cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Retinopati Diabetik dengan Diabetes Melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Mata Jec Primasana @ Tanjung Priok Isnaeni, Isnaeni; Utami, Mega Putri Nur
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49859

Abstract

Retinopati diabetik merupakan kelainan retina yang dapat terjadi pada seluruh penderita diabetes melitus. Hilangnya penglihatan akibat retinopati diabetik menimbulkan kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga memiliki peran yang besar dalam pengobatan pasien dengan retinopati diabetik. Berdasarkan fenomena ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik dengan diabetes melitus khususnya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Tujuan penulisan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik khusunya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 73 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan Spearman Rho dengan tingkat signifikansi (a) = 0,01. Hasil penelitian hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik memiliki hubungan negatif yang kuat dengan menunjukkan nilai korelasi (r = -0,666). Terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Disarankan bagi keluarga yang memiliki pasien dengan retinopati diabetik agar dapat meluangkan waktu untuk memberikan perhatian lebih agar tidak timbul kecemasan pada pasien.
Pengaruh Edukasi pada Ibu Terhadap Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea ( Sc ) di Rs Harapan Mulia Bekasi Tahun 2025 Anggraini, Nofa; Novianes, Nidya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49860

Abstract

Sectio caesarea merupakan salah satu prosedur persalinan dengan angka kejadian yang semakin meningkat di Indonesia. Pasien post SC berisiko mengalami komplikasi seperti infeksi, trombosis, dan keterlambatan pemulihan. Mobilisasi dini terbukti dapat mempercepat penyembuhan dan menurunkan risiko komplikasi. Edukasi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kepatuhan ibu dalam melakukan mobilisasidini. Mengetahui pengaruh edukasi terhadap mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea di RS Harapan Mulia Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik. Sampel penelitian sebanyak 28 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden yang mendapat edukasi melakukan mobilisasi dini dengan baik (68,2%), sedangkan responden tanpa edukasi mayoritas kurang melakukan mobilisasi dini (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) dengan OR = 4,286. Terdapat pengaruh signifikan edukasi terhadap mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea. Edukasi meningkatkan peluang 4,3 kali bagi ibu untuk melakukan mobilisasi dini dengan baik.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Hijau Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas Di UPTD Puskesmas Ba’a Ledoh, Nirmala Aranci; Fatwa, Dyah Mayasari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49863

Abstract

Luka perineum derajat II pada ibu nifas merupakan salah satu komplikasi yang sering ditemukan pasca-persalinan dan membutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi serta mempercepat proses penyembuhan. Salah satu alternatif terapi yang banyak diperhatikan adalah pemberian rebusan daun sirih hijau, yang dikenal memiliki sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest. Sebanyak 30 ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat II di UPTD Puskesmas Ba’a dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang diberikan rebusan daun sirih hijau dan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji t-test untuk menentukan perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat peningkatan signifikan pada kategori jaringan sehat, dari 16,7% sebelum pemberian rebusan daun sirih hijau menjadi 86,7% setelah pemberian (p = 0.002). Selain itu, kategori degenerasi luka pada kelompok intervensi mengalami penurunan signifikan, dari 50% menjadi 0%. Sebaliknya, pada kelompok kontrol, meskipun ada peningkatan pada jaringan sehat, perbedaan tersebut tidak signifikan (p = 0.114), dengan penurunan pada kategori degenerasi luka yang juga tidak cukup signifikan.: Pemberian rebusan daun sirih hijau menunjukkan pengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas. Daun sirih hijau mengandung senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antiseptik, anti-inflamasi, dan antibakteri, yang membantu mengurangi infeksi dan mempercepat regenerasi jaringan. Peningkatan jumlah responden dengan jaringan sehat pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa terapi ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam perawatan luka perineum pasca-persalinan.: Pemberian rebusan daun sirih hijau berpengaruh positif terhadap penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas. Oleh karena itu, rebusan daun sirih hijau dapat dijadikan alternatif terapi pelengkap yang efektif dalam mempercepat penyembuhan luka perineum, terutama di daerah dengan keterbatasan akses terhadap perawatan medis modern.
Pengaruh Telur Rebus dalam Penyembuhan Luka Perineum pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum di Puskesmas Taman Saritahun 2025 Sukmawati, Sukmawati; Rahayu, Refi Rahma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49933

Abstract

Luka perineum sering dialami ibu postpartum akibat robekan spontan atau episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi jika penyembuhan tidak optimal. Proses penyembuhan berlangsung sejak hari ke-2 hingga hari ke-10 postpartum dan sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi, terutama protein. Telur rebus sebagai sumber protein hewani yang murah, mudah didapat, dan kaya zat gizi berperan penting dalam regenerasi jaringan serta pembentukan kolagen. Untuk Mengetahui Pengaruh Telur Rebus Dalam Penyembuhan Luka Perineum Pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum Di Puskesmas Taman Sari Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy eksperimen dengan kelompok intervensi dan kontrol . Variabel independen dalam penelitian ini adalah rebusan telur , variabel dependennya adalah lama penyembuhan luka perineum. Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden. perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol dari rata – rata terlihat kelompok intervensi rata- rata yang kecil yaitu 6,40 dibandingkan kelompok kontrol 8,07, sehingga selisih waktu penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi dan kontrol di dapat 1,67 yang artinya ± 1-2 hari kelompok intervensi lebih cepat penyembuhan luka perineum dibandingkan dengan kelompok kontrol. Uji statistic di dapatkan nilai P-value = 0,000 yang artinya Adanya Pengaruh Telur Rebus Dalam Penyembuhan Luka Perineum Pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum Di Puskesmas Taman Sari Tahun 2025. Menjadi referensi tambahan dalam pembuatan modul pembelajaran atau pedoman klinis yang berkaitan dengan perawatan ibu postpartum dan pemenuhan nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan
Efektivitas Konsumsi Buah Pisang Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Ibu Hamil Dengan Kurang Energi Kronis (Kek) di Pmb Emi Sumiyati Bdn.S.Keb Alang-Alang Lebar Kota Palembang Tahun 2025 Sukmawati, Sukmawati; Popiyanti, Maryuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49935

Abstract

Keberhasilan dari pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan bayi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan tersebut adalah praktik perawatan payudara pada masa postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan perawatan payudara dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu postpartum di PMB Emi Sumiyati, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 44 orang ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel serta bivariat dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden (68,2%) sudah melakukan perawatan payudara dilakukan dengan baik, sementara keberhasilan pemberian ASI eksklusif tercapai pada 33 responden (75,0%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat keterkaitan antara perawatan payudara dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p = 0,009). Ibu yang melakukan perawatan payudara dengan baik lebih berpeluang menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan yang kurang melakukan perawatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perawatan payudara memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Oleh karena itu, ibu postpartum disarankan untuk konsisten melakukan perawatan payudara, sementara tenaga kesehatan, khususnya bidan, perlu memberikan edukasi dan pendampingan yang intensif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif secara berkelanjutan.
Perbedaan Efektifitas Penggunaan Sitz Bath Dengan Terapi Lampu Infra Red Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Derajai Ii pada Ibu Nifas Hari Ke 4 di Puskesmas Pasirukem Tahun 2025 Sukmawati, Sukmawati; Handayani, Sri Lestari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49936

Abstract

Luka perineum merupakan morbiditas maternal tersering yang berhubungan dengan persalinan normal. Morbiditas jangka panjang yang berhubungan dengan perbaikan cedera sfingter eksterna yang tidak dikenali atau trauma dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan sosial yang serius. Kerusakan perineum dapat berdampak negatif yang besar terhadap kesehatan wanita. Terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan antara lain sitz bath dan inframerah. Tujuan Untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan sitz bath dan terapi sinar inframerah dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Puskesmas Pasirukem tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, desain yang digunakan adalah pendekatan pretest and post test non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum di Puskesmas Pasirukem bulan Juni 2025 yang berjumlah 64 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 64 ibu nifas yang berada di Puskesmas Pasirukem tahun 2025 pada bulan Juni, 32 ibu nifas dengan intervensi sitz bath dan 32 ibu nifas dengan intervensi infra merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai p 0,044 < 0,05, hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa ibu nifas yang diberikan sitz bath dan lampu inframerah menyembuhkan luka perineumnya secara berbeda. Sitz bath (nilai rata-rata 1,09) mempercepat penyembuhan luka perineum dibandingkan dengan lampu inframerah (nilai rata-rata 1,84). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan sitz bath dan lampu inframerah dalam penyembuhan luka perineum, penggunaan Sitz Bath lebih efektif untuk penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dibandingkan dengan penggunaan inframerah. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan mandi sitz dan lampu inframerah dalam penyembuhan luka perineum. Penggunaan mandi sitz lebih efektif untuk penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dibandingkan dengan penggunaan inframerah (nilai p 0,044 < 0,05).
Efektivitas Teknik Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Dari Hari Ke 2 Sampai Hari Ke 7 di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat Sukmawati, Sukmawati; Sari, Ike Permata
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49943

