cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Keseimbangan Lansia Yang Tinggal di Komunitas Anastasia Martha; Alida Nella Fedelina Rassa; Agung Kurniawan Saputra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.31964

Abstract

Background: Aging is typically accompanied by physical and physiological decline, which causes people to act or refrain from engaging in a variety of activities, including those that are related to balance. Elderly people who have balance and coordination issues are more likely to fall. Objective To ascertain the proportion of senior citizens residing in the neighborhood. Method: An observational descriptive study was used for this investigation. Results of the Study: The average age of the 83 respondents was 66.86 years. According to the TUG Test, 90.36% of senior citizens are at little risk of falling. 91.57% of the elderly have a low risk of falling, according to the four square test; 83.13% of the elderly have normal balance, according to the FRT; and 54.22% of the elderly have normal balance, according to the FUKUDA. Conclusion : older people in metropolitan areas are well-balanced. This research highlights the value of a caring communal setting and easy access to medical resources in enhancing the well-being and equilibrium of senior citizens. Therefore, in order to build an age-friendly community and support the mobility and balance of the old, initiatives to improve their welfare must take a comprehensive approach that incorporates physical, social, and environmental components.
Determinan Self efficacy Dan Transisi Terhadap Perilaku Perawat Dalam Penggunaan Elektronic Medical Record Di RSU Bethesda Serukam Faniea Maawati; Sabina Gero; Julvainda Eka P
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.35158

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki efek yang penting dalam setiap bagian kehidupan sehari-hari dan telah mendukung aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan. Penerapan teknologi informasi di bidang kesehatan dinilai penting untuk mengurangi malpraktik dan meningkatkan keselamatan pasien. SIMRS atau yang dikenal dengan sistem informasi manajemen Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk teknologi dalam bidang kesehatan. Penelitian Mengetahui Determinan Self efficacy dan Transisi Terhadap Perilaku Perawat Dalam Penggunaan Electronic Medical Record. Penelitian ini gunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat RSU Bethesda Serukam yang pekerjaannya berhubungan langsung dengan pasien untuk melakukan asuhan keperawatan yang berjumlah 85 orang. Hasil Penelitian menunjukkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku perawat dalam penggunaan electronic medical record adalah faktor preparation dengan signifikansi (sig.) Pvalue= 0,000<,0,05 terhadap perilaku perawat dalam pelaksaaan electronic medical record
Pengaruh Metode Edukasi dan Inspirasi (Eddin) Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari di Smkn 4 Tangerang Selatan Qurrota Laily; Alfonsa Reni Oktavia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.35710

Abstract

Kanker payudara menjadi isu kesehatan mendesak dan penyebab utama kasus kanker serta kematian pada wanita. Prevalensi kanker payudara terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Permenkes UU No. 34 tahun 2015 mengatur pedoman SADARI untuk deteksi dini, tetapi kurangnya informasi dan edukasi masih menjadi kendala utama. Upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan edukasi kesehatan melalui Metode Edukasi dan Inspirasi (EDDIN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode Edukasi Dan Inspirasi (EDDIN) Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Periksa Payudara Sendiri (SADARI) di SMKN 4 Tangerang Selatan. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMKN 4 Tangerang Selatan jurusan layanan kesehatan dengan sampel 20 orang yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisa data dilakukan dengan uji statistik Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Pengaruh Metode Edukasi Dan Inspirasi (EDDIN) Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang SADARI Di SMKN 4 Tangerang Selatan (p=0,001). Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam berbagai tema edukasi kesehatan bagi remaja.
Pengaruh Penerapan Model Charting By Exception (CBE) Terhadap Nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu Bardah Wasalamah; Nova Yustisia; Encik Putri Ema Komala; Titin Aprilatutini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.37492

Abstract

Hemodialisa (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang paling banyak dijalani oleh pasien PGK di Indonesia dengan persentase sebesar 82%. Pembatasan cairan merupakan regimen yang paling sulit untuk dijalani oleh pasien HD yang menyebabkan terjadinya peningkatan nilai Interdilytic Weight Gain (IDWG) dengan berbagai komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Pembatasan cairan menjadi faktor utama yang menyebabkan masalah paling sering pada pasien HD. Penerapan model Charting by Exception (CBE) merupakan salah satu metode inovatif yang dapat dilakukan oleh pasien secara mandiri dalam melakukan monitoring cairan. Diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kontrol nilai IDWG sebagau marker onjektif dari kepatuhan pembatasan cairan. Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan model Charting by exeption  (CBE) terhadap nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah quasy experiment pre and post-test with control group design. Penelitian dilakukan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan melibatkan 52 responden. Responden dibimbing melakukan monitoring cairan menggunakan My hemodialysis Journal yang telah dikembangkan berdasarkan teori model dokumentasi CBE oleh peneliti. IDWG diukur secara konsisten selama 1 bulan atau delapan kali Hemodialisa. Penerapan model CBE secara signifikan dapat menurunkan nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Hemodialisa dengan p-value 0,021. Penurunan nilai IDWG pada kelompok intervensi lebih tinggi dengan rata-rata nilai IDWG adalah 1,96 dibandingkan kelompok kontrol 2,42 setelah diberikan intervensi.
Hubungan antara Usia, Merokok, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki di Indonesia Mufidah Anisah; Santi Martini; Bella Ayu Nurfitriyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38943

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tergolong silent killer karena penyakit tersebut sering tidak menimbulkan gejala. Prevalensi kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ?18 tahun pada jenis kelamin laki-laki berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan 2018 mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 sebesar 22,8% sedangkan pada tahun 2018 sebesar 31,34%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara usia, merokok, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada laki-laki di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 835 laki-laki. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, lama merokok, jumlah rokok yang dihisap dalam satu hari, dan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pada variabel usia (pvalue=0,000; PR=4,715; CI=2,727-8,154) dan lama merokok (p-value=0,000; PR=1,071; CI=1,049-1,094) dengan kejadian hipertensi pada laki-laki. Sedangkan variabel jumlah rokok yang dihisap dalam satu hari (p-value=0,726; PR=1,007; CI=0,970-1,045) dan aktivitas fisik (p-value=0,338; PR=1,348; CI=0,792-2,295) tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki. Variabel lama merokok merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki (p-value=0,000; PR=1,071; CI=1,049-1,094), sehingga setiap pertambahan tahun lama merokok sebesar 1 tahun maka risiko terjadinya hipertensi pada laki-laki akan meningkat sebesar 1,071 kali.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja di Indonesia (Literatur Review) Rohman Daka; Evi Martha; Luh Putu Ari Dewiyanti; Eka Habina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40021

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berbagai faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, dan gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di Indonesia berdasarkan literatur yang ada. Penelitin menngunakan metode literaur review dengan pencarian pada basis data akademik seperti PubMed, IEEE Xplore, ScienceDirect , dan Google Scholar didapatkan didapatkan 62 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi antara tahun 2016 hingga 2024 sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2024. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti konsumsi makanan cepat saji, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan sedentari, dan kurangnya pengetahuan gizi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik. Saran bagi para pemangku kebijakan adalah merancang program pencegahan obesitas yang komprehensif bagi remaja di Indonesia. Keywords: Obesitas, Remaja, Indonesia, Faktor Risiko, Tinjauan Literatur
Systematic Review : Metode Dan Media Pendidikan Kesehatan Program Pencegahan Kanker Payudara Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Remaja Tentang Sadari Rosdiana Rosdiana; Andre Utama Saputra; Tety Septiani; Ranida Arsi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40664

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang memiliki persentase kematian yang cukup tinggi terutama pada wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan beberapa metode Pendidikan Kesehatan program pencegahan kanker payudara terhadap pengetahuan, sikdap dan Tindakan remaja tentang SADARI. Metode penelitian ini dimulai dari pencarian data menggunakan lima database yaitu Science Direct, Taylor & Francis Online (Tandfonline), PubMed, DOAJ dan SAGE dengan rentang tahun 2015-2020 dengan jumlah 1361 artikel. Artikel dicari dengan kata kunci “actions” and “attitudes” and “breast cancer” and “breast self-examination” and “Health Education” and “knowledge” and “Youth Adolescents” or “ Teenager” and “demonstrations” and “ lectures” and “seminars” and “peer education.”. Ditemukan 16 artikel memenuhi kriteria yang dinilai menggunakan the JBI critical appraisal tools. Keseluruhan artikel menyebutkan bahwa beberapa media efektif terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pencegahan kanker payudara terutama pada remaja putri. Penggunaan metode pendidikan kesehatan yang efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan yaitu ceramah dan demonstrasi. Kesimpulan dari telaah artikel ini adalah metode Pendidikan Kesehatan terbukti efektif terhadap pencegahan kanker payudara dalam hal pengetahuan, sikap dan Tindakan remaja tentang sadari..
Identifikasi Kandungan Teh Olahan Averrhoa Tea Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah: Uji Larutan Asam Rijal Akbar Difa Padiana; Agelsi Firdina Safitri; Syafaira Mifta Wardah; Ayu Hasanah; Joice Rosa Agustina Simamora; Karolin Adhisty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40707

Abstract

Terapi non-farmakologis pada pasien diabetes melitus masih menjadi pilihan alternatif dalam menstabilkan kadar glikemik karena proses dan efek sampingnya lebih ringan dibandingkan dengan tindakan farmakologis. Salah satu terapi pilihan adalah mengonsumsi teh herbal yang terbuat dari ekstrak daun belimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan Averrhoa Tea berdasarkan karakteristik, pH, warna, dan aroma. Analisis data berdasarkan hasil penelitian dengan karakteristik kandungan teh dengan hasil bahwa Averrhoa Tea seberat 4 g diuji dengan 5 larutan yang terdiri dari dapar fosfat, larutan postassium ferrisianida, larutan FeCl3, larutan asam trikloroasetat (TCA) dan larutan Asam Askorbat yang memiliki sifat sensorik dengan karakteristik warna dan aroma yang berbeda dan pH yang sesuai adalah pH ≤ 7,2. Studi ini menyimpulkan bahwa melalui uji karakteristik, kandungan Averrhoa Tea sebanyak 4g melalui proses penyeduhan 300mL air pada suhu 90°C efektif dalam menurunkan kadar glikemia melalui uji laboratorium. Identifikasi melalui uji asam ini membuktikan bahwa konten ini paling cocok untuk digunakan oleh penderita diabetes, namun, pengujian lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan efek samping penggunaan teh ini dalam jangka panjang.
Penerapan Terapi Foot Massage dan Dietary Approaches To Stop Hypertension Untuk Menurunkan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Sudarwati Nababan; Margaretha Stefania
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42152

Abstract

Hipertensi dikenal juga sebagai “silent killer” merupakan penyakit yang berpotensi fatal yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan gagal ginjal. Permasalahan hipertensi pada populasi lansia di Indonesia menempati posisi pertama. Asuhan keperawatan gerontik dengan penerapan terapi foot massage dan Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) dapat menurunkan tekanan darah lansia. Foot massage dan diet DASH dapat mengurangi rasa nyeri dan memperlancar aliran darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage dan diet DASH. Metode penelitian kuantitatif rancangan studi kasus. Pengambilan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil pengkajian ditemukan Ny.M.S dan Ny.A.S mengeluh sakit pada tengkuk dan kepala, tekanan darah Ny.M.S: 160/100 mmHg dan Ny.A.S : 150/100 mmHg. Diagnosa keperawatan yang ditegakan adalah nyeri akut, Intervensi keperawatan yang diberikan sistem supportif educatif meliputi manajemen nyeri dan edukasi diet. Implementasi keperawatan dilakukan sesuai dengan perencanaan keperawatan yang telah di tetapkan. Hasil evaluasi tekanan darah Ny.M.S dan Ny.A.S menurun dan nyeri berkurang. Simpulan Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Penerapan terapi Foot massage dan diet DASH mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa nyeri.
Terapi Nonfarmakologis Dalam Meminimalkan Risiko Komplikasi Pada Pasien Coronary Artery Disease Pasca Post Transradial Artery Catheterization Eli Zuraida; Syahrul Syahrul; Syahrani Said
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42301

Abstract

Intervensi non-farmakologis berperan penting dalam mengurangi komplikasi pada pasien penyakit arteri koroner (CAD) setelah kateterisasi arteri transradial (TRA). Tinjauan literatur ini mengevaluasi metode non-farmakologis yang efektif untuk meminimalkan komplikasi seperti oklusi arteri radial, hematoma, dan spasme vaskular pasca-TRA. Intervensi utama meliputi edukasi pasien mengenai perawatan pasca-prosedur, modifikasi gaya hidup, dan rehabilitasi fisik. Edukasi memungkinkan pasien memahami perawatan luka dan batasan aktivitas yang aman, sehingga dapat mencegah cedera pada area akses radial. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang lebih sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan manajemen stres melalui teknik relaksasi, juga berkontribusi pada kesehatan vaskular dan stabilitas kardiovaskular. Tinjauan ini merangkum temuan dari tujuh studi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024, dengan pencarian dilakukan melalui PubMed, ProQuest, Science Direct, dan Wiley pada Oktober 2024. Intervensi efektif yang diidentifikasi meliputi latihan jari, handgrip, akupresur, dan pijat tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang berpusat pada pasien ini mendukung pemulihan, mengurangi tingkat komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, dan menurunkan angka rawat inap kembali di rumah sakit. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis perlu diintegrasikan dalam protokol perawatan komprehensif bagi pasien CAD pasca-TRA.