cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PENINGKATAN KUAT TEKAN PADA BETON GEOPOLIMER AKIBAT METODE PERAWATAN DIPANASKAN Wibowo, Kevin Aprilio; Christianto, Daniel; Widjajakusuma, Jack
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25150

Abstract

Studies about pozzolan material to reduce cement usage have been conducted for many times. Concrete made of pozzolan material was known as geopolymer concrete. Geopolymer concrete’s weaknesses were low duration of setting time and the low level of workability. The precast method was used to overcome these weaknesses. Concrete with a high initial compressive strength enable a more efficient implementation of the precast method due to it able to be released from the formwork without getting damaged. This study aims to see the increase in compressive strength due to the method of dry curing. In addition to that, differing from the geopolymer concrete without palm oil fuel ash, this study added 5% of palm oil fuel ash to see the effect of it on compressive strength. Constructed specimens were then cured at room temperature or heated in an oven with a temperature of 60°C for 24 hours. The ratio of alkaline activator to fly ash that were used in this research are 0,55:1 and 0,825:1. The specimen which was only a day old with 0,55:1 ratio experienced 2 times increase in compressive strength when being heated compared to the specimen cured at room temperature. The specimen which was of the same age with 0,825:1 ratio also experienced 3,5 times increase in compressive strength after being heated compared to those at room temperature. The increase of compressive strength was due to the heating process enabling the chemical reaction to occur faster. Abstrak Penelitian untuk memanfaatkan material pozzolan untuk mengurangi penggunaan semen sudah banyak dilakukan. Beton yang menggunakan material pozzolan disebut beton geopolimer. Kelemahan dari beton geopolimer adalah durasi setting time dan tingkat kelecakan yang rendah. Oleh karena itu, metode pracetak dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Beton dengan kuat tekan awal yang tinggi dapat membuat metode pracetak semakin efisien karena beton dapat dilepaskan dari bekisting dan tidak rusak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kuat tekan akibat metode perawatan benda uji dengan cara dipanaskan. Selain itu, pada penelitian ini ditambahkan abu cangkang kelapa sawit sebanyak 5% untuk dilihat pengaruhnya terhadap kuat tekan dibanding beton geopolimer tanpa abu cangkang kelapa sawit. Benda uji yang sudah dibuat, dirawat pada suhu ruangan atau dipanaskan pada oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Rasio alkali aktivator terhadap abu terbang yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,55:1 dan 0,825:1. Hasil peningkatan kuat tekan yang didapat pada saat benda uji berumur 1 hari adalah benda uji dengan rasio 0,55:1 yang dipanaskan mengalami peningkatan kuat tekan sekitar 2 kali dan pada rasio 0,825:1 mengalami peningkatan kuat tekan sekitar 3,5 kali dibanding benda uji yang dirawat pada suhu ruangan. Hal itu disebabkan oleh pemanasan benda uji membuat reaksi kimia terjadi lebih cepat dan kuat tekan meningkat.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA ALAT BERAT HYDRAULIC STATIC PILE DRIVER PADA PEKERJAAN FONDASI TIANG PANCANG Reza, Muhammad Reza Syahputra; Farida, Ida
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25533

Abstract

The pile foundation is a deep foundation, and can only be done with the help of heavy equipment Hydraulic Static Pile Driver or Diesel Hammer. The research location is in the Banten Islamic Center Building construction project. The selection of piling tools for the project is using Hydraulic Static Pile Driver, because the construction site is close to residential areas so that the right tools are needed for the piling process effectively and according to applicable standards. Therefore, this study aims to determine the productivity value and cost value incurred by the tool. The method used is using the Pile Driver - Hammer equation and the work unit price equation in the PUPR Ministerial Regulation No.28 of 2016. The piling work reviewed was 326 points with depths ranging from 7.5 meters to 35 meters and with a time of 25 minutes to 125 minutes. Based on variations in the use of length and dimensions of poles, the average productivity of piling is 13.98 m / hour. The results of the cost calculation based on the unit price of work for the "30×30" cm pole dimension amounted to Rp2,439,386.17 and the "25×25" cm dimension amounted to Rp2,382,736.17. As well as the total cost based on the coordinate point of the pile with variations in the use of the length and dimensions of the pile amounted to Rp2,581,897,723.00. The suggestion of this research is to conduct research with the same case for the type of Diesel Hammer tool. Abstrak Fondasi tiang pancang merupakan fondasi dalam yang hanya bisa dikerjakan dengan bantuan alat berat Hydraulic Static Pile Driver atau Diesel Hammer. Lokasi penelitian berada pada proyek pembangunan Gedung Banten Islamic Center. Jenis Pemilihan alat pancang untuk proyek tersebut adalah menggunakan Hydraulic Static Pile Driver, dikarenakan lokasi pembangunan tersebut berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga diperlukan alat yang tepat untuk proses pemancangan dengan efektif dan sesuai standar yang berlaku. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas dan nilai biaya yang dikeluarkan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan persamaan Pile Driver – Hammer dan persamaan harga satuan pekerjaan pada Permen PUPR No.28 tahun 2016. Pekerjaan pemancangan yang ditinjau sebanyak 326 titik dengan kedalaman mulai dari 7,5 meter sampai 35 meter serta dengan waktu selama 25 menit sampai 125 menit. Berdasarkan variasi pemakaian panjang dan dimensi tiang didapatkan rata – rata produktivitas pemancangan sebesar 13,98 m/jam. Hasil perhitungan biaya berdasarkan HSP untuk dimensi tiang  cm sebesar Rp2.439.386,17 dan dimensi  cm sebesar Rp2.382.736,17. Serta total biaya berdasarkan titik koordinat tiang pancang dengan variasi pemakaian panjang dan dimensi tiang sebesar Rp2.581.897.723,00. Adapun saran dari penelitian ini yaitu melakukan penelitian dengan kasus yang sama untuk jenis alat berat pancang yang berbeda.
ANALISIS STABILITAS COFFERDAM JEMBATAN DENGAN KOMBINASI PERKUATAN PADA JEMBATAN WAMPU SUMATERA UTARA Sari, Novia Komala; Gusnadi, Zakwan; Sarifah, Fitriana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.25835

Abstract

Soil strength can be reduced through saturation on the slopes beneath bridge and excessive loading. This reduction can undoubtedly affect the stability of these slopes with the possibility of causing landslide issues in the future. In Addition, it has been observed that the issues of landslides on slopes are generally caused by reduced soil shear strength or the addition of shear forces with subsequent effects on the overall bridge structure. This means there is a need for an early prediction mechanism for the landslide to plan and design the appropriate reinforcement system to minimize the potential instability of slopes in the future. Therefore, this research was conducted to determine the effective reinforcement system by creating the cofferdam to address the issues of soil saturation and increased load caused by heavy machinery operations. The process involved the adoption of the PLAXIS software based on 2-dimensional finite element analysis to model the quite complex combination of loads and reinforcement. The reinforcement used in the cofferdam system include sheet piles, piles, and gabions. The results showed that the reinforcement combination placed the safety factor into the stable category and met the allowed safety requirements. Moreover, the internal forces within the sheet piles were found to be smaller than their structural capacity. Abstrak Penjenuhan tanah pada lereng di bawah jembatan dan pembebanan yang berlebih dapat menyebabkan pengurangan kekuatan tanah. Pengurangan kekuatan tanah tentu saja akan berdampak pada kestabilan lereng di bawah jembatan, serta dapat mengakibatkan masalah longsoran dikemudian hari. Secara umum masalah longsoran pada lereng diakibatkan oleh pengurangan kuat geser tanah atau penambahan gaya geser yang terjadi. Pada kasus lereng jembatan tentu saja masalah longsoran ini akan mempengaruhi struktur jembatan secara keseluruhan. Apabila mekanisme longsoran dapat diprediksi sejak awal maka sistem perkuatan dapat direncanakan sesuai kebutuhan, sehingga dapat memperkecil potensi ketidakstabilan lereng dimasa yang akan datang.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari sistem perkuatan yang efektif dengan membuat cofferdam untuk menangani masalah penjenuhan tanah dan penambahan beban akibat alat berat yang bekerja. Untuk memodelkan kombinasi beban dan perkuatan yang cukup kompleks digunakan bantuan software PLAXIS berbasis elemen hingga 2 dimensi dalam proses analisis. Tipe perkuatan yang digunakan pada sistem cofferdam diantaranya sheet pile, cerucuk, dan Gabion. Hasil analisis menunjukan bahwa dengan kombinasi perkuatan tersebut faktor keamanan yang dihasilkan masuk dalam kategori stabil dan memenuhi syarat aman yang diijinkan. Kemudian gaya dalam yang terjadi pada sheet pile masih lebih kecil dari kapasitas strukturalnya.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR PADA DAERAH IRIGASI LAKBOK UTARA BENDUNG PATARUMAN KOTA BANJAR Syifa, Syifa Khoirunnisa; Permana, Sulwan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26033

Abstract

North Lakbok is an irrigation area which is the authority of the Citanduy River Region Center. The water source that flows into this irrigation is taken from Pataruman Dam, which covers 6,219.00 ha of irrigation land. Evaluation of the need and availability of water in the North Lakbok irrigation area is the research objective, aimed at implementing effective patterns in planting. With the aim of determining effective planting patterns. The mainstay discharge with a probability of 80%  from Pataruman Dam is 132,67 /second using the NRECA method, the watershed area is 1308.11 . The Penman-Monteith approach is used to calculate water requirements using climatological data for 10 years at the irrigation area intake gate. In early November, the calculation process began based on the rice-paddy-palawija planting pattern. Using a manual calculation method that refers to the KP-01 Irrigation Planning Standard and is 2.19 lt/sec/ha in the form of maximum water requirements resulting from the Van de Goor and Zijlstra equations. The minimum water requirement is 0.13 lt/sec/ha, while the CROPWAT 8.0 Software method produces a maximum water requirement of 2.91 lt/sec/ha. Likewise, the minimum water requirement is 0.05 lt/sec/ha. Based on the calculation of the K factor and the implementation of the rice-paddy-palawija planting pattern, water availability is quite adequate, especially in September period II. There is also excess water that can be channeled to other tertiary plots or secondary channels for further use. Abstrak Lakbok Utara adalah daerah irigasi yang merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Sumber air yang mengalir ke irigasi ini diambil dari Bendung Pataruman, yang mencakup lahan irigasi seluas 6.219,00 ha. Dalam rangka mengelola sumber daya air dalam sektor pertanian, pengembangan sistem irigasi menjadi pilihan yang relevan. Evaluasi terhadap kebutuhan, serta tersedianya air di daerah irigasi Lakbok Utara merupakan maksud dari penelitian, bertujuan dengan menerapkan pola efektif dalam bertanam. Dengan tujuan menentukan pola tanam yang efektif. Debit andalan dengan probabilitas 80%  dari Bendung Pataruman sebesar 132,67 dengan menggunakan metode NRECA, luas DAS sebesar 1308,11 . Pendekatan Penman-Monteith digunakan untuk menghitung kebutuhan air dengan data klimatologi selama 10 tahun di pintu pengambilan daerah irigasi. Pada November awal, dimulai proses perhitungan berdasarkan pola tanam padi-padi-palawija. Menggunakan metode perhitungan manual yang merujuk pada Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dan sebesar 2,19 lt/dt/ha berupa kebutuhan air maksimum yang dihasilkan dari persamaan Van de Goor dan Zijlstra. Kebutuhan air minimum adalah 0,13 lt/dt/ha, sementara metode Software CROPWAT 8.0 menghasilkan kebutuhan air maksimum sebesar 2,91 lt/dt/ha. Demikian pula, kebutuhan air minimum adalah 0,05 lt/dt/ha. Berdasarkan perhitungan faktor K dan penerapan pola tanam padi-padi-palawija, ketersediaan air cukup memadai, terutama pada bulan September periode II. Terdapat juga kelebihan air yang dapat dialirkan ke petak tersier lainnya atau saluran sekunder untuk pemanfaatan lebih lanjut.
ANALISIS PERBANDINGAN DEBIT PADA DAS CIMANUK-COPONG KABUPATEN GARUT AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN Mardianti, Fira; Permana, Sulwan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26048

Abstract

The transformation of land into cities to meet the needs of urban infrastructure is happening fast. As a result, the hydrological pattern changes, such as land that previously absorbed water slowly becomes less able to absorb water. The area of the Cimanuk-Copong watershed is 469.11 km^2. Comparative analysis of discharge in the Cimanuk-Copong watershed due to changes in land use is the key to identifying changes in river flow and their impact on the environment using the NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) model, then the results of this calculation are calibrated. The results of the analysis of the comparison value of the average flow rate in the past (2003-2012) were 9.23 m^3/s, while the present (2013-2021) is 19.81 m^3/s. The results of the calibration of the efficiency coefficient value of the Nash-Sutcliffe (NSE) model of the Cimanuk-Copong DAS are 0.61663 including 0.36<NSE<0.75 (Qualified). The results of the flow rate calibration will be a strong basis in validating the model used in the field. In 2011, the KRS value obtained was 4.00, while in 2019, the KRS value increased to 5.71. These two KRS values are included in the good category according to the DAS Criteria and Indicators. Even so, changes in increase during this period still indicate a decrease in the condition of the watershed. The Cimanuk-Copong watershed is dominated by three main categories where these categories include farmland with an area of 12162.86 ha, paddy fields with an area of 6596.237 ha, and residential areas with an area of 5587.949 ha. Abstrak Transformasi lahan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur terjadi dengan cepat. Akibatnya, pola hidrologi berubah menjadi kurang dapat meresap air. Analisis perbandingan debit pada DAS Cimanuk-Copong akibat perubahan tata guna lahan menjadi kunci untuk mengidentifikasi perubahan aliran sungai dengan menggunakan model NRECA. Model penelitian berupa perbandingan debit aliran akibat perubahan tata guna lahan DAS Cimanuk-Copong Garut. Hasil nilai perbandingan debit aliran rata-rata tahun 2011-2015 yaitu 12,48 m3/det sedangkan tahun 2015-2019 yaitu 18,91 m3 /det. Hasil kalibrasi nilai koefisien efisiensi model Nash-Sutcliffe (NSE) DAS Cimanuk-Copong yaitu 0,56514 ter.masuk 0,36<NSE<0,75 (Qualified). Hasil kalibrasi debit aliran akan menjadi dasar kuat dalam memvalidasi model yang digunakan sesuai di lapangan. Pada tahun 2011, nilai KRS diperoleh adalah 6,16, sedangkan pada tahun 2019, nilai KRS meningkat menjadi 6,30. Kedua nilai KRS termasuk dalam kategori baik menurut Kriteria dan Indikator DAS. Perubahan peningkatan selama periode tersebut mengindikasikan penurunan kondisi DAS. Perubahan tata guna lahan pada DAS Cimanuk-Copong meliputi area permukiman bertambah 4%, bangunan 1960%, hutan bertambah 43%, pada rumput berkurang 26%, pengisi area air berkurang 33%, perkebunan bertambah 17%, sawah irigasi berkurang 9%, sawah tadah hujan berkurang 3%, semak belukar berkurang 43%, dan tanah ladang berkurang 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perubahan tata guna lahan berpengaruh terhadap debit aliran.
PENGARUH MOTIVASI PEKERJA TERHADAP PROGRES PENGERJAAN PROYEK MASJID KRS Imanda, Krisna; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26544

Abstract

Construction projects require unwavering commitment from workers. In large-scale endeavors like mosque construction, timely progress is crucial. Motivation within the construction sector plays a pivotal role, determining their willingness to deploy skills and time towards project objectives. This study explores the influence of worker motivation on the progress of the KRS Mosque project. The findings emphasize that salaries and benefits positively impact motivation levels. Work conditions and physical environments affect morale, although some hold negative perceptions. Most workers feel secure, which has a positive impact on project progress. Strong relationships among coworkers enhance motivation for contributions. Recognition and appreciation for contributions further boostmotivation. Opportunities for career advancement carry significant motivational weight. The entire project team take spride in their contributions. Project progress data demonstrates a continuous upward trajectory, underscoring thecritical role of motivation in timely project completion. Understanding worker motivation is essential for efficient project management, ensuring that projects run smoothly and meet their goals within budget and schedule constraints. Abstrak Proyek konstruksi menuntut komitmen yang teguh dari para pekerja. Dalam proyek-proyek besar seperti pembangunan masjid, kemajuan yang tepat waktu menjadi sangat penting. Motivasi dalam sektor konstruksi memainkan peran penting, menentukan sejauh mana mereka bersedia mengaplikasikan keterampilan dan waktu untuk mencapai tujuan proyek. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh motivasi pekerja terhadap kemajuan proyek Masjid KRS. Temuan penelitian menekankan bahwa gaji dan manfaat tambahan memiliki dampak positif terhadap tingkat motivasi. Kondisi kerja dan lingkungan fisik memengaruhi semangat, meskipun beberapa pekerja memiliki pandangan negatif. Sebagian besar pekerja merasa aman, yang berdampak positif pada kemajuan proyek. Hubungan yang kuat di antara rekan kerja meningkatkan motivasi untuk berkontribusi. Pengakuan dan apresiasi atas kontribusi lebih lanjut meningkatkan motivasi. Peluang untuk kemajuan karier memiliki bobot motivasi yang signifikan. Seluruh tim proyek dengan bangga merasa memiliki kontribusi besar. Data kemajuan proyek menunjukkan tren positif yang berkelanjutan, menggarisbawahi peran krusial motivasi dalam penyelesaian proyek tepat waktu. Memahami motivasi pekerja adalah kunci untuk manajemen proyek yang efisien, memastikan bahwa proyek berjalan lancar dan mencapai tujuannya dalam batas anggaran dan jadwal yang ditetapkan.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS JAM KERJA LEMBUR DAN JAM KERJA NORMAL PADA PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA HAJI PONTIANAK Kunjono Putra, Kevin Andrea; Lusiana, Lusiana; Rafie
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.26607

Abstract

In construction projects, unexpected plan changes often necessitate acceleration through the addition of overtime work hours. This study examines productivity comparisons between regular and overtime work hours using the work sampling method with direct field observations. For floor slab reinforcement, the productivity during regular work hours for skilled workers was 45.79 kg/hour/person, while during overtime, it increased to 74.06 kg/hour/person. On average, skilled worker productivity during overtime was 65% higher. Assistant workers exhibited a regular work hour productivity of 30.60 kg/hour/person and 48.56 kg/hour/person during overtime, resulting in a 64% average productivity increase during overtime. During lightweight brick wall installation, skilled workers achieved a regular work hour productivity of 1.41 m²/hour/person, which increased to 1.78 m²/hour/person during overtime, reflecting a 32% average productivity increase. Assistant workers displayed a regular work hour productivity of 1.37 m²/hour/person and 1.61 m²/hour/person during overtime, with an average productivity increase of 22% during overtime. T-tests indicate significant differences in skilled and assistant worker productivity for floor slab reinforcement and significant differences for skilled worker productivity during lightweight brick wall installation. No significant productivity differences were found for other job positions. Abstrak  Dalam proyek, terdapat kemungkinan perubahan rencana tak terduga sehingga mendorong perlunya percepatan melalui penambahan jam kerja lembur. Penelitian ini menganalisis perbandingan produktivitas antara jam kerja normal dan lembur menggunakan metode work sampling dengan pengamatan secara langsung di lapangan. Pada pembesian pelat lantai, produktivitas jam kerja normal tukang, adalah 45,79 kg/jam/orang dan 74,06 kg/jam/orang pada jam kerja lembur, rata-rata perbandingan produktivitas tukang adalah 65% lebih tinggi pada jam kerja lembur. Untuk pembantu tukang, produktivitas jam kerja normal adalah 30,60 kg/jam/orang dan 48,56 kg/jam/orang pada jam kerja lembur, rata-rata perbandingan produktivitasnya adalah 64% lebih tinggi pada jam kerja lembur. Pada pemasangan dinding bata ringan, produktivitas jam kerja normal tukang, adalah 1,41 m2/jam/orang dan 1,78 m2/jam/orang pada jam kerja lembur, rata-rata perbandingan produktivitas tukang adalah 32% lebih tinggi pada jam kerja lembur. Untuk pembantu tukang, produktivitas jam kerja normal adalah 1,37 m2/jam/orang dan 1,61 m2/jam/orang pada jam kerja lembur, rata-rata perbandingan produktivitasnya adalah 22% lebih tinggi pada jam kerja lembur. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada nilai produktivitas tukang dan pembantu tukang pada pekerjaan pembesian pelat lantai. Serta terdapat perbedaan signifikan nilai produktivitas tukang pada pekerjaan pemasangan dinding bata ringan. Pada posisi pekerjaan lainnya tidak ada perbedaan produktivitas yang signifikan.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGADAAN MATERIAL PADA STASIUN X Wahono, Dimas; Prabowo, Andy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26609

Abstract

This research aims to analyze the factors contributing to material procurement delays in the construction project of Station X. Delays in material procurement can have serious implications for project progress and budgets. Therefore, a profound understanding of the factors influencing these delays is crucial for enhancing construction project efficiency. This study employs factor analysis to evaluate historical data on material procurement in previous projects. The analyzed data include sudden order changes, material re-deliveries, and shifts in material requirements. The results of the factor analysis indicate that the most dominant factor influencing the risk of delays is "sudden order changes," signifying that effective change management is key to mitigating delays. The findings of this research have significant implications for construction practitioners and project managers in identifying and addressing material procurement delay risks. Recommended preventive measures include the development of sound procedures for managing order changes, improved communication, and more vigilant oversight of changes within projects. This research can serve as a vital foundation for construction project stakeholders to optimize material procurement management and reduce delay risks in similar projects in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan pengadaan material pada proyek pembangunan Stasiun X. Keterlambatan dalam pengadaan material dapat memiliki dampak serius pada kemajuan proyek dan anggaran. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan ini menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor untuk mengevaluasi data historis pengadaan material pada proyek-proyek sebelumnya. Data yang dianalisis mencakup perubahan pesanan, pengiriman ulang material, dan perubahan kebutuhan material. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi risiko keterlambatan adalah "perubahan pesanan yang tiba-tiba," yang mengindikasikan bahwa manajemen perubahan yang efektif adalah kunci untuk mengurangi risiko keterlambatan. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi praktisi konstruksi dan manajer proyek dalam mengidentifikasi dan mengatasi risiko keterlambatan pengadaan material. Langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan termasuk pengembangan prosedur yang baik untuk mengelola perubahan pesanan, peningkatan komunikasi, dan pengawasan yang lebih teliti terhadap perubahan dalam proyek. Penelitian ini dapat menjadi landasan penting bagi pemangku kepentingan proyek konstruksi untuk mengoptimalkan manajemen pengadaan material dan mengurangi risiko keterlambatan dalam proyek-proyek serupa di masa depan.
ANALISIS NILAI WASTE KERAMIK PADA PROYEK X Mathew, Kevin; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26610

Abstract

Construction projects often produce values, in the construction field can be interpreted as a loss or a loss of material resources, time, and capital, which is caused by activities that cost money, directly or indirectly, but does not add value to end product for users of construction services. The values produced in the form of materials, quality, time, and costs. In this research, will be examined ceramic, where ceramics often have a significant effect and can influence project costs. Therefore, this research aims to optimize the value of ceramic on project x to optimize costs to reduce its value. The method that will be used in this research is the method of observation, interviews, and analysis of calculations through working drawings, calculations that will be carried out using 2 methods to determine the difference of values so that the value that is expected to be the optimum value for use. This optimization value is very important because the project location is outside Java, and the material supply is on the island of Java so that it can reduce material delivery costs which are quite expensive and can affect the project budget. Keywords: residual value; building project; level of residual value; residual value of ceramics Abstrak Proyek konstruksi serinng kali menghasilkan nilai waste, nilai waste yang di hasilkan dapat berupa waste material,mutu,waktu,hingga biaya. Namun pada penelitian ini nilai waste yang akan di teliti adalah waste keramik dimana keramik seringkali memberikan efek signifikan dan dapat mempengaruhi biaya proyek, oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan nilai waste keramik pada proyek x agar dapat mengoptimalkan biaya pada proyek hingga berkurang nya nilai waste keramik yang mempunyai dampak negative pada lingkungan sekitar proyek.metode yang akan di gunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan pada lapangan, wawancara,serta Analisis perhitungan melalui gambar kerja, perhitungan yang akan dilakukan dengan 2 metode yang berbeda untuk mengetahui perbandingan nilai waste sehingga didapatkan nilai yang diharapkan menjadi nilai optimum untuk penggunaan waste. Nilai optimasi ini sangat penting dilakukan dikarankan lokasi proyek yang berada diluar pulau jawa dan supply material berada dipulau jawa sehingga dapat mengurangi biaya pengiriman material yang cukup mahal dan dapat mempengaruhi anggaran proyek
PENGARUH TANGGA SCAFFOLDING PROYEK TERHADAP WAKTU PENGERJAAN PLESTER DAN ACIAN Prameswara, Caesar Dasha; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26623

Abstract

The impact of scaffolding stairs on a project regarding the time required for plastering and painting can be highly significant. Scaffolding, a framework that provides a platform for workers to access elevated or hard-to-reach areas, is commonly used in construction to ensure safe and effective access to various levels of a structure. The research aims to understand the effects of using scaffolding on the time required for plastering and painting tasks. Through this study, an analysis of the usage of scaffolding in plastering and painting work can be identified. The research also considers the importance of proper planning and management in the use of scaffolding to achieve optimal results, thereby positively influencing the entire construction project by enabling the provision of infrastructure to expedite the working time. Abstrak Pengaruh tangga scaffolding pada proyek terhadap waktu pengerjaan plester dan acian dapat sangat signifikan. Scaffolding, atau kerangka kerja yang menyediakan platform untuk pekerja memasuki area tertinggi atau sulit dijangkau, sering digunakan dalam konstruksi untuk memberikan akses yang aman dan efektif ke berbagai tingkat suatu struktur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan tangga scaffolding pada terhadap waktu pengerjaan plester dan acian. Dengan adanya penelitian ini dapat diketahui analisa dari penggunaan tangga scaffolding pada pengerjaan plesteran dan acian. Penelitian ini juga memikirkan pentingnya perencanaan dan pengelolaan yang tepat dalam penggunaan tangga scaffolding untuk mencapai hasil yang maksimal, serta memberikan dampak yang positif pada seluruh pekerjaan konstruksi dengan memungkinkan proyek menyediakan infrastruktur untuk mempercepat waktu pengerjaan.