cover
Contact Name
Wa Mina La Isa
Contact Email
p3m@stikesnh.ac.id
Phone
+6281393755979
Journal Mail Official
wamina@stikesnh.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII, No. 24, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23021721     EISSN : 23022531     DOI : https://doi.org/10.35892/dijk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan pISSN : 2302-1721 dan eISSN : 2302-2531 yang terbit 4 Kali dalam satu tahun setiap Februari, Mei, Agustus dan November. Nursing Inside Community merupakan jurnal akses terbuka, peer-review yang mempertimbangkan artikel tentang aspek tertentu dari penelitian, pendidikan dan praktek keperawatan serta kesehatan pada umumnya. Scope jurnal ini yaitu bidang ilmu kesehatan pada umumnya, baik itu keperawatan, kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, farmasi dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 499 Documents
Pengaruh Edukasi Praktik Pemberian MP-Asi Terhadap Self Efficacy Ibu Pada Anak Usia 6-24 Bulan Ramadhani Ismi, Dian Rezky; Nurcahyani, Icha Dian; ST. Masithah, ST. Masithah; Yusuf, Kurnia; Selvia, Selvia
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1346

Abstract

Makanan pendamping ASI adalah pengenalan makanan padat atau semi padat untuk melengkapi ASI dan berlangsung dari 6 bulan sampai 24 bulan. Selama periode ini, kebutuhan gizi terus meningkat secara signifikan, melalui asupan makanan yang tepat waktu mulai dari usia 6 bulan, asupan makanan yang bervariasi, frekuensi makan minimal 3 kali sehari, hingga 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi praktik pemberian MP-ASI terhadap self efficacy ibu pada anak usia 6-24 bulan di Kabupaten Maros. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental design dengan rancangan pre-test dan post-test,  untuk mengetahui keadaan kelompok sebelum treatment. Analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pengetahuan dan self efficacy ibu tentang MP-ASI dengan menggunakan uji statistik dan didapatkan hasil perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p(value) = 0.001 < 0.05 yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap edukasi dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan antara hasil edukasi untuk pre post dan post test.
Uji Daya Terima, Analisis Kadar Protein Dan Zat Besi Nugget Sayur Bayam Dengan Substitusi Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Nasrah Yusuf, Yusriah; Wahyuni, Fitri; Syamsul, Musdalifah; Nurcahyani, Icha Dian; St.Masithah, St.Masithah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1347

Abstract

Dalam pembuatan subtitusi ikan bandeng dan nugget sayur bayam untuk memperkaya kandungan zat gizi yang beragam, ikan bandeng memiliki sumber protein dan zat besi yang sehat sebab bandeng tidak mengandung kolestrol. Beberapa alasan mengapa bayam dipilih sebagai vegetable pada Nugget karena bayam merupakan sayuran daun yang bergizi tinggi dengan protein sebesar 2,86 mg/100 gram dan zat besi yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji daya terima, anlisis kadar protein dan zat besi nugget sayur bayam dengan substitusi ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini merupakan penelitian experiment. Dilakukan dengan 4 perlakuan (ikan bandeng 0 gr, 50 gr, 75 gr dan 100 gr). Pengolahan data  dan analisis menggunakan uji Kruskal wallis apabila hasil signifikan maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sampel nugget substitusi ikan bandeng dengan bayam yang memiliki nilai tertinggi dari daya terima adalah X3 (66,68) dibandingkan X1 (59,28), X0 (56,32) dan X2 (57,97). Analisis per 100 gram protein dan zat besi dari formula terpilih X3, protein (11,75 gr). Analisis zat besi (3,01 mg). Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh warna rasa dan aroma karena semakin banyak substitusi ikan bandeng akan menghasilkan warna,rasa dan aroma yang bervariasi dalam sautu nugget sehingga disukai oleh para panelis.
Hubungan Self Care Dengan Quality Of Life Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Kendek, Kristina; Haskas, Yusran; Abrar, Eva Arna
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1357

Abstract

Diabetes melitus merupakan kejadian dengan jumlah penderita semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut WHO pada tahun 2019 diperkirakan 1,5 juta kematian secara langsung disebabkan oleh diabetes dan 2,2 juta kematian lainnya disebabkan oleh glukosa darah yang tinggi pada tahun 2012. Diabetes merupakan penyakit dimana individu perlu melakukan perawatan diri (self care) secara teratur untuk mengurangi komplikasi. Ketika penderita diabetes melitus mengalami komplikasi maka akan berdampak pada menurunnya umur harapan hidup, penurunan kualitas hidup serta meningkatnya angka kesakitan. Self care yang dilakukan pada pasien diabetes melitus meliputi pengaturan pola makan (diet), pemantauan kadar gula darah, terapi obat, perawatan kaki dan latihan fisik (olahraga). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self care dengan quality of life pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sample sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara self care dengan quality of life pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p=0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan self care dengan quality of life pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar.
Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Andani Mone, Ketrin Revita; Suarnianti, Suarnianti; Fajriansi, Andi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1358

Abstract

Tuberculosis paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia karena terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pasien Tuberculosis paru menderita bukan hanya karena gejala penyakit, tetapi juga karena penurunan kualitas hidup (quality of life) secara umum. Salah satu langkah yang baik dilakukan untuk dalam meningkatkan taraf kualitas hidup dengan memperbaiki perilaku pencarian pengobatan (treatment seeking behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis Paru pada Masyarakat NTT di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 penderita TB paru yang Berdomisili di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki treatment seeking behavior baik berjumlah 46 responden, dimana terdapat 40,4% memiliki quality of life yang baik dan 11,2% memiliki quality of life yang kurang, sedangkan responden yang memiliki treatment seeking behavior kurang berjumlah 43 responden, dimana terdapat 22,5% memiliki quality of life yang baik dan 25,8% memiliki quality of life yang kurang. Hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai ρ=0,02. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang cukup signifikan antara treatment seeking behavior dengan quality of life penderita Tuberculosis paru pada Masyarakat NTT di wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur.
Pengaruh Posisi Persalinan Mc.Robert Terhadap Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Primipara Triananinsi, Nurhidayat; Kautzar, Anieq Mumthi’ah Al; Taherong, Ferawati; Husen, Fitryanti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.1218

Abstract

Dalam proses persalinan kala II pengaturan posisi ikut berperan dalam membantu memperpendek lama persalinan dan meminimalkan komplikasi yang terjadi pada ibu dan janin. Posis Mc Robert yaitu posisi setengah duduk dengan hiperfleksi maksimal pada panggul dengan melibatkan fleksi maksimal kaki ibu sampai menyentuh abdomen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi persalinan Mc.Robert terhadap lama persalinan kala II pada ibu primipara di Puskesmas Batauga Kab.Buton Selatan Kota Baubau. Jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang bersalin di Puskesmas Batauga pada bulan Januari-Mei 2019. Sampel penelitian berjumlah 30 resonden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square didaptkan nilai ρ = 0,023 ini berarti ρ < α (0,05) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti ada pengaruh posisi persalinan Mc.Robert terhadap lama persalin kala II pada ibu primipara. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi proses persalinan lebih cepat adalah dengan memilih posisi persalinan yang tepat. Untuk itu diharapakan ibu dapat termotivasi dalam memilih posisi persalinan senyaman mungkin yaitu dengan memilih posisi yang berpengaruh atau paling efektif sehingga dapat mempercepat proses persalinan kala II seperti posisi persalinan Mc.Robert.
Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Terapi Non Farmakologi yuziani; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1221

Abstract

Penyakit hipertensi adalah penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan  peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dan menjadi faktor risiko penyakit lainnya. Terapi hipertensi meliputi terapi farmakologi dan non farmakologi. Beberapa studi menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan penderita terhadap hipertensi, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang penatalaksanaan terapi non farmakologi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability dengan metode accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara terpimpin berdasarkan pedoman kuesioner pada pasien hipertensi di Puskesmas Samudera, Aceh Utara dari Juni sd. Juli 2021. Terdapat 15 pertanyaan untuk menilai tingkat pengetahuan pasien yang dikategorikan menjadi tiga tingkat: mengetahui (C1), memahami (C2) dan aplikatif (C3). Sebanyak 61 orang pasien hipertensi terlibat dalam penelitian ini dengan karakteristik: 59%  berusia 50 – 60 tahun, 66,7% perempuan 66,7% dan  33,3% laki-laki. Sebagian besar responden berpendidikan SMA 37,7% dan ibu rumah tangga 52,4%. Responden dengan tingkat pengetahuan kategori mengetahui “baik” (C1) sebesar 73,8%, tingkat pengetahuan kategori memahami “baik” (C2) sebesar 54,1%, dan tingkat pengetahuan kategori aplikasi “baik” (C3) sebanyak 57,4%. Secara umum, tingkat pengetahuan pasien hipertensi: baik  52,5%; cukup 27,9%; kurang 14,7% dan buruk  4,9%.
Hubungan Tingkat Kecemasan Orang Tua Dengan Pemasangan Infus Pada Balita timah, stefanus
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1251

Abstract

Masa Balita yaitu usia 1-5 tahun, menurut ericsson merupkan tahap anatomi lawan malu dan ragu. Anak pada masa ini di tandai dengan peningkatan kemandirian yang di perkuat dengan kemampuan mobilitas fisik dan kognitif yang semakin besar, serta perkembangan otonomi yang berpusat pada kemampuan untuk mengontrol tubuh dan lingkungannya. Ketika anak di rawat di rumah sakit, hampir semua aktifitasnya harus di batasi. Jenis penelitian yaitu  penelitian deskriptif Analitik  kuantitatif dengan rancangan crossetional study waktu penelitian pada bulan  November  2021 dan tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D. Kandou Manado . Uji statistik yang digunakan adalah  Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% bila @ < 0,05. Hasil penelitian bahwa hasil ujidiperoleh nilai  p value sebesar 0,038  < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti  bahwa ada hubungan kecemasan  Orang Tua dengan Pemasangan Infus pada Balita yang di rawat di Irina E RSU Prof.Dr..R.D.Kandou Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Tingkat Kecemasan Orang Tua Balita yang dirawat di IGD Anak dan di irina E RSU Prof.Dr.R.D Kandou Manado sebagian besar memiliki tingkat kecemasan yang ringan dibandingkan dengan tingkat kecemasan sedang Pemasangan Infus pada Balita yang dirawat di IGD Anak dan di irina E RSU Prof.Dr.R.D Kandou Manado sebagian besar sudah sesuai dengan SOP.
Manajemen Cairan Pada Anak Dengan Diare: Scoping Review Kusmayanti , Evi; Sibualamu, Khalida Ziah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1276

Abstract

Diare termasuk dalam  penyebab kematian kedua pada anak dibawah lima tahun. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, sehingga dapat terjadi berbagai macam komplikasi yaitu dehidrasi berat, syok hipovolemik, kerusakan organ, koma sampai kematian. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis artikel terkait jenis intervensi pemberian cairan pada anak dengan diare. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk mengetahui manajemen intervensi yang diterapkan di klinik dan lingkungan komunitas. Proses Pencarian menggunakan populasi, konsep dan konteks sesuai dengan tujuan penulisan melalui database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Oxford Academic Journal yang diterbitkan antara 2012-2021. Proses seleksi yang dilakukan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dan melakukan Critical Appraisal  menggunakan The Joanna Briggs Institute checklist. Dari 3.484 didapatkan 7 artikel yang dipilih dalam  review ini. Beberapa manajemen cairan yang dapat diterapkan baik di klinik maupun di komunitas diantaranya pemberian oralit, actitan- F dengan standard oral rehydration (SOR),  pemberian cairan intravena seperti Normal saline (NaCl 0,9%) , Ringer laktat atau Dextrose 5%, dan pemberian jus apel/cairan pilihan. Kesimpulan: Intervensi pemberian cairan tersebut dapat diterapkan pada anak dengan diare baik di klinik maupun di lingkungan komunitas.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca Stroke SULISTIANI, ITA SULISTIANI; Ibrahim, Nur Muniva; Paramata, Nanang Roswita; Najihah, Najihah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1348

Abstract

Stroke adalah penyakit Cerebrovascular Accident yang menyerang pembuluh darah dalam mensuplai darah ke otak. Dampak dari stroke mengakibatkan perubahan bentuk pada struktur tubuh, perubahan fungsi, keterbatasan gerak dan penampilan yang dapat memicu penurunan self efficacy. Meningkatkan self efficacy ini menjadi penting pada pasien pasca stroke sehingga status kesehatan dan kualitas hidup menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian yaitu pasien pasca stroke yang berkunjung di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe pasien sebanyak 452 orang. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan self efficacy tinggi 25 responden (62,5%), self efficacy sedang 11 responden (27,5%), dan untuk self efficacy rendah 4 responden (10%). Responden dengan kualitas hidup tinggi 22 responden (55%), kualitas hidup sedang 16 (40%), kualitas hidup rendah 2 (5%). Menggunakan uji Somers’D diperoleh nilai p-Value = (0,000) sehingga terdapat hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Studi Literatur Tingkat Kecemasan Ibu Postpartum Terhadap Pengeluaran Asi Pada Masa Pandemi Covid-19 Syarif, Kurnia Rahma; Rahmatia, Sitti; Lestari, Ira
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1356

Abstract

Kecemasan adalah emosi subjektif yang membuat orang tidak aman, ketakutan tidak jelas serta tidak tenang yang di iringi respon otonom. Mengenai peristiwa kasus covid-19 yang belum kunjung usai hal ini, membuat ibu hamil dan ibu yang sedang menyusui menjadi cemas dikarenakan takut menularkan virus kepada anaknya melalui ASI. Tujuan : mengetahui dan menjelaskan tingkat kecemasan ibu postpartum terhadap pengeluaran ASI pada masa pandemic covid-19. Metode : menggunakan penelitian kualitatif dengan mengacu pada studi literatur. Hasil : hasil penelitian dalam 10 jurnal atau artikel yang ditemukan bahwa terbuktinya adanya tingkat kecemasan ibu postpartum terhadap pengeluaran asi pada masa pandemic covid- 19 dan dimana adanya keinginan untuk mengatasi kecemasan tersebut. Kesimpulan : Berdasarkan 10 jurnal referensi penelitian diatas dengan judul “studi literature tingkat kecemasan ibu postpartum terhadap pegeluaran ASI pada masa pandemic covid-19” penulis dapat menyimpulkan sebagian besar ibu mengalami kecemasan selama masa postpartum, dan ibu postpartum sebagian besar mengalami gangguan pengeluaran ASI dan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan ibu postpartum terhadap pengeluaran asi pada masa pandemic covid-19. Dan factor lain yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu kurangnya pengetahuan yang dimilki sehingga ibu postpartum rentang mengalami kecemasan yang berdampak pada pengeluaran ASI.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 14 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 13 No 5 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 13 No. 5 (2018): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 6 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 9 No. 3 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue