cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Pengaruh Pemberian Alelopati Ekstrak Daun Mangga Kweni (Mangifera orodata Griff) Terhadap Pertumbuhan Gulma Teki (Cyperus rotundus) Aida Farida; Eka Bobby Febrianto; Nurliana Nurliana; Henry Budi Hasibuan; Kurnainy Tohir; Bambang Abdul Ghani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.9219

Abstract

Gulma dapat berkompetisi dengan tanaman pokok dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, maupun CO2. Selain itu, gulma dapat berperan sebagai tanaman inang bagi hama dan penyakit. Berdasarkan hal ini maka di lakukan penelitian respon pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus) akibat pemberian alelopati ekstrak daun mangga kweni (Mangifera Odorata Griff). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi, jenis daun mangga kwenis, dan kombinasi terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus). Penelitian dilakukan di lahan penelitian kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu faktor pertama adalah konsentrasi bioherbisida yang terdiri dari K0(0%), K1(20%), K2(40%), dan K3 (60%), faktor kedua adalah jenis daun mangga kweni (Mangifera odorata Griff) yang terdiri dari S1(daun segar) dan S2(daun kering), dengan menggunakan 3 ulangan . Parameter yang diamati adalah tinggi gulma(cm), panjang akar(cm), berat basah(gr) dan berat kering(gr). Pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan dilakukan uji Beda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, bahwa pada perlakuan konsentrasi 60% yang terbaik untuk menekan pertumbuhan gulma teki (Cyperus rotundus). Jenis daun mangga kweni (Mangifera odorata Griff) terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma adalah jenis daun kering. Kombinasi terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma adalah dengan konsentrasi 60% alelopati ekstrak daun mangga kweni kering
E-KATALOG ALAT LABORATORIUM BIOLOGI MOLEKULER DALAM MENDUKUNG SMART LABORATORY Ria Ika Maharani; Ibnul Mubarok; Danang Subarkah Hadikawuryan; Naufal Erlang Fawwaz
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11374

Abstract

Kemajuan teknologi yang begitu pesat mempengaruhi pola kebiasan, generasi sekarang lebih memilih mendapatkan informasi dari layar smartphone dibandingkan informasi cetak. Transformasi digital sudah mulai merambah ke area laboratorium guna memberikan informasi yang akurat, efisien dan jangkuan luas. Sehingga perlu dilakukan transformasi digital untuk informasi yang masih dalam bentuk cetak, salah satu informasi yang saat ini masih dalam bentuk cetak kertas adalah instruksi kerja peralatan di laboratorium biologi molekuler. Laboratorium sendiri merupakan sebuah tempat yang perlu mendapat perhatian ekstra karena menjadi salah satu tempat cikal bakal munculnya inovasi. Oleh karena itu akurasi dan presisi dari alat laboratorium menjadi bagian terpenting, sedangkan informasi mengenai alat laboratorium biologi molekuler masih terbatas bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini membuat kemasan khusus dalam memberikan informasi lengkap mengenai alat-alat laboratorium biologi molekuler yang beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga menjadi pioner Smart Laboratory dalam bentuk E-Katalog. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan angket serta dianalisis dengan uji kelayakan dan uji efektifitas. Hasil dari penelitian adalah E-Katalog yang berisikan kategori peralatan, gambar peralatan, spesifikasi peralatan, SOP pengunaan peralatan dan SOP perawatan. Analisis data untuk uji kelayakan mendapat persentase penilaian 88,33% dan uji efektifitas mendapat 81,87%, dari persentase tersebut maka masuk kedalam kriteria sangat layak dan sangat efektif.
Effect of Curvularia andropogonis Fungus Infection on Epidermal Tissue Anatomy of Citronella Leaves (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Rofiatun Solekha; emil Milhatul Maflahah Halma; Aisyah Hadi Ramadani; Nur Khurotul A’in
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7360

Abstract

Curvularia andropogonis is a plant pathogenic fungus that causes red spot disease on citronella leaves it infects. This fungus can cause long splotches along the tips and edges of leaves which can result in damage to the entire leaf. In citronella plants, anatomical analysis is needed in the form of analysis of the value of the number and density of stomata and trichomes. Stomata are one of the structural defenses for plants against environmental stresses such as pathogenic infections. In addition to stomata, trichomes also contribute to plant defense and have a protective function. This study aims to analyze the influence of C. andropogonis fungal infection on changes in the anatomy of the epidermal tissue of citronella leaves and to determine differences in the density of stomata and trichomes in normal citronella leaves and citronella leaves infected with C. andropogonis fungus. This research method uses analysis of the number and density of stomata and trichomes using paired t test. The results showed that the average stomata density of healthy citronella leaves was ±470 stomata/mm2 and after being infected, the average density was ±312 stomata/mm2. The average density of healthy citronella leaf trichomes was ±267 trichomes/mm2 and after infection the average density was ±222 trichomes/mm2.  
FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis L) DAN UJI Surya Protection Factor (SPF) SECARA IN VITRO Eva Diansari Marbun; Alfi Sapitri; Artha Yuliana Sianipar; Vivi Asfianti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10697

Abstract

Tabir surya merupakan suatu bahan topikal yang berfungsi untuk mengurangi dampak radiasi yang di sebabkan oleh sinar UV. Daun pecut kuda (Stachytarpetha jamaicensis L) merupakan tanaman yang banyak di manfaatkan untuk menjaga kesehatan dan sebagai obat tradisisonal. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui ekstrak etanol daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L) dapat di formulasikan menjadi sediaan krim tabir surya, dan Untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protector Factor) dari ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L). Metode peneleitian ini menggunakan metode eksperimental atau percobaan yang di mulai dari pengambilan sampel, sortasi basah, pengeringan, sortasi kering, penimbangan, penghalusan simplisia, perkolasi, dan rotary hingga menjadi ekstrak. Hasil penelitian uji mutu fisik krim tabir surya ekstrak etanol daun pecut kuda dengan konsetrasi 1%,2%,3% berbentuk setengah padat, warna cokelat, dan berbau khas rossae. Homogenitas pada sediaan yaitu homogen, Uji pH pada ketiga konsentrasi yaitu 5,9, 6,3, 6,5. Uji tipe krim menunjukkan ketiga konsentrasi yang termasuk tipe m/a. Uji daya lekat pada ketiga konsentrasi memenuhi syarat uji yaitu lebih dari 1 detik. Uji daya sebar pada ketiga konsentrasi memenuhi syarat uji yaitu 5-7cm. Uji iritasi pada ketiga konsentrasi tidak memberikan efek iritasi pada kulit. Uji Viskositas pada ketiga konsentrasi rata-rata 14300. Uji hiodonik dapat di simpulkan bahwa sedian yang paling di sukai panelis adalah konsentrasi 2%. Dan uji nili SPF di dapat hasil F1:1,97(minimal, F2:3,25(minimal), F3:6,41(Ekstra). Kesimpulan pana penelitian ini adalah formulasi ekstrak etanol daun pecut kuda(Stachytarpetha jamaicenis L) dapat di formulasikan sebagai sediaan tabir surya, dan ekstrak etanol daun pecut kuda (Stachytarpetha jamaicensis L) mempunyai nilai SPF(Surya Protection Factor).
UJI PERCEPATAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN ADANYA PERLAKUAN PERENDAMAN DAN ZPT Cik Zulia; Ragil Naburju; Lanna Reni Gustianty; Hilda Yanti Torus Pane
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Percepatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit  dengan adanya Perlakuan Perendaman dan ZPT. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 4 ulangan sebagai berikut Z0 = Perendaman 24 jam dengan air (kontrol), Z1 =      Perendaman 24 jam dengan ZPT auksin 250 ml/500 ml air, Z2 = Perendaman 24 jam dengan ZPT sitokinin 250 ml/500 ml air, Z3 = Perendaman 24 jam dengan  Root Up 10 g/500 ml air, Z4 = Perendaman 24 jam dengan biourin sapi 250 ml/500 ml air, Z5 = Perendaman 24 jam dengan ekstrak bawang merah 250 ml/500 ml air. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan perlakuan perendaman 24 jam dengan Root Up (Z3) merupakan perlakuan terbaik, dengan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 57,50 mm, panjang plumula sebanyak 38,66 mm dan luas daun sebanyak 12,55 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan biourin sapi (Z4) menunjukkan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 55,16 mm, panjang plumula sebanyak 36,00 mm dan luas daun sebanyak 11,08 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan ektrak bawang merah (Z5) menunjukkan daya berkecambah 97,22%, panjang radikula sebanyak  53,41 mm, panjang plumula sebanyak 32,66 mm mm dan luas daun sebanyak 8,89 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan ZPT auksin (Z1) menunjukkan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 47,75 mm, panjang plumula sebanyak 29,66 mm dan luas daun sebanyak 6,66 cm2
Sintesis Hijau Nanopartikel Perak (AgNP) berbasis Ekstrak Tanaman: Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Rahma Amalia; Munir Alinu Mulki; Yesica Natalia Lawrence
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.14169

Abstract

Sintesis hijau (green synthesis) nanopartikel perak (AgNP) menggunakan ekstrak tanaman merupakan pendekatan ramah lingkungan yang kini banyak dikembangkan sebagai alternatif metode kimia konvensional yang berpotensi menghasilkan limbah berbahaya. Proses ini memanfaatkan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid yang berperan sebagai bioreduktor dan capping agent dalam mereduksi ion Ag⁺ menjadi logam Ag⁰. Artikel ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan menganalisis 12 penelitian terkait metode sintesis, karakterisasi, dan aktivitas antibakteri AgNP terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses sintesis dipengaruhi oleh jenis pelarut, konsentrasi AgNO₃, suhu, waktu reaksi, dan rasio ekstrak terhadap prekursor. Karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV–Vis menunjukkan puncak serapan khas Surface Plasmon Resonance (SPR) pada rentang 390–470 nm dengan ukuran partikel 5–129 nm yang dominan berbentuk sferis. Aktivitas antibakteri AgNP menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi, dengan nilai MIC dan MBC yang rendah serta zona hambat yang besar, menandakan sifat bakterisidal yang kuat. Mekanisme kerjanya melibatkan kerusakan membran sel, peningkatan permeabilitas, dan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan lisis dan kematian bakteri. Secara keseluruhan, sintesis hijau AgNP berbasis ekstrak tanaman menghasilkan nanopartikel yang stabil, homogen, dan efektif sebagai agen antibakteri alami yang berpotensi dikembangkan dalam bidang biomedis berkelanjutan
Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Resisten Merkuri Dari Air Sungai Sekitar Pertambangan Emas Batang Toru Sumatera Utara Novita Damanik; Husnarika Febriani; Ulfayani Mayasari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7979

Abstract

Telah dilakukan investigasi isolasi dan identifikasi bakteri resisten merkuri yang ditemukan dalam air sungai di dekat tambang emas Batang Toru di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri resisten merkuri di sungai dekat Tambang Emas Batang Toru di Sumatera Utara, mengkarakterisasi morfologi dan sifat bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari aliran sungai di sana, dan menilai kapasitas bakteri yang diisolasi dari aliran sungai di dekat Tambang Emas Batang Toru di Sumatera Utara untuk mengurangi merkuri. Sampel di ambil dari aliran limbah Pertambangan Emas Batang Toru dan dari aliran air sungai yang terkena buangan limbah dari Pertambangan Emas Batang Toru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Agustus di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen laboratorium dengan pengujian pengamatan morfologi penelitian dianalisis secara deskriptip. Hasil dari penelitian ini diperoleh 5 isolat bakteri sebagai bakteri resisten merkuri, dengan kode isolat Sp1, Sp2, Sp3, Sp4 dan Sp5. Hasil dari pengujian daya reduksi merkuri menggunakan alat Atonomic Absorption Spektrophotometer (AAS) ialah isolate dengan kode Sp1 menurunkan kadar merkuri sebesar 53%, Sp2 menurunkan kadar merkuri sebesar 60%, Sp3 menurunkan kadar merkuri sebesar 46%, Sp4 mereduksi merkuri sebesar 50% dan Sp5 menurunkan kadar merkuri sebsar 67%. Semua isolat bakteri dapat mereduksi mereduksi merkuri dan isolat bakteri resisten merkuri ini dapat digunakan sebagai agen bioremediasi.
Perbedaan Efektivitas Therapy Cairan Hangat Dan Selimut Penghangat Dengan Stabilitas Suhu Tubuh Pada Pasien Post-OP Dengan Hipotermi Di Recovery Room Rumah Sakit Murni Teguh Medan Tahun 2021 Fuji Harto; Afnijar Wahyu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10851

Abstract

Setiap pasien yang akan menjalani operasi berisiko mengalami hipotermia. Dampak negatif dari hipotermia pada pasien meliputi peningkatan risiko perdarahan, iskemia miokard, waktu pemulihan pasca-anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, dan peningkatan risiko infeksi. Untuk mencegah hipotermia, teknik pemanasan dapat digunakan, yaitu dengan menggunakan pemanas selimut, pelembapan oksigen, pengaturan suhu lingkungan yang memadai, dan pemanasan cairan intravena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas terapi pemanasan cairan dan pemanas selimut terhadap stabilitas suhu tubuh pada pasien post-operasi dengan hipotermia di ruang pemulihan (Recovery Room) Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment post-test only tanpa kelompok kontrol dan menggunakan teknik accidental sampling, yang melibatkan masing-masing 21 responden yang mengalami hipotermia. Hasil uji statistik 'Independent Sample t-test' dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05) menunjukkan nilai p-value atau Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 α = 0,05. Oleh karena itu, secara statistik, Ha diterima dan H0 ditolak, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antara terapi pemanasan cairan dan pemanas selimut dalam menjaga stabilitas suhu tubuh pada pasien post-operasi dengan hipotermia di ruang pemulihan
Analisa Hasil Pemeriksaan Dahak Suspek TB dengan Genexpert (TCM) dan Pewarnaan Ziehl Neelsen di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Suventy Safrina Ginting; Penny Ariani; Viktor Edyward Marbun; Nadya Juliesti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11965

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Diagnosis masih banyak menggunakan metode Ziehl Neelsen yang kurang sensitif, sedangkan GeneXpert (TCM) lebih akurat dan cepat. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pemeriksaan dahak suspek TB dengan GeneXpert dan Ziehl Neelsen di RSUD Pandan. Penelitian deskriptif potong lintang ini menggunakan 30 sampel dahak pasien suspek TB pada Januari–Juni 2024. Hasil GeneXpert menunjukkan MTB Not Detected 76,7%, Low 6,7%, Medium 10%, High 6,7%. Sementara Ziehl Neelsen menunjukkan negatif 83,3%, positif 2 sebanyak 10%, dan positif 3 sebanyak 6,7%. Kesimpulan: GeneXpert lebih sensitif dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dibandingkan Ziehl Neelsen
Pengaruh Metode Pengeringan Dan Varitas Kopi Terhadap Kadar Ekstraktif Cascara Healthy Aldriany Prasetyo; Angga Ade Sahfitra; Mahliza Nasution
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8173

Abstract

Kulit kopi merupakan limbah dari proses pengolahan kopi. Peningkatan nilai tambah dari limbah kulit kopi dilakukan dengan membuat produk Cascara. Cascara diproses melalui pengeringan sinar matahari dan oven. Proses pengeringan dan varitas kopi yang berbeda diperkirakan akan mempengaruhi kadar ekstraktif cascara yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian adalah menentukan kadar ekstraktif cascara setelah diproses melalui pengeringan sinar matahari dan oven. Metode penelitian menggunakan RAL factorial. Data dianalisa dengan uji ANOVA dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kadar air oleh pengeringan sinar matahari, tertinggi diperoleh pada cascara kopi Sigararutang (8,66%), terendah pada cascara kopi Komasti (7,00%.) ; pengeringan oven kadar air tertinggi pada cascara kopi Sigararutang (7,56%),terendah pada cascara kopi Komasti (6,48%): Kadar abu oleh pengeringan sinar matahari, tertinggi diperoleh pada cascara kopi Gayo (0,093%), terendah pada cascara kopi Andungsari (0,027%); pengeringan oven kadar abu tertinggi pada cascara kopi Gayo (0.087%) dan terendah pada cascara kopi Andungsari (0,025%). Kadar ektraktif oleh pangeringan sinar matahari tertinggi pada cascara kopi Andungsari (1,124%),terendah pada cascara kopi Sigararutang (0,466%); pengeringan oven menghasilkan kadar ekstraktif tertinggi pada cascara kopi Andungsari (1,527%), terendah pada cascara kopi Sigararutang (0,533%)