Abstract

Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan kualitas ASI. Tulang belakang (bagian tulang belakang) dari tulang leher ketujuh hingga tulang rusuk kelima atau keenam dipijat untuk mencapai tujuan ini. Sistem saraf parasimpatis akan berfungsi lebih cepat sebagai hasilnya, yang memungkinkan otak melepaskan oksitosin.Penelitian ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana teknik pijat oksitosin meningkatkan suplai ASI pada ibu menyusui. Pijat oksitosin menargetkan tulang belakang dari tulang rusuk kelima hingga keenam, meningkatkan produksi hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Pijat ini juga meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang membantu ibu rileks.Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang bayi, khususnya pada masa nifas. Salah satu permasalahan yang sering dialami ibu nifas adalah ketidaklancaran produksi ASI yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang bertujuan untuk merangsang hormon oksitosin sehingga dapat meningkatkan refleks pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. untuk memastikan sejauh mana teknik pijat oksitosin meningkatkan suplai ASI pada ibu menyusui. Mengingat efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan produksi ASI, pendekatan ini dapat digunakan sebagai pengganti untuk membantu ibu menyusui memproduksi lebih banyak ASI.Jenis penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang dikenal sebagai eksperimen semu, yang mengukur hubungan antara variabel independen dan dependen dengan memberikan perlakuan atau intervensi pada objek penelitian. Penelitian dilakukan di Puskesmas Muara Tiga Mulak Ulu. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu Postpartum yang menjadi pasien di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik Quasi Eksperimen sehingga didapat jumlah responden sebanyak 13 orang. Hasil Uji Normalitas Data Kolmogorov- Smirnov dengan hasil Peningkatan ASI melalui pijat oksitosin dengan uji Kolmogorov-Smirnov 0,023 0,05 dinyatakan data diatas normal. Dan Hasil Uji Wilcoxon dengan selisih meannya 1,50 . Pada Uji Wilcoxon Hipotesis diterima apabila nilai rata-rata kuesioner 1 lebih besar dari nilai Kuesioner 2 (0,157) maka Hipotesis (Ha) diterima. Pijat Oksitosin untuk peningkatan produksi ASI dengan metode penelitian normal dan diterima. Dengan demikian,dapat disarankan bahwa ibu post partum diharapkan dapat meningkatkan pemahaman responden terhadap upaya peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dan memberikan informasi akibat kegagalan menyusui.
Pengaruh Edukasi Pola Asuh Pencegahan Stunting Dengan Pendekatan Model Promosi Kesehatan Nola J Pender Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Mencegah Stunting Chalid, Desridius; Dedi, Blacius; Safarina, Lina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49948

