cover
Contact Name
Putranto Manalu
Contact Email
putrantomanalu@unprimdn.ac.id
Phone
+6261453 2820
Journal Mail Official
jpms@unprimdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Belanga No.1 Simp. Jl. Ayahanda, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Prima Medika Sains
ISSN : 26863502     EISSN : 27146707     DOI : https://doi.org/10.34012/jpms
Core Subject : Health,
Jurnal Prima Medika Sains adalah jurnal ilmiah di bidang kesehatan dan kedokteran yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Universitas Prima Indonesia yang secara teknis dikelola Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Berisi tulisan hasil penelitian lapangan atau laboratorium maupun studi pustaka di bidang kesehatan dan kedokteran.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2021): Juni" : 7 Documents clear
Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada industri pengolahan minyak kelapa sawit Tarigan, Susiani
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1469

Abstract

Upaya penanggulangan risiko bahaya industri harus dikendalikan sebaik mungkin. Keselamatan harus dikelola dalam sistem manajemen yang disebut sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Data dari P2K3 sebuah industri pengolahan minyak kelapa sawit di Asahan menunjukkan bahwa pada tahun 2016-2018 menunjukkan kasus terbanyak yang terjadi adalah semburan dari katup uap. Penelitian ini menganalisis penerapan SMK3 dalam pengendalian kecelakaan kerja pada steam valve pada industri pengolahan minyak sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan desain studi cross-sectional dengan data retrospektif selama 3 tahun (tahun 2016-2018). Sampel diambil dari seluruh jumlah populasi (sampling jenuh) berjumlah 48 orang yang terdiri dari 1 orang manajer, 29 orang pekerja di bagian instalasi katup uap, dan 18 orang pengurus Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3). Data primer diperoleh dengan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner berdasarkan Permenaker No. 05/Men/969 yang berisi pertanyaan tentang penerapan SMK3. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi struktur organisasi, laporan kecelakaan selama 2016-2018, catatan medis tenaga kerja, dan data-data tingkat pendidikan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada satupun bidang penerapan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang terlaksana dengan baik sesuai Permenaker No. 05/Men/96. Hal ini disebabkan karena tim P2K3 belum bekerja dengan optimal dalam mencegah kecelakaan kerja khususnya pada katup uap di industri tersebut. Perusahaan perlu membuat suatu program pencegahan kecelakaan kerja pada katup uap meliputi pengendalian secara administratif, penyuluhan, dan pendidikan teknis secara berkala.
Kepatuhan pedagang pasar pagi dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 Ginting, Tarianna; Kaban, Dhian Ladea; Ginting, Rapael
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1649

Abstract

Status pandemi yang diberikan World Health Organization (WHO) menjadikan protokol kesehatan COVID-19 harus dipatuhi dengan tujuan menekan laju penyebarannya. Pasar merupakan tempat umum yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat. Penerapan protokol kesehatan di tempat umum seperti pasar diharapkan dapat menjadi upaya dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui determinan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada Masyarakat Pasar Pagi Padang Bulan Kota Medan Sumatera Utara Tahun 2020. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan metode survey dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang Pasar Pagi Padang Bulan Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 133 orang dan dipilih menggunakan random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mnggunakan kuisioner yang diberikan kepada sampel. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh tingkat pendidikan (0,918), pengetahuan (0,268), dan sikap (0,104) dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 pada pedagang Pasar Pagi Kota Medan. Namun faktor lingkungan sosial (0,017) mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19.
Tindakan pencegahan infeksi silang kepaniteraan klinik mahasiswa di RSGM Universitas Prima Indonesia Hutajulu, Yohanes; Hutagalung, Mangatas Halomoan Parluhutan; Molek, Molek
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1671

Abstract

Banyak tenaga medis dan pasien di kedokteran gigi yang beresiko tertular penyakit infeksi. Dokter gigi muda rentan mengalami infeksi silang selama memberikan perawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan infeksi silang kepaniteraan klinik RSGM Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan tindakan pencegahan infeksi silang kepanite-raan klinik RSGM Universitas Prima Indonesia. Penelitian dilakukan di RSGM Universitas Prima Indonesia pada bulan Maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kepaniteraan klinik RSGM FKG Universitas Prima Indonesia  yaitu sebanyak 100 orang. Dari hasil perhitungan sampel dengan menggunakan rumus Slovin maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas mahasiswa kepaniteraan klinik RSGM Universitas Prima Indonesia pengetahuan dan tindakan pencegahan infeksi silang berturut-turut pada kategori baik (95%) dan kategori cukup (80%).
Isolasi Lactobacillus sp dari susu segar kemasan dan uji antimikroba terhadap bakteri patogen Salmonella sp dan Streptococcus mutan Lubis, Adhayani; Natali, Oliviti; Arhamni, Ade; Masyitah, Masyitah; Ariyanto, Ariyanto; Marpaung, Hans Hotma Haposan; Panjaitan, Linda
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1763

Abstract

Nilai gizi yang tinggi pada susu merupakan media yang baik untuk pertumbuhan berbagai macam mikroorganisme, baik yang menguntungkan maupun yang dapat membahayakan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan Lactobacillus sp yang diisolasi dari susu segar terhadap bakteri patogen Gram (+) dan Gram (-) yaitu Salmonella sp, Streptococcus mutan secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan total populasi BAL pada susu segar kemasan adalah 200x108 CFU/g. Pada pewarnaan Gram menujukkan hasil pewarnaan Gram yang positif, sedangkan pada uji katalase menjukkan reaksi yang negatif dan uji aktivitas antimikroba yang menggunakan metode difusica kram MRS broth. Susu segar kemasan mampu menghambat Salmonella sp dengan zona hambat tertinggi adalah 11,925 mm sedangkan pada Streptococcus mutans mampu menghambat dengan zona tertinggi yaitu 13,45 mm.
Hubungan antara ketuban pecah dini dengan nilai Apgar pada kehamilan aterm Alexander, Rico; Rahimi, Armon; Mukhtar, Zulfikri; -, Djohan; Chandra, Rudi; Nasution, Syamsul Arifin
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1775

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan salah satu penyebab terjadinya asfiksia neonatorum dan infeksi yang dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara lama ketuban pecah dini dengan nilai Apgar pada kehamilan aterm yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Dari sampel yang memenuhi kriteria restriksi didapat 68 ibu dengan kasus KPD. Hasil penelitian menunjukkan hasil lama KPD < 12 jam dengan Apgar baik adalah sebesar 22 kasus (73,3%) dan dengan Apgar buruk sebanyak 8 kasus (26,7%) sedangkan KPD ≥ 12 jam dengan Apgar baik sebesar 10 kasus (26,3%) dan nilai Apgar buruk sebesar 28 kasus (73,7%). Dari uji statistik dengan tes Chi Square didapatkan nilai X2 = 14,876 dan probabilitasnya (ρ) = 0,001. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara lama ketuban pecah dini dengan nilai Apgar.
Uji efektifitas antibakteri ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus Natali, Oliviti; Tarigan, Antje Irmella; Sarumpaet, Elpina; Salim, Susanto; Dewani, Yunita; Hanida, Wika; Yensuari, Yensuari
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1776

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L) secara medis banyak mengandung senyawa kimia yang berkhasiat (flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri). Senyawa-senyawa tersebut diduga mampu menghambat pertumbuhan Bacillus cereus, yakni bakteri yang mengkontaminasi makanan serta menghasilkan racun penyebab diare. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh ekstrak daun jambu biji terhadap pertumbuhan Bacillus cereus serta menentukan konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Penelitian ini menggunakan rancangan sistematis lengkap dengan 13 perlakuan dengan 3 pengulangan, yaitu pemberian kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak murni, serta ekstrak daun jambu biji dengan pelarut 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%,70%, 80%, 90% dan 100%. Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat, dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji pada semua konsentrasi berpengaruh pada pertumbuhan Bacillus cereus dengan konsentrasi paling optimal yaitu sampai 100% yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 13 mm. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun jambu biji, maka daya hambatnya terhadap pertumbuhan Bacillus cereus juga semakin tinggi.
Efektivitas sabun antiseptik dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhi Kristy, Anastasia; Lubis, Adhayani; Rahimi, Armon; Alexander, Rico; -, Janice; Rosari, Anita; Kotsasi, Fransiska; Pardianto, Gede
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji daya hambat sabun antiseptik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Sampel yang dipakai adalah sebanyak 4 sabun antiseptik (sabun A, B, C dan D) dengan masing-masing konsentrasi sebesar 10%, 20%, 30% dan 40%. Proses pengenceran sesuai dengan konsentrasinya dapat mengubah kemampuan sabun dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang diuji dengan metode difusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa keempat sampel sabun antiseptik memiliki efektivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Salmonella typhi. Namun pada Escherichia coli, rata-rata diameter zona hambat yang paling besar adalah pada sabun antiseptik A dengan konsentrasi 40% yaitu 26 mm dan rata-rata diameter zona hambat paling kecil adalah pada sabun antiseptik D dengan konsenstrasi 10% yaitu 7 mm. Sedangkan pada Salmonella typhi rata-rata diameter zona hambat paling besar adalah pada sabun antiseptik A dengan konsentrasi 40% yaitu 20 mm dan rata-rata diameter zona hambat paling kecil adalah pada sabun antiseptik B dengan konsentrasi 10% yaitu 10 mm. Hal tersebut dapat terjadi karena dinding penyusun dari kedua bakteri tersebut berbeda dan kandungan dari masing-masing sabun juga berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 7