cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 287 Documents
Measuring changes of students' problem-solving skills for citizen science projects that integrated in ecology courses: Stacking analysis techniques in Rasch model Susbiyanto Susbiyanto; Topik Hidayat; Hertien Koosbandiah Surtikanti; Riandi Riandi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19574

Abstract

Authentic and practice-based learning approaches to develop students' problem-solving skills in the context of complex environmental problems are needed. This study aims to measure how students' problem-solving skills have changed through Citizen Science Project that integrated in ecology courses using stacking analysis techniques in the Rasch model. The method in this research used a descriptive quantitative approach by comparing the level of change in problem solving skills after the intervention of learning activities with citizen science projects through pre-test and post-test. There were thirty students participating in total. The results of the Rasch analysis show that the average problem-solving skills score is 0.73, with a Cronbach Alpha value of 0.97, person reliability of 0.97, and item reliability of 0.88. These values show very good interaction between students and question items, as well as very good consistency in student answers. Logit item measures of changes in students' problem solving skills show that almost students experienced an increase in their ability to understand component of the questions construction. Students in this research were able to sharpen their problem-solving skills through the citizen science projects they completed.Abstrak. Pendekatan pembelajaran yang autentik dan berbasis praktik untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa dalam konteks permasalahan lingkungan yang kompleks diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bagaimana perubahan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa melalui proyek citizen science yang diintegrasikan dalam mata kuliah ekologi dengan menggunakan teknik analisis stacking dalam model Rasch. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan membandingkan tingkat perubahan keterampilan pemecahan masalah setelah diberikan intervensi kegiatan pembelajaran dengan proyek citizen science melalui pre-test dan post-test. Total ada tiga puluh mahasiswa yang berpartisipasi. Hasil analisis Rasch menunjukkan rata-rata skor kemampuan mahasiswa sebesar 0,73, dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,97, person reliabilitas sebesar 0,97, dan reliabilitas item sebesar 0,88. Nilai-nilai tersebut menunjukkan interaksi yang sangat baik antara mahasiswa dengan item soal, serta konsistensi jawaban mahasiswa yang sangat baik. Proyek citizen science yang dilakukan oleh mahasiswa dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mereka.
Analysis of high school students' critical thinking ability in environmental change material through POE learning Adika Muhammad Aziz; Diana Rochintaniawati; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Eni Nuraeni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19540

Abstract

Critical thinking skills are important to master in facing global competition. Biology learning in class must be oriented to improving critical thinking skills. Environmental change material is biology material that requires students to think critically in responding to environmental problems. One way to improve critical thinking skills is to use POE learning strategies that able to train students to be critical of problem. This research aims to provide an overview of students' critical thinking abilities on environmental change material which is improved through the POE learning strategy. This research uses a qualitative descriptive method with the data used in analyzing the data from observations, teacher teaching modules, student responses, student worksheet answers, and interviews. The results of this research provide an overview of several shortcomings in implementing POE learning strategies in environmental change material so that students' critical thinking abilities are still low. These shortcomings include the observation stage which was not carried out optimally, the student worksheet stage did not train critical thinking skills, the environmental problem topic was too big, the learning allocation was not good, and the teacher's involvement in guiding students was still lacking.  With this research, a picture of the implementation of POE learning strategies in biology learning can be seen clearly so it is hoped that it can become good initial research for future research.Abstrak. Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikuasai dalam menghadapi persaingan global. Pembelajaran biologi di kelas harus berorientasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Materi perubahan lingkungan merupakan materi biologi yang menuntut siswa untuk berpikir kriris dalam menanggapi permasalahan lingkungan. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran POE  yang mampu melatihkan siswa kritis terhadap objek permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  memberikan gambaran kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan lingkungan yang ditingkatkan melalui strategi pembelajaran POE. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang digunakan dalam menganalisis adalah data hasil observasi, modul ajar guru, respon siswa, jawaban lembar kerja siswa, dan wawancara. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang beberapa kekurangan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran POE pada materi prubahan lingkungan sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Kekurangan tersebut diantaranya adalah tahapan observe yang dilakukan tidak secara optimal dilakukan, tahapan lembar kerja siswa yang tidak melatihkan kemampuan berpikir kritis, topik permasalahan lingkungan yang terlalu besar, alokasi pembelajaran yang kurang baik, dan keterlibatan guru dalam membimbing siswa masih kurang.  Dengan adanya penelitian ini, gambaran pelaksanaan strategi pembelajaran POE dalam pembelajaran biologi dapat terlihat jelas sehingga diharapkan mampu menjadi penelitian awal yang baik bagi penelitian-penelitian yang akan datang.
Systematic literature review: Implementation of STEM-based learning approach on students' interest in biology Indah Pujiati TM; Vinna Widayati; Slamet Suyanto; Habibah Nurfaizah Azra
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21060

Abstract

Student interest in STEM-based biology learning is essential to support the development of science and technology, yet the trends and dynamics of this interest over seven decades have not been mapped in depth. This study analyzes students' interest in biology learning through the STEM approach over seven decades using Scopus data, offering valuable insights for biology education at all educational levels. The study utilizes a systematic literature review (SLR) method, adapted from the PRISMA model. The SLR findings reveal that interest and persistence in STEM learning peaked in 2022, particularly in Indonesia and the United States. In Indonesia, biology education faces challenges such as outdated curricula, lack of resources, and insufficient teacher training, which decrease student motivation. The STEM approach can address these issues by integrating biology with technology, engineering, and mathematics, allowing students to see real-world applications and enhancing engagement in learning. The study suggests aligning biology education with the STEM approach, which can be applied across all science subjects, making learning more meaningful and boosting students' interest. STEM is included in this SLR due to its importance in education, as it helps engage students in science education and provides supportive conditions for their interests to grow. The ultimate goal is to make science education accessible to all learners in the 21st century, fostering an environment that encourages curiosity, creativity, and critical thinking.Abstrak. Minat siswa dalam pembelajaran biologi berbasis STEM sangat penting untuk mendukung perkembangan sains dan teknologi, namun tren dan dinamika minat ini selama tujuh dekade belum dipetakan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa dalam pembelajaran biologi dengan pendekatan STEM selama tujuh dekade, menggunakan data dari Scopus, yang akan memberikan wawasan berharga bagi pendidikan biologi di semua tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang diadaptasi dari model PRISMA. Hasil SLR ini mengungkapkan beberapa temuan menarik, termasuk fakta bahwa minat dan ketekunan dalam pembelajaran STEM mencapai puncaknya pada tahun 2022, khususnya di Indonesia dan Amerika Serikat. Di Indonesia, pendidikan biologi menghadapi tantangan seperti kurikulum yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya sumber daya, dan pelatihan guru yang tidak memadai, yang menurunkan motivasi siswa. Pendekatan STEM dapat mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan biologi dengan teknologi, teknik, dan matematika, sehingga siswa dapat melihat aplikasi di dunia nyata dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menyarankan untuk menyelaraskan pendidikan biologi dengan pendekatan STEM, yang dapat diterapkan di semua mata pelajaran sains, membuat pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan minat siswa. STEM dimasukkan dalam SLR ini karena pentingnya STEM dalam pendidikan, karena STEM membantu melibatkan siswa dalam pendidikan sains dan menyediakan kondisi yang mendukung agar minat mereka tumbuh. Tujuan utamanya adalah membuat pendidikan sains dapat diakses oleh semua siswa di abad ke-21, menumbuhkan lingkungan yang mendorong keingintahuan, kreativitas, dan pemikiran kritis.
Development of project-based learning electronic student worksheet integrating Ngawi local wisdom to enhance critical thinking skill and environmental caring attitude Desi Nuzul Agnafia; Qurrotul Anfa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20611

