cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Demokrasi Dalam Perspektif Dakwah Syaikh Al-‘Utsaimin Subakti
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.469

Abstract

Abstrak Akhlak mulia Rasulullah terlahir diturunkan kepada para sahabat kemudian di lanjutkan oleh para tabi’in dan hingga saat ini ulama-ulama yang berkompeten terhadap ajarannya sehingga memunculkan contoh dan akhlak yang baik, bahkan mendapatkan kepercayaan terhadap masyarakat tentang keilmuannya untuk menyampaikan dakwah yang terdapat dalam kisah-kisah yang telah dituliskan dalam kitab-kitab terdahulu. Penelitian ini Akan melihat bagaimana pandangan Politik dalam Islam menurut Syekh Al utsaimin, diantaranya bagaimana beliau memberikan penjelasan yang kaitannya dengan tahapan dalam menentukan pemimpin yang baik. Tujuan penelitian Mengetahui pandangan demokrasi politik syekh al-‘Utsaimin. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research).penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentar. Syaikh Al-Utsaimin fatwanya tersebut mengenai pembolehan ikut serta dalam pemilu dalam as’ilah Al-Qathriyah (34). Beliau menyatakan dan memfatwakan bahwa memang benar, juga memang semestinya demikian, karna bila suara kaum muslimin hilang artinya majlis parlemen akan murni menjadi milik pelaku keburukan. Dan bila kaum muslimin ikut serta dalam pemilu, mereka hendaknya memilih orang yang mereka pandang layak. Sehingga akan timbul kebaikan dan keberkahan. Syekh utsaimin tidak menjadikan demokrasi sebagai media dakwahnya, karna di Negara nya sendiri tidak menerapkan demokrasi sebagai sistem pemerintahan akan tetapi menganut sistem pemerintahan monarki atau kerajaan. Abstract the tabi'in and until now scholars who are competent in their teachings so that they raise good examples and morals, even gain the trust of the public about their knowledge to convey the da'wah contained in the stories that have been written in previous books. This study will see how the views of politics in Islam according to Sheikh Al Utsaimin, including how he provides an explanation related to the stages in determining a good leader. The purpose of this research is to know the views of Sheikh al-'Utsaimin's political democracy. In writing this thesis, the author uses the type of library research (library research). The research used is a qualitative approach, the data collection technique used is a documentary technique. Shaykh Al-Utsaimin said his fatwa was regarding the possibility of participating in elections in as'ilah Al-Qathriyah (34). He stated and made a fatwa that it was true, and it should be, because if the voices of the Muslims were lost, it would mean that the parliamentary assembly would be purely the property of the perpetrators of evil. And when Muslims take part in elections, they should vote for people they deem worthy. So there will be goodness and blessings. Sheikh Utsaimin did not use democracy as his propaganda medium, because in his own country he did not implement democracy as a government system but adhered to a monarchical or royal government system.
Efektivitas Dakwah Dalam Meningkatkan Pemahaman Tauhid Syaifullah; Kamalludin; Retno Triwoelandari
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.470

Abstract

Abstrak Allah Subhanahu Wata'ala tidaklah menciptakan manusia itu dengan sia-sia dan percuma. Sesungguhnya Allah menciptakan mereka supaya mereka menyembah Allah Semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dipusatkan kepada Efektivitas dakwah dalam meningkatkan pemahaman Tauhid, bertujuan untuk menganalisa secara mendalam bagaimana dakwah Tauhid dapat memberikan efek positif kepada Mad’u dan meyakinkan akan keesaan Allah untuk di ibadahi, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yaitu merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Inti dari pengajian Tauhid bapak-bapak yang di selenggarakan di Masjid Daarussalm pada malam Jum’at adalah bagaimana masyarakat setempat dapat mengenal Allah dengan benar serta menjalankan ibadah Shalat Fardu, beribadah disertai niat yang baik dan benar semata-mata mengharap Ridho Allah SWT, meyakini keesaan Allah dalam Rububiyah, Ikhlas beribadah kepadaNya, menetapkan bagiNya nama-nama dan sifat-sifatNya, serta menyucikan-Nya. Dalam memahami agama ini maka mencakup ketiga istilah, yaitu islam, iman dan ihsan. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits Jibril ketika datang kepada Nabi dihadapan para sahabatnya dan bertanya tentang islam, iman dan ihsan. Lalu, Rasulullah menjelaskan satu persatu pertanyaan tersebut. Kemudian beliau bersabda, “inilah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan agama” pentinya tauhid untuk menjamin kehidupan masyarakat dari bahaya akhirat dan hisab, dimana semua Rasul yang diutus Allah untuk menyeru berdakwah kepada umat manusia diawali dengan mengenalkan Tauhid kepada Mad’u (Audien). Abstract Allah Subhanahu Wata'ala did not create humans in vain and in vain. Verily Allah created them so that they may worship Allah alone and not associate anything with Him. The problem that will be studied in this research is focused on the effectiveness of da'wah in increasing understanding of monotheism, aiming to analyze in depth how the da'wah of monotheism can have a positive effect on Mad'u and assure the oneness of Allah to be worshiped, there is no god that has the right to be worshiped but Allah alone. This type of research is a type of field research (field research). This research method used is descriptive research method, which is a study of problems in the form of current facts from a population. The essence of the Tawhid recitation for gentlemen which was held at the Daarussalm Mosque on Friday night was how the local community could know Allah properly and perform the Fardu prayer, worship with good intentions and only hope for the pleasure of Allah SWT, believe in oneness. Allah in Rububiyyah, sincerely worships Him, assigns Him His names and attributes, and purifies Him. In understanding this religion, it includes three terms, namely Islam, Iman and Ihsan. As contained in the hadith of Gabriel when he came to the Prophet in front of his companions and asked about Islam, faith (Iman) and Ihsan. Then, the Prophet explained one by one the questions. Then he said, "This is Gabriel coming to you to teach religion" the importance of monotheism to ensure people's lives from the dangers of the hereafter and reckoning, where all the Apostles sent by Allah to call to preach to mankind begins with introducing Tawhid to Mad'u (Audience).
MATERI DAN METODE DAKWAH MENURUT HAMKA (Studi Analisis Tafsir Al-Azhar Surat Luqman Ayat 12 -19) Tedo Harischandra G; Kamalludin; Retno Triwoelandari
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.471

Abstract

Abstrak Berbagai perilaku menyimpang dari anak (misalnya kenakalan remaja, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan lain-lain) mempunyai kaitan dengan sistem keluarga yang mencerminkan adanya kelainan psikopatologi (kelainan kejiwaan) dari salah satu anggota keluarga. Di dalam Al-Qur’an Allah telah menukilkan banyak ayat yang membicarakan tentang dakwah kepada anak, diantaranya dalam surah Luqman ayat 12 – 19. Di ayat ini Allah menceritakan bagaimana cara pendidikan aqidah dan akhlak keluarga yang baik untuk menghasilkan generasi yang baik pula. Adapun tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian ini adalah ingin mengetahui kandungan surah Luqman ayat 12 – 19 tentang metode dakwah kepada anak. Jenis penelitian kualitatif yang dipakai adalah studi pustaka (library reseach) dan tokoh. Penulisan ini menggunakan metodologi analisis yang kualitatif. Ada tiga cara Luqman dalam menyampaikan dakwah kepada anaknya yakni Metode Nasehat, metode teladan, dan metode pembiasaan. Dakwah anak dalam Al-Qur‟an surah Luqman ayat 12-19 menurut tafsir Al-Azhar diantaranya mencakup tiga metode dakwah yang menjadi pokok (pondasi), yaitu: pertama, Aqidah, sebagai pendidikan dasar pengenalan dan pendidikan keyakinan terhadap ke-Esaan Tuhan. Kedua, Ibadah, sebagai pendidikan membangun hubungan dengan Tuhan dan sebagai perwujudan kesinambungan dan implementasi dari dakwah aqidah. Ketiga, Akhlak, sebagai bekal anak untuk mengadaptasikan diri dalam keluarga (orang tua) dan berinteraksi dengan masyarakat serta lingkungannya dalam kehidupannya. Abstract Various deviant behaviors from children (eg juvenile delinquency, drug abuse, etc.) are related to the family system which reflects the presence of psychopathological disorders (psychological disorders) from one of the family members. In the Qur'an Allah has quoted many verses that talk about da'wah to children, including in Surah Luqman verses 12-19. In this verse Allah tells how to educate children about aqidah and good family morals to produce a good generation as well. The goal to be achieved with this research is to know the content of Surah Luqman verses 12-19 about the method of da'wah to children. The type of qualitative research used is library research and figures. This writing uses a qualitative analysis methodology. There are three ways in Surah Luqman that conveys da'wah to his children, namely the method of advice, the method of exemplary, and the method of habituation. Da'wah for children in Al-Qur'an Surah Luqman verses 12-19 according to the interpretation of Al-Azhar includes three methods of da'wah which are the main (foundation), namely: first, Aqidah, as a basic education for the introduction and education of belief in the Oneness of God. Second, Worship, as education to build a relationship with God and as a manifestation of the continuity and implementation of aqidah da'wah. Third, morality, as a provision for children to adapt themselves in the family (parents) and interact with society and their environment in their lives.
Konsep Profesionalisme Guru Dalam Perspektif Pendidikan Islam Viki Bayu Mahendra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.472

Abstract

Abstrak Kompetensi guru adalah keahlian, pengetahuan, prilaku dan keterampilan yang dimiiki guru. Kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para gurunya. Sebagus-bagusnya rancangan kurikulum, teknologi pendidikan, ataupun perencanaan pendidikan, jika tanpa guru yang berkualitas, maka tidak akan membawa kesuksesan dalam meraih tujuan pendidikan. Guru bukan hanya memikirkan metode-metode pengajaran di kelas saja, akan tetapi bagaimana mengembangkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan tingkah laku. Guru tahfizhh al-Qur’an merupakan orang yang terbaik dan mulia karena dia mengajarkan wahyu Allah ﷻ kepada para murid. Guru tahfizh harus memiliki beragam kompetensi atau keahlian dalam membina santri, agar santri yang dihasilkan mempunyai mutu dan berdaya guna. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi guru tahfizh perspektif imam an-Nawawi dalam kitab al-Tibyān Fī Ᾱdāb Ḥamalah al-Qur‘ān dan implementasinya di PPMS Ulil Albaab UIKA Bogor. Metode penelitian ini menggunakan study pustaka (library research) dan survei lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menurut imam an-Nawawi adalah kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi Islamic worldview. Adapun kompetensi yang ada di PPMS Ulil Albaab UIKA ialah kompetensi keilmuan, kompetensi akhlak, kompetensi Islamic worldview, kompetensi profesional, kompetensi diyanah dan kompetensi jamaah. Abstract The purpose of this research is to define teacher professionalism from the standpoint of Islamic education. The method employed is library research. The books used in the research are The Basics of Science by Hasbullah, Teacher Professionalism by A. Samana, The Profile of Professional Educators by Piet A. Sahertian, and The Teaching Profession by Soetjipto and Raflis A. Kosasai. These books explain the ideal teacher both in general and in the context of Islamic education. The findings of this study suggest that instilling religious values in children at a young age is critical in preparing them to face today's challenges, and professional teachers play an important role in this process. Professional teachers must possess four competencies: pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence. Islam regards parents as teachers because they have the responsibility of being the first educators and laying the first solid foundation for their children to face the future. The study concluded that professional teachers are teachers who have multiple competencies and are not only embedded in teachers in educational institutions but parents as the first teachers in the family are also referred to as teachers.
MEDIA DAKWAH MASJID (Studi Kasus : Masjid As Sofia Bogor) Zulfikar
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.473

Abstract

Abstrak Proses dakwah terjadi karena adanya interaksi antara sejumlah unsur yang meliputi: da’i (komunikator) atau penyampai dakwah, penerima atau pendengar, lingkungan dan sarana (media dakwah). Unsur-unsur tersebut merupakan sebuah sistem yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya dalam suatu aktivitas dakwah. Salah satu Masjid yang menghidupkan dakwah dengan berbagai media yang dimiliki adalah Masjid As Sofia Bogor. Adapun tujuan penelitian ini agar mengetahui gambaran pengelolaan media dakwah masjid yang dilakukan oleh pengurus Masjid As sofia sehingga masjid-masjid yang ada menjadi makmur, dan menjadi sentral kegiatan dakwah masyarakat di sekitarnya. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yaitu merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti. Konsep media dakwah masjid As Sofia adalah memaksimalkan peran media yang ada dengan berbagai diversifikasinya untuk menunjang kelangsungan tujuan dakwah yang utama yaitu menyampaikan intisari, ilmu serta informasi keagamaan seluas-luasnya. Media Dakwah masjid As Sofia memegang konsep sebagai media, wasilah, sarana untuk mencapai tujuan dakwah, kemudian dikembangkan dalam bentuk jenis-jenis media dakwah lain yang mencakup media visual, audio visual, media cetak, dan media-media akhlak. Abstract The da'wah process occurs because of the interaction between a number of elements which include: da'i (communicator) or preacher of da'wah, recipient or listener, environment and facilities (media da'wah). These elements constitute a system that influences each other in a da'wah activity. One of the mosques that enliven da'wah with various media is the As Sofia Mosque, Bogor. The purpose of this study is to find out the description of the management of the mosque's da'wah media carried out by the administrators of the As Sofia Mosque so that the existing mosques become prosperous, and become the center of the da'wah activities of the surrounding community. This research method used is descriptive research method, which is a study of problems in the form of current facts from a population. The purpose of descriptive research is to test hypotheses or answer questions related to the current status of the subjects studied. The concept of the As Sofia mosque preaching media is to maximize the role of the existing media with various diversifications to support the continuity of the main missionary goal, namely conveying the essence, knowledge and religious information as widely as possible. Media Da'wah As Sofia mosque holds the concept as a medium, wasilah, a means to achieve da'wah goals, then developed in the form of other types of da'wah media which include visual media, audio visual, print media, and moral media.
Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Tingkat SMP di Nuraida Islamic Boarding School Bogor Egar Zulkarnindra
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.474

Abstract

Abstrak Bahasa inggris adalah ilmu alat yang perlu dimiliki oleh seorang muslim pada zaman ini, fungsi bahasa inggris adalah sebagai alat pengungkap realitas dan ilmu pengetahuan di abad 21 juga sebagai alat untuk mendakwahkan agama Islam secara global. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran bahasa Inggris tingkat SMP di Nuraida Islamic Boarding School Bogor. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara. Peneliti mendapatkan bahwa dalam proses pembelajaran bahasa inggris Nuraida Islamic Boarding School Tingkat SMP menggunakan metode jigsaw, metode penugasan descriptive text, dan metode demonstration. Abstract English is a science that needs to be owned by a Muslim at this time, the function of English is as a tool for revealing reality and science in the 21st century as well as a tool for preaching Islam globally. The purpose of this study was to find out the method of learning English at the junior high school level at Nuraida Islamic Boarding School Bogor. The research method used by the author is a qualitative descriptive research method. The author used an interview technique to collect data which needed in the field. The author found that in the process of learning English, Nuraida Islamic Boarding School at the Junior High School level used the jigsaw method, the descriptive text assignment method, and the demonstration method.
KURIKULUM AKHLAQ SANTRI TAHFIDZ AL-QUR’AN TINGKAT SMP (Analisis Kitab Tazkiyatun Nafsi Karya Ibnu Taimiyah dan SMP IT El Ma’mur Bogor) Sulhan; Abas Mansur Tamam; Anung al-hamat
Rayah Al-Islam Vol 5 No 01 (2021): Rayah Al-Islam April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i01.475

Abstract

Abstrak SULHAN. Kurikulum Akhlaq Santri Tahfidz Al-Qur’an Tingkat SMP (Analisis Kitab Tazkiyatun Nafsi Karya Ibnu Taimiyah dan SMP IT El Ma’mur Bogor). Dibimbing oleh Abas Mansur Tamam dan Anung Al-Hamat. Wajah pendidikan di Indonesia terus mengalami degradasi yang sangat mengkhwatirkan diantaranya hilangnya nilai-nilai moral, etika dan akhlaq. Banyak terjadi tawuran, pergaulan bebas, LGBT, melakukan aborsi, peredaran narkoba Kurangnya rasa hormat anak-anak terhadap guru di sekolah. Juga tidak jarang ditemukan santri yang pacaran, kasus kekerasan, kasus pencabulan, menonton video porno, mengkonsumsi miras dan bahkan obat- obat terlarang. Penelitian ini bersifat kualitatif, dalam metode penelitiannya menggunakan metode library research (studi pustaka) dan lapangan. Sebagai riset lapanganya dengan melakukan wawancara dan observasi. Adapun hasil dari penelitian ini yakni membuat satu bentuk kurikulum akhlaq santri tahfidz al-qur’an untuk tingkat SMP. Dalam pembuatan kurikulum berpedoman pada komponen utama kurikulum yaitu komponen tujuan, komponen materi, komponen metode dan komponen evaluasi. Abstract SULHAN. The Akhlaq Santri Tahfidz Al-Qur'an Curriculum for Junior High School (Analysis of the Tazkiyatun Nafsi Book by Ibn Taimiyah and SMP IT El Ma'mur Bogor). Supervised by Abas Mansur Tamam and Anung Al-Hamat. The face of education in Indonesia continues to experience degradation which is very worrying, including the loss of moral, ethical and moral values. There are many brawls, promiscuity, LGBT, abortion, drug trafficking. Children's lack of respect for teachers at school. It is also not uncommon to find students who are dating, cases of violence, cases of obscenity, watching pornographic videos, consuming alcohol and even illegal drugs. This type of literature research is qualitative, in its research method using library research and field research methods. As a field research, the author also conducts research by conducting interviews and observations. After that, the results will be analyzed critically so that it becomes a systematic and complete theory. The results of this study are to create a curriculum for the morality of tahfidz al-qur'an students for the junior high school level. In making the curriculum, it is guided by the main components of the curriculum, namely the objective component, material component, method component and evaluation component.
Manajemen Asrama dalam Meningkatkan Kedisipinan Santri Tingkat MTs di Pesantren Al-Ma’tuq Upang; Akhmad Alim
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.476

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen asrama dalam meningkatkan kedisiplinan santri tingkat MTs di Pesantren Al-Ma’tuq Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan coding data, kategorisasi data dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen asrama dengan tujuan peningkatan kedisiplinan santri yang dilaksanakan di pesantren Al-Ma’tuq dapat terlaksana dengan baik, hal ini tidak terlepas dari unsur-unsur manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Adapun temuan lain dalam penelitian ini menunjukkan bahwa di pesantren Al-Ma’tuq ini terdapat pembentukan organisasi intern kamar yang melibatkan santri untuk mengelola asrama, tentunya tetap dalam pengawasan Musyrif. Hal ini bertujuan untuk membantu para Musyrif dalam penyelenggaraan dan pengelolaan kegiatan asrama agar berjalan dengan lancar dan dapat memberikan dampak bagi santri dalam meningkatkan kedisiplinannya. Abstract This study aims to find out how the management of the dormitory in improving the discipline of students at the MTs level at the Al-Ma'tuq Islamic Boarding School, Sukabumi Regency. The research method used is descriptive method using a qualitative approach. The techniques used in data collection are observation, interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out by data coding, data categorization and data interpretation. The results of this study indicate that the management of the dormitory with the aim of increasing student discipline carried out at the Al-Ma'tuq Islamic boarding school can be carried out well, this is inseparable from the elements of management, namely planning, organizing, implementing and supervising. The other findings in this study indicate that at the Al-Ma'tuq Islamic boarding school there is the formation of an internal room organization that involves students to manage the dormitory, of course it is still under the supervision of Musyrif. This aims to assist the Musyrif in organizing and managing dormitory activities so that they run smoothly and can have an impact on students in improving their discipline.
Studi Tentang Nilai-Nilai Islam Pada Buku Tematik Terpadu Kelas II SD/MI Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan Wildan Faroz; Budi Handrianto; Abdul Hayyie Al Kattani
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.477

Abstract

Abstrak Alokasi jam pelajaran agama Islam yang minim serta buku-buku teks pembelajaran yang kosong dari muatan-muatan keislaman harus mampu memotivasi para praktisi pendidikan dalam mewujudkan sarana-sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai Islam pada buku tematik kelas 2 SD tema 6yang kemudian dievaluasi sehingga nanti buku tersebut dapat dikembangkan agar memiliki muatan-muatan keislaman yang relevan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam pada setiap mata pelajaran dan pada setiap bahan ajar. Penelitain ini bersifat deskriptif kualitatif dengan hasil penelitian bahwa nilai-nilai Islam pada buku ajar Tematik Terpadu kelas 2 SD Tema 6 yaitu; (1) nilai merawat kelestarian lingkungan, (2) nilai ihsan (berbuat baik) kepada orang lain dan (3) nilai disiplin dan patuh dengan evaluasi bahwa peserta didik tidak diperkenalkan bahwa nilai-nilai yang dipelajari adalah ajaran agama Islam. Peserta didik juga tidak dikenalkan mengenai peran mereka sebagai seorang muslim (hamba Allah ﷻ). Abstract The minimal allocation of Islamic teaching hours and learning text books that are empty of Islamic content must be able to motivate education practitioners in realizing the means to instill Islamic values in students. This research is focused on the analysis of Islamic values in the thematic book of grade 2 SD theme 6 which is then evaluated so that later the book can be developed so that it has relevant Islamic contents. This research is expected to help teachers transform Islamic values in each subject and in each teaching material. This research is a descriptive qualitative research with the results of the research that Islamic values in the Integrated Thematic textbook class 2 SD Theme 6 are; (1) the value of caring for environmental sustainability, (2) the value of ihsan (doing good) to others and (3) the value of discipline and obedience to the evaluation that students are not introduced to the values being learned are Islamic teachings. Students are also not introduced to their role as a Muslim (servant of Allah ﷻ).
Pendidikan Akhlak Pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Rawadenok Depok Wasiatul Jannah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.478

Abstract

Abstrak Pendidikan akhlak merupakan bagian dari ajaran pendidikan Islam. Padahal kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia sebagian besar beragama Islam. Dengan pendidikan akhlak yang baik ini diharapkan nilai-nilai ajaran pendidikan Islam dapat ditanamkan dan dilaksanakan di negara Indonesia ini. Pendidikan akhlak yang baik akan menghantarkan pelakunya menjadi manusia yang berakhlak mulia di berbagai lini kehipan. Karena begitu pentingnya pendidikan akhlak ini maka perlu dikaji ulang dan dikomparasikan dengan pemikiran tokoh Barat. Artikel ini membahas tentang bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam perspektif al Ghazali yang dikomparasikan dengan pemikiran tokoh Barat. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang konsep pendidikan akhlak yang dikaitkan dengan pendidikan Islam yang ada pada masa sekarang. Nilai-nilai pendidikan akhlak merupakan suatu hal yang perlu untuk ditanamkan pada diri anak, dan hal itu yang juga coba diterapkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Rawadenok Depok. Adapun tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui seperti apa pendidikan akhlak hang diterapkan pada MI Al-Hidayah Rawadenok Depok, baik dari segi program, metode dan prosesnya. Penelitian ini memakai penelitian kualitatif by research, yakni terdapat penelitian lapangan juga penelitian pustaka. Hal ini dilakukan guna untuk mendapatkan gambaran yang lebih real terkait pendidikan akhlak pada sekolah teersebut. Sampel penelitian yang digunakan adalah Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Rawadenok Depok. Hasil dari penelitian ini meliputi program yang digunakan dalam pendidikan akhlak pada MI Al Hidayah Rawadenok adalah program pembelajaran ditambah program halqah tarbiyah, adapaun metode pendidikan akhlak yang diterapkan adalah metode keteladanan, pembiasaan dan pujian serta proses dalam pendidikan akhlak dilakukan dengan memperhatikan berbagai hal, yakni pendidikan akhlak kepada Allah, kepada diri sendiri dan kepada sesama. Diharapkan ketika metode, program dan proses berjalan dengan baik dan maksimal, maka akan menghasilkan anak didik yang memiliki kepribadian Islam. Abstract Moral education is part of the teachings of Islamic education. Even though we all know that the Indonesian state is mostly Muslim. With good moral education, it is hoped that the values of Islamic education can be instilled and implemented in this country. Good moral education will lead the perpetrators to become human beings with noble morals in various lines of life. Because of the importance of moral education, it needs to be reviewed and compared with the thinking of Western figures. This article discusses how the concept of moral education in al Ghazali's perspective is compared with the thinking of Western figures. This study is expected to contribute ideas about the concept of moral education associated with Islamic education that exists today. The values of moral education are something that needs to be instilled in children, and this is what Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Rawadenok Depok is also trying to implement. The purpose of writing this journal is to find out what kind of morality education hangs on MI Al-Hidayah Rawadenok Depok, both in terms of programs, methods and processes. This research uses qualitative research by research, namely there is field research as well as library research. This is done in order to get a more real picture related to moral education at the school. The research sample used was Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Rawadenok Depok. The results of this study include the program used in moral education at MI Al Hidayah Rawadenok is a learning program plus the halqah tarbiyah program, while the moral education method applied is exemplary, habituation and praise methods and the process in moral education is carried out by paying attention to various things, namely education. morals to Allah, to yourself and to others. It is hoped that when the methods, programs and processes run well and optimally, it will produce students who have Islamic personalities.