cover
Contact Name
Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin309@gmail.com
Phone
+6287850172545
Journal Mail Official
ayaqin309@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 25499157     EISSN : 25793543     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Iman: Jurnal Keislaman dan kemasyarakatan adalah jurnal Jurnal ini memuat kajian-kajian pemikiran keislaman dan Kemasyarakatan dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah ditulis mengikuti standar karyatulis ilmiah dengan menyertakan refrensi (footnote) diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-30 halaman, serta menyertakan Abstrak dengan dua bahasa; Indonesia dan Inggris, ruang lingkup judul harus spesifik pada satu permasalahan dan tempat. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Jurnal ini bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh STID Raudlatul Iman. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/aliman/etikapublikasi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 241 Documents
Kurikulum Pendidikan Agama Islam di era Digital Integrasi Teknologi Sebagai Solusi Pembelajaran Julita, Zona; Rifai’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of technology in the Islamic Religious Education (PAI) curriculum in the digital age as a way to learn. The main problem discussed is the lagging behind the traditional PAI curriculum in facing the challenges of the digital era and the minimal use of technology to improve the quality of religious teaching. The method used in this research is qualitative with a case study approach in three selected madrasas, through in-depth interviews with teachers and observations of the teaching and learning process. The findings from this research show that the use of technology such as digital Al-Qur'an applications, online learning platforms and interactive media has succeeded in increasing student participation by up to 35% and understanding of religious concepts by up to 28%. Other important findings highlight the importance of developing digital literacy for PAI teachers and the need for appropriate guidelines for the application of technology in accordance with Islamic values. This research concludes that the application of technology in the PAI curriculum can be an effective solution to increase the relevance of religious education in the digital era, noting the need for ongoing support for educators and monitoring of digital content. The results of this research encourage accelerated digitalization in the PAI curriculum while maintaining a balance between technological advances and Islamic values. Studi ini meneliti penerapan teknologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di zaman digital sebagai cara untuk belajar. Masalah utama yang dibahas adalah ketertinggalan kurikulum PAI tradisional dalam menghadapi tantangan era digital dan minimnya penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga madrasah yang dipilih, melalui wawancara mendalam dengan para guru serta pengamatan pada proses belajar mengajar. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti aplikasi Al-Qur'an digital, platform pembelajaran daring, dan media interaktif berhasil meningkatkan partisipasi siswa hingga 35% dan pemahaman tentang konsep keagamaan mencapai 28%. Temuan penting lainnya menyoroti pentingnya pengembangan literasi digital bagi guru PAI dan perlunya pedoman yang tepat untuk penerapan teknologi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi dalam kurikulum PAI dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan relevansi pendidikan agama di era digital, dengan catatan perlunya dukungan berkelanjutan untuk para pendidik dan pengawasan konten digital. Hasil dari penelitian ini mendorong percepatan digitalisasi dalam kurikulum PAI sambil tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai Islam.
Analisis Kinerja Sumber Daya Manusia di SMP Negeri 1 Kamang Misrawita; Zulfani Sesmiarni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the performance of human resources (HR) in Islamic education at SMP Negeri 1 Kamang Magek through the Balanced Scorecard (BSC) approach. This research was conducted to answer the need for a comprehensive and contextual performance evaluation model, especially in the Islamic educational environment, which assesses not only professional aspects but also spiritual values such as trust and honesty. This study expands the evaluative approach by integrating nine key indicators, including Islamic values, as differentiators from previous research. This study uses a descriptive quantitative approach. Data was collected through an online survey using Google Forms that was distributed to 22 respondents, consisting of teachers and education staff. The instrument was developed from the Balanced Scorecard indicator and Islamic values, which consists of 35 closed-end statements divided into nine main indicators. Data analysis is carried out descriptively by calculating average scores to determine the classification of human resource performance. The results showed that most human resources were in the category of 'developing as expected', with the highest scores on indicators of professionalism (average = 4.45) and Islamic values (average = 4.41). The initiative and competency indicators received the lowest scores, 3.78 and 3.84, respectively. These findings emphasize the importance of continuous training to improve motivation, creativity, and technical competence. The limitations of this study include the small sample size of a single educational institution and the lack of in-depth construction validity testing. The practical implications of this study show the need for simultaneous strategies to improve human resources based on spirituality and professionalism. This research makes an original contribution by systematically integrating the BSC approach with Islamic values and can be a model for evaluating the performance of human resources in other Islamic educational institutions. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan Islam di SMP Negeri 1 Kamang Magek melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model evaluasi kinerja yang komprehensif dan kontekstual, khususnya di lingkungan pendidikan Islam, yang menilai tidak hanya aspek profesional tetapi juga nilai-nilai spiritual seperti kepercayaan dan kejujuran. Studi ini memperluas pendekatan evaluatif dengan mengintegrasikan sembilan indikator utama, termasuk nilai-nilai Islam, sebagai pembeda dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei online menggunakan Google Formulir yang didistribusikan kepada 22 responden, yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Instrumen ini dikembangkan dari indikator Balanced Scorecard dan nilai-nilai Islam, yang terdiri dari 35 pernyataan tertutup yang dibagi menjadi sembilan indikator utama. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata untuk menentukan klasifikasi kinerja sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya manusia berada dalam kategori 'berkembang seperti yang diharapkan', dengan skor tertinggi pada indikator profesionalisme (rata-rata = 4,45) dan nilai-nilai Islam (rata-rata = 4,41). Indikator inisiatif dan kompetensi mendapatkan skor terendah, masing-masing 3,78 dan 3,84. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kompetensi teknis. Keterbatasan penelitian ini termasuk ukuran sampel yang kecil dari satu lembaga pendidikan dan kurangnya pengujian validitas konstruksi yang mendalam. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan perlunya strategi simultan untuk meningkatkan sumber daya manusia berbasis spiritualitas dan profesionalisme. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan secara sistematis mengintegrasikan pendekatan BSC dengan nilai-nilai Islam dan dapat menjadi model untuk mengevaluasi kinerja sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam lainnya.
Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM Peyek Bayam Revan Aliyus Wibisono; Isna Inayati; Maisraoh; Dewi Puspita Sari
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play a crucial role in the economy. One of the main challenges they face is how to compete in the increasingly advanced digital era. Various digital marketing strategies are now key for MSMEs to develop and expand their market reach. The Spinach Cracker MSME is a local food business with significant growth potential, primarily due to its unique product characteristics and the use of natural and traditional ingredients. However, the competitiveness of products such as spinach crackers is often limited to the local market due to limited promotion and market access. Therefore, an appropriate digital marketing strategy is needed to introduce the product to a wider audience, increase brand awareness, and drive sales more effectively. The research used descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the community has a desire to develop Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the implementation of digital marketing strategies to achieve sustainable business growth. Through digital marketing, MSMEs have the opportunity to expand their market reach, provided they receive training and mentoring gradually. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah bagaimana mereka dapat bersaing di era digital yang semakin maju. Kini, berbagai strategi pemasaran digital menjadi kunci untuk memungkinkan UMKM mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar mereka. UMKM Peyek Bayam merupakan salah satu bentuk usaha pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena karakteristik produknya yang unik dan berbasis bahan baku alami serta tradisional. Namun, daya saing produk seperti peyek bayam seringkali terbatas pada skala lokal akibat keterbatasan promosi dan akses pasar, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran digital yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta mendorong penjualan secara lebih efektif. Jenis pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil pengbadian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan pengembangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan strategi pemasaran digital dalam meraih pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pemasaran digital, para pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, selama maraca mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.
Peran Al-Quran dan Hadist dalam Nilai-Nilai Karakter Pendidikan Islam nadirah; Muthya Khairunnisa Koto; Widya Gustriana; Arlina
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is a crucial first step in shaping a generation with noble morals and the ability to compete in facing the challenges of the modern world. Educating future generations to be virtuous and have a noble mindset is key to addressing the increasingly complex issues of today's globalized and digital era. Therefore, educational strategies that emphasize moral and spiritual values while also encouraging intellectual growth are essential. In the context of Islamic education, the Qur'an and Hadith provide a strong foundation for the importance of developing moral character in children. Values such as integrity, justice, tolerance, accountability, compassion, and interdependence are emphasized as integral to holistic character formation. The findings of this study indicate that revelation-based character education is highly relevant and offers solutions to the moral problems currently affecting the education system. Pendidikan karakter merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membentuk generasi yang bermoral luhur dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan dunia modern. Mendidik generasi penerus yang berakhlak mulia dan berpikiran luhur menjadi kunci dalam merespons berbagai permasalahan yang semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Oleh karena itu, strategi pendidikan yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual, sekaligus mendorong pertumbuhan intelektual, menjadi sangat krusial. Dalam konteks pendidikan Islam, Al-Qur'an dan Hadits memberikan landasan yang kuat akan pentingnya pengembangan karakter moral pada anak-anak. Nilai-nilai seperti integritas, keadilan, toleransi, akuntabilitas, kasih sayang, dan ketergantungan ditekankan sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis wahyu sangat relevan dan mampu menawarkan solusi terhadap permasalahan moral yang mengganggu sistem pendidikan masa kini.
Spirit Literasi Ekologi dalam Surah Ali Imran Ayat 190-191: Tafsir, Relevansi, dan Implementasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan Edi Hermanto; Wulandari; Rijal Alfaruq; Muhammad Raihan Setiawan; Daud Taqiuddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The environmental crisis is one of the biggest global challenges of the 21st century, with not only ecological but also social and spiritual impacts. Islam, as a comprehensive religion, has profound teachings regarding the relationship between humans and nature, as reflected in Surah Ali Imran verses 190-191, which commands tadabbur of Allah’s creation. This research aims to examine Surah Ali Imran verses 190-191 through classical and contemporary tafsir approaches to explore the values of ecological literacy contained therein, as well as its relevance to sustainable development. The research uses a qualitative method through literature study, with primary sources of the Qur’an and tafsir books, as well as secondary sources of eco-theology literature and global reports. The results show that this verse contains the value of tadabbur nature, recognition that nature is not in vain, ecological spirituality, ethics of balance, and environmental trust. These values are very relevant to support the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda. The implementation of these verse-based ecological literacy values can be done through education, da’wah, and social policy. This article concludes that Surah Ali Imran verses 190-191 are important theological foundations for the development of an ecological literacy paradigm in Muslim society. Krisis lingkungan menjadi salah satu tantangan global terbesar abad ke-21, tidak hanya berdampak ekologis tetapi juga sosial dan spiritual. Islam, sebagai agama yang syumul, memiliki ajaran mendalam mengenai relasi manusia dan alam, sebagaimana tercermin dalam Surah Ali Imran ayat 190-191 yang memerintahkan tadabbur terhadap ciptaan Allah. Penelitian ini bertujuan mengkaji Surah Ali Imran ayat 190-191 melalui pendekatan tafsir klasik dan kontemporer untuk menggali nilai-nilai literasi ekologi yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber primer Al-Qur’an dan kitab tafsir, serta sumber sekunder literatur eco-theology dan laporan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini memuat nilai tadabbur alam, pengakuan bahwa alam tidak sia-sia, spiritualitas ekologi, etika keseimbangan, dan amanah lingkungan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Implementasi nilai-nilai literasi ekologi berbasis ayat ini dapat dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan kebijakan sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa Surah Ali Imran ayat 190-191 merupakan fondasi teologis penting bagi pembangunan paradigma literasi ekologi dalam masyarakat Muslim.
Konsep Wajilun dalam Al-Qur’an (Studi Kajian Tafsir Maudhu’i) Muh. Ramadhan; Achmad Abubakar; Andi Miswar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Influence of Fear of Missing Out (FOMO), Lifestyle and Sharia Financial Literacy on Impulse Buying Sharia Fashion Setiyawati, Jelena Ika; Febrian Wahyu Wibowo; Baiq Ismiati; Rusny Istiqomah Sujono
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The needs of today's society are very diverse, especially in the sharia fashion industry. In addition to basic needs, the rapidly growing modern phenomenon is driven by psychological and social factors. The development of the sharia fashion industry has given rise to various model trends in society. This raises concerns in consumer behavior, namely impulse buying. This study aims to analyze the effect of Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, and sharia financial literacy on impulse buying sharia fashion. Through a quantitative approach, data were obtained from 130 respondents with the criteria of having an interest in sharia fashion using a purposive sampling technique. The analysis method used is multiple linear regression. The results of the study concluded that Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, and sharia financial literacy on impulse buying sharia fashion simultaneously have a significant effect on purchasing decisions. Partially, Fear of Missing Out (FOMO) and lifestyle have a positive and significant effect, while sharia financial literacy shows a significant negative effect. These findings provide implications for consumers to improve sharia financial literacy in order to control impulse buying behavior caused by FOMO and lifestyle. Kebutuhan masyarakat saat ini sangatlah beragam, khususnya dalam industri sharia fashion. Selain kebutuhan dasar, fenomena modern yang berkembang pesat yang didorong oleh faktor psikologis dan sosial. Berkembangnya industri sharia fashion ini memunculkan berbagai tren model di masyarakat. Hal ini memberikan kekhawatiran dalam perilaku konsumen, yaitu impulse buying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, dan sharia financial literacy terhadap impulse buying sharia fashion. Melalui pendekatan kuantitatif, data diperoleh dari 130 responden dengan kriteria memiliki ketertarikan terhadap sharia fashion dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Fear of Missing Out (FOMO), lifestyle, dan sharia financial literacy terhadap impulse buying sharia fashion secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara parsial, Fear of Missing Out (FOMO) dan lifestyle memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan sharia financial literacy menunjukan pengaruh negatif signifikan. Temuan ini memberikan implikasi bagi konsumen untuk meningkatkan literasi keuangan syariah guna mengontrol perilaku impulse buying yang disebabkan oleh FOMO dan lifetsyle.
Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Sinta Aulia
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the effect of liquidity, solvency, and firm size on company performance. Liquidity is measured by the Current Ratio (CR), solvency by the Debt to Equity Ratio (DER), and firm size by total assets, while company performance is proxied by Return on Assets (ROA). The study involves 21 food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2020–2023 using purposive sampling. The analysis includes descriptive testing, classical assumption testing, multiple linear regression, determination coefficient testing, and hypothesis testing. The results show that simultaneously, all independent variables influence company performance. Partially, liquidity and firm size have a positive and significant effect, while solvency has no significant effect. These findings provide valuable insights for investors and stakeholders in evaluating company performance based on financial reports. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Variabel likuiditas diukur dengan Current Ratio (CR), solvabilitas diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan diukur berdasarkan total aset, sedangkan kinerja perusahaan diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Penelitian dilakukan pada 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023 dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan meliputi uji deskriptif, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Secara parsial, likuiditas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi investor dan pemangku kepentingan dalam menilai kinerja perusahaan melalui laporan keuangan.
Implementasi Ayat Al-Qur’an Sebagai Jimat (Studi Living Qur’an di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng) Hidayatul Afdal
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses a descriptive-qualitative method with a phenomenological approach, data collection techniques are carried out using interview, observation, and documentation methods. The data analysis techniques of this study are data reduction, triangulation and drawing conclusions The essence of field research is that the researcher must go to the field to make direct observations about a phenomenology in the community, Qualitative research develops a flexible design, adapting to the reality in the field.This is due to several things. First, we cannot predict the conditions that occur on the ground. Second, it is impossible to predict what will change because it will happen in the interaction of the researcher with reality. Third, there are various value systems that relate in unpredictable ways. The purpose of this thesis research is to find out the public's understanding of the implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency, Know the forms of implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency, Know the impact felt by the community in the implementation of Qur'anic verses as amulets in Pa'jukukang District, Bantaeng Regency. The results of this thesis research are Based on interviews that have been conducted by the author, the people of Pa'jukukang District, Bantaeng Regency about the understanding of the verses displayed in their homes. It can be known that some people who display calligraphy verses of the Qur'an do not understand the content of the verses, but they only believe that the verses of the Qur'an that they display can protect their homes from supernatural things. And not a few of them argue that with the display of calligraphy verses of the Qur'an as decorations that can beautify the room, Actually this amulet has various uses, including as an antidote to magic, compassion, self-protection from jinn, home guard from jinn, and can even protect against human crimes such as thieves. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dari penelitian ini adalah reduksi data, triangulasi dan penarikan kesimpulan Inti dari penelitian lapangan ialah peneliti harus pergi ke lapangan untuk melakukan pengamatan secara langsung tentang suatu fenomenologi di masyarakat, Penelitian kualitatif menyusun desain secara flexible, menyesuaikan realita yang ada di lapangan.Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kita tidak dapat memperkirakan keadaan-keadaan yang terjadi di lapangan. Kedua, tidak dapat diprediksi apa saja yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam interaksi peneliti dengan realita. Ketiga, beragam sistem nilai yang berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan. Adapun tujuan dari penelitiasn tesis ini adalah Mengetahui pemahaman masyarakat terhadap implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Mengetahui bentuk-bentuk implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Mengetahui dampak yang dirasakan masyarakat dalam implementasi ayat al-Qur’an sebagai jimat di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Adapun hasil dari penelitian tesis ini adalah Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, masyarakat Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng tentang pemahaman terhadap ayat-ayat yang dipajang di dalam rumah mereka. Dapat diketahui bahwa sebagian masyarakat yang memajang kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an tidak memahami isi kandungan dari ayat tersebut, melainkan mereka hanya berkeyakinan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang mereka pajang dapat melindungi rumah mereka dari hal-hal ghaib. Dan tidak sedikit dari mereka berpendapat dengan pajangan kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an sebagai hiasan yang dapat memperindah ruangan, Sebenarnya jimat ini memiliki bermacam-macam kegunaan antara lain untuk penangkal sihir, pengasihan, pelindung diri dari jin, penjagaan rumah dari jin, bahkan bisa melindungi dari kejahatan manusia seperti pencuri.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Revitalisasi Kurikulum: Kajian Literatur dengan Analisis Isi mefi, Mefi Aneresanti; Rifa’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore and revitalize core Islamic values reflected in the PAI curriculum by employing a qualitative descriptive approach, library research, grounded theory strategy, and content analysis. The findings indicate that values such as honesty, responsibility, tolerance, and spirituality are not explicitly or comprehensively embedded in curriculum documents and instructional materials. Therefore, a curriculum redesign that systematically emphasizes moral and value education is urgently needed. This study also proposes strategies for revitalizing the curriculum through the integration of Islamic values into learning objectives, instructional approaches, and the teacher’s role as a moral exemplar. These results reaffirm previous findings that the internalization of Islamic values must be deliberately designed rather than left solely to individual teacher interpretation. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merevitalisasi nilai-nilai inti dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tertuang dalam kurikulum, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi pustaka, strategi Grounded Theory, serta teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan spiritualitas belum terimplementasi secara eksplisit dan mendalam dalam struktur kurikulum, terutama dalam dokumen kebijakan dan bahan ajar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembaruan konsep kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan nilai dan karakter secara terstruktur. Penelitian ini juga menyusun strategi revitalisasi kurikulum melalui integrasi nilai-nilai ke dalam tujuan pembelajaran, pendekatan pengajaran, dan peran guru sebagai teladan nilai. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa internalisasi nilai-nilai PAI harus didesain secara sistematis dan tidak hanya diserahkan kepada interpretasi praktis guru.