cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
KELOMPOK KADER PENANGANAN GANGGUAN JIWA Komarudin Komarudin; Cahya Tribagus Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 2 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i2.984

Abstract

Selama ini masyarakat menganggap bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan masalah orang-orang yang memiliki gangguan jiwa saja atau yang kerap disebut orang awam sebagai orang gila. Padahal kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Selama ini penderita gangguan jiwa kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari masyarakat,baik berupa isolasi sosial, pembatasan memperoleh akses kesehatan, hingga pemasungan fisik. Hal ini disebabkan adanya stigma yang berkembang di masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa adalah orang aneh, berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut mengakibatkan penderita dan keluarga merasa malu dan terhina, sehingga mereka cenderung untuk menutupi penyakitnya dan menghindari pengobatan. Padahal gangguan jiwa merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah untuk mengobatinya, bukan untuk disembunyikan. Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan pengenalan deteksi dini gangguan jiwa. Kader serta tokoh masyarakat yang merupakan pelaku utama dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa binaan, perlu dibekali dengan prinsip penggerakan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbM Kelompok Kader adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara deteksi dini pada keluarga dengan kasus gangguan jiwa. Sehingga mitra dapat mendata dan melaporkan apabila ada kasus gangguan jiwa yang ada di keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan IbM ini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalah mengurus perijinan dan melakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalah melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada kelompok kader jiwa, sedangkan tahap evaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak. Kegiatan IbM yang dilakukan adalah 1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dan kooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kelompok kader jiwa; dan 3) evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhan tentang peran dan fungsi keluarga mengenal gangguan jiwa, pengetahuan Mitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin  sedangkan Mitra 2 meningkat sebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Selama masa evaluasi, ada perubahan keahlian dan keterampilan dikedua mitra. Masing – masing mitra yang mengikuti pelatihan mampu mengenal cara deteksi secara dini keluarga dengan gangguan jiwa sesuai dengan materi yang telah diberikan.Kata Kunci: pelatihan, gangguan jiwa, peran masyarakat
KELOMPOK TERNAK SAPI POTONG Muhammad Firdaus; Dwi Indarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1843

Abstract

Pengabdian ini berjudul “PKM Kelompok Ternak Sapi Potong di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur”. Permasalahan utama berkaitan dengan ketersediaan pakan yang dihadapi usaha ternak sapi potong ini adalah: (1) menjaga ketersediaan pakan hijauan, khususnya  di musim penghujan, (2) membuat pakan dari bahan di sekitar mereka. Berdasar permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan  adalah penyuluhan dan atau praktek tentang: (1) pemanfaatan sela-sela pekarangan/sawah yang dimiliki dengan menanam rumput terutama rumput gajah, (2) pembuatan fermentasi jerami untuk mengganti pakan hijauan, (3) pembuatan pakan konsentrat. Metode yang dipakai dalam  pencapaian  tujuan  tersebut adalah : (1) Metode Pendekatan Personal kepada ketua dan anggota kelompok, (2) Metode Penyuluhan, dan (3) Metode Pendekatan Praktek. Hasilnya, Tim Pelaksana Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) telah melakukan penyuluhan dan praktek sehingga peternak mampu:  (1) memanfaatkan di sela-sela pekarangan/sawah yang dimiliki dengan menanam rumput terutama rumput gajah, (2) pembuatan fermentasi jerami untuk mengganti pakan hijauan, (3) membuat pakan konsentrat dengan menggunakan bahan baku yang ada di sekitar mereka dengan penambahan probiotik, untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas  tinggi.Kata Kunci: PKM, Ternak, Sapi Potong, Pakan
IPTEK BAGI MASYARAKAT (IB.M) WIRAUSAHA BARU PEMUDA KARANG TARUNA DI DESA SANENREJO KECAMATAN TEMPUREJO KAB. JEMBER Muhaimin Dimyati; Nurshadrina Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 2 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i2.269

