cover
Contact Name
Wakhyu Dwiono
Contact Email
Wakhyudwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljrre@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202 Purwokerto 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Rekayasa Elektro
ISSN : 26854341     EISSN : 26855313     DOI : -
Jurnal Riset Rekayasa Elektro dimaksudkan sebagai media hasil penelitian bidang elektro di kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat pada umumnya. Jurnal Riset Rekayasa Elektro meliputi topik-topik penelitian bidang elektro sebagai berikut: 1. Teknik Tenaga Listrik 2. Sistem Telekomunikasi 3. Teknik Kendali 4. Kecerdasan Buatan 5. Sistem Robotika 6. Instrumentasi Biomedis.
Articles 95 Documents
Unjuk Kerja FLC (Fuzzy Logic Controller) Pada Pengendalian Suhu Inkubator Ayam Bayu Hendra Pratama; Arif Johar Taufiq
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.29654

Abstract

Pengendalian suhu yang akurat dan stabil merupakan faktor kritis dalam keberhasilan pemeliharaan anak ayam pada fase brooding. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pengendalian suhu inkubator ayam berbasis Fuzzy Logic Controller (FLC) dengan pendekatan FLC-like PID, di mana rentang fungsi keanggotaan diturunkan secara setara dengan penyetelan gain PID menggunakan metode Ziegler-Nichols. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, sensor DHT22, lampu halogen sebagai pemanas, dan motor BLDC sebagai pendingin. Empat konfigurasi fungsi keanggotaan dirancang dan diuji pada tiga skenario: tanpa gangguan siang hari, tanpa gangguan malam hari, dan dengan gangguan eksternal berupa pembukaan pintu inkubator. Evaluasi dilakukan terhadap sepuluh parameter unjuk kerja meliputi rise time, settling time, overshoot, steady-state error, IAE, ITAE, RMSE, dan stabilitas (σ). Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat kombinasi mampu mempertahankan suhu pada setpoint 35°C dengan maximum overshoot di bawah 2%. Pada kondisi malam hari tanpa gangguan, Kombinasi 1 menghasilkan unjuk kerja terbaik secara menyeluruh dengan overshoot 0,75%, rise time 136 detik, steady-state error -0,070°C, IAE 787,27, ITAE 186.650, dan RMSE 0,0808. Pada kondisi siang hari, Kombinasi 4 unggul dalam kecepatan respons dengan rise time 61 detik dan settling time 109 detik. Sistem FLC juga terbukti robust terhadap gangguan eksternal, baik sesaat maupun berkepanjangan. Pendekatan FLC-like PID berbasis Ziegler-Nichols memberikan prosedur penyetelan yang terstruktur dan dapat direplikasi sebagai alternatif yang lebih sistematis dibanding trial and error pada aplikasi inkubator berbasis mikrokontroler berbiaya rendah.
Sistem Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT untuk Peternakan Kambing Muhammad Taufiq Tamam; Latiful Hayat; Winarso; Regawa Bayu Pamungkas; Ahmad Dawam
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kadar gas amonia (NH3) dan metana (CH4) pada peternakan kambing berbasis IoT (Internet of Things). Sistem ini menggunakan sensor gas MQ-135 untuk mendeteksi kadar amonia, sensor MQ-4 untuk mendeteksi kadar metana dan panel surya sebagai sumber energi. Data yang diperoleh dari sensor kemudian diolah oleh mikrokontroler ESP-32 dan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi IoT Firebase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat memantau kadar gas amonia dan metana secara akurat dan efektif. Sistem ini juga dapat memberikan notifikasi jika kadar gas melebihi batas normal, sehingga dapat membantu peternak dalam mengelola kesehatan dan keselamatan hewan ternak serta mengurangi dampak lingkungan. Berdasarakan sampel hasil pengukuran, rata-rata kadar gas amonia terukur sebesara 11,105 ppm dan gas metana sebesara 0,386 ppm. Kelebihan sistem ini adalah dapat memantau kondisi kandang secara real-time, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional peternakan. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem lainnya untuk meningkatkan kemampuan monitoring dan controlling.
Rancang Bangun Alat Inspeksi Kabel Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Deteksi Hubung Singkat, Terputus, dan Kesalahan Pemasangan Krisnito Andreas Sinaga; Marzuarman; Hikmatul Amri; M Afridon; Stephan
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30597

Abstract

Perkembangan teknologi dalam industri mendorong kebutuhan akan sistem kerja yang lebih cepat, akurat, dan efisien, terutama pada proses inspeksi kualitas produk. Salah satu proses penting adalah inspeksi kabel yang masih banyak dilakukan secara manual dan memiliki keterbatasan, seperti ketergantungan pada operator, waktu inspeksi yang relatif lama, serta potensi terjadinya kesalahan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat inspeksi kabel otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Keyence KV-40DT serta menganalisis peningkatan kinerja dibandingkan metode manual. Sistem yang dikembangkan memiliki kemampuan inspeksi multi-channel, sehingga dapat memeriksa beberapa jenis kabel dalam proses pengujian. Kemampuan ini memungkinkan peningkatan kecepatan inspeksi, efisiensi waktu kerja, serta konsistensi hasil pengujian. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian langsung di lingkungan PT Patlite Indonesia. Parameter yang dianalisis meliputi produktivitas, efisiensi, dan operating rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomatis mampu melakukan inspeksi kabel secara cepat dan akurat, termasuk mendeteksi kondisi open circuit dan short circuit pada setiap channel yang diuji. Nilai rata-rata efisiensi metode manual sebesar 87,08%, sedangkan metode otomatis mencapai 99,39%, dengan peningkatan efisiensi sebesar 14,14%. Selain itu, sistem otomatis juga menunjukkan kestabilan operating rate di atas 98%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat inspeksi kabel otomatis berbasis PLC Keyence KV-40DT dengan kemampuan multi-channel mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, kecepatan pengujian, serta konsistensi proses inspeksi dibandingkan metode manual
Analisis Ketahanan Mikrogrid Energi Terbarukan Off-Grid Terhadap Gangguan Simetris Tiga Fasa: Studi Kasus di Wilayah 3T Kalimantan Dwi Sahidin; Purwiyanto; Hendi Purnata; Feta Kukuh Pambudi; Radhiansyah; Syaiful Ismail
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30601

Abstract

Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di wilayah terpencil memunculkan tantangan baru dalam menjaga stabilitas sistem tenaga listrik, khususnya saat terjadi gangguan simetris. Penelitian ini mengevaluasi dampak gangguan tiga-fasa-ke-tanah pada mikrogrid off-grid yang terdiri dari pembangkit surya, mikrohidro, angin, dan sistem baterai. Simulasi dilakukan di MATLAB/Simulink dengan berbagai kombinasi pembangkit dan beban. Hasil menunjukkan konfigurasi surya mandiri memiliki lonjakan tegangan dan arus tertinggi (3,57 p.u dan 4,50 p.u), menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap gangguan. Sebaliknya, sistem mikrohidro mandiri menunjukkan ketahanan terbaik dengan tegangan lebih 1,13 p.u, masih dalam batas toleransi kurva ITIC/CBEMA. Integrasi baterai efektif dalam meredam fluktuasi, sedangkan filter pasif pada inverter justru memicu lonjakan transien. Kontribusi utama penelitian ini adalah pemetaan respons sistem terhadap gangguan berdasarkan konfigurasi pembangkit menggunakan kurva ITIC/CBEMA, mendukung perancangan mikrogrid tangguh untuk wilayah 3T. Disarankan penggunaan kontrol inverter adaptif dan sistem proteksi berespons cepat.
Reproduksi Stackelberg Game untuk Efisiensi Energi Multi-carrier 5G Sub-6 GHz Ega Rizki; Usman Sartoyo; Arini Retnoningsih
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30816

Abstract

Penerapan jaringan 5G pada pita frekuensi Sub-6 GHz menghadapi tantangan dalam efisiensi energi dan pengalokasian daya, terutama pada sistem multi-carrier dengan jumlah carrier yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa skema kendali daya berbasis permainan Stackelberg dua-pengguna multi-carrier pada lingkungan 5G modern serta mengevaluasi pengaruh jumlah carrier dan korelasi antar carrier terhadap kinerja sistem. Metode penelitian menggunakan simulasi numerik berbasis Monte Carlo dengan model kanal 3GPP TR 38.901 untuk skenario Urban Macro pada frekuensi 3,5 GHz. Algoritma backward induction diterapkan untuk memperoleh Stackelberg Equilibrium pada konfigurasi K = 2, 4, 8, dan 16 carrier dengan variasi korelasi ρ = 0; 0,3; 0,5; dan 0,7. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model dapat direproduksi secara konsisten dengan deviasi maksimum sebesar 0,22% pada nilai utilitas energi dibandingkan hasil referensi. Peningkatan jumlah carrier dari K = 2 menjadi K = 8 meningkatkan efisiensi energi sebesar 15,6%, sedangkan peningkatan hingga K = 16 hanya memberikan kenaikan marginal sebesar 0,4%. Nilai Orthogonalization Index menurun dari 1,00 menjadi 0,94 ketika jumlah carrier meningkat dari 4 menjadi 16. Pada kondisi korelasi tinggi (ρ = 0,7), efisiensi spektrum menurun sebesar 6,6% dan efisiensi energi menurun sebesar 4,4%. Selain itu, skema Stackelberg menunjukkan ketahanan kinerja yang lebih baik dibandingkan pendekatan Nash dengan selisih degradasi sebesar 3,2% pada kondisi korelasi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Stackelberg tetap efektif untuk sistem 5G Sub-6 GHz dengan jumlah carrier optimal pada K = 8 dan batas korelasi efektif hingga ρ = 0,5 untuk mempertahankan orthogonalization yang tinggi.

Page 10 of 10 | Total Record : 95