Abstract

PISA 2022 results show the low critical thinking skills of Indonesian students. Previous research in Ngawi also confirmed similar problems with students' critical thinking test scores below 70. This study aims to develop a project-based electronic learner worksheet (PjBL ESW) that integrates Ngawi local wisdom. This research was conducted using the development method or R&D (Research and Development) model of Borg and Gall. Based on data analysis of the results of validation by experts, it shows that the developed PjBL ESW obtained excellent criteria. The T-test results show that PjBL ESW can improve critical thinking skills, with a significance level of 0.000, which leads to the rejection of Ho, which means there is a difference in critical thinking skills between the experimental and control classes. The results of the analysis of the environmental care attitude questionnaire showed an n-Gain of 0.3772, which concluded that the application of PjBL ESW in the Merdeka Belajar curriculum was effective in increasing students' environmental care attitudes related to ecology and biodiversity. The results of this study have an impact on education, especially the research object school, students are motivated, enthusiastic, and active in learning so that the goal of improving critical abilities can be achieved in each student. Local wisdom-based learning brings a new atmosphere for students in familiarizing themselves in loving the environment and developing sustainable principles in preserving the environment.Abstrak. Hasil PISA 2022 menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia. Penelitian sebelumnya di Ngawi juga mengonfirmasi masalah serupa dengan skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik di bawah 70. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik elektronik berbasis proyek (e-LKPD PjBL) yang mengintegrasikan kearifan lokal Ngawi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan atau R&D (Penelitian dan Pengembangan) model Borg dan Gall. Berdasarkan analisis data terhadap hasil validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa e-LKPD PjBL yang dikembangkan memperoleh kriteria sangat baik. Hasil uji T menunjukkan e-LKPD PjBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dengan tingkat signifikansi 0,000, yang mengarah pada penolakan Ho, yang berarti ada perbedaan dalam kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis kuesioner sikap peduli lingkungan menunjukkan n-Gain sebesar 0,3772, yang menyimpulkan bahwa penerapan e-LKPD PjBL dalam kurikulum Merdeka Belajar, efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik terkait ekologi dan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian ini membawa dampak bagi pendidikan, khususnya sekolah objek penelitian, peserta didik termotivasi, antusias, dan aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan dalam meningkatkan kemampuan kritis dapat tercapai pada setiap peserta didik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal membawa suasana baru bagi peserta didik dalam membiasakan diri dalam mencintai lingkungan dan mengembangkan prinsip berkelanjutan dalam melestarikan lingkungan.
Ethnobotany of postnatal herbal medicine of the Malay community of Ketapang as a source of culture-based biology learning Siti Kurnia Wulan; Anandita Eka Setiadi; Ari Sunandar
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21182

Abstract

Along with the development of health services and the use of modern medicine led to the loss of knowledge of medicinal plants for postnatal herbs. The purpose of this study was to determine the kinds of herbal medicine, plants used by the Ketapang Malay Community in Natai Kuini village, and the ethnobotanical potential of postnatal herbal medicine plants as a learning resource. This research uses an exploratory descriptive method with a qualitative approach where researchers divide the 2 stages of research from plant data collection and postnatal herbs by interview and observation. The interview used snowball sampling technique. Further data collection is in the form of questionnaire results of potential learning resources. The results of the study found 27 spesies of plants and 15 types of postnatal herbs. Potential learning resources aspects of the clarity of potential 95.31%. Aspects of target clarity 97.92%, suitability of objectives 97.92%, feasibility of exploration guidelines 97.92%, clarity of information revealed score 90.63%, clarity of expected results 90.63% and interpretation of ‘very good’ with an average presentation of 95.06%. This research has a scientific impact on education by providing new insights into the ethnobotanical potential of postpartum herbal plants as an effective learning resource, especially in the context of biodiversity and classification of living things for Class X students.Abstrak. Seiring dengan berkembangnya pelayanan kesehatan dan penggunaan obat  modern menyebabkan hilangnya pengetahuan terhadap tumbuhan obat untuk jamu pasca melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui macam-macam jamu, tumbuhan  yang digunakan Masyarakat Melayu Ketapang didesa Natai Kuini, dan potensi etnobotani tumbuhan jamu pasca melahirkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti membagi 2 tahap penelitian dari pengambilan data tumbuhan dan jamu pasca melahirkan dengan wawancara dan observasi. Wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Pengambilan data selanjutnya berupa hasil angket potensi sumber belajar. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis tumbuhan dan 15 jenis jamu pasca melahirkan. Potensi sumber belajar aspek dari kejelasan potensi  95.31%. Aspek kejelasan sasaran 97.92%, kesesuain tujuan 97.92%, kelayakan pedoman eksplorasi 97.92%, kejelasan informasi yang diungkap skor 90.63%, kejelasan hasil yang diharapkan 90.63% dan interpretasi "sangat baik" dengan rata-rata presentasi 82,08%. Penelitian ini memiliki dampak ilmiah pada pendidikan dengan memberikan wawasan baru tentang potensi etnobotani tanaman herbal pascapersalinan sebagai sumber belajar yang efektif, terutama dalam konteks keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup untuk siswa Kelas X.
Citizen science project (CSP) learning model as innovation learning in improving 21st century skills Adnan Adnan; Sitti Saenab; Rahmatullah Rahmatullah; Rifka Almunawarah; Sahla Sahira; Maghfirah Alma Aulia; Hikmah Nurul Jannah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20799

Abstract

Learning models that are in line with the challenges of the 21st century, namely involving students to think critically, creatively, and be able to communicate and collaborate are very important to develop. One of the learning models that support this is the Citizen Science Project (CSP) model. This research uses the development method with the ADDIE approach, which consists of the analysis stage, design stage, development stage, implementation stage, and evaluation stage. The CSP learning model consists of syntax, reaction principles, social systems, support systems, and instructional and accompanying impacts. The focus of this research is up to the implementation stage, which involves analysing the validation of the CSP model as well as the practicality test by teachers and learners. The instruments used in the study included a validation questionnaire for two expert validators, as well as a practicality questionnaire for 2 teachers and 34 learners. The data were analysed based on the feasibility of the CSP model, as assessed by the validators, as well as practicality from the perspective of teachers and learners. The validation results showed an average score of 4.38 out of 5, which falls into the valid category. Practicality assessment by learners resulted in a score of 83.2 which is included in the very practical category, while teachers gave a score of 84.8 which is also included in the very valid category. Based on these results, it can be concluded that the CSP learning model is valid and very practical to be applied to support 21st century learning in improving 4C skills.Abstrak. Model pembelajaran yang selaras dengan tantangan abad ke-21, yaitu melibatkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, sangat penting untuk dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung hal ini adalah model Citizen Science Project (CSP). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Model pembelajaran CSP terdiri atas sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan dampak penyerta. Fokus penelitian ini hingga tahap implementasi, yang melibatkan analisis validasi model CSP serta uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kuesioner validasi untuk dua validator ahli, serta kuesioner kepraktisan untuk dua guru dan 34 peserta didik. Data dianalisis berdasarkan kelayakan model CSP yang dinilai oleh validator, serta kepraktisannya dari perspektif guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,38 dari 5, yang termasuk dalam kategori valid. Penilaian kepraktisan oleh peserta didik menghasilkan skor 83,2, yang termasuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan guru memberikan skor 84,8, yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CSP valid dan sangat praktis untuk diterapkan guna mendukung pembelajaran abad ke-21 dalam meningkatkan keterampilan 4C.
Development of SETS-based modules for understanding zoological concepts on Lemukutan Island Tesa Manisa; Mustika Sari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.20977

Abstract

Zoology, as a branch of biology, not only focuses on theoretical aspects but also requires mastery of practical skills in observing, analyzing, and understanding the interactions between organisms and their environment. Observations during the field study on Lemukutan Island revealed that many students were still confused about identifying the names of species and body parts of invertebrate animals encountered during the field exploration. This study aims to determine the validity, student responses, and effectiveness of the SETS-based teaching module through invertebrate exploration on Lemukutan Island. This research is an R&D study using the ADDIE model. The data collection tools used in this study included validation sheets, student response questionnaires, and zoology concept understanding tests. Data analysis involved calculating validation scores, student questionnaires, and N-gain score results from the zoology concept understanding test. The results showed that the SETS-based module is valid, practical, and effective for enhancing students' conceptual understanding of zoology. It received an average validity score of 1.00, a student response percentage of 79%, and an N-gain score of 0.783 (high category). These findings suggest that the module is suitable for integration into the invertebrate systematics curriculum and can improve the relevance and engagement of learning by linking zoological content to local biodiversity contexts such as those on Lemukutan Island.Abstrak. Zoologi sebagai salah satu cabang ilmu biologi tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoritis saja, tetapi juga menuntut penguasaan keterampilan praktis dalam mengamati, menganalisis, dan memahami interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Hasil observasi pada saat kuliah lapangan di Pulau Lemukutan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang masih bingung ketika menyebutkan nama-nama spesies dan bagian tubuh hewan invertebrata yang ditemukan pada saat eksplorasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, respon mahasiswa, dan efektivitas modul ajar berbasis SETS melalui eksplorasi invertebrata di Pulau Lemukutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan menggunakan desain ADDIE. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon mahasiswa, dan tes pemahaman konsep zoologi. Analisis data menggunakan perhitungan skor validasi, angket mahasiswa, dan skor hasil N-gain tes pemahaman konsep Zoologi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis SETS valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep zoologi mahasiswa. Modul ini memperoleh skor validitas rata-rata sebesar 1,00, persentase respons mahasiswa sebesar 79%, dan skor N-gain sebesar 0,783 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa modul layak diintegrasikan ke dalam kurikulum sistematika invertebrata dan dapat meningkatkan relevansi serta keterlibatan pembelajaran dengan mengaitkan konten zoologi pada konteks keanekaragaman hayati lokal seperti di Pulau Lemukutan. 
Phytochemical screening of mint leaves (Mentha sp.) as an innovation in biology learning Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Indrayoni, Putu; Dira, Made Asmarani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23727

Abstract

Phytochemistry-based practicums have the potential to strengthen students' cognitive understanding, psychomotor skills, and affective attitudes. This study examines the effectiveness of phytochemistry testing practicums using mint leaf (Mentha sp.) ethanol extract on the learning outcomes, psychomotor skills, and attitudes of biology students. The research subjects consisted of 30 second-year students selected using purposive sampling, as they had already completed the basic pharmaceutical biology course. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied, with instruments including a learning outcome test, observation sheets, and a response questionnaire. The phytochemical screening results confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which provided clear and easily observable visual indicators. Statistical analysis showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores (p = 0.001). Observations revealed good performance in laboratory skills such as procedural accuracy, work safety, and teamwork, although color interpretation required further improvement. Questionnaire responses indicated that students perceived the practicum positively, particularly in terms of motivation, relevance to everyday life, and integration of theory with practice. These findings indicate that mint leaf-based phytochemistry practicums effectively support student learning, with an average score of 80.4 in the cognitive domain (Good–Very Good), 82 in the psychomotor domain (Good), and 85 in the affective domain (Very Good). The use of local plants as a practical medium also provides a contextual, low-cost, and innovative approach to biology education, with strategic potential to improve the quality of laboratory-based learning.Abstrak. Praktikum berbasis fitokimia berpotensi memperkuat pemahaman kognitif, keterampilan psikomotor, dan sikap afektif mahasiswa. Penelitian ini mengkaji efektivitas praktikum uji fitokimia menggunakan ekstrak etanol daun mint (Mentha sp.) terhadap hasil belajar, keterampilan psikomotor dan sikap mahasiswa biologi. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa tahun kedua yang dipilih dengan teknik purposive sampling, karena telah menyelesaikan mata kuliah Biologi Farmasi Dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest, menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respon. Hasil skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memberikan indikator visual jelas dan dapat diamati dengan baik. Analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test (p = 0,001). Observasi menunjukkan keterampilan laboratorium mahasiswa berada pada kategori baik, khususnya dalam ketepatan prosedur, keselamatan kerja, dan kerja sama tim, meskipun interpretasi warna masih perlu ditingkatkan. Respon angket menunjukkan bahwa mahasiswa menilai praktikum ini secara positif, terutama dalam hal motivasi, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, serta integrasi teori dengan praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa praktikum fitokimia berbasis daun mint efektif mendukung pembelajaran mahasiswa dengan memperoleh rata-rata nilai 80,4 pada domain kognitif (Baik–Sangat Baik), 82 pada domain psikomotor (Baik), dan 85 pada domain afektif (Sangat Baik). Pemanfaatan tanaman lokal sebagai media praktikum juga menyediakan pendekatan kontekstual, berbiaya rendah, dan inovatif dalam pendidikan biologi, dengan potensi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis laboratorium.
The influence of problem-based learning with socio-scientific issues on improving concept mastery and critical thinking in biotechnology Nurfadhila, Devi; Sigit, Diana Vivanti; Kurniati, Tri Handayani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23730

Abstract

The low conceptual mastery and critical thinking skills of grade 10 students in biotechnology create a need for a more contextual and meaningful learning model. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with Socio-Scientific Issues (SSI) on conceptual mastery and critical thinking skills in biotechnology. The study used a quasi-experimental design with two groups: an experimental class using PBL integrated with SSI and a control class using the Discovery Learning model. Data were collected through pre-tests and post-tests using multiple-choice questions for conceptual mastery and essays for critical thinking skills. The research results show that the experimental class had an average conceptual mastery score of 85, which was higher than the control class’s score of 67. For critical thinking skills, the experimental class obtained an average score of 81, while the control class scored 74. The MANOVA statistical test yielded p < 0.05, indicating that the PBL-SSI model had a significant effect on conceptual mastery and critical thinking skills. N-Gain analysis showed a high increase in the experimental group and a moderate increase in the control group. This indicates that integrating PBL with SSI creates a meaningful learning environment, promoting better conceptual understanding and critical thinking skills. The impact of this study is expected to serve as a reference for developing innovative learning methods in future biology education.Abstrak. Keterampilan penguasaan konsep dan berpikir kritis siswa kelas 10 dalam bioteknologi yang rendah menciptakan kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang terintegrasi dengan Isu-Isu Sosial-Ilmiah (SSI) terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis dalam bioteknologi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan PBL terintegrasi dengan SSI dan kelas kontrol yang menggunakan model Pembelajaran Penemuan. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir menggunakan soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan esai untuk keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki skor rata-rata penguasaan konsep sebesar 85, yang lebih tinggi daripada skor kelas kontrol sebesar 67. Untuk keterampilan berpikir kritis, kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata 81, sementara kelas kontrol mendapatkan skor 74. Uji statistik MANOVA menghasilkan p < 0.05, menunjukkan bahwa model PBL-SSI memiliki dampak signifikan terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan tinggi pada kelompok eksperimen dan peningkatan moderat pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan SSI menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang mempromosikan pemahaman konseptual yang lebih baik dan keterampilan berpikir kritis. Dampak penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan metode pembelajaran inovatif dalam pendidikan biologi di masa depan.
Development of AR-assisted socio-scientific issue e-modules on the circulatory system to enhance students’ health literacy and critical thinking Saragih, Devi Mayuko; Pratama, Anggi Tias
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23915

Abstract

Despite the emphasis on integrating critical reasoning and health literacy in 21st-century biology education, current learning practices remain teacher-centered, dominated by low-order assessments, and unsupported by contextual, technology-enhanced materials, creating a gap between curricular expectations and students’ actual competencies. This study developed an Augmented Reality (AR)-based e-module with Socio-Scientific Issues (SSI) approach on the circulatory system to enhance health literacy and critical reasoning skills of grade XI students. The urgency arose from findings at SMA Negeri 1 Depok showing teacher-centered biology learning, low health literacy, LOTS-dominated evaluation, and conventional e-modules lacking SSI and AR integration. Using the ADDIE model, the e-module was validated by two experts and a biology teacher, then tested through quasi-experimental non-equivalent control group design with 72 students (36 experimental, 36 control) at SMAN 1 Depok Sleman. Data were analyzed using descriptive statistics and Mann-Whitney test. Results showed the AR-based SSI e-module: (1) integrated SSI features with AR video animation technology, (2) met acceptable validity from expert judgment, (3) was practical for teaching circulatory system, and (4) effectively improved health literacy (N-Gain 0.41) and critical reasoning (N-Gain 0.70) with significant differences between groups (p < 0.05). This study transformed biology learning from teacher-centered to student-centered while optimizing productive gadget use to shape critical-thinking Pancasila Student Profiles, opening opportunities for content expansion, advanced AR technologies integration, and sustainable 21st-century biology learning innovation.Abstrak. Meskipun pendidikan biologi abad ke-21 menekankan integrasi penalaran kritis dan literasi kesehatan, praktik pembelajaran yang berlangsung masih berpusat pada guru, didominasi oleh asesmen berpikir tingkat rendah, serta belum didukung oleh bahan ajar kontekstual berbasis teknologi, sehingga menimbulkan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan kompetensi aktual siswa. Penelitian ini mengembangkan modul e-learning berbasis Augmented Reality (AR) dengan pendekatan Isu Sosial-Ilmiah (SSI) tentang sistem peredaran darah untuk meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI. Kebutuhan mendesak ini muncul dari temuan di SMA Negeri 1 Depok yang menunjukkan pembelajaran biologi yang berpusat pada guru, literasi kesehatan yang rendah, evaluasi yang didominasi oleh LOTS, serta modul e-learning konvensional yang tidak mengintegrasikan SSI dan AR. Menggunakan model ADDIE, e-module ini divalidasi oleh dua ahli dan seorang guru biologi, kemudian diuji melalui desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen melibatkan 72 siswa (36 eksperimental, 36 kontrol) di SMAN 1 Depok Sleman. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa e-modul SSI berbasis AR: (1) mengintegrasikan fitur SSI dengan teknologi animasi video AR, (2) memenuhi validitas yang dapat diterima berdasarkan penilaian ahli, (3) praktis untuk pengajaran sistem peredaran darah, dan (4) secara efektif meningkatkan literasi kesehatan (N-Gain 0,41) dan penalaran kritis (N-Gain 0,70) dengan perbedaan yang signifikan antara kelompok (p < 0,05). Studi ini mengubah pembelajaran biologi dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sambil mengoptimalkan penggunaan gadget yang produktif untuk membentuk profil siswa Pancasila yang kritis, membuka peluang untuk perluasan konten, integrasi teknologi AR canggih, dan inovasi pembelajaran biologi abad ke-21 yang berkelanjutan.