cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
-
Phone
+6282111111864
Journal Mail Official
jurnal@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Dahlan, No. 76, Kediri 64112, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Judika (Jurnal Nusantara Medika)
ISSN : -     EISSN : 25412477     DOI : https://doi.org/10.29407
Core Subject : Health,
The Judika Journal is a peer review journal published by the Faculty of health sciences in collaboration with a research and community service institute, Universitas PGRI Kediri. The purpose of this Journal is to facilitate scientific publication of research results in Indonesia and participate in improving the quality and quantity of research for academics and researchers. Journal is a journal that contains the results of research or a comprehensive literature review in the health field from various universities and health institutions in Indonesia.
Articles 189 Documents
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Oktora Wilda, Lexy; Egita Prasetya, Calvinez
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i1.25913

Abstract

Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggunakan herbal salah satunya Bawang Putih. Bawang putih mempunyai kandungan Allicin yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pemberian Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pra-post test design. Sampel sebanyak 18 responden dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah Pemberian Bawang Putih dan variabel dependen adalah Penurunan Tekanan Darah. Pengumpulan data mengunakan SOP dan tensimeter digital merk Onemed. Uji statistic mengunakan uji Paired t test dengan α = 0,05. Dari 18 responden sebelum pemberian bawang putih didapatkan mean tekanan darah sistolik 174,61 mmHg dan mean tekanan darah diastolik 97,61 mmHg, sesudah pemberian bawang putih didapatkan mean tekanan darah sistolik 165,17 mmHg dan mean tekanan darah diastolik 90,22 mmHg. Hasil uji Paired t test tekanan darah sistole didapatkan p value (0,000) ≤ α (0,05) dan tekanan darah diastole hasil uji p value (0,000) ≤ α (0,05). Sehingga ada Pengaruh Pemberian Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Mlorah Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Senyawa allicin dalam bawang putih berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, menurunkan tekanan darah. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni melebarkan pembuluh darah (Vasodilator) sehingga tekanan darah akan turun.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSYANDU DESA BLIMBING KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN Rahayu Budi Utami; Vivin Dyah Ayu Tri Susilowati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i1.25916

Abstract

ASI eksklusif diperlukan dalam seorang bayi untuk menunjang perkembangannya, diperlukan dukungan keluarga agar hal tersebut dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan crosssectional dilaksanakan tanggal 1 April – 1 Mei 2024. Populasi adalah semua Ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di Posyandu Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun sebanyak 38 Responden. Sampling menggunakan purposive sampling. Sampel sebanyak 36 responden. Terdapat 2 variabel, variabel independen yaitu dukungan keluarga dan variabel dependen adalah pemberian ASI eksklusif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan coefficient contingency dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 36 responden sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (55,56%), sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 23 responden (63,89%). Uji statistik coefficient contingency p value = 0,000 ≤ α = 0,05, sehingga Ha diterima. Dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Dukungan keluarga berupa dukungan informasi, material dan emosional membuat ibu termotivasi untuk melaksanakan ASI eksklusif. Hal tersebut dapat akan memberikan manfaat kepada bayi sehingga bayi akan sehat dan berkembang optimal.
PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA KELUARGA RESIKO TINGGI DI UPTD PUSKESMAS SEMEN KEDIRI Sucipto; Vina Marini Putri; Heny Kristanto
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27423

Abstract

Keluarga merupakan bagian penting masyarakat untuk mendorong perilaku pencegahan diabetes melitus. Penyakit kronis terus meningkat di masyarakat, terutama pada individu berisiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat dalam keluarga atau gaya hidup tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga berisiko tinggi di UPTD Puskesmas Semen Kediri. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 95 keluarga penderita diabetes melitus dengan sampel sebanyak 77 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah peran keluarga dan variabel terikat adalah perilaku pencegahan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian tentang peran keluarga diperoleh hampir separuh responden, sebanyak 36 responden (46,8%) menunjukkan peran keluarga baik dan perilaku pencegahan diperoleh sebagian besar responden, sebanyak 44 responden (57,1%) menunjukkan perilaku pencegahan baik dari total 77 responden. Dari hasil analisis uji rank Spearman didapatkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,585. Simpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan antara peran keluarga dengan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga risiko tinggi di UPTD Puskesmas Semen Kediri. Diharapkan peran keluarga terus dipertahankan agar gula darah penderita diabetes melitus tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA ANAK USIA 6-11 BULAN DI DESA KETANON KEC. KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG Sumy Dwi Antono; Brillliant Karunia Ramadani; Desy Dwi Cahyani; Indah Rahmaningtyas
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27424

Abstract

Sejak usia 6 bulan ditemukan gap tingkat energi pada anak dengan energi dari ASI, sehingga perlu memperoleh MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif desain korelasional, dengan cara mengkaji hubungan variabel bebas (pengetahuan ibu) dan variabel terikat (pemberian MP-ASI). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-11 bulan di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung berjumlah 56 ibu. Kemudian menggunakan rumus Slovin guna mendapatkan sampel yakni berjumlah 36 ibu. Instrumen menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini didapatkan hampir setengahnya yaitu 47% ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup, 31% ibu berpengetahuan kurang serta 22% ibu berpengetahuan baik. Kemudian hampir setengahnya 42% ibu menerapkan MP-ASI dengan kategori baik, kemudian terdapat 36% ibu MP-ASI kategori cukup dan 22% pemberian MP-ASI kurang. Uji Korelasi Spearman Rank p 0,045 < 0,05 artinya H0 ditolak, terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap pemberian MP-ASI anak usia 6-11 bulan.
PENGARUH INTRADIALYTIC STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN RESTLESS LEG SYNDROME PADA PASIEN HEMODIALISA Anggun Prameswari Kartikaputri; Syahruramdhani; Tariyah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27428

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan disfungsi ginjal yang menjadi masalah kesehatan cukup serius dimasyarakat karena terjadi penumpukan sampah metabolisme yang tidak dapat dibuang oleh ginjal dan menyebabkan uremia sehingga pasien harus menjalani terapi hemodialisa dalam jangka panjang. Umumnya pasien yang menjalani hemodialisa terdapat penurunan pada aktifitas fisik sehingga dapat menimbulkan restless leg syndrome (RLS). Intradialytic stretching exercise merupakan teknik relaksasi otot yang dapat menenangkan tubuh pasien dan menurunkan tekanan darah, detak jantung dan stress pada pasien yang sedang menjalani hemodialisa. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan restless leg syndrome setelah melakukan intradialytic stretching exercise pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan mengevaluasi intervensi keperawatan dengan intradialytic stretching exercise terhadap penurunan restless leg syndrome. Penelitian ini dilakukan di ruang hemodialisa RSUD Tidar Kota Magelang. Pengukuran skor restless leg syndrome yaitu dengan menggunakan restless leg syndrome scale. Intervensi dilakukan selama 15 – 20 menit dalam dua minggu dengan empat kali pertemuan. Evaluasi restless leg syndrome dilakukan pada pertemuan ke-4. Hasil penelitian ini menunjukan skor restless leg syndrome pada pertemuan ke-1 adalah 24 (parah) dan skor pada pertemua ke-4 adalah 20 (cukup parah). Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa intradialytic stretching exercise dapat mengurangi restless leg syndrome pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA Ardiansyah; Daeng Agus Vieya Putri Bhwa; Aplonia Nenobais; Christophorus Nuha Mara
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27448

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami lansia dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan data World Healt h Organization (2021), sekitar 1 dari 3 orang dewasa secara global menderita hipertensi, dan angkanya meningkat signifikan pada usia lanjut. Data Dinas Kesehatan Kota Kupang Tahun 2022 mencatat dari 29.149 kasus hipertensi, 4.985 pasien berada di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan, namun perubahan gaya hidup masyarakat modern cenderung mengarah pada konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan rendah serat, yang turut meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia yang berkunjung ke Puskesmas Oesapa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 lansia diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi makanan (FFQ) dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian dilakukan kepada 60 responden lansia, dengan hasil sebanyak 33 orang (55%) memiliki pola makan buruk dan 35 orang (58,3%) teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,048 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian hipertensi pada lansia. Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Oesapa. Edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan rendah natrium dan tinggi serat perlu ditingkatkan agar dapat mencegah terjadinya hipertensi pada lansia.
SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELOMPOK LANSIA SENAM JANTUNG SEHAT Lexy Oktora Wilda; Wahyu Pujiati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27449

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kardiovaskuler yang sering terjadi pada Lansia. Pengendalian Hipertensi pada usia lanjut salah satunya adalah dengan olahraga Senam Jantung Sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Senam Jantung Sehat Terhadap Tingkat Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Kelompok Lansia Senam Jantung Sehat. Rancangan penelitian dengan Design Pre Eksperimen melalui pendekatan one group pretest post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Februari – 19 Maret 2023 di Kelompok Lansia Senam Jantung Sehat. Populasi Lansia yang aktif mengikuti senam jantung sehat di RSUD Dolopo sejumlah 35 Lansia,dengan total sampling di dapat sample sejumlah 14 responden.Variabel independen adalah senam jantung sehat. Variabel dependen tingkat hipertensi pada lansia penderita hipertensi. Pengolahan Analisa data dengan uji statistik SPSS menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test ( α = 0,05). Dari penelitian 14 responden didapatkan hasil sebelum dilakukan senam jantung sehat sebagian besar mempunyai tingkat tekanan darah hipertensi grade 1 sebanyak 13 responden (92,9%). Setelah dilakukan senam jantung sehat di dapatkan tingkat tekanan darah dengan kategori high normal sebanyak 12 responden (85,7%). Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan α 0,001. Karena nilai ρ value ≤ α 0,05, maka Ha diterima dan dapat diambil kesimpulan ada pengaruh yang signifikan pada tingkat tekanan darah sebelum dengan setelah intervensi senam jantung lansia. Dengan mengikuti senam Jantung Sehat secara rutin dapat meningkatkan kualitas hidup kesehatan Lansia dengan mempertahankan tekanan darah yang stabil selain minum obat hipertensi secara teratur.
GAMBARAN KADAR CRP DAN NILAI NEUTROFIL PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI JAYAPURA Erawati; Siska Kusuma Wardani; Triffi Imasari; Purwanengsy Saputri Pinang
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27513

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1sCeXC3-3i3fmsew5MSrI0xOBsO9Rz2lD/edit?usp=sharing&ouid=110483708353515063158&rtpof=true&sd=true
PELAKSANAAN DISCHARGE PLANING DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP Anik Nuridayanti
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27523

Abstract

https://docs.google.com/document/d/12p64cUArhD0Lf8rkXg1VA_V-PsOxkjkf/edit?usp=sharing&ouid=110483708353515063158&rtpof=true&sd=true