cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Efektivitas Komsumsi Buah Pisang Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Ibu yang Hamil dengan Kurang Energi Kronis (Kek) di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong Tahun 2025 Sukmawati, Sukmawati; Sagala, Namita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49959

Abstract

Anemia yang dialami oleh ibu hamil dapat memperburuk risiko kesehatan bagi ibu dan bayi. Pisang adalah buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Buah ini kaya akan berbagai nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, vitamin C, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif konsumsi pisang dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada tahun 2025. Dalam penelitian ini, digunakan desain pra-eksperimen dengan metode satu kelompok pre-test post-test. Kadar hemoglobin ibu hamil yang menderita KEK akan diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) diberi perlakuan berupa konsumsi pisang. Penelitian dilaksanakan di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi yang diteliti mencakup seluruh ibu hamil dengan KEK yang terdaftar di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada tahun tersebut, berjumlah 48 orang. Dari jumlah itu, hanya 32 yang memenuhi syarat sebagai sampel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi pisang memberikan efek positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Data statistik membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada kadar Hb setelah mengonsumsi pisang, di mana 28 dari 32 ibu hamil menunjukkan peningkatan, sementara 4 sisanya tidak mengalami perubahan (Hb tetap). Uji Wilcoxon mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah intervensi (Z = -4. 850, p = 0. 000).
The Effect of Operational Complexity, Business Risk, And Audit Committee on Audit Quality With Audit Delay As Moderation Timur, Evita Bintang; Pangaribuan, David; Khazanah, Uswatun; Pardosi, Agnes Mariana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49965

Abstract

This study aims to examine the effect of operational complexity, business risk (leverage) and audit committee on audit quality with audit delay as a moderating variable. The research method uses a quantitative method with the object of research being banking companies for the period 2019-2023. Data sources from the Indonesian Stock Exchange. The results of the study concluded that (a) Operational complexity has a positive effect on audit quality (b) Business risk (Leverage) has an effect on audit quality (c) The audit committee has a positive effect on audit quality (d) Audit delay cannot moderate the effect of operational complexity on audit quality (e) Adit delay cannot moderate the effect of company risk on audit quality and (f) Audit delay can moderate the effect of the audit committee on audit quality, meaning that audit delay weakens the positive effect of the audit committee on audit quality. The results of this study have positive implications for regulators, investors, the government and prospective investors as well as public accounting firms. Public trust in the implementation of transactions on the Stock Exchange is an important indicator to encourage national economic growth, therefore audit quality is the key to maintaining trust in companies that present financial reports, investors and prospective investors in making investment decisions, public accounting firms as audit implementers. Keywords: Operational Complexity, Business Risk, Audit Committee, Audit Delay and Audit Quality.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Teh Dengan Kadar Hemoglobin Pada Penderita Anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Ariansyah, Ramona Frisca; Inawati, Inawati; Agusaputra, Harman; Hernanda, Pratika Yuhyi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49976

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, terutama pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh, karena kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi teh dengan kadar hemoglobin pada penderita anemia di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 30 responden berusia 17–50 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kebiasaan konsumsi teh, asupan zat besi, serta gejala anemia, sementara kadar hemoglobin diukur menggunakan hemoglobin meter. Hasil analisis Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi teh dengan kadar hemoglobin (p=0,936). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin (p=0,044) dan antara jenis anemia dengan gejala klinis (p=0,009). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kadar hemoglobin pada responden adalah asupan zat besi, sedangkan kebiasaan konsumsi teh tidak terbukti berpengaruh signifikan.
Perbandingan Buah Beat dan Kurma Terhadap Kenaikan Haemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di PMB Ulfa Sri Utami Jalan Ujung Harapan Bekasi Utara Sukmawati, Sukmawati; Sari, Liza Puspita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49984

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 35,5% secara worldwide dan 27,7% di Indonesia. Defisiensi hemoglobin dapat mengakibatkan komplikasi maternal dan fetal yang serius, sehingga diperlukan intervensi alternatif yang aman dan efektif melalui pendekatan nutrisi berbasis pangan alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas konsumsi buah bit (Beta vulgaris) dan kurma (Phoenix dactylifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian quasi-experimental dengan pre-test post-test design melibatkan 74 ibu hamil trimester II-III dengan anemia ringan (Hb 10-10,9 g/dL) di PMB Ulfa Sri Utami, Bekasi Utara. Responden dibagi menjadi dua kelompok: 37 mengonsumsi jus buah bit 250 ml/hari dan 37 mengonsumsi kurma 7 butir/hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Kedua intervensi menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan (p<0,05). Kelompok buah bit mengalami peningkatan rata-rata 0,25 g/dL, sedangkan kelompok kurma menunjukkan peningkatan yang lebih substansial sebesar 1,306 g/dL. Uji independent t-test membuktikan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,000) dengan kurma menunjukkan superioritas efektivitas. Kurma terbukti lebih efektif dibandingkan buah bit dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Disarankan kepada praktisi kesehatan untuk merekomendasikan konsumsi kurma sebagai terapi komplementer utama, sementara penelitian lanjutan diperlukan untuk evaluasi kombinasi kedua bahan pangan dan sustainabilitas efektivitas jangka panjang.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Pemilik Bayi Berusia 0-6 Bulan di PMB N Bogor Tahun 2025 Nuraenah, Shyfa; Tahun, Omega DR.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49996

Abstract

Secara nasional cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, hal ini dikarenakan berbagai alasan seperti ASI yang keluar tidak lancar, sehingga diberi tambahan susu formula. Pijat oksitosin dan perawatan payudara merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan kecukupan ASI. Selama ini belum pernah dilakukan pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu postpartum. Mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui pemilik bayi berusia 0-6 bulan di PMB N Bogor Tahun 2025. Penelitian quasi eksperimental desain ini menggunakan rancangan pretest-posttest control group design.. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden diberi pijat oksitosin 15 responden diberi perawatan payudara dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji t test independent.: Hasil penelitian univariat kelompok intervensi skor kelancaran ASI pada ibu postpartum sebelum diberikan pijat oksitosin rata-rata 4,00 sedangkan sesudah diberikan pijat oksitosin rata-rata 8,47. Kelompok kontrol skor kelancaran ASI pada ibu postpartum sebelum rata-rata 3,67 sedangkan sesudah rata-rata 5,67. Hasil penelitian bivariat uji mann whitney sebesar 0,010. Terdapat perbedaan kelancaran ASI pada ibu postpartum antara kelompok intervensi (pemberian pijat oksitosin) dengan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan menggunakan pijat oksitosin dan perawatan payudara dalam meningkatkan kecukupan ASI
Analisis Faktor – faktor Yang Berpengaruh Terhadap Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Serang Kota Rustinawati, Tuti; Sugiatini, Titin Eka
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49997

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan oleh ibu hamil sesuai dengan standar pelayanan. Beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu umur, pendidikan, paritas, pengetahuan, sikap dan dukungan suami. Untuk mengetahui analisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Serang Kota.: analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ibu nifas periode Juni-Juli 2025 sebanyak 99 orang dengan teknik simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Data primer dianalisis menggunakan uji chi square. sebagian besar ibu patuh dalam melakukan kunjungan antenatal care 66,7%, dengan umur berisiko rendah terhadap kehamilan 70,7%, pendidikan tinggi 79,8%, paritas rendah 62,6%, pengetahuan baik 63,6%, sikap positif 60,6% dan suami mendukung 63,6%. Ada hubungan yang signifikan antara umur (p = 0,000), pendidikan (p = 0,042), paritas (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan dukungan suami (p = 0,000) dengan perilaku ibu melakukan kepatuhan kunjungan antenatal care. umur, pendidikan, paritas, pengetahuan, sikap, dan dukungan suami berhubungan dengan perilaku ibu melakukan kepatuhan kunjungan antenatal care. Ibu hamil dan suami diharapkan dapat bersedia meluangkan waktu dan biaya untuk melakukan pemeriksaan secara rutin sesuai standar ANC agar ibu hamil dan suami dapat mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi ibu dan janin dalam kandungannya sehingga dapat saling mendukung dalam menjaga kehamilannya agar tidak mengalami komplikasi.
Efektifitas Pemberian Air Kelapa Muda Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Disminore) Pada Remaja Putri di SMA N 3 Kao Tahun 2025 Guratji, Oslian Silvia; Tahun, Omega DR.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50010

Abstract

Dismenore merupakan kondisi kambuhan yang dalam istilah medis dikenal sebagai catamenial pelvic pain, yaitu nyeri yang muncul saat menstruasi. Untuk mengetahui efektifitas pemberian air kelapa muda terhadap penurunan nyeri haid (Disminore) pada remaja putri di SMAN N 3 Kao Tahun 2025. Penelitian kualitatif metode quasi eksperimental dengan rancangan one group pretst- protest Populasinya yaitu siswa yang mengalami nyeri haid sebanyak 20 orang. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Uji Wilcoxon dengan bantuan komputer dengan program SPSS 26.0.. Responden yang mengalami nyeri berat (5%), yang mengalami nyeri sedang (50%), dan yang mengalami nyeri ringan 45%). Hasil uji analisis nilai p = 0,000 untuk variabel nyeri haid status sig pre-test sebesar 0,017 < 0,05,. Sedangkan nilai sig post-test sebesar 0,309 > 0,05 . Pemberian air kelapa muda efektif terhadap penurunan nyeri penelitian ini sebesar 0,000 < 0,05, dan memiliki nilai Z-statistic sebesar (-3,763).
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Katuk Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat Sukmawati, Sukmawati; Riza, Pira
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50011

Abstract

Latar Belakang: Hipogalaktia atau inadequate milk production merupakan kendala utama keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang berdampak terhadap pencapaian target WHO sebesar 50% cakupan global. Daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung kompleks senyawa bioaktif termasuk alkaloid papaverine, polifenol, steroid, dan mikronutrien yang berpotensi sebagai galaktagog alami melalui mekanisme stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian air rebusan daun katuk terhadap optimalisasi produksi ASI pada ibu dalam periode postpartum di wilayah kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group design melibatkan 88 responden ibu nifas yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi secara random menjadi kelompok eksperimen (n=44) dan kontrol (n=44). Kelompok eksperimen mengonsumsi 200 ml air rebusan daun katuk dengan standardisasi preparasi dua kali sehari selama periode intervensional tujuh hari. Pengukuran variabel dependen meliputi volume ASI perah, frekuensi menyusui, dan antropometri berat badan bayi. Analisis data menggunakan paired t-test untuk evaluasi intra-grup dan independent samples t-test untuk komparasi antar kelompok. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan dari rerata skor baseline 9,98 menjadi 14,77 pada post-intervention assessment (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan minimal dari 9,98 menjadi 10,55 (p=0,062). Analisis independent t-test mengkonfirmasi adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok dengan effect size yang substantial (p<0,001). Kesimpulan: Air rebusan daun katuk terbukti efektif secara statistik dan klinis dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas melalui aktivasi jalur hormonal laktogenik. Temuan empiris ini mendukung implementasi galaktagog herbal dalam protokol manajemen laktasi sebagai strategi evidence-based yang aman, accessible, dan cost-effective.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau pada Ibu Nifas Terhadap Produksi Asi di Puskesmas Mulak Sebingkai Tahun 2025 Sukmawati, Sukmawati; Sari, Niken Novita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan tunggal paling sempurna untuk bayi dalam pertumbuhan 6 bulan pertama, tanpa ada tambahan minuman atau makanan apapun. Sari kacang hijau merupakan jenis minuman yang mengandung Laktagogum yaitu zat gizi yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau dengan yang tidak diberikan sari kacang hijau di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025.Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan menggunakan desain pre test and post test nonequivalent control group. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan primer yaitu check list observasi produksi ASI. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025 yang berjumlah 30 responden yang diambil secara accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025 mulai tanggal01 Juni – 01 Juli 2015. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Independen Sample T Test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi ASI ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau adalah 9,53. Rata-rata produksi ASI ibu nifas yang tidak diberikan sari kacang hijau adalah 6,93. Perbedaan rata-rata produksi ASI pada kedua kelompok yaitu sebesar 2,60 dengan p value = 0,000 (ρ<0,05) ada perbedaan produksi ASI pada ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau dengan yang tidak diberikan sari kacang hijau di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025,diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengambil jenis sayuran atau buah-buahan lain yang dapat mempengaruhi produksi ASI.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi Mr pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) di Wilayah Kerja Puskesmas Jaka Setia Sukmawati, Sukmawati; Farida, Ida
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50013

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit menular yang efektif, murah, dan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu imunisasi yang menjadi program pemerintah adalah imunisasi Measles Rubella (MR), yang dilaksanakan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Meskipun program ini adalah program Nasional dan telah digencarkan oleh pemerintah, cakupan imunisasi MR masih belum optimal di beberapa daerah. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan program imunisasi adalah tingkat pengetahuan orang tua. Akan tetapi cakupan BIAS MR mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan cakupan imunisasi ini ditakutkan akan diikuti peningkatan kasus suspek MR di tahun berikutnya. Untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah di wilayah kerja Puskesmas Jaka Setia. Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengumpulan variabel dependen dan indenpenden dilakukan hanya satu kali pada saat dan waktu secara bersamaan. Peneliti mencari hubungan antara variabel independen (bebas) yaitu tingkat pengetahuan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan usia orang tua dengan variabel dependen (terikat) pemberian imunisasi campak rubella pada anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pemberian imunisasi MR pada anak sekolah dengan nilai p = 0,001. Hal ini berarti semakin baik pengetahuan orang tua, maka semakin tinggi pula kemungkinan anak mendapatkan imunisasi MR. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa orang tua dengan pengetahuan baik lebih menerima imunisasi anaknya. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pemberian imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (p = 0,001). Penelitain diharapkan bisa meningkatkan kegiatan edukasi, kerjasama lintas sector dan bahan kajian dalam upaya meningkatkan cakupan Imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah