cover
Contact Name
Iskandar Musa
Contact Email
-
Phone
+627654300443
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
ISSN : -     EISSN : 27157113     DOI : -
Core Subject :
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGOLAHAN DIMSUM CUMI (Loligo sp.) DENGAN PENGGUNAAN KONSENTRASI KECAP ASIN YANG BERBEDA Basri Basri; Kurnia Sada Harahap; Andiki Yelofeva
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9879

Abstract

Cumi-cumi adalah produk kelautan yang banyak tersedia di perairan Indonesia. Beberapa cumi diproses. Cumi-cumi adalah jenis chepaloda yang dikenal di dunia perdagangan selain sotong dan gurita. Proses pembuatan dimsum dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, mulai dari tahap penyiasan, pencucian, penggilingan, pencampuran rempah-rempah, menekan, mengukus, dan akhirnya tahap pengemasan dan pelabelan. terlalu mencurigakan, tekstur elastis dan rasa yang tidak hambar atau asin. Formulasi terbaik dari 3 perawatan dalam membuat dim sum adalah perawatan kedua, dengan kode sampel K.2, yaitu penambahan kecap 6% dan 12%, hal ini dibuktikan dengan uji hedonik oleh 30 panelis yang lebih memilih rasa, warna, rasa dan tekstur produk Dimsum perawatan ke-2 menggunakan modal Rp. 98.000 dalam 500 g dapat menghasilkan 18 cangkir dengan jumlah Dim Sum 126. Laba yang diperoleh sebesar Rp 28.000, analisis R/C 3,85.
PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN AZOLLA YANG DIFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI DESA RIKIT BUR KECAMATAN BUKIT TUSAM Ilhamdi Ilhamdi; Kurnia Sada Harahap
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan tentang pengertian dan keunggulan tanaman azolla pada masyarakat dan mengetahui penggunaan tanaman azolla yang difermentasi terhadap pertumbuhan ikan nila.Proses fermentasi tanaman azolla dan beberapa campuran bahan lain seperti pupuk organik, jerami padi, dedak dan EM4. dan penelitian ini dilakukan selama 56 hari. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu tanaman azolla yang difermentasi (P1) 0 % tanpa campuran bahan lain (kontrol), (P2) tanaman azolla yang difermentasi 45 %, (P2) tanaman azolla yang difermentasi 35 %, dan (P3) tanaman azolla yang difermentasi 20 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Paramater yang diamati adalah pertumbuhan mutlak benih ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antar perlakuan diperoleh rata-rata pertumbuhan mutlak ikan nila dengan signifikasi (P<0,05). Media fermentasi P0 meningkatkan pertumbuhan mutlak ikan nila 32,598 gram, P1 meningkatkan pertumbuhan mutlak ikan nila 32,386 gram, P2 meningkatkan pertumbuhan mutlak ikan nila 33,880, dan P3 pertumbuhan mutlak ikan nila 32,650 gram. Artinya bahwa tanaman azolla yang difermentasi dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila sebesar 35 %. Kemudian dengan Uji Analisis Variansi (ANOVA) menghasilkan Fhitung 1,00 lebih kecil dari Ftabel 4,07 pada taraf 5 %, maka H1 di tolak. Jadi penggunaan tanaman azolla yang difermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan nila di Desa Rikit Bur Kecamatan Bukit Tusam. Artinya bahwa penggunaan tanaman azolla yang difermentasi belum dapat memenuhi kebutuhan harian ikan nila dalam jangka waktu 56 hari.
STUDI KESESUAIAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI KAMPUNG LAUK KABUPATEN BANDUNG Perdana Putra Kelana; Ujang Subhan; Ibnu Bangkit Biosina Suryadi; Rangga Bayu Kusuma Haris
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9887

Abstract

Kampung lauk in Bandung district is one of the efforts to increase the production of catfish (Clarias gariepinus). The purpose of this study was to determine the suitability of water quality for catfish cultivation in Bandung district. The Method used in this study was a survey method with purposive sampling technique to determine the point of observation and water sampling. This study was carried out in 3 stations which were potential locations for the lauk village with 2 sampling points at each station. Parameters observed were temperature, dissolved oxygen, pH and ammonia in accordance with the parameters listed in SNI 01-6484.5: 2002 Catfish (Clarias gariepinus) Rearing Class. Based on observations, the average value of all parameters at all stations is in accordance with SNI 01-6484.5: 2002, except for pH at station 2. Based on this, stations 1 and 3 are suitable for catfish cultivation, station 2 is not suitable.
Frontmetter Aurelia Journal Yaser Krisnafi
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10622

Abstract

PENERAPAN GMP DAN SSOP PADA PENGALENGAN IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) DALAM MINYAK NABATI Al Acthur IW Lapene; Yuliati Hotmauli Sipahutar; Ahadin FF Ma’roef
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10281

Abstract

GMP adalah pedoman persyaratan dan tata cara berproduksi yang baik bagi suatu unit pengolahan ikan, memastikan mutu produk dan menjamin tingkat dasar pengendalian keamanan pangan. SSOP merupakan pedoman persyaratan operasi sanitasi di unit pengolahan ikan,  untuk menjamin bahwa prosedur dan proses sanitasi dilakukan secara efisien mengendalikan bahaya keamanan pangan yang umum dijumpai dilingkungan pengolahan dan operasi. Penelitian bertujuan  untuk  mengetahui  penerapan Good  Manufacturing Practices  dan Sanitation Standard Operating Prosedure  pada tahapan produksi pengalengan ikan Lemuru (Sardinella longiceps)  dalam minyak nabati. Penelitian  ini  menggunakan  metode  survey, wawancara, observasi, dokumentasi, serta partisipasi langsung  dalam  kegiatan  proses pengalengan ikan Lemuru.  Penerapan GMP pada tahapan produksi meliputi: Penerimaan bahan baku; pengguntingan (potong  kepala dan  ekor); pencucian  bahan baku ikan lemuru;  pelepasan karton, thawing (pelelehan), penyiangan, pencucian, pencucian kaleng kosong, pengisian dalam kaleng, preccooking (pemasakan pendahuluan), penirisan, pengisian media, penutupan kaleng, pencucian kaleng, sterilisasi, pendinginan, pengkodean, inkubasi, pengepakan, penyimpanan, pengiriman. Penerapan SSOP meliputi : keamanan air dan es, peralatan dan pakaian kerja dan pencegahan kontaminasi silang, toilet dan tempat cuci tangan,bahan kimia dan saniter, syarat label dan penyimpanan, kesehatan karyawan dan pengendalian pest. Penerapan GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik untuk mengurangi kontaminasi produk akhir dan telah sesuai dengan standard prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN DESA MANDIRI KABUPATEN PULAU MOROTAI Sandra Hi Muhammad; Djainudin Alwi; Mahrudin Fang
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10513

Abstract

Lamun merupakan salah-satu ekosistem yang sangat tinggi produktivitas organiknya, lamun juga memiliki manfaat secara ekonomi dan ekologis.  Fungsi lamun tidak banyak dipahami, banyak padang lamun yang rusak oleh berbagai aktivitas manusia terutama penangkapan ikan, pengerukan, penambangan pasir dan sebagainya. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dirasa masih kurang untuk dijadikan sebagai rujukan untuk menggambarkan potensi sumberdaya lamun di Kabupaten Pulau Morotai. Olehnya itu perlu  kiranya dilakukan penelitian ini sebagai tambahan informasi dan data potensi bagi pengelolaan sumberdaya alam pesisir dan laut terutama ekosistem  lamun secara berkelanjutan terutama dari aspek ekologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman jenis lamun. Penelitian ini dilaksanakan di perairan desa Mandiri Kabupaten Pulau Morotai dimulai pada bulan Januari-Februari 2021 menggunakan metode transek kuadrat. Analisis data indeks ekologi meliputi; komposisi jenis dan indeks keanekareagaman (Shannon-Winner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis lamun paling tinggi persentasenya yaitu Cymodocea rotundata ditemukan disemua stasiun yaitu stasiun I sebesar (94%), stasiun II (84 %) dan stasiun III (72%). Indeks keanekaragaman jenis (H') lamun yang ditemukan pada stasiun I yaitu (0,22), stasiun II (0,58), dan stasiun III yaitu (0,59) menunjukan bahwa nilai indeks keanekaragaman lamun di lokasi penelitian termasuk kategori rendah.
Backmatter Aurelia Journal Yaser Krisnafi
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10623

Abstract

ANALISA PENGGUNAAN GAWAI PENGAMAN DAN KABEL PENGHANTAR PADA INSTALASI LISTRIK PADA KAPAL PERIKANAN (STUDI KASUS: KM. PULAU PINANG) Bobby Demeianto; Hafiz Ziddin; Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10329

Abstract

Kapal perikanan Purse Seine dilengkapi dengan sistem kelistrikan yang dapat di asumsikan penggunaanya terbanyak pada beban lampu Halogen atau lampu yang di fungiskan sebagai pemikat ikan dari jam pengoperasian 18:00 sampai dengan 05:00. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perhitungan nilai kapasitas penggunaan gawai pengaman dan KHA kabel pada sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang. Selanjutnya, menentukan Evaluasi Instalasi Listrik pada kapasitas penggunaan gawai pengaman dan kesesuaian KHA kabel pada sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang. Peninjauan langsung di lapangan dengan cara pengukuran nilai tegangan, daya, dan arus listrik di KM. Pulau Pinang dan mengetahui komponen komponen pada sistem kelistrikan sehingga alur sistem kelistrikan dapat di gambarkan ke bentuk Single Line diagram, hal ini merupakan metode penelitian. Nilai daya tertinggi pada Motor pompa. Kondisi penggunaan kapasitas gawai pengaman listrik pada satu alur penggunaan gawai pengaman listrik pada beban lampu Halogen yaitu 20 Ampere. sedangkan dari perhitungan PUIL di anjurkan dengan kapasitas 10 Ampere. Namun, pada ukuran KHA kabel seluruh sistem kelistrikan di KM. Pulau Pinang di kategorikan sesuai.
PERSEPSI ABK KAPAL PURSE SEINE KM. SINAR BAYU UTAMA PADA PENERAPAN K3 DI PT. HASIL LAUT SEJATI KOTA BATAM Suci Asrina Ikhsan; Ryan Hidayat; Ratih Purnama Sari; Sri Yenica Roza; Muhammad Nur Arkham
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10514

Abstract

Persepsi awak kapal untuk mencegah kecelakaan memerlukan perhatian lebih serius melalui pengaturan minimum pengetahuan dan keterampilan awak kapal penangkap ikan, standar kapal penangkap ikan, standar alat tangkap ikan, standar pengawakan kapal penangkap ikan, dan standar ketenagakerjaan kapal penangkap ikan. Sistem pembagian kerja kapal perlu adanya proses untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensinya. Kerja sama yang diperlukan dalam pengoperasian alat tangkap purse seine ditentukan dengan adanya pembagian tugas masing-masing berdasarkan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Maka dari itu perlu adanya persepsi ABK terhadap penerapan K3 di atas kapal untuk mencegah kecelakaan saat bekerja. Struktur organisasi di atas kapal KM. Sinar Bayu Utama terdiri dari nakhoda, kkm, kepala kerja 1, kepala kerja 2, kepala kerja 3, wakil kepala kamar mesin, dan abk kapal. Persepsi abk kapal KM. Sinar Bayu Utama meliputi tentang prosedur kerja, alat- alat keselamatan, dan penerapan kerja.
ANALISA EFISIENSI PENGGUNAAN MESIN LISTRIK KAPAL PENANGKAP IKAN STUDI KASUS PADA KM. PULAU PINANG Hafiz Ziddin; Bobby Demeianto; Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10343

Abstract

Energi listrik kapal perikanan Pukat Cincin di hasilkan dari Generator Set. Dimana, Kebutuhan daya beban listrik yang berhubungan dengan kapasitas dari Generator harus memiliki nilai efisiensi dari 78% atau sampai dengan 100%. Bertujuan agar tidak terjadi kerugian secara ekonomis. Serta peninjauan kecepatan putaran mesin penggerak Generator yang harus sesuai.  Maka dari itu, penelitian ini dalam Perhitungan nilai efisiensi penggunaan Generator dan Putaran mesin penggerak Generator. Selanjutnya, menentukan Evaluasi nilai efisiensi penggunaan Generator  di KM. Pulau Pinang. Peninjauan langsung di lapangan dengan cara pengukuran nilai tegangan, daya, dan arus listrik di KM. Pulau Pinang hal ini merupakan metode penelitian. Nilai daya tertinggi pada Motor pompa. Pemakaian daya listrik secara keseluruhan permasing masing unit nilai tertinggi terdapat pada lampu Halogen. Nilai teganagan 3 fasa dan arus listrik nilai rata rata terendah dan tertinggi adalah 310,33 Volt 11,33 A dan 316,33 Volt 23,47 A, dan kecepatan putaran mesin penggerak Generator yaitu 1.121,5 rpm.  Selanjutnya, Nilai efisiensi daya aktif terhitung adalah 42,142%, di rekomendasikan kapasitas Generator 30 kVA. Rpm pengoperasian mesin listrik  di simpulkan lebih kecil dari rpm spesifikasi mesin penggerak generator. Dengan catatan rpm mesin penggerak generator tidak melebihi spesifikasi rpm generator (2.800 rpm ≤ 1.500 rpm)

Page 5 of 18 | Total Record : 180