cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 227 Documents
Measuring changes of students' problem-solving skills for citizen science projects that integrated in ecology courses: Stacking analysis techniques in Rasch model Susbiyanto, Susbiyanto; Hidayat, Topik; Surtikanti, Hertien Koosbandiah; Riandi, Riandi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19574

Abstract

Authentic and practice-based learning approaches to develop students' problem-solving skills in the context of complex environmental problems are needed. This study aims to measure how students' problem-solving skills have changed through Citizen Science Project that integrated in ecology courses using stacking analysis techniques in the Rasch model. The method in this research used a descriptive quantitative approach by comparing the level of change in problem solving skills after the intervention of learning activities with citizen science projects through pre-test and post-test. There were thirty students participating in total. The results of the Rasch analysis show that the average problem-solving skills score is 0.73, with a Cronbach Alpha value of 0.97, person reliability of 0.97, and item reliability of 0.88. These values show very good interaction between students and question items, as well as very good consistency in student answers. Logit item measures of changes in students' problem solving skills show that almost students experienced an increase in their ability to understand component of the questions construction. Students in this research were able to sharpen their problem-solving skills through the citizen science projects they completed.Abstrak. Pendekatan pembelajaran yang autentik dan berbasis praktik untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa dalam konteks permasalahan lingkungan yang kompleks diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bagaimana perubahan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa melalui proyek citizen science yang diintegrasikan dalam mata kuliah ekologi dengan menggunakan teknik analisis stacking dalam model Rasch. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan membandingkan tingkat perubahan keterampilan pemecahan masalah setelah diberikan intervensi kegiatan pembelajaran dengan proyek citizen science melalui pre-test dan post-test. Total ada tiga puluh mahasiswa yang berpartisipasi. Hasil analisis Rasch menunjukkan rata-rata skor kemampuan mahasiswa sebesar 0,73, dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,97, person reliabilitas sebesar 0,97, dan reliabilitas item sebesar 0,88. Nilai-nilai tersebut menunjukkan interaksi yang sangat baik antara mahasiswa dengan item soal, serta konsistensi jawaban mahasiswa yang sangat baik. Proyek citizen science yang dilakukan oleh mahasiswa dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mereka.
Analysis of high school students' critical thinking ability in environmental change material through POE learning Aziz, Adika Muhammad; Rochintaniawati, Diana; Kusumastuti, Mimin Nurjhani; Nuraeni, Eni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19540

Abstract

Critical thinking skills are important to master in facing global competition. Biology learning in class must be oriented to improving critical thinking skills. Environmental change material is biology material that requires students to think critically in responding to environmental problems. One way to improve critical thinking skills is to use POE learning strategies that able to train students to be critical of problem. This research aims to provide an overview of students' critical thinking abilities on environmental change material which is improved through the POE learning strategy. This research uses a qualitative descriptive method with the data used in analyzing the data from observations, teacher teaching modules, student responses, student worksheet answers, and interviews. The results of this research provide an overview of several shortcomings in implementing POE learning strategies in environmental change material so that students' critical thinking abilities are still low. These shortcomings include the observation stage which was not carried out optimally, the student worksheet stage did not train critical thinking skills, the environmental problem topic was too big, the learning allocation was not good, and the teacher's involvement in guiding students was still lacking.  With this research, a picture of the implementation of POE learning strategies in biology learning can be seen clearly so it is hoped that it can become good initial research for future research.Abstrak. Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikuasai dalam menghadapi persaingan global. Pembelajaran biologi di kelas harus berorientasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Materi perubahan lingkungan merupakan materi biologi yang menuntut siswa untuk berpikir kriris dalam menanggapi permasalahan lingkungan. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran POE  yang mampu melatihkan siswa kritis terhadap objek permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  memberikan gambaran kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan lingkungan yang ditingkatkan melalui strategi pembelajaran POE. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang digunakan dalam menganalisis adalah data hasil observasi, modul ajar guru, respon siswa, jawaban lembar kerja siswa, dan wawancara. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang beberapa kekurangan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran POE pada materi prubahan lingkungan sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Kekurangan tersebut diantaranya adalah tahapan observe yang dilakukan tidak secara optimal dilakukan, tahapan lembar kerja siswa yang tidak melatihkan kemampuan berpikir kritis, topik permasalahan lingkungan yang terlalu besar, alokasi pembelajaran yang kurang baik, dan keterlibatan guru dalam membimbing siswa masih kurang.  Dengan adanya penelitian ini, gambaran pelaksanaan strategi pembelajaran POE dalam pembelajaran biologi dapat terlihat jelas sehingga diharapkan mampu menjadi penelitian awal yang baik bagi penelitian-penelitian yang akan datang.
Systematic literature review: Implementation of STEM-based learning approach on students' interest in biology Pujiati TM, Indah; Widayati, Vinna; Suyanto, Slamet; Azra, Habibah Nurfaizah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21060

