cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
Inovasi Produk Pare Menjadi Aneka Olahan Pare Bagus Setya Rintyarna; Nur Qodariyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3734

Abstract

Pare adalah salah satu jenis sayuran yang memiliki warna hijau dan memiliki rasa pahit. Tidak semua masyarakat menyukai sayuran ini karena rasanya yang pahit. Namun sebenarnya dibalik rasanya yang pahit ini sebenarnya sayur pare ini sangat baik untuk kesehatan pada tubuh kita. Sayuran pare memang identik dengan rasanya yang pahit. Jika tidak bisa mengolahnya dengan benar dalam memasak sayur pare ini tetap memiliki rasa pahit. Sayur pare ini jika dikonsumsi secara tertarut akan membuat sehat pada badan Anda. Sayur pare ini sangat baik untuk kesehatan kulit dan juga baik untuk kesehatan rambut Anda. Sayur pare ini merupakan sayuran yang rendah kalori. Di dalam sayur pare ini terdapat kalori yang jumlahnya 17 kalori untuk 100 gram sayur pare. Karena rasa pahit dalam sayur pare maka sayur pare ini tidak semua orang menyukainya. Sehingga pada saat panen pare banyak pare yang tidak terjual di pasaran. Banyak pare yang tidak terjual menjadi busuk. Permasalahan ini cukup memusingkan petani dan membuat petani putus harapan. Biaya yang dikeluarkan saat menanam pare tidak sebanding dengan hasil panen pare. Petani putus harapan dengan keadaan ini, sehingga petani mencari penghasilan dengan menjadi kuli bangunan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi keadaan ini melalui Posdaya Nafi’ ah maka di berikan pelatihan membuat keripik pare. Posdaya Nafi’ah beranggotakan ibu ibu penduduk Desa Sukodono. Posdaya Nafi’ah didirikan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan anggotanya. Melalui Posdaya Nafi’ah diharapkan permasalahan petani pare diatasi. Untuk membuat keripik pare dengan bahan baku pare, maka di butuhkan pare dalam jumlah besar. Maka pedagang pare dapat memasok bahan bakunya ke Posdaya Nafiah. Dengan ini petani pare bisa menjual hasil panen pare ke posdaya Nafi’ah. maka permasalahan petani pare bisa diatasi. Selain untuk mengatasi persoalan petani pare, dengan diadakan pelatihan pembuatan keripik pare juga dapat meningkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya. Anggota posdaya Nafi’ah bertambah keterampilan dan pengetahuan membuat keripik pare. Pada akhirnya harapannya pelatihan pembuatan keripik pare ini dapat meningkatkan penghasilan ibu ibu anggota Posdaya Nafiah. Dengan dikelola bersama sama berbagi tugas diharapkan produksi dan pemasaran berjalan lancar. Selain di beri pelatihan memgolah keripik pare juga diajarkan cara mengemas produk menjadi keripik pare yang menarik. Dengan dibuatnya pelatihan pembuatan keripik pare ini diharapkan menjadi solusi bagi petani pare juga solusi bagi anggota Posdaya Nafi’ah untuk mensejahterakan anggotanya.
Instalasi Sistem Pengairan Area Persawahan untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Tri Wahyono; M. Budi N; Fitroh Anugerah K; Rahmad K. Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i1.5284

Abstract

Lahan persawahan di Desa Ngleses sangat membutuhkan suplai air untuk kebutuhan proses pertanian. Para petani hanya mengandalkan air pada musim penghujan dan aliran irigasi. Pada musim kemarau, para petani hanya dapat mengambil air dari sungai menggunakan pompa yang dialirkan melalui pipa.  Petani harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk menyewa pompa dan memasang instalasi pipa yang digunakan, belum lagi waktu yang dibutuhkan sangat lama sehingga biaya yang dibutuhkan cukup mahal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membuat instalasi perpipaan untuk membantu petani lebih mudah dalam mendapatkan air saat mulai mengolah lahan pertanian. Pembuatan instalasi perpipaan ini dibantu oleh masyarakat sekitar sehingga proses pemasangan pipa dapat dilakukan dengan cepat. Hasil dari pembuatan instalasi pipa di area persawahan ini sangat bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar Dusun Sidorejo, Desa Ngleses, Kec. Juwangi, Kab. Boyolali. Total panjang instalasi pipa yang terpasang yaitu 1050 m. Luas lahan yang mampu teraliri kurang lebih 10 hektar. Manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat adalah a) waktu penyiraman area tanaman jagung lebih singkat, b) biaya yang dibutuhkan untuk pengairan lebih murah, c) pengolahan lahan pertanian tidak bergantung pada musim penghujan, d) hasil panen yang didapat oleh petani juga lebih banyak.
Pengembangan Potensi Lokal Dusun Jelak Sebagai Produk Inovatif Olahan Pangan Unggulan Kota Pasuruan (Batari: Bandeng Tanpa Duri) Dyajeng Puteri Woro Subagio; Yufenti Oktafiah; Nurul Akramiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3078

Abstract

Kelurahan Blandongan Kota Pasuruan memiliki potensi yang besar akan berbagai olahan laut. Salah satu komoditas yang dihasilkan pada Dusun Jelak Kelurahan Blandongan adalah ikan bandeng. Jelak Joyo Foods merupakan kelompok usaha olahan pangan yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Jelak, Kelurahan Blandongan. Namun, potensi dan peluang bisnis Jelak Joyo Foods masih kelolah dan dipasarkan secara tradisional. Proses produksi, pengemasan dan pemasarannya terbilang sederhana. Dengan dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat pada kempok usaha Jelak Joyo Foods, jiwa kewirausahaan dan manajemen dalam menjalankan usaha semakin membaik. Inovasi produk dan kemasan semakin ditingkatkan serta area pemasarannyapun semakin luas dengan menggunakan business account pada social media sehingga omzet yang didapatkan semakin meningkat dan mampu menaikkan perokonomian masyarakat Dusun Jelak, Kelurahan Blandongan.
Pemanfaatan Limbah Tahu Untuk Bahan Baku Kerupuk Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Deni Arifianto; Qurrota Ayun; Retno Murwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i1.3876

Abstract

Banyak pengrajin tahu yang membuang limbah atau ampas tahu begitu saja sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan sekitar. Salah satu upaya dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah tahu sebagai aneka olahan pangan yang bernilai jual tinggi. Melihat sifat ampas tahu yang memiliki kandungan gizi seperti protein, lemak dan karbohidrat yang tinggi serta murah dan mudah didapat sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi tinggi. Keterampilan membuat aneka olahan pangan dari ampas tahu dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Mitra kegiatan PKM ini adalah Komunitas Basmallah di Desa Wonosari Kecamatan Puger Kab. Jember. Komunitas Basmallah merupakan perkumpulan ibu-ibu rumah tangga (PKK) yang terdiri dari 15 orang. Pada kegiatan PKM ini diusulkan tiga kegiatan utama yaitu: (1) Penyediaan Teknologi tepat guna yaitu mesin pres ampas tahu dan pemotong kerupuk serta pengemasana menggunakan hand sealer (2) Program pelatihan dan pendampingan pemanfaatan olahan produk ampas tahu, (3) penyediaan dan pendampingan model manajemen usaha yaitu manajemen keuangan yang berstandar akuntansi IKM (Industri Kecil Menengah) dan manajemen pemasaran melalui market place.
Pelatihan Pembuatan Abon Dari Ikan Tongkol Dan Cara Pemasarannya Untuk Menambah Pendapatan Ibu-Ibu Rumah Tangga Nurul Qomariah; Nursaid Nursaid; Tasyya Septianna; Muhammad Falentino Rosy
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i2.4942

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber makanan yang banyak dibutuhkan dan dikonsumsi manusia, karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein memiliki fungsi sebagai zat pembangun, pengatur, pengganti bagian tubuh atau jaringan yang telah rusak. Selain itu protein juga dapat menjadi sumber energi dan memiliki kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Ikan tongkol merupakan ikan yang banyak dipasarkan oleh para penjual dan mudah didapatkan. Ikan tongkol dapat dimanfaatkan menjadi abon agar mempunyai nilai tambah. Para ibu rumah tangga di lingkungan RT 03 RW 03 mempunyai kebiasaan setelah menyelesaikan tugas rumah tangga, mereka tidak mempunyai pekerjaan lainnya. Biasanya mereka saling berkunjung ke tetangga dan ngobrol yang tidak ada manfaatnya. Tim pelakasana pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berencana akan melakukan pelatihan pembuatan abon ikan tongkol untuk melatih para ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan agar mempunyai ketrampilan membuat abon ikan tongkol. Tujuan dari pelatihan pembuatan abon ikan tongkol kepada ibu rumah tangga di RT 03 RW 03 Dusun Krasak Desa Pancakarya Kecamatan Ajung Jember ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada ibu rumah tangga agar mempunyai ketrampilan. Dengan ketrampilan yang di peroleh ini diharapkan dapat meningkatkna pendapatan rumah tangga mereka. Hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mendapat apresiasi yang sangat antusas dari masyarakat, serta pengetahuan masyarakat bertambah tentang bagaimana membuat abon dari ikan tongkol yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, serta alih teknologi berupa alat peniris yang memisahkan kandungan minyak dari abon ikan tongkol.
Penerapan Instalasi Cerobong Asap Pada Proses Pembuatan Arang Dengan Tungku Batu Bata Wiwik Suharso; Agung Nilogiri
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i2.4930

Abstract

Proses pembuatan arang di Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso menggunakan metode tungku batu bata (flat-kiln). Kekurangan metode tradisional tersebut adalah menimbulkan banyak asap pembakaran yang secara langsung mencemari udara dan mengganggu kesehatan pekerja dan masyarakat di sekitar tungku. Asap pembakaran kayu setidaknya mengandung 4 zat yang berbahaya bagi kesehatan yaitu karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon permukaan (O3). Pemilik usaha seringkali mendapatkan keluhan dari masyarakat sehingga berganti-ganti lokasi usaha untuk mencari lokasi tungku yang jauh dari masyarakat. Kondisi ini juga dialami oleh Mitra Pengrajin Arang CV. 888 yang berlokasi di Desa Taman. Solusi yang diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan instalasi cerobong asap pada proses pembuatan arang dengan tungku batu bata agar asap pengarangan dapat disalurkan melalui cerobong asap yang tinggi. Solusi ini tidak mengurangi asap, tetapi mengurangi dampak langsung asap terhadap pekerja dan masyarakat di sekitar lokasi tungku. Luaran kegiatan berupa artikel dalam Jurnal Pengabdian IPTEKS, Universitas Muhammadiyah Jember yang terakreditasi Sinta 5, dan perbaikan tata nilai kesehatan masyarakat. Kegiatan PKM Stimulus ini melaksanakan 2 kegiatan utama yaitu pembuatan instalasi cerobong asap, dan program pendampingan produksi arang dengan instalasi tungku batu bata yang dilengkapi cerobong asap.
Pengolahan Susu Murni Menjadi Makanan Ringan (Stik Susu) Sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Dusun Kebondowo, Boyolali Yordan Gunawan; Barbara Gunawan; Mohammad Bima Aoron Hafiz
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3323

Abstract

Fokus utama pengabdian ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang berprofesi peternak sapi susu perah untuk mengembangkan produk olahan stik susu sehingga produk olahan susu bernilai ekonomis tinggi. Dusun Kebondowo terletak kaki gunung Merbabu, mayoritas penduduk Dusun Kebondowo berprofesi sebagai peternak sapi dan masyarakatnya mempunyai sapi perah yang dimanfaatkan susunya untuk dijual. Namun, potensi tersebut faktanya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat setempat akan potensi yang bernilai ekonomi tersebut. Pengolahan stik susu ini sebagai salah satu alternative pemecahan masalah salah satu susu yang rusak pasca pemerahan karena berbagai hal. Stik susu merupakan bahan pangan ringan bergizi tinggi yang sumber utamanya adalah protein. Metode pendekatan berbasis partisipatif aktif dan interaktif dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan program keberlanjutan. Pola ini lebih menempatkan mitra sebagai partisipan aktif, dalam suasana kegiatan yang non formal/atraktif sehingga mampu menghasilkan serapan pengetahuan yang memberikan inovasi baru bagi masyarakat. Menghasilkan inovasi baru yaitu produk olahan susu murni stick susu dengan nama produk “Milk Stick”. Hal ini dimaksudkan agar stik susu ini menjadi ciri khas produk unggulan dari dukuh Kebondowo sebagai salah satu dukuh yang mayoritas masyarakatnya penghasil susu sapi murni.Kata kunci: Susu Murni, Pengolahan Susu Murni, Pemberdayaan Alternatif Penghasilan The focus of this community service is to change the mindset of people who work as dairy cattle farmers to develop dairy stick processed products so that dairy products have high economic value. Located in the foothill of mount Merbabu, most Kebondowo Hamlet residents work as cattle ranchers and the community has dairy cows that their milk is used for sale. However, this potential in fact not fully utilized by the local community. This is caused by the lack of awareness of the local community about the economic potential. The processing of milk sticks as an alternative to solving the problem of one milk that is damaged after milking for various reasons. Milk sticks are highly nutritious light food ingredients whose main source is protein. The method used is an active and interactive participatory-based approach by providing education, training, and sustainability programs. This method puts partners as active participants, in an atmosphere of non-formal / attractive activities to produce knowledge uptake that provides new innovations for the community. Generating new innovations, namely processed milk products, pure milk sticks with the product name "Milk Stick". This is intended so that the milk sticks are the brand of superior products from Kebondowo hamlet as one of the dukuh whose majority of the population produces pure cow's milk.Keywords: Pure Milk, Pure Milk Processing, Empowerment of Alternative Income
Pendampingan dan Penguatan UMKM Desa Kenongo Melalui Branding dan Legalitas Produk Di Masa Pandemi Covid-19 Santi Rahma Dewi; Sriyono Sriyono; Sumartik Sumartik
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i1.5267

Abstract

Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu desa di wilayah Sidoarjo yang memiliki banyak anggota UMKM. Dari hasil pemetaan awal jumlah UMKM di Desa Kenongo adalah 210 dengan berbagai macam jenis usaha. Jenis usaha yang ada adalah konveksi, batik, souvenir, makanan dan minuman, serta berbagai macam kerajinan tangan lainnya. Dengan jumlah UMKM yang cukup banyak ini, masih sangat sedikit yang mempunyai legalitas usaha serta kemampuan untuk membranding usahanya.Tujuan pendampingan ini adalah mewujudkan UMKM yang memiliki kualitas bagus dan dapat bersaing serta bertahan di masa pandemi dengan cara 1) Branding produk melalui media sosial serta memberikan keahlian agar dapat membuat sendiri media pemasaran. Selanjutnya yang 2) Legalitas usaha bagi UMKM agar lebih berkualitas dan terpercaya.Hasil pendampingan ini adalah meningkatnya nilai penjualan meskipun belum sama seperti sebelum pandemi, dan meningkatnya kesadaran pemilik UMKM untuk legalitas usahanya. Pendampingan ini juga membentuk kelompok UMKM dengan struktur baru yang lebih terorganisir untuk membantu pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya. Pendampingan 
Internet Service Provider (ISP) RT-RW NET Di Desa Kasiyan Timur Kec. Puger Kab. Jember Amalina Maryam Zakiyyah; Miftahur Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i1.4246

Abstract

Kondisi pandemi memaksa kita untuk mengurangi interaksi dengan orang lain, internet berubah menjadi salah satu kebutuhan pokok, agar dapat melakukan hampir semua kegiatan tanpa harus keluar rumah, mulai dari bekerja, belajar, berbelanja hingga mengatur rapat dan banyak lagi. Namun, warga di Desa Kasiyan Timur Kec. Puger Kab. Jember masih kesulitan untuk mendapatkan internet murah dengan kecepatan yang baik. Sehingga tim pelaksana pengabdian berinisiatif mengadakan internet service provider (ISP), kemudian memberikan pelatihan internet sehat dan menyerahkan pengelolaan ISP pada BUMDes Usaha Mandiri Desa Kasiyan Timur. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dimulai dari sosialisasi program, perancangan arsitektur ISP, mencari dan menghubungi penyedia internet baru kemudian pelatihan internet sehat, sosialisasi model bisnis dan serah terima ISP. Di akhir masa kegiatan pelaksanaan pengabdian, ISP RT RW Net ini masih belum begitu dikenal oleh warga sehingga belum banyak pelanggan penggunanya. Hal ini menjadi tugas rumah untuk program pengabdian kepada masyarakat selanjutnya, yaitu meningkatkan literasi digital warga dan melakukan pemasaran yang lebaih baik lagi. Namun, secara keseluruhan ISP RT RW Net ini bisa menjadi alternatif internet murah bagi warga Kasiyan Timur.
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Alat Permainan Edukatif Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Khadijah Hayati; Fitri Amilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i2.4936

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru PAUD dalam pengembangan alat permainan edukatif dari bahan bekas. Kegiatan dilakukan melalui google meeting sebanyak dua kali. Pendampingan dilakukan dalam proses pengembangan alat permainan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan semua peserta kegiatan pengabdian masyarakat dapat membuat alat permainan edukatif dengan kreatif. Mereka juga dapat menjelaskan aspek pengembangan perkembangan anak pada pemanfaatan alat permainan itu dengan baik. Pada pertemuan terakhir melalui google meeting, semua peserta memresentasikan karyanya meliputi bahan yang digunakan, cara menggunakannya, dan capaian aspek perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa keterampilan pengembangan alat permainan edukatif sudah baik. Namun, selama ini  para guru tidak berkarya karena ketiadaan tuntutan baik dari lembaga atau organisasi, sehingga mereka lebih sering menggunakan alat permainan edukatif yang ada di lembaga dibandingkan dengan pengembangan permainan. Dengan demikian, untuk menghasilkan aneka produk permainan edukatif, diperlukan wadah yang terorganisasi dan terlembaga dengan baik.