cover
Contact Name
Agik Nur Efendi
Contact Email
ghancaran@iainmadura.ac.id
Phone
+6285732475307
Journal Mail Official
ghancaran@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 27148955     EISSN : 27159132     DOI : DOI 10.19105/ghancaran
Jurnal ini menerima kontribusi dalam bidang linguistik, sastra dan pengajaran dari berbagai perspektif, misalnya: pengajaran dan pembelajaran bahasa pertama, kedua, dan asing; bahasa dan sastra dalam pendidikan; perencanaan bahasa, pengujian bahasa; desain dan pengembangan kurikulum; multibahasa dan pendidikan multibahasa; analisis wacana; sastra dan pengajaran; bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA); dan penerbitan dan budaya.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
Analisis Cluttering (Gangguan Irama Bicara) pada Remaja Usia 20 Tahun Oktaviansyah, Farizal; Putra, Dona Aji Karunia
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan faktor-faktor penyebab gangguan irama bicara yang dialami oleh remaja berusia 20 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tekniktes, simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada tes membaca, Hl mengalami gangguan irama yang “cepat” dengan dengan artikulasi yang “kurang jelas” dan gangguan fonologis berupa substitusi fonem. Pada wawancara, irama berbicara Hl masih tergolong “cepat” dan artikulasinya pun juga “kurang jelas” sehingga muncul gangguan sintaksis berupa kesulitan menyusun urutan kata secara tepat. Faktor-faktor yang membuat Hl mengalami gangguan irama bicara ialah kurangnya frekuensi berbicara dan berkomunikasi. Faktor internal atau psikologis yang membuat Hl kesulitan berbicara adalah rasa tidak percaya diri atau grogi sehingga membuatnya terburu-buru dalam menyelesaikan tuturannya.
Perbandingan Puisi “Doa” Karya Chairil Anwar dan “Tuhanku” Karya Herawati Mansur Sti M, Ratri; Wulandari, Yosi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5762

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesamaan tema dalam puisi “Doa” karya Chairil Anwar dan puisi “Tuhanku” karya Herawati Mansur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif komparatif. Sumber data yang digunakan yaitu puisi “Doa” dari Chairil Anwar dan puisi “Tuhanku” dari Herawati Mansur. Penelitian ini menggunakan pendekatan intertekstualitas. Hasil penelitian ini adalah persamaan dan perbedaan dari kedua puisi tersebut. Persamaanya meliputi penggunaan diksi, majas hiperbola, dan pemaknaan dalam larik puisi. Sedangkan perbedaannya meliputi judul, larik, dan amanat. Puisi “Doa” memiliki 16 larik sedangkan puisi “Tuhanku” memiliki 18 larik. Puisi “Doa” memiliki amanat mengajak pembaca untuk merenungkan dan menghayati hidup. Sedangkan, puisi “Tuhanku” memiliki amanat sebagai makhluk harus senantiasa patuh dan beriman kepada Tuhan.
Analysis of The Use of Slang Variation by Teenagers in Selokajang Village: A Sociolinguistics Study Winda Lestari, Oktavia; Jazeri, Mohamad; Mukhlas, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5856

Abstract

Slang is one of the typical languages ​​formed from Indonesian, but has been modified into a new language and is used when communicating. This study uses a research method that is descriptive qualitative method in the form of data which is then processed into a neat and easy to understand written form. This study aims to describe, validate the phenomenon under study, and to find out the reality of the phenomenon related to the use of slang by the youth of Selokajang Village. Data collection techniques used by researchers are interview techniques and also observation techniques or direct observation. Researchers used verbal data analysis techniques in the form of speeches descriptions. Data in the form of speech is based on the context of the situation, social, and cultural. Based on the results of the analysis through the interview method with the youth of Selokajang Village, it was found that there were 20 variations of slang used by the youth of Selokajang Village in daily communication. Language variation is one approach or study of sociolinguistics, language variation is often also called language variety. One form of language variation that occurs in people's speech acts is slang or also called millennial slang.
Distribution of Verbs Prefixed {N-} in Bahasa on Indonesian Language Textbooks for VII Grade (2014 & 2017 Editions) Najiibah, Najiibah; Prayoga, Ngaestyono; Vargheese K J
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai kategori kelas kata pembentuk verba infleksional dan derivasional, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas verba infleksional dan derivasional dengan distribusi verba berprefiks {N-}. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan fakta-fakta yang ada. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik dan model analisis satuan morfologi dalam kajian morfologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik mendengarkan, berbicara bebas, dan teknik mencatat. Analisis data dilakukan setelah data terkumpul dengan dua cara. Pertama, merumuskan kata-kata biasa berikut yang termasuk juga menggambarkan proses pengolahan kata kerja dan hasil pembentukan kata kerja. Kedua, membuat formulasi dengan menggunakan tanda atau simbol. Hasil penelitian menemukan dua jenis verba yaitu verba infleksional dan verba derivasi. Verba infleksional berasal dari bentukan kata yang dikategorikan sebagai verba dan tidak ada perubahan kategoris kata. Verba derivasi berasal dari pembentukan kata yang menyebabkan perubahan kategoris. Sedangkan kelas kata, ditemukan sebagai salah satu kategori pembentuk verba derivasional. Verba infleksional lebih produktif daripada verba
Tindak Tutur Ilokusi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas VII di SMP Negeri 1 Yosowilangun Setiawan, Oki Bagus
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan analisis ujaran tuturan ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 1 Yosowilangun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data menggunakan tuturan guru bahasa Jawa yang sedang bertugas di SMP Negeri 1 Yosowilangun dan memiliki latar belakang sebagai masyarat Pandalungan. Pengumpulan data menggunakan teknik rekam sadap pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan ujaran yang sudah ditranskrip sesuai dengan teori pragmatik tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tindak tutur ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Jawa tersebut adalah 5 tindak tutur ilokusi, yaitu (1) tindak tutur ilokusi jenis asertif, (2) direktif, (3) komisif, (4) ekspresif, dan (5) deklaratif. Sementara itu, empat fungsi tindak tutur ilokusi, yaitu (1) kompetitif, (2) konvivial, (3) kolaboratif, dan (4) konfliktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran bahasa Jawa, tindak tutur ekspresif dengan maksud mengeluh dan mengkritik ternyata paling sering digunakan secara tidak langsung oleh guru.
Film Sepatu Dahlan: Salah Satu Alternatif Media Pembelajaran Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar Pancarrani, Berlian; Efendy, Della Ammar
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6041

Abstract

Character education had learned by the student since the elementary school level in formal education. Character education can be learned by using media that have character education values. One of the learning media is the movie and one of the Indonesian movie that has character education contain is “Sepatu Dahlan”. This study aims to describe the value of character education in the movie of Sepatu Dahlan. This research used qualitative research method. The source of data in this study was a movie scene, namely the movie of “Sepatu Dahlan”. The data were analyzed using semiotic theory to get the character values in the film.The result of the study shows seven values of character education, namely religious, honest, disciplined, independent, socially caring, friendly/communicative, and responsible.
Kekacauan Perjuangan Subaltern dalam Novel Babad Kopi Parahyangan Karya Evi Sri Rezeki (Pascakolonial Gayatri C. Spivak) Azhim, Yusril Ihza Fauzul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6089

Abstract

Perkembangan komoditas kopi berkembang ke wilayah kesastraan. Novel Babad Kopi Parahyangan karya Evi Sri Rezeki membicarakan sejarah panjang kolonialisme di bidang perkebunan dan industri kopi Nusantara. Novel ini juga membangun gagasan nasionalisme dalam memperjuangkan hak petani dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perjuangan subaltern menurut pandangan Gayatri C. Spivak. Subaltern dipahami sebagai subjek pinggiran yang suaranya selalu diwakilkan, sehingga eksistensi mereka merupakan bagian dari praktik dominasi. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dan simak-catat guna mempermudah memahami sekaligus menganalisis permasalahan dalam novel. Hasil dari penelitian ini yaitu mengulas kekacauan produksi wacana perjuangan masyarakat subalterndalam novel sebagai rantai kekuasaan nasionalis borjuis.Sehingga dalam menempatkan posisi perjuangan, ideologi novel masih melekat pada nilai-nilai tradisi warisan kolonial.
Ojhung di Atas Bukit: Budaya Magis Orang Madura Utara Raditya, Ardhie
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6099