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pola asuh pencegahan stunting dengan Model Promosi Kesehatan Nola J. Pender terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencegah stunting di wilayah kerja Puskesmas Bahagia dan Puskesmas Babelan I, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan Stunting Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen, berbasis Model Promosi Kesehata Nola J Pender. Prosedur pengambilan sample responden di kumpulkan dan di berikan pengarahan tentang cara mengisi kuisioner, Teknik pengambilan sample Kelompok eksperimen mengisi kuisioner awal,setelah itu diberikan edukasi dengan video tentang stunting selama 7 hari lanjut mengisi kuisioner akhir, sedang kelompok control hanya di mengisi kuisioner di awal dan akhir, pertanyaan kuisioner tentang pengetahuan dan sikap orang tua tentang stunting. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik seperti uji T Test, uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu di kelompok eksperimen setelah dilakukan edukasi. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 27,30 menjadi 34,58 (p=0,0001), sedangkan sikap meningkat dari 27,60 menjadi 35,55 (p=0,0001). Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih kecil dan kurang signifikan. Perbandingan antara kedua kelompok juga memperlihatkan perbedaan signifikan pada pengetahuan dan sikap (p=0,0001). Kesimpulan: dari penelitian ini adalah edukasi pola asuh pencegahan stunting dengan Model Promosi Kesehatan Nola J. Pender mengunakan Video pencegahan Stunting lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam program edukasi kesehatan ibu dan anak guna mendukung upaya pencegahan stunting secara lebih optimal.
Efektifitas Video Edukasi Tiktok Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia di Puskesmas Purwasari Karawang Jawa Barat Saniya, Saniya; Tahun, Omega Dr.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49957

Abstract

Berdasarkan data di Puskesmas Purwasari Karawang Jawa Barat pada tahun 2024 didapatkan 11,7% ibu hamil yang mengalami anemia salah satu penyebabnya karena kurangnya pengetahuan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan video edukasi TikTok karena dapat menyimpan informasi dalam waktu jangka panjang. Mengetahui efektivitas video edukasi TikTok terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Puskesmas Purwasari Karawang Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental design bertujuan untuk memperoleh informasi tanpa melakukan perbandingan dengan rancangan one group pretest posttes design. Sampel terdiri dari 27 responden, dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi dengan menggunakan media sosial TikTok dan pemberian informasi mengenai anemia dalam kehamilan kepada ibu hamil dengan durasi 2 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan paired simple t test. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia sebelum edukasi menggunakan video TikTok rata-rata sebesar 4,07, dengan rata-rata skor 6,65. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia sesudah edukasi menggunakan video TikTok rata-rata sebesar 7,19. Hasil paired simple t test dengan nilai p value = 0,000.: Video edukasi tiktok efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Tenaga Kesehatan disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana edukasi kesehatan yang modern, kreatif, dan mudah diakses, sehingga penyuluhan tidak hanya terbatas pada tatap muka tetapi juga melalui platform digital yang lebih dekat dengan masyarakat.
Efektifitas Edukasi Self Care Management Terhadap Perilaku Kepatuhan Pengendalian Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Primaya Hospital Bekasi Utara Fauzi, Achmad; Putri, Alika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49958

Abstract

Background: Hypertension has become one of the important health problems and the most common vascular disease in developed countries, and specifically in developing countries. Hypertension is referred to as a degenerative disease and a non-communicable disease; this condition often occurs and has a relatively high mortality rate, as well as affecting the quality of life and productivity of individuals. Providing self-management education can also enhance patients' abilities to manage the signs and symptoms that arise, improve cognitive, behavioral, and emotional responses necessary to maintain quality of life, thus preventing complications and minimizing the disturbances caused in bodily functions, emotions, and interpersonal relationships with others that can disrupt the client's life. Objective: To determine the Effectiveness of Self-Care Management Education on Adherence Behaviors in Managing Hypertension in Hypertensive Patients at Primaya Hospital Bekasi Utara. Method: This research is a quantitative study using Quasi-Experimental research methods with the technique employed being Two Group Pre Test-Post Test Control Group Design. The sample in this study was taken from all hypertensive patients receiving outpatient care in the Internal Medicine Clinic at Primaya Hospital Bekasi Utara. Thus, there are 17 patients for the intervention group and 17 patients for the control group. Results: The analysis of the chi-square test showed that in the control group, a p-value of 0.010 was obtained (<α 0.05). This means that there is a significant effect in the control group that did not receive treatment. In the analysis of the chi-square test in the intervention group, a p-value of 0.012 was obtained (<α 0.05). This means that there is a significant influence on the intervention group that received the treatment. Conclusion: Self Care Management education affects hypertension control behavior in hypertensive patients. Suggestion: The research results can serve as a discussion material to continue developing and implementing effective and efficient educational interventions that can improve health behavior changes for the better.