cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 1,175 Documents
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di RS “X” Leoni Sri Utami; Siti Musyarofah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1106

Abstract

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di salah satu RS Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode kualitatif dan alat ukur wawancara. Obyek penelitian ini adalah pengelolaan B3 di ruang IGD, OK, dan VK Rumah Sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit sudah sesuai hanya saja masih ada beberapa tempat penampungan limbah yang kurang bersih. Pemberian pelatihan kepada petugas pengelola limbah dan tenaga kesehatan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja terkait pengelolaan limbah medis B3, memberikan program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Model Hot-Fit Fasilitas Kesehatan X Anis Khotimah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1110

Abstract

Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit perlu dilakukan untuk menilai atau mengukur manfaat yang didapatkan sehingga dapat mendukung tujuan, visi, dan misi organisasi. Model analisis HOT- Fit menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni manusia, organisasi, dan teknologi, serta kesesuaian hubungan diantaranya dalam menghasilkan manfaat dari penerapan SIMRS. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengevaluasi keberhasilan pemanfaatan SIMRS Fasilitas Kesehatan di Yogyakarta dengan menggunakan model HOT Fit, yaitu dilihat dari faktor manusia, teknologi dan organisasinya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel sebanyak responden pengguna Sistem Informasi RS sejumlah 98 responden. Adapun cara mengumpulkan data kuantitatif ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur dengan sakala likert. Analisis data kuantitatif menggunakan aplikasi smartPLS yang dilakukan dengan mencari nilai inner model dan outer model.Hasil pengujian hipotesis pada inner model dalam path-analysis beberapa konstruk yang tidak berpengaruh yaitu kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas informasi terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna terhadap manfaat. Sedangkan untuk konstruk kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna, kualitas layanan terhadap penggunaan, kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna, kepuasan pengguna terhadap penggunaan, struktur organisasi terhadap lingkungan organisasi, penggunaan terhadap manfaat, struktur organisasi terhadap manfaat dan lingkungan organisasi terhadap manfaat secara signifikan berpengaruh. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua hipotesis yang diajukan terbukti secara empiris. Beberapa hipotesis yang tidak berpengaruh antara lain yaitu kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas informasi terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna terhadap manfaat.
Keterpaparan Media Sosial yang Berkonten Pornografi dengan Gaya Berpacaran Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1115

Abstract

Mengakses internet di era informasi saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Sejumlah kemudahan akses internet membuat masyarakat dengan mudah mengakses berita, berjejaring sosial media, mengunduh video atau bahkan menuliskan jurnal pribadinya, hal itulah yang menyebabkan remaja mudah mengakses semua informasi termasuk juga informasi yang terkait perilaku seksual. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Keterpaparan Media Sosial yang berkonten Pornografi dengan Perilaku Berpacaran di MAN 1 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang berorientasi dengan logika induktif, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan jumlah sample 121, dengan uji korelasi Chi-Square. Hubungan Keterpaparan Media Sosial dengan Perilaku Gaya Berpacaran didapatkan p value sebesar 0,000 lebih kecil nilai α = 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ha diterima, sehingga ada hubungan keterpaparan media sosial dengan perilaku gaya berpacaran di MAN 1 Semarang. Remaja yang terpapar media elektronik mempunyai peluang lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko berat dibandingkan dengan remaja yang tidak terpapar dengan media elektronik, karena ada rasa keingin tahuan dari remaja untuk mencoba coba apalagi jika ada kesempatan dan peluang tanpa mereka memikirkan dampak dari perbuatan mereka.
Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Informal Studi pada Usaha Catering X di Kota Surabaya Muslikha Nourma Rhomadhoni; Merry Sunaryo; Rizka Novembrianto
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1118

Abstract

Usaha catering merupakan usaha yang masih banyak ditemui diberbagai daerah diseluruh Indonesia khususnya Surabaya. Data menunjukkan bahwa kegiatan catering merupakan salah satu penyumbangan penyebab terjadinya keracunan di Usaha catering merupakan usaha yang masih banyak ditemui diberbagai daerah diseluruh Indonesia khususnya Surabaya. Data menunjukkan bahwa kegiatan catering merupakan salah satu penyumbangan penyebab terjadinya keracunan di sekitar kita. Data keracunan yang ada dimungkinkan dari berbagai factor juga, antara lain, makanan itu sendiri, alat yang digunakan untuk memasak serta tempat untuk memasak. Kebutuhan manusia akan makanan sangat vital, maka diharapkan pemilik usaha catering terbuka wawasanyya pada, Identifikasi sumber bahaya, Identifikasi factor bahaya, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja. Penelitian ini adalah penelitian krosectional dengan pendekatan desktiptif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Identifikasi sumber bahaya, Identifikasi factor bahaya, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja. Hasil, ditemukan berbagai macam bahaya di kegiatan usaha catering yakni, biologi, kimia, fisik/mekanik, biomekanik dan atau factor ergonomi serta lingkungan. Seluruh bagian tempat usaha catering adalah terintai factor bahaya, mulai diri, fisik, kimia bakterorologi, biomekanik, dan ingkungan, factor bahaya tersebut tersebar di mulai darinn parkir, tempat proses memasak, tempat Gudang, ruang simpan alata, ruang oersiapan bahan dan serta kantor. Dari program Kesehatan kerja yang ada, juga msih belum maksimalnya program Kesehatan kerja dilaksanakan, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja Jenis factor bahaya yang ada di catering meliputi factor bahaya fisik, kimia, biologi, psikososial, dan bio mekanik. Hampir seluruh bagian di catering dari hasil Analisa terdapat sumber bahaya, Sebagian besar pekerja tidak memahami makna Kesehatan kerja. Program Kesehatan kerja yang dilaksanakan belum diterapkan secara maksimal. sekitar kita. Data keracunan yang ada dimungkinkan dari berbagai factor juga, anatara lain, makanan itu sndiri, alat yang digunakan untuk memasaka serta tempat untuk memasak. Lebutuhan manusia akan makanan sangat vital, maka diharpkan pemilik usaha catering terbuka wawasanyya pada , Identifikasi sumber bahaya, Identifikasi factor bahaya, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja . Peneltisian ini adalah penelitian krosectionak dengan oendeaktan desktiptif. Identifikasi sumber bahaya, Identifikasi factor bahaya, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja . Hasil, ditemukan berbagai macama bahaya di kegiatan usaha catering yakni, biologi, kimia, fisik/mekanik, biomekanik dan atau factor ergonomo serta lingkungan. Seluruh bagian tempat uusha catering adalah terintai factor bahaya, mulaidiri, fisikm kimia bakterorologi, biomekanik, ldan ingkungan, factor bahaya tersebut tersebar di mulai darinn parkir, tempat proses memasak, tempat Gudang, ruang simpan alata, ruang oersiapan bahan dan serta kantor. Dari program Kesehatan kerja yang ada, juga msih belum maksimalanya program Kesehatan kerja dilaksanakan, , Identifikasi sumber bahaya, Identifikasi factor bahaya, Identifikasi pengetahuan Kesehatan kerja karyawan dan pemilik, Identifikasi penerapan Kesehatan kerja di tempat kerja Jenis factor bahaya yang ada di catering meliputi factor bahaya fisik, kimia, biologi, psikososial, dan bio mekanik. Simpulan bahwa hampir seluruh bagian di catering dari hasil Analisa terdapat sumber bahaya, Sebagian besar pekerja tidak memahami makna Kesehatan kerja. Program Kesehatan kerja yang dilaksanakan belum diterapkan secara maksimal. Saran, pekerja wajib diberikan sosialisasi factor bahaya yang ada disekitar tempat bekerja, agar dapat meminimalisir bahaya=bahaya yang muncul. Penerapan program Kesehatan kerja, sebaiknya dilakukan secara terus menerus agar, menjadi budaya bagi pekerja.
Efektifitas Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan pada Siswa Suhadi Prayitno; Tantri Arini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1123

Abstract

Pemberian pelatihan bantuan hidup dasar pada siswa SMA dibutuhkan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga siswa terampil dalam menolong korban henti jantung di lingkungan sekolah dan masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian pelatihan bantuan hidup dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada siswa SMKN 1 Madiun. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan pretest-postest with Control Grup Design. Sampel penelitian berjumlah 76 orang, setiap kelompok intervensi dan kelompok kontrol berjumlah 38 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon, yaitu untuk menguji pengaruh suatu perlakuan terhadap suatu besaran variable yang diteliti. Waktu Peneitian dilakukan Pada Bulan Maret sampai April 2020. Setelah dilakukan pelatihan bantuan hidup dasar tingkat pengetahuan dan keterampilan pada kelompok intervensi perlakuan baik yaitu pengetahuan 26 siswa (68.4%) dan keterampilan 19 siswa (50%).Sedangkan kelompok kontrol tanpa perlakuan pelatihan bantuan hidup dasar peningkatan pengetahuan dan keterampilan baik yaitu pengetahuan 15 siswa (39.5%) dan keterampilan 18 siswa (47.3%). Berdasarkan hasil analisa uji statistik Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 ˂ 0,05). Artinya ada pengaruh pemberian pelatihan bantuan hidup dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada siswa SMKN 1 Madiun. Pelatihan bantuan hidup dasar dapat mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan siswa.
Persepsi Konsumen tentang Bauran Pemasaran Berpengaruh terhadap Loyalitas Pasien Umum Edy Bachrun; Faqih Nafiul Umam
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1126

Abstract

Survey pendahuluan pada Januari 2018 diperoleh hasil Rumah Sakit melakukan pemasaran rumah sakit dalam hal promosi meliputi internal dan eksternal. Di dalam promosi internal yang dilakukan pihak rumah sakit mengadakan promosi kesehatan di poli berdasarkan 10 besar penyakit, dan pemasangan poster di tempat pendaftaran, serta tempat strategis lainnya sebanyak 10 poster, pemberian leaflet pada pasien ataupun keluarga. Sedangkan untuk eksternal mengadakan promosi kesehatan di sekitar rumah sakit dengan waktu 3 bulan sekali, bekerja sama dengan radio tiap bulan, pemasangan spanduk di tempat parkir, jalan dan tempat umum sebanyak 20 buah per tahun. Metode menggunakan cross sectional. Sampel sejumlah96 responden, menggunakan uji regresi linier berganda. Berdasarkan analisis dilihat pada tabel Annova nilai signifikan 0,000 < 0,05, Ho ditolak jadi Ada Pengaruh antara variabel bebas dan terikat. Dari hasil analisis Uji Regresi Linier Berganda variabel yang paling berpengaruh adalah Bauran promosi dengan nilai koefisisen regresi -0,099, bauran orang dengan nilai koefisisen regresi 0,158 dan bauran bukti fisik dengan nilai koefisisen regresi 0,328. Berdasarkan hasil pengujian regresi linier berganda diperoleh nilai R² 0,352 sehingga terdapat pengaruh.
Peran Infection Prevention Control dalam Perspektif Keperawatan Menghadapi Pandemi Covid-19 : Kajian Literatur Dewanti Widya Astari; Fransisca Sri Susilaningsih; Iqbal Pramukti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1131

Abstract

Penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan hingga April 2020 mencapai 22.073 kasus di 52 negara dengan Case Fatality Rate di Indonesia 8,13 %. Pelaporan infeksi Health Care Workers Covid-19 belum tersampaikan secara akurat kepada WHO, sehingga angka tersebut belum mewakili realita secara global. Infection Prevention Control (IPC) menjadi esensial dimasa pandemi Covid-19 karena perannya sebagai acuan pengendalian infeksi di rumah sakit. Pendekatan ilmiah dan solusi pada IPC dirancang untuk mencegah risiko infeksi baik pada pasien maupun petugas kesehatan. Tujuan artikel ini adalah telaah literature terkait peran IPC dalam menghadapi Covid-19. Penelusuran menggunakan kata kunci (Infection Prevention Control) dan (Nurse) AND (Covid-19) pada 3 database yaitu PubMed, EBSCO dan Google Scholar. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Terdapat 10 artikel sesuai kriteria eligibilitas yang telah ditentukan oleh peneliti. 10 artikel menyatakan IPC akan efektif apabila terdapat pelatihan dan pendidikan staf yang baik, kepemimpinan, metode untuk mengdidentifikasi serta proaktif pada tempat berisiko infeksi, kebijakan dan prosedur yang tepat serta koordinasi ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Manajemen IPC, Pemenuhan APD dan IPC Surveillance merupakan peran terpenting dalam menghadapi Covid-19.
Dampak Merokok terhadap Covid-19 Joko Tri Atmojo; Dewi Arradini; Aquartuti Tri Darmayanti; Aris Widiyanto; Rina Tri Handayani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1143

