Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 139 GALUNG TAHUN 2020 Majid, Alfiani; Nurcahyani, Icha Dian; Yusuf, Kurnia
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21664

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada anak usia sekolah yang umumnya ditemukan antara lain adalah pendek, sangat kurus, obestas, kegemukan dan anemia. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan inovatif dan menarik yang diperkaya dengan vitamin dan mineral seperti puding daun kelor. Daun kelor merupakan (Moringa oleifera) tanaman yang mempunyai zat gizi tinggi, sebagai antioksidan, antibakteri, mengandung beta karoten, thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), kalsium, fosfor, magnesium, seng, zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding daun kelor (moringa oleifera) terhadap peningkatan berat badan anak usia sekolah di SDN 139 Galung. Jenis penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimenta, dengan rancangan yang digunakan adalah one group pre test and post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah semua siswa kelas 1, 2, dan 3 SD Negeri 139 Galung Kec. Enrekang Kab. Sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampel. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan menggunakan alat pengukur timbangan digital dan mincrotoice. Uji statstik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata berat badan sesudah pemberian puding daun kelor. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ( P<0.05 ). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatan berat badan pada siswa SDN 139 Galung.Kata Kunci: Puding, Daun Kelor, Berat Badan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Kebesani Kecamatan Detukeli Kaseng, Yulia Stelamaris; Yusuf, Kurnia; Masithah, St; Syamsul, Musdalifah; Hasanah, Siti Uswatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11990

Abstract

Pemantauan Status Gizi (PSG) Nasional menyatakan prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun 2016 sampai 2018 yaitu dari 27,5% menjadi 29,6-30,8%. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi yang menempati posisi stunting tertinggi seindonesia yaitu sebesar 42,6% pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Kebesani Kecamatan Detukeli. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua balita usia 24-59 bulan dengan total sampling sebanyak 48 balita. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil berat badan lahir mempunyai hubungan dengan kejadian stunting ( P=0,002), tidak ada hubungan antara imunisasi dengan kejadian stunting (P=0,762), ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif kejadian (p= 0,0000), ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (P=0,000), ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian stunting (P=0,001). Kesimpulan yang didapatkan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting.
Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibobo Nabire Tahun 2023 Salindeho, Maryati; Syamsul, Musdalifah; MB, Andi Rahmaniar; Yusuf, Kurnia; Intan, St Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12058

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk memperoleh tumbuh kembang bayi yang baik. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang berumur 0-6 bulan di Indonesia belum mencapai hasil yang diharapkan sebesar 80%. Sementara cakupan pemberian ASI eksklusif di Nabire Propinsi Papua Tengah masih sangat rendah dari tahun ke tahun yaitu 41.12%. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kalibobo Nabire. Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 56 responden yang diambil dengan cara accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa responden yang mempunyai pengetahuan kurang (60.7%), ibu yang bekerja (66.1%), sikap kurang (67.9%), kurang mendapat dukungan keluarga (64.32%). Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pengetahuan, pekerjaan, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif. Saran: erlunya peningkatan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga bagi ibu yang menyusui serta bagi ibu yang bekerja tetap memberikan ASI eksklusif pada bayinya dengan cara memerah.
Hubungan Status Pekerjaan, Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kimi Rellam, Silpa; Masithah, St; Wahyuni, Fitri; Yusuf, Kurnia; Hasanah, Siti Uswatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12061

Abstract

ASI eksklusif merupakan air susu ibu yang diberikan semenjak bayi lahir hingga berumur 6 bulan dan tidak diberikan cairan tambahan. Pencapaian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai 80%. Berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2022 pencapaian ASI eksklusif adalah 69.7%%. Laporan dari Puskesmas Kimi Kabupoaten Nabire tahun 2023, cakupan pemberian ASI eksklusif hanya 24%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan status pekerjaan, tingkat pendidikan dan pengetahuan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel pada ibu yang memiliki bayi usia 6-8 bulan menggunakan simple random sampling sebesar 73 responden. Penelitian ini menunjukkan hasil univariat yakni pendidikan ibu rendah sebesar 58.9%, status pekerjaan sebesar 52.1%, pengetahuan cukup sebesar 58.9%, dan ibu tidak memberikan ASI eksklusif sebesar 61.6%, sedangkan hasil bivariat yakni status pekerjaan nilai p=0.000, pendidikan nilai p=0.010, pengetahuan nilai p=0.000. Terdapat hubungan antara status pekerjaan, pendidikan ibu, dan pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada ibu untuk lebih proaktif mencari informasi guna meningkatkan pengetahuan tentang ASI Ekslusif, dan bagi petugas Kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemberian edukasi tentang pentingnya ASI Eksklusif sehingga menumbuhkan motivasi ibu untuk berperilaku baik dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya
The Relationship between Mother's Knowledge and Stunting Prevention Behavior in The Patimpeng Community Health Center Work Area Murni, Murni; Yusuf, Kurnia; Rahmaniar, Andi; St. Masithah; Syafruddin
Miracle Journal of Public Health Vol 7 No 1 (2024): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v7i1.350

Abstract

Stunting is a condition where a child's growth is hampered, resulting in a short body, and the leading cause is malnutrition. This research aims to determine the relationship between maternal knowledge and stunting prevention behavior in children aged 3-5 years. This research used a cross-sectional design with a simple random sampling technique and obtained 68 samples from 80 populations. Analysis was carried out using the Spearman rank test. The results of the Spearman rank test show a p-value <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between maternal knowledge and stunting avoidance behavior in children aged 3-5 years in the BLUD UPT Puskesmas Patimpeng District. Bone. Health workers should be able to educate the public about the nutritious food they need
Faktor Yang Berhubungan Dengan Asupan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah Butu, Paskalina; Yusuf, Kurnia; Hasanah, St. Uswatun; Masithah, St.; Rahmaniar, Andi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26121

Abstract

Asupan makanan pasien merupakan salah satu tolok ukur dari pelayanan gizi ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan asupan makanan pada pasien rawat inap di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Propinsi Papua Tengah tahun 2023. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 28 pasien di ruang rawat inap. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji univariat didapatkan jenis makanan tidak tepat 53.8%, menu tidak bervariasi 57.1%, cita rasa makanan kurang 67.9%, dan penampilan makanan cukup menarik 60.7%. Terdapat hubungan antara jenis makanan, variasi menu, cita rasa makanan, dan penampilan makanan dengan asupan makanan pasien. Diharapkan pihak instalasi gizi sebagai pengelola makanan di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya dapat melakukan edukasi gizi, dan peningkatan pelayanan makanan agar menghasilkan makanan yang menarik dan enak yang dapat membangkitkan selera makan sehingga asupan makanan pada pasien meningkat.
Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Leaflet dan Video Kementerian Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Isi Piringku pada Anak Usia Sekolah di SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros Islam, Mar'atul; MB, Andi Rahmaniar; Yusuf, Kurnia; Masithah, St.; Syafruddin, Syafruddin
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1142

Abstract

Informasi pendidikan gizi merupakan peran penting dalam kehidupan sehari–hari. Kurangnya pemahaman tentang gizi seimbang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan gizi. Ketidakseimbangan asupan makanan baik gizi kurang maupun gizi berlebih akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan manusia yang merupakan salah satu permasalahan yang terjadi. Adapun tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian edukasi gizi menggunakan leaflet dan Video Kementerian Kesehatan terhadap pengetahuan tentang Isi Piringku pada anak usia sekolah di SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros.Penelitian ini mengacu pada pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-post test two group design,kelompok intervensi media leaflet dan kelompok pembanding media video. Perbedaan pengetahuan pada media leaflet dan media video yaitu pada media leaflet 11,09 sedangkan pada media video 7,11. Pada nilai median pengetahuan edukasi menggunakan media leaflet yaitu 12,00 dan nilai media yaitu 7,00. Selain itu, nilai Sig. (2-tailed) atau nilai probabilitas dalam Uji Wilcoxon adalah 0.000 Hasil tersebut jika dibandingkan dengan taraf signifikasi 5% (0,05) maka nilai Sig. (2-tailed). Pada hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Sig. (2-tailed) atau nilai probabilitas adalah 0.000. Oleh karena nilai p-value < α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai isi piringku di SDN 21 Sanggalea Kabupaten Maros.
Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Nasir, Yusriani; Masithah, St.; Yusuf, Kurnia; Nurcahyani, Icha Dian; Syafruddin, Syafruddin
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1158

Abstract

Salah satu faktor penyebab anemia pada remaja putri di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan tentang anemia. Dengan menawarkan tablet tambah darah, pemerintah berupaya memerangi masalah anemia remaja. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, hanya 1,4% remaja putri yang melaporkan patuh mengonsumsi ≥ 52 tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah remaja putri di wilayah kerja puskesmas turikale mempunyai hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 108 siswi. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil dari penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 1 Turikale memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia (59,3%), namun banyak diantara mereka yang masih menolak meminum tablet tambah darah (63,0 %). Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p < 0,05 yaitu p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kepatuhan minum tablet tambah darah di SMPN 1 Turikale berhubungan dengan pengetahuan tentang anemia.
Pengaruh Edukasi Anemia dengan Media Instagram terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dalam Mencegah Anemia di SMPN 1 Turikale Maros Hatijah, Hatijah; Masithah, St.; Hasanah, Siti Uswatun; Yusuf, Kurnia; Wahyuni, Fitri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1159

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang anemia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada remaja putri di Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah kenaikan angka prevalensi anemia adalah dengan melakukan edukasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh edukasi anemia dengan media instagram terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam mencegah anemia di SMPN 1 Turikale Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group. Kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan media instagram. Penelitian dilakukan pada bulan juni-Juli 2023 di SMPN 1 Turikale. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon yakni 0,000 untuk pengetahuan dan 0.000 untuk sikap dimana hasil tersebut lebih kecil < 0,05 sehingga terdapat pengaruh edukasi anemia melalui instagram terhadap pengetahuan pada kelompok intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh dengan nilai nilai haasil uji wilcoxon lebih > dari 0,05 yakni 0,948 untuk pengetahuan dan 0,490 untuk sikap. Pemberian edukasi anemia melalui media instagram memberikan pengaruh dan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswi terhadap Anemia di SMPN 1 Turikale Maros.
Hubungan Jarak Kelahiran Dan Jumlah Anak Dengan Status Gizi Balita Usia 6 – 59 Bulan Awani, Andi Tenri; Wahyuni, Fitri; Yusuf, Kurnia; Masithah, St. Masithah; Rahmaniar, Andi Rahmaniar
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v6i1.503

Abstract

Nutritional status is a state of the body due to food intake and use of nutrients. Nutritional problems are influenced by many factors that influence each other in a complex manner. The purpose of this study was to determine the relationship between pregnancy spacing and the number of children with the nutritional status of toddlers. The design used in this study was descriptive correlation with a cross-sectional method with a random sampling technique and 30 samples were obtained from 398 populations. The analysis was carried out using the chi-square test. Based on the results of the chi-square test, the p value <0.004 was shown for the number of children variable and p <0.017 for the birth spacing variable with the nutritional status of toddlers, so it can be concluded that there is a relationship between pregnancy spacing and the number of children with the nutritional status of toddlers. Therefore, the advice that can be given to the community is to urge mothers to be aware of the importance of their baby's nutritional status and what factors influence nutritional status. This education can be done through health education programs, nutritional monitoring, and access to adequate maternal and child health services.