cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 374 Documents
Kepemimpinan Transformasional, Kemitraan Industri, Kompetensi Guru, dan Inovasi yang Mempengaruhi Efektivitas Guru Ramadhani Ramadhani; Aslamiah Aslamiah; Sutarto Hadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of transformational leadership of school principals, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation on teacher work effectiveness in public vocational high schools (SMK) in Banjarbaru City. The urgency of this research is based on the increasing demands of globalization and technological development, which require teachers to be adaptive, competent, collaborative, and capable of implementing innovative learning practices. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 123 teachers were selected as respondents through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been previously tested for validity and reliability. The analysis techniques included multiple regression, correlation, and path analysis, processed using SPSS version 27. The findings indicate that transformational leadership, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation are categorized as good and significantly influence teacher work effectiveness. In addition to their direct effects, the three independent variables also exhibit indirect effects through learning innovation as a mediating variable. Learning innovation plays a crucial role in strengthening the relationship between leadership, partnerships with industry, and teacher competence toward improving teacher effectiveness. These results emphasize that teacher effectiveness is not solely determined by individual capability but also by supportive leadership practices and strategic collaboration with industry that enable teachers to implement technology-based innovative learning. The study recommends enhancing transformational leadership, strengthening teacher professional competence, and optimizing sustainable industry partnerships as strategic efforts to improve the overall quality of vocational education. Keywords: Transformational Leadership; Industry Partnership; Teacher Competence; Learning Innovation; Teacher Effectiveness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kemitraan dengan dunia industri, kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran terhadap efektivitas kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Banjarbaru. Permasalahan efektivitas kerja guru menjadi semakin penting seiring tuntutan era globalisasi dan perkembangan teknologi pembelajaran yang mengharuskan guru memiliki kemampuan adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 123 guru sebagai sampel yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis meliputi regresi berganda, korelasi, dan analisis jalur (path analysis) yang diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kemitraan industri, kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran berada pada kategori baik serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru. Selain pengaruh langsung, ketiga variabel utama juga terbukti memiliki pengaruh tidak langsung melalui inovasi pembelajaran sebagai variabel mediasi. Inovasi pembelajaran menjadi faktor penguat yang menjembatani hubungan antara kepemimpinan, kemitraan, dan kompetensi guru terhadap peningkatan efektivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kerja guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personal, tetapi juga oleh dukungan kepemimpinan yang visioner dan kolaborasi strategis dengan dunia industri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan, serta optimalisasi kemitraan industri sebagai strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di SMK. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Kemitraan Industri; Kompetensi Guru; Inovasi Pembelajaran; Efektivitas Guru.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kontrak Tenaga Kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat Surya Ramadhani; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of information technology utilization, work environment, and work enthusiasm on the performance of educational staff at the Rectorate of Lambung Mangkurat University. This research employs a quantitative approach with a correlational method and path analysis design. The population consisted of 260 educational staff members, and a sample of 158 respondents was selected using proportional random sampling. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability using SPSS software. The results showed that the utilization of information technology had a positive and significant effect on employee performance, with a direct influence coefficient of 0.383. The work environment also had a positive and significant effect on performance, with a direct influence coefficient of 0.304. Work enthusiasm was found to have a positive effect on performance, with a coefficient of 0.327. Furthermore, the utilization of information technology affected work enthusiasm with a coefficient of 0.661, while the work environment affected work enthusiasm with a coefficient of 0.234. The indirect influence of information technology utilization on performance through work enthusiasm was 0.216, and the indirect influence of the work environment through work enthusiasm was 0.076. Based on these findings, it can be concluded that the improvement of educational staff performance at the Rectorate of Lambung Mangkurat University is strongly influenced by the optimal use of information technology, a conducive work environment, and high work enthusiasm. Therefore, the organization needs to strengthen support for technology utilization and create a comfortable work climate to foster employee enthusiasm and achieve optimal performance. Keywords: Early Childhood Education, Educational Facilities, Discipline, Behaviorism, RA Assyifa’ Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, dan semangat kerja terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan pendekatan path analysis. Populasi penelitian berjumlah 260 orang tenaga kependidikan, dan sebanyak 158 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,383. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,304. Semangat kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan koefisien sebesar 0,327. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,661, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,234. Pengaruh tidak langsung pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja melalui semangat kerja sebesar 0,216, dan pengaruh tidak langsung lingkungan kerja melalui semangat kerja sebesar 0,076. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat sangat dipengaruhi oleh optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja yang kondusif, serta semangat kerja yang tinggi. Dengan demikian, organisasi perlu memperkuat dukungan terhadap penggunaan teknologi informasi dan menciptakan iklim kerja yang nyaman untuk mendorong semangat kerja pegawai agar tercapai kinerja yang optimal. Kata kunci: pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, semangat kerja, kinerja pegawai, tenaga kependidikan.
Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dasar Untuk Mendorong Independent Learning Siswa Berdasarkan Kajian Systematic Literature Review Barquna Tri Raraswati; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of principals in establishing a culture of academic supervision to strengthen teachers’ pedagogical competence and encourage students’ independent learning. The research adopts a systematic literature review method by collecting, selecting, and analyzing relevant articles published between 2020 and 2025 in Indonesian and English. The reviewed studies focus on principals’ practices in supervising teaching processes, including lesson planning, classroom observation, feedback, and professional development. The findings indicate that structured and reflective supervision contributes significantly to improving teachers’ ability in planning, implementing, and evaluating learning. Teachers who receive continuous guidance from principals demonstrate progress in using varied methods, media, and evaluation strategies, leading to better learning outcomes. Furthermore, improved pedagogical competence has an indirect impact on students’ independent learning, as teachers are more capable of designing lessons that promote autonomy and active engagement. The study concludes that the principal’s leadership in fostering a culture of academic supervision is crucial for both teacher development and student learning independence. Keywords: Principal; Academic Supervision; Pedagogical Competence; Independent Learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam membangun budaya supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekaligus mendorong kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menyeleksi dan menelaah artikel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Kajian difokuskan pada praktik kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran, mencakup perencanaan, observasi kelas, pemberian umpan balik, serta pembinaan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang terstruktur dan reflektif mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru yang mendapat bimbingan berkelanjutan dari kepala sekolah menunjukkan peningkatan dalam pemilihan metode, media, dan evaluasi pembelajaran sehingga kualitas hasil belajar lebih optimal. Selain itu, peningkatan kompetensi pedagogik guru berdampak tidak langsung pada kemandirian belajar siswa, karena guru mampu menyusun pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan pengelolaan belajar secara mandiri. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya supervisi akademik berperan penting bagi pengembangan guru dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: Kepala sekolah; supervisi akademik; kompetensi pedagogik; kemandirian belajar.
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Al-Ittihad Cianjur M Khoerudin; Kosasih Kosasih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This scientific research specifically aims to examine in depth and systematically analyze the influence of professional work environment conditions on the performance level of teachers or educators in the educational institution of SMK Al-Ittihad Cianjur. The background of this research begins with the findings of the 2025 Education Report which stated that the quality of learning was at a moderate level, which experienced a decline in achievement of 2.47 points when compared to the achievement in the previous year. In addition, the school's achievement was also ranked in the lower middle at both the provincial and national levels. This actual condition clearly indicates a significant need for special attention to various internal school factors that can potentially have a significant impact on the performance level of teachers or educators, including professional work environment factors. This scientific research methodologically uses a quantitative research approach with the application of a structured survey method. All teachers who work at SMK Al-Ittihad Cianjur as a whole were used as the research population, with a total of 36 respondents. This scientific research data was systematically collected through the process of distributing structured questionnaire instruments using a Likert scale measurement level. Then, the empirical data collected was then analyzed statistically. The analysis of this study clearly shows that a professional work environment has a positive and significant influence on the performance level of teachers and educators. Furthermore, the coefficient of determination value of 0.184 indicates that work environment factors can have an influence of 18.4% on teacher performance variables. This empirical finding confirms that continuous improvement efforts and the management of a conducive and professional work environment have a strategic role in improving teacher performance while encouraging improvements in the quality of the learning process at SMK Al-Ittihad Cianjur. Keywords: work environment, teacher performance, quality of learning Abstrak: Penelitian ilmiah ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji secara mendalam serta menganalisis secara