cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Manajemen Pembelajaran Tahfizh Al – Qur’an Untuk Ketercapaian Target Hafalan di SMPTQ Abi Ummi Daud Mutaqin; Hasbi Indra; Santi Lisnawati
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.479

Abstract

Abstrak SMPTQ Abi Ummi adalah Lembaga sekolah yang memiliki program tahfidz al-Qur’an untuk semua siswanya, peneliti menemukan adanya manajemen pembelajaran tahfidz Al-qur’an yang efektif untuk ketercapaian siswa tingkat menengah pertama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pembelajaran tahfidz al-Qur’an untuk ketercapaian target di SMPTQ Abi Ummi Boyolali yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa SMPTQ Abi Ummi telah melaksanakan manajemen pembelajaran yang meliputi (1) perencanaan pembelajaran tahfidz al-Qur’an untuk ketercapaian target hafalan: pertama, menentukan target hafalan; kedua, menentukan alokasi waktu ; ketiga, merumuskan sistem seleksi peserta didik ; keempat, mengadakan program khusus untuk membantu ketercapaian target hafalan. (2) Pengorganisasian pembelajaran tahfidz al-Qur’an untuk ketercapaian target hafalan dilaksanakan untuk menentukan struktur dan tugas ustadz/ustadzah serta menentukan kelompok pembelajaran tahfizh. (3) Pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an untuk ketercapaian target hafalan yang efektif dan kondusif meliputi kegiatan tilawah, menghafal dan murajaah atau mengulang hafalan. (4) Evaluasi pembelajaran tahfidz al-Qur’an dilaksanakan dengan melakukan rapat atau musyawarah dan melihat hasil belajar serta kemampuan siswa dengan menyesuaikan indikator yang telah ditentukan pihak sekolah. Abstract SMPTQ Abi Ummi is a school institution that has a tahfidz al-Qur'an program for all its students, researchers found an effective management of learning tahfidz Al-qur'an for the achievement of junior high school students. The purpose of this study was to determine the management of learning tahfidz al-Qur'an for the achievement of targets at SMPTQ Abi Ummi Boyolali which includes planning, organizing, implementing, and evaluating learning. This study uses a qualitative approach and descriptive research methods. Data collection techniques include observation techniques, interviews and documentation studies. The results of the study show that SMPTQ Abi Ummi has implemented learning management which includes (1) planning the learning of tahfidz al-Qur'an for the achievement of the memorization target: first, determining the memorization target; second, determine the time allocation; third, formulate a student selection system; fourth, holding a special program to help achieve the target of memorization. (2) Organizing tahfidz al-Qur'an learning to achieve the target of memorization is carried out to determine the structure and duties of the ustadz/ustadzah and determine the tahfizh learning group. (3) The implementation of tahfidz Al-Qur'an learning to achieve effective and conducive memorization targets includes recitation activities, memorizing and murajaah or repeating memorization. (4) Evaluation of tahfidz al-Qur'an learning is carried out by holding meetings or deliberation and seeing learning outcomes and students' abilities by adjusting indicators that have been determined by the school.
Manajemen Rekrutmen Santri Tahfidz Al Qu’ran Tingkat Madrasah Aliyah Agung Wais Al Qorni
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.480

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen rekrutmen santri Ma'had Tahfidz Bina Madani Bogor dan Ma'had Tahfidz Uhud Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan coding data, kategorisasi data dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kegiatan manajemen rekrutmen santri mencakup proses perencanaan rekrutmen dan pelaksanaan rekrutmen santri. Proses pelaksanaan rekrutmen diantaranya adalah: 1) Pembentukan Panitia Penerimaan Santri Baru. 2) Rapat Panitia Penerimaan santri Tahfidz. 3) Pembuatan dan pemasangan pengumuman. 4) Pendaftaran. 5) Seleksi. 6) Penentuan Santri yang diterima. 7) Pengumuman santri yang diterima. 8) Daftar Ulang. Proses terakhir yakni; 9) Orientasi Santri. Abstract This study aims to see how the management of the student recruitment of Ma'had Tahfidz Bina Madani Bogor and Ma'had Tahfidz Uhud Cianjur. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. The techniques used in studying the observation data, interviews, and study documentation. Data analysis was performed by data coding, data categorization and data interpretation. The results showed that the management activities of the santri recruitment included the recruitment planning process and the implementation of the santri recruitment. The recruitment process includes: 1) Establishment of the New Santri Admissions Committee. 2) The meeting of the Tahfidz santri admissions committee. 3) Making and posting announcements. 4) Registration. 5) Selection. 6) Determination of the accepted Santri. 7) Announcement of accepted students. 8) Re-register. The last process, namely; 9) Orientation of Santri.
Optimalisasi Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf (Studi Kasus di Masjid Al-Hijri 2 Kampus UIKA Bogor) Sulaeman Yasir; Abrista Devi; Syarifah Gustiawati Mukri
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.481

Abstract

Abstrak Di Indonesia, potensi wakaf uang sangat terbuka lebar, salah satunya wakaf tunai yang digunakan untuk membangun masjid, karena akan menjadi investasi terbaik di dunia dan di masa depan. Ruang lingkup penelitian ini adalah Masjid Al-Hijri 2, sebuah masjid besar di Kota Bogor. Masjid Al Hijri 2 dibangun pada tahun 1983. Masjid ini merupakan sebuah cita-cita terbaik dari para pejuang bangsa ini, KH. Soleh Iskandar, KH Noer Ali, M.Natsir, dan KH TB Hasan Basri. Jenis atau cara yang digunakan adalah dengan deskriptif kualitatif, yaitu dengan metodepenelitian sebuah kasus. Penghimpunan data dalam penelitian ini mengadopsi metode teknis pengumpulan data penelitian, yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan objek penelitian. Posisi pembangunan masjid ini sangat fundamental dan signifikan untuk memperkokoh tujuan kampus UIKA Bogor yaitu beriman, berilmu, dan beramal. Masjid juga berkedudukan serta berfungsi dalam mengembangkan tamatan yang berprestasi dan berakidah di kampus. Masjid Al-Hijri 2 berfungsi sebagai tempat pengembangan generasi muda islami khususnya jajaran civitas UIKA, dan umumnya warga di Kota Bogor. Aliran pembaharuan, perang ide dan budaya harus disertai dengan kokohnya iman, tauhid dan kekuatan intelektual ummat. Abstract In Indonesia, the potential for cash waqf is very wide open, one of which is cash waqf used to build mosques, because it will be the best investment in the world and in the future. The scope of this research is Masjid Al-Hijri 2, a large mosque in Bogor City. Al Hijri Mosque 2 was built in 1983. This mosque is the best ideals of the fighters of this nation, KH. Soleh Iskandar, KH Noer Ali, M. Natsir, and KH TB Hasan Basri. The type or method used is descriptive qualitative, namely the research method of a case. Data collection in this study adopted research data collection methods, namely observation and in-depth interviews with the research object. The position of the construction of this mosque is very fundamental and significant to strengthen the goals of the UIKA Bogor campus, namely trust, knowledge, and charity. The mosque is also located and functions in developing outstanding graduates and having faith on campus. Al-Hijri 2 Mosque serves as a place for the development of the younger generation of Islam, especially the ranks of the UIKA community, and generally residents in the city of Bogor. Inflows, wars of ideas and culture must be accompanied by solid faith, monotheism and intellectual strength of the ummah.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Budaya Yayan Herdiana; Muhammad Ali; Aan Hasanah; Bambang Syamsul Arifin
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.483

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari irisan antara nilai budaya dan pendidikan karakter. Nilai budaya merupakan salah satu sumber etika untuk membentuk karakter. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya. Bagaimana nilai-nilai budaya itu ditransmisikan melalui pendidikan karakter pada trisentra pendidikan, lembaga pendidikan, keluarga, ataupun lingkungan. Penelitian ini bersifat library research dengan meneliti sampel tulisan-tulisan para peneliti terdahulu, kemudian dianalisis dan diakhiri dengan kesimpulan sebagai hasil akhir penelitian. Diharapkan penelitian bias memberikan kontribusi pengembangan khasanah keilmuan karakter berbasis nilai budaya, serta mampu berkontribusi untuk mengembangkan metode dan cara pengembangan karakter di lembaga pendidikan. Abstract This study aims to find a slice between cultural values and character education. Cultural values are a source of ethics to shape character. The Indonesian nation is a nation that is rich in culture. How are those cultural values transmitted through character education in educational trisentra, educational institutions, families, or the environment. This research is a library research by examining a sample of the writings of previous researchers, then analyzed and ended with a conclusion as the final result of the study. It is hoped that research can contribute to the development of character knowledge based on cultural values, and be able to contribute to developing methods and methods of character development in educational institutions.
Perencanaan Pengembangan Alumni Pendidikan Islam Di Ma'had Bina Tahfidz Indonesia Saipuddin; Maemunah Sa'diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.484

Abstract

Abstrak Dalam perspektif Islam, mempersiapkan atau merencanakan segala sesuatu adalah bagian daripada keimanan dan ketaqwaan, sebagaimana dalam firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 18, keberadaan suatu alumni atau lulusan di dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan Islam adalah sebuah keniscayaan karena ia adalah masih bagian dari hasil akhir proses pendidikan dalam sebuah lembaga pendidikan, selain dari pada sebagai hasil akhir proses pendidikan, alumni juga dianggap sebagai sarana dalam evaluasi dan tolak ukur keberhasilan atau kegagalan dalam sebuah lembaga pendidikan. Dengan demikian selesainya program pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan bukan berarti berakhirnya juga tugas perencanaannya karena lembaga pendidikan yang selalu aktif dalam menjalankan proses pendidikan akan melahirkan alumni atau lulusan setiap tahunnya dan juga tetap harus direncanakan perkembangan selanjutannya. Abstract In the Islamic perspective, preparing or planning everything is part of faith and piety, as in the word of Allah Swt. in the Qur'an Surah Al-Hasyr verse 18, the existence of an alumni or graduate in the world of education, especially Islamic education is an inevitability because it is still part of the final result of the educational process in an educational institution, in addition to being the final result of the educational process, alumni are also considered as a means in evaluation and benchmark of success or failure in an educational institution. Thus the completion of educational programs in an educational institution does not mean the end of the planning task because educational institutions that are always active in carrying out the education process will give alumni or graduates every year and also still have to plan for the next development.
التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية {بحث تحليلي لكتاب كيف نتعامل مع القرآن ليوسف القرضاوي وتطبيقها في معهد السلطان الإسلامي بوكور} Sholihien Hadziq
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.485

Abstract

ملخص البحث التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية, )بحث تحليلي لكتاب كيف نتعامل مع القرآن ليوسف القضاوي وتطبيقها في معهد السلطان الإسلامي بوكور(, تحت إشراف. معاهد التحفيظ حاليا تتسابق إلى تحفيظ طلابها القرآن, والمشكلة, لم يكن لديها التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن, لذا قد تواجه المشكلة في تطبيق التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن, وهذا يؤدي إلى وجود الفجوة, فتخرج فيها حفاظ القرآن, ولكن قد يخطئون في التعامل مع القرآن وقد لايتأثرون بتعلمه وتلاوته وحفظه ولا يهتمون بما ينبغي لهم من آداب التعامل مع القرآن. وبناء على ذلك, يقوم الباحث على التكشف على التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن عند يوسف القرضاوي, وكيف تطبيقها في معهد السلطان الإسلامي بوكور, ثم الانتاج من خلالهما كيف التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية. ومنهج البحث نوعي وميداني, من الكتاب والسنة النبوية ومن المعلومات الأخرى و الحوار مع والقائمين بمعهد التحفيظ للحصول على التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية. وأهم النتائج :1(. اهتم الشيخ يوسف القرضاوي بالتعامل مع القرآن والعمل بما فيه, وأنه لا سبيل إلى انقاذ أخلاق الأمة من ضياعها إلا بالرجوع إلى القرآن والتعامل معه بشكل صحيح. 2(. معهد التحفيظ السلطان الإسلامي يحتاج إلي تطبيق التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن المناسبة. 3). التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية هي الأساليب العملية في التعامل مع القرآن التي تهدف إلى تغريس القيم الأخلاقية في نفوس الطلاب وتهذيب سلوكهم. والاستنباط من البحث : أنه من المطلوب أن تطبق التربية الأخلاقية في التعامل مع القرآن في المرحلة الإعدادية في معاهد التحفيظ, ليتعامل الطلاب مع القرآن بالطرائق الصحيحة وتغرس في نفوسهم القيم الأخلاقية القرآنية وتهدب سلوكهم بالأخلاق الكريمة. ABSTRACT Junior High School Level Al-Qur'an Recitation Morals Education Method. The study of book anilysis, Kaifa nata'amal ma'al quran, the work of Syeikh Yusuf Al-Qardhawi and its application in Pesantren Tahfizh Al-Qur'an As-Sulthon Al-Islami Sentul, Bogor. Today many tahfizh Islamic boarding schools and tahfizh Al-Qur'an institutions are competing to educate their students to memorize the Al-Qur'an. But unfortunately, most of them do not have a correct method of moral education to interact with the Qur'an practically, and effectively, especially for junior high school level. So that at the practical level in the field, they face problems and gaps between expectations and reality. Not a few alumni who memorize Al-Qur'an are still wrong in interacting with the Al-Qur'an and do not yet have ideal morals that reflect Al-Qur'an memorization students. Realizing this, the researcher wanted to do research with the following problem formulations: How is the Method of Moral Learning for Al-Qur'an Memorization According to Syeikh Yusuf Al-Qardhawi, in the book "Kaifa Nata'amal Ma'al Qur'an". How is the practice of Al-Qur'an memorization morality education at the Tahfizh As-Sulthon Al-Islami Islamic Boarding School, Bogor? And what is the appropriate method for memorizing the al-Qur'an morality for junior high school level? This study uses a qualitative research methodology, with reference sources for the book study "Kaifa Nata'amal Ma'al Qur'an", the work of Syeikh Yusuf Al-Qardhawi and field practice at Pesantren Tahfizh As-Sulthon Al-Islami Sentul Bogor, with the aim of revealing how "The Method of Moral Learning of Al-Qur'an Memorization for Middle School Level". The data analysis technique in this research is descriptive and comparative methods. Some of the important findings in this research are: 1. The urgency of interacting with the Qur'an in a proper and moral manner that is in accordance with the guidance, because nowadays there are many mistakes of the Muslims in interacting with the Qur'an; 2. The need for the implementation of the Al-Qur'an memorization moral education method in the tahfizh Islamic boarding schools, especially in the Tahfiz As-Sulthon Al-Islami Islamic Boarding School, Sentul Bogor, Junior High School Level; 3. Middle School Level Junior High School Level Al-Qur'an Memor Education Methods are moral education to interact with the correct Al-Qur'an in learning, reading, listening, memorizing and practicing the Qur'an which is suitable for implementation in Al-memorized Islamic boarding schools. Al-Qur'an Junior High School level. The conclusion of this study: The Junior High School Level of Junior High School Level Al-Qur'an memorization education method is very important to be implemented in the tahfizh Islamic boarding schools, so that students can interact with the Koran properly and have noble morals as contained in it. Al-Qur'an.
Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Tingkat SMP di Sekolah Alam Bogor Egar Zulkarnindra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.486

Abstract

Abstrak Bahasa inggris sebagai sebuah mata pelajaran yang diajarkan pada beberapa institusi pendidikan di Indonesia merupakan salah satu aspek penting demi memperkaya ilmu dan pengetahuan para pembelajar di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran bahasa Inggris tingkat SMP di Sekolah Alam Bogor. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Peneliti mendapatkan bahwa dalam proses pembelajaran bahasa inggris Sekolah Alam Bogor Tingkat SMP menggunakan metode online-assignment, metode pembelajaran outdoor-classroom, dan metode pembelajaran social entrepreneurship. Abstract English as a subject taught at several educational institutions in Indonesia is an important aspect in order to enrich the knowledge of Indonesian learners. The purpose of this research was to determine the method of learning English at the junior high school level at Sekolah Alam Bogor. The research method used by the author is a qualitative descriptive research method. Researchers used data collection techniques by means of interviews. The researcher found that in the process of learning English, Sekolah Alam Bogor for Junior High School used the online-assignment method, the outdoor-classroom learning method, and the social entrepreneurship learning method. Keywords : method; english; islam.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Al Kahfi Bogor) Farhad; Maemunah Sa’diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.487

Abstract

Abstrak Pembelajaran bahasa Arab merupakan sebuah proses yang dilakukan antara pendidik dan peserta didik baik dikelas maupun diluar kelas agar siswa mampu menguasai 4 maharah dalam bahasa Arab. Manajemen pembelajaran bahasa Arab merupakan sarana atau wasilah agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Manajemen pembelajaran bahasa Arab mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, penilaian dan evaluasi. Semua didesain agar efektif dan efesien ,Partisipasi seorang pendidik sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas bahasa . Usaha yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan perkembangan bahasa, bisa melalui desain pembelajaran yang aktif dan juga kreatif. Seorang pendidik dituntut memahami desain perkembangan pembelajaran bahasa Arab. Setelah di Analisis ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis penelitian (field research). Subjek penelitian ini diperoleh melalui informen atau responden dengan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi serta analisis data. Abstract Arabic learning is a process carried out between educators and students both in the classroom and outside the classroom so that students are able to master 4 maharah in Arabic. Management of Arabic learning is a means or wasilah so that the desired goals can be achieved. Management of Arabic learning includes planning, implementation, organization, assessment and evaluation. All are designed to be effective and efficient, the participation of an educator is needed in improving the quality of the language. Efforts made by educators in improving language development can be through active and creative learning designs. An educator is required to understand the design of the development of Arabic learning. After the analysis, there are several supporting and inhibiting factors in learning Arabic. In this study, the method used is a qualitative type of research (field research). The subjects of this study were obtained through informants or respondents by means of data collection such as interviews, observations and data analysis.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab Kreatif Untuk Meningkatkan Kenyamanan Belajar Bahasa Arab di STIQ Zad Al Insaniah Fitri
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.488

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan ekspresi seseorang untuk menyatakan maksud tertentu melalui suara. Karena itu menurut Ibn Khaldun bahasa harus dikuasai sebagai suatu keahlian. Peranan bahasa bagi kehidupan manusia sangatlah penting, maka dari itu pengajaran bahasa menuntut kecermatan yang tujuannya agar bahasa bermakna fungsional. Dalam konteks Pendidikan, bahasa Arab merupakan sebagai bahasa asing dan juga alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Untuk meningkatkan mutu pengajaran bahasa Arab perlu adanya pengembangan kemampuan komunikatif serta prosedur pengajaran keterampilan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis), untuk memberikan kenyamanan kepada para siswa dalam mempelajari bahasa Arab, oleh karena itu dalam pembelajaran bahasa Arab membutuhkan metode kreatif untuk dipakai pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses penelitian ini, pertama penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) yang dipadukan dengan metode deskriptif. Untuk meningkatkan kenyamanan belajar bahasa Arab peserta didik perlu adanya metode kreatif yang mampu memberikan ruang nyaman dalam pembelajaran bahasa Arab sehingga memerikan ruang untuk peserta didik menjadi lebih komunikatif dalam belajar bahasa Arab. di STIQ Zad Al Insaniyah dengan menggunakan metode kisah dan metode audiovisual mampu meningkatkan kenyaman siswa dalam belajar bahasa Arab sehingga minat belajar bahasa Arab para siswa kembali meningkat. Abstract Language is a person's expression to express certain intentions through sound. Therefore, according to Ibn Khaldun, language must be mastered as a skill. The role of language for human life is very important, therefore language teaching requires accuracy with the aim that language has a functional meaning. In the context of education, Arabic is a foreign language and also a tool for communication and interaction. To improve the quality of teaching Arabic, it is necessary to develop communicative skills as well as procedures for teaching language skills (listening, speaking, reading, and writing), to provide comfort to students in learning Arabic, therefore Arabic learning requires creative methods to be used. during the learning process. In the process of this research, the writer first uses the library research method combined with the descriptive method. To increase the comfort of learning Arabic, students need creative methods that are able to provide a comfortable space in learning Arabic so that it provides space for students to be more communicative in learning Arabic. at STIQ Zad Al Insaniyah using the story method and audiovisual method was able to increase students 'comfort in learning Arabic so that the students' interest in learning Arabic increased again.
Menggapai Keberkahan di Usia Senja Nuraeni
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.489

Abstract

Abstrak Proses tumbuh kembang hingga mencapai usia senja adalah sebuah keniscayaan, walaupun tidak semua insan yang lahir ke dunia ini sampai pada masa tua, kecuali manusia yang sudah dikendaki oleh Allah SWT untuk berusia panjang. Usia panjang adalah sebuah keberkahan yang harus diupayakan dengan menambah amal kebaikan di dunia untuk menjadi bekal di kehidupan akhirat kelak, untuk menjadi manusia yang memiliki kualitas hidup yang baik. kualitas hidup seorang manusia bukanlah sesuatu yang didapatkan tanpa usaha, melainkan butuh perjuangan dan proses yang panjang untuk menggapainya, sepanjang usia manusia tersebut. Kualitas hidup seorang muslim tidaklah hanya sekedar dalam ukuran pencapaian materi; prestasi karir, jabatan, pendidikan yang tinggi serta memiliki anak-anak yang tumbuh mapan secara ekonomi. Ukuran kualitas hidup seorang muslim adalah seseorang yang berproses untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, matang, dan mandiri yang terimplikasi dalam fisik dan psikologi yang sehat dan kuat, lahir dan batin, memiliki aqidahnya yang lurus, serta kualitas ibadah yang baik, akan menjadikan seseorang matang secara spiritual sebagai abdullah dan khalifah. Kematangan spiritualisme akan menjadikan seorang lansia memiliki konsep diri yang positif dan hal tersebut akan mempermudah untuk menjalani masa tua. Kematangan spritual akan menjadi tameng yang akan membentenginya dari perbuatan sia-sia yang dapat mengurangi keberkahan usia. Abstract The process growth of humans kind until old age is a necessity, although not all people who are born into this world reach old age, except for humans who have been willed by Allah SWT for long life. Long life is a blessing that must be endeavored by adding to the good deeds in the world to become provisions in the afterlife, to become humans who have a good quality of life. The quality of life of a human being is not something that is obtained without effort, but requires a long struggle and process, throughout the life of the human being. The life quality of a Muslim is not just a measure of material attainment; career achievement, position, high education and having children who are growing up economically. The measure life quality of a Muslim is someone who is in the process of growing and developing in a healthy, mature, and independent manner which is implicated in physically and psychologically being healthy and strong, physically and mentally, having a straight aqidah (faith), and good quality of worship, will make a person spiritually mature as servant of Allah and caliph. The maturity of spiritualism will make an elderly person have a positive self-concept and this will make it easier to live in old age. Spiritual maturity will be a shield that will fortify him from futile deeds that can reduce the blessings of his life.