cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2023)" : 5 Documents clear
PENGARUH LAMA ENSILASE TEBON JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK HERYAKI POWDER TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI Ramadhan, S.Pt, Dr. Rahmad Fani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.48699

Abstract

Silase tebon jagung salah satupakanpengganti hijauansegaryang digunakan oleh peternakdi Indonesiauntuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruhlama ensilase tebon jagung dengan pengambahanprobiotik Heryakipowderterhadap kualitasnutrisisilase tebon jagung yaitu bahan kering (BK) protein kasar (PK)dan serat kasar (SK).Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari lama silase 7, 14, 21, dan 28 hari. Tebon jagung diinokulasi dengan probiotik Heryakipowder sebanyak0,5%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas nutrisi seperti CP dan CF berbeda nyata pada semua perlakuan dimana hasil terbaik pada lama ensilase 28 hari dengan nilai masing-masing sebesar 13,78% dan 20,89%. Penambahan probiotik heryaki powder sebanyak 0,5% dengan lama silase 28 hari dapat meningkatkan kualitas nutrisi silase tebon jagung.
PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) KUKUS TERHADAP KUALITAS FISIK PELET RANSUM Saefulhadjar, Deny; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50634

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung dengan ubi jalar kukus  terhadap kualitas fisik pelet ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan tepung ubi jalar kukus (UJK) selama 15 menit dengan empat perlakuan,  yaitu  persentase substitusi tepung UJK terhadap  tepung jagung (0, 15, 30, 45 persen) dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali.  Data hasil dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diukur adalah durabilitas, densitas , kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan ubi jalar kukus (UJK) berpengaruh  nyata terhadap semua parameter kualitas fisik pelet ransum, kecuali terhadap sudut tumpukan. Substitusi UJK menurunkan densitas, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan pelet, namun UJK yang menggantikan jagung dalam ransum broiler sebanyak 45% menghasilkan pelet dengan durabilitas pelet terbaik.
LEVEL DEDAK PADI DALAM KONSENTRAT YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN BERBAGAI SUMBER SERAT TERHADAP RATAAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA: STUDI LITERATUR Rosani, Urip; Hernaman, Iman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.49973

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak padi dalam ransum terhadap pertambahan boot badan domba. Database dirancang berdasarkan artikel yang diterbitkan dengan melaporkan penggunaan dedak padi dalam ransum domba. Artikel dipilih secara ketat sesuai dengan protokol PRISMA. Database terdiri dari 13 artikel penelitian dengan 27 respon penggunaan dedak padi terhadap pertambahan bobot badan domba. Parameter yang diamati dari data terebut adalah level penggunaan dedak padi, jenis hijauan yang digunakan, proporsi konsentrat dan hijauan dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan domba. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan dedak padi dalam konsentrat dapat meningkatkan performa domba terutama parameter pertambahan bobot badan. Penggunaan dedak padi dalam konsentrat menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 74,76-147,11 gram/ekor/hari. Penggunaan berbagai jenis hijauan dikombinasikan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 52,36-154,1 gram/ekor/hari. Perbandingan penggunaan hijauan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 104,57-110,04 gram/ekor/hari.
ANALISIS RANTAI PASOK HIJAUAN PAKAN TERNAK SAPI PERAH DI PROVINSI JAWA BARAT Mashudi, Ismail
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50722

Abstract

Penyediaan HPT yang cukup dan berkualitas akan meningkatkan produksi susu sapi perah. Dalam rangka peningkatan susu sapi, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pola penyediaan dan rantai pasok HPT pada peternak sapi perah di Jawa Barat, yang merupakan salah satu daerah sentra sapi perah di Indonesia. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Garut, Bogor, Kuningan dan Subang yang merupakan sentra sapi perah di Jawa Barat pada bulan Mei–Oktober 2022 dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Penentuan responden menggunakan Purposive Sampling untuk peternak dan snowball sampling untuk pedagang perantara dan produsen. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara langsung kepada 165 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber penyediaan HPT yang digunakan dalam rantai pasok HPT di Jawa Barat banyak berasal dari lahan sendiri, lahan hutan/DAS/lain-lain, beli dan sewa, sedangkan jenis HPT yang banyak digunakan adalah rumput gajah, rumput alam/campuran dan jerami padi. Saluran rantai pasok HPT sapi perah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 10 saluran, dengan anggota rantai yaitu produsen HPT (produsen HPT segar, produsen HPT awetan dan produsen HPT segar dan awetan), pedagang HPT (pedagang pengumpul dan pedagang besar), dan konsumen (peternak sapi perah mikro, kecil, menengah, koperasi dan perusahaan besar).
Nilai Nutrien dan Kecukupan WSC Berbagai Hijauan Sebagai Sumber Pakan Silase Rodiallah, Muhamad; Harahap, Anwar Efendi; Ali, Arsyadi; Adelina, Triani; Mucra, Dewi Ananda; Solfan, Bakhendri; Juliantoni, Jepri; Misrianti, Restu; Irawati, Evi; Saleh, Eniza; Mulia, Fungki Firma; Noviana, Riskia
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50525

Abstract

Cultivation of forages from graminae and legumes is an alternative source of fiber feed to meet basic living needs and ruminant livestock production. This research aims to assess the nutritional and WSC content of various forages as indicators and considerations in making silage. The research used a completely randomized design with 5 treatments with 4 replications. Regarding the treatment of forage types, namely A = elephant grass; B = Gama Umami; C= Mexican Grass; D= Odot grass; D = Indigofera beans. The research parameters are crude protein (%), crude fat (%), dry matter (%), ash, crude fiber (%), water-soluble carbohydrates (%), and NDF and ADF content (%). The results showed that different types of forage had a significant effect (P<0.05) on the nutritional value and WSC content. The research conclusion was that Indigofera legumes and odot grass had the highest WSC content, namely 4.59% and 4.49%. Furthermore, indigofera legumes and odot grass also produce the lowest NDF and ADF values compared to other treatments, so they have the potential to be used as raw materials for making silage to support the availability of ruminant feed

Page 1 of 1 | Total Record : 5