cover
Contact Name
Arif Zainudin
Contact Email
zainudin.ups@gmail.com
Phone
+6287730994000
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : -     EISSN : 26158515     DOI : https://doi.org/10.24905/sasando
Core Subject : Education,
Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal kemudian dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Pancasakti Tegal. Jurnal ini memuat ragam artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian di bidang Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya. Ruang lingkup Pendidikan Bahasa Indonesia mencakup Kajian Bahasa, Kajian Sastra, dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Cakupan topik dalam jurnal secara spesifik dapat meliputi Penerapan Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Bahasa Indonesia, Pembuatan Bahan Ajar Bahasa Indonesia, Teknologi dan Media Bahasa Indonesia, Evaluasi Program dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Articles 187 Documents
PrinsipKerja Sama dalamTuturan di WA Grup:Penaatan, Pelanggaran, dan Faktornya AMILIA, FITRI
Sasando Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i2.68

Abstract

This study examined the compliance and violation in the principle of cooperation within a WA group in the University of Muhammadiyah Jember. There were several WA groups used as the data sources. The method for data collection method is documentation. The data analysis method is agih. To check the data validity triangulation of data sources was done by observing the data of speech in other WA groups outside the research data. The results of the study indicated the existence of compliance and violation of the maxim of quantity, quality, relevance, and manner. The maxim of quantity compliance appears in the provision of information appropriateness to the needs of WA group members.
TUTURAN PENDERITA AFASIA BROCA PASCA STROKE SURYANI, YUNITA
Sasando Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i2.71

Abstract

Speech sufferers of post-stroke of broca’s aphasia is the language ability of brain injury sufferers. Brain injury or aphasia in stroke sufferers can be in the form of blocked arteries or ischemic and ruptured blood vessels or called hemorrhagic. In this study, focused on hemorrhagic type post-stroke aphasia sufferers. Post-stroke sufferers experience changes in behavior, one of the changes is a change in language or in this study stated by speech when communicating. The field of study of this research is pragmatics, namely pragmatically describing speech of aphasia sufferers after stroke which includes the ability to state the truth (representative), the ability to rule (directive), the ability to say thank you, praise, complain, blame, and congratulate (expressive), the ability to carry out commands (commissive), and the ability to decide, cancel, prohibit, permit, grant, request an explanation (declarative).
KESALAHAN PENULISAN ISTILAH ASING PADA PAPAN IKLAN ATAU REKLAME DI KOTA SEMARANG Evi Chamalah, dan Aida Azizah, Meilan Arsanti,
Sasando Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i2.75

Abstract

This research was conducted to describe and explain the errors in writing foreign terms on billboards in Semarang city. The problem in this research was the form of error in writing foreign terms on billboards in Semarang city and its improvement. The research method that is used was descriptive qualitative. Sources of data in this study were curl boards or billboards in Semarangcity. The data included all of product document billboards whether the product or service advertisements in Semarang City. The data collection technique that is used was purposive sampling. The research instrument used by the researcher to retrieve data was the researcher herself. In data retrieval, the researcher used a data card. Furthermore, the data were analyzed by examining the use of terms or foreign elements on billboards in the Semarang city that contained writing errors. After the data is collected, the researcher analyzed, classified, and evaluated / evaluated documents in the form of billboards. Based on research results from 11 billboards there were 19 foreign terms used. Thus, it could be concluded that the public considers the use of foreign terms more interesting and was expected to increase selling power. However, the used of foreign terms was not adjusted to the rules of language.
PENILAIAN BAHAN AJAR BAHASA MADURA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Kusyairi, M. Khoiri dan
Sasando Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i2.76

Abstract

The purpose of this study was to find out information and describe the quality of Madurese language teaching materials both in terms of content, presentation, and language. The type of this research is development research, namely by conducting a high school level Madura curriculum curriculum (syllabus) study as well as research instruments given to students and material experts who subsequently produce teaching materials. The results of the study showed that the students' response to the Madura language teaching material at the high school level was in the valid category and could be used but needed a small revision, with a value of 70.64. Whereas the results of the material expert validation state that Madurese language teaching materials in the category are less valid and can be used but need revision, with a value of 66.88.
ASPEK LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA LIRIK LAGU “NYANYIAN RINDU” EBIET G ADE Oktarina Puspita Wardani
Sasando Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i2.77

Abstract

Alat komunikasi dibutuhkan oleh manusia sebagai alat untuk berinteraksi dengan lingkungan. Salah satu alat komunikasi yang bisa digunakan adalah bahasa. Lagu merupakan sebuah wacana yang memiliki unsur piuitis dalam liriknya. Lagu memiliki karakter masing-masing dairi tiap pengarang. Kekuatan dalam lagu dapat dilihat dari liriknya. Wacana lagu dapat dikategorikan sebagai wacana puisi dilihat dari segi genre sastra tergolong wacana rekreatif. Wacana lagu dapat dikategorikan sebagai wacana puisi dilihat dari segi genre sastra tergolong wacana rekreatif. Permasalahan dalam penelitian ini ialah bagaimana aspek leksikal dan gramatikal pada lirik lagu “Nyanyian Rindu” Ebiet. Ade. Tujuannya ialah mendeskripsikan bagaimana bentuk gramatikan dari litik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Terdapat 34 data yang menunjukkan aspek gramatikal dalam lirik lagu Nyanyian Rindu” karya“Ebiet G. Ade”. pengacuan terdiri atas 21 data, pelesapan 10 data, dan konjungsi 1 data. Aspek leksikal menunjukkan 2 data terdiri atas 1 data kolokasi dan 1 data repetisi.
Penggunaan Idiom pada Acara Dangdut Academy Indosiar Kusyairi
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.87

Abstract

Idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti. Ungkapan idiomatik adalah kata – kata yang mempunyai sifat idiom dan tidak terkena kaidah ekonomi bahasa. Idiom dalam bahasa Indonesia ada 2 macam yaitu idiom penuh yakni idiom yang unsur – unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu – kesatuan dengan satu makna, sedangkan idiom sebagian yakni idiom yang masih memiliki makna leksikalnya sendiri. Bahkan, acara dangdut academy merupakan acara sebuah televisi yang ditayangkan di Indosiar setiap hari pkul 19.00 – 23.00 WIB. Peneliti mengangkat permasalahan, Bagaimanakah penggunaan idiom pada acara dangdut academy Indonesia di Indosiar? Mengingat begitu luasnya kajian tentang idiom maka penelitian ini dibatasi pada idiom penuh dan idiom sebagian yang berwujud frase.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran tentang idiom penuh dan idiom sebagian yang berupa frase pada acara dangdut academy Indonesia di Indosiar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu data – data diuraikan, artinya data yang dikumpulkan berupa kata – kata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Kegiatan observasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi nonpartisipan. Artinya, pada waktu melakukan observasi peneliti tidak terlibat langsung dalam interaksinya, yang dilakukan peneliti adalah mengamati video acara dangdut academy Indonesia di Indosiar dengan cara mengunduh. Hasil unduhan itu ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Penggunaan idiom penuh dan idiom sebagian yang berwujud frase. Idiom penuh contohnya: rendah hati, sedangkan idiom sebagian contohnya: bunga warung. Kata kunci: Idiom, Dangdut Academy, Indosiar
ANALISIS PENOKOHAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DANUR :I CAN SEE GHOSTS KARYA RISA SARASWATI EDISI PERTAMA Asriyani, Wahyu
Sasando Vol 1 No 1 (2018): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i1.96

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Penokohan Tokoh Utama Dalam Novel Danur :I Can See Ghosts Karya Risa Saraswati Edisi Pertama”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan watak dan teknik penokohan yang terdapat dalam novel Danur :I Can See Ghosts karya Risa Saraswati edisi pertama. Sumber data penelitian ini adalah novel Danur :I can see ghosts karya Risa Saraswati edisi pertama. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter.Hasil penelitian ini merujuk pada watak tokoh. Adapun watak tokoh meliputi : (1) penyayang, (2) mandiri, (3) pendiam, (4) baik, (5) pintar, (6) lucu, (7) dewasa, (8) humoris, dan (9) cengeng.
Metafora dalam Cerita pendek "Senja Biru Pandora" Karya Aqil Attazky dan Implikasinya Anwar, Syamsul
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.98

Abstract

Apakah di dalam antologi cerita pendek Senja Biru Pandora mengandung metafora ? penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi wujud metafora dalam antologi cerita pendek “Senja Biru Pandora” dan mendeskripsi implikasinya. Metode penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ialah antologi cerita pendek “Senja Biru Pandora” Karya Aqil Attazky, dkk mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Data penelitian ini ialah teks dalam cerita pendek. Objek penelitian ini ialah kalimat dalam cerita pendek. Hasil penelitian ditemukan wujud metafora karya Aqil Attazky, dkk. Contoh wujud metafora in praesentia “obat penenang” karena membandingkan Rini dengan obat penenang. Obat penenang yaitu obat untuk menenangkan (meredakan ketegangan) jiwa. Contoh wujud metafora in absentia “keras kepala” mengandung metafora in absentia karena membandingkan unsur yang salah satu unsurnya tidak muncul. Keras kepala mengadung makna tidak mau menuruti nasihat orang. Saran agar penelitian yang berkaitan dengan sastra, khususnya cerita pendek, atau yang lebih umum seperti puisi, drama dan novel ditindaklanjuti lagi.
Karakter Kebangsaan dalam Sejarah Nahdatul Wathan: Tinjauan Wacana Kritis Khirjan, Khirjan Nahdi
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.101

Abstract

Kajian ini bertujuan menemukan karakter kebangsaan dalam sejarah Nahdaltul Wathan (NW) menurut pendekatan analisis wacana kritis. Data kajian dikumpulkan melalui identifikasi dan pencatatan sejarah NW dalam buku dokumen sejarah NW. Data dianalisis menurut tiga aspek dalam analisis wancana kritis: posisi teks, siapa yang diuntungkan, dan konteks sejarah ketika teks sejarah. Selain tiga aspek dalam analisis wacana kritis, analisis didukung oleh analisis sejarah melalui penafsiran dan pemahaman. Melalui proses tersebut, fase sejarah NW terbagi dalam empat fase sejarah, yakni fase perebutan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang ditandai keinginan merdeka; fase mengisi kemerdekaan era Orde Lama; fase mengisi kemerdekaan Orde Baru; dan fase mengisi kemerdekaan era Reformasi hingga sekarang. Teks sejarah NW pada setiap fase diposisikan sebagai tujuan dan alat. Tujuan Indonesia adalah merdeka, mengisi kemerdekaan dengan kejelasan bentuk negara, membangun bangsa, dan menjadi negara modern. Tentu saja tujuan ini tidak bisa dicapai jika tidak diperkuat dengan instrumen. Pendidikan dan berbagai struktur-insfrastrukturnya adalah alat pembangunan yang harus diperkuat dalam pembangunan pada setiap fase sejarah. NW sebagai khazanah lokal ikut dalam pencapaian tujuan dan alat tersebut. Keuntungan terbesar menjadi milik masyarakat dan bangsa. Masyarakat menjadi komunitas yang difasilitasi oleh pemerintah dan pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Konteks Lombok, NTB, dan Indonesia adalah Indonesia yang merdeka, membangun, dan menjadi bagian dunia modern. Disimpulkan bahwa, NW dan Indonesia memiliki kesejajaran sejarah. Proses pengetahuan, kesadaran, dan tindakan moral sebagai proses pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan dengan memahami sejarah NW.
Identitas Kultural dan Nasionalisme Jarak Jauh Kaum Diaspora dalam Novel Rojak dan Bricklane Nugraheni, Heri Dwi Santoso dan Yunita
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.102

Abstract

People leaving their countries to become permanent residents of other countries and/or change their nationaliites are often seen unpatriotic and having not nationalistic spirits. However, facts show that many of them still show nationalism towards their homelands. This kind of nationalism is called long distance nationalism. Considering literature as a mirror of society, such an issue is found in several literary works. This study was conducted on Rojak (an Indonesian novel) and Bricklane (and English novel), in which diaspora characters were found. The research aimed at finding out if long-distance nationalistic spirits could be found, and how these characters shared their views on their homelands. Method used was comparative literary studies with eclectic approach (combination of structural and postcolonial approaches). Results showed that such diaspora figures, with different personalities and migration motives, represent different cultural identities. Besides, the differences of the migration motives also made impacts on their long distance nationalisms. It is concluded that we cannot generalize diaspora peoples qualities of long distance nationalism for they deal with various aspects, including ambivalences to certain extents.

Page 11 of 19 | Total Record : 187