cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
The Relationship Of Parenting Patterns To Stunting Incidents : Literature Review Inayah Riski Wulandari; Tantut Susanto; Iis Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43618

Abstract

Stunting adalah kondisi kronis akibat kegagalan pertumbuhan pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya. Pola asuh memiliki peran penting dalam kejadian stunting karena memengaruhi asupan nutrisi, praktik pemberian makan, dan perawatan anak secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tinjauan pustaka melalui pencarian database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Proses pencarian mengikuti protokol PICOS dengan penyusunan kata kunci menggunakan teknik Boolean Operator. Studi yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan PICOS untuk memastikan relevansi dengan topik penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor pola asuh, termasuk praktik pemberian makan, pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), praktik kebersihan dan sanitasi, serta akses terhadap layanan kesehatan, memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pola asuh yang tidak memadai, terutama kurangnya pengetahuan gizi dan pemberian makan yang tidak tepat, meningkatkan risiko stunting. Selain itu, status sosial ekonomi, pendidikan ibu, dan dukungan keluarga turut memengaruhi variasi kualitas pola asuh, yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Intervensi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan praktik pola asuh sebagai langkah pencegahan stunting. Penguatan edukasi bagi orang tua, promosi ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tepat, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, serta perbaikan praktik kebersihan merupakan strategi penting dalam mengurangi kejadian stunting dan mendukung pertumbuhan anak yang optimal. Kata Kunci: stunting, pola asuh, anak, nutrisi
Disaster Literacy Among Nurses in the Risk of Disaster Areas: A Literature Review Muhamad Hasan Basri; Muhamad Zulfatul A’la; Tantut Susanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43619

Abstract

Literasi bencana memegang peran penting dalam fase kesiapsiagaan, respons dan fase pemulihan bencana, terutama bagi perawat yang bekerja di daerah rawan bencana. Perawat memiliki peran yang sangat krusial dalam menangani situasi darurat bencana, sehingga diperlukan peningkatan literasi kebencanaan melalui pendidikan, pelatihan, dan dukungan sosial yang sitematis guna meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah dengan risiko tinggi bencana. Studi literatur ini dilakukan untuk meninjau berbagai penelitian yang membahas tentang literasi bencana pada perawat di daerah rawan bencana. Sumber data diperoleh dari berbagai database pencarian seperti PubMed, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dengan artikel penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan mencakup "Disaster Literacy", "Nursing Education", "Disaster Preparedness", dan "Emergency Nurses", “Disaster Prone Areas”. Literasi bencana pada perawat mencakup dimensi dan strategi kebencanaan. Dimensi utama kebencanaan meliputi pengetahuan teknis, keterampilan psikososial, kepemimpinan, dan kesiapan fisik serta mental. Sementara itu, strategi utama yang efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan pada perawat meliputi pendidikan bencana dalam kurikulum keperawatan, pelatihan berbasis simulasi, dan dukungan sosial yang berfokus pada peningkatan ketahanan psikologis dan efikasi diri. Namun tingkat kesiapsiagaan bencana pada perawat di daerah rawan bencana masih tergolong sedang. Lebih lanjut pelatihan yang memadai serta pengalaman langsung dalam merespon bencana terbukti mampu meningkatkan kompetensi perawat secara signifikan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Pendekatan multidimensi dalam meningkatkan literasi bencana pada perawat di daerah rawan bencana sangat diperlukan. Pendidikan formal, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan sosial harus menjadi bagian dari kebijakan dan praktik keperawatan bencana. Dengan literasi bencana yang lebih baik, perawat dapat memberikan respons yang lebih cepat dan efektif dalam situasi darurat, baik dalam skala lokal maupun internasional.
Efektivitas Aplikasi Low Lighting Untuk Sleep Quality Dalam Mengurangi Kelelahan Pada Pasien Hepatitis Nyimas Arsilla Restinavia; Beti Kristinawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43639

Abstract

Pasien hepatitis sering mengalami gangguan tidur dan kelelahan yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Faktor lingkungan, seperti pencahayaan, dapat mempengaruhi pola tidur, terutama pada lansia.Mengevaluasi efektivitas pencahayaan redup dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada pasien hepatitis. Studi kasus dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 82 tahun dengan hepatitis. Pencahayaan redup (lampu LED) diterapkan di kamarnya pada malam hari selama empat hari. Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sementara tingkat kelelahan diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan pemantauan denyut jantung.Kualitas tidur mengalami peningkatan signifikan, dengan skor PSQI menurun dari 17 menjadi 4. Denyut jantung turun dari 130 menjadi 78 kali per menit, dan tingkat kelelahan berkurang berdasarkan skor VAS.Pencahayaan redup efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada pasien hepatitis. Intervensi ini merupakan metode yang terjangkau untuk mengatasi gangguan tidur pada kasus serupa.Diperlukan studi yang lebih besar dan periode observasi yang lebih lama untuk mengonfirmasi temuan ini serta mengeksplorasi pengaruh intensitas pencahayaan yang bervariasi dan faktor lingkungan lainnya.
Efektifitas Metode Matching to Sample Dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Autism Spectrum Disorder di Kota Surakarta Dhita Rizky Sabila Putri; Alviani Vivi Sutanto; Dian Atnantomi Wiliyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43647

Abstract

Autism spectrum disorder dapat terjadi pada anak karena kelainan otak yang berkaitan dengan jumlah sel saraf. Hal ini mempengaruhi perkembangan anak serta kemampuan mereka dalam berkomunikasi, berperilaku, berpikir dan berinteraksi. Salah satu permasalahan yang dialami oleh anak Autism Spectrum Disorder yakni permasalahan bahasa reseptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode matching to sample dalam peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak Autism Spectrum Disorder di kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan sebanyak 5 kali. Pengambilan data dilakukan dengan one group pretest-postest menggunakan tes kosakata verbal reseptif (TKV-R). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan mendapatkan 10 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik parametrik Shapiro-wilk dan uji beda menggunakan Wilcoxon. Berdasarkan uji analisis menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai p (Sig.) adalah 0,008 dimana p value (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak Autism Spectrum Disorder sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan metode matching to sample.
Hipnoterapi Dapat Menurunkan Tingkat Stres Pada Remaja di Panti Harapan Remaja Zulkarnaini Zulkarnaini; Erni Rita; Awaliah Awaliah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43694

Abstract

Stres pada remaja yang tinggal di panti asuhan merupakan isu penting untuk dipahami dan diatasi. Remaja yang tinggal di panti asuhan sering menghadapi tantangan emosional, sosial, dan psikologis sehingga meningkatkan stres yang dapat merugikan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hipnoterapi dapat menurunkan tingkat stres pada remaja di Panti Harapan Remaja. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan one group pre test-posttest without control group design. Populasi berjumlah 24 remaja. Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling. Besar sampel 24 remaja. Analisis uji statistik menggunakan uji paired simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh hipnoterapi terhadap tingkat stres remaja dengan P-Value = 0.001. Rekomendasi: Pihak panti asuhan diharapkan memberikan dukungan mental kepada remaja, Dukungan mental yang efektif berupa layanan konseling dan terapi psikologis (Hipnoterapi) untuk membantu remaja mengatasi perasaan dan masalah emosional
Pengaruh Senam Kaki Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pasien Diabetes Melitus di RSU Royal Prima Medan Rostina Rostina; Supriyadi Supriyadi; Faridnasra Faridnasra; Jamaluddin Jamaluddin; Elis Anggeria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43804

Abstract

Senam kaki merupakan intervensi yang efektif untuk memperlancar sirkulasi darah ke neuron pada bagian kaki sehingga mencegah terbentuknya endapan gula darah. Darah yang kaya oksigen dan nutrien dengan sirkulasi yang baik membantu penderita diabetes dapat beristirahat (tidur) dengan lebih rileks. Penderita diabetes melitus sering mengalami gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap peningkatan kualitas tidur pasien diabetes melitus di RSU Royal Prima Medan. Sampel penelitian sebanyak 30 orang responden. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental melalui pendekatan one group pre-test post-test design. Sebelum senam kaki mayoritas responden dengan kualitas tidur yang kurang sebanyak 53.33% dan setelahnya mayoritas responden dengan kualitas tidur yang baik sebanyak 50%. Sebelum senam kaki mayoritas responden dengan latensi tidur 31-60 menit, durasi tidur pada 5-6 jam, tingkat efisiensi tidur pada 65-74% serta sering mengalami gangguan tidur malam dan aktivitas di siang hari. Setelah senam kaki mayoritas responden mengalami perubahan yang baik dengan latensi tidur 16-30 menit, durasi tidur hampir mendekati > 7 jam, tingkat efisiensi tidur pada 75-84%, mendekati 85% serta hampir tidak mengalami kendala tidur malam dan rutinitas pada siang hari. Maka disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki terhadap peningkatan kualitas tidur pasien diabetes melitus.
Analisis Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Usia Remaja Verawaty Fitrinelda Silaban; Dinda Surati Ningsih; Dinda Regita; Angel Viona Suryani Sianipar; Elpidianis Duha
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44045

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan modal dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi bayi 0–6 bulan. Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif diakibatkan karena pernikahan dini. Perempuan yang hamil diusia remaja yang kurang mendapatkan early prenatal care dan belum siap memberikan pola asuh yang baik memiliki dampak pada status gizi bayi terutama berkaitan dengan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja di Wilayah Tanjung Gusta. Metode Penelitian: penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 124 ibu remaja yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan. Metode pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling secara Purposive Sampling yaitu sebanyak 95. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasi analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara usia ibu (p-value 0,022), sikap (p-value 0,000), komitmen (p-value 0,016), dan dukungan sosial (p-value 0,002), sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,05), sedangkan yang tidak menunjukan adanya hubungan signifikan yaitu pengetahuan (p-value 0,068), cara persalinan (p-value 0,092), sosial budaya (p- value 0,078) sebagai faktor penghambat dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa variabel sikap dengan nilai p (Sig) 0,000 dengan nilai OR 26,822. Kesimpulan: yaitu yang menjadi faktor pendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja ialah usia ibu, sikap, komitmen, dan dukungan sosial, sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya yaitu pengetahuan, cara persalinan dan sosial budaya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Kader Terhadap Perilaku Pencegahan Pneumonia Balita di Puskesmas Pundong Bantul Erlina Sari Pujirahayu; Riadini Wahyu Utami; Sylvi Wafda Nur Amelia; Christina Pernatun Kismoyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.33522

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan kader terhadap perilaku pencegahan pneumonia pada balita di Puskesmas Pundong Bantul. Menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian melibatkan 90 ibu dan 53 kader sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,000) dan pengetahuan kader (p=0,000) dengan perilaku pencegahan pneumonia. Mayoritas responden memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan yang kurang optimal. Faktor-faktor seperti usia, pendidikan, dan pengalaman mempengaruhi tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan edukasi tentang pneumonia, terutama bagi ibu dan kader, untuk memperbaiki perilaku pencegahan dan menurunkan risiko pneumonia pada balita. Diperlukan strategi komprehensif, termasuk program pelatihan terstruktur dan evaluasi berkala, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan pneumonia. Kata Kunci: Pengetahuan ibu, Kader kesehatan, Pencegahan pneumonia
Konjugat Antibodi-Obat sebagai Pendekatan Pengobatan Alternatif untuk Kanker Paru Bukan Sel Kecil (NSCLC) di Tengah Peningkatan Resistensi Terapi: Tinjauan Sistematis Meisya Diffa Amalia Putri; Ahsanal Kasasiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38473

Abstract

Kanker paru bukan sel kecil atau non-small cell lung cancer (NSCLC) adalah jenis kanker paru yang paling umum dan memiliki tantangan signifikan dalam pengobatan, terutama terkait dengan resistensi terhadap terapi yang ditargetkan. Resistensi ini sering disebabkan oleh mutasi sekunder atau aktivasi jalur pensinyalan alternatif, yang mengurangi efektivitas terapi yang ada. Konjugat antibodi-obat atau antibody-drug conjugate (ADC) telah muncul sebagai pendekatan terapeutik inovatif yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Konjugat antibodi-obat atau antibody-drug conjugate (ADC) menggabungkan antibodi monoklonal spesifik dengan muatan aktif, memungkinkan pengiriman terapi yang lebih tepat dan mengurangi dampak pada jaringan sehat. Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi berbagai ADC yang sedang dalam pengembangan dan telah menunjukkan efikasi sebagai alternatif terapi untuk NSCLC, termasuk BL-B01D1, trastuzumab deruxtecan, dan sacituzumab govitecan. Meskipun ADC menawarkan harapan baru, perhatian perlu diberikan pada efek samping signifikan, seperti neutropenia dan anemia, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas jangka panjang, biomarker yang terkait, dan strategi manajemen efek samping. Dengan pendekatan ini, ADC berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi terapeutik untuk NSCLC.
Pemanfaatan Obat Tradisional Lancau Wolio Dalam Menjaga Status Kesehatan Lansia di Masa Pandemi Covid 19 di Kota Baubau Anita Anita; Sri Ernawati; Syastriyani Isna Putri Syarif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40486

Abstract

Basic Health Research data from the Ministry of Health in 2018 shows that the most diseases in the elderly are non-communicable diseases such as heart disease, diabetes, stroke, rheumatism, and injury. Along with the decline in the immune system, the elderly are also a group susceptible to infectious diseases such as respiratory infections, diarrhea, and pneumonia. This is the reason why elderly people are susceptible to various diseases, including COVID-19 which is caused by the Sars-Cov-2 virus. Lancau Wolio traditional ingredients have been used for generations by the Buton people. The traditional Lancau Wolio herb is made by utilizing tubers, stems, and roots from 40 types of plants. The purpose of the study was to determine the use of Lancau Wolio Traditional Medicine in Maintaining the Health Status of the Elderly During the COVID 19 Pandemic. This type of research was experimental design with a pretest-posttest design with control group. The sample in this study was 40 elderly people who were divided into 2 groups, the elderly intervention group who consumed Lancau Wolio and the elderly control group who did not consume Lancau Wolio. The intervention was carried out for 2 weeks. Analysis of the data using the Meann-Whitney test. The results showed that there was a difference in blood pressure between the two groups after 2 weeks of treatment, while for blood sugar (diabetes mellitus) there was a decrease in blood sugar levels in each group, but the difference between the two groups showed that the intervention group had a higher r value than the control group. namely 63.4, and the value of p < 0.05. It is hoped that this research can make traditional lancau wolio medicine as an alternative in preventing the transmission of COVID-19 in the elderly by maintaining the health quality of the elderly. Keywords: Lancau Wolio; elderly; Health Status; COVID-19