sistematis mengenai pengaruh kondisi lingkungan kerja profesional terhadap tingkat kinerja guru ataupun pendidik di lingkungan institusi pendidikan SMK Al-Ittihad Cianjur. Latar belakang penelitian ini bermula dari temuan Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang menyatakan bahwa kualitas pembelajaran ada pada tingkat sedang, yang mengalami penurunan capaian sebesar 2,47 poin jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Selain itu, capaian sekolah juga ada pada peringkat menengah kebawah baik dari tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Kondisi aktual ini secara jelas mengindikasikan adanya kebutuhan penting akan perhatian khusus terhadap berbagai faktor internal sekolah yang secara potensial dapat memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kinerja guru ataupun pendidik, termasuk di dalamnya faktor lingkungan kerja profesional. Penelitian ilmiah ini secara metodologis menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan penerapan metode survei terstruktur. Seluruh guru pendidik yang bertugas di SMK Al-Ittihad Cianjur secara menyeluruh digunakan sebagai populasi penelitian, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 36 orang responden. Data penelitian ilmiah ini secara sistematis dikumpulkan melalui proses penyebaran instrumen angket terstruktur yang menggunakan tingkat skala pengukuran Likert. Kemudian data empiris yang berhasil terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik. Hasil analisis dari penelitian ini secara jelas memperlihatkan lingkungan kerja profesional terdapat pengaruh positif juga signifikan kepada tingkat kinerja guru ataupun pendidik. Selain itu, nilai dari koefisien determinasi adalah 0,184 mengindikasikan bahwa faktor lingkungan kerja dapat menghasilkan sebuah pengaruh yaitu sebesar 18,4% kepada variabel kinerja guru. Temuan empiris ini menegaskan bahwa upaya perbaikan berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan kerja secara kondusif dan profesional memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja guru sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMK Al-Ittihad Cianjur. Kata kunci: lingkungan kerja, kinerja guru, kualitas pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Smk Negeri Se Kota Palangka Raya Retty Marinda; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance refers to the tangible results achieved by teachers in carrying out their duties in accordance with established standards. It includes lesson planning, instructional delivery, classroom management, and the evaluation of student learning outcomes. Performance is measured based on the quality and quantity of work within a specific time frame, aimed at achieving educational goals. This study aims to analyze the direct and indirect effects of instructional leadership, emotional intelligence, and work motivation on the performance of public vocational high school (SMK Negeri) teachers in Palangka Raya City. A quantitative approach using path analysis was employed. The study population consisted of 386 teachers, with a sample of 196 selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires consisting of four instruments: instructional leadership of school principals (28 items), emotional intelligence (24 items), work motivation (20 items), and teacher performance (26 items). The instruments were tested for validity using item analysis with product-moment correlation, and reliability using Cronbach’s alpha. The results show: 1) There is a direct effect of principals’ instructional leadership on teacher performance; emotional intelligence has a direct effect on teacher performance; work motivation directly affects teacher performance; instructional leadership directly influences teacher work motivation; and emotional intelligence directly influences teacher motivation. 2) There is an indirect effect of instructional leadership on teacher performance through work motivation, and emotional intelligence also indirectly affects teacher performance through work motivation. Keywords: Instructional Leadership; Emotional Intelligence; Work Motivation; Teacher Performance. Abstrak: Kinerja guru adalah hasil kerja nyata dalam menjalankan tugas sesuai standar, mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, serta evaluasi pembelajaran. Kinerja diukur dari kualitas dan kuantitas kerja dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional, kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis jalur. Populasi penelitian ini adalah 386 orang guru dengan sampel sebanyak 196 orang yang diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang terdiri dari variabel kepemimpinan instruksional kepala sekolah (28 item), instrumen kecerdasan emosional (24 item), instrumen motivasi kerja (20 item) dan instrumen kinerja guru (26 item). Instrumen diuji validitas mengunakan analisi butir dengan korelasi product moment sedangkan reliabilitasnya dengan alpa cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap kinerja guru; kecerdasan emosional secara langsung terhadap kinerja guru; Motivasi kerja secara langsung terhadap kinerja guru; Kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap motivasi kerja guru; kecerdasan emosional terhadap terhadap motivasi guru. 2). Terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru kecerdasan emosional melalui motivasi kerja terhadap kinerja kerja guru. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Kecerdasan Emosional; Motivasi Kerja; Kinerja Guru
Reputasi Sekolah dalam Perubahan Pendidikan: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Strategi dan Tantangan Nur Aisyah Jamil; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rapid educational changes driven by globalization, digital transformation, and policy reforms have intensified challenges for schools in maintaining public trust and institutional legitimacy. In this context, school reputation has emerged as a strategic asset that reflects a school’s capacity to adapt to educational change. This study aims to systematically review the existing literature on school reputation by identifying key challenges and strategies for sustaining reputation amid contemporary educational transformation. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study followed the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted across Scopus, ERIC, and Google Scholar databases, covering publications from 2014 to 2025. From an initial pool of 193 articles, seven empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis. The findings reveal that school reputation is influenced by both internal and external factors, including leadership adaptability, quality management systems, digital readiness, policy pressures, and stakeholder expectations. Effective strategies for maintaining school reputation include adaptive and collaborative leadership, consistent school branding, pedagogical innovation, and transparent communication with stakeholders. This study concludes that school reputation should be integrated into educational change management as an adaptive strategic asset rather than treated merely as institutional image. The study contributes to educational management literature by providing a systematic synthesis that links school reputation with educational change, offering a conceptual foundation for future empirical research and practical school leadership strategies. Keywords: educational change; school leadership; school reputation; systematic literature review; stakeholder trust Abstrak: Perubahan pendidikan yang cepat akibat globalisasi, transformasi digital, dan reformasi kebijakan telah meningkatkan tantangan bagi sekolah dalam menjaga kepercayaan publik dan legitimasi kelembagaan. Dalam konteks ini, reputasi sekolah muncul sebagai aset strategis yang mencerminkan kemampuan sekolah untuk beradaptasi terhadap perubahan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur yang ada mengenai reputasi sekolah dengan mengidentifikasi tantangan utama serta strategi dalam mempertahankan reputasi di tengah transformasi pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar terhadap publikasi yang terbit pada periode 2014–2025. Dari total awal 193 artikel, sebanyak tujuh studi empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa reputasi sekolah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk kemampuan adaptasi kepemimpinan, sistem manajemen mutu, kesiapan digital, tekanan kebijakan, serta ekspektasi para pemangku kepentingan. Strategi efektif dalam mempertahankan reputasi sekolah meliputi kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif, konsistensi branding sekolah, inovasi pedagogik, serta komunikasi yang transparan dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reputasi sekolah perlu diintegrasikan ke dalam manajemen perubahan pendidikan sebagai aset strategis yang adaptif, bukan sekadar dipandang sebagai citra kelembagaan. Studi ini berkontribusi pada khazanah literatur manajemen pendidikan dengan menyajikan sintesis sistematis yang mengaitkan reputasi sekolah dengan perubahan pendidikan, serta memberikan landasan konseptual bagi penelitian empiris selanjutnya dan strategi praktis kepemimpinan sekolah. Kata kunci: perubahan pendidikan; kepemimpinan sekolah; reputasi sekolah; tinjauan literatur sistematis; kepercayaan pemangku kepentingan
Analisis Kesenjangan Implementasi: Evaluasi CIPP terhadap Relevansi, Kesiapan, Pelaksanaan, dan Capaian Kebijakan PAI di MTs QITA Malang Najmi Nahdin Afkari; Ainun Jariyah; Ratih Ovista Kusuma; Nur Ali
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study presents an in-depth qualitative evaluation, designed to reveal the effectiveness of the implementation of Islamic Education policies in MTs QITA Malang, using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model as the main theoretical lens to map achievements comprehensively. The purpose of this research is none other than to provide a robust analysis of how these policies operate on the ground and the extent to which the substantive goals of religious education are being achieved. Within a methodological framework, crucial data are obtained through triangulation of sources: in-depth interviews with Principals, Deputy Heads of Curriculum, and subject teachers, reinforced by systematic observation and analysis of internal and curricular policy documents, ensuring the richness and validity of the data. Furthermore, the collected data is rigorously processed using Miles and Huberman's interactive model, a step that allows for continuous reduction, presentation, and verification of findings. The results of the evaluation are divided into four essential dimensions. First, in the Context dimension, policies are seen as having high relevance and in line with the national vision, especially the spirit of the Independent Curriculum, but there are latent challenges in the form of external factors, namely low parental awareness in the continuity of character development. Second, on the Input dimension, it was found that the quality of Human Resources (teachers) and curriculum design has been adequate, despite the significant deficit in technological infrastructure, which demands optimization to support modern methods. Third, the Process dimension reveals implementation practices that use active student-centered methods—such as Problem-Based Learning and P5 projects—but these processes are significantly hampered by limited time allocation and a lack of equitable technology support across learning activities. Finally, on the Product dimension, the policy convincingly produces positive outcomes, especially in the improvement of students' character and their religious practices; however, cognitive achievement shows variations that need to be observed between elements of PAI material. The overall evaluation affirms the positive transformative impact of policies, while explicitly identifying critical areas— such as technology strengthening and parent engagement strategies—that should be the focus of future strategic improvements. Keywords: CIPP model; policy evaluation; Islamic education; kurikulum merdeka; madrasah Abstrak: Penelitian ini mempresentasikan sebuah evaluasi kualitatif yang mendalam, dirancang untuk menyingkap efektivitas implementasi kebijakan Pendidikan Islam di MTs QITA Malang, menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai lensa teoretis utama untuk memetakan capaian secara komprehensif. Tujuan penelitian ini tidak lain adalah menyediakan analisis yang kuat mengenai bagaimana kebijakan ini beroperasi di lapangan dan sejauh mana tujuan substantif pendidikan keagamaan tercapai. Dalam kerangka metodologis, data krusial diperoleh melalui triangulasi sumber: wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, dan guru mata pelajaran, yang diperkuat oleh observasi sistematis dan analisis dokumen kebijakan internal dan kurikuler, memastikan kekayaan dan validitas data. Selanjutnya, data yang terkumpul diproses secara ketat menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, suatu langkah yang memungkinkan reduksi, penyajian, dan verifikasi temuan dilakukan secara berkelanjutan. Hasil evaluasi terbagi dalam empat dimensi esensial. Pertama, dalam dimensi Konteks, kebijakan dipandang memiliki relevansi tinggi dan selaras dengan visi nasional, khususnya semangat Kurikulum Merdeka, akan tetapi terdapat tantangan laten berupa faktor eksternal, yaitu rendahnya kesadaran orang tua dalam kesinambungan pembinaan karakter. Kedua, pada dimensi Input, ditemukan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (guru) dan desain kurikulum telah memadai, meskipun terjadi defisit yang signifikan pada infrastruktur teknologi, yang menuntut pengoptimalan untuk mendukung metode modern. Ketiga, dimensi Proses mengungkap praktik implementasi yang menggunakan metode aktif berpusat pada siswa— seperti Problem-Based Learning dan proyek P5—namun proses tersebut secara nyata terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu dan kurangnya dukungan teknologi yang merata di seluruh kegiatan belajar. Terakhir, pada dimensi Produk, kebijakan secara meyakinkan menghasilkan luaran yang positif, terutama dalam peningkatan karakter siswa dan praktik keagamaan mereka; namun, pencapaian kognitif menunjukkan variasi yang perlu dicermati antar elemen materi PAI. Keseluruhan evaluasi tersebut menegaskan dampak transformatif positif kebijakan, sembari secara eksplisit mengidentifikasi area-area kritis—seperti penguatan teknologi dan strategi pelibatan orang tua—yang harus menjadi fokus perbaikan strategis di masa mendatang. Kata Kunci: Model CIPP; Evaluasi Kebijakan; Pendidikan Islam, Kurikulum merdeka; Madrasah
Analisis Implementasi Hidden Curriculum dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Pondok Schooling Darul Ilmi Kabupaten Bandung (Kajian Berbasis Analisis SWOT) Kika Nawang Wulan; Sedarmayanti Sedarmayanti; Yuyun Yuniarsih; Kosasih Kosasih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the hidden curriculum in shaping students’ character at SMA Pondok Schooling Darul Ilmi in Bandung Regency and to formulate strategic strengthening based on SWOT analysis. The research employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ lived experiences and the process of value internalization within the daily life of a boarding school environment. Data were collected through in-depth interviews, limited participant observation, and document analysis. The primary research subjects were students selected purposively to represent everyday experiences in the boarding school setting, while supporting informants included the principal, teachers, homeroom teachers, dormitory mentors, and school staff who interact closely with students. Data credibility was ensured through source and technique triangulation as well as interview verification through member checking. Data analysis was conducted thematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings were further interpreted through a managerial perspective using the POLC functions (planning, organizing, leadership, and controlling) and were strategically mapped using a Qualitative Integrated SWOT framework. The results indicate that students’ character development primarily occurs through structured habituation embedded in the daily rhythm of classroom and dormitory life, the role modeling of adult actors within the school, the quality of teacher–student relationships, and the application of educational and restorative consequences. The dominant character values identified include integrity, discipline, responsibility, empathy, and emotional regulation. The boarding school environment functions as a social ecosystem that strengthens value internalization through repeated social interaction, collective norms, and consistent institutional culture. SWOT analysis reveals that the effectiveness of the hidden curriculum is supported by the structured boarding school rhythm and strong relational culture, although it still requires reinforcement through consistent role modeling, improved restorative consequences, and strengthened digital literacy and student self-regulation. Keywords: hidden curriculum; character education; boarding school; educational management; SWOT analysis. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hidden curriculum dalam pembentukan karakter siswa di SMA Pondok Schooling Darul Ilmi Kabupaten Bandung serta merumuskan strategi penguatan berbasis analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman dan proses internalisasi nilai yang dialami peserta didik dalam kehidupan keseharian di lingkungan sekolah berasrama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Subjek utama penelitian adalah peserta didik yang dipilih secara purposif sebagai representasi pengalaman hidup di sekolah pondok, sementara informan pendukung meliputi kepala sekolah, guru, wali kelas, pamong, dan staf sekolah yang berinteraksi   intensif dengan siswa. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta verifikasi hasil wawancara (member checking). Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diperkaya melalui pembacaan manajerial fungsi POLC (planning, organizing, leadership, controlling) serta pemetaan strategis menggunakan pendekatan Qualitative Integrated SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter siswa terutama berlangsung melalui mekanisme pembiasaan yang terstruktur dalam ritme kehidupan kelas dan asrama, keteladanan aktor sekolah, kualitas relasi antara guru dan siswa, serta desain konsekuensi yang bersifat edukatif dan restoratif. Nilai karakter yang paling menonjol meliputi integritas, disiplin, tanggung jawab, empati, dan pengendalian emosi. Lingkungan sekolah pondok berfungsi sebagai ekosistem sosial yang memperkuat internalisasi nilai melalui interaksi sosial yang berulang, norma kolektif, dan budaya institusional yang konsisten. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi hidden curriculum didukung oleh ritme kehidupan berasrama dan budaya relasional yang kuat, namun tetap memerlukan penguatan melalui konsolidasi keteladanan, desain konsekuensi yang lebih edukatif, serta penguatan literasi digital dan kontrol diri siswa. Kata kunci: hidden curriculum; pendidikan karakter; sekolah berasrama; manajemen pendidikan; analisis SWOT
Kurikulum Sekolah Vokasi di Indonesia dan Malaysia dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 Alisa Rizca Puspita; Sutji Muljani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the development and implementation of vocational education curricula in Indonesia and Malaysia in response to the challenges of the Industrial Revolution 4.0. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol. Ten articles published between 2020 and 2024 were selected and analyzed using thematic analysis to identify key patterns, strategies, and challenges in vocational curriculum reform in both countries. The findings reveal that Indonesia and Malaysia emphasize competency- and outcome-based approaches to prepare graduates with job-relevant skills, adaptability, and technological literacy aligned with industry demands. Indonesia implements the Merdeka Curriculum and Competency-Based Education (CBE), focusing on learning flexibility, school autonomy, and teacher innovation. However, its implementation is constrained by teachers’ readiness and limited collaboration with industry. In contrast, Malaysia adopts Outcome-Based Education (OBE) and the National Dual Training System (NDTS), which stress systemic consistency, standardized learning outcomes, and institutionalized industry partnerships, although challenges remain in enhancing digital readiness and strengthening students’ soft skills. The findings suggest that an ideal vocational curriculum model could be developed by integrating Indonesia’s innovative flexibility with Malaysia’s systemic consistency. Therefore, further research is recommended to conduct comparative field studies involving teachers, students, and industry partners, as well as to examine the effectiveness of digital collaboration and the integration of lifelong learning alignment in supporting vocational education reform. Keywords: vocational education, curriculum development, Indonesia, Malaysia, Industrial Revolution 4.0 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan vokasi di Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Sepuluh artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2024 diseleksi dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, strategi, dan tantangan utama dalam reformasi kurikulum vokasi di kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik Indonesia maupun Malaysia menekankan pendekatan berbasis kompetensi dan hasil belajar guna menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan kerja, kemampuan adaptasi, serta literasi teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri. Indonesia mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Competency-Based Education (CBE) yang berorientasi pada fleksibilitas pembelajaran, otonomi sekolah, dan inovasi guru. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala pada kesiapan guru dan terbatasnya kolaborasi dengan dunia industri. Sementara itu, Malaysia menerapkan Outcome-Based Education (OBE) dan National Dual Training System (NDTS) yang menekankan konsistensi sistem, standarisasi capaian pembelajaran, serta kemitraan industri yang terinstitusionalisasi, meskipun masih menghadapi tantangan dalam kesiapan digital dan penguatan keterampilan lunak peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa model kurikulum vokasi yang ideal dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan fleksibilitas dan inovasi dari Indonesia serta konsistensi sistemik dari Malaysia. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk melakukan studi lapangan komparatif yang melibatkan guru, siswa, dan mitra industri, serta mengkaji efektivitas kolaborasi digital dan konsep pembelajaran sepanjang hayat dalam mendukung reformasi pendidikan vokasi. Kata kunci: pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, Indonesia, Malaysia, Revolusi Industri 4.0
Keterampilan Kepemimpinan Digital Kiai Milenial dalam Pembinaan Literasi Digital di Pondok Pesantren Nabilah Nailul Farah; Ali Imron; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The digital transformation has brought fundamental changes to the education system, including Islamic boarding schools (pesantren) as traditional Islamic educational institutions. This study aims to describe the digital leadership skills of millennial kiai in fostering digital literacy within Islamic boarding schools. Using a qualitative approach with a multi-site design, the research was conducted at Mambaul Hikam II Islamic Boarding School in Blitar and Bayt Al-Hikmah Islamic Boarding School in Pasuruan, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive model with the aid of NVivo 15 software. The findings reveal that millennial kiai demonstrate digital leadership skills encompassing three main aspects: technical, human relation, and conceptual skills. They successfully integrate traditional religious values with digital innovation through participatory, visionary, adaptive, religious, and transformational leadership styles. Digital literacy development in pesantren emphasizes not only technical competence but also ethics, spirituality, and character formation in digital engagement. These findings indicate that value-based digital leadership preserves the balance between pesantren tradition and technological progress in responding to the challenges of the digital era. Keywords: digital leadership, millennial kiai, digital literacy Abstrak: Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan, termasuk di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kepemimpinan digital kiai milenial dalam pembinaan literasi digital di pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai milenial memiliki keterampilan kepemimpinan digital yang mencakup tiga aspek utama: keterampilan teknis (technical skill), keterampilan hubungan manusia (human relation skill), dan keterampilan konseptual (conceptual skill). Kiai milenial mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius pesantren dengan inovasi digital melalui kepemimpinan partisipatif, visioner, adaptif, religius, dan transformasional. Pembinaan literasi digital di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan etika, nilai spiritual, dan karakter santri dalam bermedia. Temuan ini memperkuat bahwa kepemimpinan digital berbasis nilai mampu menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan kemajuan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. Kata kunci: kepemimpinan digital, kiai milenial, literasi digital.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue