cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
-
Phone
+6282111111864
Journal Mail Official
jurnal@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Dahlan, No. 76, Kediri 64112, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Judika (Jurnal Nusantara Medika)
ISSN : -     EISSN : 25412477     DOI : https://doi.org/10.29407
Core Subject : Health,
The Judika Journal is a peer review journal published by the Faculty of health sciences in collaboration with a research and community service institute, Universitas PGRI Kediri. The purpose of this Journal is to facilitate scientific publication of research results in Indonesia and participate in improving the quality and quantity of research for academics and researchers. Journal is a journal that contains the results of research or a comprehensive literature review in the health field from various universities and health institutions in Indonesia.
Articles 189 Documents
EFEK PEMBERIAN MASSAGE COUNTERPRESSURE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT NYERI DAN KADAR HORMON OKSITOSIN PADA KALA I FASE AKTIF PERSALINAN NORMAL Dwi Antono , Sumy
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21400

Abstract

Massage counterpressure dan Aromaterapi merupakan salah satu metode nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri pada proses persalinan. Massage counterpressure dapat menutup gerbang pesan nyeri yang akan dihantarkan menuju medulla spinalis dan otak yang menyebabkan penurunan sensasi nyeri. Aromaterapi/bau-bauan yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman serta relaksasi pada tubuh dan pikiran ibu, rasa nyeri dan cemas akan tereduksi. Sehingga nyeri akan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dengan pemberian massage counterpressure dan aromaterapi lavender di Rumah Sakit Aura Syifa. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian komparatif 2 sampel berpasangan. Instrument yang di gunakan berupa lembar observasi. Lembar observasi pengukuran tingkat nyeri dengan menggunakan skala nyeri Verbal Descriptor Scale (VDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum dan sesudah pemberian, ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dengan aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal kelompok control, tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif persalinan normal dengan aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif persalinan normal kelompok control. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal. Serta tidak ada perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi lavender terhadap kadar oksitosin pada kala I fase aktif persalinan normal.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI DESA SUMBERJO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI Suprihatin, Riska; Mediawati, Mika; Indriani, Ririn
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21401

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini pada balita dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan yang merupakan salah satu faktor penyebab kejadian stunting sehingga dapat mengganggu pada penyerapan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Dampak dari stunting dapat menyebabkan perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui pemberian MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita usia 1 hingga 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan ukuran sampel 125 anak. Jenis sampling yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu menggunakan probability sampling dengan teknik disproportionate cluster sampling dengan total sampel dalam penelitian ini menggunakan rasio 1:1 dengan sejumlah subjek dengan efek penyakit (kelompok kasus) berjumlah 30 dan tidak mempunyai efek (kelompok control) berjumlah 30. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan microtoice. Data penelitian ini dievaluasi dengan komputer menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat peningkatan pemberian MP-ASI dini dan stunting dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan menggunakan lembar kuesioner. Kesimpulan: Pemberian MP-ASI terlalu dini kurang dari 26 minggu dapat menyebabkan stunting. Maka dari itu dapat menjadikan masukan bagi ibu-ibu dalam memberikan tambahan makanan dini dengan melakukan upaya memperbaiki jangka panjang gizi untuk bayi stunting yaitu dengan memberikan makanan tambahan setelah usia 26 minggu bagi balita stunting.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Demak Hariyanti, Fika; Raharjo, Mursid; Joko, Tri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21403

Abstract

Demam Berdarah masih menjadi penyakit endemis di Indonesia serta sering menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kematian yang tinggi. Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk aedes betina dan saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum dapat diatasi sepenuhnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Demak. Desain penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah Indonesia pada bulan Januari-Desember 2022. Populasi penelitian adalah pasien yang melakukan periksa di pelayanan kesehatan Kabupaten Demak. Sampel penelitian adalah pasien yang mendapatkan diagnose demam berdarah sejumlah 100 responden. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasional dan menggunakan data sekunder. Variabel bebas penelitian adalah umur, jenis kelamin, riwayat demam, nyeri kepala, dan mual atau muntah sedangkan variable terikat adalah kejadian demam berdarah dengue. Data dianalisis dengan uji chi square menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,046), jenis kelamin (p=0,009), riwayat demam (p=0,004), nyeri kepala (p=0,031), dan mual atau muntah (p=0,000) terhadap kejadian demam berdarah dengue. Simpulan adalah perilaku manusia yang menyebabkan terjadinya dan tersebarnya kasus DBD adalah kebiasaan masyarakat yang kurang menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mendukung penegakan diagnose pasti demam berdarah dengue dan kesembuhan pasien, maka perlu dilakukan upaya baik secara pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan tanggapan cepat berobat.
PENGARUH KINERJA DOKTER, PERAWAT DAN PEGAWAI ADMINISTRASI TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN Candra Puspitasari, Sagita; Ika Prihananto, Dhian; Malik Ibrahim, Mochammad
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21405

Abstract

Permasalahan kinerja dan kepuasan pasien sering terjadi di puskesmas dan terdapat keluhan bahwa pasien merasa masih kurang puas dengan pelayanan dimana menyatakan bahwa pelayanan petugas yang masih kurang ramah dan mengeluh pelayanan lamban sehingga harus menunggu lama untuk mendapat pelayanan. Kajian pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan pasien belum pernah dilakukan di Puskesmas Pandaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Pandaan. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 94 pasien di instalasi rawat jalan. Instrumen menggunakan skala likert. Metode pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner dan Analisis Uji normalitas data Kolmogorov Smirnov, Uji Linieritas, Uji Korelasi Spearmen dan Uji Regresi logistic dengan metode Enter. Hasil penelitian menunjukkan variabel kinerja pegawai terbukti berpengaruh terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan (p=0,001, POR=33). Simpulan, kinerja (dokter, perawat, dan pegawai administrasi) merupakan factor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Pandaan.
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HBA1C) DAN KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Andayani, Anik; Prodyanatasari, Arshy
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21515

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai adanya hiperglikemia diakibatkan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dikarenakan penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya yang dapat menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati. Pada pasien DM tipe 2 terjadi inaktifasi insulin hal ini menyebabkan kenaikan glukosa darah, glukosa darah yang berlebihan akan diikat oleh hemoglobin maka terbentuklah HbA1C. Tujuan Mengetahui Hubungan Kadar HbA1C dengan Kadar Kreatinin darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Laboratorium Klinik Sumber Waras Medica Blitar. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey analitik dengan populasi sebanyak 60 orang dan sampel 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman-Rank. Hasil analisis data diperoleh bahwa nilai korelasi antara kadar HbA1c dan kadar kreatinin sebesar 0,219 sehingga tingkat korelasinya rendah. Untuk nilai probabilitas diperoleh hasil 0,245, dimana nilai ini lebih besar dari nilai alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) dengan kadar kreatinin di dalam darah pada pasien DM tipe 2.
HUBUNGAN ANTARA C-REAKTIF PROTEIN DENGAN PROTHROMIN TIME PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Wahyuni, Sri; Hidayatul Hazanah, Fathul; Mu’arofah, Binti; Agus Herianto, Dwi; Pudji Ningtyas, Faricha
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22534

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan meningkatkanya glukosa dalam darah. Diabetes ini menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia termasuk Indoesia. Indonesia sendiri diperkirakan 8,4 juta penderita diabetes tahun 2000 dan akan meningkat ditahun 2030. C-reaktive protein (CRP) merupakan protein fase akut yang ada karena inflamasi. Setiap adanya inflamasi yang hadir akan meningkatkan nilai dari CRP. Protrombine time disini pemeriksaan untuk mengetahui pembekuan darah jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Pada penderita diabetes tipe 2 yang tidak dapat mengontrol glukosa darah atau hiperglikemia dapat memicu terjadinya perubahan pada komponen yang berperan dalam faal hemostasis sehingga menyebabkan terjadinya gangguan koagulasi. Gangguan koagulasi dibagi menjadi gangguan ekstrinsik dan instrinsik. Gangguan ekstrinsik dapat dinilai melalui pemeriksaan protrombine time. Dalam penderita diabetes tipe 2 juga terjadi tidak seimbangnya metabolisme dalam adiposit, yang dapat menghasilkan banyak faktor inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan C-reaktive protein dengan protrombine time pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan menggunakan desain Cross sectional surve. Pemeriksaan CRP menggunakan wondfo dengan dan protromine time menggunakan Koagulasi 1 Channel GM-LCAM07. Hasil penelitian pada 30 sampel didapatkan nilai rata-rata CRP 71,7 mg/L dan PT 12,8 detik. Uji hubungan Sperman Rank dan di dapatkan nilai sig 0,653. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara C-reaktive protein dengan protrombine time pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Korelasi Kadar High Density Lipoprotein (HDL) dengan Kadar Free Tetra-iodothyronine (FT4) Pada Pasien Suspek Hipertiroid di Kediri erawati, Erawati; Kusuma Wardani, Siska; Vega Nela, Frieti; Ayu Prihandarini, Diaz
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22542

Abstract

ABSTRAK Hipertiroidisme merupakan penyakit kelenjar tiroid akibat kenaikan hasil dan kadar hormon tiroid yang dihasilkan kelenjar tiroid yang meningkatnya melebihi kebutuhan sehingga akan terjadi gangguan termasuk perubahan metabolisme seperti lipid. Keadaan hipertiroid mempengaruhi penderita memiliki peninngkatan kadar hormon TSH dan menurunkan kadar FT4, keadaan tersebut mempengaruhi pembentukan, metabolisme dan penguraian jaringan lipid di darah. Perubahan metabolisme lipid akan menyebabkan kadar profil lipid darah menurun seperti kadar HDL. Tujuan pada penelitian ini mengetahui korelasi kadar HDL dengan FT4 pada pasien suspek hipertiroid di Kediri. Desain penelitian Cross sectional pada pasien suspek Hipertiroid di RSUD SLG dan teknik sampling Accidental Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 16. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 26 dengan uji normalitas berupa Uji Shapiro-Wilk dan diketahui hasilnya distribusi tidak normal dengan nilai sig (p) 0,000 untuk kadar HDL. Hasil uji Spearman Rank antara FT4 dengan HDL dan trigliserida dengan nilai sig (p) sebesar 0,236 untuk HDL. Dari uraian diatas kesimpulannya bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan kadar HDL dengan FT4 pada responden pasien suspek hipertiroid.
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Malik Ibrahim, Mochammad; Yusmanisari, Eka; Ika Prihananto, Dhian
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22543

Abstract

Permasalahan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap pada bulan Desember rata-rata nilai tertinggi keterlambatan terjadi pada ruang Asoka jika dibandingkan dengan beberapa ruang rawat inap lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi secara mendalam faktor penyebab terjadinya keterlambatan pengembalian berkas rekam medis di ruang Asoka RSUD Bangil. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus. Data diperoleh dengan menggunakan hasil wawancara dan observasi. Informan yang diwawancarai sebanyak 4 informan dan terdapat 4 Model analisis, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis disebabkan faktor Man yaitu ketidakdisiplinan dokter dalam mengisi resume, tidak ada system reward dan punishment bagi dokter dan petugas, Faktor material yaitu ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis, Faktor Methode yaitu kurang mematuhi SOP pengembalian 2 x 24 jam, Faktor Machine yaitu belum sepenuhnya terlaksana kebijakan rekam medis elektronik. Simpulan, terdapat 4 faktor yang menyebabkan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis. Saran bagi rumah sakit adalah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan SOP pengembalian berkas rekam medis, melakukan sosialisasi ulang SOP untuk memberikan informasi kembali petugas kesehatan mengenai waktu pengembalian berkas rekam medis, memberikan reward berupa sertifikat penghargaan kepada petugas kesehatan yang bertanggung jawab serta saran bagi peneliti selanjutnya yaitu mengkaji secara kuantitatif variabel-variabel independent yang mempengaruhi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap.
IDENTIFIKASI PSEUDOMONAS SP PADA TELAPAK TANGAN CLEANING SERVICE DI KOTA KEDIRI Kusuma Wardani, Siska; erawati, Erawati; Vega Nela, Frieti; Yuwana Putri, Zulfaa
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22544

Abstract

Cleaning service adalah sebuah jasa pelayanan kebersihan, higienis, dan keindahan dari sebuah instansi baik di dalam ataupun di luar ruangan. Dalam bertugas cleaning service biasa terpapar berbagai bakteri, virus, dan mikroba yang terdapat pada sampah maupun debu, bakteri yang banyak mengkontaminasi antara lain Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan cleaning service, dan ada atau tidaknya bakteri Pseudomonas sp dan presentase cleaning service yang terkontaminasi bakteri Pseudomonas sp. Penelitian ini menghasilkan bakteri yang bergenus Pseudomonas sp pada telapak tangan cleaning service, dari 29 sampel yang diperiksa terdapat 26 responden (86,6%) terinfeksi bakteri Pseudomonas sp, 3 responden (10,3%) terinfeksi bakteri lain. Bakteri bakteri tersebut dapat ditemukan pada telapak tangan cleaning service dikarenakan kurangnya tingkat kesadaran terhadap kebersihan seperti membersihkan sampah/limbah medis tanpa menggunakan AS yang lengkap dan cara mencuci tangan yang tidak sesuai dengan SOP. Kesimpulan penelitian Identifikasi Bakteri Pseudomonas sp pada Telapak tangan Cleaning Service di Kota Kediri ditemukan bakteri Pseudomonas spsebesar 86,6% pada telapak tangan cleaning service.
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA D-III KEPERAWATAN TENTANG PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASI INFEKSI SALURAN KENCING Herawati, Elysabet; Tri Wijayanti, Endah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22545

Abstract

Infeksi Saluran Kencing (ISK) merupakan kasus yang masih banyak dijumpai di Indonesia, bahkan pada usia dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa D-III Keperawatan UNP Kediri terhadap penyebab, gejala, dan cara mengatasi Infeksi Saluran Kencing (ISK). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan sampel 54 mahasiswa D-III Keperawatan UNP Kediri tingkat 1 sejumlah 54 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa 93% responden dapat menjawab nama bakteri penyebab ISK. Sebesar 63% responden juga menyatakan tahu gejala ISK. Sebesar 96% responden juga tahu cara mengatasi ISK. Hal ini menunjukkan Tingkat pengetahuan yang tinggi pada pertanyaan bakteri penyebab ISK dan cara mengatasi ISK, meskipun sebesar 93% responden menyatakan belum pernah mengalami ISK. Namun untuk gejala ISK, masih didapati 37% mahasiswa yang menjawab tidak tahu, sehingga pengetahuan mengenai gejala ISK pada mahasiswa D-III Keperawatan UNP Kediri perlu ditingkatkan