Abstract

Student interest in STEM-based biology learning is essential to support the development of science and technology, yet the trends and dynamics of this interest over seven decades have not been mapped in depth. This study analyzes students' interest in biology learning through the STEM approach over seven decades using Scopus data, offering valuable insights for biology education at all educational levels. The study utilizes a systematic literature review (SLR) method, adapted from the PRISMA model. The SLR findings reveal that interest and persistence in STEM learning peaked in 2022, particularly in Indonesia and the United States. In Indonesia, biology education faces challenges such as outdated curricula, lack of resources, and insufficient teacher training, which decrease student motivation. The STEM approach can address these issues by integrating biology with technology, engineering, and mathematics, allowing students to see real-world applications and enhancing engagement in learning. The study suggests aligning biology education with the STEM approach, which can be applied across all science subjects, making learning more meaningful and boosting students' interest. STEM is included in this SLR due to its importance in education, as it helps engage students in science education and provides supportive conditions for their interests to grow. The ultimate goal is to make science education accessible to all learners in the 21st century, fostering an environment that encourages curiosity, creativity, and critical thinking.Abstrak. Minat siswa dalam pembelajaran biologi berbasis STEM sangat penting untuk mendukung perkembangan sains dan teknologi, namun tren dan dinamika minat ini selama tujuh dekade belum dipetakan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa dalam pembelajaran biologi dengan pendekatan STEM selama tujuh dekade, menggunakan data dari Scopus, yang akan memberikan wawasan berharga bagi pendidikan biologi di semua tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang diadaptasi dari model PRISMA. Hasil SLR ini mengungkapkan beberapa temuan menarik, termasuk fakta bahwa minat dan ketekunan dalam pembelajaran STEM mencapai puncaknya pada tahun 2022, khususnya di Indonesia dan Amerika Serikat. Di Indonesia, pendidikan biologi menghadapi tantangan seperti kurikulum yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya sumber daya, dan pelatihan guru yang tidak memadai, yang menurunkan motivasi siswa. Pendekatan STEM dapat mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan biologi dengan teknologi, teknik, dan matematika, sehingga siswa dapat melihat aplikasi di dunia nyata dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menyarankan untuk menyelaraskan pendidikan biologi dengan pendekatan STEM, yang dapat diterapkan di semua mata pelajaran sains, membuat pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan minat siswa. STEM dimasukkan dalam SLR ini karena pentingnya STEM dalam pendidikan, karena STEM membantu melibatkan siswa dalam pendidikan sains dan menyediakan kondisi yang mendukung agar minat mereka tumbuh. Tujuan utamanya adalah membuat pendidikan sains dapat diakses oleh semua siswa di abad ke-21, menumbuhkan lingkungan yang mendorong keingintahuan, kreativitas, dan pemikiran kritis.
Development of project-based learning electronic student worksheet integrating Ngawi local wisdom to enhance critical thinking skill and environmental caring attitude Agnafia, Desi Nuzul; Anfa, Qurrotul
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20611

Abstract

This research aimed to develope Project-Based Learning Electronic Student Worksheet (ESW) Integrating Ngawi Local Wisdom. This research was conducted using the development method or R&D (Research and Development) employing the Borg and Gall development model. Based on data analysis towards the validation results by experts in media and teaching materials development, design and readability, content, and teaching devices, it shows that Project-Based Learning Electronic Student Worksheet Integrating Ngawi Local Wisdom is excellent. In addition, based on the results of the T-test, the ESW PjBL integrated with Local Wisdom from Ngawi can enhance critical thinking skills, with a significance level of 0.000, leading to the rejection of Ho, which means there is a difference in critical thinking abilities between the experimental and control classes. Meanwhile, the results of the analysis of the environmental caring attitude questionnaire showed an n-Gain of 0.3772, which concludes that the implementation of ESW in the Merdeka Belajar curriculum, integrated with local wisdom, is effective in enhancing students' environmental caring attitude regarding ecology and biodiversity. The results of this research have an impact on education, especially at the school where the research was conducted. Students are highly motivated, enthusiastic, and active in learning, so the goal of enhancing critical thinking skills can be achieved by every student. Learning based on local wisdom brings a new atmosphere for students to get used to loving the environment and developing sustainable principles to preserve it.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa Elektronik Berbasis Proyek yang mengintegrasikan Kearifan Lokal Ngawi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan atau R&D (Penelitian dan Pengembangan) yang menerapkan model pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan analisis data terhadap hasil validasi oleh para ahli dalam pengembangan media dan bahan ajar, desain dan keterbacaan, konten, serta perangkat pengajaran, menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa Elektronik Berbasis Proyek yang Mengintegrasikan Kearifan Lokal Ngawi adalah sangat baik. Selain itu, berdasarkan hasil uji T, ESW PjBL yang dipadukan dengan Kearifan Lokal dari Ngawi dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dengan tingkat signifikansi 0,000, yang mengarah pada penolakan Ho, yang berarti ada perbedaan dalam kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sementara itu, hasil analisis kuesioner sikap peduli lingkungan menunjukkan n-Gain sebesar 0,3772, yang menyimpulkan bahwa penerapan e-LKPD dalam kurikulum Merdeka Belajar, yang dipadukan dengan kearifan lokal, efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa terkait ekologi dan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian ini membawa dampak bagi Pendidikan, khusunya sekolah objek openelitian, siswa sangat termotivasi , antusias, aktif dalam pembelajaran seingga tujuan dalam meningkatkan kemampuan kritis dapat tercapai pada setiap siswa. Pembelajaran berbasis kearifan lokal membawa suasana baru bagi siswa dalam membiasakan diri dalam mencintai lingkungan dan mengembangan prinsip berkelanjutan melestarikan  lingkungan.
Ethnobotany of postnatal herbal medicine of the Malay community of Ketapang as a source of culture-based biology learning Wulan, Siti Kurnia; Setiadi, Anandita Eka; Sunandar, Ari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21182

Abstract

Along with the development of health services and the use of modern medicine led to the loss of knowledge of medicinal plants for postnatal herbs. The purpose of this study was to determine the kinds of herbal medicine, plants used by the Ketapang Malay Community in Natai Kuini village, and the ethnobotanical potential of postnatal herbal medicine plants as a learning resource. This research uses an exploratory descriptive method with a qualitative approach where researchers divide the 2 stages of research from plant data collection and postnatal herbs by interview and observation. The interview used snowball sampling technique. Further data collection is in the form of questionnaire results of potential learning resources. The results of the study found 27 spesies of plants and 15 types of postnatal herbs. Potential learning resources aspects of the clarity of potential 95.31%. Aspects of target clarity 97.92%, suitability of objectives 97.92%, feasibility of exploration guidelines 97.92%, clarity of information revealed score 90.63%, clarity of expected results 90.63% and interpretation of ‘very good’ with an average presentation of 95.06%. This research has a scientific impact on education by providing new insights into the ethnobotanical potential of postpartum herbal plants as an effective learning resource, especially in the context of biodiversity and classification of living things for Class X students.Abstrak. Seiring dengan berkembangnya pelayanan kesehatan dan penggunaan obat  modern menyebabkan hilangnya pengetahuan terhadap tumbuhan obat untuk jamu pasca melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui macam-macam jamu, tumbuhan  yang digunakan Masyarakat Melayu Ketapang didesa Natai Kuini, dan potensi etnobotani tumbuhan jamu pasca melahirkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti membagi 2 tahap penelitian dari pengambilan data tumbuhan dan jamu pasca melahirkan dengan wawancara dan observasi. Wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Pengambilan data selanjutnya berupa hasil angket potensi sumber belajar. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis tumbuhan dan 15 jenis jamu pasca melahirkan. Potensi sumber belajar aspek dari kejelasan potensi  95.31%. Aspek kejelasan sasaran 97.92%, kesesuain tujuan 97.92%, kelayakan pedoman eksplorasi 97.92%, kejelasan informasi yang diungkap skor 90.63%, kejelasan hasil yang diharapkan 90.63% dan interpretasi "sangat baik" dengan rata-rata presentasi 82,08%. Penelitian ini memiliki dampak ilmiah pada pendidikan dengan memberikan wawasan baru tentang potensi etnobotani tanaman herbal pascapersalinan sebagai sumber belajar yang efektif, terutama dalam konteks keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup untuk siswa Kelas X.
Citizen science project (CSP) learning model as innovation learning in improving 21st century skills Adnan, Adnan; Saenab, Sitti; Rahmatullah, Rahmatullah; Almunawarah, Rifka; Sahira, Sahla; Aulia, Maghfirah Alma; Jannah, Hikmah Nurul
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20799

Abstract

Learning models that are in line with the challenges of the 21st century, namely involving students to think critically, creatively, and be able to communicate and collaborate are very important to develop. One of the learning models that support this is the Citizen Science Project (CSP) model. This research uses the development method with the ADDIE approach, which consists of the analysis stage, design stage, development stage, implementation stage, and evaluation stage. The CSP learning model consists of syntax, reaction principles, social systems, support systems, and instructional and accompanying impacts. The focus of this research is up to the implementation stage, which involves analysing the validation of the CSP model as well as the practicality test by teachers and learners. The instruments used in the study included a validation questionnaire for two expert validators, as well as a practicality questionnaire for 2 teachers and 34 learners. The data were analysed based on the feasibility of the CSP model, as assessed by the validators, as well as practicality from the perspective of teachers and learners. The validation results showed an average score of 4.38 out of 5, which falls into the valid category. Practicality assessment by learners resulted in a score of 83.2 which is included in the very practical category, while teachers gave a score of 84.8 which is also included in the very valid category. Based on these results, it can be concluded that the CSP learning model is valid and very practical to be applied to support 21st century learning in improving 4C skills.Abstrak. Model pembelajaran yang selaras dengan tantangan abad ke-21, yaitu melibatkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, sangat penting untuk dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung hal ini adalah model Citizen Science Project (CSP). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Model pembelajaran CSP terdiri atas sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan dampak penyerta. Fokus penelitian ini hingga tahap implementasi, yang melibatkan analisis validasi model CSP serta uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kuesioner validasi untuk dua validator ahli, serta kuesioner kepraktisan untuk dua guru dan 34 peserta didik. Data dianalisis berdasarkan kelayakan model CSP yang dinilai oleh validator, serta kepraktisannya dari perspektif guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,38 dari 5, yang termasuk dalam kategori valid. Penilaian kepraktisan oleh peserta didik menghasilkan skor 83,2, yang termasuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan guru memberikan skor 84,8, yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CSP valid dan sangat praktis untuk diterapkan guna mendukung pembelajaran abad ke-21 dalam meningkatkan keterampilan 4C.
Development of SETS-based modules for understanding zoological concepts on Lemukutan Island Manisa, Tesa; Sari, Mustika
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.20977

Abstract

Zoology as a branch of biology not only emphasizes theoretical aspects, but also requires mastery of practical skills in observing, analyzing, and understanding the interactions between organisms and their environment. The results of observations during the Field Lecture on Lemukutan Island showed that many students were still confused when mentioning the names of species and body parts of Invertebrate animals found during field exploration. This study aims to determine the validity, student responses, and effectiveness of the SETS-based teaching module through Invertebrate exploration on Lemukutan Island. This study is a type of R&D research using the ADDIE design. The data collection tools used in this study were validation sheets, student response questionnaires, and Zoology concept understanding tests. Data analysis used validation score calculations, student questionnaires, and N-Gain Score results of students' Zoology concept understanding tests. The results of the study showed that the SETS-based teaching module was declared very valid for use as teaching materials in learning with an average value for each aspect of 1.00. Overall, students gave a positive response to the SETS-based teaching module after being tested with an average percentage score of 79%. Meanwhile, the increase in the average post-test score after the implementation of SETS-based teaching modules in learning activities reached 87 with the criteria of "very good". This study has a positive impact on the resulting module so that it can be used to improve understanding of Zoology concepts in the following year.Abstrak. Zoologi sebagai salah satu cabang ilmu biologi tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoritis saja, tetapi juga menuntut penguasaan keterampilan praktis dalam mengamati, menganalisis, dan memahami interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Hasil observasi pada saat Kuliah Lapangan di Pulau Lemukutan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang masih bingung ketika menyebutkan nama-nama spesies dan bagian tubuh hewan Avertebrata yang ditemukan pada saat eksplorasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, respon mahasiswa, dan efektivitas modul ajar berbasis SETS melalui eksplorasi Avertebrata di Pulau Lemukutan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan menggunakan desain ADDIE. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon mahasiswa, dan tes pemahaman konsep Zoologi. Analisis data menggunakan perhitungan skor validasi, angket mahasiswa, dan hasil N-Gain Score tes pemahaman konsep Zoologi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis SETS dinyatakan sangat valid untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata untuk setiap aspek sebesar 1,00. Secara keseluruhan, siswa memberikan respon positif terhadap modul ajar berbasis SETS setelah dilakukan uji coba dengan skor persentase rata-rata sebesar 79%. Sedangkan peningkatan skor rata-rata post-test setelah penerapan modul ajar berbasis SETS dalam kegiatan pembelajaran mencapai 87 dengan kriteria “sangat baik”. Penelitian ini memberikan dampak positif terkait modul yang dihasilkan sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki pemahaman konsep Zoologi pada tahun selanjutnya.