cover
Contact Name
Agik Nur Efendi
Contact Email
agiknur@uinmadura.ac.id
Phone
+6285732475307
Journal Mail Official
ghancaran@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic University of Madura Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java. Phone. (0324)333187 fax 322551
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 27148955     EISSN : 27159132     DOI : https://doi.org/10.19105/ghancaran.v
This journal accepts contributions in the fields of linguistics, literature, and teaching from various perspectives, for example: Indonesian teaching and learning; language and literature in education; literature.
Articles 897 Documents
Kajian Ekokritik dalam Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Karya Luis Sepulveda Vita Diah Setyoningrum; Akhmad Mustaqim; Adisha Nur Izzatil Muslimah; Mohammad Imam Ghozali Fajar Septian
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.15302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas ekokritik dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang. Fokus dalam penelitian ini adalah perilaku manusia terhadap lingkungan, dampak perilaku manusia terhadap alam, dan bentuk kepedulian lingkungan yang diangkat oleh pengarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dekriptif. Tahap pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu 1) membaca sumber data secara berulang; 2) mencatat data berdasarkan fokus penelitian; 3) data yang sudah didapat, lalu dipilah sesuai kebutuhan dalam penelitian; 4) data dianalisis menggunakan teori ekokritik; dan 5) membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku manusia yang dianggap remeh telah merugikan makhluk lainnya dan menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. Akan tetapi, pengarang juga memberikan solusi melalui bentuk kepedulian yang dijabarkan.
Kemampuan Bahasa Tulis pada Individu dengan Alzheimer: Kajian Neurolinguistik Nikmatus Sholikhah; Tatang Hariri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15370

Abstract

Impaired brain function in individual with Alzheimer’s progressively affects to the cognitive and motor functions required to perform written language skills. This study aims to identify and describe the written skill in individual with Alzheimer’s through a case study approach. Data was obtained from a 56 years old elderly whose initials is KA and lives in PPSLU Potroyudan Jepara. Data collection techniques were carried out through documentation, observation, and interviews. Then, KA’s handwriting analysed using writing disorders theory through Neurolinguistic studies. The results showed that there are four forms of disturbance in KA’s written language, those are irregular writing, word omission in long sentences, letter omission, and letter replacement. The findings showed that Allzheimer which causes dysfunction in several parts of the brain also resulted in agraphia and a decrease in the syntactic complexity of writing.
Sastra Wangi: Antara Isu Sensitif dan Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kitab Kawin Ulfa Rizqi Putri; Alif Nursukma Putra; Caesar Adlu Hakim; Agung Andana
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.15422

Abstract

Kumpulan cerita Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak dianggap sebagai salah satu karya sastra wangi. Istilah sastra wangi muncul sebagai ekspresi bebas pengarang perempuan urban dalam menggambarkan hal-hal tabu yang sebelumnya tidak layak dibicarakan di masyarakat. Istilah sastra wangi menjadi pro kontra karena dianggap melanggar norma-norma yang sudah tercipta di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pengkajian tentang isu-isu sensitif seperti isu perselingkuhan oleh perempuan dan isu LGBT serta kekerasan terhadap perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isu-isu sensitif seperti isu perselingkuhan oleh perempuan dan isu lesbian serta kekerasan terhadap perempuan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sastra wangi dalam Kitab Kawin tidak sekadar mengangkat isu-isu sensitif dengan tujuan menunjukkan perempuan memiliki daya untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan masyarakat. Sastra wangi yang memiliki konotasi negatif kemudian menjadi karya yang berani mengungkap kebenaran sosial mengenai kekerasan terhadap perempuan.
Sentiment Analysis of Netizen's Comments on YouTube about IKN (Capital City) Development in Indonesia Ilmatus Sa’diyah; Aviolla Terza Aviolla Terza; Cagiva Chaedar Bey Lima; Mohammad Rafka Mahendra Ariefean; Ikbar Athallah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15432

Abstract

The National Capital City (IKN) of the Archipelago is located in North Penajam Paser Regency and Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province. The transfer and development of IKN does not only have an impact on moving the country's capital from Jakarta to Kalimantan, but also on the future development of IKN which includes social, economic, cultural and environmental aspects. This impact created sentiment in society. For this reason, this research was conducted to identify public sentiment towards IKN development in Indonesia through comments on YouTube. Data in the form of sentiment from public comments on YouTube which comes from data sources in the form of videos selected based on the highest total comments regarding IKN. Data was collected and analyzed using the Python system with stages of Web scraping, pre-processing, sentiment analysis, and classification methods. Based on the data analysis that has been carried out, positive sentiment, neutral sentiment and positive sentiment are distinguished. Meanwhile, positive sentiment can be seen from the words good and prosperous, negative sentiment can be seen from the words debt, corruption and pessimism, while neutral sentiment is related to prices, investors and toll money. This overall sentiment leads to rejection and acceptance of IKN development by the government. The reason is that the impact caused after the construction was a trigger for the emergence of comments on YouTube videos which led to public sentiment. The results of this analysis can be used as hope for the government to anticipate IKN development that will have a negative impact.
Citra Salat yang Bergeser pada Poster Film Makmum: Ibadah Mistik, Skeptisisme Masyarakat, dan Semiotika Peircean Rafi Ferdiansyah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi salat dalam poster film Makmum mengalami pergeseran makna menjadi ritual yang bernuansa mistik dan horor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Peirce. Data dikumpulkan melalui observasi visual terhadap elemen-elemen desain poster, kemudian dianalisis berdasarkan tiga kategori denotatum dalam kerangka sign semiotika Peircean; ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual seperti ruang kosong, pencahayaan gelap, serta entitas misterius di belakang perempuan yang sedang salat membentuk interpretasi baru yang menyimpang dari makna spiritual salat itu sendiri. Konklusi dari penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi tanda dalam poster Makmum telah membentuk makna alternatif yang sarat atmosfer horor, sehingga mengaburkan pemaknaan ibadah sebagai aktivitas yang damai dan menenangkan. Penelitian ini juga berkontribusi dalam mengkaji relasi antara visual populer dan representasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks budaya visual kontemporer.
Representasi Guru dalam Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual di Media Kompas dan Tempo: Analisis Wacana Kritis Arlin; Mahmudah; Usman
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15694

Abstract

This study aims to examine the representation of teachers in the coverage of sexual violence cases in Kompas and Tempo media. The approach used is Critical Discourse Analysis Social Actor Approach from Theo van Leeuwen. Data and data sources are words, phrases, sentences, and paragraphs in sexual violence news related to teachers and other social actors in Kompas and Tempo media. Data collection techniques are identification, classification, and analysis. The results of this study indicate that there is a form of exclusion found in the news in Kompas media in the form of passivation that eliminates certain social actors so as to direct readers to focus on the teacher's social actors. The form of inclusion found in Kompas media is in the form of differentiation, association, categorization, identification, and association which aims to show partiality to victims, and clarify the identity of the perpetrator, and represent sexual violence as a system problem, not a single problem. The forms of inclusion found in Tempo media are abstraction, determination and categorization which show partiality to victims as well as a form of media criticism of teachers and the government in order to create a safe educational environment.
Deskripsi Deskripsi Ecosemantik pada Karya Puisi D. Zamawi Imron Ismatul Izzah; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.15816

Abstract

Faktor alam dapat mendorong sebuah karya puisi yang dapat mengetuk hati nurani manusia, sehingga manusia sadar akan apa yang telah dilakukan terhdap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek kajian dasar ontology dari karya D. Zamawi Imron, aksiology dari aspek budaya, dan epistemology bahasa yang terkandung dari sebuah puisi yang dihasilkan. Penelitian kualitatif disini yang juga mendeskripsikan hasil penelitian, sehingga tidak digunakan untuk menyimpulkan lebih luas. Selain itu, komparatif merupakan penelitian yang mendasarkan pada sebab akibat atau membandingkan sesuatu tersebut. Subjek penelitian ini adalah karya puisi dari D. Zamawi Imron yang bertema lingkungan atau ecosemantik, yang telah terbit dari beberapa buku yang bisa di download di googlebookstore.com pada tahun 2022-2023. Hasil penelitian dari kajian semantik, ekosemantik, dan ekologisnya yaitu menunjukkan representasi yang kompleks dan berlapis tentang alam dan juga ekologisnya, integrasi pengetahuan, dan bedah aspek sumber pengetahuan dari ketiga aspek hasil karya puisi dari D. Zawawi Imron terhadap nilai aksiologi, epistemologi, dan ecosemantiknya.
Relasi Kuasa dalam Ondhâgghâ Bhâsa Madhurâ pada Keluarga di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep Kristanti Ayuanita; Masyithah Maghfirah Rizam
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15884

Abstract

This research aims to reveal power relations that are reflected in the use of Madurese language levels or ondhâgghâ bhâsa in families in Bangkalan and Sumenep Regencies. The Madurese language, which has three main levels—enjâ’-iyâ’ (low), èngghi enten (middle), and èngghi bhunten (high)—is used as a tool to signify and maintain social hierarchy within families. This qualitative study employed observation and in-depth interviews with five families from each regency. The findings indicate that the use of èngghi bhunten and èngghi enten in formal situations emphasizes social status differences among family members, while enjâ’-iyâ’ is used in everyday interactions that are more egalitarian, yet still reflect power dynamics, especially between parents and children. The study also reveals a shift in language use, particularly among the younger generation, influenced by modernity and globalization. Overall, ondhâgghâ bhâsa serves not only as a communication tool but also as a mechanism for regulating power relations in Madurese families.
Kesulitan Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA melalui Penulisan Karya Ilmiah Athi’ Firliya Rusdiyana; Didin Widyartono; Febri Taufiqurrahman
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.15909

Abstract

This research aims to explore the challenges encountered by teachers in fostering the critical thinking skills of 11th-grade students at an Islamic senior high school (MA) through scientific writing activities. The study evaluates students' critical thinking based on five of the six indicators proposed by Facione: interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation. A qualitative method was applied, with the main data source consisting of excerpts from students’ scientific papers. Data collection involved observations and interviews. The analysis followed Facione’s critical thinking framework. The research was conducted at MA Al-Ittihad Belung, Poncokusumo, with data gathered from: (1) subject teachers, (2) students' scientific writings, and (3) 11th-grade students with varying levels of inference skills. The central objective of this study is to uncover the difficulties teachers face when guiding students to develop critical thinking through scientific writing. Findings reveal that many students still face obstacles in several aspects of critical thinking, such as correctly interpreting information, logically analyzing and evaluating arguments, and formulating sound conclusions. This study is considered important because writing scientific articles at the senior high school level is a complex process that demands structured guidance in critical thinking, support that is often lacking in classroom practices.
Lanskap Linguistik Maya pada Katalog Distro BetawiBoys dan Sikap Bahasa Rafif Aufa Nanda; Frans Asisi Datang
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i1.15962

Abstract

In accordance with technological development, linguistic landscape is not only limited to physical landscape, but also virtual linguistic landscape on internet media, such as social media. Language usage choice is influenced by the language attitude towards a language. This research seeks to observe the language usage and attitude on an online catalogue of Distro BetawiBoys, a Batavian culture themed fashion store. There are 30 pictures which contain the use of Batavian, Indonesian, and English. The data are analysed by using a mixed method approach. The result shows that the use of Batavian is predominant that other languages that are often deemed to be more prestigious. This shows a positive language attitude towards regional language. Moreover, these findings shows an unusual result where most findings in Indonesian linguistic landscapes show the dominance of more prestigious languages.