cover
Contact Name
Intan Permata Sari
Contact Email
intanpermata@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6285292917330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Bengkulu 38212, Kota Bengkulu, Bengkulu, Sumatera
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
ISSN : 26858703     EISSN : 26863308     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga
Core Subject : Education, Social,
Hawa is a scientific journal within the scope of gender and child studies with various applications of approaches, namely: psychology, education, law, sociology, literature, anthropology, and Islamic studies. It is a half-yearly published, exactly every June and December by Gender and Child Studies Center, Research and Community Service Department of IAIN Bengkulu. It was firstly published in 2019. The editorial board uses OJS in accepting articles, reviewing systems, and publication.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): Desember" : 7 Documents clear
Pola Dasar Penanaman Pendidikan Karakter Pada Anak Di Dalam Keluarga Azwar Rahmat; Muhamad Akip; Moch Iqbal
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v3i2.5859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman pendidikan sosial pada anak di dalam keluarga. Karena pendidikan sosial sangat berkaitan dengan pendidikan karakter maka penelitian ini akan membahas  (1) Bagaimana konsep pendekatan pendidikan karakter dalam keluarga. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga. (3) Untuk mengidentifikasi apa saja yang menjadi faktor penghambat yang dialami keluarga (orang tua) dalam penanaman pendidikan karakter pada anak. Jenis penelitian menggunakan studi lapangan, pengumupulan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun di Desa Tambangan Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba tahun 2020. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan di dalam keluarga yaitu: pengajaran agama  yang  menekankan  pada  pembentukan  ahklak,  pengajaran  nilai-nilai  lokal, hidup dalam kesederhanaan  (tallasa kamase-mase), karakter anak sebagai salah satu penilain cerminan keluarga   dan  pengajaran langsung orang tua sebagai teladan. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga yaitu, Kejujuran, Keteladanan, Kedisiplinan, Kesopanan. MendukungKegiatan Anak dan Cinta Anak-Anak (3) Penghambat pendidikan karakter, faktor internal yaitu keluarga dan faktor bawaan dan faktor eksternal  Lingkungan,  teman sebaya dan media masa.
Effectiveness of Social Media Dissemination to Increase Children's Participation in Covid Vaccines Arifah Salastiani Intan; Nurul Lutfia Maryadi; Raniah Tamarisha
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5837

Abstract

This research is entitled "Effectiveness of Social Media Outreach to Increase Children's Participation in the Covid Vaccine." This study aims to determine the effectiveness of social media as propaganda in increasing the number of children's participation in the Covid-19 vaccine. Respondents started from the age of 15-17 years. The object of this research is children who use social media. This study uses a quantitative approach. The sampling technique in this study used random sampling. The number of participants involved was 100 respondents in the form of data used as a questionnaire with a Likert scale to analyze the data. The results of this study found that: 1.) Disseminating information on COVID-19 vaccines to children on social media was very effective, with 88% results. 2.) Sharing information on the covid-19 vaccine makes children confident to do the vaccine with 92% results. 3.) Respondents agree that information on the Covid-19 vaccination policy in Indonesia through social media is easy to find with the result, which is 100%.
Peran Wanita Dalam Dunia Pendidikan Pada Masa Rasulullah SAW Alimni Alimni; Hamdani Hamdani
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5683

Abstract

Agama Islam memberikan pengajaran pada manusia tentang beragam aspek kehidupan, baik duniawi ataupun ukhrawi, salah satu ajaran Islam tersebut ialah mewajibkan kepada umat Islam untuk melaksanakan pendidikan. Islam memandang pendidikan sebagai sebuah kebutuhan hidup manusia yang mutlak harusnya terpenuhi, agar bisa mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebab dengan pendidikan, manusia akan memperoleh berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dalam kehidupan. Maka dari itu, Islam dan pendidikan memiliki hubungan yang sangat erta. Hubungan tersebut bersifat organis fungsional dimana pendidikan difungsikan sebagai alat untuk mencapai tujuan ke-Islam-an dan Islam menjadi kerangka dasar serta pondasi pengembangan pendidikan Islam (Tafsir, 2004: 5). Al-Qur’an telah memberikan indikator manusia yang mulia, yakni manusia yang paling bertakwa, maka dalam hal ini Islam telah menetapkan perempuan sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan. Sebagaimana dalam firman Allah surah al-Hujarat ayat 13, posisi perempuan dalam pandangan ajaran Islam pada dasarnya mempunyai posisi terhormat. Tabiat kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan dikatakan sama. Perempuan telah Allah anugrahi potensi dan kemampuan yang cukup untuk membawa tanggung jawab agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, begitu pun dengan laki-laki.
Pengaruh Verbal Bullying Terhadap Kecerdasan Interpersonal Anak di Sekolah Reza Pahlevi; Rossi Delta Fitrianah; Fiki Prayogi; Wahyu Rike Istiarti
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5720

