cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Protein Dengan Kejadian Anemia Pada Anak Usia Prasekolah Di Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Desy Mutiara Swandayani Putri; Auly Tarmali; Yuliaji Siswanto
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://Anemia pada anak usia prasekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar sampai saat ini baik tingkat global, nasional maupun lokal. Masalah gizi yang sering dialami anak usia prasekolah di Indonesia adalah anemia. Penyebab anemia salah satunya adalah kurangnya asupan gizi yang terdapat dalam makanan seperti protein. Defisit protein banyak terjadi didaerah pedesaan yang menganut tradisi tani, seperti yang ada di Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi protein dengan kejadian anemia pada anak usia prasekolah di Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 340 anak usia prasekolah dan sampel sebanyak 65 anak usia prasekolah. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional randon sampling. Pengambilan data menggunakan mtode food frequency dan observasi anemia melalui telapak tangan anak usia prasekolah. Analisis data dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dengan derajat kemaknaan (α) sebesar 5%. Hasil penelitian didapatkan tingkat konsumsi protein dengan kategori lebih mempunyai persentase paling tinggi sebanyak 98,5% (64 anak). Untuk kejadian anemia anak usia prasekolah pada umumnya tidak mengalami anemia sebanyak 69,2% (45 anak). Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kejadian anemia (p = 0,914). Disarankan kepada orang tua anak usia prasekolah untuk membatasi pemberian makanan olahan pada anakdrive.google.com/drive/my-drive
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Usia 35–50 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Dewi Ratnasari; Sugeng Maryanto; Meilita Dwi Paundrianagari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Konsumsi kopi sebanyak tiga cangkir / hari dan aktivitas fisik berat dapat memicu terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi kopi dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 93 orang diambil dengan metode teknik total sampling. Tekanan darah diukur menggunakan spygmomanomometer. Kebiasaan konsumsi kopi diukur dengan menggunakan kuesioner. Aktivitas fisik diukur menggunakan Form Record 24 Jam berdasarkan nilai PAL. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square dengan nilai α ≤ 0,05. Hasil: kebiasaan konsumsi kopi kategori sangat sering 10,8% (n=10), kategori sering 46,2% (n=43), kategori jarang 43,0% (n=40). Aktivitas fisik dengan kategori berat 49,5% (n=46), kategori sedang 31.2% (n=29), kategori ringan 15,1% (n=14), kategori sangat ringan 4,3% (n=4). Laki – laki menderita hipertensi sebanyak 55,9% (n=52), dan yang tidak hipertensi 44.1% (n=41). Analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi (p= 0,004), dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,467) Simpulan: ada hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi dan tidak ada hubungan antara ativitas fisik dengan kejadian hipertensi.
Pengaruh Penyuluhan Dengan Media Komik Terhadap Pengetahuan Tentang Sarapan Sehat Pada Siswa/Siswi Ppa di Desa Pa’batangang Kabupaten Takalar Tahun 2020. zaenab, nurhafza; Icha dian Nurcahyani; Suherman; Nur Nikmah Sirajuddin; Musdalifah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.96

Abstract

The influence of counseling with comic media to on the knowledge Sehat of healthy breakfast instudents in Pa'batangang Village of Takalar District year 2020(in Guided by Mrs. Icha dian Nurcahyani And Mr. Suherman).). Healthy breakfast is an activity of eating and drinking which is carried out between 06.00 and 09.00 to meet daily nutritional needs. Based on the results of interviews conducted by researchers, the factors that cause these PPA students to not eat breakfast are: feeling very limited time because school is quite far, late early risers, and no appetite for breakfast. This research aims to analyze the influence of counseling with comic media on knowledge about healthy breakfast instudentsin Pa'batangang Village of Takalar Regency. In thisstudy researchers used quasy experiments with pre-test and post-test designs,, Asample of 34 students and a drop out of 4 students, using questionnaires before and after intervention. There are differences before and after intervention with sig values. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. based on the results of the research that can be concluded that there is an influence of counseling with comic media komik on the knowledge of PPA students in Pa'batangang Village.. Abstrak Sarapan sehat merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara pukul 06.00 sampai 09.00 untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti faktor yang menyebabkan siswa-siswa PPA tersebut tidak mau sarapan pagi yaitu : merasa waktunya sangat terbatas karena sekolah cukup jauh, terlambat bangun pagi, dan tidak ada selera untuk sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Penyuluhan Dengan Media Komik Terhadap Pengetahuan Tentang Sarapan Sehat Pada Siswa/Siswi Ppa Di Desa Pa’batangang Kabupaten Takalar . Pada penelitian ini peneliti menggunakan quasy experiment dengan rancangan pre-test dan post-test, Jumlah sampel sebanyak 34 siswa-siswi dan drop out sebanyak 4 siswa/siswi, dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. uji statistik yang dilakukan menggunakan Uji independent Sample T-Test menunjukkan bahwa Perubahan pengetahuan siswa-siswi pada saat sebelum intervensi dan setelah intervensi tersebut signifikan. Terdapat perbedaan sebelum dan setelah intervensi dengan nilai sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. berdasarkan hasil penelitian yang dilakakun dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan dengan media komik terhadap pengetahuan siswa-siswi PPA di Desa Pa’batangang.
Diet Ketogenik dan Dampaknya terhadap Mikrobiota Usus pada Kondisi Diabetes Melitus Tipe 2 Ayuningtyas, Annisa
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.98

Abstract

ABSTRACT The incidence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) increase significantly. Lifestyle changes, including patterns and types of food, have an effect on the occurrence of T2DM. Changes in the composition and type of gut microbiota have a significant impact on the incidence of metabolic diseases, including T2DM. Ketogenic diet, which consist of high fat, moderate protein, and very low carbohydrates, is currently a common diet for weight-loose program in obese people, where obesity is a risk factor for T2DM. However, the use of this diet as management in T2DM subject is still a controversy. It is proven that ketogenic diet can alter the composition of Bacteriodetes to Firmicutes in T2DM subject and may improve the metabolic profile of this subject. The ketogenic diet can be recommended as a diet for T2DM subject with attention to the special conditions of the subject. Abstrak Angka kejadian diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) meningkat secara signifikan. Perubahan gaya hidup termasuk pola dan jenis makanan berpengaruh terhadap terjadinya penyakit DMT2. Perubahan komposisi dan jenis mikrobiota usus berdampak signifikan terhadap kejadian penyakit metabolik, termasuk DMT2. Diet ketogenik dengan komposisi tinggi lemak, cukup protein, dan karbohidrat sangat rendah, saat ini menjadi tren diet yang banyak dipilih untuk menurunkan berat badan pada orang obesitas, dimana obesitas menjadi salah satu faktor risiko DMT2. Meskipun demikian, penggunaan diet ini sebagai manajemen diet pada individu dengan DMT2 masih menjadi kontroversi. Pemberian diet ketogenik pada individu dengan DMT2 mampu mengubah komposisi Bacteriodetes terhadap Firmicutes dan berdampak terhadap perbaikan profil metabolik. Diet ketogenik dapat direkomendasikan sebagai diet bagi individu dengan DMT2 dengan memperhatikan kondisi khusus.
Self Care Pada Penderita Diabetes Melitus Dengan Penyakit Penyerta Hipertensi Di Puskesmas Risgian Putra, Juli; Rahayu, Urip; Shalahuddin, Iwan
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.99

Abstract

Tingginya angka diabetes melitus dipengaruhi oleh aktivitas self care yang buruk. Aktivitas self care yang buruk dapat menyebabkan penyakit penyerta lainnya pada penderita diabetes melitus, salah satunya hipertensi. Masalah tersebut dapat semakin mempengaruhi perawatan diri yang dilakukan dalam proses penyembuhan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran self care pada penderita diabetes melitus dengan penyakit penyerta hipertensi Di Puskesmas Bayongbong Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang memiliki penyakit penyerta hipertensi Di Puskesmas Bayongbong Kabupaten Garut yaitu berjumlah 39 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisoner Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) yang berjumlah 17 item. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar memiliki perilaku self care kurang sebesar 70,0% dan sisanya sebesar 30,0% memiliki perilaku self care baik. Sebagian besar komponen self care diabetes melitus berada pada kategori kurang diantaranya yaitu pola makan 83,3%, perawatan kaki 76,7%, minum obat 70,0% dan monitoring tekanan darah 70,0%. Sementara itu komponen self care diabetes melitus yang memiliki kategori baik yaitu latihan fisik sebesar 66,7%. Perilaku self care yang perlu ditingkatkan adalah mengatur pola makan, perawatan kaki, minum obat secara teratur dan memonitoring tekanan darah sesuai anjuran tenaga medis. Penderita diabetes melitus dengan penyakit penyerta hipertensi diharapkan dapat meningkatkan perilaku self care dalam upaya meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup penderitanya.
Asuhan Gizi pada Ibu dengan Mastitis Efrizal, Wiwin
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.100

Abstract

Mastitis is an infection of the breast that generally occurs in conjunction with lactation which often occurs in nursing mothers. Blockage of the milk ducts and infection can cause mastitis. Mastitis will result in an increase in the nutritional needs of nursing mothers and disruption of the breastfeeding process so that it has an impact on the nutritional status of the baby. The purpose of writing is to provide a comprehensive description of nutritional care for mastitis mothers using the literature review method. From the study, it is known the importance of proper nutritional care for mothers with mastitis in the form of assessment, nutritional diagnosis, intervention, monitoring and evaluation as a continuous cycle to overcome mastitis problems in collaboration with the nutrition care team. The conclusion is that collaboration with other health professionals has started since the nutritional assessment was carried out, so that the management of mastitis cases can be more optimal. Abstrak Mastitis adalah infeksi pada payudara yang umumnya terjadi bersamaan dengan laktasi. Penyumbatan pada saluran ASI dan adanya infeksi dapat menimbulkan mastitis. Mastitis akan mengakibatkan meningkatkan kebutuhan gizi pada ibu menyusui dan terganggunya proses menyusui sehingga berdampak pada status gizi bayi. Asuhan gizi yang tepat pada ibu dengan mastitis dalam bentuk pengkajian, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi sebagai siklus yang terus menerus dapat mengatasi masalah mastitis dengan kolaborasi bersama tim asuhan gizi. Kolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya telah dimulai sejak pengkajian gizi dilakukan, sehingga penatalaksanaan kasus mastitis dapat lebih komprehensif.
Hubungan Status Gizi, Asupan Energi Dan Zat Gizi Terhadap Kecepatan Dan Kelincahan Peserta Ekstrakurikuler Hoki Sman Di Kabupaten Tangerang -, Nurlina Islamiyati; Nazhif Gifari; Desiani Rizki Purwaningtyas
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.101

Abstract

Hockey is known to be a game that requires a lot of energy, where hockey players are required to have a level of good physical condition undergirded by meeting energy needs and opticians capable of performing during the game. The purpose of this study is to assess the nutritional status and intake of energy and nutrients and analyze the correlation with the speed and agility of the district's extracurricular hockey field. Cross-sectional research on all hockey players amounted to 70 people. Measurements made in this study include weight, height, BMI, energy and nutrient intake as well as speed and agility. The results showed that the nutritional status of BMI/U didn’t have a significant correlation with speed (p=0,842; r= -0,02) and nutritional status of BMI/U didn’t have a significant correlation with agility (p=0,271; r= -0,133). The average energy intake, protein intake and carbohydrate intake didn’t significantly correlate with speed (p=0,071; r=0,560, p=0,457; r=0,090, p=0,858; r= 0,022). Meanwhile, fat intake and calcium intake didn’t have a significant correlation with agility (p=0,874; r= -0,019, p=743; r= 0,040). The conclusion of this study is the nutritional status of BMI/U, energy intake, protein and carbohydrate intake aren’t related to speed and nutritional status of BMI/U, fat intake and calcium intake aren’t related to agility Abstrak Permainan hoki diketahui merupakan permainan yang membutuhkan banyak energi, dimana para pemain hoki dituntut untuk memiliki tingkat kondisi fisik yang baik yang ditunjang dengan pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi yang optimal agar mampu mencapai prestasi selama pertandingan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji tentang gambaran status gizi serta asupan energi dan zat gizi serta menganalisis korelasinya dengan kecepatan dan kelincahan pemain ekstrakurikuler hoki SMAN Kabupaten Tangerang. Penelitian cross-sectional pada semua pemain hoki berjumlah 70 orang. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi IMT/U tidak berkorelasi secara signifikan terhadap kecepatan (p=0,842; r= -0,02) dan status gizi IMT/U tidak berkorelasi signifikan terhadap kelincahan (p=0,271; r= -0,133). Asupan energi, asupan protein dan asupan karbohidrat tidak berkorelasi secara signifikan terhadap kecepatan (p=0,071; r=0,560, p=0,457; r=0,090, p=0,858; r= 0,022). Sedangkan asupan lemak dan asupan kalsium tidak berkorelasi secara signifikan terhadap kelincahan (p=0,874; r= -0,019, p=743; r= 0,040). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi IMT/U, asupan energi, asupan protein dan asupan karbohidrat tidak berhubungan dengan kecepatan serta status gizi IMT/U, asupan lemak dan asupan kalsium tidak berhubungan dengan kelincahan.
The Analysis of Fiber Content of Nuggets and Crackers With the Basic Ingredients of Kepok Banana Hump (Musa paradisiaca Var. Balbisina Colla) Rifatul Ridlo; Sugeng Maryanto; Riva Mustika Anugrah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.103

Abstract

Nugget and crackers are fast foods that are widely consumed and favored by the public, usually used as dishes or snacks. Banana tubers is a local food commodities which contains of high fiber can be processed as an ingredients nuggets and crackers. The purpose ofthis reseach was to determine the fiber content of nuggets and crackers with the basic ingredients of kepok banana hump (Musa paradisiaca Var. Balbisina Colla). This study was experimental design. The nugget formulation consisted of 3 comparisons, the ratio of banana hump : wheat flour (25%: 75%) (F1), (50%: 50%) (F2), and (75%: 25%) (F3). The cracker formulation consists of 3 comparisons, the ratios of banana hump: tapioca flour (25%: 75%) (F1), (50%: 50%) (F2), and (75%: 25%) (F3). Test the fiber containt by the gravimatry method which is then described. The results in this study was analyzed of the fiber value of nuggets and crackers kepok banana hump every (100g). The highest fiber content of nuggets was F3: 0.514g, F2: 0.322g and F1: 0.186g. The highest fiber content of Kepok banana hump crackers is F3: 0.861g, F2: 0.747g and F1: 0.727g. The fiber value of the kepok banana hump crackers is higher than the kepok banana hump nugget.
The Correlation Between Calcium and Iron Intake with Dysmenorrhea in Female Adolescents in SMA Negeri 1 Ambarawa Maria Magdalena Meilina Rahmawati; Sugeng Maryanto; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.104

Abstract

Dysmenorrhea is pain in the stomach that comes from uterine cramps and occurs during menstruation. Menstrual pain or dysmenorrhea can have an impact on learning activities in adolescents. The incidence of dysmenorrhea in Central Java reaches 56%. Calcium and iron intake are factors that can affect the incidence of dysmenorrhea. The research objective was to determine the correlation between calcium and iron intake and the incidence of dysmenorrhea in female adolescents at SMA Negeri 1 Ambarawa. This study is a descriptive correlation study with a cross sectional approach. The population was 501 students of SMA Negeri 1 Ambarawa. There were 87 subjects taken by proportional random sampling. Collecting data using UPAT (Universal Pain Assessment Tool) and FFQ (Food Frequency Questionnaire). The data were analyzed using kendals’tau control test (α = 0.05). Research results female adolescent calcium intake is 92.0% less, 6.9% good, and 1.1% more. The iron intake of female adolescent was 96.6% less, 2.3% good, and 1.1% more. The incidence of dysmenorrhea in female adolescent was 44.8% mild pain, 28.7% moderate pain, 8.0% severe pain, 5.7% very severe pain, and 12.6% no pain. There is a correlation between calcium intake and the incidence of dysmenorrhea (p = 0.008). There is a correlation between iron intake and the incidence of dysmenorrhea (p = 0.005).
The Effect Of Fermentation On Nutrition Content (Protein, Fat, Carbohydrate And Fiber) In Processed Red Beans (Phaseolus Vulgaris L.) Erwin Indayanti; Sugeng Maryanto; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.105

Abstract

Red bean tempeh is a processed product from nuts which is formed by the help of Rhizopus sp, mold through a fermentation process. One of the uses of red bean production through the boiling and fermentation process is an effort to increase the variety of red bean processing to increase the nutritional value of kidney beans. Purpose To determine the nutritional content and analysis of nutritional content in boiled red beans and red bean tempeh. This study was a pre experimental design. With a completely randomized design approach. The research carried out is by making preparations in the form of boiled red beans and red bean tempeh and then tested for nutritional content. The analysis test for protein content used the kjedahl method, the fat content used the Soxhlet method, the carbohydrate content used the anthrone method, and the fiber content used the reflux method. Statistical analysis of different tests was performed using the independent t test, with data distribution normally distributed. The average yield of nutrient content in boiled red beans was 18.77% protein, 4.03% fat, 27.40% carbohydrates, and 18.25% fiber. The nutritional content of red bean tempeh is 12.26% protein, 3.96% fat, 34.75% highest carbohydrate, and 22.10% fiber. The most significant test results were the carbohydrate content (p = 0.001) and the protein content (p = 0.021). Fat (p = 0.965) and fiber (p = 0.399) content showed no significant difference. There are differences in the nutritional content of boiled red beans and red bean tempeh, namely in the carbohydrate content and protein content, which shows a significant difference (p <0.05).

Page 9 of 28 | Total Record : 280


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue