cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 287 Documents
Development of biology teaching modules based on the RANDAI learning model to improve students creative thinking and collaboration skills Lenty Supriwardi; Fitri Arsih; Irdawati Irdawati; Suci Fajrina
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.21968

Abstract

In the 21st century, students are expected to have 4C skills: critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication. Culturally integrated learning has been implemented in learning. Based on the results of observations that have been made, teachers have not implemented a culturally integrated learning model so that learning is not enjoyable and meaningful. This research is a development research. The aim is to determine the level of validity, practicality, and effectiveness of the biology teaching module based on the RANDAI learning model in improving students' creative thinking and collaboration skills. The research subjects were 74 phase F students at SMAN 9 Padang. The biology teaching module development model is the Plomp model which consists of preliminary research phase, development or prototyping phase, and an assessment phase. The research instrument was a closed questionnaire for collaboration and essay questions for creative thinking. The results showed that the validity test had an average of 92.9% with very valid criteria. The results of the practicality test were 86.11% by teachers and 88.62% by students with very practical criteria. The results of the effectiveness test showed the influence of the biology teaching module based on the RANDAI learning model on students' creative thinking and collaboration skills. The conclusion of the RANDAI-based biology teaching module on the respiratory system can provide contextual learning for students and cultural values that can be integrated into learning. These findings confirm that learning integration rooted in cultural context strengthens social and communication skills, fosters empathy and motivation among students, and supports 21st century collaborative competencies.Abstrak. Di abad 21 peserta didik diharapkan memiliki keterampilan 4C yaitu critical thingking, creative thingking, collaboration, dan communication. Pembelajaran yang terintegrasi budaya telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, guru belum menerapkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya sehingga pembelajaran belum  menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan berkolaborasi peserta didik. Subjek penelitian adalah 74 peserta didik fase F di SMAN 9 Padang. Model pengembangan modul ajar biologi adalah model Plomp yang terdiri dari preliminary research phase, development or prototyping phase, dan assesment phase. Instrumen penelitian adalah angket tertutup untuk keterampilan berkolaborasi dan soal dalam bentuk esai untuk keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian uji validitas memiliki rata-rata 92,9% dengan kriteria sangat valid. Hasil Uji praktikalitas sebesar 86,11% oleh guru dan 88,62% oleh peserta didik dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya pengaruh modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berkolaborasi peserta didik. Kesimpulan modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI pada materi sistem respirasi dapat memberikan pembelajaran kontekstual bagi peserta didik dan nilai-nilai budaya yang bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran yang berakar dari konteks budaya memperkuat keterampilan sosial, komunikasi, menumbuhkan empati dan motivasi peserta didik yang mendukung kompetensi kolaboratif abad 21.
The improvement of science process skills in prospective biology teacher students through the implementation of feedback Kasman Arifin; Nurrijal Nurrijal; Jahidin Jahidin; Asmawati Munir; Suriana Gende Ede
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20049

Abstract

Science process skills (SPS) is a fundamental aspect in science education that enables prospective biology teachers to think critically, analyse data, and develop investigative skills. However, previous studies show that the mastery of SPS among prospective student teachers is still relatively low, so efforts are needed to improve it through appropriate learning strategies. This study seeks to improve the SPS of future Biology educators by integrating laboratory activities, especially focusing on providing feedback. This study used a quasi-experimental design, 84 students were divided into control and experimental groups for comparison. The results of data analysis revealed substantial improvements in students' SPS, especially in formulating titles, hypotheses, and inference through the implementation of feedback. Despite these improvements, there was variability in skill improvement among students. Results showed that the majority of students in the experimental group achieved a moderate level of improvement in SPS, while approximately 50% of students in the control group achieved the same level. However, it should be noted that 16.62% of students in the experimental group and 50% of students in the control group still showed low-level improvement. Future research is recommended to develop innovative learning methods, such as project-based learning and interactive technology, to optimally improve skills. Longitudinal analysis is also needed to understand the long-term impact. The findings confirm the importance of evaluating and strengthening teaching by integrating SPS in the curriculum as well as targeted teacher training. The implications include improving the quality of science education, graduate competitiveness and developing more competent science teachers.Abstrak. Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan aspek fundamental dalam pendidikan sains yang memungkinkan mahasiswa calon guru biologi untuk berpikir kritis, menganalisis data, dan mengembangkan keterampilan investigatif. Namun, studi sebelumnya menunjukkan bahwa penguasaan KPS di kalangan mahasiswa calon guru masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Studi ini berupaya meningkatkan KPS pendidik Biologi masa depan dengan mengintegrasikan kegiatan laboratorium, terutama berfokus pada pemberian umpan balik. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental, 84 siswa dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan untuk perbandingan. Hasil analisis data mengungkapkan peningkatan KPS siswa yang substansial, terutama dalam merumuskan judul, hipotesis, dan penarikan kesimpulan melalui implementasi umpan balik. Terlepas dari peningkatan ini, ada variabilitas dalam peningkatan keterampilan di antara siswa. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa dalam kelompok perlakuan mencapai peningkatan KPS tingkat sedang, sementara sekitar 50% siswa dalam kelompok kontrol mencapai tingkat yang sama. Namun, perlu dicatat bahwa 16,62% siswa dalam kelompok perlakuan dan 50% siswa dalam kelompok kontrol masih menunjukkan peningkatan tingkat rendah. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan metode pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan teknologi interaktif, untuk meningkatkan keterampilan secara optimal. Analisis longitudinal juga diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi dan penguatan pengajaran dengan mengintegrasikan KPS dalam kurikulum serta pelatihan guru yang terarah. Implikasinya mencakup peningkatan kualitas pendidikan sains, daya saing lulusan, dan pengembangan guru sains yang lebih kompeten.
The role of artificial intelligence in enhancing biology education: A bibliometric perspective Arinda Eka Lidiastuti; Rikardus Herak; Handi Darmawan; Netti Yuniarti; Stephani Yane
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22001

Abstract

Mapping of research trends, collaborations, and developments in the application of artificial intelligence (AI) in biology education is still inadequate and has not been systematically explored. Evidence-based insight investigations that can guide future research and provide guidance on effective AI integration strategies in biology education are needed. Biology learning, which involves abstract concepts and complex data, is expected to be integrated with AI to support the innovation of interactive learning tools, improve critical thinking skills, and enrich the learning experience. This research aims to analyze the role of AI in improving the quality of biology education through a bibliometric approach. This research uses data from Scopus with the keywords “artificial AND intelligence AND biology AND education,” which includes 302 publications from 2000 to 2025. The analysis was conducted using Bibliometrix and Biblioshiny on the RStudioVR platform. The results show a significant upward trend in publications, especially after 2018, with a peak in 2023. The United States and China are the main contributors to these publications, with scientific articles (40.9%) and conference papers (25.1%) as the most dominant document types. In addition, Lecture Notes in Computer Science emerged as the most relevant source, demonstrating the important role of computer science in the development of AI for biology education. The findings are expected to provide strategic insights for more effective AI implementation in the future.Abstrak. Pemetaan mengenai tren penelitian, kolaborasi, dan perkembangan dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan biologi masih belum memadai dan belum dieksplorasi secara sistematis. Penyelidikan wawasan berbasis bukti yang dapat mengarahkan penelitian masa depan dan memberikan panduan strategi integrasi AI yang efektif dalam pendidikan biologi diperlukan. Pembelajaran biologi yang melibatkan konsep-konsep abstrak dan data kompleks diharapkan dapat diintegrasikan dengan AI untuk mendukung inovasi alat bantu pembelajaran yang interaktif, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkaya pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan kualitas pendidikan biologi melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan data dari Scopus dengan kata kunci “artificial AND intelligence AND biology AND education” yang mencakup 302 publikasi dari tahun 2000 hingga 2025. Analisis dilakukan menggunakan Bibliometrix dan Biblioshiny pada platform RStudioVR. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan signifikan dalam publikasi, terutama setelah 2018, dengan puncak pada 2023. Amerika Serikat dan China menjadi kontributor utama dalam publikasi ini, dengan artikel ilmiah (40,9%) dan makalah konferensi (25,1%) sebagai jenis dokumen yang paling dominan. Selain itu, Lecture Notes in Computer Science muncul sebagai sumber paling relevan, menunjukkan peran penting ilmu komputer dalam pengembangan AI untuk pendidikan biologi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis untuk implementasi AI yang lebih efektif di masa depan.
The argumentation of the students about plant biodiversity: Quasi-experimental research Luthfiana Nurtamara; Sri Amintarti; Aulia Ajizah; Dewi Amelia Widiyastuti; Noorhidayati Noorhidayati; Amalia Rezeki
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22369

Abstract

Argumentation in science learning is crucial to form scientific explanations supported by strong claims with evidence and explanations. The study used two classes, namely the control class using the discovery learning model, using textbooks from the school, and the experimental group using the STEM PJBL learning model, assisted by teaching modules developed by researchers. The control class consisted of 35 students, and the experimental class consisted of 36 students. The research used a quasi-experimental research method with a posttest-only control design. Post-test results in the control group had an average of 24.28, and the experimental group 50.278. The statistical test used the Mann-Whitney U non-parametric test with a significance value of 0.000, which means that the P-value is less than the 0.05 significance level, so H0 is rejected, so there is a difference in value between the control class and the experimental class on argumentation skills. The results of this research conclude that most students at level 1 are only able to make claims without being supported by data and reasoning. The low level of argumentation is caused by the lack of argumentation training and the lack of conceptual understanding of students, so it is recommended that science teaching be given argumentation training with contextual and constructivist learning models.Abstrak. Argumentasi dalam pembelajaran sains sangat penting untuk membentuk argumentasi ilmiah yang didukung oleh klaim yang kuat dengan bukti dan penjelasan. Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan buku teks dari sekolah, dan kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran STEM PJBL dibantu dengan modul pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Kelas kontrol terdiri dari 35 siswa dan kelas eksperimen terdiri dari 36 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan posttest-only control design. Hasil posttest pada kelompok kontrol memiliki rata-rata 24,28, dan kelompok eksperimen 50,278. Uji statistik yang dapat dilakukan adalah uji non parametrik Mann-Whitney U dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti nilai P-value lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka H0 ditolak, sehingga terdapat perbedaan nilai antara kelas kontrol dan kelas eksperimen pada keterampilan argumentasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kebanyakan berada di level 1 sehingga peserta didik hanya mampu membuat claim tanpa disertai data dan alasannya. Rendahnya nilai argumentasi disebabkan karena kurangnya pelatihan berargumentasi dan kurangnya penguasan konsep peserta didik, sehingga diharapkan pembelajaran sains diberikan pelatihan berargumentasi dengan model pembelajaran kontekstual dan konstruktivis.
Development of STEM-integrated project-based learning to improve critical thinking skills of senior high school students on environmental change material Indrasti Indrasti; Paidi Paidi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23218

Abstract

The 21st-century education demands mastery of critical thinking skills to address real-world problems. However, existing learning materials have not yet fully supported the systematic development of these skills. This study aims to develop a Project-Based Learning (PjBL) device integrated with STEM that is valid, practical, and effective in enhancing students’ critical thinking skills on the topic of environmental changes. The learning package was comprehensively developed in the form of a module, an interactive e-worksheet, and assessment instruments based on critical thinking indicators. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The subjects were grade X high school students. Research instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and critical thinking tests. The validation results indicated that the developed product was of very high quality, practical to use, and effective in improving critical thinking skills, achieving an n-gain score of 0.70 (high category). All indicators of critical thinking improved significantly, particularly the inference indicator. These findings confirm that the STEM-integrated PjBL into a comprehensive learning package can serve as a strategic innovation to support the implementation of the Kurikulum Merdeka and strengthen 21st-century biology education that emphasizes problem-solving and contextual learning.Abstrak. Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis untuk menghadapi permasalahan nyata. Namun, perangkat pembelajaran yang tersedia belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan tersebut secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terintegrasi STEM yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Perangkat dikembangkan secara komprehensif dalam bentuk modul, lembar kerja peserta didik elektronik interaktif, dan instrumen asesmen berbasis keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian menggunakan pendekatan R&D dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes keterampilan berpikir kritis. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik, praktis digunakan, dan efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan n-gain sebesar 0,70 (kategori tinggi). Seluruh indikator berpikir kritis meningkat secara signifikan, terutama pada indikator inference. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL yang terintegrasi STEM dalam satu paket pembelajaran yang utuh dapat menjadi inovasi strategis dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan memperkuat pendidikan biologi abad ke-21 yang berorientasi pada pemecahan masalah dan pembelajaran kontekstual.
The effect of different types of infographics on students' learning motivation in learning biology Nur Alamsyah; Adnan Adnan; Muhiddin Palennari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21589

