cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Pelatihan Pembuatan Nanoemulsi dari Ekstrak Tanaman Obat Lokal Rosela (Hibiscus sabdariffa) untuk Produk Kosmetik dan Farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang Pintata Sembiring; Jhan Saberlan Purba; Mona Fitri Gurusinga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12670

Abstract

Pengembangan produk berbasis bahan alam saat ini menjadi tren dalam industri kosmetik dan farmasi, terutama melalui pemanfaatan teknologi nanoemulsi yang mampu meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitas senyawa aktif tanaman obat. Rosela (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman lokal dengan potensi tinggi karena kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiaging. Namun, keterbatasan pengetahuan serta teknologi yang dimiliki pelaku UMKM menyebabkan pemanfaatan rosela masih terbatas pada produk sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sediaan nanoemulsi berbasis ekstrak rosela sebagai inovasi produk kosmetik dan farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan nanoemulsi, serta pendampingan dalam formulasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah tanaman rosela menjadi produk bernilai tambah yang lebih kompetitif. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan
Analisis Kesiapan Rumah Sakit Dalam Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Program Jaminan Kesehatan Nasional Di RSUD Gunungtua Kabupaten Paluta Yunita Syahputri Damanik; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Rian Fedriko Ginting
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11697

Abstract

Implementasi KRIS merupakan amanah dari UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN yang melandaskan bahwa pelayanan akan diberikan berdasarkan kelas standar bagi peserta rawat inap. Adanya kebijakan KRIS menyebabkan perubahan standarisasi ruang rawat inap yang harus dipenuhi, sehingga belum seluruh rumah sakit siap untuk menerapkan KRIS. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis rencana implementasi kebijakan dan persepsi stakeholder dalam penerapan KRIS pada RSUD Gunungtua Kab.Paluta menggunakan pendekatan sistem (input dan proses). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian yaitu kepala bidang keperawatan RS, staff SDM RS. Metode pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 10 kriteria yang sudah terpenuhi diantaranya adalah komponen bangunan, ventilasi udara, pencahayaan ruangan, kelengkapan dan kualitas tempat tidur, pembagian ruangan, kepadatan ruangan, tirai/partisi antar tempat tidur, kamar mandi dalam ruang perawatan serta outlet oksigen. Dari 12 kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, ada 2 kriteria yang menjadi hambatan saat peraturan pertama kali dikeluarkan terkait suhu dan kelembaban ruangan yang belum memenuhi keseluruhan serta kamar mandi dengan standar aksesabilitas yang belum memenuhi dari segi tanda/stiker disabilitas yang belum ada RSUD Gunungtua Kab.Paluta memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi implementasi regulasi atau aturan KRIS dari pemerintah melalui pihak BPJS. Kesiapan tersebut didukung oleh adanya rencana kerja terkait pengelolaan sarana prasarana yang meliputi tempat tidur, pembagian ruangan, dan upaya mengatasi kesenjangan dan antrian, namun terdapat beberapa kekurangan dalam menghadapi regulasi atau aturan KRIS dengan dokter maupun dalam hal pelayanan obat oleh apotik
Penggunaan Media Kertas Origami Sebagai Sarana Pengembangan Kreativitas Dan Pemahaman Geometri Siswa Sekolah Dasar Muhammad Samsul Aditiya; Yeni Farida; Husnul Hidayatun Nisa; Novita Deni Indrian; Nurul Fajar Insani; Nur Wiji Sholikin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media kertas origami dalam mengembangkan kreativitas dan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas 2 SDIT Alam Permata Leces. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap, yaitu apersepsi dan pengenalan bentuk, demonstrasi melipat kertas origami untuk membentuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran, serta penyusunan bentuk-bentuk tersebut menjadi karya kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kertas origami membantu siswa memahami ciri-ciri bangun datar secara konkret melalui aktivitas manipulatif yang sesuai dengan tahap perkembangan operasional konkret. Selain itu, origami memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan menghasilkan karya yang beragam sehingga kreativitas mereka berkembang secara natural. Dengan demikian, media origami efektif digunakan dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam pengenalan bangun datar pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran geometri yang kreatif dan menyenangkan
Formulation and Evaluation of Micellar Water Containing Green Tea Leaf Extract (Camellia sinensis L.) Savitri Cantika; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Dwi Dominica; Suci Rahmawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13651

Abstract

The use of natural ingredients in the cosmetics sector is currently growing, this study aims to formulate micellar water products from green tea leaf extract (Camellia sinensis L.). Green tea leaves are known to contain various active compounds such as flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins that have antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties, so they have potential in the formulation of micellar water products. Micellar water products have two surfactant parts that act hydrophilic which attracts water and hydrophobic parts that attract oil, so they can clean the face without needing to be rinsed which is able to remove dirt particles on the face. The extraction method used is maceration with 96% ethanol solvent and in the formulation of extract concentration variations used include 0.6%, 0.75%, and 0.9% with PEG-7 Glyceryl Cocoate surfactant of 0.2%. Based on observations in the physical evaluation of the preparation, the results of the four formulas are liquid, odorless and have a distinctive tea odor, clear color, transparent light brown, reddish brown, and reddish dark brown. The preparation with an average pH value of 5.12 - 6.44 has met the requirements of SNI-4380-1996 for topical use, while the viscosity results have an average of 1.5-1.24 cPs. The results of the irritation test showed no irritation from the four formulas that have been made. The results of the hedonic test showed that F3 was preferred by panelists in terms of aroma and texture, while for color F2 was preferred by panelists.
Pengembagan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Sistem Pencernaan di Kelas XI SMA Deskian Gulo; Agnes Renostini Harefa
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12011

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi peneliti di SMA Negeri 2 Lolofitu Moi bahwa dalam proses pembelajaran pemakaian lembar kerja peserta didik (LKPD) tidak digunakan, guru masih menggunakan model konvensional, dan respon peserta didik kurang sehingga mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian : (1) Menghasilkan LKPD berbasis problem based learning pada materi sistem pencernaan manusia harus sesuai dengan masalah penelitian yang memenuhi kelayakan kepraktisan dan keefektifan, (2) Mengetahui kelayakan materi, bahasa dan desain LKPD oleh para validator/guru, (3) Mengetahui kepraktisan LKPD berbasis Problem Based Learning (4) mengetahui keefektifan LKPD berbasis Problem Based Learning. Jenis Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analisi (Analysis), tahap desain (desain), tahap pengembangan produk (development), tahap implementasi produk (implementation), tahap evaluasi (evaluation). Kelayakan LKPD diperoleh berdasarkan penilaian hasil uji validasi oleh validator ahli materi, validator ahli bahasa dan validator ahli desain. Kepraktisan LKPD diperoleh berdasarkan angket penilaian peserta didik dan keefektifan diperoleh berdasarkan tes hasil belajar peserta didik. Temuan penelitian ini berupa bahan ajar LKPD berbasis problem based learning untuk pembelajaran. Kriteria yang didapat yaitu sangat layak dengan persentase 100% berdasarkan penilaian ahli materi, 93,06% dan penilain ahli materi kedua persentase yaitu 94,44 %, berdasarkan penilaian ahli bahasa 96,15% berdasarkan penilaian ahli desain persentase yaitu 95 %. Respon peserta didik mendapat kriteria sangat praktis dengan pencapaian 88,62%. Efektifitas berada pada kriteria sangat tinggi yaitu 82,17%. Maka, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat layak sebagai bahan ajar
Antara Penerimaan dan Penolakan: Studi Kualitatif Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap LGBT Irba Tartila Amtiyaz; Andriani Mei Astuti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12975

Abstract

Sikap masyarakat Indonesia terhadap LGBT secara umum masih cenderung negatif, meskipun LGBT tidak termasuk tindakan ilegal di tingkat nasional, kecuali di beberapa daerah tertentu. Masyarakat Indonesia sebagian besar memandang LGBT sebagai perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma sosial dan nilai-nilai agama. sikap masyarakat Indonesia terhadap LGBT yang dipengaruhi oleh nilai dan norma sosial memicu stigma serta diskriminasi yang berdampak pada terbatasnya hak hidup dan kesejahteraan kelompok tersebut. Sikap masyarakat perlu dipahami, sehingga wawasan bagi pembuat kebijakan, aktivis sosial, dan akademisi dalam merumuskan strategi yang lebih inklusif dan berbasis pada hak asasi manusia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis deskripsi kualitatif ini melibatkan 8 partisipan yang dipilih menggunakan metode snowball sampling. Pengambilan data dilakukan pada Mei 2025 dengan melakukan in-depth interview. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis tematik untuk menjelaskan hasil penelitian Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 4 tema yang teridentifikasi, adalah: 1. Komponen kognitif sikap (pemahaman) masyarakat terhadap LGBT; 2. Sikap penerimaan kondisional masyarakat terhadap LGBT; Komponen konatif sikap (Upaya) dan harapan masyarakat mengenai fenomena LGBT; dan 4. Interaksi masyarakat dengan individu LGBT. Sikap masyarakat terkait LGBT dipengaruhi beberapa faktor. Penerimaan masyarakat bersifat bersyarat dengan tujuan agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan LGBT dalam lingkungannya.
Pendampingan Dini SNBT Bidang Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Numerik Siswa SMA Kelas X Dan XI Saiful Fadli'; Fatimatus Solihah; Lalu Ajimuliardi Akbar; Helmi Rahmawati; Bq Dina Hardianti; Diani Diani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14007

Abstract

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi yang menuntut kemampuan penalaran, literasi, dan pemecahan masalah, khususnya pada bidang matematika. Banyak siswa SMA mengalami kesulitan dalam menghadapi soal-soal SNBT karena kurangnya pemahaman konsep dasar matematika serta minimnya latihan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan siswa kelas X dan XI dalam menghadapi SNBT matematika melalui program pendampingan intensif. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pretest, pemberian materi, pendampingan latihan soal, diskusi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan selama empat pertemuan dengan jumlah peserta sebanyak 40 siswa SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa yang terlihat dari rata-rata nilai pretest sebesar 52,4 meningkat menjadi 78,6 pada posttest. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan pemahaman strategi penyelesaian soal SNBT. Program pendampingan ini efektif dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi SNBT matematika secara lebih terarah dan sistematis
PUKAN SAPI DAN UREA MEMPERBAIKI PERTUMBUHAN BIBIT (Pre-nursery) TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) pada Ultisol Lumbanraja, Parlindungan; Situmorang, Kevin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12221

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan di Desa Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Ketinggian tempat sekitar 33 meter di atas permukaan air laut (mdpl) dengan kemasaman (pH) tanah 5,5-6,5 dari bulan April 2022 sampai dengan bulan Juli 2022. Kecambah kelapa sawit varietas 540 (Marihat). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan, Faktor 1 : Dosis Pupuk Kandang Sapi (S) terdiri dari 3 taraf : S0= 0 ton/ha dengan aplikasi 0 g/polybag (kontrol); S1= setara dengan 10 ton/ha dengan aplikasi 50 g/polybag (dosis anjuran, Lumbanraja dan Harahap, 2015).); S2= setara dengan 20 ton/ha dengan aplikasi 100 g/polybag. Faktor 2 : Dosis Pupuk Urea (U) terdiri dari 3 taraf: U0 = 0 ton/ha dengan aplikasi 0 g/polybag kontrol); U1 = setara dengan 0,364 ton/ha dengan aplikasi 1,82 g/polybag (dosis anjuran); U2 = setara dengan 0,728 ton/ha dengan aplikasi 3,64 g/ polybag. Berat tanah penelitian yang dimasukkan ke dalam polybag sebanyak 12 kg tanah kering udara dengan kadar air tanah 20% sehingga setara dengan 10 kg tanah kering oven. Model Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang digunakan adalah: Yijk = µ + αi + βj + (αβ)ij + Kk + εijk. Parameter tanaman yang diamati meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, berat basah dan berat kering tanaman. Parameter pengamatan dengan hasil sidik ragam yang nyata atau sangat nyata pengaruhnya dilanjutkan dengan uji jarak Duncan pada taraf uji α = 0,05 dan α = 0,01 untuk membandingkan perlakuan dan kombinasi perlakuan.Perlakuan pukan sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit pre-nursery tanam sawit hanya saat pengamatan 4 MST, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya
Hipertensi Sebagai Silent Killer: Pendekatan Strategis Untuk Pengendalian Dan Manajemen Hipertensi Berdasarkan Tinjauan Literatur Berbasis Bukti Fitri Khoiriyah; Dilma'aarij Riski Agustia; Sindi Rahel Panjaitan; Cindy Maisaroh; Gracetine Novemcia Gulo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13100

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi penyebab utama kematian di dunia, sering disebut "silent killer" karena gejalanya yang tidak selalu terlihat. Faktor seperti pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Edukasi kesehatan dan terapi komplementer penting untuk pengelolaan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai pendekatan strategis dalam upaya pengendalian dan manajemen hipertensi berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan pedoman PROSPERO dan prisma flow diagram. Artikel yang dianalisis merupakan studi observasional dan eksperimen yang diterbitkan antara 2020 hingga 2024 dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil: Dari 10 penelitian yang dianalisis, 100 responden penderita hipertensi menunjukkan 75% memiliki pengetahuan baik tentang pengelolaan hipertensi setelah edukasi kesehatan. Sebanyak 60% menerapkan terapi komplementer, yang membantu mengurangi stres. Setelah tiga bulan, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 150 mmHg menjadi 130 mmHg, dan diastolik dari 90 mmHg menjadi 80 mmHg. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan gaya hidup sehat berkontribusi pada kebiasaan yang lebih baik. Terapi komplementer seperti meditasi dan olahraga tidak hanya menurunkan tekanan darah tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mental. Pendekatan ini penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Memahami Konsep Tirgonometri Pada Pembelajaran Matematika Rona Maruli Siringo-ringo; Putri Aprillia; Fani Sulistiyani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12572

Abstract

Konsep Trigonometri adalah bagaimana pemahaman konseptual siswa tentang konsep triginometri. Meskipun guru telah menjelaskan prosedur operasi dalam konsep trigonometri, tetapi siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep trigonometri, sehingga prosedur yang ditempuh selanjutnya menjadi terhambat. Kemudian mengembangkan desain didaktis berdasarkan kesulitan siswa. Data dikumpulkan melalui uji kemampuan siswa melalui tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan disebabkan karena hambatan belajar konsep trigonometri, Hasil implementasi dari desain didaktis awal ini secara umum sesuai dengan prediksi respon siswa yang telah dibuat sebelumnya. Selama proses pengimplementasian ada beberapa respon siswa yang tidak sesuai dengan prediksi sebelumnya, namun hal ini dapat diatasi dengan baik