cover
Contact Name
Tetep
Contact Email
tevs_gaya@yahoo.co.id
Phone
+628973170949
Journal Mail Official
jurnalcss@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Pahlawan Sukagalih no.32 Tarogong Kidul, Garut
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Civics and Social Studies
ISSN : 26557304     EISSN : 26558963     DOI : https://doi.org/10.31980
Core Subject :
Jurnal Civicos (Civics and Social Studies) memiliki Scope dan Fokusnya antara lain pada bidang : 1. Pendidikan dan Pembelajaran 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Politik, Hukum dan Kenegaraan 4. Pendidikan IPS – Social Studies 5. Social Science 6. Humaniora 7. Ilmu Sosial Serumpun 8. Inovasi Pembelajaran 9. Pedagogik 10. Pendidikan Karakter 11. Multicultural Issues 12. Kajian Gender 13. Multimedia Pembelajaran IPS 14. Kajian Budaya
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Analisys of Using Gadget Analisys in Social Interraction Skills of Children Siti Fathimah; Mario Erick Wantah
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i1.1612

Abstract

Gadget adalah media yang digunakan sebagai sarana komunikasi modern. Tidak hanya orang dewasa, anak usia dini juga telah akrab dengan gadge. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental untuk kehidupan selanjutnya. Pada masa ini terjadilah proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek, salah satu diantaranya adalah aspek interaksi sosial. Namun hal yang ditemui dilapangan, mayoritas anak di Indonesia menghabiskan waktu bermain dengan gadget. Tentunya ini mempengaruhi perkembangan anak, terutama dalam pengembangan interaksi sosial. Menindak lanjuti kondisi sosial ini, adapun tujuan penelitian adalah menganlisis dampak dari penggunaan gadget bagi anak usia dini dalam kemampuan interaksi sosialnya. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan model penelitian mengacu pada teori Miles and Huberman. Temuan penelitian adalah seringnya anak usia dini berinteraksi dengan gadget mempengaruhi daya pikir anak terhadap sesuatu di luar hal tersebut. Gadget secara efektif dapat mempengaruhi pergaulan sosial anak terhadap lingkungan terdekatnya. Ia akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena kurangnya interaksi sosial. Anak juga kurang peka dan bahkan cenderung tidak perduli terhadap lingkungannya. Hal ini tentunya sangat membahayakan perkembangan sosial pada anak usia dini. Sebagai orang tua, sebaiknya membimbing, memantau serta memberikan pemahaman yang baik kepada anak untuk lebih selektif dalam menggunakan gadget.
Social Studies Orientation Learning through Build Social Behavior of Student Nurdin Miptahul Ulum; Dr Tetep; Triani Widyant
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i1.1768

Abstract

Pembentukan sikap sosial merupakan salahsatu cara mewujudkan bangsa yang memiliki karakter. Masalah yang sering muncul di sekolah ahir-akhir ini seperti perilaku peserta didik yang kurang disiplin  misalnya dalam berpakaian tidak sesuai aturan, terlambat datang ke sekolah, dann terlambat masuk kelas. Kemudian masalah lain peserta didik yang kurang tanggungjawab dalam hal mengerjakan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan besaran pengaruh dari pembelajaran IPS terhadap sikap sosial peserta didik di SMPN 1 Tarogong Kidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif  pada kelas VIII. Populasi penelitian berjumlah 334 peserta didik yang kemduian dijadikan sampel 34 responden. Hasil penelitian menunjukan hubungan pembelajaran IPS dengan siakp sosial berada dalam kategori cukup yakni 0,569, dengan besaran pengaruh 32,4%. Penelitian menunjukan pengaruh positif dan signifikan sehingga pembelajaran IPS harus lebih optimal agar sikap sosial peserta didik dapat terbentuk.
Cancel Culture : Case Study of Sexual Harassment on Followers Autobase Twitter @Areajulid Yayang Eka Januarda Nisa; Yuhastina .; Nurhadi Nurhadi
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i1.1614

Abstract

 Virtual open spaces such as Twitter offer a place for netizens to gather and discuss certain topics. Netizens will issue their own opinions and often end up boycotting/punishing someone who is considered to have made a mistake, which is called cancel culture, experts have different opinions about cancel culture. This study attempts to provide an overview from the field regarding the phenomenon of cancel culture in cases of sexual violence as part of a social control. This study uses a phenomenological qualitative method, the data is taken from the results of interviews and observations to 7 followers of the @AREAJULID autobase account. The results of the study concluded that 1) The informants canceled the perpetrators of sexual violence in different ways. 2) Cancel culture is a means of social control through rumors and gossip.
Level of Teacher Teaching and Facilitation in One of Langat District Secondary Schools Syed Ismail Syed Mustapa; Ahmad Subki Hj. Miskon
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i1.1735

Abstract

  Kajian ini dijalankan untuk meninjau tahap kemahiran pengajaran dan pemudahcaraan guru berdasarkan SKPMg2 dalam kalangan guru di salah sebuah sekolah menengah Daerah Hulu Langat. Fokus kajian adalah terhadap enam standard (6) iaitu guru sebagai perancang, pengawal, pembimbing, pendorong, penilai dan murid sebagai pembelajar aktif. Sampel kajian terdiri daripada 37 orang guru yang bertugas di sekolah berkenaan. Kajian ini menggunakan pendekatan gabungan dengan menggunakan instrumen soal selidik sebagai pengumpulan data utama manakala data kuantitatif diperoleh melalui temu bual. Dapatan kajian menunjukkan terdapat guru-guru (31 orang) yang hanya menyediakan rancangan pengajaran harian (RPH) seminggu sekali sebelum dihantar kepada pihak pentadbir untuk disemak. Seterusnya dapatan kajian menunjukkan bahawa secara keseluruhannya tahap kemahiran pengajaran dan pemudahcaraan guru dalam enam standard yang dikaji berada pada tahap tinggi (min=3.90; sp=.25).Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa isu utama dalam aspek pengajaran dan pemudahcaraan yang dihadapi dan sukar untuk diselesaikan dalam kalangan guru adalah sikap murid (14 orang). Disamping itu dapatan kajian juga menunjukkan terdapat dua (2) bantuan yang sangat diperlukan oleh guru-guruuntuk menjadi guru yang berkesan iaitu kursus berkaitan kaedah pengajaran (15 orang) dan penyediaan kemudahan peralatan pengajaran (7 orang).Pengkaji mencadangkan agar guru-guru di sekolah ini mengikuti latihan dalam perkhidmatan yang dianjurkan oleh sekolah, PPD, JPN dan pelbagai institusi pendidikan yang lain serta mengamalkan proses pembelajaran sepanjang hayat untuk menambah ilmu berkaitan pengajaran dan pemudahcaraan. Seterusnya pihak pentadbir sekolah dicadangkan untuk menganjurkan latihan dalam perkhidmatan secara berkala, khususnya yang berkaitan pengajaran dan pemudahcaraan, manakala bengkel mengikut panitia dan bidang perlulah dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran dan pemudahcaraan serta melantik mentor kepada guru-guru baharu yang memerlukan bimbingan.Kata Kunci: kemahiran pengajaran dan pemudahcaraan, SKPMG2,latihan dalam perkhidmatan
Strategies to Strengthen the Affective Domain in Learning Pancasila and Citizenship Education for Class XII Students of MAN 4 Pandeglang Uus Fujiana; Damanhuri Damanhuri; Wika Hardika Legiani
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2344

Abstract

This study aims to determine the strategies to strengthen the affective domain in Civics learning in class XII students and to determine the inhibiting and supporting factors in implementing the affective domain strengthening strategy in Civics learning in class XII students at MAN 4 Pandeglang. This research uses a type of qualitative approach with descriptive methods. The results found were that the strategy of strengthening the affective domain of students used learning models and methods aimed at improving the affective domain of students for the better, such as the habituation model in the form of assignment methods and monitoring good attitudes and behavior of students, exemplary models in the form of method of displaying good attitude and behavior. The strategy to strengthen the affective domain can run well and students can follow and be able to achieve the goals of strengthening the affective domain. Then the way to overcome the obstacles experienced in implementing the strategy to strengthen the affective domain in Civics learning is to use a personal approach to students, especially students whose affective domain or attitude is lacking and also students who experience difficulties in learning.
The Role of Customary Institutions in Implementing Custom Law to The Immoral Acts of Tilang Village Yosefina Elfiana; Danar Aswim; Gisela Nuwa
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.1864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana Peran Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan yang terlibat dalam penelitian adalah Lembaga Adat, Sekretaris Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian bahwa Peran Lembaga Adat sebagai Membantu Menyelesaikan Konflik atau Persoalan, Tempat Mediasi dan Partisipasi. Faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila yaitu, Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum, Faktor Pendidikan dan Faktor Pergaulan. Penelitian ini menyarankan agar pemerintahan Desa Tilang barsama Lembaga Adat mempertegas kembali hukum adat tentang perbuatan asusila dalam peraturan-perturan desa yang baru, sehingga tidak bersifat statis tapi dinamis dan dalam penyelenggaraan pemerintahan bila terjadi perbedaan norma atau hukum nasional dan hukum adat, diperlukan solusi dan antisipasi yang cepat. 
The Role of Tourism and Culture Department of Sikka District and Village Government in The Development of The Tourism Sector of Kolisia B Village Maria Frebiyati; Danar Aswim
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.1886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana Peran Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan yang terlibat dalam penelitian adalah Lembaga Adat, Sekretaris Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian bahwa Peran Lembaga Adat sebagai Membantu Menyelesaikan Konflik atau Persoalan, Tempat Mediasi dan Partisipasi. Faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila yaitu, Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum, Faktor Pendidikan dan Faktor Pergaulan. Penelitian ini menyarankan agar pemerintahan Desa Tilang barsama Lembaga Adat mempertegas kembali hukum adat tentang perbuatan asusila dalam peraturan-perturan desa yang baru, sehingga tidak bersifat statis tapi dinamis dan dalam penyelenggaraan pemerintahan bila terjadi perbedaan norma atau hukum nasional dan hukum adat, diperlukan solusi dan antisipasi yang cepat.
The Role of Political Parties in Fostering Constituent Awareness in Party Cadres (Case Study of DPD Partai Keadilan Sejahtera of Serang City) (Studi Kasus DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Serang) Miftah Hulhilman; Damanhuri Damanhuri; Ronni Juwandi
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2029

Abstract

This study aims to find out the role of the Serang City Partai Keadilan Sejahtera in growing constituent awareness in its party cadres, knowing the understanding of the Serang City Partai Keadilan Sejahtera cadres regarding constitutional awareness and knowing the role of the Serang City Partai Keadilan Sejahtera to prevent its cadres from committing corrupt acts. This research uses a qualitative approach with a case study method. The results found are that the Serang City PKS has indeed made efforts to instill constituent awareness in its cadres through the party's regeneration system, both through education, training, and coaching. Then the cadres of the Serang City PKS already have a fairly good understanding of constituent awareness. This is based on that the cadres of the Serang City PKS already have an understanding of the importance of having constituent awareness, to be good citizens and also to become party cadres who understand the nature and purpose of partying is to contribute to building the country. Then the Serang City PKS has a way to overcome corruption cases, both ways to prevent and overcome. The way for the Serang City PKS to prevent its cadres from corruption through the cadreization system is carried out strictly and sustainably. Be it in coaching, education, or training activities and how to overcome it through actions taken by the Regional Ethics CouncilKeywords; Constituent Awareness, Cadrezation, Corruption.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Partai Keadilan Sejahtera Kota Serang dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi pada kader partainya, mengetahui pemahaman kader Partai Keadilan Sejahtera Kota Serang mengenai kesadaran berkonstitusi serta mengetahui Peran Partai Keadilan Sejahtera Kota Serang mencegah kadernya melakukan perbuatan korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatana kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil yang ditemukan yaitu, PKS Kota Serang memang melakukan upaya penanaman kesadaran berkonstitusi pada kader-kadernya melalui sistem kaderisasi partai baik itu melalui pendidikan, pelatihan, maupun pembinaan. Kemudian kader-kader PKS Kota Serang sudah memiliki pemahaman akan kesadaran berkonstitusi yang cukup baik. Hal ini didasari bahwa para kader PKS Kota Serang ini sudah memiliki pemahaman akan pentingnya memiliki kesadaran berkonstitusi, untuk menjadi warganegara yang baik dan juga untuk menjadi kader partai yang paham akan hakikat dan tujuan berpartai adalah untuk berkontribusi untuk membangun negara. Kemudian PKS Kota Serang memiliki cara untuk mengatasi kasus korupsi baik itu cara mencegah dan menanggulangi. Cara PKS Kota Serang untuk mencegah kadernya korupsi melalui sisitem kaderisasi yang dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Baik itu pada kegiatan pembinaan, pendidikan, maupun pelatihan dan cara menanggulanginya melalui tindakan yang diambil Dewan Etik Daerah.Kata Kunci; Kesadaran Berkonstitusi, Kaderisasi, Korupsi
Utilization of Mobile Learning Media as a Civics Learning Resource in Improving Understanding of Teaching Materials Lilis Rosita; Ana Maulana; Prima Melati
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2250

Abstract

Hasil analisis data uji hipotesis menggunakan uji t dengan (Ha) penelitian diterima, artinya jika nilai mata pelajaran PKn  lebih dari 70 maka tedapat peningkatan yang signifikan terhadap pengaruh pemanfaatan media mobile learning sebagai sumber pembelajaran PKn dalam meningkatkan pemahaman materi ajar. Uji koefisien korelasi memiliki hubungan yang signifikan dengan (r)  = 0.773 artinya tingkat hubungan kedua variabel “Kuat”, koefisen determasi (d) = 77% sisanya 23% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil Penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa media mobile learning sebagai sumber pembelajaran Pkn dapat meningkatkan pemahaman materi ajar Adapun tempat penelitian dilakukanpada siswa kelas XII di SMAN 29 Garut. Reomendasi hasil penelitian diharapkan pada guru dapat memanfaatkan bebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman materi ajar siswa.
Student Perceptions on Teaching Skills of Students Practical Teaching and Learning Programme in Social Studies Learning Lili Dianah; Tetep Tetep
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap kemampuan keterampilan mengajar mahasiswa PLP dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 224 responden dari 7 SMP Negeri di Kabupaten Garut. Sampel yang menjadi objek penelitian adalah siswa kelas 8. Penarikan sampel dilakukan secara Stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PLP di kelas, menurut persepsi siswa: 1) Kemampuan keterampilan mengajarnya dalam pembelajaran IPS termasuk dalam kategori sedang; 2) Ketercapaian Indikator keterampilan mengajar yang paling tinggi adalah kemampuan mahasiswa dalam membuka pelajaran, diantaranya : menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan manfaat materi yang akan dipelajari sebagai bentuk motivasi, dan melakukan apersepsi yaitu mengaitkan materi yang sudah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari;  3) Kemampuan yang paling rendah adalah Kemampuan  memanfaatkan sumber belajar dan media, diantaranya saat mengajar kurang menggunakan media pembelajaran seperti gambar atau video dan hanya menggunakan buku paket saja, tidak menggunakan sumber belajar lainnya. Kata Kunci: Persepsi, Keterampilan Mengajar, Pembelajaran IPS

Page 11 of 31 | Total Record : 306


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): Vol 9 No 1 tahun 2025 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Civicos Vol 8 No 2 Tahun 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Civicos Vol 8 No 1 Tahun 2024 Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Civicos Vol 7 No 2 Tahun 2023 Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 no 1 Tahun 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Civicos Vol 7 No 1 Tahun 2023 Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Civicos Vol 6 No 2 Tahun 2022 Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Civicos Vol 6 No 1 Tahun 2022 Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 2 Tahun 2021 Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 No 2 Tahun 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 1 Tahun 2021 Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 no 1 Tahun 2021 Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Civicos Vol 4 No 2 Tahun 2020 Vol 4, No 2 (2020): Call Paper Vol 4 no 2 Desember 2020 Vol 4, No 1 (2020): Call Paper Vol 4 No 1 Juni 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Civicos Vol 4 No 1 Tahun 2020 Vol 3, No 2 (2019): vol 3 nomor 2 tahun 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Civicos Vol 3 No 2 Tahun 2019 Vol 3, No 1 (2019): vol 3 nomor 1 tahun 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Civicos Vol 3 No 1 Tahun 2019 Vol 2, No 2 (2018): Journal CSS Vol 2 No 2 Tahun 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Civicos Vol 2 No 2 Tahun 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Civicos Vol 2 No 1 Tahun 2018 Vol 2, No 1 (2018): Journal CSS Vol 2 No 1 Tahun 2018 Vol 1, No 1 (2017): Journal CSS VOL 1 NO 1 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Civicos Vol 1 No 1 Tahun 2017 More Issue