Abstract

Youth clubs are a group of youths in the village which was formed by the Ministry of Social operationally implemented by social services. Youth activity was limited to a positive use of leisure time such as recreation, sports, arts, scouting (scouts), religious education (teaching) and others for orphans, school dropouts, and no school. Currently, Youth has conducted various activities, in an effort to contribute to address the problem of Social Welfare, especially facing young people in their environment. In addition, the dropout rate increased in number every year. Unemployment in East Java reached 4.33% in 2013 increased by 0.21% compared to 2012. The village Sanenrejo a remote village forest edge Betiri Meru national park is about 42 km from the city with most of the damaged roads. In this village, in addition to many children dropping out of school, there are also many migrant workers and trafficking victims. Because employment in the village are very limited, just as forest farmers and farm workers, many people who become migrant workers abroad. Even though it is a remote area, motorists in the village Sanenrejo more and require treatment. In this village there are a field in front of the village hall which is used for recreation village park in the afternoon. With such conditions, it was attempted to take advantage of opportunities and opportunities to develop youth activities youth village Sanenrejo, who had only sporting activities and social, will be developed sector of Economical Productive which help create jobs for the unemployed and young school dropouts , by developing new entrepreneurship workshops and a food court. To achieve the expected outcomes, the methods of implementation are used, among other things: management and technical training, apprenticeship, mentoring, and monitoring and evaluation. Specifically required expertise in the field of mechanical engineering. It can be obtained from the UPT Latihan Kerja Disnakertrans Prop Jatim in Jember. There was also support from Jember Mandala STIE P3M performance that have earned awards from Kopertis Region VII East Java for his achievements in managing the Research and Community Service every year from 2008 to 2015.
Sosialisasi Penggunaan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) Ber-GPN Dalam Menunjang Gerakan Nasional Non Tunai Di Masyarakat Desa Kertonegoro Jenggawah Jember Dimas Herliandis Shodiqin; Muhlisin Muhlisin
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.6903

Abstract

Kemudahan dan kenyamanan menjadi faktor utama dalam setiap transaksi tentu menjadi faktor utama yang diinginkan oleh masyarakat. Dalam menjawab tuntutan ini, maka BI berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan mengenalkan kartu GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) pada tanggal 21 Juni 2017. GPN ini ditujukan untuk membuka batasan yang hanya digunakan dan diakses pada ATM atau mesin EDC yang sama. Selain itu inovasi ini diwujudkan dalam rangka menyediakan model transaksi dan pembayaran yang lebih efisien, andal, dan aman.  Keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan tentu disambut sepenuhnya oleh masyarakat. Berbagai kegiatan sosialisasi digencarkan oleh BI dan lembaga keuangan untuk mengedukasi masyarakat. Masyarakat yang terbiasa bertransaksi secara tunai terkadang menjadi sasaran kejahatan uang palsu yang kerapkali menyasar kepada masyarakat desa khususnya.  Metode PKM mensosialiasasikan GPN kepada masyarakat Desa Kertonogoro. Hasil PKM sosialisasi ini menjadi sarana menambah pengetahuan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai serta melakukan transaksi yang menggunakan kartu GPN. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan serta literasi keuangan. Upaya ini juga diwujudkan agar masyarakat semakin mudah dalam bertransaksi non tunai serta membantu pemerintah dalam menggalakkan gerakan non tunai (GNT).
KEPASTIAN HUKUM HAK CIPTA DAN SARANA PUBLIKASI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KERONCONG DI KABUPATEN LUMAJANG Ratnaningsih R; Titis Srimurni; Titik Sriastutik
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i1.1494

Abstract

Di kabupaten Lumajang terdapat beberapa komunitas yang menggeluti bidang keroncong. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2018, tim pelaksana PKM mencoba menggali potensi serta upaya pendampingan kepada dua mitra yaitu Keroncong Band Lumajang Citra dan Komunitas Pecinta Keroncong di Kabupaten Lumajang. Tujuan dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat adalah upaya pendampingan terhadap mitra guna perlindungan hukum terhadap hak cipta lagu keroncong, adanya pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan terhadap mitra serta publikasi kegiatan mitra baik melalui media cetak maupun elektronik. Dengan indikator keberhasilannya beberapa karya lagu keroncong mitra telah terdaftar dan memiliki Surat Pencatatan  Ciptaan dari Kementrian Hukum dan HAM, adanya pembinaan serta dukungan multi pihak terhadap tumbuh kembang keroncong di Kabupaten Lumajang, serta melalui sarana publikasi saat ini mitra telah banyak dikenal oleh masyarakat khususnya di kabupaten Lumajang.Kata Kunci: Lagu, Keroncong, Hak Cipta, Publikasi, Promosi
Legalitas Produk Snack Baper Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Mitra PKM Dan Wali Yatim-Dhuafa Shanti Akhiriani; Naimah Naimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2938

Abstract

Olahan pangan yang diproduksi industri rumah tangga akhir-akhir ini semakin variatif dan diminati masyarakat. Keberadaannya diperhitungkan oleh konsumen pangan di Indonesia, selain karena jenisnya yang beragam, harganya juga cukup terjangkau. Yayasan Rumah Perubahan Indonesia (RPI) Kabupaten Lumajang sebagai mitra PKM Universitas Lumajang termasuk salah satu produsen Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang mengolah potensi pertanian lokal menjadi berbagai jenis makanan ringan (snack). Berawal dari produksi di rumah salah satu relawan dengan dibantu ibu-ibu wali yatim-dhuafa, pada akhirnya manajemen RPI sepakat untuk memproduksi makanan ringan tersebut di Kantor Pusat Yayasan RPI dan memberi merek produk mereka dengan nama Snack Baper (Barokah Perubahan). Permasalahan yang dihadapi mitra PKM yaitu: 1) persoalan legalitas, produk Snack Baper belum terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang; 2) proses produksi masih menggunakan peralatan sederhana dan masih sangat terbatas dalam hal kualitas, kuantitas dan kontinuitas; 3) mitra kurang memahami manajemen dalam berwirausaha, menjadikan usaha yang mereka lakukan kurang optimal; dan 4) jaringan pemasaran Snack Baper masih terbatas di lingkup lokal Kabupaten Lumajang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan PKM ini adalah persiapan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta tahap pelaporan. Hasil yang dicapai yaitu adanya peningkatan pendapatan mitra PKM setelah proses pelaksanaan PKM mulai dari pengurusan sertifikat P-IRT, praktek produksi, penyuluhan, pelatihan hingga pendampingan pemasaran. Semua kegiatan tersebut mendukung mitra untuk lebih percaya diri dalam memasarkan produknya sehingga meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas penjualan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan wali yatim-dhuafa binaan mitra. Dengan demikian, bersama Yayasan RPI Lumajang mereka bisa mengarahkan, membimbing anak-anak binaan RPI menjadi pribadi muslim yang berbakti dan berprestasi di masa yang akan datang.
IbM MAN AGER KASUS PENDERITA HIV/AIDS Cipto Susilo , S.Kep., M.Kes Komarudin , S.Kep., M.Kep
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.178

Abstract

Kondisi saat ini menunjukkanbahwa masalah infeksi HIV terus meningkat terkait denganbanyaknya kasus perilaku seks tidak aman dan penggunaan NAPZA suntik. Di Indonesia, kasusmencapai 1.095 orang. Beberapa permasalahan yang dihadapi penderita HIV/AIDS adalahkondisi psikologis yang mencapai hampir 60% dan ketidaksiapan penderita dalam menerimadiagnosis tentang HIV/AIDS, hal ini menjadi beban yang cukup berat baik bagi penderita maupunkeluarganya. Permasalahan tersebut sangat berdampak terhadap penderita dalam melanjutkankehidupannya.Manajer Kasus merupakan seseorang yang bertanggung jawab menyelesaikan kegiatanmanajemen kasus, termasuk penilaian atas kebutuhan-kebutuhan, perencanaan layanan,implementasi rencana pelayanan, koordinasi layanan, monitoring dan tindak lanjut, konferensikasus, intervensi krisis dan terminasi kasus, serta pendokumentasian. Seorang manajer kasusmerupakan pekerja sosial yang professional dalam mengelola HIV/AIDS, kondisi ini menuntutpenguasaan skill dalam bidang komunikasi dan edukasi agar penderita mampu terbuka untukmenyampaikan permasalahannya.Kegiatan IbM ini melibatkan 2 kelompok manajer kasus HIV/AIDS di kabupaten Jembersebagai mitra. Analisis yang ditemukan dari 2 Mitra tersebut adalah : 50 % Mitra belum pernahmendapatkan pelatihan tentang pengelolan penderita HIV/AIDS, 20 % belum memahami perannyadalam mengelola kasus HIV/AIDS di lingkungan sosial atau rumah. Selain itu data menyebutkan45 % mitra yang ada juga belum pernah mendapatkan pelatihan menjadi konselor, edukator sertamanajemen komunikasi terapeutik bagi penderita HIV/AIDS.Hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh team pengusul IbM adalah manajer kasus melaluikegiatan: pelatihan menjadi manajer agar lebih percaya diri menghadapi pasien, pelatihanmenjadi konselor, edukator teurapeutik, serta pengelolaan kasus HIV/AIDS. Pengusul memberikanbantuan media edukasi berupa leafleat, booklet/panduan pengelolaan pasien HIV/AIDS sertapanduan menjadi manajer kasus penderita HIV/AIDS.Upaya meningkatkan pengetahuan bagi Manager kasus HIV/AIDSperlu pemahaman yangbenar tentang HIV/AIDS dengan menggunakan pendekatan yang mudah dipahami serta perludukungan dan kerjasama baik lintas sektor untuk meningkatkan pemberdayaan Manager kasusHIV/AIDS sehingga lebih percaya diri dala melakukan pendampingan terhadap ODHA.
Pendampingan Perancangan Pembelajaran Inovatif untuk Menghadapi Tuntutan Abad 21 Bagi Guru-Guru Matematika SMP Kabupaten Nganjuk Endah Budi Rahaju; Abdul Haris Rosyidi; Siti Khabibah; Ika Kurniasari; Ahmad Wachidul Kohar
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.3829

Abstract

Saat ini guru matematika didorong untuk dapat merancang pembelajaran yang diarahkan pada pencapaian tujuan pembelajaran matematika dan menjawab tantangan kecakapan abad 21, yaitu kemampuan berpikir logis, kritis, analitis, kreatif, cermat, teliti, serta mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan program pelatihan guru yang dapat mendorong guru untuk mendesain pembelajaran yang sesuai dengan tantangan tersebut, seperti dengan model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Program pelatihan yang dirancang dalam PKM berfokus pada tujuan utama yaitu merancang pembelajaran berbasis proyek pada materi SMP. Mitra yang dipilih adalah guru-guru SMP yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Nganjuk sebanyak 52 guru, yang mana peserta diminta untuk membuat rancangan pembelajaran matematika inovatif berbasis projek. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan mendapat respon positif dari peserta berdasarkan hasil angket yang diberikan dan membuka peluang guru untuk menghasilkan rancangan pembelajaran sesuai dengan yang ditugaskan
PENGOLAHAN BUAH MANGGA MENJADI KERIPIK PROCESSING OF FRUITS TO BECOME CHIPS Nely Ana Mufarida; Wiwik Suharso
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i2.1477

Abstract

Dalam setiap musim panen ditemukan lebih dari 30% buah mangga jenis gadung 21 yang afkir di Kelompok Tani Sinar Ladang Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Buah mangga afkir disebabkan oleh cacat fisik, bentuk atau ukurannya tidak sesuai dengan permintaan konsumen sehingga harganya turun hingga 50%. Disamping itu masyarakat umumnya mengkonsumsi daging buah mangga segar dan membuang bijihnya sebagai limbah. Penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa bijih buah mangga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah signifikan dari buah mangga afkir dengan melakukan diversifikasi pengolahan buah mangga baik daging dan bijihnya dalam bentuk keripik buah yang bercita rasa dan bernilai jual tinggi. Keripik buah memiliki masa simpan lama, harga tinggi, volume ringan dan mudah dalam distribusi produk. Sementara Koperasi Wanita Sekar Arum Desa Bayeman Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo menghadapi masalah penurunan motivasi anggota akibat tidak adanya kegiatan ekonomi kreatif yang berdampak pada pendapatan keluarga. Sehingga target khusus yang akan dicapai adalah terbentuknya unit usaha penyedia keripik buah berkualitas tinggi dari bahan baku buah mangga afkir dari Kelompok Tani yang dikelola oleh Koperasi Wanita. Pada kegiatan PKM ini telah dilakukan kegiatan perancangan mesin vacuum frying sebagai alat penggorengan keripik buah, pengujian performa mesin dengan bahan baku buah mangga dan penyusunan standar operasi prosedur dalam produksi, perancangan sistem informasi keuangan dan pemasaran berbasis web, dan sosialisasi kepada mitra tentang pengolahan buah mangga afkir menjadi keripik buah dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis. Kata kunci : Vacuum Frying, Mangga, Keripik Buah, Web
Sosialisasi Peningkatan Usaha Tahu Pada UD. Tagor Gebang Jember Norita Citra Yuliarti; Budiono Budiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2161

Abstract

UD. Tagor merupakan perusahaan keluarga dengan bidang usaha mengolah kacang kedelai menjadi tahu. Tahu merupakan makanan yang digemari masyarakat, baik masyarakat golongan bawah hingga atas. Tahu di buat oleh para pengrajin rumah tangga dimana teknologi dan peralatannya pun masih sangat sederhana. Namun tahu yang dibuat oleh semua pabrik tahu selalu monoton, tidak ada inovasi baru yang membuat tahu tersebutlebih  menarik  dan  memiliki  nilai  jual  yang  lebih  tinggi.  Pembuatannya  pun terkadang  masih  menggunakan  cara  tradisonal  seperti  pada  proses  pencucian kedelai   yang   biasanya   dilakukan   di   sungai   terdekat,   lalu   pada   proses penghancuran  kedelai   menjadi  sari  kedelai  juga  masih  menggunakan  cara tradisonal  yaitu  dengan  cara  diinjak-injak.  Bertolak  dari  cara  pembuatan  yang masih menggunakan cara tradisional seperti itulah tahu jarang dikonsumsi oleh para pejabat sebagai jamuan dalam makan malam atau dalam rapat-rapat penting yang biasanya menyuguhkan makanan yang berkelas tinggi. Untuk itu tahu sebagai salah  makanan tradisional perlu dilakukan usaha-usaha pembinaan yang mengarah kepada : a). Menciptakan inovasi tahu yang menarik dan tasteful sehingga membuat nilai jual menjadi lebih tinggi, b). Peningkatan usaha memasyarakatkan dan memperluas cakupan konsumen pangan tradisional di daerah lain di luar daerah asal makanan yang bersangkutan, c). Mengemas tampilan tahu agar dapat menjadi makanan “berkelas tinggi” namun dengan harga yang ekonomis.Kata Kunci : tahu, pemasaran, brand