cover
Contact Name
Iskandar Musa
Contact Email
-
Phone
+627654300443
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
ISSN : -     EISSN : 27157113     DOI : -
Core Subject :
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGGUNAAN MESIN INDUK PADA ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI KM. SURYA JAYA Boby Wisely Ziliwu; Iskandar Musa; Roma Yuli F Hutapea; Hafiz Ziddin
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9201

Abstract

Mesin yang digunakan di kapal KM. Surya Jaya baik mesin induk maupun mesin penggerak motor adalah jenis mesin diesel. Mesin Diesel merupakan motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendri (Internal Combustion engine) dan pembakaran terjadi karena udara murni dimampatkan (dikompresi) dalam suatu ruang bakar (silinder) sehingga diperoleh udara bertekanan tinggi serta panas yang tinggi, bersamaan dengan itu disemprotkan / dikabutkan bahan bakar sehinga terjadiah pembakaran. Perbedaan antara mesin penggerak utama menggunakan jumllah silinder V-8 dan mesin penggerak generator menggunakan jumlah silinder 6. Dan antara mesin penggerak utama dan mesin penggerak generator memiliki sistem pendingin yang sama yaitu sistem pendingin terbuka, memiliki sistem bahan bakar yang sama dialiri dengan bahan bakar solar dari tangki yang sama dan penyaring minyak yang sama. Mesin induk dapat digunakan untuk menggerakan tenaga listrik untuk penerangan dalam aktifitas pengoperasian alat tangkap purse seine.
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) DAN SANITASION STANDARD OPERATION PROCEDURES (SSOP) PADA PENGOLAHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) KUPAS MENTAH BEKU Peeled Deveined (PD) Abrar Hafina; Yuliati H Sipahutar; Arpan N Siregar
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9755

Abstract

Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu produk perikanan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Produk ini memiliki faktor penentu sebagai komoditas ekspor dalam perdagangan internasional. Untuk itu, diperlukan proses penanganan yang baik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GMP dan SSOP pada proses pengolahan udang kupas mentah beku (peeled deveined). Metode dilakukan dengan observasi dan survei, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses penerapan persyaratan kelayakan dasar (GMP, SSOP), mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, dengan melakukan pengujian terhadap  mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik), pengamatan penerapan rantai dingin, rendemen, dan produktivitas tenaga kerja.  Analisa data dilakukan dengan  deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kelayakan dasar GMP dan SSOP sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI No. 3457-2014 tentang udang kupas mentah beku.  Hasil pengujian mutu organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 8, uji mikrobiologi berkisar 9 x 103 kol/gr  - 2,5 x 103 kol/gr dan not detected  untuk hasil uji antibiotik,  sesuai dengan SNI. Penerapan rantai dingin telah dilakukan dengan baik dengan suhu udang bahan baku 3º C. Rendemen  pada potong kepala dengan dan pengupasan kulit rata-rata 69,8 % dan 81,1 %  sesuai dengan standar perusahaan. Produktivitas pada proses pemotongan kepala dan pengupasan adalah   37,1  dan 7,75 kg/jam/orang, sesuai dengan standar perusahaan.
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) TUNA (Thunnus sp.) LOIN BEKU DI PT. TRIDAYA ERAMINA BAHARI Nirmala Efri Hasibuan; Aulia Azka; Anisa Rohaini
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9491

Abstract

PT. Tridaya Eramina Bahari adalah salah satu perusahaan perikanan produsen tuna loin beku di Jakarta. Standar yang ditetapkan untuk menjamin sistem keamanan pangan yaitu HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) harus dipenuhi oleh perusahaan untuk menjamin mutu produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan HACCP pada pengolahan tuna loin beku di PT. Tridaya Eramina Bahari. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode yang digunakan yaitu metode survei dengan menggunakan kuisioner dari responden. Berdasarkan 12 langkah penerapan HACCP di PT. Tridaya Eramina Bahari  meliputi pembentukan tim HACCP, deskripsi produk, identifikasi penggunaan, penyusunan diagram alir proses, pemeriksaan diagram alir proses, analisa bahaya, penetapan Critical Control Point (CCP), penetapan batas kritis, penetapan prosedur monitoring, tindakan koreksi, tindakan verifikasi, serta penetapan dan dokumentasi sudah diterapkan, namun ada tiga tahapan proses yang perlu ditingkatkan keamanan pangannya. Hasil evaluasi penerapan HACCP di PT. Tridaya Eramina Bahari menunjukkan bahwa CCP yaitu pada tahap penerimaan bahan baku, pengemasan dan pelabelan, serta pendeteksian logam.
TOTAL PLATE NUMBERS TEST (ALT) ON BOILED MACKAREL TUNA (Euthynnus affinis) TO THE DIFFERENT BOILING TIME WITH THE POUR PLATE METHOD Apri Mujiyanti; Nirmala Efri Hasibuan; Bayythi Jaynaythi
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9898

Abstract

Pindang mackarel tuna/ boiled mackarel tuna (Euthynnus affinis) is a traditional fishery product that contains nutrients in the form of protein, fat, vitamins and minerals needed by the body, but on the other hand it is easy to quality deterioration, this is because it have high protein content with amino acid content. which is used for the metabolism of microorganisms and the production of ammonia. To identify the quality of fish, microbiological testing can be carried out in the laboratory, namely by testing the Total Plate Number (ALT). This test is a quality parameter in fishery products. The method used in the ALT test is the pour plate method with boiling time treatment of 1 hour, 2 hours, and 3 hours. The results of the total microbial analysis of boiled mackarel tuna at 3 hours boiling time obtained ALT value of 0.047 x 103 CFU / gram, this shows that the boiling time will be inversely proportional to the number of microbes contained in boiled mackarel tuna.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP SONDONG YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KOTA DUMAI, RIAU Tyas Dita Pramesthy; Roma Yuli F Hutapea
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9878

Abstract

Kota Dumai merupakan wilayah pesisir yang terletak di Provinsi Riau yang memiliki peran besar dalam memajukan sektor perikanan laut. Masyarakat pesisir kota Dumai rata-rata memiliki pekerjaan sebagai nelayan. Alat tangkap sondong merupakan salah satu alat tangkap dominan yang digunakan oleh nelayan di kota Dumai. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan sondong yang didaratkan di PPI Kota Dumai. Penelitian dilakukan pada Bulan Agustus 2020 bertempat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan survey lapang (observasi) dan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara kepada nelayan, hasil tangkapan utama alat tangkap sondong adalah udang putih (Pennaeus sp.), sedangkan hasil tangkapan sampingan dari alat tangkap sondong adalah Ikan sebelah (Psettodes sp.), Rajungan (Scylla sp.), udang mantis (Squilla sp.), Ikan Lidah (Cynoglossus sp.), Ikan Gulamah (Otolithoides sp.), Ikan buntal (Tetraodon sp.), dan Belut laut (Macrotema sp.). Biota hasil tangkapan sondong yang didaratkan di PPI Kota Dumai antara lain: Udang Putih, Rajungan, dan Ikan hasil tangkapan sampingan seperti Ikan Lidah dan Ikan sebelah.
UJI HEDONIK: PENGKAYAAN NUTRISI DARI COOKIES COKLAT TEPUNG MANGROVE (Avicennia officinalis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH, TEPUNG WIJEN, DAN TEPUNG HATI AYAM Kurnia Sada Harahap; Sumartini Sumartini; Apri Mujiyanti
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9393

Abstract

Cookies adalah makanan ringan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat karena rasanya yang manis dan teksturnya yang crunchy. Penambahan variasi tepung kacang merah, tepung wijen, dan tepung hati ayam  dapat meningkatkan kandungan zat besi dan kalsium pada Cookies. Selain itu, penambahan tepung buah mangrove api-api  dapat dijadikan alternatif pengganti tepung terigu, karena mengandung kadar karbohidrat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi.  Walaupun subtitusi berbagai jenis tepung tersebut memiliki manfaat dalam konten zat gizi, namun masih terdapat beberapa kendala seperti karakteristik tepung mangrove yang kasar dan aroma yang kurang disukai dari tepung hati ayam membuat Cookies coklat kurang disukai panelis. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mencari komposisi terbaik dari tepung mangrove  komposisi dari tepung sub tersebut Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dalam pembuatan Cookies coklat tepung buah mangrove api-api dan pengaruhnya terhadap tingkat penerimaan panelis dengan pengujian hedonik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4  formulasi perlakuan yaitu perlakuan A ( 40% Tepung Mangrove, 20% Tepung Mocaf, 20 % Tepung Kacang merah,10%Tepung Hati ayam dan 10% Tepung wijen ) ,B( 50% Tepung Mangrove, 20%Tepung Mocaf, 10 %  Tepung Kacang merah, 15% Tepung Hati ayam dan 5 % Tepung wijen ) ,  C ( 60% Tepung Mangrove,  20% Tepung Mocaf, 5 % Tepung Kacang merah, 10%  Tepung  Hati ayam dan 5% Tepung wijen ) dan D( 100 % Tepung Terigu) sebagai kontrol. Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan diuji dengan uji normalitas, uji homogenitas, dilanjutkan dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur dan pengujian bersih. Sedangkan perlakuan uji panelis  terbaik yaitu formula  dilihat dari tekstur , rasa, warna, dan aroma.
PENERAPAN TEKNOLOGI UNDERWATER AKUSTIK (FISH FINDER) TERHADAP POLA DISTRIBUSI VERTIKAL IKAN DI BAGAN PERAHU DESA PILOWO KABUPATEN PULAU MOROTAI Djainudin Alwi; Nurafni Nurafni; Titien Sofiati; M. Jihar Kodobo
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9893

Abstract

Penggunaan teknologi akustik bawah air (Underwater Acoustic) khususnya fish finder belum banyak diterapkan terutama oleh nelayan dalam membantu mendeteksi keberadaan ikan. Penggunaan instrumen akustik pada bagan perahu dapat digunakan untuk mengetahui waktu kedatangan ikan pada bagan dan pola distribusi baik secara vertikal. Efektivitas dan intensitas pengoperasian waktu kedatangan ikan pada alat tangkap bagan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pola distribusi vertikal ikan pada areal bagan perahu berdasarkan umur bulan. Penelitian ini dilakukan diperairan  desa Pilowo Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai pada bulan Januari 2021. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode Eksperimental fishing. Data yang diperoleh di analisis secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk grafik/gambar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan fish finder pada pengoperasian alat tangkap bagan cukup efektif untuk membantu nelayan dalam mendekteksi gerombolan ikan dikolom perairan. Pola distribusi vertikal ikan dengan menggunakan teknologi fish finder  pada alat tangkap bagan terlihat bervariasi sesuai fase umur bulan, waktu pengamatan, parameter lingkungan  dan kedalaman perairan
ANALISA PEMBEBANAN PADA GENERATOR LISTRIK KAPAL PENANGKAP IKAN STUDI KASUS PADA KM. MARADONA Bobby Demeianto; Riki Peri Ramadani; Iskandar Musa; Yuniar Endri Priharanto
Aurelia Journal Vol 2, No 1 (2020): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i1.9425

Abstract

Efficiency value is a measure that can inform us that a machine that operates can be said to be efficient or not. This study aims to find the efficiency value of the electric generator on the fishing vessel KM. Maradona. In addition, this study also aims to find the average percentage value of electric current on each phase of the generator and also to find the average value of the percentage imbalance of load sharing in three-phase electrical installations in KM. Maradona. From the calculation, it is found that the percentage of imbalance of three-phase electrical installations KM. Maradona when the generator operates can reach 31.11%. From the calculation, it is also found that the average percentage load on the electric generator of KM. Maradona maximum value is 22.35% with an average current value of 25.50 Ampere. Directly proportional to the maximum average current value, the maximum electrical power value of KM. Maradona is only at 16.80 kVA with an efficiency value of 22.40%.
PENGARUH PENAMBAHAN MASERAT DAUN MANGROVE (Avicennia marina) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA IKAN LAYANG BENGGOL (Decapterus russelli) SELAMA PENYIMPANAN Sumartini Sumartini; Putri Wening Ratrinia; Rekha Andini
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9899

Abstract

Mangrove Avicennia marina mengandung senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada ikan, salah satunya ikan Layang Benggol (Decapterus russelli). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari perlakuan konsentrasi maserat 15%, 20%, 25%) dan tiga kondisi penyimpanan yaitu suhu ruang (23º-27ºC), suhu dingin (10ºC), suhu beku (0ºC) selama 24 jam dengan tiga kali ulangan. Jumlah kadar air dianalisis dengan ANOVA dan uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan suhu penyimpanan dan pengaruh tidak signifikan pada perlakuan konsentrasi maserat terhadap kadar air pada proses kemunduran mutu ikan layang benggol. Perlakuan dengan kesegaran terbaik terdapat pada penyimpanan suhu beku dengan konsentrasi maserat 25% yang menunjukkan nilai kadar air adalah 76,73%. Sedangkan pada pengujian E coli, perlakuan suhu dingin dan suhu beku pada semua konsentrasi maserat menunjukkan bahwa kandungan E coli pada ikan layang negatif. (KATA KUNCI: Antibakteri, Avicennia marina, Decapterus russelli)
PERAWATAN DAN PENGOPERASIAN SISTEM PENDINGIN (HEAT EXCHANGER) PADA MESIN INDUK KAPAL KM. SIDO MULYO SANTOSO DI PPN SIBOLGA Boby Wisely Ziliwu; Iskandar Musa; Yuniar Endri Priharanto; Tono Tono
Aurelia Journal Vol 2, No 2 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v2i2.9533

Abstract

Sistem pendingin dilengkapi dalam  mesin untuk pendingin dan mencegah terjadinya panas yang berlebihan, sistem pendingin disamping bertujuan untuk mencegah  keadaan tersebut, diperlukan untuk mengatur dan mempertahankan suhu temperatur yang tetap dalam  mesin beroperasi dengan cara mengalirkan media pendingin untuk bagian-bagian mesin yang hendak didinginkan, sistem pendingin juga harus diperhatikan agar mesin dapat beroperasi dengan baik, salah satu komponen sistem pendingin adalah alat penukar kalor (heat exchanger) mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang kinerja sistem pendingin. Heat exchanger adalah suatu alat yang dimana terjadi aliran perpindahan panas diantara dua fluida atau lebih pada temperatur yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal KM. Sido Mulyo Santoso Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Sistem pendingin yang digunakan pada kapal KM. Sido Mulyo Santoso yaitu sistem pendingin tidak langsung, dimana sistem tidak langsung ini air laut dihisap menggunakan pompa sentrifugal kemudian air laut tersebut kemudian dihisap oleh pompa air tawar untuk dialirkan ke komponen mesin induk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana melakukan perawatan dan pengoperasian sistem pendingin pada mesin induk yang ada di atas kapal KM. Sido Mulyo Santoso. Perawatan yang dilakukan ada 2 cara kerja, yaitu perawatan bulanan dan perawatan tak terduga

Page 3 of 18 | Total Record : 180