cover
Contact Name
Siti Mujilahwati
Contact Email
teknika@unisla.ac.id
Phone
+6285645161358
Journal Mail Official
teknika@unisla.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknika
ISSN : 20850859     EISSN : 26204770     DOI : 10.30736/teknika
Jurnal Ilmiah yang bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil dan riset, serta inovasi teknologi dan sistem informasi. Sasaran pembaca jurnal Penelitian jurnal Teknika adalah para ilmuwan, Akademis, serta Praktisi. Scope : Data Mining, Electric Control,Telecommunication,Power System Analysis,Electric and Microprocessor,Cloud Computing,Jaringan Komputer,Algoritma,Rekayasa Perangkat lunak,Rekayasa Geoteknik,Rekayasa Keairan,Rekayasa Struktur,Manajemen Konstruksi dan Perencanaan yang berkaitan dengan teknik Sipil
Articles 277 Documents
Lean Assessment Matrix (LAM) as a Waste Analysis Tool in the Cooking Oil Product Distribution Process Auliya Rachmah, Salsabila; Farida Pulansari; Sinta Dewi
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1605

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan agribisnis terkemuka yang bergerak dalam pengolahan minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, dengan sistem distribusi yang melibatkan berbagai departemen serta pemanfaatan beberapa platform informasi. Kompleksitas alur distribusi tersebut menyebabkan terjadinya berbagai bentuk pemborosan, terutama pada aktivitas administrasi dan pertukaran data antar sistem yang belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta meminimalkan pemborosan pada proses distribusi melalui pendekatan Lean dengan metode Lean Assessment Matrix (LAM). Lean Matrix 1 digunakan untuk mengidentifikasi area kritis terjadinya pemborosan, sedangkan Lean Matrix 2 dimanfaatkan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis sistem informasi distribusi dalam rangka mengeliminasi akar penyebab pemborosan pada area kritis tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa urutan pemborosan dari tingkat tertinggi hingga terendah terdiri atas defect sebesar 18%, overproduction sebesar 17%, overprocessing sebesar 16%, serta transportation, motion, waiting, dan inventory yang masing-masing sebesar 12%. Berdasarkan temuan tersebut, prioritas rekomendasi perbaikan difokuskan pada penguatan sistem informasi distribusi melalui integrasi SAP berbasis cloud, penerapan Transportation Management System (TMS) dengan fitur Traffic Management Control, serta implementasi Document Management System (DMS). Penerapan usulan perbaikan tersebut mampu menurunkan jumlah aktivitas dari 64 menjadi 54 aktivitas serta mengurangi waktu proses sebesar 360 menit. Selain itu, hasil analisis Value Stream Mapping menunjukkan adanya peningkatan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 29%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi sistem informasi distribusi memberikan kontribusi signifikan dalam menekan pemborosan sekaligus meningkatkan efisiensi proses distribusi.
Kinerja Jaringan LoRa E220-900T30D untuk Monitoring Turbin Angin Berbasis IoT di Lingkungan Rural Bangkalan Kurniawati, Indah; Reynanda Bagus W.A; Ridho Akbar; M. Akmal Rais
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1614

Abstract

Monitoring turbin angin secara handal diperlukan untuk menjamin kinerja dan kontinuitas pembangkitan energi, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau. Monitoring offline dinilai kurang efisien karena memerlukan penghentian operasi turbin. Turbin angin ini direncanakan untuk diletakkan di wilayah rural Bangkalan, Madura, dimana belum ada penelitian sebelumnya yang membahas pemodelan kanal propagasi dengan LoRa yang digunakan sebagai media komunikasi  di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performansi jaringan LoRa E220-900T30D sebagai media monitoring turbin angin berbasis IoT dan Wireless Sensor Network (WSN) di lingkungan rural Bangkalan, Madura. Pengujian dilakukan pada frekuensi 920 MHz dengan bandwidth 125 kHz, spreading factor (SF) 7, dan daya pancar 30 dBm. Parameter yang dianalisis meliputi Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan Signal-to-Noise Ratio (SNR) pada jarak 10 m hingga 2699 m, serta pemodelan propagasi menggunakan regresi log-distance, dan evaluasi standar deviasi shadowing dan varians. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa RSSI menurun secara valid terhadap jarak setelah memasuki medan jauh diatas 1 km dengan koefisien determinasi R² = 0,98 dan standar deviasi shadowing dan varians  masing-masing adalah 0,3 dB dan 0,09. Nilai eksponen path loss n = 2,73 mengindikasikan dominasi lintasan langsung pada lingkungan rural. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi nilai eksponen, mengidentifikasi batas medan dekat perangkat, dan menentukan nilai varians shadowing untuk perancangan jaringan nirkabel, serta menunjukkan akurasi regresi log-distance yang tinggi dalam prediksi RSSI.
Evaluasi Dampak Lingkungan Produksi Tepung Terigu Menggunakan Life Cycle Assessment dan Analytic Network Process Rayhan Fatur Maulana; Farida Pulansari; Isna Nugraha
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1630

Abstract

Konsumsi energi listrik yang tinggi pada sistem milling industri berkontribusi signifikan terhadap peningkatan intensitas karbon dan rendahnya efisiensi energi pada industri pengolahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja energi dan profil emisi karbon sistem produksi tepung terigu melalui integrasi metode Life Cycle Assessment (LCA) dan Analytic Network Process (ANP) dengan batas sistem cradle-to-gate yang mencakup proses cleaning, dampening, conditioning, milling, packaging, dan distribusi. Hasil LCA menunjukkan bahwa proses milling merupakan hotspot utama dengan kontribusi sekitar 70–90% dari total dampak sistem dan nilai single score sebesar ±2,41E3 Pt dari total ±2,5E3 Pt. Kategori perubahan iklim (±2–3 Pt) dipengaruhi dominan oleh konsumsi energi listrik. Berdasarkan nilai Specific Energy Consumption (SEC) sebesar 60 kWh/ton dan faktor emisi grid nasional sebesar 0,749 kgCO₂/kWh, diperoleh intensitas karbon proses milling sebesar 44,94 kgCO₂/ton produk. Tahap distribusi memberikan kontribusi tambahan sebesar ±78,3 Pt akibat penggunaan bahan bakar diesel. Hasil ANP menunjukkan bahwa kriteria Technical Energy Performance memiliki bobot tertinggi (0,39120), diikuti Cost Impact (0,34732) dan Operational Feasibility (0,26148), dengan strategi prioritas utama berupa optimasi konsumsi energi listrik pada proses milling (0,10921). Integrasi LCA–ANP menghasilkan kerangka manajemen energi industri yang terstruktur melalui peningkatan efisiensi sistem motor listrik dan reduksi intensitas karbon pada operasi milling berdaya tinggi.
Performance Improvement of CNN Algorithm with Data Augmentation for Tobacco Leaf Disease Classification Agung Nurhidayatullah, Rizqy; Ema Utami; Dhani Ariatmanto
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1639

Abstract

Pengolahan citra digital daun tembakau merupakan pendekatan penting dalam deteksi dini dan akurat penyakit tanaman, khususnya untuk komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan augmentasi data multi-strategi untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit daun tembakau menggunakan Convolutional Neural Networks (CNN). Tiga teknik augmentasi diterapkan: augmentasi tradisional, augmentasi sampel campuran, dan augmentasi berbasis model pada tiga arsitektur CNN (MobileNetV2, EfficientNetB0, dan VGG16). Dataset terdiri dari 400 citra daun tembakau dengan lima kelas penyakit yang dikumpulkan dari Kabupaten Wonosobo. Eksperimen dilakukan dengan dua skenario pembagian data: 70:30 dan 80:20. Hasil menunjukkan bahwa penerapan augmentasi multi-strategi berhasil meningkatkan akurasi klasifikasi hingga 81,25% pada MobileNetV2 dengan rasio 80:20, yang mewakili peningkatan 20% dibandingkan dengan model tanpa augmentasi. Selain itu, teknik augmentasi secara efektif mengurangi overfitting dengan menurunkan selisih antara akurasi pelatihan dan validasi dari 0,5-0,7 menjadi 0,1-0,2.
Transformasi Efisiensi Pengadaan Buku Perpustakaan dengan Pendekatan Algoritma Fp-Growth Putri, Ega Evinda; Nazli, Rabby; Syukriadi, Syukriadi
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1606

Abstract

Pengelolaan pengadaan koleksi buku yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keterkaitan peminjaman buku guna memberikan rekomendasi pengadaan koleksi yang lebih efektif dan berbasis data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data mining dengan algoritma FP-Growth untuk menemukan pola asosiasi antar buku berdasarkan data transaksi peminjaman. Data yang digunakan sebanyak 258 transaksi dengan 49 jenis buku yang diolah menggunakan aplikasi WEKA. Hasil analisis menghasilkan sejumlah aturan asosiasi yang menunjukkan hubungan keterkaitan antar buku dalam satu transaksi. Aturan dengan nilai tertinggi menunjukkan hubungan asosiasi sebesar 60% antara buku “Kisah Nabi untuk Anak” dan “Buku Aktivitas TK”, yang menunjukkan bahwa kedua buku tersebut memiliki kecenderungan tinggi muncul secara bersamaan dalam transaksi. Selain itu, buku “Buku Aktivitas TK”, “Kisah Nabi untuk Anak” dan “Atlas Dunia” merupakan koleksi yang paling dominan muncul dalam pola asosiasi. Temuan ini menunjukkan adanya pola minat baca tertentu pada pengguna perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar rekomendasi dalam pengambilan keputusan pengadaan koleksi. Dengan demikian, penerapan algoritma FP-Growth dapat membantu pihak perpustakaan dalam merencanakan pengadaan buku secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
MICP Meningkatkan Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung Berplastisitas Rendah Pada Kadar Air Tinggi Rizaldi, Fahrul; Ali, Mahardi Kamalika Khusna
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1594

Abstract

Tanah lempung menunjukkan karakteristik mekanik yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, sehingga rentan mengalami penurunan parameter kuat geser pada kondisi jenuh maupun selama siklus pembasahan–pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi inkubasi terhadap perkembangan parameter kuat geser efektif tanah lempung berplastisitas rendah (CL) yang distabilisasi menggunakan metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) melalui pendekatan biostimulasi. Sampel tanah disiapkan dalam dua kondisi, yaitu tanpa perlakuan dan dengan perlakuan MICP, kemudian diinkubasi selama 0, 7, dan 14 hari. Parameter kohesi (c′) dan sudut geser dalam (φ′) diperoleh melalui pengujian direct shear test dan dianalisis berdasarkan kriteria kegagalan Mohr–Coulomb. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan durasi inkubasi berkontribusi signifikan terhadap kenaikan parameter kuat geser pada sampel MICP. Pada masa inkubasi 14 hari, nilai kohesi mencapai 10,794 kPa, meningkat sekitar 167% dibandingkan tanah tanpa perlakuan, sedangkan sudut geser meningkat hingga 27,889° atau sekitar 63% lebih tinggi dibandingkan sampel untreated. Tegangan geser maksimum juga tercatat meningkat hingga sebesar 140% dibandingkan tanah tanpa perlakuan. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa perbedaan parameter geser antarperlakuan signifikan secara statistik (p < 0,05) pada seluruh variasi durasi inkubasi. Peningkatan parameter kuat geser tersebut mengindikasikan bahwa presipitasi CaCO₃ yang berkembang selama masa inkubasi berperan dalam memperkuat ikatan antarpartikel tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MICP berbasis biostimulasi merupakan metode stabilisasi yang efektif dalam meningkatkan performa mekanik tanah lempung, melalui peningkatan kohesi dan sudut geser seiring bertambahnya durasi inkubasi.
Integrasi Antena Biquad dengan Antenna Tracker untuk Optimasi Komunikasi Ground–UAV pada Platform Hybrid VTOL Karimatun Nisa'; Mochamad Ari Bagus Nugroho; Okkie Puspitorini; Muhammad Adib Fridiansya; Raihan Giga Bajurah
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1631

Abstract

Komunikasi yang andal antara Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Ground Control Station (GCS) sangat penting pada misi jarak jauh UAV Hybrid VTOL karena stabilitas telemetri berpengaruh langsung terhadap keselamatan operasi. Antena monopole konvensional umumnya memiliki gain rendah dan pola radiasi omnidireksional sehingga membatasi reliabilitas serta jangkauan komunikasi. Penelitian ini mengusulkan integrasi antena Biquad 433 MHz dengan sistem antenna tracker berbasis GPS untuk mengoptimalkan performa telemetri. Antena dirancang melalui simulasi elektromagnetik, difabrikasi, dan dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengukuran menunjukkan return loss –16,92 dB, VSWR 1,33, impedansi 48,7 Ω, serta bandwidth ±12 MHz pada batas VSWR ≤ 1,5, dengan gain simulasi maksimum sebesar 10,49 dBi. Uji terbang waypoint otonom menunjukkan komunikasi stabil hingga 2,2 km dengan kualitas sinyal di atas 80% pada jarak 1,5 km. Dibandingkan antena monopole standar yang stabil hingga ±1,2 km, sistem yang diusulkan meningkatkan jangkauan efektif sekitar 83%. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi antena terarah dan mekanisme tracking secara signifikan meningkatkan reliabilitas telemetri UAV jarak jauh.