Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perilaku penggunaan APD dan kecelakaan kerja pada pekerja pabrik kelapa sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu Sinurat, Buenita; Siregar, Santy Deasy; Oetari, Widyaningsih; Pardianto, Gede; Wienaldi, Wienaldi; Sidabutar, Mitra Juniaty
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.496 KB) | DOI: 10.34012/bkkp.v1i2.2817

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani pekerja dan dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. APD adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya di tempat kerja atau kecelakaan kerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Perilaku Penggunaan APD dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu, Kec. Kabun, Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berkerja di Pabrik Kelapa Sawit dengan jumlah 140 orang dan sampel sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap para perkerja saat di tempat kerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan bivariate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 2 faktor yang memiliki hubungan yang bermakna dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu, Kec. Kabun, Riau yaitu pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.019). Diharapkan perusahaan menyediakan training (pelatihan) kepada pekerja untuk meningkatkan pengetahuan para pekerja dan juga diharapkan perusahaan membentuk tim untuk memonitor kedisplinan pekerja dalam kepatuhan penggunaan APD sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.
Efektivitas antimikroba ekstrak buah andaliman terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae Br Ginting, Lois Eprillia; Kotsasi, Fransisca; Chiuman, Linda; Nadapdap, Thomson; Liena, Liena; Pardianto, Gede
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i2.4701

Abstract

Klebsiella pneumoniae masih menjadi salah satu penyebab utama pneumonia di beberapa negara. Upaya pengendalian telah banyak dilakukan terbukti dengan adanya antibiotik. Namun sejauh ini antibiotik seperti antibiotik yang mengandung cincin beta-laktam di antaranya adalah meropeenem, kloramfenikol dapat menyebabkan resistensi karena penggunaan karena penggunaan tidak rasional dan efek samping penggunaan antibiotik yang paling dominan adalah reaksi alergi. Maka masyarakat melakukan upaya pengobatan secara tradisional seperti buah andaliman. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba konsentrasi ektrak buah andaliman terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode difusi cakram. Hasil uji menunjukkan rata-rata diameter zona hambat pada Klebsiella pneumoniae adalah 10,22 mm, 7,58 mm, 8,51 mm, dan 7,60 mm pada konsentrasi 100%, 75%, 50%,dan 25% secara berurutan. Dapat disimpulkan ekstrak buah andaliman berpotensi sebagai antibakteri konsentrasi keseluruhan dan konsentrasi paling optimal adalah 100% (10,22 mm).
Safety of Phacoemulsification with Gradual Hydro Dissection on Posterior Polar Cataract Parmono, Ahda Firstaputra; Pardianto, Gede; Purworini, Diyah
Vision Science and Eye Health Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Vision Science and Eye Health Journal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/vsehj.v3i3.2024.51-54

Abstract

Introduction: Phacoemulsification has been a procedure of choice for treating cataractous lenses and restoring visual function. Posterior polar cataract have been one of many cases in which phaco surgeons should be careful and aware for more to perform phacoemulsification. One hydrodissection procedure is safe to perform as an alternative to hydrodileniation during phacoemulsification for posterior cataract. It is called gradual hydrodissection. Methods: This study performed a quasi-experimental pre-post study that tested the safety of gradual hydrodissection in phacoemulsification in 50 eyes of 50 patients. The safety parameter used in this study includes the incidence of posterior capsule rupture and nucleus drop during phacoemulsification until surgery is finished. Descriptive statistics were used to summarize the characteristics of the study participants, such as age, sex, race, eye laterality, and previous intraocular surgery. A paired student’s t-test was conducted to compare preoperative and postoperative values for visual acuity and intraocular pressure. The P <0.05 was considered the level of statistical significance. Results: There was no complication of the posterior capsule during the hydrodissection procedure. There was a statistically significant difference in visual acuity and intraocular pressure before and after surgery by P value <0.001. All of the phacoemulsification studies were considered uneventful and successful. Conclusions: Gradual hydrodissection may be safe to be performed in phacoemulsification for posterior polar cataract.
Efektivitas sabun antiseptik dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhi Kristy, Anastasia; Lubis, Adhayani; Rahimi, Armon; Alexander, Rico; -, Janice; Rosari, Anita; Kotsasi, Fransiska; Pardianto, Gede
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v3i1.1788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji daya hambat sabun antiseptik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Sampel yang dipakai adalah sebanyak 4 sabun antiseptik (sabun A, B, C dan D) dengan masing-masing konsentrasi sebesar 10%, 20%, 30% dan 40%. Proses pengenceran sesuai dengan konsentrasinya dapat mengubah kemampuan sabun dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang diuji dengan metode difusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa keempat sampel sabun antiseptik memiliki efektivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Salmonella typhi. Namun pada Escherichia coli, rata-rata diameter zona hambat yang paling besar adalah pada sabun antiseptik A dengan konsentrasi 40% yaitu 26 mm dan rata-rata diameter zona hambat paling kecil adalah pada sabun antiseptik D dengan konsenstrasi 10% yaitu 7 mm. Sedangkan pada Salmonella typhi rata-rata diameter zona hambat paling besar adalah pada sabun antiseptik A dengan konsentrasi 40% yaitu 20 mm dan rata-rata diameter zona hambat paling kecil adalah pada sabun antiseptik B dengan konsentrasi 10% yaitu 10 mm. Hal tersebut dapat terjadi karena dinding penyusun dari kedua bakteri tersebut berbeda dan kandungan dari masing-masing sabun juga berbeda.
Perilaku penggunaan APD dan kecelakaan kerja pada pekerja pabrik kelapa sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu Sinurat, Buenita; Siregar, Santy Deasy; Oetari, Widyaningsih; Pardianto, Gede; Wienaldi, Wienaldi; Sidabutar, Mitra Juniaty
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v1i2.2817

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani pekerja dan dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. APD adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya di tempat kerja atau kecelakaan kerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Perilaku Penggunaan APD dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu, Kec. Kabun, Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berkerja di Pabrik Kelapa Sawit dengan jumlah 140 orang dan sampel sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap para perkerja saat di tempat kerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan bivariate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 2 faktor yang memiliki hubungan yang bermakna dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. Padasa Enam Utama Kalianta Satu, Kec. Kabun, Riau yaitu pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.019). Diharapkan perusahaan menyediakan training (pelatihan) kepada pekerja untuk meningkatkan pengetahuan para pekerja dan juga diharapkan perusahaan membentuk tim untuk memonitor kedisplinan pekerja dalam kepatuhan penggunaan APD sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.
Efektivitas antimikroba ekstrak buah andaliman terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae Br Ginting, Lois Eprillia; Kotsasi, Fransisca; Chiuman, Linda; Nadapdap, Thomson; Liena, Liena; Pardianto, Gede
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i2.4701

Abstract

Klebsiella pneumoniae masih menjadi salah satu penyebab utama pneumonia di beberapa negara. Upaya pengendalian telah banyak dilakukan terbukti dengan adanya antibiotik. Namun sejauh ini antibiotik seperti antibiotik yang mengandung cincin beta-laktam di antaranya adalah meropeenem, kloramfenikol dapat menyebabkan resistensi karena penggunaan karena penggunaan tidak rasional dan efek samping penggunaan antibiotik yang paling dominan adalah reaksi alergi. Maka masyarakat melakukan upaya pengobatan secara tradisional seperti buah andaliman. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba konsentrasi ektrak buah andaliman terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode difusi cakram. Hasil uji menunjukkan rata-rata diameter zona hambat pada Klebsiella pneumoniae adalah 10,22 mm, 7,58 mm, 8,51 mm, dan 7,60 mm pada konsentrasi 100%, 75%, 50%,dan 25% secara berurutan. Dapat disimpulkan ekstrak buah andaliman berpotensi sebagai antibakteri konsentrasi keseluruhan dan konsentrasi paling optimal adalah 100% (10,22 mm).