cover
Contact Name
Eka Abdul Hamid
Contact Email
ekahamid23@gmail.com
Phone
+6281322790890
Journal Mail Official
ekahamid23@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Sebelas April Sumedang | Jl. Angkrek Situ No.19 Sumedang Utara | Tlp. (0261) 2201994 | Fax. 2201994.
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
AL - Mujaddid Jurnal Ilmu-ilmu Agama
ISSN : 27472906     EISSN : 2655271X     DOI : 10.51482
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang fenomena sosial, pendidikan dan ekonomi Islam dalam persfektif nilai-nilai agama baik secara teoritis maupun praktis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
TELAAH PENGHAPUSAN KEBIJAKAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DI PROVINSI JAWA BARAT Retno Anisa Larasati
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 2 (2019): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.592 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, penilaian, masalah dan solusi tentang penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat. Untuk itu penelitian menggunakan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data yang diolah diperoleh dari data sekunder yang didapat dari situs internet dari lembaga/institusi yang kredibel sedangkan data primer diperoleh dari observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut: Perencanaan Penghapusan Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional di Jawa Barat dimulai dari adaya perencanaan dari berbagai kalangan aktivis pendidikan dan orangtua siswa yang tidak setuju dengan adanya kebijakan tersebut, pelaksanaan penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional ini diawali dengan pembatalan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menjadi dasar pembentukan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang harus diikuti juga oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Penilaian penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat oleh pemerintah merupakan langkah strategis yang tepat untuk menangani permasahan pendidikan di Indonesia. Beberapa masalah yang terjadi pasca penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat yaitu: sekolah yang dahulunya berlabel RSBI sempat mengalami penurunan kualitas, sekolah yang dahulunya berlabel RSBI harus mengubah status RSBI menjadi sekolah unggulan, sekolah berprestasi atau sekolah terpadu, masyarakat memandang bahwa orang yang dapat sekolah di SBI merupakan kalangan orang yang memiliki strata tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang hanya bisa menyekolahkan anaknya di sekolah reguler biasa, dalam proses belajar mengajar menjadi lebih gaduh karena pasca penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional, guru pendamping dan tim dalam pengembangan belajar siswa juga ikut dihapuskan, Program SBI ini telah menghancurkan best practice dan menurunkan mutu sekolah-sekolah terbaik yang dijadikan sekolah SBI, praktis kebijakan penghapusan SBI sangatlah mempengaruhi animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SBI dan pendidik ada yang belum memiliki ijazah S1 diterima untuk mengajar. Solusi yang tepat pasca penghapusan kebijakan sekolah bertaraf internasional ialah penerapan pendidikan pembebasan dan pendidikan karakter yang dipadukan dengan bahasa inggris.
TANGGAPAN SISWA TERHADAP MODEL PENGAJARAN ADVOKASI HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR MEREKA PADA MATA PELAJARAN FIQIH Eka Abdul Hamid
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 2 (2019): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.849 KB) | DOI: 10.51482/almujaddid.v1i2.28

Abstract

Penelitian ini berawal dari fenomena yang muncul di MA YKDC Sumedang, yakni timbulnya kesenjangan antara tanggapan siswa terhadap model pengajaran advokasi dengan motivasi belajar pada mata pelajaran Fiqih. Masih terdapat 70% atau berjumlah 30 siswa yang tidak semangat untuk belajar yang dilihat dari sikap mereka yang tidak antusias, acuh tak acuh dan terdapat juga beberapa siswa yang tidak berani mengemukakan pendapat. Dari fenomena tersebut timbulah permasalahan yang harus diteliti, yakni bagaimana tanggapan siswa terhadap pelaksanaan model pengajaran advokasi pada siswa? Bagaimana motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih? Bagaimana hubungan model pengajaran advokasi terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: tanggapan siswa terhadap model pengajaran advokasi hubungannya dnegan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, karena metode ini dipandang cocok untuk penelitian ini. Metode deskriptif diarahkan untuk memecahkan masalah dengan cara memaparkan atau menggambarkan hasil penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: angket, tes, observasi, wawancara, studi dokumentasi. Hasil penelitian diketahui tanggapan siswa terhadap penerapan model pengajaran advokasi menunjukan kategori tinggi, yaitu sebesar 3,74 yang berada pada interval 3,40-4,19 dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih sebesar 3,94 menunjukan kategori tinggi, yang berada pada interval 3,40-4,19. Adapun analisis korelasi mengenai kedua variable sebesar 0,05 dan termasuk rendah, karena berada pada interval 0,00-0,19, Sedangkan signifikansi korelasinya diperoleh thitung (0,2651) < ttabel (1,70). Hal ini berarti menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara keduanya. Adapun determinasi variabel X terhadap Y sebesar 5%. Hal ini menunjukan bahwa masih terdapat 95% faktor lain yang turut berkontribusi terhadap motivasi belajar siswa.
HUBUNGAN POLA ASUH PERSUASIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS VII MTS AL-HIKMAH Asep Ganjar Sukarelawan
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 2 (2019): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.21 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dengan mengambil subyek penelitian di MTS Al-Hikmah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur seberapa besar tingkat pola asuh persuasif yang diterapkan orang tua di rumah, mengukur seberapa besar tingkat motivasi belajar akidah dan akhlak, mengukur seberapa besar tingkat kedisiplinan belajar, mendeskripsikan seberapa besar pengaruh antara pola asuh persuasif dengan kedisiplinan belajar, dan mendeskripsikan seberapa besar pengaruh antara motivasi belajar akidah dan akhlak terhadap kedisiplinan belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan: 1).Tingkat pola asuh persuasif orang tua siswa kelas VII MTS Al-Hikmah berada pada kategori sedang, motivasi belajar akidah dan akhlak pada kategori tinggi, dan kedisilpinan belajar pada kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa apabila pola asuh persuasif rendah yaitu anak diberi kebebasan naamun masih tetap dalam pengawasan yang baik, maka motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswa akan tinggi. 2). Pola asuh persuasif orang tua siswa kelas VII MTS Al-Hikmah tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kedisiplinan belajar karena nilai sig 0,78 > 0.05, ini menunjukkan bahwa kesibukan orang tua di luar rumah tidak dapat membantu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. 3).Motivasi belajar akidah dan akhlak siswa kelas VII MTS Al-Hikmah dikatakan memliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VII MTS Al-Hikmah berada pada nilai sig 0,000 < 0,05, artinya semakin tinggi motivasi belajar dalam diri siswa khususnya belajar akidah dan akhlak semakin tinggi pula tingkat kedisiplinan belajar siswa. 4). Besar sumbangan motivasi belajar akidah dan akhlak terhadap kedisiplinan belajar sebesar 44,4% dan sisanya yaitu 55,6% dipengaruhi oleh faktor lain.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN Rahman Setia
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 1 (2018): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai seorang kepala sekolah sangat besar tanggung jawab untuk memberikan ciri dan warna maupun corak terhadap kwalitas sekolah,oleh sebab itu seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang dimilikinya sebagaimana tercantum dalam Permendiknas No.13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah.Sekolah adalah sebuah institusi sebagai suatu organisasi,agar organisasi sekolah menjadi hidup dan berkembang sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan maka harus dikelola secara efektip dan efesien.Pengelolaan sekolah yang baik sangat penting untuk meningkatkan mutu sekolah dan menghasilkan output pendididkan yang baik,dengan prinsif efisien berarti semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan secara hati-hati sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkwalitas
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Rahman Setia
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 2 (2019): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar apabila media yang dibutuhkan belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Permasalahan yang sering kita jumpai dalam pengajaran khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien atau hasil yang maksimal, disamping masalah lainnya yang sering didapati adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan metode mengajar dalam upaya peningkatan mutu pengajaran secara baik. Salah satu usaha untuk memberikan motivasi belajar anak adalah dengan menciptakan situasi dan kondisi yang sedemikian rupa agar anak lebih tertarik terhadap setiap pelajaran yang disampaikan oleh guru, dengan kata lain siswa tidak jenuh, tidak bosan ketika proses belajar mengajar. Selanjutnya anak itu merasa butuh terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Untuk dapat membuat siswa minat dalam belajarnya, maka bagi seorang guru dapat memanfaatkan suatu media pembelajaran yang telah ada yang di dalamnya terdapat alat peraga dan media pembelajaran baik yang berupa media berbasis visual, media berbasis audio, media berbasis audio visual, dan lain-lain.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LUAR JAM PELAJARAN SEBAGAI LABORATORIUM SOSIAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Jajang Lalan A S; M. Wahid Khoerrudin; Wilda Akmalia Fitriani
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 1 No 2 (2019): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di luar jam pelajaran sebagai laboratorium sosial dan juga untuk mengetahui proses pengawasan dan penilaian pembelajaran pendidikan agama di luar jam pelajaran sebagai laboratorium sosial di SMK Negeri 2 Sumedang. Penelitian ini dilakukan dengan melalui pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, maupun pencatatan dokumen secara sistematis. Selain itu juga diterapkan disain penelitian dengan mengadakan pengamatan secara langsung dan pencatatan dengan sistematis tentang fenomena-fenomena yang diselidiki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilakukan di luar jam pelajaran merupakan kegiatan keagamaan dalam rangka mengaktualisasikan pendidikan agama yang dilakukan di dalam jam pelajaran. Pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilakukan di luar jam pelajaran seperti shalat dzuhur berjamaah, shalat jumat, pelatihan membaca al-Qur’an bagi siswa yang mengalami kesulitan atau tidak dapat membaca al-Qur’an dengan lancar, kantin kejujuran, qurban dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sangat mendukung program pembelajaran keagamaan yang dilakukan secara formal, sehingga siswa mampu mengaplikasikan pendidikan agama Islam dengan baik dan benar. Pembelajaran pendidikan agama Islam di luar jam pelajaran menggunakan pendekatan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu kurikulum yang pelaksanaannya di luar kurikulum yang telah distrukturkan dalam pelajaran atau PBM di dalam kelas. Juga menggunakan belajar aktif (active learning), di mana siswa melaksanakan kegiatan keagamaan dengan penuh tanggung jawab dan aktif serta kreatif. Faktor pendukung pembelajaran pendidikan agama di luar jam pelajaran yaitu, siswa yang relatif pintar karena proses penerimaaan dilakukan dengan cara yang cukup selektif, dukungan sekolah dan orang tua serta infrastruktur yang memadai. Sedangkan faktor penghambat yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam melakukan pembelajaran pendidikan agama Islam di luar jam pelajaran adalah masih adanya pembedaan pelajaran yang di-EBTANAS-kan dengan pelajaran yang tidak di-EBTANAS-kan sehingga terkadang dalam penerapannya di lapangan pelajaran agama selalu dinomorduakan.
RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM MELINDUNGI KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN INFORMAL (Analisis Wacana Kritis PP Persistri terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual) Ela Khodijah N
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 2 No 1 (2020): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v2i1.34

Abstract

Keluarga sebagai institusi pendidikan informal merupakan elemen terkecil dalam masyarakat. Keluarga memiliki peran dan fungsi dalam melahirkan dan mencetak generasi tauhid serta memiliki kemandirian. Permasalahan yang dihadapi sebuah keluarga Islam sangatlah komplek. Berbagai rongrongan baik dari dalam maupun dari luar seperti RUU P-KS yang isinya disinyair banyak pasal-pasal yang dapat merusak ketahanan keluarga Islam, sehingga pada akhirnya keluarga tidak lagi mampu mengoptimalkan peran dan fungsi sebagai lembaga pendidikan informal. Oleh karenanya ketahanan keluarga Islam sebagai institusi pendidikan informal menjadi sangat penting untuk dikaji. Tujuan Penelitian untuk menganalisa sebuah wacana secara kritis terhadap suatu konsep pemahaman, interpretasi dan sikap Pimpinan Pusat Persatuan Islam Istri (PP Persistri) tentang RUU P-KS dalam upaya menjaga ketahanan keluarga Islam sebagai institusi pendidikan informal. Metode penelitian dengan pendekatan data kualitatif jenis studi teks dari RUU P-KS. Peneliti menganalisa wacana secara kritis pernyataan dari informan dengan menggunakan metodologi analisis wacana kritis dalam mengkaji dan menguji materilkan pasal-pasal dalam RUU P-KS yang terkait dan berdampak pada ketahanan rumah tangga Islam sebagai instirusi pendidikan informal. Hasil penelitian, PP Persistri beranggapan bahwa jika bunyi pada pasal-pasal dalam RUU P-KS khususnya yang terkait keluarga tidak mengadakan revisi, maka dengan tegas PP Persistri menolak RUU P-KS tersebut. PP Persistri menilai dengan adanya RUU P-KS dapat menjadi pintu masuk bagi diubahnya undang-undang Perkawinan dan undang undang lainnya yang terkait, sehingga dapat melemahkan ketahanan keluarga dan masyarakat, serta hukum adat setempat.
KOMPARASI MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS MULTI LEVEL MARKETING MENURUT FATWA DSN-MUI NO 75 TAHUN 2009 (Studi Kasus Pada PT. Milagros Indonesia Megah dan Millionaire Club Indonesia Distributor Sumedang) Abdul Hamid
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 2 No 1 (2020): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v2i1.35

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan suatu gambaran tentang penerapan manajemen pemasaran Multi Level Marketing yang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No 75 Tahun 2009, serta manfaat yang diperoleh jika manajemen pemasaran tersebut diterapkan oleh kedua perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara dengan distributor Sumedang kedua perusahaan, pengamatan langsung pada manajemen pemasaran yang dilakukan distributor Sumedang kedua perusahaan serta telaah berbagai informasi dan dokumen kedua perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan manajemen pemasaran pada PT. Milagros Indonesia Megah dan Millionaire Club Indonesia distributor Sumedang secara sistem kerja sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No 75 Tahun 2009. Namun dalam aspek legalitas ada yang belum memenuhi yaitu sertifikat dari Dewan Pengawas Syariah (DPS) dimana Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertugas melakukan pengawasan terhadap proses manajemen pemasaran Multi Level Marketing agar tidak melenceg dari ketentuan-ketentuan syariah Islam. Tetapi ada suatu hal yang menyebabkan proses pembuatan sertifikat Dewan Pengawas Syaiah (DPS) menjadi terhambat sebagaimana yang terjadi pada salah satu perusahaan Multi Level Marketing yang diteliti.
TEORI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PESANTREN Aep Tata Suryana
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 2 No 1 (2020): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v2i1.36

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang teori dan praktik manajemen sarana dan prasarana pesantren. Metode penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan Tulisan ini adalah kajian literatur tentang teori dan praktik manajemen sarana dan prasarana pesantren. Sumber kajian adalah berupa buku-buku yang berkenaan dengan dengan tema tersebut dan Jurnal-jurnal ilmiah yang relevan sebagaimana yang telah disebutkan dalam kepustakaan naskah ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pondok pesantren Al-Husaeni telah melakukan kegiatan manajemen sarana dan prasarana diantaranya adalah perencanaan yang dilakukan dengan cara musyawarah pada setiap akhir tahun dan di ikuti oleh semua pengurus dan beberapa santri. Setelah diadakan perencanaan, langkah selanjutnya adalah pengadaan barang di pondok pesantren sesuai kesepakatan dalam proses perencanaan. Setelah diadakan pengadaan barang atau benda yang masuk ke dalam pesantren di lakukan pencatatan atau dapat di sebut juga inventarisasi yaitu pencatatan jenis barang, jumlah barang, dan kondisi barang. Kegiatan pemeliharaan yang di lakukan pondok pesantren Al-husaeni dilakukan oleh semua orang yang berada di pesantren dari santri, ustaz, dan lebih di wajibkan lagi adalah pengurus pesantren bagian sarana dan prasarana.
SISTEM OPERASIONAL INTERNAL BANK SYARIAH Asep Ganjar Sukarelawan; Retno Anisa Larasati; Inal Kahfi
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 2 No 1 (2020): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v2i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang sistem operasional internal bank Syariah. Untuk alasan ini para peneliti menggunakan metode pengumpulan data sekunder yang didapat dari buku dan jurnal dari internet. Hasil penelitian meliputi: (1) Sistem Penghimpunan Dana; Metode penghimpunan dana yang ada pada bank-bank konvensional didasari teori yang diungkapkan Keynes yang mengemukakan bahwa orang membutuhkan uang untuk tiga kegunaan, yaitu fungsi transaksi, cadangan dan investasi. Teori tersebut menyebabkan produk penghimpunan dana disesuaikan dengan tiga fungsi tersebut, yaitu berupa giro, tabungan dan deposito. (2) Sistem Penyaluran Dana (Financing); Produk penyaluran dana di bank syariah dapat dikembangkan dengan tiga model, yaitu: a) Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk memiliki barang dilakukan dengan prinsip jual beli.Prinsip jual beli ini dikembang. b) Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa (Ijarah).Transaksi ijarah dilandasi adanya pemindahan m8anfaat. Jadi pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaannya terletak pada obyek transaksinya. Bila pada jual beli obyek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah obyek transaksinya jasa. c) Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk usaha kerjasama yang ditujukan guna mendapatkan sekaligus barang dan jasa, dengan prinsip bagi hasil. Prinsip bagi hasil untuk produk pembiayaan di bank syariah dioperasionalkan dengan pola-pola musyarakah dan mudharabah. Jasa Layanan Perbankan, yang dioperasionalkan dengan pola hiwalah, rahn, al-qardh, wakalah, dan kafalah.Prinsip utama operasional bank berdasarkan Prinsip Syariah adalah hukum Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadist. Kegiatn operasional bank harus memperhatikan perintah dan larangan kedua sumber tersebut. Larangan terutama berkaitan dengan kegiatan bank yang dapat diklasifikasikan sebagai riba.

Page 2 of 4 | Total Record : 36