cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 406 Documents
Supervisi Akademik Kepala Sekolah di Tinjau dari Model, Pendekatan, dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Pembelajaran Adimiharja Kusumadipraja; Diding Nurdin; Juliani Musti Khofifah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Educational reform in Indonesia emphasizes student-centered learning and the development of 21st-century competencies. However, supervisory practices in many schools remain largely administrative. This study aims to map the models of academic supervision led by school principals in Indonesia and examine their reported contributions to instructional improvement. The study employed a qualitative scoping review approach following the PRISMA-ScR protocol to identify and synthesize relevant empirical studies. Article searches were conducted in the Scopus database using keywords related to principal academic supervision, instructional leadership, and school leadership in Indonesia. The initial search yielded 37 articles. After applying inclusion criteria and screening procedures, six studies were selected for final analysis. The findings reveal four dominant models of academic supervision implemented in Indonesian schools: clinical supervision, coaching-based supervision, humanistic-spiritual supervision, and collaborative supervision. These models are associated with improvements in teacher professional competence, instructional practices, and student engagement. However, several challenges persist, including limited supervisory capacity, administrative workload, and uneven institutional support. The study highlights the need to reposition academic supervision from an administrative monitoring function toward a collaborative instructional leadership practice that supports sustainable improvement in teaching and learning. Keywords: academic supervision; instructional leadership; learning quality. Abstrak: Reformasi pendidikan di Indonesia menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Dalam praktik supervisi di banyak sekolah masih cenderung berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan memetakan model supervisi akademik yang dipimpin oleh kepala sekolah di Indonesia serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode scoping review yang mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA-ScR). Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Scopus dengan kata kunci yang berkaitan dengan principal academic supervision, instructional leadership, dan school leadership in Indonesia. Tahap awal penelusuran menghasilkan 37 artikel. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh enam studi yang memenuhi kelayakan analisis. Hasil sintesis menunjukkan terdapat empat model utama supervisi akademik, yaitu supervisi klinis, supervisi berbasis coaching, supervisi humanistik-spiritual, dan supervisi kolaboratif. Model-model tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, kualitas praktik pembelajaran, serta keterlibatan siswa. Temuan penelitian menegaskan perlunya mereposisi supervisi akademik dari mekanisme administratif menjadi praktik kepemimpinan pembelajaran yang kolaboratif dan reflektif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kata kunci: supervisi akademik; kepemimpinan instruksional; kualitas pembelajaran
Manajemen Kurikulum Deep Learning dalam Mengarsiteki Ruang Kelas Sebagai Laboratorium Pembuat Makna di SMA Darussalam Blokagung Nikmaturrohmah Nikmaturrohmah; Lutfi Wakhid
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze curriculum management that emphasizes deep learning at SMA Darussalam Blokagung, a pesantren-based school with distinctive and integrated learning characteristics. The research employs a qualitative method with a case study approach, involving interviews, observations, and document analysis to explore the stages of curriculum planning, implementation, and evaluation focused on deep learning. The findings reveal that the principles of deep learning, including creativity, collaboration, communication, character building, critical thinking, and citizenship, have been incorporated into the curriculum documents. However, their implementation in classroom practices remains suboptimal, as teaching methods are still dominated by lectures and memorization. This condition limits students’ active engagement, exploration, and critical reflection. In addition, the classroom design, which tends to be rigid and teacher-centered, hinders the development of collaborative interaction, which is essential for deep learning. Although the pesantren environment has strong potential to support deep learning through discipline, character habituation, and collective student activities, this potential has not been effectively integrated into formal classroom instruction. Therefore, this study highlights the importance of aligning curriculum planning, innovative teaching strategies, flexible classroom arrangements, and continuous teacher professional development. Such integration is crucial to creating a meaningful, creative, reflective, contextual, adaptive, relevant, inclusive, and sustainable learning ecosystem that meets students’ needs and responds to the demands of the 21st century. Keywords: Curriculum Management; Deep Learning; Classroom Design Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kurikulum yang mengedepankan pembelajaran mendalam di SMA Darussalam Blokagung, sebuah sekolah berbasis pesantren yang memiliki keunikan dalam metode pembelajarannya yang khas dan terintegrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mendalami tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang difokuskan pada pembelajaran mendalam. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, penguatan karakter, berpikir kritis, dan kewarganegaraan, telah dicantumkan dalam dokumen kurikulum. Namun, penerapannya di dalam kelas masih belum maksimal karena metode pembelajaran yang lebih banyak menggunakan ceramah dan hafalan. Hal ini mengakibatkan keterlibatan aktif, eksplorasi, dan refleksi kritis siswa tidak berkembang dengan baik. Di samping itu, desain ruang kelas yang cenderung kaku dan bersifat satu arah juga menghalangi terciptanya interaksi kolaboratif yang sangat penting dalam pembelajaran mendalam. Meskipun lingkungan pesantren memiliki potensi yang besar untuk mendukung pembelajaran mendalam melalui budaya disiplin, pembiasaan karakter, dan aktivitas kolektif santri, potensi tersebut belum terintegrasi secara efektif dalam proses pembelajaran formal. Maka dari itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya mengintegrasikan perencanaan kurikulum, strategi pembelajaran yang inovatif, pengaturan ruang kelas yang fleksibel, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan profesional untuk menciptakan ekosistem belajar yang bermakna, kreatif, reflektif, kontekstual, adaptif, relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Manajemen Kurikulum; Pembelajaran Deep Learning; Desain Ruang Kelas
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin Petrus Lein; Wahyu Wahyu; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran
Gaya Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah dalam Membangun Lingkungan Kerja yang Kolaboratif Fadilatul Laila; Elva Zahrotunnaqiyah; Veby Anggareni; Fakhrudin Ultsa; Cucu Atikah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The school principal plays a strategic role in directing the sustainability of the educational process, particularly in ensuring the creation of an effective, positive, and collaborative work environment. Curriculum changes and the increasing complexity of educational challenges require principals to implement a collaborative leadership style, namely leadership that involves teachers, educational staff, parents, and other stakeholders in the decision-making process. Collaborative leadership is considered capable of addressing the needs of schools in an era of change, as it promotes open communication, teamwork, innovation, and shared responsibility in dealing with various challenges. In addition, a collaborative work environment developed through continuous coaching, joint professional development, and a supportive school climate has been proven to enhance teachers’ work motivation, job satisfaction, and professionalism. Principals need to ensure transparent and open communication among all staff members. They also need to provide guidance and support for teachers to participate in professional development activities that involve collaboration among teachers. The impact of a collaborative work environment facilitated by the principal can be seen in increased teacher motivation, job satisfaction, and professionalism. This study aims to describe the implementation of a principal’s collaborative leadership style, focusing on forms of teachers’ collaborative behavior and the strategies used by principals to build a collaborative work environment. This study employs a qualitative research method and provides a general overview of the principal’s collaborative leadership style in building a collaborative work environment. Keywords: Leadership style; Work environment; Collaborative Abstrak: Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengarahkan keberlangsungan proses pendidikan, terutama dalam memastikan terciptanya lingkungan kerja yang efektif, positif, dan kolaboratif. Perubahan kurikulum serta meningkatnya kompleksitas tantangan pendidikan menuntut kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan yang kolaboratif, yaitu kepemimpinan yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan kolaboratif dipandang mampu menjawab kebutuhan sekolah di era perubahan karena mendorong komunikasi terbuka, kerja tim, inovasi, dan rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi berbagai persoalan. Selain itu, lingkungan kerja kolaboratif yang dibangun melalui pembinaan berkelanjutan, pengembangan profesional bersama, serta iklim sekolah yang mendukung terbukti meningkatkan motivasi kerja, kepuasan, serta profesionalisme guru. Kepala sekolah perlu memastikan komunikasi yang transparan dan terbuka di antara seluruh pegawai. Kepala sekolah perlu memberikan pembinaan kepada guru untuk mengikuti kegiatan seperti pengembangan profesional yang melibatkan kolaborasi antar guru. Dampak lingkungan kerja kolaboratif yang difasilitasi oleh kepala sekolah dapat terlihat dari aspek motivasi, kepuasan kerja, dan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan gaya kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dengan fokus pada bentuk perilaku kolaboratif guru serta strategi kepala sekolah dalam membangun lingkungan kerja yang kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini memberi gambaran umum terkait gaya kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam membangun lingkungan kerja yang kolaboratif. Kata kunci: Gaya kepemimpinan; Lingkungan kerja; kolaboratif.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.
Revolusi Infrastruktur Pendidikan untuk Menumbuhkan Disiplin Siswa: Tinjauan Behavioristik di Ra Assyifa’ Balerejo Madiun Halimatus Sa&#039;idah Muhariroh; Yusuf Hidayat; Hidayatussa’adah Hidayatussa’adah; Tiara Amalia
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management. Keywords: Early Childhood Education, Educational Facilities, Discipline, Behaviorism, RA Assyifa’ Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran optimalisasi fasilitas pendidikan dalam membentuk disiplin di kalangan anak usia dini di RA Assyifa' Balerejo Madiun dengan menggunakan teori behaviorisme B.F. Skinner. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang dikelola dengan baik, seperti ruang kelas yang terorganisir, rak sepatu, dan wastafel, berfungsi sebagai rangsangan lingkungan yang mendukung perilaku disiplin, seperti kerapian dan kepatuhan terhadap aturan. Penguatan positif, seperti pujian dari guru, berperan penting dalam memperkuat perilaku ini. Manajemen fasilitas yang terstruktur, keterlibatan orang tua dan siswa, serta evaluasi rutin, berkontribusi pada peningkatan konsistensi rangsangan tersebut, yang mengarah pada peningkatan kepatuhan aturan dari 60% menjadi 85%, serta penggunaan fasilitas untuk kebersihan mencapai 70%. Tantangan yang ditemukan, seperti fasilitas yang rusak dan penguatan yang tidak konsisten, menunjukkan perlunya penguatan positif yang lebih intensif dan desain fasilitas yang lebih inovatif. Studi ini menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang optimal, didukung oleh manajemen yang terstruktur dan keterlibatan masyarakat, dapat secara efektif menumbuhkan disiplin pada anak usia dini, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen pendidikan berbasis lingkungan Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Fasilitas Pendidikan, Disiplin, Behaviorisme, RA Assyifa'
Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Membentuk Self-Efficacy Peserta Didik Muhammad Anas Kamaluddin; Sedya Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of optimizing educational facilities and infrastructure in shaping students' self-efficacy through a comprehensive literature review, map the formation mechanisms of self-efficacy through four main sources within the context of educational facilities, and formulate evidence-based optimization strategies with a focus on the Indonesian context. The method employed is library research using a descriptive qualitative approach through systematic collection and analysis of articles, books, and previous research published between 2019-2025. Data were analyzed using thematic synthesis and content analysis to identify patterns, relationships, and mechanisms connecting facility types with self-efficacy dimensions. The findings reveal that complete, well-functioning, and professionally managed facilities significantly enhance students' self-efficacy through four interacting pathways: mastery experiences through reduction of technical barriers, vicarious experiences through peer observation in collaborative spaces, verbal persuasion facilitated by quality audio-visual systems, and positive physiological and emotional states created by ergonomic design and comfortable environments. However, optimization in Indonesia remains hindered by funding constraints with dependency on School Operational Assistance Funds, gaps in managerial competence among school administrators particularly in remote areas, and rigid regulations that frequently change abruptly. Recommended strategies include diversifying funding sources through public-private partnerships, implementing competency-based training programs for school principals, developing adaptive regulatory frameworks, optimizing facility utilization through collaborative approaches, and integrating psychological perspectives in facility planning to create learning environments that sustainably support the development of students' confidence and academic achievement.. Keywords: Educational Facilities, Educational Management, Infrastructure Optimization, Self-Efficacy, Student Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik, memetakan mekanisme pembentukan self-efficacy melalui empat sumber utama dalam konteks fasilitas pendidikan, mengidentifikasi faktor moderator dan mediator yang mempengaruhi efektivitas fasilitas, menganalisis tantangan implementasi dengan fokus pada konteks Indonesia, serta merumuskan rekomendasi strategi optimalisasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis sistematis terhadap artikel, buku, dan penelitian terdahulu tentang pengoptimalan sarana dan prasarana pendidikan dalam membentuk self-efficacy peserta didik. Teknik analisis data melibatkan analisis isi untuk mengidentifikasi frekuensi tema utama serta analisis tematik untuk menemukan pola hubungan antara jenis sarana prasarana dan dimensi self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang lengkap, berfungsi optimal, dan dikelola secara profesional mampu memperkuat self-efficacy siswa melalui empat sumber utama yaitu pengalaman keberhasilan dari penyelesaian tugas berulang menggunakan peralatan memadai, pengalaman tidak langsung melalui pengamatan teman sebaya di ruang kolaboratif, persuasi verbal yang difasilitasi oleh guru yang lebih percaya diri dengan dukungan fasilitas berkualitas, serta kondisi fisiologis dan emosional positif yang tercipta dari desain ergonomis dan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Namun, proses optimalisasi masih terhambat oleh keterbatasan pendanaan dengan ketergantungan pada Dana Bantuan Operasional Sekolah, kompetensi manajerial pengelola yang rendah, dan regulasi yang kurang fleksibel. Solusi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pendanaan, implementasi program pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kerangka regulasi adaptif, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan rasa percaya diri dan prestasi siswa. Kata kunci: Sarana Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Optimalisasi Prasarana, Self-Efficacy, Pengembangan Siswa
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Generasi Z Melalui Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Oktarina Tissia Kristi; Maisyaroh Maisyaroh; Sunarni Sunarni; Ahmad Nurabadi; Aan Fardani Ubaidillah; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of school leadership style and organizational culture on the performance of Generation Z teachers at SD Kalam Kudus Indonesia, utilizing organizational commitment as an intervening variable. In the rapidly changing educational landscape, understanding the specific factors that motivate Generation Z teachers is critical, given their distinct characteristics in learning and workplace interaction. The research employed a quantitative methodology using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) analyzed via SmartPLS software. Data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to Generation Z teachers using purposive sampling techniques. The findings reveal that organizational culture exerts a highly significant and positive direct influence on teacher performance (p-value 0.000; path coefficient 0.931). Interestingly, the leadership style of the school principal was found to have no statistically significant direct impact on teacher performance (p-value 0.419). Instead, leadership style possesses a notable indirect effect through the mediation of organizational commitment. Additionally, organizational culture significantly enhances teachers' commitment to the school. These results highlight that organizational commitment functions as a vital intervening variable that bridges the gap between the organizational environment and individual performance. The study concludes that to optimize the performance of Generation Z teachers, school leaders must prioritize cultivating a supportive culture that values collaboration, transparency, and innovation. Strategic recommendations include increasing teacher involvement in decision-making and providing robust professional development support to strengthen emotional bonds and professional engagement. This research provides valuable insights for educational administration, particularly in managing the unique dynamics of younger teacher cohorts within primary education in Indonesia. Keywords: leadership style, organizational culture, organizational commitment, teacher performance, Generation Z. Abstrak: Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kinerja guru menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Generasi Z di SD Kalam Kudus Indonesia, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Fenomena ini menjadi sangat krusial untuk diteliti karena karakteristik unik guru Generasi Z dalam berinteraksi dan bekerja menuntut penyesuaian gaya kepemimpinan serta budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada guru Generasi Z menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup wilayah kota metropolitan, kota menengah, hingga kota kecil. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur lima variabel utama, termasuk gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap kinerja guru (path coefficient 0,931; p-value 0,000). Sebaliknya, gaya kepemimpinan kepala sekolah ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja guru (p-value 0,419), namun memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun komitmen organisasi guru (path coefficient 0,593). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan antara faktor organisasi dengan efektivitas kerja individu. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja guru Generasi Z, kepala sekolah harus memprioritaskan pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan transparan. Saran strategis mencakup peningkatan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan bagi pengembangan profesional berkelanjutan guna memperkuat ikatan emosional guru dengan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah bagi manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya manusia lintas generasi di Indonesia. Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja guru, Generasi Z.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Produktivitas Kerja Melalui Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya Yeprina Prihatini Asie; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher work productivity reflects their attitudes and skills in carrying out their duties, and is demonstrated through efforts in self-development, instructional innovation, and contributions to achieving school goals. This productivity is influenced by organizational culture, the transformational leadership of the school principal, and teacher job satisfaction. This study aims to analyze the direct and indirect effects of organizational culture, transformational leadership, and job satisfaction on the work productivity of public high school teachers in Palangka Raya City. The research employs a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya, with a sample of 227 selected using proportional random sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive analysis, classical assumption tests, hypothesis testing through path analysis with multiple regression, and the Sobel test. The results of the study show that: (1) there is a direct influence of organizational culture, job satisfaction, and transformational leadership on work productivity; (2) there is a direct influence of organizational culture and transformational leadership on job satisfaction; and (3) there is an indirect influence of organizational culture and transformational leadership on work productivity.Based on these findings, it is recommended that schools pay attention to the factors that can enhance teacher work productivity. Schools should continue to maintain organizational culture, transformational leadership, and teacher job satisfaction to ensure their ongoing positive impact on teacher productivity. Keywords: Work Productivity, Organizational Culture, Transformational Leadership, Job Satisfaction Abstrak: Produktivitas kerja guru mencerminkan sikap dan keterampilan dalam menjalankan tugas, serta ditunjukkan melalui upaya pengembangan diri, inovasi pembelajaran, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah. Produktivitas ini dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, serta kepuasan kerja guru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian sebanyak 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya dan diambil 227 dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu angket yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja; terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja; terdapat pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sekolah untuk dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja guru. Sekolah perlu tetap mempertahankan budaya organisasi, kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja guru agar tetap berdampak kepada produktivitas kerja guru. Kata kunci: Produktivitas Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue