cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Hubungan Antara Asupan Protein, Vitamin A, Zink, dan Riwayat ISPA dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2-5 Tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Winarti; Purbowati; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i1.78

Abstract

Stunting is a linear growth disorder that has an impact on physical growth, a contributing factor is insufficient chronic nutrient intake or chronic or recurrent infectious diseases.These nutrients are protein, vitamin A, zinc, while infectious diseases commonly experienced by toddlers are ARI (acute respiratory infections). The study aims to investigate the correlation between protein intake, vitamin A, zinc, and history of ARI with the incidence of stunting in infants aged 2 - 5 years in Wonorejo village, Pringapus district, Semarang regency. The study was cross sectional approach. The population was all mothers of toddlers aged 2-5 years old. With the Proportional Random Sampling method. The data analysis used univariate analysis with frequency distribution, and bivariate analysis used Kendall Tau (p < 0,05). The percentage of protein intake categories in toddlers aged 2-5 years in Wonorejo Village is the most in the less category, which is 46%. The percentage of the category of vitamin A intake in toddlers aged 2-5 years in Wonorejo Village is the most in the less category, which is 48.3%. Percentage of zinc intake category in toddlers aged 2-5 years in Wonorejo Village is the most in the less category, which is 65.5%. Percentage of ARI history category in toddlers aged 2-5 years in Wonorejo Village is the highest in the rare category, 63.2%. There is a significant correlation between protein intake, vitamin A, zinc, and history of ARI with the incidence of stunting in children aged 2-5 years in Wonorejo Village, Pringapus District, Semarang Regency (p = 0.031; p = 0.004; p = 0,000; p = 0.016). There is a significant correlation between protein intake, vitamin A, zinc, history of ARI with the incidence of stunting in toddlers aged 2-5 years in Wonorejo Village, Pringapus District, Semarang Regency Abtrak : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang berdampak pada pertumbuhan fisik, faktor penyebabnya adalah ketidakcukupan asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang. Protein, vitamin A, zink, dan ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) mempengaruhi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, vitamin A, zink, dan riwayat ISPA dengan kejadian stunting pada balita usia 2 - 5 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu dan balita usia 2-5 tahun. Dengan metode proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Kendall Tau (p < 0,05). Persentasi kategori asupan protein pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo paling banyak dalam kategori kurang yaitu 46%. Persentasi kategori asupan vitamin A pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo paling banyak dalam kategori kurang yaitu 48,3%. Persentasi kategori asupan zink pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo paling banyak dalam kategori kurang yaitu 65,5%. Persentasi kategori riwayat ISPA pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo paling banyak dalam kategori jarang yaitu 63,2%. Persentasi kejadian stunting di Desa Wonorejo yaitu sebanyak 51,7%. Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein, vitamin A, zink, dan riwayat ISPA dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang (p= 0,031; p= 0,004; p= 0,000; p= 0,016). Terdapat hubugan yang bermakna antara asupan protein, vitamin A, zink, riwayat ISPA dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang
Daya Terima Snack Bar Rendah Energi Tinggi Serat Berbahan Dasar Tepung Mocaf dan Tepung Kacang Merah Windha Pratama; Riva Mustika Anugrah; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i1.79

Abstract

Snack bar a rod-shaped snacks. Snack bar is mostly made from wheat flour and soy flour. Mocaf flour and red bean flour is Local food commodities sources high in fiber so can be processed into the snack bar as a snack low-energy and high in fiber are preferred in the community. This study aims to knowing acceptance and analysis of energy and fiber content snack bars mocaf flour and red bean flour. This study was pre experimental design. Sampling using purposive sampling that as many as 25 panelists somewhat trained. Research was made by mixing varying the addition of a mixture of flour (mocaf flour and red bean flour) and oats on sanck bar then tested for acceptance and test nutrient content. Statistical analysis of the level of acceptance test Kruskal-Wallis (α = 0.05) with a further test mann-whitney. Highest level of acceptance that the snack bar formula 3. The results of the most significant real difference test at the snack bar flavors (p = 0.01) and colors (p = 0.01). The content of the snack bar formula 3 of energy as much 123.48 kcal and 5.78 gram fiber. Acceptance the most preferred snack bar was in Formula 3. Formula 3 Snack bar content has a low energy and high fiber. Abtrak : Snack bar merupakan makanan ringan yang berbentuk batangan. Snack bar sebagian besar terbuat dari tepung terigu dan tepung kedelai. Tepung mocaf dan tepung kacang merah merupakan komoditas pangan lokal sumber pangan tinggi serat sehingga dapat diolah menjadi snack bar sebagai makanan selingan rendah energi dan tinggi serat yang di sukai di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan analisis kandungan energi dan serat snack bars tepung mocaf dan tepung kacang merah. Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 25 panelis agak terlatih. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan membuat variasi pencampuran penambahan tepung campuran (tepung mocaf dan tepung kacang merah) dan oat pada sanck bar untuk kemudian diuji daya terima dan uji kandungan zat gizi. Analisis statistik tingkat penerimaan menggunakan uji Kruskal-Wallis (α = 0,05) dengan uji lanjut Mann-Whitney. Tingkat penerimaan paling tinggi yaitu snack bar formula 3. Hasil uji beda nyata paling signifikan pada snack bar rasa (p=0,01) dan warna (p=0,01). Kandungan snack bar formula 3 energi sebanyak 123,48 kkal dan serat 5,78 gram. Daya terima snack bar paling disukai adalah pada Formula 3. Snack bar Formula 3 memiliki kandungan energi yang rendah dan serat yang tinggi.
Pemberian Insentif dan Motivasi Kerja dengan Mutu Pelayanan Perawat di Puskesmas Bangetayu Semarang Syaifudin, Achmad; Hernawan, Satria Yosi; M Adinata, Ni Nyoman
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i1.80

Abstract

The quality of health services in Puskesmas and hospitals is the final product of complex interactions and dependencies between various components or aspects of service. Nursing service quality is a condition that can describe the level of perfection of a display of nursing service products that are provided bio-psycho-social-spiritual to sick and healthy individuals which are carried out based on established nursing care standards to suit customer desires.The Purpose of this study to analyze the relationship between incentives and work motivation with the quality of nurse services at the Bangetayu Public Health Center in Semarang.Type of this research is a quantitative study with the approach method used is cross sectional. Sampling by random sampling technique, obtained 41 respondents. Data collection using questionnaire instruments incentives, motivation and quality of nursing services. Research data were analyzed using chi square test.The results showed that the provision of incentives was largely satisfying (61%), the motivation of nurses was mostly positive (51.2%), and the quality of nursing services was mostly good (43.9%).The conclusion from this study shows that there is a relationship between providing incentives with the quality of nurse services at the Puskesmas Bangetayu Semarang p value (0.003) and there is a relationship between work motivation and the quality of nurse services at the Puskesmas Bangetayu Semarang p value (0.008).It is recommended that the Bangetayu Community Health Center pay attention to the provision of incentives and increase the motivation of Nurses to work at the Health Community Center of Bangetayu. Abtrak : Mutu pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit adalah produk akhir dari interaksi dan ketergantungan yang rumit antara berbagai komponen atau aspek pelayanan. Mutu pelayanan keperawatan merupakan keadaan yang dapat menggambarkan tingkat kesempurnaan suatu tampilan dari produk pelayanan keperawatan yang diberikan secara bio-psiko-sosial-spiritual pada individu yang sakit maupun yang sehat yang dilakukan berdasarkan standar asuhan keperawatan yang telah ditetapkan guna menyesuaikan dengan keinginan pelanggan, tujuan akhirnya adalah terciptanya kepuasan pasien atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pemberian insentif dan motivasi kerja dengan mutu pelayanan perawat di Puskesmas Bangetayu Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling, didapatkan 41 responden. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner insentif, motivasi dan mutu pelayanan keperawatan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pemberian insentif sebagaian besar memuaskan (61%), Motivasi kerja Perawat sebagian besar positif (51,2%), dan mutu pelayanan keperawatan sebagian besar baik (43,9%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pemberian insentif dengan mutu pelayanan perawat di Puskesmas Bangetayu Semarang p value (0,003) dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan mutu pelayanan perawat di Puskesmas Bangetayu Semarang p value (0,008). Disarankan kepada Puskesmas Bangetayu memperhatikan pemberian insentif dan meningkatkan motivasi kerja Perawat di Puskesmas Bangetayu.
Pengaruh Permainan Kartu Gizi Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar NUR AFRA, GHINA; Laras Sitoayu; Vitria Melani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.82

Abstract

Multiple nutrition problems become a major problem for most Indonesians, including school-aged children. This nutritional problem will certainly impact on the declining quality of human resources (HR) of Indonesia in the present and future. Lacks of nutrition knowledge or lacks applying nutritional knowledge in daily life can lead to nutritional problems. One way that can be done to improve knowledge about balanced nutrition of school children, namely through the process of nutrition education. Media is one component of the process of nutrition education, media is not only serves as a complement as information giver, but the media has the function of attention that has the power to attract attention. The purpose of this research is to examine the effect of giving flash card media to change the knowledge and attitude of balanced nutrition on 5th grade students in Tanjung Duren Selatan 01 Pagi Elementary School. Total sample in this research are 86 people with Quasy Experiment design. Statistical test using t-test dependent, t-test independent and Mann-Whitney. The result of the research showed the change of knowledge and attitude of the students to the balanced nutrition after giving the flash card media intervention (p≤0,05). Flash card media has an effect on the knowledge and attitude of balanced nutrition on Tanjung Duren Selatan 01 Pagi Elementary School students. Development of nutrition education materials using flash card are needed such as the clean and healthy behaviour and food safety. Abstrak Masalah gizi ganda masih menjadi permasalahan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk anak usia sekolah. Masalah gizi ini tentunya akan berdampak pada semakin menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa sekarang dan mendatang. Pengetahuan gizi yang kurang atau kurangnya menerapkan pengetahuan gizi dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan masalah gizi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang anak sekolah, yaitu melalui proses pendidikan gizi. Media merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan gizi, media tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap yaitu pemberi informasi, namun media mempunyai fungsi atensi yaitu memiliki kekuatan untuk menarik perhatian. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian media kartu bergambar terhadap perubahan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa kelas V SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi. Sampel 86 orang dengan desain Quasy Experiment. Uji statistik menggunakan t-test dependent, t-test independent dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan dan sikap siswa terhadap gizi seimbang setelah diberikan intervensi media kartu bergambar (p≤0,05). Pemberian media kartu bergambar berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang anak sekolah pada siswa SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi. Perlu diadakan pengembangan materi pendidikan gizi menggunakan media kartu bergambar seperti materi PHBS dan keamanan pangan
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Komik Dan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Terkait Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 14 Jakarta Hannanti, Herdara; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Muh. Nur Hasan Syah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.85

Abstract

AbstrakBackground : Anemia is still a major public health problem in the world. Indonesia become one of the countries experiencing triple burden of malnutrition and one of them is anemia. The current situation of covid-19 pandemic considered worsen the challenge. Education especially about anemia problem on adolescents girl play an important role in the emergency response covid-19 pandemic. Purpose : To determine the effect of nutrition education using comic and leaflet on the improvement of anemia knowledge in adolescents girl in SMA Negeri 14 Jakarta . Method : Design of this study is quasy experimental with pre-post test group design involving 126 female students in class X and XI which choosed by cluster random sampling. Knowledge data collected with online method. Result : The result was there were differences in respondents knowledge on the effect of nutrition education using comic (p=0,000) and leaflet (p=0,000) media with alpha 0,05. Conclusion : There is an effect of nutrition education using comic and leaflet on anemia knowledge in adolescents girl in SMA Negeri 14 Jakarta Latar Belakang : Anemia hingga saat ini masih menjadi masalah utama dalam kesehatan yang terjadi di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami tiga beban malnutrisi, salah satunya diantaranya adalah anemia. Kondisi pandemi covid-19 saat ini dinilai dapat memperburuk tantangan tersebut. Edukasi terutama mengenai masalah anemia pada remaja putri berperan penting dalam masa tanggap darurat pandemi covid-19. Tujauan : Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui komik dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia pada remaja putri di SMA Negeri 14 Jakarta. Metode : Desain penelitian yang digunakan, yaitu quasy experimental dengan rancangan pre-post test group design melibatkan 126 siswi kelas X dan XI yang dipilih dengan cluster random sampling. Pengambilan data pengetahuan dilakukan secara daring. Hasil : Ada perbedaan pengetahuan responden terhadap pengaruh penggunaan media edukasi gizi melalui komik (p=0,000) dan leaflet (p=0,000) dengan alpha 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh edukasi gizi melalui komik dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 14 Jakarta.
Gambaran Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Pada Wanita Tuna Susila di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo Anggun Jatiningtyas
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan HIV/AIDS tetap menjadi pandemi yang menyerang masyarakat di seluruh dunia. WHO memperkirakan sekitar 10-12 juta orang dewasa dan anak-anak dari seluruh dunia telah terinfeksi dan setiap harinya sebanyak 5.000 jiwa tertular virus HIV. Jumlah AIDS tertinggi di Provinsi Jawa Tengah terdapat pada tahun 2013, yaitu dengan 175 kasus. Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pengetahuan, ekonomi, sosial budaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang HIV/AIDS pada Wanita Tuna Susila. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 68 WTS. Besar sampel sejumlah 46 responden, dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Analisis data penelitian ini menggunakananalisis univariat. Penelitian ini menggunakan analisis data univariat distribusi frekuensi dengan pendekatan cross sectional, sehingga diperoleh 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dalam pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 34 responden (73,9%), untuk kategori kurang sebanyak 3 responden ( 6,5%), dan kategori baik sebanyak 9 responden (9,6%). Bagi dinas terkait diharapkan menambah kegiatan yang menarik, sehingga WTS dapat mengikuti kegiatan secara maksimal. Kemudian WTS yang telah mengikuti penyuluhan yang diadakan tenaga kesehatan diharapkan dapat diketahui dan dimengerti lebih baik lagi, karena dari penelitian didapatkan hasil pengetahuan yang masih cukup.
Hubungan Pola Pemberian Asi Dan Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Dengan Kejadian Status Gizi Kurang Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa Ubung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Baiq Wiwik Subandary; Sugeng Maryanto; Puji Afiatna
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi serta hubungannya dengan pola asuh, ketersediaan makanan, pola pemberian ASI dan MP-ASI. Kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan, perkembangan, tingginya angka kematian bayi dan balita, serta rendahnya umur harapan hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan Pola Pemberian ASI dan MP-ASI dengan Kejadian Status Gizi Kurang pada Anak Usia 6-24 Bulan di Desa Ubung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode: Rancangan penelitian menggunakan studi analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dan Proportional Random Sampling dengan sampel 65. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan menggunakan dacin. Analisis menggunakan uji korelasi Chi Square (α = 0,05). Hasil: Terdapat hubungan pemberian ASI Ekslusif yaitu 56,9% (p=0,008). Frekuensi pemberian ASI yaitu 58,5% (p=0,008). Lama pemberian ASI yaitu 63,1% (p=0,0001) dengan kejadian status gizi kurang. Usia pertama pemberian MP-ASI yaitu 60,0% (p=0,023). Frekuensi pemberian MP-ASI yaitu 50,8% (p=0,011). Porsi pemberian MP-ASI yaitu 53,8% (p=0,011) dalam kategori paling banyak tidak sesuai berhubungan dengan kejadian status gizi kurang dan bentuk pemberian MP-ASI yaitu 78,5% (p=0,109) dalam kategori paling banyak tidak sesuai tidak berhubungan dengan kejadian status gizi kurang. Simpulan: Ada hubungan pola pemberian ASI (pemberian ASI Ekslusif,frekuensi dan lama ) dan MP-ASI (usia pertama pemberian MP-ASI,frekuensi,porsi) dengan kejadian status gizi kurang. Tidak ada hubungan antara bentuk pemberian MP-ASI dengan kejadian status gizi kurang.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pembarian Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang Chusnul Oktaviana Rachmawati; Masruroh; Wahyu Kristiningrum
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kematian bayi yang lainnya adalah berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi, seperti tetanus, campak, dan difteri. Hal ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memberi imunisasi pada anak. Dari studi pendahuluan yang di lakukan di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi yang diambil yaitu sebanyak 35 ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Dengan jumlah sampel 35 responden dan tehnik pengambilan sampel yaitu menggunakan Total Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan gambaran mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan dari 18 responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak (51,4%). Diharapkan para ibu – ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan dapat meningkatkan dan memperkaya pengetahuan tentang pemberian imunisasi dasar pada bayi dan dapat dilakukan penyebarluasan informasi kepada masyarakat secara rutin melalui diskusi-dikusi, penyebaran brosur dan dapat diberikan pada saat perkumpulan yang bekerja sama dengan instansi yang berwenang yaitu tenaga kesehatan.
Gambaran Pengetahuan Suami Tentang Metode Operasi Pria (Mop) Di Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Citra Mariana
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program KB bukan hanya ditujukan kepada wanita saja, tetapi peran serta laki-laki sangat diharapkan dan dapat mendukung keberhasilan program tersebut. Sampai saat ini partisipasi laki-laki terhadap Program KB masih rendah, dimana yang menggunakan alat/cara KB jenis Medis Operasi Pria (MOP) hanya sebesar 0,68% dari hasil analisis Bapermas 2013 Jawa Tengah. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan suami tentang Metode Operasi Pria (MOP) di Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Tahun 2014. Metode penelitiannya, jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami PUS yang mempunyai anak ≥ 3 di Desa Suruh Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Sampel sebanyak 49 PUS dengan teknik Total sampling. Instrument menggunakan kuesioner dan uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif. Penelitian karakteristik responden yaitu sebagian besar umur rata-rata responden 42 tahun dan berpendidikan rendah (SD) sebesar 79,6 %, sebagian besar pengetahuan responden kurang sebesar 51,0% tentang kontrasepsi MOP. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa pengetahuan suami sebagian besar kurang dengan pemilihan kontrasepsi MOP pada pasangan usia subur. Saran bagi tenaga kesehatan sebaiknya memberikan penyuluhan bagi para suami tentang KB MOP untuk meningkatkan pengetahuan tentang MOP sehingga dapat meningkatkan motivasi suami untuk melakukan KB MOP.
The Acceptability of Tempeh Based Sausage Formulations with Natural Preservatives Addition Sihite, Nathasa
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v13i1.92

Abstract

Sausage is a popular food for both children and adults. The main problem in sausage processing is their short shelf life. Synthetic preservatives such as nitrites are often added to sausage dough to extend the shelf life of sausages. Preservatives such as nitrites, if consumed too often can have harmful effects on health. The content of active compounds found in jasmine flowers is expected to be used as a source of natural preservatives in the processing of tempeh sausage in this study. This study aims to determine the acceptability of sausage formulations with the addition of natural preservatives. This study consisted of 3 treatments, namely tempeh sausage with extract variations of 0%, 0.1%, and 0.25%. This study used a completely randomized design (CRD). The concentration of jasmine flower extract had a significantly different effect on the taste of tempeh (p <0.05), where the higher the concentration of jasmine flower extract added to the tempeh sausage, the panelists' preference for the taste of the tempeh sausage would decrease. This is because the two basic ingredients of sausage, namely tempeh and jasmine flowers, already have a specific basic taste. The selection of preservatives made from natural ingredients can be a choice in developing food products, to minimize the use of synthetic preservatives in food products that are carcinogenic. Keywords: Sausage, tempeh, preservatives

Page 8 of 28 | Total Record : 280


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 13 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 25 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 24 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 21 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 20 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 19 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 18 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 8 No 17 (2016): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN0 Vol 7 No 16 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 15 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 14 (2015): JURAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 7 No 13 (2015): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 6 No 11 (2014): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 10 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 5 No 9 (2013): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 8 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 4 No 7 (2012): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 6 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 3 No 5 (2011): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 4 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 2 No 3 (2010): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN More Issue