Abstract

Students' success in achieving learning success is strongly influenced by learning motivation. This motivation can arouse students' interest, curiosity and enjoyment of learning materials. The main problem in learning biology related to motivation is using monotonous and less innovative media that makes students less motivated and the learning process less effective. Therefore, learning media is needed to increase students' motivation to learn. This study aimed to analyze the effect of static, animated and interactive infographics on the biology learning motivation of class XI SMA Negeri 3 Takalar students on the material of the circulatory system. The research design used was a true experiment with a pretest-posttest control group research design. The number of samples in this study was 144 students, consisting of four classes. The study's results with hypothesis testing using the ANCOVA test showed a significant effect of static, animated, and interactive infographics on students' biology learning motivation with a significance value of p <0.05. LSD's further test results show that the three types of infographics have the same effect and are different from handouts as a control. The results of this study produced visual, audio-visual and interactive-based learning media. This research makes a significant contribution to the field of education, especially in learning biology, by providing an understanding of the use of technology and learning media in the form of visualization of learning materials that affect student learning motivation.Abstrak. Keberhasilan peserta didik dalam mencapai keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar. Motivasi ini dapat membangkitkan minat, keingintahuan, dan rasa senang peserta didik terhadap materi pembelajaran. Permasalahan utama dalam pembelajaran biologi yang berkaitan dengan motivasi adalah penggunaan media yang monoton dan kurang inovatif, sehingga membuat peserta didik kurang termotivasi dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran infografis statis, animasi, dan interaktif terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Takalar pada materi sistem peredaran darah. Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 144 peserta didik yang terdiri dari empat kelas. Hasil penelitian dengan uji hipotesis menggunakan uji ANCOVA menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan infografis statis, animasi, dan interaktif terhadap motivasi belajar biologi peserta didik dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa ketiga jenis infografis tersebut memiliki pengaruh yang sama dan berbeda dengan handout sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menghasilkan media pembelajaran berbasis visual, audio-visual, dan interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran biologi, dengan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran berupa visualisasi materi pembelajaran yang berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
Implementation of the modified free inquiry (MFI) learning model and its influence on students’ analytical abilities Dias Rizki; Setiyo Prajoko; Shefa Dwijayanti Ramadani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22568

Abstract

Analytical ability is a crucial part of the HOTS thinking element. This ability needs to be optimally trained through the learning process. However, the use of inappropriate learning models can lead to suboptimal analytical abilities in students. The Modified Free Inquiry (MFI) learning model is one of the suitable learning models for training analytical abilities. This study aims to analyze the effect of applying the MFI model on students’ analytical abilities concerning the immune system material. This research is a type of quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of 72 students, comprising control and experimental classes selected through cluster random sampling technique. The analysis technique used was ANCOVA test with the help of SPSS 24. The research results showed significance value of ANCOVA is 0.000 (p<0.05), indicating that the MFI model has an influence on students' analytical skills. This is also reinforced by the descriptive analysis results showing that the implementation of the MFI syntax can provide a positive trend in each dimension of analytical ability compared to the control class. Thus, the MFI model has a significant effect on improving students' analytical skills. This research is expected to strengthen theoretical studies in the field of analytical skills. Additionally, this study is also hoped to serve as a reference for teachers in choosing the right learning model to optimize students' analytical abilities.Abstrak. Kemampuan analitis merupakan bagian krusial dari elemen berpikir HOTS. Kemampuan ini perlu dilatih secara optimal melalui proses pembelajaran. Akan tetapi, penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak optimalnya kemampuan analitis siwa. Model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok digunakan untuk melatih kemampuan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model MFI terhadap kemampuan analitis siswa pada materi sistem imun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi-eskperimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 72 siswa, terdiri dari kelas kontrol dan eksperimen yang dipilih melalui teknik cluster random sampling.Teknik analisis yang digunakan berupa Uji ANCOVA dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi ANCOVA 0.000 ( p < 0.05), sehingga model MFI memberikan pengaruh terhadap kemampuan analitis siwa. Hal ini juga diperkuat dari hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa implementasi sintaks MFI mampu memberikan tren positif terhadap tiap dimensi kemampuan analitis dibanding kelas kontrol. Dengan demikian, model MFI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan analitis siswa. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kajian teoritis dalam bidang kemampuan analitis. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang tepat guna mengoptimalkan kemampuan analitis siswa. 
Exploring students' misconceptions using three-tier diagnostic test as the preliminary analysis for e-modules development on global warming and environmental pollution Adika Muhammad Aziz; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Taufik Rahman
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22243

Abstract

Misconceptions are challenges in education. Misconceptions can occur in science learning topics, one of which is the topic of global warming and environmental pollution. Misconception analysis is conducted as one of the diagnostic tests to analyze misconceptions in students and as an early stage of developing teaching materials. This study aims to provide an overview of student misconceptions that occur in the material of global warming and environmental pollution. This research uses a quantitative descriptive method with the data from multiple-choice answers using the three-tier diagnostic test misconception question and the results were grouped using a three-level misconception categorization. The sample in this study amounted to 96 students, with global warming and environmental pollution as the focused topics. The results showed that 57.9% of students' answers were misconceptions, 30.1% of students' answers were scientific knowledge, 2.7% of students' answers were lucky guesses, and 9.3% of students' answers were lack of knowledge. The larger number of misconception categories indicates that students still do not correctly understand the concepts of global warming and environmental pollution. Students who are included in the misconception category appear to have believed in the wrong knowledge about global warming and environmental pollution. This belief in erroneous knowledge is a challenge for educators to correct students' misconceptions. Thus, the results of this misconception analysis can be an important asset for the development of e-modules to reduce the level of students' global warming and environmental pollution misconceptions.Abstrak. Miskonsepsi merupakan tantangan dalam pendidika. Miskonsepsi dapat terjadi pada topik pembelajaran sains, salah satunya adalah topik pemanasan global dan pencemaran lingkungan Analisis miskonsepsi dilakukan sebagai salah satu tes diagnostik untuk menganalisis miskonsepsi pada siswa dan sebagai tahapan awal pengembangan bahan ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai miskonsepsi siswa yang terjadi pada materi pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data yang digunakan adalah hasil jawaban pilihan ganda menggunakan intrumen tes diagnostik tiga-tingkatan dan hasilnya dikelompokkan menggunakan kategorisasi tiga-tingkatan Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 siswa, dengan materi pemanasan global dan pemcemaran lingkungan sebagai topik yang difokuskan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 57,9% jawaban siswa mengalami miskonsepsi, 30,1% jawaban siswa merupakan scientific knowledge, 2,7% jawaban siswa merupakan lucky guess, dan 9,3% jawaban siswa merupakan lack of knowlegde. Jumlah kategori miskonsepsi yang lebih banyak menunjukkan bahwa siswa masih belum memahami dengan benar konsep-konsep pada materi pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Siswa yang termasuk dalam kategori miskonsepsi rupanya telah meyakini pengetahuan yang salah terhadap pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Keyakinan terhadap pengetahuan yang keliru ini merupakan tantangan bagi pendidik untuk meluruskan kesalahpahaman siswa. Dengan demikian, hasil dari analisis miskonsepsi ini dapat menjadi modal penting bagi pengembangan e-modul guna menurunkan tingkat miskonsepsi pemanasan global dan pencemaran lingkungan siswa.
Instrument for assessing the attainment of students’ scientific character indicators in cryptogamic botany laboratory activities Aulia Ajizah; Nahadi Nahadi; Chairil Faif Pasani; Encep Syarief Nurdin
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23867

Abstract

The integration of scientific character into learning, both explicitly and implicitly, is essential for fostering students’ scientific attitudes and values. However, the assessment process is still often conducted directly and tends to be subjective. This study aimed to develop and validate an instrument for assessing the achievement of students’ scientific character in the Cryptogamic Botany practicum. The instrument was trialed with 73 undergraduate students enrolled in the Cryptogamic Botany course. Data analysis involved Pearson’s validity test and reliability analysis using Cronbach’s alpha coefficient. The developed scientific character assessment instrument demonstrated strong validity, with 21 of 22 items meeting the criteria, and excellent reliability (Cronbach’s Alpha = 0.962), confirming its feasibility for consistently measuring accuracy, curiosity, creativity, and honesty/objectivity in practicum contexts. The instrument offers a standardized and trustworthy tool for educators to evaluate scientific character development in practical learning settings.Abstrak. Integrasi karakter ilmiah ke dalam pembelajaran baik secara eksplisit maupun secara implisit menjadi sangat penting, namun proses penilaiannya masih dilakukan secara langsung dan cenderung lebih subjektif. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pengembangan instrumen untuk menilai ketercapaian karakter ilmiah. Tujuan penelitian untuk menguji kesahihan dan kehandalan instrumen penilaian karakter ilmiah mahasiswa pada kegiatan praktikum Cryptogamic Botany. Data dikumpulkan melalui uji coba instrumen yang telah disusun kepada 73 mahasiswa peserta mata kuliah Cryptogamic Botany. Analisis data dilakukan dengan uji validitas Pearson dan uji reliabilitas dengan standar Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 item indikator pernyataan dinyatakan valid dan 1 item dinyatakan tidak valid. Uji reliabilitas diperoleh nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,962 dengan kategori sangat reliabel. Hal ini mengindikasikan bahwa instrumen penilaian capaian karakter ilmiah mahasiswa ini dinyatakan sahih untuk digunakan, dan sangat handal untuk dipergunakan secara berulang dalam mengukur pencapaian karakter ilmiah teliti, rasa ingin tahu, kreatif, dan objektif/jujur.
Use of e-module based on local potential projects to provide creative thinking abilities for high school students Nisrina Nur Rahmi; Kusnadi Kusnadi; Yanti Hamdiyati
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.21629

Abstract

Students have the ability to create solutions to problems based on local, national or global issues related to understanding biodiversity according to the demands at the end of learning. The solution to meet these demands is to conduct learning using e-modules based on local potential utilization projects. This study aims to obtain information on the use of e-modules based on local potential utilization projects to equip students with creative thinking skills. This learning is carried out using e-modules related to the syntax of project based learning (PjBL). Pre-experimental with one group pretest-posttest design. Participants in this study were 10th grade students consisting of 64 students. Data on students' creative thinking skills were obtained from the results of the pretest and posttest. The results of the study on students' creative thinking skills obtained an average N-Gain value of 0.56 which is included in the moderate category. Student responses related to the use of e-modules based on local potential utilization projects were obtained that 83.88% meant that almost all students said that e-modules could be used in learning. Based on the results of the study, the use of e-modules can be an alternative to improve students' creative thinking skills. Creative thinking skills possessed by students will increase students' creative abilities to innovate in order to utilize existing local potential.Abstrak. Siswa memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman hayati sesuai dengan  tuntutan diakhir pembelajaran. Solusi untuk memenuhi tuntutan tersebut dengan melaukan pembelajaran menggunakan e-modul berbasis proyek pemanfaatan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan e-modul berbasis proyek pemanfaatan potensi lokal untuk membekalkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pembelajaran ini dilakukan dengan penggunaan e-modul yang terkait dengan sintaks project based learning (PjBL).  Pre- experimental dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 yang terdiri dari 64 siswa. Data kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif siswa didapatkan nilai rata-rata N-Gain yaitu 0.56 yang termasuk kategori sedang. Respons siswa terkait dengan penggunaan e-modul berbasis proyek pemanfaatan potensi lokal didapatkan bahwa 83.88 % berarti hampir seluruh siswa mengatakan bahwa e-modul dapat digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan e-modul dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki siswa akan meningkatkan kemampuan kreativitas siswa untuk melakukan inovasi untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada.