cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 287 Documents
The effect of teams games tournament assisted by Quizizz paper mode on motivation and biology learning outcomes Ingka Liantri; Shefa Dwijayanti Ramadani; Weni Anggraini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19325

Abstract

Motivation as a critical factor in supporting academic achievement is well-established. However, efforts to enhance student motivation and improve learning outcomes remain a significant challenge. This research aims to analyze the effect of using the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Quizizz Paper Mode (Q-Cards) on motivation and cognitive learning outcomes of class XI students at SMA IT Ihsanul Fikri Mungkid on the immune system material. The research design was quantitative quasi-experimental with a non-equivalent control group pretest-posttest design. The research results showed a significant influence of the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Quizizz Paper Mode (Q-Cards) on learning motivation with a significance value of 0.000 and student learning outcomes with a significance value of 0.000. The results of this research can be used as input for teachers and prospective teachers in considering the appropriate models and media to increase student motivation and learning outcomes to improve the quality of education and as a reference base for further research related to student motivation and cognitive learning outcomes.Abstrak. Peran motivasi sebagai faktor penting dalam mendukung prestasi akademik sudah diketahui dengan baik. Namun, upaya untuk meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan hasil belajar masih menjadi tantangan yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Quizizz Paper Mode (Q-Cards) terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA IT Ihsanul Fikri Mungkid pada materi sistem imunitas. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen kuantitatif dengan non-equivalent control group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Quizizz Paper Mode (Q-Cards) terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0,000 dan hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi guru dan calon guru dalam mempertimbangkan model dan media yang tepat untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa guna meningkatkan mutu pendidikan dan sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya terkait motivasi dan hasil belajar kognitif siswa.
Transformation of cell physiology learning through collaborative integration of local wisdom of Mamanda arts Kaspul Kaspul; Dasim Budimansyah; Chairil Faif Pasani; Momod Abdul Somad
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.20416

Abstract

Conventional methods in learning cell physiology are less effective, so a more interactive approach is needed. Mamanda art offers an innovative solution by modeling biology concepts through drama, comedy, and dialogue, while instilling moral values and collaborative skills. The main objective of this research is to describe the learning activities of cell physiology through collaborative integration of local wisdom of Mamanda art. Collaborative character as a symbol of harmonious dynamics is applied in the learning process through Mamanda art media. This research is qualitative research with learning process observation method. The study population was two classes of participants in the Animal Physiology course, Biology Education Study Program, FKIP ULM. The sample used is a total sample. The first class amounted to 40 students; the second class amounted to 43 students. The two classes were compared qualitatively. The data were analyzed descriptively using a Likert scale of 1-5. The stages of learning are: First stage, introduction to the art of Mamanda and the concept of cell physiology; Second stage, division of labor and division of players; Third stage, Mamanda performance staging cell physiology models; Fourth stage, synchronization of cell physiology concepts and role playing in Mamanda art; and Fifth stage is case study. All stages of learning activities were observed by observers. The results showed that learning cell physiology through collaborative integration with local wisdom of Mamanda art can be implemented well. This learning model can also improve the character of collaboration by integrating the local wisdom of Mamanda art in students.Abstrak. Metode konvensional dalam pembelajaran fisiologi sel kurang efektif, sehingga diperlukan pendekatan lebih interaktif. Seni Mamanda menawarkan solusi inovatif dengan memodelkan konsep biologi melalui drama, komedi, dan dialog, sambil menanamkan nilai moral dan keterampilan kolaboratif. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan pembelajaran fisiologi sel melalui integrasi kolaboratif kearifan lokal seni Mamanda. Karakter kolaboratif sebagai simbol dinamika yang harmonis diterapkan dalam proses pembelajaran melalui media seni Mamanda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode observasi proses pembelajaran. Populasi penelitian adalah dua kelas peserta mata kuliah Fisiologi Hewan, Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP ULM. Sampel yang digunakan adalah sampel total. Kelas pertama berjumlah 40 mahasiswa, kelas kedua berjumlah 43 mahasiswa. Kedua kelas dibandingkan secara kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala likert 1-5. Tahapan pembelajaran yaitu: Tahap pertama, pengenalan seni Mamanda dan konsep fisiologi sel; Tahap kedua, pembagian kerja dan pembagian pemain; Tahap ketiga, pertunjukan Mamanda yang mementaskan model fisiologi sel; Tahap keempat, sinkronisasi konsep fisiologi sel dan bermain peran dalam seni Mamanda; dan Tahap kelima, studi kasus. Semua tahap kegiatan pembelajaran diamati oleh pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisiologi sel melalui integrasi kolaboratif dengan kearifan lokal Kesenian Mamanda dapat terlaksana dengan baik. Model pembelajaran ini juga dapat meningkatkan karakter kolaborasi dengan mengintegrasikan kearifan lokal Kesenian Mamanda pada siswa.
Development of videoscribe-based learning media for biodiversity material with the environmental potential of Rahmat Zoo and Park Annisa Aulia Nanda; Syarifah Widya Ulfa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.20247

Abstract

Biodiversity is often considered a complex topic for students to understand. Therefore, media connecting the material with the environment's potential is needed. With the development of technology, interactive learning media such as videoscribe is one solution. Videoscribe is a video media that uses the concept of a blackboard, where virtual hands appear to draw or write on the screen. This research aims to develop videoscribe media that is valid, practical, and effective. Researchers used the Research and Development (R&D) method with the Borg & Gall model consisting of seven stages: identification of potential problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, and final revision. The research instruments included interviews with teachers, student needs questionnaires, media and material expert validation sheets, and teacher and student response questionnaires. To measure the effectiveness of the media, 10 multiple choice questions were used. The results showed that the validity of videoscribe according to media experts reached 97.5%, and according to material experts 100%, both in the very valid category. This media is also considered very practical, with 97.72% teacher response and 92.86% student response. The effectiveness of the media was measured using N-Gain from the pretest and posttest results, which showed a score of 0.76, including in the effective category. The videoscribe media developed is considered valid, practical, and effective for use in the learning process.Abstrak. Keanekaragaman hayati sering dianggap sebagai topik yang sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan media yang dapat menghubungkan materi dengan potensi lingkungan. Dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran interaktif seperti videoscribe menjadi salah satu solusi. Videoscribe adalah media video yang menggunakan konsep papan tulis, di mana tangan virtual tampak menggambar atau menulis di layar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media videoscribe yang valid, praktis, dan efektif. Peneliti menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang terdiri dari tujuh tahap, yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi akhir. Instrumen penelitian meliputi wawancara dengan guru, kuesioner kebutuhan siswa, lembar validasi ahli media dan materi, serta angket respon guru dan siswa. Untuk mengukur keefektifan media, digunakan 10 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas videoscribe menurut ahli media mencapai 97,5%, dan menurut ahli materi 100%, keduanya dalam kategori sangat valid. Media ini juga dinilai sangat praktis, dengan respon guru 97,72% dan respon siswa 92,86%. Keefektifan media diukur menggunakan N-Gain dari hasil pretest dan posttest, yang menunjukkan skor 0,76, termasuk dalam kategori efektif. Jadi, media videoscribe yang dikembangkan ini dinilai valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Effect of the number of practicum courses programmed on the scientific attitude of biology education students in South Kalimantan M. Arsyad; Ayu Rizki Annisa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19694

Abstract

Practical activities are one of the activities that can improve science process skills and influence scientific attitudes. A scientific attitude is important for biology education students to have as pre-service biology teachers. This research aims to analyze differences in scientific attitudes between groups of students with differences in the number of practicum courses that have been programmed and to analyze the effect of the number of practical courses that have been taken on the scientific attitudes of Biology Education students in South Kalimantan Province, Indonesia. The type of this research is quantitative. The research subjects were 245 Biology Education students in South Kalimantan from Lambung Mangkurat University, Antasari Islamic State University Banjarmasin, and PGRI University Kalimantan. Data were collected using a scientific questionnaire.  Analysis of differences in scientific attitudes in each group of students was carried out using the Kruskal-Wallis test and continued with the Mann-Whitney test. Effect analysis was carried out using a linear regression test. The research results show that there are differences between student groups with differences in the number of practical courses that have been programmed. The results of the analysis also show that there is an effect of the number of practicum courses on the scientific attitudes of biology education students in South Kalimantan. The results of this study can be used as a consideration in curriculum development and the provision of infrastructure in the Biology Education Study Program.Abstrak. Kegiatan praktikum merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan berpengaruh terhadap sikap ilmiah. Sikap ilmiah penting untuk dimiliki mahasiswa Pendidikan biologi sebagai calon guru biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah antar kelompok mahasiswa dengan perbedaan pada jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah diprogram, dan untuk menganalisis pengaruh jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah ditempuh terhadap sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi di Kalimantan Selatan dari Universitas Lambung Mangkurat, UIN Antasari Banjarmasin, dan Universitas PGRI Kalimantan berjumlah 245 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Analisis perbedaan sikap ilmiah pada masing-masing kelompok mahasiswa dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Analisis pengaruh dilakukan dengan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antar kelompok mahasiswa dengan perbedaan pada jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah deprogram. Hasil analisis juga menunjukkan adanya pengaruh jumlah mata kuliah berpraktikum terhadap sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan biologi di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum dan pemenuhan sarana prasaran pada Program Studi Pendidikan Biologi.
Development of interactive multimedia on environmental pollution topics with STEM approach for junior high school students Zusje Wiesje Merry Warouw; Elcia Romarta Purba; Widya Anjelia Tumewu; Ester Caroline Wowor; Brian Ricard Wola
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19525

Abstract

The 21st century is known as the digital age, in which teachers' and students' ability to access and utilize technology is essential. This study aims to develop feasible and practical interactive multimedia on environmental pollution topics with a STEM approach for junior high school students. The research type we use is development research using the ADDIE model. The data collection techniques used were interviews and questionnaires. The research instruments used were interview sheets and questionnaires. Quantitative and qualitative data analysis techniques were used in this study. The results showed that the validation of subject matter experts was 93%, learning media experts was 94%, and peer assessment was 94%. All three were included in the very feasible category and did not require revision. In addition, the small group evaluation obtained an average score of 4.50 with a percentage of 90%. Based on these findings, interactive multimedia on environmental pollution topics with a STEM approach for junior high school students was declared feasible and practical for science learning. The STEM-based teaching material we have successfully produced can support and answer some of today's science learning challenges.Abstrak. Abad ke-21 dikenal sebagai era digital, dimana kemampuan guru dan siswa dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan multimedia interaktif berbasis STEM pada topik pencemaran lingkungan untuk siswa SMP yang layak dan praktis digunakan. Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data yang kami gunakan adalah wawancara dan kuisioner. Instrumen penelitian yang kami gunakan adalah lembar wawancara dan angket. Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi pelajaran 93%, ahli media pembelajaran 94%, dan penilaian teman sejawat 94% yang mana ketiganya termasuk pada kategori sangat layak dan tidak memerlukan revisi. Selain itu, hasil penilaian siswa dalam small group evaluation memperoleh skor rata-rata 4.50 dengan persentase 90%. Berdasarkan temuan tersebut, multimedia interaktif berbasis STEM pada topik pencemaran lingkungan untuk siswa SMP dinyatakan layak dan praktis dimanfaatkan dalam pembelajaran IPA. Bahan ajar berbasis STEM yang berhasil kami produksi diharapkan mendukung dan menjawab sebagian tantangan pembelajaran IPA masa kini.
Effect of project based learning with STEAM integration on students’ problem-solving skills Aqilah Fauziyah MF; Muhiddin Palennari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.20423

Abstract

The 21st-century competition demands superior human resources equipped with skills to compete globally. One of the skills considered essential in the 21st century is problem-solving. This study focuses on the implementation of the PjBL-STEAM model for 10th-grade high school students. The purpose of this research is to examine the effect of the PjBL-STEAM model on students' problem-solving skills. This research is a quasi-experimental study using a Pretest-Posttest Control Group design. The population consists of all 10th-grade learning groups, totaling ten groups, with a total of 280 students. The sample includes classes X BIO 7 and X BIO 8, selected through purposive sampling, and the instrument used is a problem-solving skills test. Based on inferential analysis using the Mann-Whitney U test, it was concluded that the PjBL-STEAM model has a significant effect on students' problem-solving skills. This finding is reinforced by descriptive analysis results, which show an average increase in problem-solving skills of 16.33 points, from a low category to a good category. Based on these data, it is concluded that the PjBL-STEAM model positively influences students' problem-solving skills. The implications of this study suggest that teachers can integrate the STEAM-based PjBL model as a strategy to prepare students to face real-world challenges that require complex problem-solving abilities.Abstrak. Persaingan abad 21 memerlukan sumber daya manusia yang unggul dengan keterampilan yang siap bersaing secara global. Salah satu keterampilan yang dianggap penting pada abad 21 adalah keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini memfokuskan pada penerapan model PjBL-STEAM tingkat SMA kelas X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model PjBL-STEAM terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Pretest-Posttest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rombongan belajar (rombel) kelas X yang terdiri atas sepuluh rombel. Jumlah populasi dari sepuluh rombel sebanyak 280 siswa dan sampel yang digunakan yaitu kelas X BIO 7 dan X BIO 8, pengambilan sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purpusive sampling serta instrumen yang digunakan adalah lembar tes kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan model PjBL-STEAM terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan selisih rata-rata sebesar 16,33, dari kategori kurang menjadi kategori baik. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model PjBL-STEAM terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengintegrasikan model PjBL berbasis STEAM sebagai upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia nyata yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang kompleks.
What dominates most? The opinion of preservice biology teachers about factors associated with motivation to conduct innovative learning Ahmad Kamal Sudrajat; Dita Purwinda Anggrella; Ahmad Iskak Nugroho
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19379

Abstract

This article discusses the views of preservice biology teachers regarding the factors that dominate their motivation for innovative learning. A total of 152 preservice biology teachers were involved in this study. A correlation test was conducted to determine the relationship between curriculum design, school design, and class design with motivation to implement innovative learning. Data was collected using a questionnaire. The study results show that curriculum, school, and class design are collectively related to the motivation of preservice biology teachers to carry out innovative learning. Based on further analysis, the curriculum design factors significantly contributed to this relationship, while school and classroom design did not contribute significantly to this relationship. These results show that good curriculum design will support implementing innovative learning in the classroom. We recommend some things related to curriculum, school, and class design, the essence of which is the need to seek advice from students and teachers when renovating or building a school. Technology integration is also an important thing to include in the design plan. The government and related parties can use the results of this study in designing their schools or classrooms.Abstrak. Artikel ini membahas pandangan calon guru biologi mengenai faktor-faktor yang mendominasi motivasi mereka untuk pembelajaran inovatif. Sebanyak 152 calon guru biologi terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan questionairre. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara curriculum design, school design, dan classroom design dengan motivasi untuk melaksanaan pembelajaran inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum, sekolah, dan kelas secara kolektif berkaitan dengan motivasi guru biologi prajabatan untuk melaksanakan pembelajaran inovatif. Berdasarkan analisis lebih lanjut, faktor desain kurikulum berkontribusi signifikan terhadap hubungan ini, sementara desain sekolah dan kelas tidak berkontribusi signifikan terhadap hubungan ini. Hal ini menunjukkan bahwa desain kurikulum yang baik akan menunjang implementasi pembelajaran inovatif di kelas. Kami merekomendasikan beberapa hal yang berkaitan dengan kurikulum, sekolah, dan desain kelas, yang intinya adalah perlunya meminta saran dari siswa dan guru ketika merenovasi atau membangun sekolah. Integrasi teknologi juga merupakan hal yang penting untuk dimasukkan dalam rencana desain. Pemerintah dan pihak terkait dapat menggunakan hasil penelitian ini dalam merancang sekolah atau ruang kelasnya.
The analysis of last year junior high school students’ scientific literacy in biology topics Rezky Nefianthi; Muhammad Novaldy Nur Dwinanda Wahab
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.20312

Abstract

The urgency of this study lies in the importance of science literacy assessment to reflect the quality of the learning process, especially in biology topics that require laboratory skills related to science literacy. This study used a quantitative descriptive analysis approach to analyze and compare the level of science literacy of junior high school students in biology topics. The assessment tool in this study was developed based on PISA indicators to measure students' science literacy. Data collection was conducted using purposive sampling technique to obtain samples from two different junior high schools. Based on the results of the study of 134 students from two classes in each school, it was found that 113 students still had below average science literacy skills, while only 21 students were above average. Students with above-average scores were at levels 5 and 6, while students with below-average scores were at levels 2, 3, and 4. This study shows that there needs to be special attention from teachers to focus more on developing students' science literacy. The scientific implication in the future is to improve the quality of the learning process to develop students' science literacy, especially on the topic of biology.Abstrak. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penilaian literasi sains untuk mencerminkan kualitas proses pembelajaran, khususnya pada topik biologi yang membutuhkan keterampilan laboratorium terkait literasi sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis dan membandingkan tingkat literasi sains siswa SMP dalam topik biologi. Alat penilaian dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan indikator PISA untuk mengukur literasi sains siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh sampel dari dua SMP yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 134 siswa dari dua kelas di setiap sekolah, ditemukan bahwa 113 siswa masih memiliki keterampilan literasi sains di bawah rata-rata, sementara hanya 21 siswa yang berada di atas rata-rata. Siswa dengan nilai di atas rata-rata berada pada level 5 dan 6, sedangkan siswa dengan nilai di bawah rata-rata berada pada level 2, 3, dan 4. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlu adanya perhatian khusus dari guru untuk lebih fokus pada pengembangan literasi sains siswa. Implikasi ilmiah di masa mendatang adalah peningkatan kualitas proses pembelajaran guna mengembangkan literasi sains siswa, khususnya pada topik biologi.
Popular science book on the Ficus genus at Lambung Mangkurat University Campus: Its effectiveness in training students' critical thinking Muhammad Farhan Azhari; Mochamad Arief Soendjoto; Aminuddin Prahatama Putra; Maulana Khalid Riefani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.20509

Abstract

There is no popular science book (PSB) on the genus Ficus, especially those that grow and develop specifically in the Lambung Mangkurat University Campus Area, Banjarmasin and Banjarbaru. Equipped with questions and invitations related to critical thinking, the PSB was compiled and then tested. The aim was to measure the effectiveness of the PSB to train students' critical thinking. The valid PSB was tested with a small group test involving 20 students and a field test involving 25 students. In three meetings, the first meeting was only as an exercise and was not assessed and meetings 2 and 3 were assessed by observers, students were asked to carry out practicums based on student worksheets and answer 10 questions. The values were analyzed so that from the small group test the expected effectiveness was obtained and from the field test the actual effectiveness was obtained. An increase in quantitative values occurred from meeting 2 to next meeting, both for expected effectiveness (from 69.10 to 84.60) and actual effectiveness (from 67.80 to 86.10). With an increase from quite good to very good in the two effectiveness, the PSB on the Ficus genus is effective in training students' critical thinking.Abstrak. Belum ada buku ilmu pengetahuan populer (BIP) tentang genus Ficus, apalagi yang tumbuh dan berkembang khusus di Area Kampus Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Banjarbaru. Dilengkapi dengan pertanyaan dan ajakan terkait dengan berpikir kritis, BIP tersebut disusun dan kemudian diuji. Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas BIP itu untuk melatihkan berpikir kritis mahasiswa. BIP yang sudah valid diuji dengan uji kelompok kecil yang melibatkan 20 mahasiswa dan uji lapangan yang melibatkan 25 mahasiswa. Dalam tiga pertemuan yang pertemuan pertamanya hanya sebagai latihan dan tidak dinilai serta Pertemuan-2 dan Pertemuan-3 dinilai oleh observer, mahasiswa diminta melaksanakan praktikum berdasarkan lembar kerja mahasiswa dan menjawab 10 pertanyaan. Nilai-nilainya dianalisis sehingga dari uji kelompok kecil diperoleh efektivitas harapan dan dari uji lapangan diperoleh efektivitas aktual. Peningkatan nilai kuantitatif terjadi dari Pertemuan-2 ke Pertemuan-3, baik untuk efektivitas harapan (dari 69,10 ke 84,60) maupun efektivitas aktual (dari 67,80 ke 86,10). Dengan peningkatan dari cukup baik ke sangat baik pada dua efektivitas tersebut, BIP tentang genus Ficus tersebut efektif untuk melatihkan berpikir kritis mahasiswa.
Effectiveness of RFDT learning based on TPACK framework in improving the critical and creative thinking abilities of prospective biology teacher students Bea Hana Siswati; Slamet Hariyadi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19563

Abstract

The emphasis on 21st-century skills, particularly critical and creative thinking, has driven educational advancements, including technology integration through frameworks like TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). This study examines the effectiveness of RFDT (Reading, Finding, Discussing, and Talking) learning grounded in TPACK to enhance students' critical and creative thinking. Using a one-group pretest-posttest pre-experimental design, 30 biology education students in professional education courses were assessed through critical and creative thinking essay tests administered before and after TPACK-based RFDT learning. Findings reveal a significant improvement in both critical thinking scores (from 62.3 to 77.63) and creative thinking scores (from 61.8 to 80.76), with p < 0.05. These results highlight the potential of TPACK-based RFDT in developing essential thinking skills, promoting a dynamic and interactive learning environment. Future research with a larger sample and advanced experimental designs is recommended to validate these findings further.Abstrak. Penekanan pada keterampilan abad ke-21, terutama berpikir kritis dan kreatif, telah mendorong kemajuan pendidikan, termasuk integrasi teknologi melalui kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Studi ini meneliti efektivitas pembelajaran RFDT (Reading, Finding, Discussing, and Talking) berbasis TPACK dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Dengan menggunakan desain pra-eksperimen pretest-posttest satu kelompok, 30 mahasiswa program studi pendidikan biologi yang mengikuti mata kuliah profesi kpendidikan  dinilai melalui tes esai berpikir kritis dan kreatif yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran RFDT berbasis TPACK. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berpikir kritis (dari 62,3 menjadi 77,63) dan skor berpikir kreatif (dari 61,8 menjadi 80,76), dengan p < 0,05. Hasil ini menunjukkan potensi RFDT berbasis TPACK dalam mengembangkan keterampilan berpikir yang esensial, serta mendorong lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif. Penelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih besar dan desain eksperimental yang lebih kompleks direkomendasikan untuk memperkuat temuan ini.