Abstract

Kehidupan orang-orang Madura Utara selama ini belum menjadi fokus perhatian arus utama dalam studi-studi akademik orang Madura. Sebagian besar peneliti Madura sering memandang ke arah selatan karena menjadi pusat kemajuan kota di pulau Madura. Tujuan penelitian ini mencoba mengungkap kekhasan budaya Madura Utara yang selama ini masih sangat terbatas dalam studi-studi akademik orang Madura. Salah satu budaya khas Madura Utara tersebut adalah pagelaran budaya ritual magis, yakni Ojhung Co’ Ghunong. Berdasarkan observasi terlibat yang dihimpun oleh peneliti menunjukkan bahwa Ojhung Co’ Ghunong adalah seni bertarung lelaki Madura Utara yang memainkan peranan penting bagi ritual magis dalam tradisi menurunkan hujan ketika musim kemarau panjang. Melalui kerja metode etnografi monografi, tersingkap kandungan nilai budaya kehidupan di antara Ojhung Co’ Ghunong. Budaya kehidupan ini tidak hanya berupa usaha menghidupkan lahan-lahan pertanian yang dilanda kekeringan, melainkan juga telah bertransformasi menjadi saluran pendidikan di antara orang-orang Madura Utara untuk menjaga dua kekuatan tubuh mereka, yakni tubuh material dan non material, agar menjadi lelaki Madura sejati.
Model Pembelajaran Menyimak Kritis Melalui Media Interaktif pada Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura Ayuanita, Kristanti; Hafid Effendy, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya problematika ketika usai kegiatan menyimak kurang lebih hanya ada 4-5 mahasiswa yang aktif berdiskusi dan yang lainnya hanya diam tidak mengungkapkan pendapatnya. Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran yang diterapkan dosen kepada mahasiswa yang inovatif guna mengubah pola pembelajaran ke arah yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosen menggunakan semua media yang ada di laboratorium utamanya media audio visual yang bisa digunakan secara interaktf. Selain itu, media interaktif adalah media audio visual yang digunakan dosen pengajar sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran keterampilan menyimak kritis. Dalam hal ini dosen menggunakan komputer, proyektor, seperangkat multimedia lengkap dengan headset di masing masing kursi. Media audio visual dipilih dari sumber internet seperti di youtube yang berupa rekaman materi yang dipilih sedemikian rupa untuk membantu proses menyimak kritis agar lebih mudah dipahami mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura. Di sisi lain, mahasiswa merasa terbantu dalam hal menyimak dengan menggunakan media interaktif. Sebaliknya mereka merasa bosan jika pembelajaran keterampilan menyimak hanya diisi dengan diskusi atau metode ceramah. Mereka kurang konsentrasi dan terkadang mudah mengantuk. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran keterampilan menyimak ini adalah kondisi kelas yang kondusif ditambah dengan multimedia yang membantu jalannya proses belajar mengajar keterampilan menyimak kritis. Faktor penghambatnya terletak pada perangkat laboratorium, dalam hal ini headset yang tidak semuanya berfungsi dengan baik. Pada media yang digunakan, jika durasi terlalu panjang, mahasiswa akan kesulitan untuk menyimpulkan keseluruhan isi dari bahan simakan yang di sajikan.
Analisis Penamaan Jalan dan Nilai Historis Kebangsaan di Kota Madiun Puti, Febri Ersa Millenia; Adhani, Agnes; Wijayanti, Wenny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya nama-nama jalan di Kota Madiun dengan ciri khas masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan wujud penamaan dan mendeskripsikan makna jalan di Kota Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif kajian semantik. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama jalan (tempat), dokumen penamaan jalan (maps), dan sejarawan. Data dalam penelitian ini berupa kata atau frasa nama-nama jalan di kota Madiun. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dalam bentuk tulisan dan gambar. Teknik analisis data dalam penelitian ini ada tiga tahap, yaitu (1) menganalisis pola penamaan berdasarkan jumlah kata, jumlah suku kata, penanda, dan kelas kata, (2) menganalisis makna nama jalan dan mengaitkan nama dengan referensinya, dan (3) menganalisis ada atau tidaknya sumbangan nilai historis dan kebangsaan pada nama jalan. Penelitian ini menghasilkan temuan nama-nama jalan di Kota Madiun menggunakan 2 kata, 4 suku kata, kelas kata berupa nomina, dan penanda terbanyak adalah nama pahlawan. Ditemukan 14 makna dari nama-nama jalan di Kota Madiun. Penamaan jalan memperoleh sumbangan nilai historis berupa perubahan nama dan adanya objek penanda, sedangkan mendapat sumbangan nilai kebangsaan melalui nama-nama jalan berupa nama pahlawan dan organisasi sebagai pengenangan jasa dan perwujudan cinta terhadap Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10