cover
Contact Name
Rino A. Nugroho, Ph.D
Contact Email
-
Phone
+62271637358
Journal Mail Official
spiritpublikfisip@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Spirit Publik : Jurnal Administrasi Publik
ISSN : 19070489     EISSN : 25803875     DOI : https://doi.org/10.20961/sp
Core Subject : Humanities, Social,
Spirit Publik : Jurnal Administrasi Publik diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (UNS). Jurnal ini menyajikan hasil penelitian dan artikel dalam lingkup kajian kebijakan dan manajemen publik.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI PESISIR KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERBASIS INTERCONNECTED GOVERNANCE Tito Satria Pinandito; Nurul Asfiani; Ainun Mardziyah; Novarenda Pawestri
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.824 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39294

Abstract

Ketimpangan sosial masih menjadi fenomena yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kesenjangan yang paling kontras terlihat antara daerah perkotaan dan pesisir. Hampir sama dengan teori yang dikemukakan oleh Myrdal, wilayah pesisir cenderung tertinggal karena jaraknya dari pusat kota. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa ada 35 daerah tertinggal yang tersebar di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk daerah pesisir di Kabupaten Gunungkidul yang meliputi Kabupaten Panggang, Saptosari, Tanjungsari, dan Girisubo. Setelah melakukan pengamatan, peneliti menggunakan metode berpikir lintas dengan pembandingan. Tujuan menggunakan metode ini adalah untuk mengambil poin-poin keunggulan yang telah berhasil diterapkan oleh suatu daerah yang kemudian titik-titik ini juga dapat diterapkan di daerah lain yang terbelakang. Berdasarkan uraian masing-masing parameter, penulis menetapkan Desa Ngloro sebagai lokasi penelitian karena dianggap sebagai desa yang paling dirugikan dibandingkan dengan yang lain. Kemudian para peneliti menetapkan Pulau Osi sebagai wilayah pembanding. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa peran semua pemangku kepentingan, terutama sebagai lembaga perencanaan pembangunan nasional, BAPPENAS memiliki porsi yang lebih besar dalam menyiapkan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah. Karena itu, dalam upaya menyamakan pembangunan nasional, wilayah pesisir nusantara perlu mendapat perhatian.
KINERJA PEGAWAI KANTOR LURAH SUMAHILANG KECAMATAN PEKANBARU KOTA, KOTA PEKANBARU Prihatin, Prihatin; Nurpeni, Nurpeni; Sari, Fara Merian
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.703 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39287

Abstract

Penelitian dengan judul Kineja Pegawai Kantor Kelurahan Sumahilang Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru di laksanakan lebih kurang lima bulan, dimana fenomena yang terjadi diantaranya kemampuan operator yang belum maksimal dan fasilitas kerja yang kurang mendukung, konsep teori dalam dalam penelitian ini mengacu pada konsep Kuth Davis dalam mangkunegara dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara mendalam. Adapun jenis penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif Kualitatif
SINERGITAS PEMERINTAH DESA DAN KELEMBAGAAN LOKAL SUBAK DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERBASIS SUBAK SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA ( STUDI KASUS : SUBAK JATILUWIH, KABUPATEN TABANAN) Komang Trisna Febriantini; Ni Kadek Indriani; Bima Oktadinata Kusuma; Ni Komang Yuli Yuniari
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.221 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas pemerintah desa dengan kelembagaan lokal subak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan berbasis Subak sebagai warisan budaya dunia (WBD) dimana WBD merupakan terobosan wisata alternatif yang akan dapat mensinergikan potensi Desa Jatiluwih berdasarkan budaya, mempertahankan keberadaan potensi tempat wisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar berdasarkan peran sinergi dari pemerintah desa dan lembaga subak yang ada. Penelitian ini ingin mengetahui sinergi pemerintah desa dan lembaga subak lokal dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan ditinjau dari segi komunikasi dan koordinasi menurut Najiyati  (2011) dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan, observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan proses koordinasi dan komunikasi antara Pemerintah Desa Jatiluwih dan kelembagaan lokal subak dalam pembangunan desa termasuk kendala yang dialami dalam proses komunikasi dan koordinasi.
MANAJEMEN KELUHAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS Thahrina Azriah; Paulus Israwan Setyoko; Bambang Tri Harsanto
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.849 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil survei pada situs PDAM Tirta Satria, yang menunjukkan 508 pelanggan atau 74,5 % menyatakan pelayanan masih belum maksimal. Selain itu, terdapat 1506 keluhan hingga bulan Juli 2017. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian mengenai manajemen keluhan pelanggan PDAM Tirta Satria beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan manajemen keluhan PDAM Tirta Satria, dan mengidentifikasi aspek-aspek yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan manajemen keluhan PDAM Tirta Satria belum terlaksana secara maksimal berdasarkan teori Stauss dan Seidel. Sebagian pelanggan belum mengetahui informasi layanan Call Center dan media penyampaian keluhan lainnya. Standar operasi prosedur penanganan keluhan belum memiliki batas waktu maksimal yang jelas. Jumlah pegawai teknis terbatas sehingga terkadang sulit menangani banyak keluhan secara bersamaan. Survei kepuasan pelanggan atas penanganan keluhan belum terlaksana. Sementara itu, aspek-aspek yang mempengaruhi manajemen keluhan PDAM Tirta Satria adalah aspek sumber daya manusia, organisasional, dan teknologi informasi.
TINJAUAN DYNAMIC GOVERNANCE DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI (PBB) SETU BABAKAN MENUJU WISATA HALAL Hisyam Yusril Hidayat; Dyah Ayu Febriani; Davis Malchiel Ravanelli
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.547 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39289

Abstract

PBB Setu Babakan Betawi sebagai daerah pengembangan budaya betawi terakhir Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi berbagai masalah dalam menyediakan fasilitas & infrastruktur dan mengelola pembangunan ekonomi bagi penduduk setempat. Peraturan saat ini tentang Implementasi Bisnis Pariwisata menjadi dasar pengembangan pariwisata di PBB Setu Babakan sebagai objek wisata halal pertama di Provinsi DKI Jakarta. Indonesia memiliki potensi besar untuk pariwisata halal, terutama provinsi DKI Jakarta yang satu dari sepuluh provinsi akan ditargetkan sebagai tempat wisata halal di Indonesia. Pengembangan pariwisata juga diarahkan menuju pariwisata halal berdasarkan kearifan lokal yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini dapat didukung oleh kemampuan dinamis dari para pemangku kepentingan untuk mengadaptasi perubahan lingkungan dan memiliki orientasi berkelanjutan dalam mengatasi berbagai masalah. Kemampuan dinamis adalah salah satu elemen tata kelola dinamis yang mencakup proses thinking again, thinking process, dan thinking across. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis prospek implementasi tata pemerintahan yang dinamis dalam hal pembangunan PBB Setu Babakan sebagai wisata halal berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dikategorikan sebagai deskriptif kuantitatif. Hasilnya menunjukan bahwa dynamic capabilities membantu dalam proses pengembangan wisata halal di PBB Setu Babakan.
ANALISIS DYNAMIC GOVERNANCE PADA PROGRAM LAYANAN LAYAD RAWAT DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG Alifatu Lela Mazidah; Feni Astuti; Muhamad Febi Romdhoni; Muhamad Ichsana Nur; Tedi Juana
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.499 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39290

Abstract

Sebagai salah satu kota sehat di Jawa Barat, pemerintah Kota Bandung telah berkomitmen untuk tetap mengembangkan layanan publik yang lebih baik dalam perawatan kesehatan. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mendukung visi itu adalah melalui program "Layad Rawat". Meskipun demikian, potensi Bandung sebagai kota sehat sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan yang telah disadari. Aktualisasi ideal dari potensi-potensi ini telah terhambat sebagai akibat dari kenyataan bahwa pemerintah belum menyediakan sumber perawatan kesehatan yang memadai dalam hal melayani masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola dinamis pada program "Layad Rawat" di Dinas Kesehatan Kota Bandung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program “Layad Rawat” mampu merefleksikan teori tata kelola yang dinamis meskipun belum ada perbaikan serius terkait dengan aturan dan regulasi yang cenderung lebih fleksibel.
PENGEMBANGAN KOMUNITAS BERBASIS ADAPTIVE GOVERNANCE (STUDI KASUS KAMPUNG BATIK SEMARANG) Isro' Lailia; Galih Adyatma Alaufa; Yovi Hayuning Nitria; Muhammad Haris Zakiyuddin
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39292

Abstract

Kampung Batik Semarang adalah salah satu bentuk Adaptive Governance dalam pengembangan komunitas pengrajin batik di Semarang. Bentuk Adaptive Governance yang diterapkan pada Kampung Batik adalah pengembangan ekonomi kreatif. Sebelum Kampung Batik Semarang, komunitas pengrajin batik tumbuh secara tradisional tanpa inovasi baru. Sehingga upaya sulit untuk berkembang secara optimal dan tidak dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Adaptive Governance yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan kampung batik dan mengetahui pengaruh keberadaan kampung batik terhadap perekonomian masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, Kampung Katik Semarang memiliki karakteristik keberadaan batik Semarangan dan mural di dinding rumah. Dengan inovasi ini, keberadaan pengrajin batik mulai dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga dapat meningkatkan daya saing dan ekonomi masyarakat.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEMBANGUN CITY BRANDING DI KOTA TANJUNGPINANG (STUDI KASUS KAMPUNG PELANGI) Erfan Hartono; Dian Prima Safitri; Fitri Kurnianingsih
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.798 KB) | DOI: 10.20961/sp.v14i2.39286

Abstract

Penelitian ini berdasarkan dari sebuah fenomena dimana pada tahun 2018 dibangun sebuah Kampung Pelangi di Kota Tanjungpinang. Kampung Pelangi yang merupakan pilot projek pembangunan Kampung Wisata Baru di Kota Tanjungpinang, menjadi salah satu terobosan baru untuk mengubah image kampung kumuh menjadi kampung yang indah dan dikenal melalui City branding Kota Tanjungpinang yang bertajuk “Pesona Tanjungpinang”. City branding merupakan strategi dari sebuah kota atau daerah untuk membuat positioning yang kuat sehingga kota dan daerah tersebut dikenal secara luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah dalam membangun City Branding di Kota Tanjungpinang terkait positioning kampung wisata baru yaitu Kampung Pelangi yang dianggap menjadi ikon terbaru di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan dua subjek yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang dan Kelurahan Melayu Kota Piring yang terlibat dalam Penanganan Kampung Pelangi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Pemerintah Daerah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang dalam membangun City Branding di Kota Tanjungpinang melalui Kampung Pelangi, yaitu: 1) Survei Pemetaan (Mapping Survey), 2) Analisis Kompetitif (Competitive Analysis), 3) Cetak Biru (Blueprint), dan 4) Implementasi (Implementation) masih belum optimal. Pemerintah daerah perlu mendorong pencapaian tujuan pembangunan kepariwisataan dan harus bisa menyediakan infrastruktur dan kerangka regulasi yang dapat mendorong swasta dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan kepariwisataan berbasis kampung wisata.

Page 1 of 1 | Total Record : 8