cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PERBANDINGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRE DAN POST TERAPI HEMODIALISA SUSILAWATI, FERA; Sudrajat, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33280

Abstract

Pada skala global, penyakit gagal ginjal kronik adalah masalah Kesehatan masyarakat. Sekitar 500 juta orang diseluruh dunia mengalami Gagal ginjal Kronik, dan sekitar 1,5 juta dari mereka menjalani Terapi Hemodialisa, menurut World Health Organization (WHO). Penyakit gagal ginjal adalah kondisi organ ginjak yang disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi, tumor, penyakit metabolik, kelainan bawaan dan lainnya. tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kreatinin dan ureum pasien yang mengalami gagal ginjal kronik baik sebelum maupun sesudah menerima hemodialisa. Pada penelitian ini, sample sampel yang dipakai adalah semua semua pasien yang menderita gagal ginjal yang berlangsung lama, dan sampel ini terdiri dari 30 pasien yang secara acak menerima terapi hemodialisa. Laboratorium RS Bhayangkara TK II Sartika Asih. Melakukan  penelitian ini dari Maret hingga Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. Kontrol ureum sebelum Hemodialisa menunjukan 202 mg/dL dan sesudah menunjukan 79 mg/dL, kreatinin menunjukan 17,3 mg/dl sebelum hemodialisa dan 6,1 mg/dl sesudah hemodialisa. uji T-dependen menunjukan bahwa ada perbedaan besar antara tingkat ureum dan kreatininsebelum dan sesudah hemodialisa.
GAMBARAN KADAR HBA1C DAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSUD DAERAH BANDUNG Kusdiantini, Andini; Istiqomah, Annisa Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33317

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang meningkat pesat pada abad ke-21. Pada tahun 2021, terdapat 537 juta orang yang menderita diabetes, dan jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta orang pada tahun 2045. Akibatnya angka kematian cukup tinggi, diperkirakan lebih dari 6,7 juta orang dewasa berusia antara 20 sampai 79 tahun. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penanganan pada pasien DM melalui pengendalian glikemik, pengendalian HbA1c dalam jangka panjang dan pengendalian kadar glukosa darah dalam jangka pendek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang dikumpulkan merupakan data sekunder sebanyak 30 sampel yang dikumpulkan dari pasien DM di RSUD Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, kadar HbA1c >8% (53,4%), kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL (70%), rata-rata nilai HbA1c pasien sebesar 8,29%, dan rata-rata nilai glukosa darah puasa pasien sebesar 177 mg/dL . Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kontrol glikemik pasien akibat diabetes masih buruk karena nilai pemeriksaan yang diukur berada diatas nilai normal.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA Ayu Agustin, Tiara; Sudrajat, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33429

Abstract

Hemoglobin adalah protein spesifik yang ditemukan dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk memberikan rona merah ke darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan perbedaan kadar hemoglobin di antara individu yang menderita gagal ginjal kronis sebelum dan setelah hemodialisis. Penelitian ini merupakan investigasi analitis observasional. Studi ini memanfaatkan seluruh populasi 48 individu dengan gagal ginjal kronis untuk menyelidiki perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis. Sebelum menjalani hemodialisis, kadar hemoglobin diukur 12,4 g/dL, dan setelah prosedur, meningkat menjadi 13,7 g/dL.Ini menunjukkan peningkatan nilai yang nyata dari periode pra-hemodialisis ke periode pasca-hemodialisis. Analisis statistik mengungkapkan nilai P 0,05, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kadar hemoglobin antara individu dengan gagal ginjal kronis sebelum dan setelah hemodialisis.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH MENGGUNAKAN METODE WESTERGREN PADA PASIEN RAWAT JALAN Tianty Puteri, Widya; Sudrajat, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33430

Abstract

Metode Westergren mengukur laju sel darah merah dalam plasma mengendap pada perangkat dan diamati untuk durasi tertentu. Hasilnya dinyatakan dalam milimeter per jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan Blood Stagnation Rate (LED) yang dilakukan dengan metode Westergren. Penelitian ini dicirikan sebagai deskriptif, menggunakan desain observasional. Studi ini mencakup populasi 284 pasien rawat jalan selama periode April-Mei 2024. Fokus khusus dari penelitian ini adalah pada sampel 75 pasien. Di antara 75 orang yang diperiksa, 49 pasien, terhitung 65% dari total, menunjukkan temuan yang menyimpang. Di antara 75 pasien yang diperiksa, 26 orang (35%) mencapai hasil normal. Pada populasi senior, salah satu alasan utama LED (disparitas harapan hidup) yang besar biasanya dikaitkan dengan kesehatan fisik yang lemah dan adanya gangguan medis lainnya. Selain itu, ada penurunan fungsi organ dan kematian sel di dalam tubuh.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BERAS HITAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT Zahra Nizrina, Alfiyya; Makmun, Armanto; Surdam, Zulfiyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33450

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah plasma (hiperglikemia). Beras hitam memiliki aktivitas antioksidan dapat mengurangi stress oksidatif pada penderita diabetes melitus, sehingga antioksidan mampu mencegah komplikasi diabetes. Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak beras hitam terhadap kadar glukosa darah mencit dengan hiperglikemia. Penelitian kuantitatif eksperimental dengan eksperimental murni (true-experiment) rancangan penelitian pre and post test with control group design. Sampel penelitian dilakukan pada 30 ekor mencit (Mus musculus) dengan teknik simple random sampling. Analisa data dua tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat uji statistik Chi Square. Kadar glukosa darah mencit dengan hiperglikemia yang diinduksi aloksan, sebelum perlakuan memiliki rata-rata 203,37g/dL. Kadar glukosa darah mencit dengan hiperglikemia yang diinduksi aloksan, setelah perlakuan mengalami penurunan dan memiliki rata-rata 135,22g/dL. Terdapat perbedaan selisih kadar glukosa darah antar kelompok sebelum perlakuan dan setelah perlakuan dengan nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti dimana kelompok ekstrak beras hitam (Oryza sativa L. indica) mengalami penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar daripada kelompok metformin. Ekstrak beras hitam mengandung antosianin yang dapat memperbaiki keadaan hiperglikemia dan sensitivitas insulin, ekstrak beras hitam dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat kelebihan mukosa usus sehingga penyerapan glukosa dan fruktosa usus berkurang dan darah kembali normal.
ADVANCED BONE TRANSPORT FOR MANAGING POST-TRAUMATIC TIBIAL NON-UNION: A CASE REPORT Luwito, Jeffry; Murtanto, Johan Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33487

Abstract

Non-union tibia pascatrauma merupakan kondisi ortopedi kompleks yang sering kali memerlukan teknik bedah tingkat lanjut untuk mencapai hasil yang sukses. Kondisi ini dapat secara signifikan mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari karena nyeri kronis dan keterbatasan fungsional, yang menyebabkan prognosis yang buruk jika tidak ditangani dengan tepat. Seorang wanita berusia 38 tahun datang dengan non-union tibia kiri setelah kecelakaan lalu lintas. Penanganan awal meliputi reduksi terbuka dan fiksasi eksternal (OREF) untuk menstabilkan fraktur. Namun, pencitraan tindak lanjut menunjukkan penyembuhan tulang yang tidak memadai, ditandai dengan pembentukan kalus yang buruk dan cacat tulang yang signifikan. Karena kegagalan proses remodeling tulang alami, intervensi sekunder menggunakan teknik transportasi tulang dilakukan. Metode ini, berdasarkan osteogenesis distraksi, melibatkan transportasi segmen tulang secara bertahap untuk mendorong pembentukan tulang baru dan menutup cacat. Prosedur transportasi tulang, dikombinasikan dengan fiksasi eksternal, secara efektif mengatasi cacat tulang besar yang diakibatkan oleh kegagalan OREF. Sepanjang tindak lanjut, regenerasi tulang progresif diamati, dengan pasien melaporkan perbaikan baik dalam nyeri maupun fungsi. Kasus ini menyoroti pentingnya strategi bedah adaptif untuk menangani non-union dan peran transportasi tulang dalam mengobati fraktur tibialis yang kompleks.
TINJAUAN TERHADAP PENYIMPANAN DAN PELAPORAN OBAT GOLONGAN PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA DI PUSKESMAS SALIMBATU Kurniati, Kurniati; Usviany, Veny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33499

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas medis yang menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan pertolongan individu. Salah satu komponen penting untuk pengelolaan obat di puskesmas adalah penyimpanan obat yang baik dan benar, pengambilan obat akan menjadi lebih efesien dan efektif, sehinggah meningkatkan tingkat pertama kualitas kesehatan akan menjad efesien dan efektif. Pengendalian obat-obatan, termasuk penyimpanan harus efektif dan efesien Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi atau peninjauan dilakukan dilokasi secara langsung diinstalasi farmasi puskesmas salimbatu. Metode pengumpulan data menggunakan inpeksi langsung terhadap kondisi ruangan penyimpanan obat narkotika dan psikotropika puskesmas salimbatu. Dokumen opname bulanan dan kartu stok,Kartu stok obat Psikotopika dan narkotika instalasi farmasi puskesmas salimbatu dari januari 2024 sampai Mei 2024 Pengelolaan obat golongan psikotropika dan narkotika di instalasi farmasi di puskesmas salimbatu dilakukan observasi lansung kecocokan dengan kondisi penyimpanan dan standar penyimpanan berdasarkan Parameter penyimpanan dibagi dua kategori: umum dan khusus. menurut permenkes Nomor 3 tahun 2015, satu parameter umum masih belum memenuhi standar. parameter khusus yang belum memenuhi standar yaitu tidak dilengkapi dengan label dan tidak ada surat kuasa pemengang kunci lemari, Tinjauan Terhadap Penyimpanan Dan Pelaporan Obat Golongan psikotropika dan narkotika Di Puskesmas Salimbatu sudah hampir mencapai 100% standar penyimpanan menurut permenkes Nomor 3 tahun 2015, perkemkes 5 tahun 2023 dan menurut Perbpom Nomor 24 tahun 2021. Sedangkan untuk pelaporan golongan obat psikotropika dan narkotika sudah sesuai dengan persyaratan peEBPOM Nomor 24 tahun 2021
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RUMAH SAKIT AL-IHSAN BANDUNG Soi Bere, Dominggas; Sudrajat, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33500

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue (DENV). Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2023, Indonesia mencatatkan jumlahkasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Pada penderita DBD, peningkatan kadar hemoglobin seringterjadi seiring dengan meningkatnya hemokonsentrasi. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, melibatkan 30 pasien Demam Berdarah Dengue dari Rumah Sakit Al- Ihsan Bandung. Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin terendah sebesar 8,8 g/dL dan kadar yang paling tinggi mencapai 17,3 g/dL. Profil hemoglobin pada rentang usia 26-52 tahun melibatkan 11 pasien (36,7%), sedangkan distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan keseimbangan antara pria dan wanita, masing-masing berjumlah15 orang (50%). Diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi profil hematologi pada pasien DBD.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS PEMBANTU TANJUNG AGUNG KABUPATEN BULUNGAN Nurfadila, Nurfadila; Usviany, Veny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33501

Abstract

Pengelolaan obat adalah suatu indikator dalam pelayanan kefarmasian yang sangat penting salah satunya pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pembantu (PUSTU), dalam pengelolaan obat melibatkan berbagai aspek seperti perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian dan pencatatan serta pelaporan. Kegiatan penelitian ini dilakukan agar obat-obatan di Puskesmas Pembantu (PUSTU) dapat dikelola secara baik dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Desa Tanjung Agung Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei yang dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Desa Tanjung Agung pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada Petugas Puskesmas Pembantu (PUSTU) yang bertanggung jawab. Hasil dari kegiatan penelitian ini yaitu proses pengelolaan obat di Puskesmas Pembantu sudah cukup baik, dengan menghitung hasil sesuaian berjumlah 95% dan ketidak sesuaian berjumlah 4% dikarenakan penyimpanan obat tidak tersediannya lemari pendingin untuk obat-obatan yang di simpan khusus dalam lemari pendingin dan penyimpanan obat tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyusun obat-obatan serta tidak adanya gudang penyimpanan obat. Dengan demikian dari penelitian ini bahwa meskipun secara umum pengelolaan obat di Puskesmas Pembantu (PUSTU) sudah  baik, perlu dilakukan peningkatan dalam beberapa aspek untuk memastikan bahwa semua obat di kelola dengan baik dan optimal di Puskesmas Pembantu (PUSTU) Tanjung Agung Kabupaten Bulungan.
ANALISIS KEAKURATAN KODIFIKASI TINDAKAN RAWAT JALAN SESUAI KAIDAH PENGKODEAN GUNA MENUNJANG KEBERHASILAN KLAIM BPJS DI RUMAH SAKIT X Hikmah Nurfadilah, Siti; Suryani, Ade Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33550

Abstract

BPJS Kesehatan telah menjadi sistem jaminan kesehatan nasional yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia. Keakuratan kodifikasi tindakan rawat jalan menjadi elemen penting dalam kelancaran proses klaim BPJS.  Berdasarkan hasil  observasi penelitian di RS X Bandung  menunjukan masih ada kode Tindakan yang tidak akurat dan mempengaruhi hasil klaim BPJS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan kodifikasi tindakan rawat jalan. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit X selama periode Oktober hingga Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Keakuratan kodifikasi tindakan rawat jalan sebesar 78.9%. Faktor-faktor yang memengaruhi Keakuratan kodifikasi diantaranya adalah pengetahuan dan keterampilan koder, kelengkapan dokumentasi medis, dan ketersediaan pedoman kodifikasi.

Page 94 of 216 | Total Record : 2155