cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Akseptor KB Implant Siti Fatimah; Khairunisyah Khairunisyah; Tety Septiani; Lastriyani Lastriyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43644

Abstract

Kontrasepsi implant memiliki pengaruh efektif dan jangka panjang bagi ibu untuk mengatur kehamilannya. Namun demikian cakupan kontrasepsi implant yang paling rendah. Tujuan Penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi implan di Puskesmas Benakat, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim pada tahun 2024. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Data dikumpulkan dari 94 akseptor KB, yang terdiri dari 47 akseptor KB yang menggunakan kontrasepsi implan dan 47 akseptor KB yang tidak menggunakan kontrasepsi implan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara variabel independen (pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami) dengan variabel dependen (penggunaan kontrasepsi implan). Hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi implan (p value = 1,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi implan (p value = 0,000). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi implan (p value = 0,680). Kesimpulan faktor pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi implan, sedangkan faktor pendidikan dan dukungan suami tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Saran Perlunya program edukasi dan penyuluhan yang lebih komprehensif tentang kontrasepsi implan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan di kalangan akseptor KB
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau dan Buah Naga Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia di Klinik Aulia Medika Citeureup Kabupaten Bogor Tahun 2024 Sindi Rahayu; Sri Kubillawati; Eka Maulana Nurzannah; Imelda Diana Marsilia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43657

Abstract

Anemia in pregnant women occurs due to increased nutritional needs and the process of hemodilution which peaks at 32 weeks of gestation. Anemia that is not treated immediately can have a negative impact on the mother and fetus. This study aims to determine the effect of giving mung bean and dragon fruit juice. The method used in this research is quantitative descriptive with Quasy Experiment research design and Two Group Pretest-Posttest Design approach, the statistical test used is T-Dependent Test if the data is normally distributed, but if the data is not normally distributed then it is done using Wilcoxon Test. The population in this study were 44 pregnant women, with a sample of 16 pregnant women who experienced anemia. The sampling technique in this study was Accidental Sampling. The results showed that the administration of mung bean juice and dragon fruit both had an effect in increasing the hemoglobin levels of pregnant women with a P-Value of 0.000 (α <0.05), and the mean of the mung bean juice intervention was 0.062 gr/dl greater than the mean of the dragon fruit intervention which means that the administration of mung bean juice is slightly more effective than dragon fruit to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia.
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Antenatal Care: Literature Review Karimah Azzahra; Dian Ayubi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43673

Abstract

        Kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan janin serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Namun, kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC masih rendah di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil terhadap pemeriksaan ANC melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 9 artikel terpilih yang diperoleh dari enam basis data digital, yaitu PubMed, Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect. Proses pencarian menggunakan kata kunci berbahasa Inggris seperti: "factors" OR "determinants" AND "pregnant women" AND "behavior" OR "attitude" AND "antenatal care" AND "visits", serta dilanjutkan dengan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku kunjungan ANC meliputi tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, pengetahuan ibu, dukungan suami, paritas, jarak tempat tinggal, dan paparan media massa. Ibu hamil dengan pendidikan rendah, ekonomi rendah, paritas tinggi, serta tinggal jauh dari fasilitas kesehatan lebih berisiko tidak melakukan kunjungan ANC secara optimal. Sebaliknya, dukungan suami dan akses informasi melalui media atau internet dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC.
Literatur Review: Pengaruh Teman Sebaya dan Perilaku Merokok pada Remaja Eka Wijayanti; Sudarto Ronoatmodjo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43680

Abstract

Pendahuluan: Perilaku merokok merupakan masalah masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Masa remaja dianggap mampu membuat keputusan sendiri, termasuk dalam memilih untuk merorok. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 38 juta remaja berusia antara 13 dan 15 tahun merokok. Menurut penelitian Global Youth Tobacco Survey (GYTS) yang dilakukan pada 2019, prevalensi perokok di kalangan siswa sekolah usia 13-15 tahun meningkat dari 18,3% (2016) menjadi 19,2% (2019). Tujuan: mengetahui adanya pengaruh teman sebaya terhadap keputusan remaja untuk memulai merokok. Metode: Studi literatur dilakukan dengan menggunakan database pencarian Google Scholar dan PubMed, dengan artikel terbiat dari tahun 2014 hingga 2024. Kata kunci yang berhubungan dengan topik dan judul penelitian digunakan dalam strategi pencarian literatur. Kata kunci dalam bahasa Indonesia adalah "Perilaku Merokok", "Teman Sebaya", "Perilaku Merokok pada Remaja", dan dalam bahasa Inggris adalah "Pengaruh Teman", "Grup Teman", "Perilaku Merokok", dan "Adolecents. Hasil: delapan artikel dikumpulkan yang menunjukkan hubungan antara teman sebaya dan perilaku merokok remaja. Kesimpulan: Teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebiasaan merokok remaja.
Pengukuran Tekanan Cuff Endotracheal Tube Kontinyu dan Intermiten dalam Mencegah Kejadian Ventilator Associated Pneumonia di Ruang ICU : Systematic Review Prima Khairunisa; Agung Waluyo; Denissa Faradita Aryani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43778

Abstract

Background: Background: Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is a major complication in mechanically ventilated patients, often resulting from microaspiration due to inadequate endotracheal cuff pressure. Maintaining optimal cuff pressure can be achieved through continuous or intermittent monitoring. Aim : To compare the effectiveness of continuous versus intermittent cuff pressure monitoring in preventing VAP. Methods: A systematic review was conducted across PubMed, Scopus, Taylor dan Francis, and ScienceDirect. Articles were screened based on publication year, title, abstract, and relevance. Results: Of 550 identified studies, 7 met the inclusion criteria. Four studies reported greater VAP prevention efficacy with continuous monitoring (p < 0.05, p = 0.06, p = 0.109, p = 0.02; OR 0.45, 95% CI = 0.22–0.89). Six studies found no significant impact on secondary outcomes, including ICU length of stay, ventilation duration, and mortality. Conclusion: Continuous cuff pressure monitoring ensures more stable pressure regulation, potentially reducing VAP risk. Further studies are needed to assess its impact on clinical outcomes
Kombinasi Terapi Musik dan Napas dalam sebagai Strategi Menurunkan Stres pada Remaja di Komunitas Aryasatya Cahya Wiyoga; Arum Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43829

Abstract

Perubahan kognitif, fisik, dan sosial pada masa remaja sering menjadi masalah yang dapat menimbulkan stres. Kombinasi terapi musik dan napas dalam merupakan terapi yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi terapi musik dan napas dalam untuk menurunkan stres pada remaja. Rancangan penelitian ini adalah one group pre-post-test design dengan melibatkan 20 remaja. Informasi terkait stres diambil menggunakan menggunakan instrumen DASS-42 pre dan post dilakukan intervensi. Terapi napas dalam yang dikombinasi dengan musik dilakukan dengan bimbingan sekali dan selanjutnya remaja diminta untuk melakukan sendiri setiap hari selama satu bulan. Pada akhir bulan dilakukan kembali pengukuran stres. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 laki-laki dan 16 perempuan yang berusia 12-20 tahun, diantara data tersebut 11 orang mengalami penurunan tingkat stres. Uji paired sample t-test dengan nilai probability kurang dari 0,05 yang menunjukan adanya perbedaan antara mean antara pre-test dan post-test terkait stres pada remaja. Kesimpulannya adalah teknik napas dan kombinasi mendengarkan musik klasik berhasil menurunkan tingkat stres pada remaja.
Stereotipe Gen Z dalam Pekerjaan Daring sebagai Tutor Bahasa Asing: Prioritas Kesejahteraan Mental dan Persepsi terhadap Model Kerja Fleksibel Diajeng Lieztianti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43854

Abstract

The purpose of this study is to analyze how these stereotypes are formed and how mental well-being priorities and flexible working models are accepted in the context of online education. This research uses a qualitative approach with literature analysis of relevant studies on Gen Z characteristics in online work. The results show that although Gen Z is often perceived as less committed, they have high technological adaptability and tend to seek work-life balance to maintain teaching quality. Despite facing challenges in building interpersonal relationships and maintaining student motivation, their preferred flexible working model supports productivity and more effective teaching. This study suggests that it is important to change negative perceptions of Gen Z, by valuing their approach to mental well-being and use of technology in improving the quality of online education
Faktor – faktor Determinan Kejadian Hipertensi Pada Lansia dan Non-Lansia di Indonesia: Data Ski 2023 Rahmiyati Rahmiyati; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43880

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi medis yang masih menjadi perhatian kesehatan di seluruh dunia, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian ini menganalisis faktor determinan terjadinya hipertensi pada kelompok lansia dan non lansia di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan rancangan cross-sectional dengan sumber data SKI 2023. Penggunaan data SKI 2023 dikarenakan data yang dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang telah teruji validitas dan kredibilitasnya, serta disetujui oleh Komite Etik Indonesia. Sample penelitian mencangkup 638.178 responden yang berusia ≥ 15 tahun yang melaporkan diri dan melakukan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi lansia di Indonesia yaitu sekitar 15.3% berdasarkan keseluruhan penduduk usia diatas 15 tahun yang melakukan pemeriksaan tekanan darah, serta 54.4% diantaranya ditemukan terkena hipertensi. Faktor determinan kejadian hipertensi pada semua kelompok umur paling besar pengaruhnya yaitu riwayat hipertensi dan obesitas, namun konsumsi alcohol dan riwayat diabetes mellitus menunjukkan pengaruh bermakna terhadap kejadian hipertensi di Indonesia Pembahasan penelitian ini meyoroti perlunya perhatian lebih faktor determinan seperti gaya hidup yang sehat dan akses layanan kesehatan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi hipertensi di masyarakat, terutama untuk kelompok umur lansia dan non lansia (usia pre-lansia dan produktif).
Studi Kasus: Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Alvito Reza Andriawan; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43997

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan masalah umum yang dapat memengaruhi proses pemulihan pasien. Relaksasi autogenik merupakan teknik nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan memberikan intervensi keperawatan berbasis bukti berupa relaksasi autogenik selama 5–10 menit kepada lima pasien pascaoperasi yang mengalami nyeri sedang, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil Studi berdasarkan penerapan relaksasi autogenik, ditemukan adanya penurunan intensitas nyeri pada semua pasien. Relaksasi autogenik telah terbukti efektif dalam membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pelengkap untuk mendukung manajemen nyeri dan pemulihan pasien.
Perbandingan Pengaruh Endorphin Massage dan Effleurage Massage Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kenali Besar Muly Okti Viana; Sri Mulyani; Meinarisa Meinarisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.30933

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan pada seluruh tubuh, dan pada usia 32 minggu, 90% wanita hamil umumnya mengalami nyeri punggung bawah. Jika tidak ditangani, nyeri ini bisa menjadi masalah jangka panjang. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh pijat endorfin dan pijat effleurage terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kenali Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain two group pretest-posttest. Populasi yang diteliti adalah 60 ibu hamil trimester III, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 38 responden: 19 untuk kelompok pijat endorfin dan 19 untuk kelompok pijat effleurage. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh tiap variabel dan uji Mann Whitney untuk membandingkan pengaruh kedua variabel. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan p-value 0,000 (α = 0,05) dengan rata-rata perubahan sebesar 16,16 pada pijat effleurage. Terdapat perbedaan pengaruh antara pijat endorfin dan effleurage terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kenali Besar. Penelitian ini bermanfaat bagi perawat dalam memberikan layanan pijat effleurage pada ibu hamil dengan keluhan nyeri punggung bawah.