cover
Contact Name
Wa Mina La Isa
Contact Email
p3m@stikesnh.ac.id
Phone
+6281393755979
Journal Mail Official
wamina@stikesnh.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII, No. 24, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23021721     EISSN : 23022531     DOI : https://doi.org/10.35892/dijk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan pISSN : 2302-1721 dan eISSN : 2302-2531 yang terbit 4 Kali dalam satu tahun setiap Februari, Mei, Agustus dan November. Nursing Inside Community merupakan jurnal akses terbuka, peer-review yang mempertimbangkan artikel tentang aspek tertentu dari penelitian, pendidikan dan praktek keperawatan serta kesehatan pada umumnya. Scope jurnal ini yaitu bidang ilmu kesehatan pada umumnya, baik itu keperawatan, kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, farmasi dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 499 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BRONCHOPNEUMONIA PADA BALITA DI RSKIA PETIWI MAKASSAR Annas, Yuliana; Ernawati; Hasriana
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang bronkeoli terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopuluren yang membentuk bercakbercak konsolidasi di lobuli yang berdekatan. Penelitian ini dilakukan pada balita bronchopneumonia pada balita yang dirawat di RSKIA Pertiwi Makassar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status imunisasi, paparan asap rokok, pemberian ASI esklusif dengan kejadian bronchopneumonia pada balita di RSKIA Pertiwi Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling didapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square (ρ<0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan status imunisasi dengan kejadian bronchopneumonia pada balita (ρ=0,021), ada hubungan paparan asap rokok dengan kejadian bronchopneumonia pada balita (ρ=0,009), ada hubungan pemberian ASI esklusif dengan kejadian bronchopneumonia pada balita (ρ=0,010). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara status imunisasi, paparan asap rokok, pemberian ASI esklusif dengan kejadian bronchopneumonia pada balita di RSKIA Pertiwi Makassar.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIIT RENDAH GARAM PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ULAWENG Irawati
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet rendah garam merupakan salah satu cara untuk mengatasi kekambuhan hipertensi tanpa efek samping yang serius karena metode pengendaliannya lebih alami yang bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi menuju tekanan darah normal. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan proses perawatan. Literatur perawatan-kesehatan mengemukakan bahwa kepatuhan berbanding lurus dengan tujuan yang dicapai pada program pengobatan yang telah ditentukan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendag garam pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitic dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel secara purvosive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Kendall Tau dengan α=0,05. Hasil: ada hubungan ( p value = 0,000) antara dukungan keluarga terhadap diet rendah garam pada penderita hipertensi
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL DALAM PENURUNAN SEKSUAL PASANGAN USIA SUBUR DI PUSKESMAS KAPASA KOTA MAKASSAR Hardjono, Wiwi; La Isa, Wa Mina; Dewi, Indra
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menyebabkan semakin meningkatnya kemiskinan dan pada akhirnya dapat menyebabkan rendahnya nilai sumber daya manusia. Kontrasepsi merupakan upaya dalam pencegahan kehamilan, dapat bersifat sementara dan menetap. Salah satu jenis kontrasepsi yang banyak diminati oleh pasangan usia subur (PUS) di Indonesia adalah kontrasepsi hormonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi pil dalam penurunan seksual pasangan usia subur di Puskesmas Kapasa Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional adalah adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independent dan dependen hanya satu kali pada satu saat, dengan uji chi square interval kepercayaan a=0,05. Populasi dalam penelitian berjumlah 65 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode Non probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling sehingga besar sampel yang didapakan yaitu 56 sampel. Hasil analisis uji statistik didapatkan nilai ρ= 0,009 jadi dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan penggunaan kontrasepsi pil dalam penurunan seksual pasangan usia subur di Puskesmas Kapasa Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bidan dapat memberikan penyuluhan kepada akseptor kb pil mengenai efek samping dan cara mengatasinya melalui kunjungan ulang sehingga akseptor dapat mengerti dan memahami perubahan yang terjadi pada dirinya.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Basri, Muhammad; K, Baharuddin; Rahmatia, Sitti; Dillah, Ramlah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduaduanya yang membutuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut jangka panjang (Nian, 2017). Penelitian ini adalah Mendeskripsikan hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah Puasa pada pasien DM tipe II di PKM Kassi- Kassikota Makassar. Meningkatkan pengetahuan pada Penderita DM Tipe II yang mengalami gangguan Kwalitas dan Pola Tidur shari-hari Meningkatkan pengetahuan pada Penderita DM Tipe II yang mengalami gangguan Kwalitas dan Pola Tidur shari-hari. Pada penelitian ini menggunakan desain cross sectional, jenis penelitian ini menggunakan metode analitik yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara Kualitas tidur dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM Tipe II. Sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 55 orang yaitu seluruh pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di PKM Kassi-Kassi Kota Makassar. Hasil Uji Statistik Chi Square diperoleh p value 0,000 < 0,05.sehingga peneliti berasumsi bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien DM Type 2 di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Saran dapat dijadikan sebagai salah satu acuhan bagi pasien diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kadar glukosa darah puasa.
EFEKTIVITAS DUKUNGAN SPIRITUAL KELUARGA PADA KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Handini, Putri; Kadrianti, Erna; Rezki Anisa, Nurul
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah salah satu penyakit infeksi utama yang masih belum dapat dituntaskan secara global. Dukungan spiritual keluarga dalam kepatuhan minum obat pasien TB Paru dapat mendorong pasien untuk patuh minum obat dan meringankan kondisi psikologis pasien seperti takut, syok, putus asa, marah, cemas, dan depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dukungan spiritual keluarga pada kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling, dengan 77 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square (p<0.05). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat efek antara dukungan spiritual keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru (p = 0.000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat efek antara dukungan spiritual keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar. Kepatuhan minum obat lebih banyak dukungan spiritual keluarga yang baik.
GAMBARAN KEJADIAN ASFIKSIA DI UPTD PUSKESMAS AJANGALE PADA TAHUN 2016/2017 Nur, Arfan
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia pada bayi baru lahir termasuk risiko tinggi karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonatal. Di Indonesia mempunyai 200 juta penduduk dengan angka kelahiran 2,5% tahun sehingga diperkirakan terdapat 5 juta kelahiran per tahun. Untuk mengetahui gambaran kejadian Asfiksia berdasarkan faktor resiko ibu, bayi dan faktor persalinan di UPTD Puskesmas Ajangale. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan data sekunder di UPTD Puskesmas Ajangale untuk mengetahui gambaran umum kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dengan variabel-variabel penelitian yang meliputi faktor risiko ibu, bayi dan persalinan. Dari 389 responden, bayi baru lahir yang mengalami asfiksia pada tahun 2016 sebesar 3,08%, sedangkan pada tahun 2017 dari 374 responden sebesar 5,61%. Berdasarkan faktor risiko bayi tahun 2016 dengan faktor risiko rendah sebesar 83,33%, tahun 2017 dengan faktor risiko rendah sebesar 76,19%. Faktor risiko ibu pada tahun 2016 dengan risiko tinggi sebesar 41,67%, tahun 2017 dengan risiko tinggi sebesar 52,38%. Faktor persalinan pada tahun 2016 dengan lilitan tali pusat sebesar 16,67%, tahun 2017 dengan lilitan tali pusat sebesar 28,57%.Faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia di UPTD Puskesmas Ajangale di pengaruhi oleh faktor risiko ibu, bayi dan persalinan.
PENGARUH ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI PT. PLN (Persero) SEKTOR PEMBANGKITAN PUNAGAYA Nasrullah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan ditempat kerja dapat mengganggu daya dengar pekerja, mulai dari gangguan konsentrasi, komunikasi sampai kenikmatan bekerja yang akibatnya pekerja cenderung berbuat kesalahan dan akhirnya menurunkan produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara intensitas kebisingan dengan gangguan pendengaran terhadap produktivitas kerja di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Punagaya. Desain penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling sebanyak 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh intensitas kebisingan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai p value 0,898. Ada pengaruh antara gangguan pendengaran telinga kanan dengan produktivitas kerja karyawan dengan nilai p value 0,000 < α 0,05. Ada pengaruh antara gangguan pendengaran telinga kanan dengan produktivitas kerja karyawan dengan nilai p value 0,000 < α 0,05. Adapun saran penelitian ini yaitu sebaiknya sebaiknya perusahaan menyediakan alat pelindung telinga yang aman dan nyaman digunakan oleh karyawan, dilakukan pemantauan penggunaan kelengkapan alat pelindung telinga karyawan secara berkala, peneliti selanjutnya, diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih dalam dan lebih jauh lagi serta menggunakan analisis yang berbeda dan metode yang berbeda sehingga memperkaya analisis data penelitian serta penelitian ini dapat menjadi bahan dasar dalam penelitian selanjutnya dan menambahkan variabel independen laiannya yang berhubungan dengan produktivitas kerja
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMA 24 BONE TAHUN 2018 Baderiah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja berlangsung antara usia 10-19 tahun, terjadi pematangan organ reproduksi yang sering disebut masa pubertas. Jumlah remaja di Kabupaten Bone pada tahun 2017 adalah 170.780 jiwa yang terdiri dari remaja laki-laki 86.637 jiwa (50,73%) dan remaja perempuan 84.143 jiwa (49,27%) yang mengalami HIV/AIDS sebanyak 7 jiwa. Berdasarkan data dari Kepala sekolah dan SMA 24 Bone, di dapatkan data siswi SMA 24 Bone sebanyak 90 siswi yang meliputi siswa laki laki 23 siswa (25,55%) dan siswi perempuan 67 siswi (74,44%). Tujuan : Diketahuinya gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang tentang HIV/AIDS di SMAN 24 Bone Tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskrepsikan atau menggambarkan suatu variabel tertentu, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. jumlah populasi dan sampel sebanyak 90 orang, laki-laki sebanyak 23 siswa dan perempuan sebanyak 67 siswi. Hasil : dari 90 jumlah reponden terdapat 28 (31,11%) jumlah remaja yang memiliki pengetahuan baik, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62 (68,88%) remaja tentang HIV/AIDS dan terdapat 37 remaja (41,11%) yang bersikap positif terhadap HIV/AIDS dan yang bersikap negatif terhadap HIV/AIDS sebanyak 53 remaja (358,88%). Kesimpulan : Dari 90 jumlah remaja terdapat 28 (31,11%) remaja yang memiliki pengetahuan baik dan 62 (68,88%) remaja yang memiliki pengetahuan kurang tentang HIV/AIDS.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA JAHITAN PERINEUM PADA IBU NIFAS DI UPTD PUSKESMAS WATAMPONE TAHUN 2018 Hasnidar
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan dimana masa ini terjadi pemulihan kembali organ reproduksi yang mengalami perubahan selama proses kehamilan. Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber kohor di UPTD Puskesmas Watampone tahun 2018 dari bulan Maret-Mei jumlah ibu bersalin sebanyak 98 orang dan ibu yang mengalami luka perineum sebanyak 34 (34,69%).Diketahuinya Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Nifas Di UPTD Puskesmas Watampone Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi yaitu ibu bersalin sebanyak 98 orang dan sampel yaitu ibu yang mengalami luka perineum sebanyak 34 orang.ibu yang tidak melakukan mobilisasi sebanyak 22 orang (64,70%) dan yang terendah ibu nifas yang melakukan mobilisasi sebanyak 12 orang (35,29%) dengan X2Hit > X2tabel atau 18,68>2,84, ibu yang tidak mengganti pembalutnya 3 kali sehari sebanyak 25 (26,47%) dan terdapat 9 ibu nifas yang mengganti pembalutnya 3 kali sehari(73,52%) dengan oleh X2Hit > X2tabel atau 2,91>2,84 dan ibu yang tidak memiliki tradisi selama masa nifasnya sebanyak 23 kasus (83,37%), disusul pada ibu yang memiliki tradisi selama masa nifasnya sebanyak 11 kasus (32,35%) dengan X2Hit < X2tabel atau 0,18<2,84. Faktor mobilisasi dan personal hygiene berhubungan dengan penyembuhan luka jahitan perineum dan adapun tradisi tidak berhubungan dengan penyembuhan luka jahitan perineum.
GAMBARAN KEJADIAN ASFIKSIA DENGAN LILITAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI UPTD PUSKESMAS LAMURUKUNG TAHUN 2017 Mustar
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lilitan tali pusat dapat menyebabkan asfiksia dimana asfiksia pada Bayi Baru lahir merupakan masalah yang penting karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir. Lilitan tali pusat ini sendiri dapat mengakibatkan suatu kejadian fatal yaitu kematian bayi, karena puntiran tali pusat yang berulang-ulang ke satu arah tersebut mengakibatkan atus darah dari ibu ke janin tersumbat total. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran Kejadian Asfiksia dengan Lilitan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir . Metode : Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan data sekunder UPTD Puskesmas Lamurukung. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di UPTD Puskesmas Lamurukung dengan data sekunder pada tahun 2017 mengenai gambaran kejadian asfiksia dengan lilitan tali pusat di UPTD Puskesmas Lamurukung dengan variabel umur ibu, paritas dan umur kehamilan dapat disimpulkan bahwa dari 26 bayi yang mengalami asfiksia terdapat 12 bayi asfiksia karena lilitan tali pusat. Karakteristik responden kejadian asfiksia dengan lilitan tali pusat paling banyak pada kelompok umur dibawah 20 tahun yaitu sebesar 41,7% dan umur 20-35 tahun sebesar 41,7%, variabel paritas terbanyak pada persalinan primipara yaitu sebesar 50% dan variabel umur kehamilan terbesar yaitu bayi prematur sebesar 66,7%. Kesimpulan : Dari 26 bayi yang mengalami asfiksia 12 bayi (46,2%) disebabkan oleh lilitan tali pusat.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2018): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 5 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 10 No. 6 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 10 No. 2 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue