cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 406 Documents
Dominasi Faktor Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Keunggulan Kompetitif Sekolah: Systematic Literature Review Anindita Nurfitriani; Rahmania Utari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Competition among educational institutions requires schools to excel not only in academic outcomes but also in developing sustainable competitive advantage. This study aims to identify the dominance of leadership and human resource (HR) factors in building schools’ competitive advantage, examine research trends in terms of methods and locus, and synthesize the key factors influencing competitiveness. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing seven scientific articles published between 2020 and 2025 from Google Scholar and ScienceDirect databases, following predetermined inclusion and exclusion criteria. The synthesis results reveal that schools’ competitive advantage is predominantly determined by the effectiveness of strategic leadership and sustainable HR management. Common strategies include strengthening teacher competencies, fostering adaptive organizational culture, and optimizing intellectual capital components such as human capital, structural capital, and social capital through the Resource-Based View (RBV) framework. Furthermore, research trends on educational competitiveness remain dominated by qualitative and literature-based approaches, with diverse contexts ranging from Islamic schools to higher education institutions. Overall, this study confirms that leadership and human resources are the key determinants of educational institutions’ competitiveness. Future research with empirical approaches is recommended to enhance the validity of findings and deepen understanding of how competitive advantage strategies are implemented across educational levels. Keywords: Competitive advantange; strategic leadership; human resources; Resource-Based View Abstrak: Persaingan antar lembaga pendidikan menuntut sekolah untuk tidak hanya unggul dalam hasil akademik, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dominasi faktor kepemimpinan dan sumber daya manusia (SDM) dalam membangun keunggulan kompetitif sekolah, meninjau tren penelitian dari aspek metode dan lokus, serta mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi keunggulan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis tujuh artikel ilmiah terbitan 2020–2025 yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan ScienceDirect berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif sekolah secara dominan ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan strategis dan pengelolaan SDM yang berkelanjutan. Strategi yang banyak ditemukan mencakup penguatan kompetensi guru, pengembangan budaya organisasi adaptif, serta optimalisasi modal intelektual seperti human capital, structural capital, dan social capital berdasarkan perspektif Resource-Based View (RBV). Selain itu, tren penelitian keunggulan kompetitif di bidang pendidikan masih didominasi pendekatan kualitatif dan studi literatur, dengan konteks beragam mulai dari sekolah Islam hingga pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa SDM dan kepemimpinan merupakan faktor utama yang menentukan daya saing lembaga pendidikan. Penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris disarankan untuk memperkuat validitas temuan dan memperluas pemahaman tentang implementasi strategi keunggulan kompetitif di berbagai jenjang pendidikan. Kata kunci: Keunggulan Kompetitif; kepemimpinan strategis; sumber daya manusia; Resource-Based View
Kebijakan Ketua Yayasan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru di Taman Pendidikan Al-Qur’an (Tpq) Al-Afkar, Bungurasih Ika Khaironi; Ahmad Fakk Dominika Taqi Aha Putra; Mufidatur Rofia; Nur Ali; J. Nabiel Aha Putra
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Departing from the problem of low teacher welfare in non-formal Islamic educational institutions, this study analyzes the policy of the head of the Al-Afkar Bungurasih Foundation in improving the welfare of teachers of the Al-Qur'an Education Center. The research uses a descriptive qualitative approach with observational data collection techniques, structured interviews, and documentation; Data analysis was carried out through reduction, presentation, and conclusion drawing with a test of the validity of triangulation techniques. The results show three main policy clusters. First, financial policy: the determination of proportional honorarium based on the number of students fostered and the facilitation of voluntary appreciation funds from student guardians distributed directly without deductions including support for momentum such as holiday allowances. Second, the professional development policy: teachers' participation in the training of the Mu'allimil Qur'an (MMQ) Council accompanied by incentives as a form of appreciation and encouragement to improve pedagogical competence. Third, participatory governance policies: monthly routine deliberation as a communication forum, honorarium evaluation, identification of obstacles, and collective decision-making. The implementation of these policies has an impact on increasing teacher motivation, discipline, and responsibility, which is reflected in the readiness of teaching materials, seriousness in learning, and activeness in evaluation; in turn contributes to the quality of Qur'an learning services at TPQ. The findings confirm that a combination of financial policy, capacity building, and participatory governance is a strategic prerequisite for the elevation of teacher welfare and the quality of Qur'anic education in the context of foundations. Keywords: Foundation policy; teacher well-being; Al-Qur’an Education Center Abstrak: Berangkat dari rendahnya kesejahteraan guru pada lembaga pendidikan Islam non-formal, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Ketua Yayasan Al-Afkar Bungurasih dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kebijakan utama yang diterapkan oleh yayasan. Pertama, kebijakan keuangan, meliputi penetapan honorarium berdasarkan jumlah santri binaan, penyaluran dana apresiasi sukarela dari wali santri tanpa potongan, serta pemberian tunjangan pada momentum tertentu seperti Hari Raya. Kedua, kebijakan pengembangan profesional, yaitu mendorong guru untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Mu’allimil Qur’an (MMQ), disertai pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Ketiga, kebijakan pengelolaan partisipatif, yang diwujudkan melalui pelaksanaan musyawarah rutin bulanan sebagai forum komunikasi, evaluasi honorarium, identifikasi kendala, dan pengambilan keputusan secara kolektif. Implementasi ketiga kebijakan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan tanggung jawab guru. Hal ini tercermin dari kesiapan guru dalam menyiapkan bahan ajar, kesungguhan dalam melaksanakan proses pembelajaran, serta partisipasi aktif dalam kegiatan evaluasi. Secara keseluruhan, kebijakan yang terintegrasi antara aspek finansial, profesional, dan manajerial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan guru sekaligus mutu layanan pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Yayasan Al-Afkar Bungurasih. Kata kunci: Kebijakan yayasan; Kesejahteraan Guru, Taman Pendidikan Al-Qur’an.
Model L – EARN dalam Analisis Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Siti Hajar Nurhasanah; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Merdeka Belajar policy was launched to improve the quality of education by strengthening school autonomy and providing flexibility in the learning process. However, its implementation still faces several challenges, particularly regarding human resource readiness, capacity disparities between schools, and weak policy analysis at the school level. This study analyzes the implementation of the Merdeka Belajar policy using the L-EARN (Listen, Empathize, Analyze, Recommend, Navigate) Model as a framework. The method used was an Integrative Literature Review (ILR) by reviewing various leading international journal articles and national education policy documents. Data analysis was conducted through four stages: content analysis, thematic mapping, conceptual model development, and contextual analysis. The results show that the main challenges in implementing this policy include limited teacher capacity, low levels of data literacy in schools, and suboptimal instructional leadership. The use of the L-EARN Model helps identify gaps between regulations and learning practices and provides a more contextual and sustainable direction for policy improvement. The conclusions of this study indicate that the implementation of Merdeka Belajar requires an adaptive, participatory, and sustainable policy learning process to truly drive improvements in education quality. Keywords: Independent Learning; education policy analysis; L–EARN Model; education quality Abstrak: Kebijakan Merdeka Belajar dicanangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat otonomi sekolah serta memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Meski demikian, pelaksanaannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama menyangkut kesiapan sumber daya manusia, ketimpangan kapasitas antar sekolah, dan lemahnya analisis kebijakan di tingkat sekolah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar dengan menggunakan Model L–EARN (Listen, Empathize, Analyze, Recommend, Navigate) sebagai kerangka berpikir. Metode yang digunakan berupa Integrative Literature Review (ILR) dengan mengkaji berbagai artikel jurnal internasional terkemuka dan dokumen kebijakan pendidikan nasional. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan: analisis konten, pemetaan tematik, pengembangan model konseptual, dan analisis kontekstual. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini antara lain keterbatasan kapasitas guru, rendahnya tingkat literasi data di sekolah, dan belum optimalnya kepemimpinan pembelajaran. Penggunaan Model L–EARN membantu mengidentifikasi kesenjangan antara regulasi dan praktik pembelajaran serta memberikan arah perbaikan kebijakan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Merdeka Belajar membutuhkan proses pembelajaran kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan untuk benar-benar mendorong peningkatan mutu pendidikan. Kata kunci: Merdeka Belajar; analisis kebijakan pendidikan; Model L–EARN; mutu pendidikan