Abstract

Maraknya perilaku verbal bullying yang terjadi di kalangan peserta didik sehingga dapat berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa di SDN 81 Kota Bengkulu. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan varian pendekatan ex post facto. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non probability sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner (angket), dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 81 Kota Bengkulu tahun ajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat pengaruh verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa di SDN 81 Kota Bengkulu. Kesimpulan penelitian diperoleh hasil (1) perilaku verbal bullying yang dilakukan siswa antara lain menjuluki, mengejek, menghina, memaki, dan mengolok-ngolok; (2) siswa yang sering di bullying akan berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonalnya karena bawasannya anak yang sering di bully akanmenjadi malas pergi ke sekolah dan psikisnya terganggu dan konsentrasinya saat belajar berkurang; (3) pengaruh verbal bullying memberikan dampak pada terhadap kecerdasan interpersonal siswa yaitu menjadi rendah.
Bias Gender pada Buku Teks SKI Tingkat Madrasah Ibtidai’yah Pebby Selvira; Deni Febrini; Fatrica Syafri
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5479

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu bias gender dalam buku teks sejarah peradaban Islam di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Secara khusus, artikel ini membahas tentang sejauh mana bias gender dimungkinkan dalam pelajaran SKI untuk lingkup materi, gambar dan rubrik. Data diperoleh melalui telaah dokumen, dengan menganalisis buku teks dan bahan ajar yang digunakan oleh guru di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Studi ini menemukan bahwa buku teks SKI masih bias gender. Oleh karena itu, perlu adanya penulisan buku ajar bagi siswa madrasah dengan memperhatikan prinsip kesetaraan gender, agar isu bias gender tidak dilestarikan oleh lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam menetapkan kebijakan buku teks madrasah yang harus mengedepankan kesetaraan gender.
The Effectiveness of Physical Touch for Tantrum Treatment on Autistics Child Intan Alawiyah; Salsabila Salsabila
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/.v3i2.5588

Abstract

Autisme adalah anak dengan gangguan perkembangan saraf yang dapat menyebabkan gangguan perilaku, gangguan komunikasi, gangguan sosial, gangguan sensorik, dan gangguan emosional, seperti tantrum (mengamuk). Gejala penyakit ini lebih sering diemukan pada masa kanak-kanak, namu bisa juga ditemukan pada masa dewasa. Autisme saat ini disebut gangguan spektrum autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Tantrum anak autis disebabkan oleh keusakan otak, yang membuat mereka tidak dapat mengontrol emosinya dan tiak dapat mengkomunikasikan emosi secara normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar efektivitas sentuhan fisik pada penanganan anak autis saat tantrum. Penelitian ini dilaksanakan di SKH Negeri 01 PANDEGLANG tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini penulis memilih Guru khusus anak autis di sekolah, dan kerabat terdekat yang memiliki anggota keluarga berkebutuhan khusus. Kesimpulan penelitian bahwa efektivitas sentuhan fisik pada penanganan anak autis di saat tantrum sangat berpengaruh, selain sentuhan fisik ada penanganan lain yang bisa mencegah agar tidak terjadi tantrum pada anak autis, yaitu Diet dari makanan yang mengandung coklat, MSG dan pengawet.
Pemerolehan Bahasa Anak 5 Tahun ditinjau dari Fonologis dan Semantis Meddyan Heriadi
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v3i2.6342

Abstract

Ketika lahir, manusia pada dasarnya belum mampu untuk berbicara, tetapi sudah mampu berkomunikasi. Komunikasi tersebut diuraikan dalam berbagai tanda. Tanda tersebut seperti menangis untuk menunjukkan lapar, sakit, panas, dingin arau tertawa untuk menunjukkan rasa senang. Setelah itu, lambat laun anak-anak nantinya akan belajar bagaimana berbahasa, agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya seiring pertumbuhan fisik. Inilah merupakan proses pemerolehan bahasa. Di mana menurut Sundjono (dalam Saputri, : ) yaitu proses penguasaan bahasa ibu secara alami. Berdasarkan riset yang telah dilaksanakan diketahui bahwa: a). Zhafira masih memiliki kesalahan dalam dalam pemilihan kosakata, sedikitnya kosakata yang dikuasai, salah dalam pelafalan, minimnya interaksi pada teman saat di awal sekolah, dan belum lancar dalam membangun kalimat;  b) Meskipun kedua orang tua sang anak berasal dari bahasa Serawai, Zhafira hanya menguasai 3 kosakata serawai yaitu mising, awu, dan ngerayau. Sementara sisanya adalah bahasa Indonesia formal. c. guru sendiri menilai terdapat perbedaan pola bahasa dan pola interaksi saat di awal masuk sekolah dan saat wawancara dilaksanakan. Zhafira sudah mulai mau untuk berkomunikasi seperti bertanya dan memberitahu. Hanya saja ia perlu mendapatkan perhatian lebih agar kemamapuanya dapat meningkat seperti lewat bermain, tegur sapa, dan berbicara langsung dengan kontak mata dan gerakan sentuhan tangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Zhafira sendiri masih memiliki keterlambatan pemerolehan bahasa jika dibanding teman sesusianya. Hal ini terlihat bagaimana ia masih dalam dalam pelafalan dan ketidakmampuannya dalam membangun kalimat. Selain itu, bahasa yang digunakan zhafira adalah bahasa Indonesia formal karena kesehariannya yang dominan pada televisi yang berbahasa Indonesia. Sang guru juga menilai bahwa terjadi pola peningkatan berbahasa Zhafira dibandingkan pada awal masa sekolah. Jika dahulu ia hanya tersenyum saat disapa dan saat ini ia sudah mau bertanya dan melapor. Ia juga sudah mulai mampu untuk berinteraksi dengan teman sebaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7