cover
Contact Name
Iskandar Musa
Contact Email
-
Phone
+627654300443
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
ISSN : -     EISSN : 27157113     DOI : -
Core Subject :
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
ISOLASI KAPANG KONTAMINAN PADA IKAN ASIN YANG DIJUAL DI MOROTAI SELATAN, PULAU MOROTAI Jufri Anto Aris; Rinto M Nur; Asy’ari Asy’ari; Ningsi Saibi
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10515

Abstract

Ikan asin di Kabupaten Morotai diperjualbelikan di pasar tanpa kemasan. Ikan asain hanya diikat denga tali plastik dan digantug begitu saja. Hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroba pada ikan asin, terutama kapang. Kapang kontaminan merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penurunan mutu bahan makanan dengan menyebabkan kerusakan/pembusukan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang kontaminan pada ikan asin yang dijual di Morotai Selatan Pulau Morotai. Isolasi dan identifikasi kapang dilakukan di Laboratorium FPIK, Universitas Pasifik Morotai. Media untuk pertumbuhan kapang berupa media Tauge Ekstrak Agar (TEA). Isolasi kapang dari ikan asin dilakukan dengan metode pengenceran seri dan penanaman secara aerob (dengan teknik sebaran). Kapang yang tumbuh dipisahkan menjadi biakan murni dan dilakukan pengamatan isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian ditemukan 2 isolat kapang yaitu isolat IA.A1 dan isolat IA.C1. Isolat IA.A1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Acromonium sp. dan isolat IA.C1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Aspergillus niger.
PENGARUH ANTIOKSIDAN DAUN MANGROVE TERHADAP HASIL PENGUJIAN HEDONIK DAN FAT BLOOM PADA COKLAT BATANG SELAMA MASA SIMPAN Sumartini Sumartini; Putri Wening Ratrinia
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10370

Abstract

Coklat merupakan makanan yang terbuat dari campulan gula dan lemak yang banyak disukai masyarakat. Parameter utama yang harus diperhatikan pada pembuatan coklat batang adalah hasil pengujian hedonik atau tingkat penerimaan konsumen terhadap produk, meliputi parameter rasa, warna, kenampakan, tekstur dan aroma. Selain itu sifat fisik utama yang harus diperhatikan adalah ada dan tidaknya kemunculan fat bloom atau bercak-bercak putih pada permukaan pada permukaan coklat batang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun mangrove jenis Rhizophora apiculata (RA), Avicennia officinalis (AO), dan Avicennia marina (AM). Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penambahan ekstrak daun mangrove dari spesies yang berbeda yaitu Rhizophora apiculata, Avicennia officinalis, dan Avicennia marina, dan kontrol (tanpa penambahan serbuk daun mangrove) diulang 3 waktu. Pengujian hedonik dilakukan pada coklat dilakukan pada hari penyimpanan ke 0, 7, dan 14 pada suhu kamar. Berdasarkan hasil pengujian hedonik dan antioksidan menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak daun mangrove spesies Rhizopora apiculata (RA) merupakan perlakuan terbaik karena memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi serta uji hedonik yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu perlakuan (RA) dapat menghambat terbentuknya fat bloom dalam kurun waktu 14 hari masa simpan.
PENERAPAN TRACEABILITY PENGOLAHAN TUNA (Thunnus albacares) LOIN BEKU DI PT. BAHARI PRIMA MANUNGGAL JAKARTA BARAT Nirmala Efri Hasibuan; Kurnia Sada Harahap; Neni Septia Emzuhri
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10517

Abstract

Ikan tuna loin beku adalah salah satu produk unggulan ekspor dari PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat. Ikan tuna memiliki karakteristik pangan yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penelusuran untuk menjamin produk diterima dengan baik oleh konsumen. Traceability merupakan salah satu konsep mutu dan keamanan pangan yang disarankan untuk mendukung dan menjamin mutu produk. Sistem ketertelusuran (traceability) dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengamatan ketertelusuran eksternal dan internal yang berfungsi sebagai alat dalam merekam jejak produksi dari suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan sistem traceability pada produk tuna loin beku secara eksternal dan internal di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui partisipasi aktif, observasi, dan wawancara. Implementasi traceability di PT. Bahari Prima Manunggal Jakarta Barat menggunakan paper based system. Rekaman berupa form terdapat pada setiap tahapan proses mulai dari penerimaan bahan baku, penimbangan ikan utuh, catatan suhu harian, penimbangan loin, suhu chilling room, pemotongan loin, pemantauan pembekuan, penimbangan sebelum pengemasan, pengemasan dan pelabelan, pemeriksaan logam, suhu cold storage dan loading & stuffing. Sistem pengkodean digunakan sebagai alat pemantauan dan alat identifikasi disetiap proses produksi. Sistem pengkodean tuna loin beku terbagi dua yaitu kode alur proses dan kode produk akhir.
PENERAPAN KINCIR AIR TENAGA SURYA UNTUK TAMBAK UDANG VANNAME Harisjon Harisjon; Birham Hermansyah; Tashwir Tashwir; Raedy Anwar Subiantoro; Samsi Samsi
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10200

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan merupakan suatu keharusan saat ini. Salah satu potensi energi terbarukan di Indonesia adalah energi surya. Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Penggunaan energi matahari untuk menggerakkan aerator kincir air pada budidaya udang vaname merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketergantungan pasokan listrik dari PLN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan parameter roda saat dioperasikan tanpa beban dan dengan beban, sedangkan parameter yang diukur adalah; Tegangan listrik, arus listrik, kecepatan putaran poros dan temperatur. Dari perancangan dan pembuatan kincir air tenaga surya yang telah dilakukan didapatkan hasil; tegangan rata-rata panel PV adalah 40,57 volt, arus listrik rata-rata saat dioperasikan dengan beban adalah 8.0 C
STUDI PENGOPERASIAN PURSE SEINE DI KM. SUMBER ABADI Roma Yuli Hutapea; Ifan Nur Alwi; Ratu Sari Mardiah; Ratih Purnama Sari; Suci Asrina Ikhsan
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.10452

Abstract

Perairan Selat Malaka yang subur memiliki bermacam-macam sumber daya ikan laut diantaranya jenis-jenis udang, ikan demersal dan ikan pelagis. Sumber daya ikan di WPP 571 yang kaya akan ikan pelagis, membuat alat tangkap purse seine cocok untuk dioperasikan sekitar perairan WPP 571. Purse seine merupakan salah satu jenis alat tangkap aktif yang bersifat multi spesies, karena hasil tangkapannya lebih dari satu jenis ikan. Tujuan penelitian ini penulis ingin memahami alat bantu penangkapan purse seine dan alat navigasi di KM. Sumber Abadi dan pengoperasian di KM. Sumber Abadi. Hasil dari data yang didapat dilapangan diketahui daerah penangkapan ikan KM. Sumber Abadi di WPP 571 Selat Malaka. Pengoperasian alat tangkap purse seine secara bertahap, yaitu penurunan alat tangkap (setting) penarikan tali kerut penarikan badan jaring (hauling) penaikan hasil tangkapan (brailing), waktu yang diperlukan untuk satu kali pengoperasian adalah 2 sampai 3 jam. Alat bantu penangkapan purse seine yang ada di atas kapal KM. Sumber Abadi adalah Lampu robot, Gardan, Power block, GPS (Global Position System), Echsouder dan Radio SSB.
INTENSITAS KERJA AWAK PADA AKTIVITAS PERAWATAN SISTEM PELUMASAN MESIN INDUK KAPAL PENANGKAP IKAN (STUDI KASUS KM. SUMBER REZEKI) Henry Iskandar Madyantoro; Muhammad Fuad Afdhal; Yuniar Endri Priharanto; Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal Vol 3, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v3i1.11350

Abstract

Penerapan K3 di bidang transportasi laut merupakan indikator utama untuk mengukur keberhasilan dalam transportasi laut. Berdasarkan data yang dihimpun salah satu daerah di Indonesia terjadi 10 kasus kecelakaan kapal yang penyebab terbanyaknya adalah kegagalan mesin karena perawatannya. Tujuan dari artikel ini yaitu menentukan nilai intensitas kerja dalam seluruh aktivitas perawatan sistem pelumas yang terbagi dalam beberapa tahapan. Aktivitas dibagi menjadi beberapa level berdasarkan pengelompokan tujuan yang ingin dicapai. Identifikasi aktivitas menggunakan Hierarchical Task Analysis (HTA). Klasifikasi aktivitas dibagi menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. Kemudian menghitung Intensitas Kerja baik Total, Primer dan Sekunder. Hasilnya yaitu kegiatan perawatan sistem pelumasan memiliki 3 tahapan dimana terdiri dari 22 aktivitas yang dibagi menjadi aktivitas sekunder dan primer. Jabatan yang memiliki porsi tanggung jawab terbesar yaitu jabatan perwira mesin khusunya pada masinis 1. Sedangkan untuk intensitas kerja pada kegiatan perawatan pelumasan sistem pelumas mesin induk di KM Sumber Rezeki memiliki Intensitas Kerja Total 52 OA terdiri dari 36 OA Intensitas Kerja Primer dan 16 OA Intensitas Kerja Sekunder. Berdasarkan hasil perhitungan tahan ke 2 memiliki nilai Indeks Intensitas Kerja Primer ( Indeks IKPi) sebesar 0,527. Hal ini menjadikan tahapan ke 2 perlu di perhatikan dalam perencanaan kegiatan agar tidak menjadi potensi kegagaln kerja yang mengakibatkan kecelakaan kerja.
ANALISA FAKTOR BEBAN TENAGA LISTRIK PADA KAPAL PERIKANAN KM. SUMBER MANDIRI Bobby Demeianto; Abdul Wahab; Juniawan Preston Siahaan
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11015

Abstract

Faktor beban (load factor) merupakan perbandingan antara besarmya nilai beban rata rata untuk selang waktu tertentu terhadap nilai beban puncak tertinggi dalam selang waktu yang sama, misalnya 1 hari atau satu bulan. KM. Sumber Mandiri merupakan salah satu Kapal Penangkap Ikan yang dalam proses kegiatan penangkapan ikan menggunakan energi listrik untuk membantu proses penangkapan ikan. Generator listrik yang dipergunakan KM. Sumber Mandiri memiliki kapasitas sebesar 250 kVA dengan Total beban listrik yang berada di atas kapal mencapai nilai 170 kW. Selama melakukan kegiatan penangkapan ikan pada bulan Mei Tahun 2021, generator listrik KM. Sumber Mandiri beroperasi untuk menghidupkan beban listrik dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 94,66 kW, dengan nilai factor beban dan demand factor sebesar 86,30 % dan 64,75% pada tanggal 10 Mei 2021. Pada periode bulan Juni 2021 nilai rata-rata beban listrik adalah sebesar 84,70 kW, dengan nilai factor beban 80,68% dan demand factor sebesar 61,97% yang terjadi pada tanggal 12 Juni 2021.
KERAGAMAN JENIS IKAN PADA ALIRAN SUNGAI BEDUAI KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Dhini Ramadhani; Mardan Adijaya; Fitra Wira Hadinata
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11048

Abstract

Kalimantan Barat Merupakan salah satu daerah yang dijuluki Provinsi Seribu Sungai. Sungai Beduai merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Sanggau. Sungai Beduai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air rumah tangga dan memiliki potensi sumberdaya perikanan. Namun informasi terkait keragaman ikan di Sungai Beduai ini masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Keragaman Sumberdaya Ikan. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjai tiga stasiun yang dibedakan berdasarkan tata guna lahan. Analisis data yang digunakan meliputi kelimpahan relatif, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Kelimpahan relatif ikan tertinggi yaitu ikan Seluang (Rasbora argyrotaenia) dengan nilai 29,47% yang berasal dari familli Cyprinidae. Indeks keanekaragaman ikan di Sungai Beduai sebesar 2,3 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks keseragaman ikan sebesar 0,81 yang masuk dalam kategori keseragaman tinggi. Nilai indeks dominansi ikan sebesar 0,14 tergolong sedang, menunjukan tidak ada jenis ikan yang mendominansi.
PENERAPAN METODE FMEA DALAM PERAWATAN MESIN PENDINGIN KAPAL PENANGKAP IKAN (STUDI KASUS : KM. SINAR BAYU UTAMA) Henry Iskandar Madyantoro; Ahmad Adib; Rizqi Ilmal Yaqin; Juniawan Preston Siahaan; Barokah Barokah
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11349

Abstract

Mesin pendingin pada kapal penangkap ikan beroperasi selama 24 jam untuk menjamin mutu hasil tangkapan. Perawatan adalah aktivitas yang tidak dapat dihindari agar kegagalan mesin pendingin tidak mudah terjadi.Penggunaan FMEA dapat digunakan mengidentifikasi peluang  terjadinya  kegagalan pada mesin pendingin pada kapal penangkap ikan, sehingga dapat menurunkan risiko dan efek yang terjadi pada setiap kegagalan pada  mesin pendingin serta dapat memilih strategi dalam pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi perawatan komponen mesin pendingin dengan menggunakan metode FMEA. Mesin pendingin yang digunakan yaitu pada kapal penangkap ikan KM Sinar Bayu. FMEA dari wawancara berdsarkan parameter S, O dan D kemudian dianalisa sehingga didapatkan nilai RPN. Identifikasi komponen yang didapatkan yaitu kompresor, oil separator, kondensor, air drier, katup ekspansi dan evaporator. Berdasarkan nilai RPN nya komponen mesin pendingin yang harus di perhatikan perawatannya yaitu Evaporator dengan nilai RPN 224. Sedangkan strategi pemeliharaan komponen mesin pendingin menggunakan strategi pemeliharaan preventif dan korektif. Komponen yang menggunakan strategi pemeliharaan preventif yaitu Evaporator dan Filter Drier. Sedangkan komponen kompresor, kondensor, katup ekspansi dan oil separator menggunakan strategi pemeliharaan korektif.
KAJIAN PERAWATAN SISTEM PELUMASAN GUNA MENUNJANG KINERJA MESIN INDUK KM. SUMBER BARU DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA Mula Tumpu; Riski Rahmat; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; M. Zaki Latif Abrori; Bobby Demianto; Dendi Haris; Andie Murtono
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11080

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan laut provinsi sumatera utara secara umum belum tergarap secara maksimal, Kapal merupakan sarana dalam upaya penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membuat standart operasional prosedur perawatan sistem pelumasan mesin induk pada kapal KM.Sumber Baru di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga guna menunjang kinerja operasional penangkapan ikan. Fungsi pelumasan pada mesin induk adalah untuk mengurangi keausan pada benda-benda yang bergerak dan bergesekan terhadap satu sama lain serta mengurangi panas yang berlebihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, dengan pendekatan secara deskriptif dan pendekatan secara kuantitatif. Sistem pelumasan di KM. Sumber Baru menggunakan jenis Sugilube CF SAE 40W (winter). Perawatan sistem pelumasan pada kapal KM.Sumber baru adalah perawatan berkala dan perawatan rutin yang terdiri dari: memeriksa tangki minyak pelumas secara rutin, membersihkan saringan minyak pelumas secara rutin, membongkar dan membersihkan auto Saringan dan pendinginannya secara berkala, memeriksa kualitas minyak pelumas setiap 1200 jam Kerja, memeriksa saluran pipa minyak pelumas secara berkala.

Page 6 of 18 | Total Record : 180