Pengaruh Pendidikan Anti Korupsi Terhadap Kesadaran Serta Keterampilan Kritis Peserta Didik Di MTsN Makassar Bagus Mastory; Muhammad Syukur; Najamuddin Najamuddin; Syamsu A Kamaruddin; Andi Octamaya Tenri Awaru; Romansyah Sahabuddin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by the urgency of eradicating corruption in Indonesia through preventive educational channels, particularly in the effort to deconstruct the residue of "upeti" (tribute) culture that historiographically continues to influence the social structure of society. The focus of this research is directed at Madrasah Tsanawiyah (MTs) as religious education institutions that hold a significant responsibility in instilling integrity values. The primary objective of this study is to analyze and prove the strength of the correlation between the implementation of anti-corruption education as an independent variable and two dependent variables, namely moral awareness and critical thinking skills of students at MTsN 1 and MTsN 2 Makassar, both partially and simultaneously.The methodology applied in this study is a quantitative approach with a non-comparative associative research design. The research population includes all active students at the research sites, with a sample of 100 respondents selected using the proportionate stratified random sampling technique to ensure representation across all grade levels. Primary data collection was conducted using a closed questionnaire instrument with a five-point Likert scale. Data analysis was performed using parametric statistical techniques, including the Pearson Product Moment correlation and multiple correlation tests, assisted by SPSS 26 software.The results of the research show the following findings: First, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student moral awareness, with a correlation coefficient (r) of 0.434 (moderate category). Second, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student critical thinking skills, with a correlation coefficient (r) of 0.504 (moderate to strong category). Third, the simultaneous test indicates a strong relationship with a multiple correlation value (R) of 0.608 and a coefficient of determination (R²) of 0.370. This indicates that the variables of moral awareness and critical thinking skills together contribute 37% to the effectiveness of anti-corruption education in madrasahs, while the remaining portion is influenced by external factors. The study concludes that building solid integrity requires a continuous synergy between the development of inner conscience and sharp critical reasoning. Keywords: Anti-Corruption Education, Moral Awareness, Critical Thinking Skills, Madrasah, Tribute Culture. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberantasan korupsi di Indonesia melalui jalur preventif pendidikan, khususnya dalam upaya mendekonstruksi residu budaya upeti yang secara historiografi masih memengaruhi struktur sosial masyarakat. Fokus penelitian ini diarahkan pada lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai institusi pendidikan agama yang memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai integritas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan kekuatan korelasi antara implementasi pendidikan antikorupsi sebagai variabel bebas terhadap dua variabel terikat, yaitu kesadaran moral dan keterampilan kritis peserta didik di MTsN 1 dan MTsN 2 Kota Makassar, baik secara parsial maupun simultan.Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif non-komparatif. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik aktif di lokasi penelitian dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling guna menjamin keterwakilan setiap strata kelas. Teknik pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, Analisis data dilakukan dengan teknik statistik parametrik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.Hasil penelitian menunjukkan temuan sebagai berikut: Pertama, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan kesadaran moral siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,434 (kategori sedang). Kedua, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan keterampilan kritis siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,504 (kategori sedang menuju kuat). Ketiga, pengujian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai korelasi ganda (R) sebesar 0,608 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,370. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kesadaran moral dan keterampilan kritis secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap efektivitas pendidikan antikorupsi di madrasah, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan integritas yang kokoh memerlukan sinergi antara pengembangan kepekaan nurani dan ketajaman nalar kritis secara berkesinambungan. Kata Kunci: Pendidikan Antikorupsi, Kesadaran Moral, Keterampilan Kritis, Madrasah
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Organisasi Yang Inovatif di Era Digital Rias Fitria; Tri Wahyu Ristiyanto; Enong Holilah; Cucu Atikah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examines the role of principals’ transformational leadership in building an innovative organizational culture in the digital era. The study is grounded in the increasing demand for educational transformation, which positions principals not only as administrative managers but also as visionary leaders capable of inspiring, facilitating change, and guiding schools in the strategic utilization of digital technologies. Using a qualitative approach, this research involved principals, teachers, and school staff as research subjects to understand how transformational leadership is enacted in nurturing an innovative school culture. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that principals who demonstrate transformational leadership effectively articulate a clear digital vision, provide inspirational motivation, encourage teacher creativity, and foster a collaborative and adaptive work environment. The emergence of an innovative culture is reflected in teachers’ openness to new ideas, strengthened digital literacy, increased collaborative practices, and the development of various technology-enhanced teaching innovations. These findings align with existing theories and previous studies indicating that transformational leadership significantly contributes to shaping innovative organizational cultures and improving school quality. The article concludes that transformational leadership is a key driver in accelerating digital educational transformation. The study also recommends strengthening principals’ digital leadership capacities and suggests further research across broader and more diverse educational contexts. Keywords: transformational leadership, school principal, innovative organizational culture, digital era, digital leadership, educational innovation Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya organisasi yang inovatif di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi pendidikan yang semakin kompleks, di mana kepala sekolah dituntut tidak hanya sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu mendorong inovasi, mengelola perubahan, serta memfasilitasi pemanfaatan teknologi secara strategis. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai subjek utama untuk menggali secara mendalam bagaimana praktik kepemimpinan transformasional diwujudkan dalam konteks pengembangan budaya inovatif di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dengan karakter kepemimpinan transformasional mampu mengartikulasikan visi digital yang jelas, memberikan motivasi inspirasional, membangun hubungan personal yang positif dengan guru, serta mendorong kreativitas dan keberanian dalam berinovasi. Budaya organisasi inovatif tercermin dari meningkatnya kolaborasi antarguru, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dan terciptanya iklim kerja yang adaptif terhadap perubahan. Temuan ini diperkuat oleh kajian teoritis dan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap pembentukan budaya inovasi, penguatan literasi digital, dan peningkatan kinerja sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan prasyarat penting bagi sekolah untuk berkembang dalam ekosistem pendidikan digital. Artikel ini menawarkan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas kepemimpinan digital serta penelitian lanjutan yang memperluas analisis pada konteks sekolah yang lebih beragam. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, budaya organisasi inovatif, era digital, kepemimpinan digital, inovasi pendidikan
Manajemen Kinerja Guru dalam Aplikasi Ruang GTK untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (Studi Kasus di SLB Muhammadiyah Kota Bandung dan SLB C Tut Wuri Handayani) Tyara Ratna Nurwulan; Endang Komara
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance management plays a strategic role in improving learning quality, especially in Special Schools (SLB) that face complex challenges related to the needs of students with special needs. The utilization of the Ruang GTK application has become an important effort to support teacher professionalism through structured planning, implementation, evaluation, and follow-up of performance. This study aims to analyze how the implementation of the Ruang GTK application can enhance teacher performance management and learning quality in SLBs, as well as to identify supporting factors and challenges affecting its effectiveness. The theoretical foundation includes Armstrong’s (2020) performance management, Deming’s PDCA (Plan, Do, Check, Act) cycle emphasizing continuous improvement through systematic evaluation, and the Technology Acceptance Model (TAM), which explains how perceived ease of use and usefulness influence teachers’ adoption of technology. This qualitative study employed a case study approach in SLB Muhammadiyah, Bandung, and SLB C Tut Wuri Handayani, Cimahi. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, administrative documents, and reflective notes from teachers and school principals, then analyzed thematically. The findings indicate that the effectiveness of implementing the Ruang GTK application is highly influenced by school context, including digital infrastructure availability, teachers’ technological literacy, the relevance of learning content for students with special needs, and support from principals and the social environment. Challenges include limited devices, uneven digital competence, and evaluation formats that are not fully operational. Nevertheless, the application effectively assists teachers in planning, documenting performance, conducting evaluations, and providing professional reflection opportunities. The study concludes that digital-based teacher performance management depends not only on the system but also on the synergy among educational actors, from government policymakers and school principals to teachers as the primary implementers. By adjusting implementation strategies according to the characteristics of each school, the Ruang GTK application has the potential to become a key instrument in improving teacher competence and learning quality in SLBs. Keywords: Educational Management; Soft Skills; Graduate Quality; Vocational High School. Abstrak: Manajemen kinerja guru memegang peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menghadapi tantangan kompleks terkait kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan aplikasi Ruang GTK menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung profesionalisme guru melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut kinerja secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi aplikasi Ruang GTK dapat meningkatkan manajemen kinerja guru dan kualitas pembelajaran di SLB, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Landasan teori penelitian ini mencakup manajemen kinerja Armstrong (2020), siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) Deming yang menekankan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi sistematis, serta Technology Acceptance Model (TAM) yang menjelaskan pengaruh persepsi kemudahan dan manfaat terhadap adopsi teknologi oleh guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SLB Muhammadiyah Kota Bandung dan SLB C Tut Wuri Handayani Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dokumen administrasi, serta catatan reflektif guru dan kepala sekolah, kemudian dianalisis secara deskriptif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi aplikasi Ruang GTK sangat dipengaruhi oleh konteks sekolah, termasuk ketersediaan infrastruktur digital, literasi teknologi guru, relevansi konten pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta dukungan kepala sekolah dan lingkungan sosial. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan perangkat, ketidakmerataan kompetensi digital, dan format evaluasi yang belum sepenuhnya operasional. Meski demikian, aplikasi Ruang GTK terbukti membantu guru dalam menyusun perencanaan, mendokumentasikan kinerja, melakukan evaluasi, serta menyediakan ruang refleksi profesional. Temuan penelitian menegaskan bahwa manajemen kinerja guru berbasis aplikasi digital tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada sinergi antaraktor pendidikan, mulai dari pemerintah sebagai penyusun kebijakan, kepala sekolah sebagai pengelola, hingga guru sebagai pelaksana utama. Dengan penyesuaian strategi implementasi sesuai karakteristik masing-masing sekolah, aplikasi Ruang GTK berpotensi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di SLB. Kata kunci: Manajemen, Kinerja Guru, Aplikasi Ruang GTK, PDCA, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Luar Biasa
Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
Manajemen Perencanaan Berbasis Data (PBD) dalam Meningkatkan Kualitas Satuan Pendidikan (Studi Deskriptif di SMP Djuantika dan SMP Ma’arif Cicalengka Kabupaten Bandung) Muhammad Fahri Rizqi; Eva Dianawati Wasliman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The quality of educational units is a key aspect in realizing quality education. Programs designed and implemented by schools play a crucial role in supporting the achievement of the desired ideal conditions. To support this, the government has introduced the Education Report Platform, which provides data on the results of education system evaluations. This data serves as a reference for schools in developing more targeted programs through the implementation of Data-Based Planning (PBD). For optimal PBD implementation, management with the Planning, Implementation, Evaluation, and Follow-up (PDCA) cycle is required. This study aims to describe: (1) program planning, (2) program implementation, (3) the evaluation process, (4) follow-up, (5) obstacles/constraints, and (6) solutions applied in the implementation of PBD. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The main informants were the principal, vice principal, and teachers. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions, with validity tested through triangulation, member checks, and confirmability. The research results indicate that the implementation of PBD at SMP Djuantika and SMP Ma'arif Cicalengka followed the PDCA cycle. The planning stage involved problem identification, goal setting, and strategy development. Implementation involved reflection and solution design. Evaluation focused on program improvements based on educational reports and internal evaluations. Follow-up actions were implemented through strengthening the program based on evaluation results. Key obstacles included low teacher digital literacy, minimal participation in PBD, limited infrastructure at SMP Djuantika, and teacher discipline at SMP Ma'arif Cicalengka. Solutions included optimizing learning communities, providing reading corners, learning workshops, and reflective evaluations. The research concluded that PBD management followed PDCA principles, with internal evaluation as the basis for program development, and strategies unique to each school. Keywords: PBD, Management, Planning, Educational Administration. Abstrak: Kualitas satuan pendidikan merupakan aspek utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Program yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah berperan penting dalam menunjang tercapainya kondisi ideal yang diharapkan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menghadirkan Platform Rapor Pendidikan yang menyediakan data hasil evaluasi sistem pendidikan. Data ini menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran melalui penerapan Perencanaan Berbasis Data (PBD). Agar PBD berjalan optimal, diperlukan penerapan manajemen dengan siklus Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut (PDCA). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan program, (3) proses evaluasi, (4) tindak lanjut, (5) hambatan/kendala, serta (6) solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan PBD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan utama adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, dengan validitas diuji melalui triangulasi, member check, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PBD di SMP Djuantika dan SMP Ma’arif Cicalengka telah mengikuti siklus PDCA. Tahap perencanaan dilakukan melalui identifikasi masalah, penetapan tujuan, dan penyusunan strategi. Pelaksanaan dijalankan dalam bentuk refleksi dan perancangan solusi. Evaluasi diarahkan pada perbaikan program berdasarkan rapor pendidikan dan evaluasi internal. Tindak lanjut diwujudkan melalui penguatan program hasil evaluasi. Hambatan utama mencakup rendahnya literasi digital guru, minimnya partisipasi dalam PBD, keterbatasan infrastruktur di SMP Djuantika, serta kedisiplinan guru di SMP Ma’arif Cicalengka. Solusi yang ditempuh meliputi optimalisasi komunitas belajar, penyediaan pojok baca, workshop pembelajaran, serta evaluasi reflektif. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen PBD telah berjalan sesuai prinsip PDCA, dengan evaluasi internal sebagai dasar pengembangan program, serta ciri khas strategi di masing-masing sekolah. Kata kunci: PBD, Manajemen, Perencanaan, Pengelolaan Pendidikan.
Analisis Model Evaluasi Program Pendidikan Karakter Islami Pada Satuan Pendidikan Tingkat SD di Kabupaten Pidie Jaya Mukhlis Mukhlis; Djaman Satori; Eka Prihatin; Suryadi Suryadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Islamic character education program in elementary schools in Pidie Jaya Regency using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product) to determine its effectiveness, readiness, and the challenges encountered in shaping students’ character. Applying a qualitative evaluative approach, data were collected through observations, in-depth interviews with the education office, school principals, teachers, and community leaders, as well as documentation studies of curricula, assessment instruments, and school activity programs. The findings indicate that in terms of context, the program is strongly supported by local government regulations and the religious culture of the community. In the input component, teacher competence in integrating Islamic character values into learning and the availability of facilities such as prayer rooms, libraries, and character-building spaces vary significantly among schools, influencing program quality. Regarding the process, religious habituation activities such as congregational prayer, Qur’an recitation, and moral guidance are implemented well, although the integration of character values into classroom learning remains inconsistent. In the product component, the program demonstrates positive impacts on students’ behavior, but its effectiveness is hindered by digital exposure, limited parental supervision, and uneven implementation across schools. The study concludes that the program is moderately effective but requires strengthening in teacher capacity, facility provision, and collaboration among the three centers of education: school, family, and community. Recommendations include continuous teacher training, development of adequate supporting facilities, enhancement of digital literacy and supervision, and the establishment of a more systematic and sustainable evaluation mechanism for program improvement. Keywords: Islamic Character Education; CIPP Model; Elementary Schools; Program Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pendidikan karakter Islami pada satuan pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Pidie Jaya dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) guna mengetahui efektivitas, kesiapan, dan hambatan program dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat, dan studi dokumentasi terhadap kurikulum, instrumen penilaian, serta program kerja sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, program memiliki landasan kebijakan yang kuat melalui Peraturan Bupati serta dukungan budaya masyarakat yang religius. Pada aspek input, ditemukan bahwa kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai karakter Islami serta ketersediaan sarana prasarana seperti mushalla, perpustakaan, dan fasilitas pembinaan akhlak masih belum merata sehingga memengaruhi kualitas implementasi program. Pada aspek proses, kegiatan pembiasaan religius seperti salat berjamaah, tadarus, dan pembinaan akhlak berlangsung baik, tetapi integrasi nilai karakter ke dalam pembelajaran masih belum konsisten di semua sekolah. Pada aspek produk, program memberi dampak positif terhadap perilaku siswa meskipun belum optimal karena adanya pengaruh digitalisasi, rendahnya pengawasan orang tua, dan variasi penerapan antar sekolah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa program telah berjalan cukup efektif namun membutuhkan penguatan pada kompetensi guru, fasilitas pendukung, dan sinergi tripusat pendidikan. Saran penelitian meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan sarana prasarana, penguatan literasi digital, serta evaluasi program yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: Pendidikan Karakter Islami; Model CIPP; Sekolah Dasar; Evaluasi Program
Analisis Manajemen Konsep Kaizen 5S dalam Upaya Peningkatan Softskill Mutu Lulusan Danang Ari Wibowo; Wiwik Dyah Aryani; Yan Nurcahya
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the management of the Kaizen 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke) in improving the soft skills of graduates of SMK Negeri 1 Pangandaran and SMK Negeri 1 Padaherang. The background of this study is based on the industrial world's need for vocational school graduates who not only have technical competence, but also soft skills such as discipline, responsibility, orderliness, and work ethic. The study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the planning of the implementation of Kaizen 5S was carried out based on the 5W + 1H principle and involved various school stakeholders. Organization was carried out by forming a 5S team with a clear structure and tasks. The implementation of 5S was integrated into learning and practice activities, thus forming positive student habits. Supervision was carried out routinely through evaluations, field inspections, and weekly self-assessments. Obstacles found included limited infrastructure, the role of workers that was not optimal, and weak administrative records of supervision. In conclusion, the implementation of the Kaizen 5S concept contributes positively to forming a productive work culture and improving students' soft skills, especially discipline, responsibility, and concern for the work environment. Keywords: Educational Management; Soft Skills; Graduate Quality; Vocational High School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konsep Kaizen 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam peningkatan softskill mutu lulusan di SMK Negeri 1 Pangandaran dan SMK Negeri 1 Padaherang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan dunia industri terhadap lulusan SMK yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga softskill seperti disiplin, tanggung jawab, keteraturan, dan etos kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penerapan Kaizen 5S dilakukan berdasarkan prinsip 5W+1H serta melibatkan berbagai stakeholder sekolah. Pengorganisasian dilakukan dengan pembentukan tim 5S yang memiliki struktur dan tugas jelas. Pelaksanaan 5S terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran dan praktik, sehingga mampu membentuk kebiasaan positif siswa. Pengawasan dilakukan secara rutin melalui evaluasi, inspeksi lapangan, dan self-assessment mingguan. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana prasarana, peran teknisi yang belum optimal, serta lemahnya pencatatan administrasi pengawasan. Kesimpulannya, penerapan konsep Kaizen 5S berkontribusi positif dalam membentuk budaya kerja yang produktif serta meningkatkan softskill siswa, khususnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan kerja. Kata kunci: Kaizen 5S; Manajemen Pendidikan; Soft Skills; Mutu Lulusan; Sekolah Menengah Kejuruan

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue