyak dibangun fasilitas pendukung bisnis di Kawasan tersebut. Jalan Tol Soreang-Pasir Koja memiliki nilai investasi 1,78 Triliun Rupiah dengan panjang 10,55 Km dengan 4 pintu keluar tol, yaitu: Pasir Koja, Margaasih, Kutawaringin, dan Soreang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan jalan tol Soroja terhadap perkembangan pariwisata di daerah yang dilewati oleh jalan tol tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner kepada pelaku wisata atau wisatawan yang mengunjungi daerah yang dilewati oleh jalan tol Soroja. Dalam analisis data, dilakukan analisis faktor untuk mengevaluasi pengaruh pembangunan jalan tol Soroja terhadap jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan pariwisata di daerah yang dilewati oleh jalan tol tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol Soroja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan pariwisata di daerah yang dilewati oleh jalan tol tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pembangunan jalan tol dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan pariwisata di suatu daerah.  
PENYEBAB KEGAGALAN KONSTRUKSI BETON (STUDI KASUS: PROYEK KONSTRUKSI X DI JAKARTA SELATAN) Yunita, Taysa; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.25035

Abstract

In the highrise buildings construction, it’s necessary to pay attention to the quality of the materials to be used, including concrete which is one of the important elements in the building structure. This is because concrete construction is very prone to cracking, the appearance of voids, coarse aggregate that separates from the concrete mixture (segregation), and the amount of water that appears on the surface of the concrete (bleeding) so that it requires handling of concrete construction such as chipping and concreting, strengthening, grouting, and patching or sealing. Therefore, a case study was conducted on construction project X where there were concrete hollows, cracks, segregation, and visible structural reinforcement in several places in the columns, beams and slabs of the 2nd floor and 3rd floor slabs which caused the need for demolition. This study was conducted to determine the effect of the failure of the 2nd floor and 3rd floor concrete on the project completion time. From the study results, it was concluded that there were concrete compressive strength values that didn’t meet the planned strength of fc' 30 MPa based on the results of the core drill test on the beams, columns, and slabs of the 2nd floor. Abstrak Dalam pembangunan gedung bertingkat perlu diperhatikan kualitas dari bahan yang akan digunakan, termasuk beton yang menjadi salah satu unsur penting dalam struktur bangunan. Hal tersebut dikarenakan konstruksi beton sangat rawan terhadap retak, munculnya rongga, agregat kasar yang memisah dari campuran beton (segregasi), dan banyaknya air yang muncul pada permukaan beton (bleeding) sehingga dibutuhkan penanganan terhadap konstruksi beton seperti chipping and concreting, strengthening, grouting, dan patching or sealing. Oleh karena itu, dilakukan studi kasus pada proyek konstruksi X dimana terdapat beton yang berongga, retak, segregasi, serta terlihat tulangan struktur di beberapa teMPat pada bagian kolom, balok dan pelat lantai 2 dan pelat lantai 3 yang menyebabkan perlunya pembongkaran. Studi ini dilakukan untuk mengetahui akibat dari kegagalan beton lantai 2 dan lantai 3 terhadap  waktu penyelesaian proyek. Dari hasil studi diperoleh kesimpulan bahwa adanya nilai kuat tekan beton yang tidak memenuhi kuat rencana sebesar fc’ 30 MPa berdasarkan hasil dari core drill test pada balok, kolom, dan pelat lantai 2. Sedangkan untuk kegagalan pada lantai 3 disebabkan oleh lamanya waktu perjalanan truck mixer dari batching plant ke proyek, pelaksanaan pengecoran dan proses pemadatan yang mendekati waktu setting beton serta desain penulangan yang terlalu rapat menyebabkan beton sulit diratakan dengan vibrator.
ANALISIS PENGGUNAAN SERAT RAMI TERHADAP SIFAT MEKANIS SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) Hernandez, Hizkia; Kushartomo, Widodo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.25048

Abstract

Concrete is a commonly used material in the field of building construction, nowadays many projects use self-compacting concrete (SCC). Concrete usually has high compressive strength but has weak tensile and flexural strength, Low strength of concrete can be increased by adding fiber as an additive. In this research, jute fiber is used as an ingredient to increase the tensile strength of concrete, considering that jute fiber is a natural fiber that is easily available, high tensile strength and cheap. In this research, the type of concrete made is SCC in the form of cylinders and beams with a volume variation of adding jute fiber as much as 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%. The number of samples made consisted of 6 cylinders and 3 beams for each volume variation of jute fiber used. Tests were conducted in the form of flexural strength, modulus of elasticity, split tensile strength, and compressive strength. Treatment of test objects is done by immersion. The test results showed that the split tensile and flexural strength of SCC concrete using jute fiber increased up to 2% volume. At the same time, the compressive strength and modulus of elasticity of SCC concrete continued to decrease with increasing jute fiber variation compared to normal SCC concrete. Abstrak Beton termasuk bahan yang umum digunakan dalam bidang konstruksi bangunan, Saat ini banyak proyek yang menggunakan beton yang bisa memadat sendiri (SCC). Beton biasanya memiliki kekuatan tekan yang tinggi tetapi memiliki kekuatan tarik dan lentur yang lemah, Kekuatan beton yang rendah dapat ditinggikan dengan ,menambahankan serat sebagai tambahan. Pada penelitian yang dikerjakan ini digunakan serat rami sebagai bahan untuk meningkatkan kuat tarik beton, mengingat serat rami merupakan serat alam yang mudah didapat, kuat tarik tinggi dan murah. Pada penelitian yang dikerjakan ini jenis beton yang dibuat berupa SCC bentuk silinder dan balok dengan variasi volume penambahan serat rami sebanyak 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%. Jumlah sampel yang dibuat yang terdiri dari 6 silinder dan 3 balok untuk setiap variasi volume serat rami yang digunakan. Pengujian yang dilakukan berupa, kuat lentur, modulus elastisitas kuat tarik belah, dan kuat tekan. Perawatan benda uji dilakukan dengan cara perendaman. Hasil pengujian menunjukkan kekuatan tarik belah dan lentur beton SCC menggunakan serat rami mengalami peningkatan sampai volume 2 %. Pada saat yang sama, kuat tekan dan modulus elastisitas beton SCC terus menurun dengan peningkatan variasi serat rami dibandingkan dengan beton SCC normal.
ANALISIS PENGGUNAAN SERAT IJUK TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON NORMAL Koesoema, Hansen Chandra; Kushartono, Widodo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i4.25056

Abstract

Concrete is a mixture of cement, coarse aggregate, fine aggregate, water and or without admixture or additional mixed ingredients. There are various types of concrete, one of which is fibrous concrete. Fibrous concrete is a composite structure consisting of ordinary concrete and other materials in the form of fibers. In this research using a mixture of palm fiber with an average diameter of 0.24 mm. The treatment method is carried out by 5 days of immersion in water followed by steam for less than 5 hours. This research uses a volume variation of 1%, 2%, 3% with lengths of 2 and 3 cm palm fiber, respectively. Based on this research, it is known that the use of a mixture of palm fiber in concrete can increase the value of tensile strength and flexural strength with the addition of the percentage of palm fiber. the use of palm fiber mixed into concrete is produced by a length of 2 cm with a percentage of 1% with a percentage increase of 1.01% in compressive strength, a percentage of 2% with a percentage increase of 76.7% in tensile strength, and a length of 3 cm with a percentage of 3% with a percentage increase of 39.8% in flexural strength. Abstrak Beton merupakan campuran dari semen, agregat kasar, agregat halus, air, dan atau tanpa admixture atau bahan campuran tambahan. Ada bermacam macam jenis beton salah satunya beton berserat. Beton berserat merupakan bagan komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Pada riset ini menggunakan campuran serat ijuk dengan diameter rata rata sebesar 0,24 mm. metode perawatan dilakukan dengan 5 hari perendaman dengan air dilanjutkan steam selama kurang  5 jam.  Riset ini menggunakan variasi volume 1%, 2%, 3% dengan panjang serat ijuk berturut turut sepanjang 2 dan 3 cm. diketahui berdasarkan riset ini penggunaan campuran serat ijuk pada beton dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan kuat lentur seiring penambahan persentase serat ijuk. penggunaan serat ijuk yang di campurkan ke dalam beton dihasilkan oleh Panjang 2 cm dengan persentase 1% dengan persentase peningkatan 1,01%  pada kekuatan tekan, persentase 2% dengan persentase peningkatan 76,7%  pada kekuatan tarik, dan Panjang 3 cm dengan persentase 3% dengan persentase peningkatan 39,8% pada kekuatan lentur.
ANALISIS KAPASITAS BALOK KOMPOSIT DENGAN VARIASI TULANGAN PELAT TERHADAP KERUNTUHAN KOLOM MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS FEA Widjaya, Richard; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25105

Abstract

Composite structure is a type of structure that is commonly used in the world of construction. As a structural system consisting of several constituent elements, failure can occur in elements or systems. The analysis was carried out by results comparison between research results in standard reference journals and the finite element modeling with MIDAS FEA program. The analysis model consists of 6 composite beams and columns represents interior side with 3 models represent sagging moments and 3 models represent hogging moments. The modification was carried out by adding the number of main and dividing reinforcement bar in top and bottom row of reinforced concrete slab. The analysis in MIDAS FEA program is carried out statically nonlinear with vertical loads in displacement approach. Analysis result shows that sagging composite structure has a higher capacity than hogging composite structure. Modification of the model which bears sagging moments did not provide a significant capacity increase in model with slab bar spacing of 150 mm by 1,22% and with slab bar spacing of 100 mm plates by 0,36%. However, the addition of number of reinforcement in composite structure which bears hogging moments gives a significant capacity increase in the model with slab bar spacing of 150 mm by 13,62% and with slab bar spacing of 100 mm by 9,82%. Capacity is reviewed as part of reinforced concrete slab that has cracked, especially around the stud shear connector and spread throughout others stud, so that composite action does not occur. Abstrak Struktur komposit merupakan salah satu jenis struktur yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi. Sebagai suatu sistem struktur yang terdiri atas beberapa elemen penyusun, kegagalan dapat terjadi, baik secara elemen maupun sistem. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil antara hasil penelitian dalam jurnal dengan standar acuan dan pemodelan elemen hingga dengan program MIDAS FEA. Model analisis sebanyak 6 buah balok-kolom komposit yang merepresentasikan sisi interior dengan 3 model mengakomodasi momen positif dan 3 model mengakomodasi momen negatif. Modifikasi dilakukan dengan penambahan jumlah tulangan utama dan pembagi pada baris atas dan baris bawah pelat beton bertulang. Analisis dalam program MIDAS FEA dilakukan secara nonlinear statik dengan beban secara vertikal berupa pendekatan perpindahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur komposit yang memikul momen positif memiliki kapasitas lebih tinggi dibandingkan dengan struktur komposit yang memikul momen negatif. Modifikasi model pada struktur komposit yang memikul momen positif tidak memberikan peningkatan kapasitas secara signifikan pada model dengan jarak antartulangan pelat 150 mm sebesar 1,22% dan pada model dengan jarak antartulangan pelat 100 mm sebesar 0,36%. Akan tetapi, penambahan jumlah tulangan pada struktur komposit yang memikul momen negatif memberikan peningkatan kapasitas cukup signifikan pada model dengan jarak antartulangan pelat 150 mm sebesar 13,62% dan pada model dengan jarak antartulangan pelat 100 mm sebesar 9,82%. Keruntuhan ditinjau dari bagian pelat beton bertulang yang sudah retak, terutama di sekitar stud dan tersebar ke seluruh stud, sehingga aksi komposit sudah tidak berlaku.