cover
Contact Name
Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin309@gmail.com
Phone
+6287850172545
Journal Mail Official
ayaqin309@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 25499157     EISSN : 25793543     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan kemasyarakatan adalah jurnal Jurnal ini memuat kajian-kajian pemikiran keislaman dan Kemasyarakatan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah ditulis mengikuti standar karyatulis ilmiah dengan menyertakan refrensi (footnote) diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-30 halaman, serta menyertakan Abstrak dengan dua bahasa; Indonesia dan Inggris, ruang lingkup judul harus spesifik pada satu permasalahan dan tempat. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Jurnal ini bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh STID Raudlatul Iman. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/etikapublikasi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital Restu Alfaris; Putri Alayda Nabilla; Siti Aisyah Gunawan; Riska Silviana Azzahra; Sri Yanti; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed various aspects of human life, including education. This condition requires Islamic education to adapt by developing a curriculum capable of addressing contemporary challenges while maintaining the fundamental values of Islamic teachings. This study aims to analyze the challenges faced by Islamic education in the digital era and examine relevant curriculum development strategies to respond to these changes. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scientific journals, articles, and other relevant literature discussing Islamic education curriculum development in the digital era. Data analysis was conducted descriptively through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the main challenges of Islamic education in the digital era include the rapid flow of information, low digital literacy, changes in students' learning patterns, and the need to improve teachers’ competencies. Curriculum development should focus on integrating technology into learning, strengthening character education, enhancing digital literacy, and improving educators’ competencies. Therefore, the Islamic education curriculum is expected to produce generations who are faithful, possess noble character, adapt to technological advancements, and are prepared to face global challenges. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk melakukan adaptasi melalui pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era digital serta mengkaji strategi pengembangan kurikulum yang relevan dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam di era digital meliputi derasnya arus informasi, rendahnya literasi digital, perubahan pola belajar peserta didik, serta tuntutan peningkatan kompetensi guru. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam perlu dilakukan melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, serta pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
Pelatihan, Pengembangan, dan Manajemen Karir Training Effectiveness - Career Path & Talent Development Juan Areza Fernanda; Singgih Puji Raharjo; Arfiani Yulianti Fiyul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of technology and globalization has triggered significant disruptions in the skills required in the modern workforce, resulting in a widespread skills gap phenomenon. Amid organizational demands to continuously adapt and remain competitive, employees face psychological challenges such as anxiety, mental exhaustion, and fears of losing the relevance of their competencies. This conceptual article examines the urgency of strategically integrating training, development, and career management through a more humanistic and human-centered approach. Through a literature review and synthesis of contemporary Human Resource Management theories, this study explores key factors influencing training effectiveness, including the 70:20:10 Model, Andragogy Theory, and the Kirkpatrick-Phillips Evaluation Model, as well as the role of talent development through the 9-Box Matrix, Dual Career Paths, and Individual Development Plans (IDPs). The findings indicate that the effectiveness of human resource development can no longer be measured solely by financial Return on Investment (ROI); rather, it should be assessed by the extent to which organizations humanize their workforce through the alignment of strategic business objectives with employees' personal aspirations. Empathetic integration through Individual Development Plans (IDPs) is shown to serve as a vital bridge in developing resilient, adaptive talent with high levels of intrinsic satisfaction in a VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) environment. Kemajuan teknologi dan globalisasi yang pesat telah memicu gangguan yang signifikan dalam keterampilan yang dibutuhkan dalam tenaga kerja modern, mengakibatkan fenomena kesenjangan keterampilan yang meluas. Di tengah tuntutan organisasi untuk terus beradaptasi dan tetap kompetitif, karyawan menghadapi tantangan psikologis seperti kecemasan, kelelahan mental, dan ketakutan kehilangan relevansi kompetensi mereka. Artikel konseptual ini mengkaji urgensi mengintegrasikan pelatihan, pengembangan, dan manajemen karir secara strategis melalui pendekatan yang lebih humanistik dan berpusat pada manusia. Melalui tinjauan literatur dan sintesis teori Manajemen Sumber Daya Manusia kontemporer, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, termasuk Model 70:20:10, Teori Andragogi, dan Model Evaluasi Kirkpatrick-Phillips, serta peran pengembangan bakat melalui Matriks 9-Kotak, Jalur Karir Ganda, dan Rencana Pengembangan Individu (IDP). Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan sumber daya manusia tidak lagi dapat diukur hanya dengan Return on Investment (ROI) finansial; sebaliknya, itu harus dinilai dengan sejauh mana organisasi memanusiakan tenaga kerja mereka melalui penyelarasan tujuan bisnis strategis dengan aspirasi pribadi karyawan. Integrasi empati melalui Rencana Pengembangan Individu (IDP) terbukti berfungsi sebagai jembatan vital dalam mengembangkan talenta yang tangguh, adaptif dengan tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi dalam lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).