Abstract

Gangguan utama dari COVID-19 adalah sistem pernafasan, maka merokok dan penggunaan rokok dapat menjadi orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi paru- paru yang parah. Beberapa ulasan dan laporan kasus yang menyajikan data tentang merokok dan COVID-19 memberikan kesimpulan berbeda. Hal ini membuat penulis tertarik untuk menyajikan ulasan sistematis tentang bagaimana tingkat keparahan gejala COVID-19 pada pasien dengan riwayat merokok agar dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang hubungan merokok dan gejala COVID. Artikel dicari melalui basis data sejak Januari – November 2020 . Pencarian diperoleh dari berbagai basis data seperti: PUBMED dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “smoking and COVID-19” ATAU “Comorbid and smoking and COVID-19”, ATAU “ Kebiasaan merokok dan COVID-19”. Free full text berbahasa Inggris atau Indonesia. Subyek merupakan pasien terkonfirmasi melalui real time PCR (RT-PCR) sebagai penderita COVID-19. Desain observasional berupa COHORT retrospektif. Berdasarkan hasil tinjauan didapatkan 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan mengestimasi bahwa pasien COVID-19 yang memiliki kebiasaan merokok yang dilakukan sebelum pandemi berpotensi 2 kali lebih mungkin mengalami perburukan gejala, peningkatan kemungkinan dirawat di ICU bahkan kematian.
Apakah Dukungan Nenek Berhubungan dengan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Primipara? Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Gani Apriningtyas Budiyati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1146

Abstract

Cakupan ASI eksklusif di sebagian besar wilayah di Indonesia masih belum sesuai dengan yang ditargetkan. Banyak faktor yang diduga menyebabkan hal tersebut. Lingkungan sekitar dari ibu turut berperan dan membentuk kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan nenek dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE)pada Ibu primipara. Peneliti melakukan penelitian noneksperimental dengan rancangan cross-sectional.Responden pada penelitian ini adalah 63 ibu primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I yang tinggal bersama orangtua/mertua (nenek bayi). Teknik samplingnya adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan nenek dan kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Nilai r hitung uji validitas kuesioner dukungan nenek lebih besar dari nilai r tabel (0,3494) dan begitu juga pada kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) lebih besar dari r tabel (0,3494) nilai reliabilitas kuesioner dukungan nenek sebesar 0,861 dan kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) sebesar 0,923. Uji analisis yang digunakan untuk melihat hubungan adalah uji Chi-square.Mayoritas nenek memberikan dukungan kepada ibu primipara untuk memberikan ASI secara eksklusif yakni sejumlah 48 orang (76,2%), dan ibu primipara mayoritas memiliki Breastfeeding Self Efficacy dalam kategori baik yakni sejumlah 41 orang (65,1%). Ibu primipara yang mendapatkan dukungan nenek dalam kategori tinggi akan cenderung untuk memiliki Breastfeeding Self Efficacy dalam kategori baik yakni sejumlah 37 orang (58,8%).Hasil uji korelasi Chi-square mendapatkan nilai p= 0,000 (nilai p< 0,05). Kesimpulanya adalahterdapat hubungan antara dukungan nenek dengan breastfeeding self efficacy pada ibu primipara.
Peta Persebaran Kejadian Difteri Berdasarkan Cakupan Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib Dan Cakupan Rumah Sehat Darista Nadya Karissa
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1150

Abstract

Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan atas. Difteri dapat dikatakan sebagai KLB apabila ditemukan satu kasus pada suatu daerah sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanggulanan yang efektif dan efisien. Pemberian vaksin DPT-HB/DPT-HB-Hib serta faktor lingkungan fisik dapat membantu dalam pencegahan penyebaran penyakit difteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran persebaran dan kecenderungan kejadian difteri di Kabupaten Situbondo berdasarkan cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib yang diberikan pada saat imunisasi dasar dan cakupan rumah sehat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi sampel pada penelitian ini adalah 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo. Data yang digunakan berasal dari Profil Kesehatan Kabupaten Situbondo tahun 2016, 2017 dan 2018. Data yang telah diperoleh diolah dengan menggunakan aplikasi health mapper versi 4.3. Kejadian difteri cenderung terjadi pada daerah yang memiliki cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib yang tinggi dan cakupan rumah sehat yang fluktuatif. Jumlah kejadian difteri di Kabupaten Situbondo tahun 2016, 2017 dan 2018 mengalami fluktuatif diikuti dengan penurunan cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib dan cakupan rumah sehat yang fluktuatif. Risiko kejadian difteri masih dapat terjadi apabila pelaksanaan imunisasi difteri tidak lengkap sebanyak tujuh kali. Rumah sehat tidak menjadi faktor risiko penyebab langsung kejadian difteri.

Page 28 of 118 | Total Record : 1175


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue