Articles
897 Documents
Menu Naming as a Branding Strategy of Indonesian Restaurants in Kuala Lumpur: a Socio-onomastic Approach
Himatus Sya’adah;
Agik Nur Efendi;
Eko Purnomo;
Syarifah Nur Amirah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.11209
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen strategis dalam penggunaan bahasa pada nama menu dan penamaan restoran Indonesia sebagai bagian dari strategi branding merek di Kuala Lumpur. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada model interaktif Miles dan Huberman serta metode deskriptif untuk memastikan analisis yang menyeluruh dan sistematis. Data utama diperoleh dari daftar menu dua restoran yang dipilih sebagai subjek penelitian, masing-masing mewakili dua kategori: (1) restoran Indonesia dengan ragam menu yang beragam, dan (2) restoran waralaba Indonesia dengan satu menu utama yang telah menjadi merek dagang. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kedua restoran tersebut. Temuan dari D'Chowkit Restaurant (R1) menunjukkan bahwa sebagian besar nama menu menggunakan istilah yang unik dan menarik perhatian, dengan rujukan simbolik yang mencerminkan kondisi sosial serta mengaitkan makanan dengan makna di luar aspek kuliner semata. Sementara itu, restoran Ayam Gepuk Pak Gembus (R2) menunjukkan branding yang minim melalui bahasa, karena kekuatan merek yang telah dikenal luas dengan reputasi, kualitas, dan prestise tinggi di Indonesia maupun Malaysia. Nama merek tersebut secara signifikan membentuk persepsi konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan bahasa dalam penamaan menu dan narasi merek berperan penting tidak hanya dalam menarik perhatian konsumen, tetapi juga dalam mengomunikasikan keaslian budaya, membangun nilai simbolik, dan memperkuat identitas kuliner Indonesia di tengah persaingan transnasional yang semakin ketat.
Pemartabatan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura
Muyassaroh;
Siti Zumrotul Maulida;
Aldila Rahmita Putri;
Dita Karisma Fahriani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.11224
Eksistensi bahasa Indonesia di kancah dunia perlu didukung dengan meningkatkan martabat bahasa Indonesia. Pemartabatan bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui internalisasi dan internasionalisasi bahasa Indonesia melalui Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Madura. This State Islamic Religious College has succeeded in organizing the BIPA program as an effort to dignify the Indonesian language. Through the BIPA program, students are equipped with a good and correct understanding and use of Indonesian language. This research aims to describe the dignity of the Indonesian language and the implementation of BIPA learning in PTKIN throughout Java and Madura. The method used in this research is qualitative with a case study design. The data source for this research is the implementation of the BIPA program at PTKINs throughout Java and Madura which have the Indonesian Tadris study program. The data obtained was then analyzed using interactive data analysis. The results of the research show that the BIPA program has been implemented by all PTKIN throughout Madura Java and is presented in specialization courses in the Indonesian Language Tadris Study Program. Through the BIPA program, foreign students studying at PTKIN are trained their Indonesian language skills in the matriculation program before entering college.
Gerakan Perempuan LSM dalam Sastra Indonesia: Evidensi pada Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo
Ahmad Burhanuddin;
Anas Ahmadi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.11276
Women experience domestic violence, workplace harassment and sexual violence in various parts of the world. The current global situation is encouraging violence against women to increase. The issue of violence against women has attracted the attention of various organizations, including Non-Governmental Organizations (NGOs). In the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam, there is an NGO called Gema Perempuan which helps many women victims of violence resolve their cases. This research will discuss the role of Gema Perempuan in the novel. This research is qualitative. The data collection technique in this research is a library technique. The data analysis technique in this research uses content analysis techniques. From the study, it was found that the various roles of protecting victims by Gema Perempuan in the novel include: 1) providing moral support to the victims to keep them enthusiastic, 2) giving advice to the victims about what they should do to get out of a detrimental situation, 3) Assistance to victims by providing temporary shelter, and 4) providing training to various parties who support the protection of women. The role of Gema Perempuan as seen in the novel can represent a role that is not much different from women's protection NGOs in the real world. This shows that women's protection NGOs play an important role in their social function, namely protecting women
The The Problems of Teachers' Readiness in Implementing New Curriculum; A Systematic Literature Review
Muhammad Helmi Labib;
Ahmad Noor Ihsanuddin;
Ikhrom
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.11277
Changes in the new curriculum policy turned out to raise various readiness problems among teachers, teachers are trained to implement the Merdeka Belajar Curriculum in their respective schools. For this reason, this research aims to conduct a literature review of the problems of teachers' readiness in implementing the new curriculum or the Merdeka Belajar Curriculum and find solutions. The method chosen in this research is SLR (Systematic Literature Review) method. In this research, 15 articles relevant to the Merdeka Belajar Curriculum and the problems faced by teachers in implementing it for the period 2022-2023 are reviewed with a focus on problems, teacher readiness and new curriculum implementation. The articles used in this study were obtained from Sinta Journal, and Publish or Perish.The results of this study show that firstly, most teachers faced challenges in understanding the concepts and teaching strategies promoted by the new curriculum. This indicates the need for increased training and debriefing of teachers to enable them to play their role as learning facilitators in the spirit of this curriculum. Second, limited facilities and infrastructure, both in terms of funds and teaching materials, are a serious obstacle to the implementation of this curriculum. Therefore, there is a need for further support from the government and related parties to ensure the availability of adequate infrastructure.
Matrilineal Marriage System in AR Rizal's Novel Limpapeh: A Literary Socio-anthropology Study
Zulfitriyani Zulfitriyani;
Fahruddin Fahruddin;
Reno Wulan Sari
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v5i2.11414
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keunikan sistem perkawinan dalam tradisi matrilineal masyarakat Minangkabau yang terdapat pada novel berwarna lokal Minangkabau. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini mengkaji tentang bentuk hubungan perkawinan dalam novel lokal berwarna di Minangkabau sebagai tradisi matrilineal. Novel yang dikaji dalam penelitian ini adalah novel Limpapeh karya AR Rizal. Mengenai sistem perkawinan matrilineal patut untuk diteliti karena sejak era sastra modern di Indonesia, sastra Minangkabau terkenal dengan cerita-cerita ironis terkait perkawinan dan adat istiadat. Pasca reformasi melalui novelnya, AR Rizal menampilkan keadaan masyarakat saat ini dengan sistem perkawinan yang masih mempertahankan sistem masa lalu dan masih sering dijumpai dalam realitas masyarakat saat ini meskipun hanya dituangkan dalam bentuk karya fiksi. . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk sistem perkawinan dalam novel Limpapeh karya AR Rizal adalah perkawinan dalam suku, perkawinan luar suku, dan perkawinan dengan sistem adat yaitu mengumpulkan uang. Ketiga hal tersebut menjadi ciri khas tradisi dan adat istiadat Minangkabau yang masih dipertahankan hingga saat ini dan dituangkan dalam novel sebagai karya sastra. Manfaat penelitian ini secara teoritis bermanfaat untuk penelitian multidisiplin dalam penelitian sastra, yaitu mengkaji antropologi sastra sebagai gabungan ilmu sastra, sosiologi dan antropologi. Secara praktis dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dan landasan bagi penelitian selanjutnya.
Metafora Konseptual Buku dalam Masyarakat Indonesia
Diana Sri Suryani
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.11542
This research is a cognitive linguistic study of conceptual metaphors of books in Indonesian society. The aim is to get a better understanding of the use of conceptual metaphors of books in Indonesian society, so that the conceptualization of books can be identified. This research is a descriptive qualitative research. The data collection method used is the listening method with reading and recording techniques. Data were obtained through posts and tweets in the #HariBukuNasional and Literary Base accounts on Twitter and Instagram. The data were analyzed using the conceptual metaphor theory proposed by Lakoff & Johnson. The results show that Indonesians use a variety of conceptual metaphors to conceptualize books, such as books are love; books are family; books are friends; books are travel; books are solutions; books are windows of the world; books are nutrition; books are home; books are the ocean of science; and books are sources of happiness. These findings reflect the significance of books in various aspects of Indonesian life and indicate that books have positive connotations in the perceptions of Indonesians
Kinesik Berkonteks Maluku dalam Film Cahaya Dari Timur Beta Maluku (Kajian Pragmatik)
Firman Wally;
Siti Maisaroh;
Martutik
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.11546
This research examines kinesics, or the study of body movements in nonverbal communication. It aims to describe the forms and meanings of kinesics in the cultural context of Maluku, as depicted in the film Cahaya dari Timur Beta Maluku, from a pragmatic perspective. This research employs a qualitative descriptive method. The data source is the film Cahaya dari Timur Beta Maluku, with the research data consisting of nonverbal kinesic language. Data collection was conducted using observation and documentation techniques. The data analysis process involved: (1) selecting and verifying the clarity and completeness of the collected data, (2) identifying data that referred to kinesic nonverbal language, (3) categorizing the data, (4) describing the data, and (5) drawing conclusions from the research findings. The results of the study reveal three types of kinesics found in the film: facial expressions, body movements, and body positions. The facial expressions include raised eyebrows. Body movements in the film encompass hand gestures, head movements, and body motions resembling the traditional Cakalele dance. Body positions include movements of approaching and distancing. This study demonstrates that kinesics in the film serves not only as a technical visual aspect but also as a medium of nonverbal communication that enriches viewers’ interpretation of the characters and the cultural atmosphere of Maluku.
Implementasi E-Modul Berbasis Exe Learning pada Materi Puisi untuk Siswa Kelas VII MTs Sunan Kalijaga
A. Shafir Ubaidillah;
Dyah Werdiningsih;
Hasan Busri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11724
Media pembelajaran merupakan suatu proses yang harus ada untuk mengembangkan model pembelajaran pada kurikulum merdeka, diketahui bahwa pada kelas VII MTs Sunan Kalijaga media pembelajaran yang digunak sudah cukup beragam, namun untuk pemanfaatan sarana teknologi informasi yang disediakan kurang dimanfaatkan dengan baik, sehingga guru terus melakukan upaya untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan tepat sasaran. Salah satu upaya guru bahasa Indonesia yakni dengan penerapan e-modul berbasis Exe Learning, sehingga tujuan dari penelitian ini yakni untuk dapat mendeskripsikan bagaimana implementasi penggunaan e-modul berbasis Exe Learning pada materi puisi serta kelebihan dan kekurangan media pembelajaran ini pada saat di implementasikan. Model dari penelitian ini yakni metode kualitatif deskripif. Penelitian ini menghasilkan bahwa E-modul berbasis Exe Learning ini ianggap sangat efektif karena penggunaan e-modul berbasis Exe Learning ini memiliki beberapa manfaat untuk siswa dan guru serta dapat meningkatkan minat, kreatifitas dan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil pembelajaran siswa pada saat dilakukannya tes tentang materi puisi. Namun aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan yang juga harus dikembangkan selanjutnya yakni penggunaan yang harus dengan pc atau laptop sehingga sulit diakses oleh siswa yang tidak memiliki laptop/pc diluar sekolah.
Prototipe Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Komik Audio Visual Bermuatan Nilai Antikorupsi untuk Siswa SMA
Andi Naga Wulan;
Subyantoro Subyantoro;
Wagiran Wagiran
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11725
Media pembelajaran berbasis teknologi menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang materi pelajaran sekaligus menginternalisasi nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembuatan prototipe media komik audio visual bermuatan nilai antikorupsi sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia. Media komik audio visual ini dibuat dengan berbantuan artificial technology (AI). Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur. Hasil temuan menunjukkan bahwa perkembangan media komik audio visual masih stagnan, padahal media tersebut memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, belum banyak media pembelajaran yang bermuatan nilai karakter antikorupsi di Indonesia. Maka dari itu, media komik audio visual bermuatan nilai antikorupsi akan memberi sumbangasih dan kemaslahatan yang besar dalam menciptakan generasi yang berpendidikan dan berkarakter.
Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri dalam Menulis Kritis melalui Teknologi Literasi Digital
Albaburrahim Albaburrahim;
Suyono Suyono;
Didin Widyartono
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11728
This research aims to describe the implementation of the inquiry learning model in critical writing through digital literacy technology. This research is also to determine the implementation of inquiry learning in critical writing by utilizing digital literacy technology. This research method uses research and development methods used in this research. Based on development standards for learning system design, this investigation was carried out procedurally. The procedure includes preparation, implementation and evaluation stages. The data collection in this research was through classroom observations, student and teacher interviews, as well as analysis of student written work produced through digital literacy technology. Data analysis in this research involved collecting, processing and interpreting data from students' literacy activities and written production. Data can be presented in the form of interactions on digital literacy platforms, student responses, or the quality of written results. The results of this research show that the inquiry learning model can be useful in making it easier for students to write critically, supported by the existence of digital literacy technology which has developed rapidly. Digital literacy technologies enable quick and easy access to a wide range of information sources in critical writing contexts.